cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 24,133 Documents
Kuantitatif Tentang Sinergi Pendidikan Agama Islam dan Budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun) dalam Membentuk Karakter Mahasiswa Pendidikan Vokasi Nurhasanah Nurhasanah; Silvia Febriani; Dedi Agus Septiawan; Triani Aulya Fitri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendidikan Agama Islam (PAI) dan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun) terhadap pembentukan karakter mahasiswa pendidikan vokasi, serta menelaah sinerginya dalam konteks pembelajaran berbasis nilai religius dan etika sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling terhadap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah PAI dan terlibat dalam penerapan budaya 5S di lingkungan kampus. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI berpengaruh positif signifikan terhadap karakter mahasiswa (β = 0,574; Sig < 0,001), demikian pula budaya 5S (β = 0,443; Sig < 0,001). Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 71,5% terhadap pembentukan karakter mahasiswa vokasi. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi antara nilai-nilai PAI dan budaya 5S efektif dalam membentuk karakter mahasiswa yang religius, disiplin, sopan, dan profesional sesuai tuntutan dunia industri.
Pengaruh Pembelajaran Deep Learning dan Kreativitas Belajar terhadap Hasil Belajar IPS Melalui Motivasi Belajar Pada Siswa SMP Muhammadiyah 2 Balikpapan Alfiani Dwi Lestari; Firman Firman; Muhammad Aras
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36039

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran deep learning dan kreativitas belajar terhadap hasil belajar IPS melalui motivasi belajar siswa SMP Muhammadiyah 2 Balikpapan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei terhadap 84 siswa kelas VII, VIII, dan IX menggunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan nilai posttest IPS, kemudian dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran deep learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPS, sedangkan kreativitas belajar tidak berpengaruh langsung. Motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS dan berperan sebagai mediator penuh antara kreativitas belajar dan hasil belajar, namun tidak memediasi pengaruh pembelajaran deep learning.
Desain E-LKPD Gelombang Berbasis Simulasi Phet Colorado dan Inkuiri Terbimbing untuk Memfasilitasi Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Rahmi Aulia Hamsi Tanjung; Asrizal Asrizal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36040

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta menilai validitas dan kepraktisan E-LKPD materi gelombang berbasis simulasi PhET Colorado dan inkuiri terbimbing untuk memfasilitasi keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains peserta didik. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Hannafin dan Peck yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, serta pengembangan dan implementasi. Validitas produk diuji oleh tiga ahli menggunakan indeks Aiken’s V, sedangkan kepraktisan dinilai melalui angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD berada pada kategori sangat valid dengan nilai Aiken’s V antara 0,887–0,975 dan sangat praktis berdasarkan respon peserta didik. Dengan demikian, E-LKPD yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar pendukung pembelajaran fisika.
Pendidikan Berbasis Merdeka Belajar dalam Perspektif Al-Quran Arjan Saputra Harahap; Asnil Aidah Ritonga
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36041

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan peradaban bangsa. Salah satu kebijakan pendidikan nasional yang lahir untuk menjawab tantangan tersebut adalah konsep Merdeka Belajar, yang menekankan kebebasan berpikir, kemandirian belajar, serta penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi konsep Merdeka Belajar dalam perspektif Al-Qur’an, dengan fokus pada penafsiran Surah Al-‘Alaq ayat 1–5, Surah An-Nahl ayat 125, dan Surah Al-Baqarah ayat 256. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan sumber data primer berupa Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir klasik serta kontemporer, serta sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan pendekatan induktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan dalam Al-Qur’an memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip Merdeka Belajar. Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 menegaskan fondasi epistemologis pendidikan Islam melalui aktivitas membaca, menulis, dan refleksi kritis sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan. Surah An-Nahl ayat 125 memberikan landasan pedagogis yang menekankan pendekatan edukatif yang bijaksana, dialogis, dan persuasif, sementara Surah Al-Baqarah ayat 256 menegaskan prinsip kebebasan dan non-paksaan dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa Merdeka Belajar tidak bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan Islam, melainkan memiliki dasar teologis dan filosofis yang kuat dalam Al-Qur’an. Integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam implementasi Kurikulum Merdeka berpotensi memperkuat pendidikan yang holistik, humanis, dan berkelanjutan.
Analisis Implementasi Pembelajaran Deep Learning pada Siswa Sekolah Dasar Irma Nuraida; Dety Mulyanti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran deep learning dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa Sekolah Dasar (SD). Deep learning dalam konteks pendidikan dimaknai sebagai pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa berpikir mendalam, bermakna, reflektif, dan mampu mengaitkan pengetahuan dengan pengalaman nyata. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas 60 siswa kelas VI SD yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman konsep dan lembar observasi aktivitas pembelajaran. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa pada kelas yang menerapkan pembelajaran deep learning dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, implementasi pembelajaran deep learning efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa Sekolah Dasar.
Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Kemudahan Proses Klaim di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pematangsiantar Augustinus Sitanggang; Hadi Panjaitan; Devriyani Roulina; Elly Dwi; Mhd Ramadhan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap kemudahan proses klaim di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pematangsiantar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan yang menggunakan layanan digital, dan sampel difokuskan pada peserta kategori Penerima Upah (PU). Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan margin of error sebesar 10%, sehingga diperoleh 100 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS 26. Sebelum dilakukan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemudahan proses klaim di BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi (Sig.) uji t sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05, serta nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,829, yang berarti 82,9% variabel kemudahan proses klaim dapat dijelaskan oleh pemanfaatan teknologi informasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa digitalisasi layanan melalui aplikasi JMO dan Lapak Asik memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kemudahan proses klaim bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, khususnya peserta Penerima Upah.
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Konsep, Prinsip, dan Landasan Evaluasi dalam Perspektif Islam Hazirman Hazirman; Nilawati Nilawati; Devita Lona; Meidia Putri; Deti Susmita; Sri Wahyuni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36044

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen esensial dalam pendidikan yang berfungsi untuk menilai ketercapaian tujuan pembelajaran secara sistematis dan berkelanjutan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), evaluasi tidak dapat dipahami semata-mata sebagai kegiatan pengukuran hasil belajar kognitif, melainkan harus mencakup aspek afektif dan psikomotorik yang berpijak pada nilai-nilai ajaran Islam. Realitas praktik evaluasi pembelajaran PAI menunjukkan bahwa pendekatan evaluasi yang digunakan masih dominan berorientasi pada paradigma evaluasi konvensional, sehingga belum sepenuhnya merepresentasikan konsep, prinsip, dan landasan evaluasi dalam perspektif Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta mengidentifikasi prinsip dan landasan evaluasi dalam perspektif Islam yang dapat dijadikan dasar pengembangan evaluasi pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka , dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku dan artikel jurnal nasional maupun internasional yang relevan dengan evaluasi pendidikan, evaluasi pembelajaran PAI, serta konsep evaluasi dalam Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi dalam perspektif Islam memiliki landasan teologis yang kuat, bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis, serta didukung oleh landasan filosofis dan pedagogis. Prinsip evaluasi Islam menekankan nilai keadilan, objektivitas, kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Evaluasi tidak hanya berfungsi sebagai alat penilaian hasil belajar, tetapi juga sebagai sarana muhasabah, perbaikan berkelanjutan, dan pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, evaluasi pembelajaran PAI yang berlandaskan perspektif Islam diharapkan mampu mewujudkan proses penilaian yang holistik, integratif, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil.
Meningkatkan Kreativitas dan Keceriaan Anak Usia Dini dengan Kegiatan Edukatif di TK Bahrul Ulum Dodi Wahab; Ardhian Nur Rifqi; Sahara Balqis Suheri; Rika Fauziyah; Safanah Azzahra; Kanya Malika Ajura
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36045

Abstract

Anak usia dini sedang berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, yang sering disebut dengan masa golden age yang sekaligus menjadi masa yang paling penting dalam membentuk kreativitas, kecerdasan, dan kepribadian anak. Pada tahap ini, kegiatan edukatif dan menyenangkan mempunyai peran yang sangat penting sebagai penunjang pembelajaran yang menyenangkan. Maka dari itu, perlu adanya kegiatan pembelajaran yang interaktif dan edukatif agar anak usia dini dapat belajar sambil bermain tanpa merasa terbebani. Kegiatan pengabdian ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keceriaan anak usia dini melalui beberapa kegiatan seperti senam, mewarnai, menyanyi, dan permainan edukatif di TK Bahrul Ulum Kebagusan, Pasar Minggu. Metode dilakukan secara langsung melalui pendampingan kepada anak usia dini dalam setiap kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak- anak sangat antusias dan aktif dalam mengikuti seluruh kegiatan. Melalui metode pendampingan kreatif dan ceria, terlihat adanya peningkatan dalam kreativitas, kepercayaan diri, dan keceriaan dalam peserta didik. Suasana belajar yang menyenangkan mampu menumbuhkan semangat dan keceriaan anak selama kegiatan berlangsung. Maka dari itu, kegiatan pengabdian ini dapat menjadi contoh penerapan metode pendampingan yang kreatif dan menyenangkan sesuai dengan anak usia dini. Diharapkan metode pendampingan ini terus dikembangkan oleh para pendidik di lingkungan TK.
Analisis Kegiatan dan Problema Lansia Umur 70 Tahun Ramadhan Lubis; Raisyah Putri Mulia; Anandita Dwi Pratiwi; Ida Alexsa Syafitri; Saukani Saukani; Fatimah Azzahra Sinaga
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36071

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam dinamika kehidupan sehari-hari dan cara Nenek Suhainah, seorang lansia berusia 70 tahun, memaknai usia senjanya, mengingat pentingnya studi kualitatif untuk memahami pengalaman subjektif lansia di tengah peningkatan populasi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur, observasi partisipan, dan studi dokumentasi di kediaman subjek di Medan. Temuan menunjukkan bahwa Nenek Suhainah mencapai penuaan yang sukses yang didukung oleh beberapa faktor. Beliau mempertahankan kemandirian fungsional yang tinggi dalam Activities Daily Living (ADL) dan menunjukkan fungsi kognitif yang stabil, meskipun mengalami penurunan fisik wajar seperti rabun mata dan nyeri sendi. Kualitas hidup beliau ditopang oleh fondasi spiritual yang sangat kuat (rutin ibadah) yang menjadi sumber kebermaknaan hidup dan mekanisme koping yang efektif untuk mempertahankan stabilitas emosional. Selain itu, beliau mendapatkan dukungan keluarga yang sangat erat (kumpul rutin mingguan) yang berfungsi sebagai benteng terhadap rasa cemas dan kesepian. Implikasi penelitian ini menyoroti bahwa keseimbangan antara keaktifan individu dan dukungan sosial-spiritual adalah kunci mencapai usia senja yang bermakna. Saran praktis ditujukan kepada keluarga untuk meningkatkan dukungan adaptif dan kepada lembaga untuk memperbanyak program penguatan spiritualitas bagi lansia.
Analisis Hukum Ekonomi Syariah terhadap Perbedaan Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Bukittinggi Deni Ardiansyah Putra; Miswardi Miswardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36072

Abstract

Dengan adanya perbedaan harga tiket masuk kebun Binatang Bukittingi antara wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara yang bekisar untuk wisatawan domestik anak-anak Rp 20.000 untuk domestik dewasa Rp 25.000 dan umtuk mancanegara Rp 50.000 sehingga menimbulkan ketidakadilan bagi pengunjung karena fasilitas dan pelayanan yang mereka dapatkan sama saja. Adapun rumusan masalah yang penulis ambil yaitu; bagaimana pandangan hukum ekonomi syariah terhadap pebedaan harga tiket masuk kebun binatang bukittinggi dan bagaimana kesesuaian etika bisnis islam dan prinsip-prinsip ekonomi syariah, terhadap perbedaan harga tiket masuk kebun binatang Bukittingi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode empiris dan normatif, dimana penelitian ini menggunakan fakta-fakta empiris yang diambil dari perilaku manusia baik verbal yang dapat diwawancarai maupun perilaku nyata yang dilakukan melalui pengamatan langsung kemudian dianalisis sejauh mana penerapan hukum tersebut sesuai dengan norma-norma hukum yang seharusnya berlaku (normatif). Adapun hasil analisis perbedaan tiket masuk kebun binatang Bukittinggi, yaitu mengikuti peraturan daerah kota Bukittingi Nomor 8 tahun 2023 tentang restribusi daerah dan pajak daerah, yang mana perbedaan ini didasari pada asal negara, kemampuan daya beli yang lebih dan penerapan subsidi silang. Jika dianalisis dari hukum ekonomi syariah dan fiqih muamalah maka dapat disamakan dengan akat ijarah yaitu sewa menyewa manfaat dari barang atau objek. Dalam agama Islam menerapkan 5 sifat atau dasar dari etika, yaitu konsep tauhid, konsep keseimbangan, konsep kehendak bebas, konsep tanggung jawab dan ihsan. Perbedaan harga tiket antara wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara salah satu bentuk perilaku karena dalam perakteknya terdapat unsur diskriminasi harga tiket masuk terhadap wisatawan asing yang dimanfaatkan sebagai tambahan pemasukan. Disinilah letak diskriminasi sehingga etika bisnisnya tidak sesuai dengan etika bisnis Islam.