cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 24,133 Documents
Pengaruh Kelengkapan Sarana dan Prasarana terhadap Kualitas Proses Pembelajaran: Studi Kuantitatif di SMPN 33 Surabaya Rona Angelica Zahra; Nafisha Khaylani Ika Nurcahya; Dhea Syafa Amelia Suwandi; Ayu Wulandari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan mutu pembelajaran di sekolah sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap dan layak digunakan. Ketersediaan fasilitas pendidikan yang optimal menjadi determinan penting dalam memastikan berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif, efisien, dan sesuai dengan prinsip-prinsip pedagogis modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kelengkapan sarana dan prasarana terhadap kualitas proses pembelajaran di SMPN 33 Surabaya, sebagai satu upaya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran angket berskala likert kepada peserta didik, yang kemudian dilakukan analisis menggunakan uji statistik deskriptif, uji prasyarat, dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan sarana dan prasarana memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas proses pembelajaran. Fasilitas yang memadai, seperti ruang kelas yang representatif, media pembelajaran yang relevan, laboratorium yang fungsional, perpustakaan yang aksesibel, serta sarana pendukung lainnya, terbukti dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa pemenuhan sarana dan prasarana merupakan faktor strategis dalam memperkuat pembelajaran aktif dan berpusat pada peserta didik. Oleh karena itu, pengelolaan fasilitas sekolah perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan untuk mendukung mutu pembelajaran sesuai Standar Nasional Pendidikan.
Upaya Deradikalisasi, Pembentukan Karakter, dan Penguatan Kesadaran Bela Negara di Era Digital Miftah Fauzan Hariswanda; Muhamad Rajib Ikhsan Gustian; Arrachman Zakaria; Supriono Supriono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas posisi strategis Pancasila sebagai ideologi hidup dalam menghadapi problem degradasi moral, intoleransi, serta meningkatnya paham radikal pada era digital saat ini. Sebagai negara dengan keragaman budaya, Indonesia menghadapi tantangan serius berupa penyebaran ideologi radikal serta pola pikir eksklusif melalui media sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada lingkungan universitas serta diperkuat oleh kajian pustaka. Upaya internalisasi nilai Pancasila memerlukan pendekatan yang relevan, khususnya bagi kelompok yang rentan seperti Generasi Z. pendekatan humanistik menjadi strategi yang dinilai efektif dalam mencegah penyebaran ideologi ekstrem serta menguatkan toleransi. Selain itu, pendidikan Pancasila juga berfungsi sebagai bentuk pertahanan nonmiliter yang penting dalam membangun kesadaran bela negara sejak dini., institusi pendidikan, serta masyarakat menjadi faktor kunci dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila baik di ruang publik maupun di ranah digital. Oleh karena itu, revitalisasi praktik Pancasila perlu diwujudkan melalui aksi nyata lintas sektor agar tetap relevan dalam menjaga persatuan bangsa.
Peran Tahfidzul Qur’an terhadap Akhlak Islami Studi Aksiologis di MA Al-Islam Jamsaren Mujiburrohman Mujiburrohman; Muh. Shidiq
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara kemampuan hafalan Al-Qur’an dan aktualisasi akhlak Islami siswa, serta belum tergambarnya nilai-nilai aksiologis dalam program tahfidz. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran tahfidzul Qur’an dalam membentuk akhlak Islami melalui pendekatan aksiologis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru, siswa, pimpinan madrasah, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahfidz berperan dalam pembiasaan nilai moral, spiritual, dan sosial, meskipun internalisasi nilai belum merata pada seluruh siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan adab, motivasi, dan dukungan lingkungan dalam keberhasilan program tahfidz
Improving Students’ Grammar Accuracy Through Metacognitive Strategy Training at the Twelfth Grade of SMAN 1 Tungkal Jaya Teguh Slamet Saputra; Fania Elma Zakianisa; Santi Mayasari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi tata bahasa siswa kelas XII SMAN 1 Tungkal Jaya melalui penerapan pelatihan strategi metakognitif. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan model Kemmis dan McTaggart yang mencakup empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas XII tahun akademik 2025. Data dikumpulkan melalui tes tata bahasa, lembar observasi, dan jurnal refleksi siswa untuk menilai perkembangan kemampuan serta kesadaran belajar mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam akurasi tata bahasa siswa setelah mengikuti pelatihan strategi metakognitif. Siswa menjadi lebih sadar terhadap kesalahan tata bahasa yang mereka buat, mampu merencanakan strategi belajar yang lebih efektif, serta dapat memantau dan mengevaluasi proses belajar mereka sendiri. Skor rata-rata siswa meningkat dari 63,5 pada tes pra-pelatihan menjadi 72,8 pada siklus I dan 81,6 pada siklus II. Selain itu, aktivitas belajar dan partisipasi siswa meningkat hingga dikategorikan “aktif” pada siklus akhir.Dengan demikian, penerapan pelatihan strategi metakognitif terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi tata bahasa sekaligus menumbuhkan kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran tata bahasa Inggris.
Pengaruh Penegakan Tata Tertib Sekolah terhadap Pembentukan Identitas Sosial Siswa Susanto Ariq Prasetya; Yadi Ruyadi; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penegakan tata tertib sekolah dengan pembentukan identitas sosial siswa di SMA Negeri 14 Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan responden siswa kelas X sampai XII. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang disusun berdasarkan indikator penegakan tata tertib dan identitas sosial siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan tata tertib sekolah memiliki hubungan yang erat dengan proses pembentukan identitas sosial siswa. Tata tertib yang diterapkan secara konsisten dan adil mendorong siswa untuk berperilaku disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa kebersamaan yang tinggi. Penelitian ini memperkuat teori Identitas Sosial dari Tajfel dan Turner serta teori Struktural Fungsional Durkheim yang menegaskan bahwa aturan dan norma di lingkungan sekolah berperan penting dalam membentuk keteraturan sosial dan karakter peserta didik.
Eksplorasi Proses dan Tantangan Penggunaan Media dalam Praktik Mendongeng oleh Mahasiswa Pada Mata Kuliah Pembelajaran Berbicara Amanda Maharani Asmar; Ayudhia Cahya Windari; Aurellia Lulu Shafiq Prayitno; Hindun Hindun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses dan tantangan penggunaan media dalam praktik mendongeng oleh mahasiswa pada mata kuliah Pembelajaran Berbicara. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap 15 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah melaksanakan praktik mendongeng menggunakan berbagai media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan beragam media, baik fisik seperti boneka tangan, wayang, dan gambar, maupun digital seperti PowerPoint dan musik pendukung. Pemilihan media didasarkan pada kesesuaian dengan tema cerita, karakter tokoh, dan konteks audiens. Media berperan penting dalam meningkatkan kualitas mendongeng dengan membantu memperjelas alur, memperkuat ekspresi verbal, dan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa.
Pengaruh Variasi Komposisi Komposit Silicone Oil-Karbon Aktif Dari Tempurung Kelapa Terhadap Resistansi Termal Sebagai Thermal Interface Material Muhammad Ilham Nugraha; Yenni Darvina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thermal Interface Material (TIM) berperan penting dalam manajemen termal perangkat elektronik. Penelitian ini mengembangkan komposit berbasis silicone oil dan karbon aktif dari tempurung kelapa sebagai TIM alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis. Karbon aktif disintesis melalui karbonisasi pada 400°C selama 3 jam dan aktivasi menggunakan NaOH 8 persen. Komposit dibuat dengan variasi komposisi 70:30, 60:40, 50:50, 40:60, dan 30:70 dalam persen berat. Karakterisasi FTIR mengonfirmasi keberhasilan sintesis karbon aktif. Performa termal diuji menggunakan application-specific test method pada CPU dengan TDP 95 watt. Hasil menunjukkan komposisi optimal pada 60:40 dan 70:30 dengan resistansi termal 0,27 derajat Celsius per Watt, mendekati pasta komersial. Penambahan karbon aktif di atas 50 persen menurunkan performa hingga 0,42 derajat Celsius per Watt akibat agregasi partikel. Uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar komposisi. Penelitian membuktikan potensi karbon aktif tempurung kelapa sebagai filler TIM yang efektif.
Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Digital Zep Quiz untuk Meningkatkan Capaian Belajar Materi Ekosistem Siswa SD Kelas 5 Yurianda Mulyani; Nabillah Maudinah; Rai Maniq Salsabila; Sekar Ayu Dyah Pramesti; Siti Nurlatifah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan Zep Quiz, media pembelajaran digital berbasis kuis interaktif, berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa kelas 5 SDN Sindangraja terkait materi ekosistem. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dimana setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Zep Quiz digunakan sebagai media interaktif untuk membantu proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Zep Quiz mampu meningkatkan hasil belajar siswa, terbukti dengan peningkatan persentase nilai posttest yang signifikan dibandingkan dengan nilai pretest. Selain itu, siswa menjadi lebih tertarik, aktif, dan termotivasi untuk berpartisipasi dalam pembelajaran karena media ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan mendorong keterlibatan siswa secara langsung.
Problematika Pembelajaran IPAS Pada Kurikulum Merdeka Kelas IV di MIS Al Falah Maisyaroh Maisyaroh; Rahmi Seri Hanida; Suryadi Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan problematika pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam implementasi Kurikulum Merdeka di kelas IV MIS Al Falah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian menemukan enam masalah utama. Guru masih kesulitan memahami struktur kurikulum dan penyusunan modul ajar sehingga kembali pada metode konvensional. Peserta didik kurang termotivasi, mudah bosan, dan kesulitan memahami materi. Metode pembelajaran cenderung monoton dan belum berpusat pada aktivitas siswa. Media pembelajaran terbatas pada buku teks tanpa dukungan visual atau digital. Evaluasi masih bersifat tradisional dan belum menerapkan asesmen autentik. Kepala sekolah pun belum mendapatkan pendampingan teknis sehingga perannya dalam supervisi akademik belum optimal. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep Kurikulum Merdeka dan praktik di kelas, sehingga diperlukan peningkatan kompetensi guru, pengembangan media inovatif, penerapan asesmen autentik, serta penguatan kepemimpinan pembelajaran.
Fungsi Lembaga Adat Kerapatan Nagari ( KAN ) dalam Mengurus dan Mengelola Adat di Nagari di Tinjau dari Perspektif Fiqh Siyasah Tanfidziyah Rahmat Tegar Riyadi; Gusril Basir
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi karena adanya beberapa perkara sengketa yang diselesaikan oleh Lembaga Kerapatan Adat Nagari ( KAN ) di Nagari Tungkar, yang pertama ditahun 2024 terdapat 1 perkara yang diselesaikan dalam forum lembaga peradilan adat yang dibentuk KAN yakni menyangkut perkara perdata adat berkaitan dengan persoalan hibah tanah ulayat. Selanjutnya juga terdapat 4 perkara pidana adat yang mana 1 berkaitan dengan pencurian alat mesin potong rumput, dan 3 kasus terkait perzinahan. Selanjutnya penulis juga menemukan bahwasanya banyak peraturan nagari tungkar yang awal nya merupakan inisiasi para niniak mamak pengurus lembaga KAN, seperti Pernag No 2 Tahun 2009 Tentang Gotong Royong, Pernag No 3 Tahun 2009 Tentang Pasar Nagari, Pernag No 1 Tahun 2021 Tentang Jam Wajib Belajar, Pernag No 1 Tahun 2022 Tentang Uang lompek Paga dan sebagainya.Oleh karena itu penulis ingin mengetahui lebih dalam terkait dengan fungsi lembaga KAN serta bagaimana KAN di Nagari Tungkar menjalankan fungsi tersebut. Untuk itu metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Selanjutnya sumber data primer dikumpulkan melalui kegiatan wawancara mendalam ( In dept Interview ) dengan tokoh adat, pemerintah nagari dan tokoh masyarakat, serta data sekunder juga dikumpulkan melalui studi terhadap dokumen, buku dan jurnal yang merupakan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian penulis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat di lihat bahwasanya lembaga KAN di Nagari Tungkar adalah lembaga yang memiliki kewenangan tertinggi di nagari dalam hal mengurus hukum adat dan mengelola adat di nagari, selanjutnya lembaga KAN merupakan lembaga peradian yang berhak mengusahakan mediasi atau mengadili atas suatu perkara yang berkenaan perdata adat dan pidana adat dan lembaga KAN merupakan mitra utama pemerintah nagari dalam membangun bersama serta menentukan arah nagari kedepannya. Dalam tinjauan fiqh siyasah tanfidziyah dengan hadirnya lembaga sebagai mitra pemerintah nagari adalah bentuk terbaik menyangkut Tadbirul Ummah ( Pengeoaan umat ) yang merupakan tupoksi utama dari sang ulil amri atau pemimpin yang wajib menjaga lima prinsip utama ( kuiyatul khamsah ), pemeriharaan tradisi lokal, tegaknya keadilan dan tercipta maslahat.