cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 25,229 Documents
Pengembangan Media Video Animasi Pop-up Book Untuk Melatih Siswa Dalam Menganalisis Sebab dan Akibat Peristiwa Sejarah Pada Pembelajaran Sejarah SMA Negeri 11 Padang Azizah, Nurul; Ofianto, Ofianto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui proses pengembangan media video animasi Pop-up Book untuk melatih siswa dalam menganalisis sebab-akibat peristiwa sejarah, 2) Mengetahui kelayakan media video animasi Pop-up Book untuk melatih siswa dalam menganalisis sebab dan akibat peristiwa Sejarah, dan 3) Mengetahui Praktikalitas media video animasi Pop-up Book untuk melatih siswa dalam menganalisis sebab dan akibat peristiwa sejarah. Penelitian ini merupakan jenis Research and Development (R&D) dengan lima tahap pengembangan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri dari ahli materi, ahli media, guru sejarah, 26 siswa fase F di SMA Negeri 11 Padang. Hasil validasi menunjukkan bahwa media ini sangat layak digunakan, dengan nilai rata-rata 3,94 (ahli materi) dan 3,8 (ahli media). Uji praktikalitas oleh guru dan siswa juga menunjukkan kategori sangat praktis, masing-masing memperoleh nilai 3,65 dan 3,87. Dengan demikian, media video animasi Pop-up Book dinyatakan layak dan praktis sebagai media pembelajaran sejarah di tingkat SMA.
Penggunaan Ice Breaking Untuk Memotivasi Siswa Pada Pembelajaran Seni Tari Kelas XI.10 SMA 1 Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Hasanah, Ira; Susmiarti², Susmiarti²
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penggunaan Ice Breaking Untuk Memotivasi Siswa Pada Pembelajaran Seni Tari Kelas XI.10 SMA 1 Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode yang digunakan yaitu deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung seperti alat tulis dan kamera. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, klasifikasi data, display data, reduksi data dan menyusun kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan ice breaking untuk memotivasi siswa pada pembelajaran seni tari kelas XI.10 SMA 1 Mandau , penggunaan ice breaking dalam pembelajaran peserta didik di sekolah dapat berpengaruh dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung sudah berjalan dengan baik. Jenis ice breaking yang sering digunakan oleh guru yaitu tepuk tangan yang dilaksanakan pada akhir pembelajaran atau disela-sela pembelajaran. Dengan adanya penerapan ice breaking dalam pembelajaran dapat membuat peserta didik lebih aktif, semangat belajar, serta berkonsentrasi dalam proses pembelajaran berlangsung, dalam penerapan Ice Breaking guru tentunya melihat kondisi serta suasana kelas terlebih dahulu apakah memungkinkan untuk dilakukan kegiatan ice breaking. penggunaan Ice breaking dapat mempersingkat waktu selama proses pembelajaran, membuat suasana kelas menjadi menyenangkan dan ceria. Jadi ice breaking cocok digunakan dalam pembelajaran teori dan praktek khususnya pada seni tari untuk seterusnya.
Pelestarian Tari Sekapur Sirih Di Sanggar Gunung Kembang Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi Annisa, Nur; Mansyur, Herlinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pelestarian Tari Sekapur Sirih yang dilakukan oleh Sanggar Gunung Kembang di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Tari Sekapur Sirih merupakan tari tradisional penyambutan tamu agung yang sarat akan nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat Sarolangun. Namun, keberadaan tari ini menghadapi tantangan serius akibat minimnya regenerasi seniman, kurangnya minat generasi muda, serta pengaruh budaya modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Objek penelitian adalah Sanggar Gunung Kembang yang sejak 2006 berperan aktif dalam mempertahankan dan mengembangkan Tari Sekapur Sirih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian dilakukan melalui tiga strategi utama, yaitu: (1) mempertahankan keberadaan tari melalui latihan rutin mingguan, (2) melakukan open recruitment guna menjaring generasi muda untuk menjadi penari, dan (3) mengembangkan tari dari segi jumlah penari dan kostum tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional. Sebelumnya, tari ini ditarikan oleh 7 penari, kini berkembang menjadi 9 penari dengan kostum yang diperbarui. Kesimpulannya, upaya pelestarian yang dilakukan oleh Sanggar Gunung Kembang menunjukkan dampak positif terhadap keberlangsungan Tari Sekapur Sirih di Kabupaten Sarolangun. Diperlukan dukungan lebih lanjut dari masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah agar seni tradisi ini terus hidup dan diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi mendatang.
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Dengan Model Problem Based Learning Berbantuan Aplikasi Penilaian Blooket Bagi Peserta Didik Kelas V SDN 29 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Rahmawati, Vanny; Desyandri, Desyandri; Bungsu Ladiva, Hasmai; Andika, Refiona
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29763

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V SDN 29 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Pembelajaran masih berpusat pada guru dan peserta didik kurang aktif karena belum diterapkannya model pembelajaran yang inovatif dan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Pendidikan Pancasila dengan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan aplikasi penilaian Blooket bagi peserta didik kelas V. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan 22 peserta didik kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, nilai modul ajar memperoleh rata-rata 82,63% (baik), meningkat menjadi 93,05% (sangat baik) pada siklus II. Penilaian aspek guru dan peserta didik juga menunjukkan peningkatan dari 85,11% (baik) menjadi 94,04% (sangat baik). Hasil belajar Pendidikan Pancasila meningkat dari rata-rata 76,5% (cukup) pada siklus I menjadi 91,7% (sangat baik) pada siklus II. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa model Problem Based Learning berbantuan aplikasi Blooket dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila.
Pengaruh Peer Pressure Terhadap Perilaku Drinking Behavior Pada Remaja Kota Padang Ostarini, Silvi; Mardianto, Mardianto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peer pressure (tekanan teman sebaya) terhadap drinking behavior (perilaku konsumsi alkohol) pada remaja di Kota Padang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja berusia 13–22 tahun yang berdomisili di Kota Padang dengan total populasi sebanyak 147.356 jiwa. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden, ditentukan berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner online menggunakan Google Form, dengan skala pengukuran Likert 4 poin. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya melalui validitas isi (expert judgment) dan analisis Cronbach’s Alpha, dengan hasil reliabel (α > 0,70). Analisis data menggunakan SPSS versi 25 dengan uji asumsi klasik dan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara peer pressure terhadap drinking behavior, dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 dan nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,794. Temuan ini menegaskan bahwa tekanan teman sebaya berkontribusi secara substansial terhadap perilaku konsumsi alkohol remaja. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi upaya preventif dan intervensi sosial dalam mengurangi perilaku menyimpang pada remaja.
Konflik Tata Kelola Masjid Secara Tradisional Anugrah, Mela; Fadlli Marh, Noor
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29872

Abstract

Penelitian ini didasari oleh adanya pergantian pengurus masjid yang tidak sesuai dengan periode kepengurusan, sehingga menghambat perkembangan masjid. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika konflik antara pengurus Masjid Baitul Amal dan masyarakat di Jorong Timbulun Atas, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dimana peneliti berusaha mendeskripsikan dan menyajikan hasil yang sesuai dengan informasi dan data yang penulis dapat dilapangan terkait Konflik Kepengurusan Masjid Baitul Amal Dengan Masyarakat Jorong Timbulun Atas. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan yaitu wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pengurus Masjid dan Masyarakat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Konflik Dialektika oleh Ralf Dahrendorf. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kepengurusan Masjid Baitul Amal Jorong Timbulun Atas sering kali mengalami pergantian yang tidak sesuai dengan tahun yang sudah ditentukan. Hal ini terjadi karena adanya ketidak cocokan antara masyarakat dengan pengurus atau masyarakat dengan masyarakat yang terkait dengan kepengurusan Masjid, sumber daya Masjid, maupun tata kelola Masjid sehingga berdampak terhadap kepengurusan Masjid Baitul Amal Jorong Timbulun Atas.
Corporate Social Responsibility (CSR) Destinasi Wisata Paralayang Pada Kegiatan Keagamaan Masyarakat Lokal Syafitri, Irma; Fadlli Marh, Noor
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29873

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan besarnya pengaruh wisata Paralayang Puncak Lawang bagi kegiatan keagamaan masyarakat lokal. Metode yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menampilkan data apa adanya yang didapat di Destinasi Wisata Paralayang Puncak Lawang. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukan bahwa Csr Wisata paralayang puncak lawang sangat membantu terhadap keberlangsungan program-program yang dijalankan oleh masjid yang ada disekitarnya. Bantuan yang diberikan oleh csr tidak hanya meringankan beban pengurus masjid dalam mencari biaya dalam setiap program yang dijalankan masjid tetapi juga memberikan pengaruh besar terhadap minat masyarakat akan pentingnya memakmurkan masjid. Bentuk dari csr wisata paralayang puncak lawang membantu program-program masjid seperti setiap habis hari raya idul Adha biasanya masjid yang ada di nagari lawang seperti masjid jami', masjid bansa, masjid Nurul Huda, dan surau nagari biasanya mengadakan khatam Al-Qur'an, biasanya anggaran dana yang akan disumbangkan demi kelancaran acara dimasukkan kedalam rancangan csr wisata paralayang puncak lawang
Amin Nuddin: Dari Pekerja Serabutan Hingga Pelopor Usaha Barang Bekas Di Bukit Gombak Syawitri Adelaida, Ariola; Naldi, Hendra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29874

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perjalanan hidup Amin Nuddin, seorang pelopor usaha barang bekas di Jorong Bukit Gombak, Sumatera Barat, sejak tahun 2002 hingga 2024. Meskipun berasal dari latar belakang ekonomi yang sangat terbatas dan tidak menyelesaikan pendidikan formal, Amin Nuddin berhasil membangun usaha yang tidak hanya berdampak ekonomi bagi keluarganya, tetapi juga memberikan kontribusi sosial, edukatif, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber data diperoleh dari wawancara, observasi lapangan, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Amin Nuddin dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti ketekunan, kejujuran, kepemimpinan egaliter, dan keberanian mengambil risiko. Selain menciptakan lapangan kerja lokal, ia juga berperan aktif dalam mengubah persepsi masyarakat terhadap barang bekas melalui pendekatan edukatif dan pendirian Bank Sampah Induk (BSI) “Tiga Saudara”. Penelitian ini menegaskan bahwa kewirausahaan sosial berbasis sumber daya lokal mampu menjadi solusi nyata bagi pengentasan kemiskinan dan pelestarian lingkungan, serta memberikan inspirasi bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih keberhasilan
Bentuk Penyajian Tari Mbin Cupik Mai Bioa Di Sanggar Rafflesia Pada Acara HUT Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong Ulan Dari, Fitri; Susmiarti, Susmiarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29897

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Bentuk Penyajian Tari Mbin Cupik Mai Bioa di Sanggar Rafflesia Pada Acara HUT Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan metode deksriptif. Instrumen kunci penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung berupa alat tulis, pedoman wawancara, kamera dan foto. Data penelitian ini menggunakan data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah- langkah menganalisis data adalah redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk penyajian Tari Mbin Cupik Mai Bioa di Sanggar Rafflesia Pada Acara HUT Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong, merupakan salah satu tarian kreasi dan berfungsi sebagai hiburan. Maka disimpulkan bahwa penyajian Tari Mbin Cupik Mai Bioa ini terdiri dari beberapa elemen- elemen pendukungnya diantaranya 1) gerak tari, 2) desain lantai, 3) desain musik, 4) penari, 5) rias dan busana, 6) properti dan 7) tempat pertunjukan. Gerak Tari Mbin Cupik Mai Bioa terdiri dari 7 ragam gerak tari, dengan desain lantai menggunakan garis lurus dan garis lengkung, musik pengiring menggunakan alat musik (doll, tassa boya, krilu rejang, kulintang, acordion, dan simbal), ditarikan 5 orang penari perempuan, kostum yang digunakan ( baju kurung dasar satin, celana aladin, ditambah kain,dan ikat pinggang), tata rias menggunakan rias cantik, aksesoris kepala seperti (sanggul, bendo bunga, kain jaring- jaring berwarna ungu dan emas), aksesoris lainya ( kalung segitiga baris, anting – anting), properti seperti (boneka bayi dan bendera kertas berwarna – warni), beserta persyaratanya seperti (baskom, uang logam, dan nampan berwarna emas yang berisi kelapa muda, gunting, parfum, dan bunga kembang), dan tempat pertunjukan pada tari Mbin Cupik Mai Bioa ini ditampilkan di luar ruangan dengan menggunakan panggung terbuka.
Nilai-Nilai Sosial Dalam Silek Moncak Pada Prosesi Adat Manjalang Niniak Mamak Di Kenagarian Koto Bangun Kecamatan Kapur IX Kabupaten 50 Kota Melin, Melin; Susmiarti, Susmiarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeksripsikan nilai-nilai sosial dalam pertunjukan Silek Moncak yang ditampilkan pada prosesi adat Manjalang Niniak Mamak di Kenagarian Koto Bangun Kec. Kapur IX Kab. 50 Kota. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa acara Manjalang Niniak Mamak di Nagari Koto Bangun Kec. Kapur IX Kab. 50 Kota merupakan acara yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dari dulu sampai sekarang. Acara Manjalang Niniak Mamak merupakan acara yang dilaksanakan setahun sekali yaitu 3 hari setelah hari Raya Idul Fitri dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Niniak Mamak dengan kamanakan. Silek Moncak bukan hanya merupakan seni bela diri tradisional Minangkabau, tetapi juga sebagai sarana edukasi sosial dan budaya. Terdapat nilai-nilai sosial seperti gotong royong, tanggung jawab, sopan santun, saling menghormati, musyawarah, dan keberanian yang tercermin dalam setiap gerakan dan struktur pertunjukan Silek Moncak. Hal ini menunjukkan bahwa Silek Moncak memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat dan memperkuat hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat Nagari Koto Bangun