cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,400 Documents
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Khairunnisa Syafrita; Mirna Mirna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika, khususnya pada jenjang pendidikan menengah. Namun, pembelajaran yang kurang interaktif menyebabkan peserta didik cenderung pasif dan berdampak pada rendahnya kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada model Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Data diperoleh melalui penelusuran literatur pada database Google Scholar berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model TPS memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis, meningkatkan partisipasi aktif, kemampuan kerja sama, dan komunikasi peserta didik. Dengan demikian, model pembelajaran Think Pair Share direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran kooperatif yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Di Mts Al-Hakimiyah Paringgonan Aisyah Aisyah; Suparni Suparni; Anita Adinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi yang menuntut penalaran dan pemecahan masalah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses berpikir kritis dan kreatif siswa, serta upaya guru dalam meningkatkan kemampuan tersebut dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis proses tahapan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam pembelajaran Matematika di MTs Al-Hakimiyah Paringgonan dan menganalisis upaya upaya guru dalam tercapainya siswa yang berpikir kritis dan kreatif siswa dalam pembelajaran Matematika di MTs Al- Hakimiyah Paringgonan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah enam siswa kelas VII MTs Al-Hakimiyah Paringgonan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru matematika. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kritis siswa dapat diidentifikasi melalui tahapan memahami masalah, mengumpulkan informasi, menentukan strategi penyelesaian, menyelesaikan masalah, serta mengevaluasi kembali hasil. Sementara itu, proses berpikir kreatif siswa terlihat dari kemampuan menyajikan kembali masalah dengan bahasa sendiri, mengembangkan berbagai ide, menggunakan strategi penyelesaian yang bervariasi, serta memeriksa kembali hasil pekerjaan. Selain itu, guru berupaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif, pemberian soal terbuka, serta pendampingan belajar siswa.
Lautan sebagai Refleksi Kehidupan dalam Proses Penciptaan Karya Seni Grafis Relief Print Naila Luthfia Dwidika; Yofita Sandra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41989

Abstract

Penciptaan karya ini dilatarbelakangi oleh pengamatan terhadap karakter lautan yang dinamis serta keterkaitannya dengan perjalanan hidup manusia. Lautan yang luas, dalam, dan terus bergerak dipandang sebagai representasi dari berbagai fase kehidupan, mulai dari ketenangan, gejolak, hingga proses penerimaan diri. Tujuan penciptaan karya ini adalah memvisualisasikan lautan sebagai refleksi kehidupan manusia melalui karya seni grafis dengan teknik relief print menggunakan linoleum sebagai bahan utama. Metode penciptaan karya menggunakan lima tahapan, yaitu tahap persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Hasil penciptaan diwujudkan dalam sepuluh karya seni grafis berjudul: (1) Ambang Laut, (2) Gamam, (3) Meredam Riak, (4) Dihantam Ombak, (5) Tara Disha, (6) Terbenam, (7) Adrift, (8) Santosha, (9) Resolve, (10) Penakluk Laut. Kesepuluh karya menampilkan fenomena lautan berupa gelombang, arus, dan pasang surut sebagai simbol perjalanan menghadapi tantangan, proses menguasai diri, serta keberanian menempuh kehidupan. Penciptaan ini menunjukkan bahwa seni grafis mampu menjadi media ekspresi sekaligus refleksi mengenai dinamika kehidupan manusia yang tercermin dalam karakter lautan, yang tidak hanya menampilkan gejolak, tetapi juga melahirkan ketenangan, kekuatan, dan pemaknaan diri.
Peningkatan Infrastruktur Nagari melalui Pemasangan Plang Penanda Jalan di Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman Oktaviani Oktaviani; Seselia Anjelini; Ghyan Arifal; Faiz Alrazaq; Diva Fabiola
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41990

Abstract

Minimnya infrastruktur informasi jalan di kawasan perdesaan sering kali menjadi kendala utama yang menghambat mobilitas, distribusi logistik, dan efektivitas pelayanan publik. Program ini bertujuan untuk meningkatkan penataan ruang dan aksesibilitas wilayah di Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, melalui pemasangan fasilitas petunjuk arah yang informatif. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui empat tahapan utama, yaitu survei lokasi awal, Focus Group Discussions (FGD) bersama perangkat nagari, pembuatan plang, hingga eksekusi pemasangan dengan teknik observasi untuk penjaringan data dari khalayak sasaran. Hasil program menunjukkan bahwa penempatan satu tiang penanda terpadu setinggi 2,5 meter di persimpangan utama berhasil mengintegrasikan rute menuju Puskesmas, Kantor Wali Nagari, Korong Kapuah, Korong Solok, dan Korong Tungka secara efisien. Penggunaan bahan kayu berkualitas tinggi dengan kontras warna cokelat-putih terbukti meningkatkan keterbacaan visual dari jarak 20–30 meter bagi pengendara. Implikasi dari kegiatan ini secara signifikan memangkas waktu tempuh pencarian alamat bagi pengguna jalan eksternal seperti kurir logistik, serta mempertegas batas administrasi antar-korong. Keberhasilan program ini menjadi fondasi awal yang penting bagi akselerasi tata kelola wilayah menuju konsep nagari cerdas yang ramah navigasi.
Dukungan Psikologis Pada Caregiver Pasien Poli Jiwa RSUD Kabupaten X Jawa Timur Fatimah Fatimah; Suroso Suroso
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41991

Abstract

Caregiver pasien dengan gangguan jiwa memiliki peran penting dalam proses perawatan, namun sering kali menghadapi beban psikologis berupa stres, kecemasan, dan kelelahan akibat tuntutan merawat anggota keluarga. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas hidup caregiver serta keberlangsungan perawatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program psikoedukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan caregiver burden pada caregiver pasien gangguan jiwa di Poli Jiwa RSUD Kabupaten X. Penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan pendekatan kuantitatif. Partisipan merupakan caregiver utama pasien gangguan jiwa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan Zarit Burden Interview (ZBI) sebelum dan sesudah intervensi. Program intervensi berupa psikoedukasi yang mencakup pemahaman mengenai caregiver, pengenalan caregiver burden, strategi manajemen stres, pemanfaatan dukungan sosial, serta latihan relaksasi napas dalam (Benson Relaxation). Data dianalisis menggunakan uji statistik sesuai distribusi data untuk membandingkan skor pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor caregiver burden setelah mengikuti program psikoedukasi, disertai peningkatan pemahaman caregiver mengenai perawatan pasien dan strategi menjaga kesehatan psikologis diri. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kapasitas caregiver dalam menghadapi tuntutan pengasuhan pasien gangguan jiwa. Program ini direkomendasikan sebagai bagian dari layanan pendampingan caregiver di fasilitas kesehatan jiwa guna mendukung keberhasilan terapi pasien dan meningkatkan kesejahteraan caregiver.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Nilai-Nilai Tradisi Melalui Model Galery Walk Berbantuan Diorama di UPT SDN Kebonsari Badri Atul Fikriyahi; Novialita Angga Wiratama; Nurul Khasanah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41992

Abstract

Penelitian ini berangkat dari rendahnya hasil belajar mata pelajaran IPAS pada materi Nilai-Nilai Tradisional di Indonesia yang ditemukan di kelas III-A UPT SD Negeri Kebonsari 1 Tuban. Pada Siklus I, yang menggunakan model Teams Games Tournament (TGT) dengan bantuan media poster, nilai rata-rata kelas hanya mencapai 64,46 dengan kelengkapan klasik sebesar 35,71%, jauh dari KKM sebesar 75. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pada materi tersebut melalui penerapan model Gallery Walk yang dibantu diorama. Desain yang digunakan adalah model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kemmis dan McTaggart, dengan dua siklus yang mencakup empat tahap. Subjek penelitian adalah 28 siswa. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasilnya, pada Siklus II dengan model Gallery Walk yang dibantu diorama, nilai rata-rata meningkat menjadi 89,82 dan kelengkapan klasik mencapai 92,86% (26 dari 28 siswa), melampaui indikator keberhasilan sebesar 85%. Diorama terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Komunikasi Pembelajaran PAI Berbasis Proyek: Asesmen Showcase Ceramah, Mading & Reels di Rapor Mohammad Rofiq; Syaikhotul Ilma; Aldina Fauziyah; Siti Khoirun Nisa’
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41993

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di satuan pendidikan formal selama ini masih banyak bertumpu pada pola komunikasi pembelajaran satu arah, yakni ceramah guru yang menempatkan peserta didik sebagai penerima pesan pasif. Kurikulum Merdeka membuka ruang bagi penguatan pembelajaran berbasis proyek (project based learning/PjBL) yang menempatkan peserta didik sebagai penghasil pesan, bukan sekadar pendengar. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana komunikasi pembelajaran PAI berbasis proyek dapat diwujudkan melalui tiga bentuk showcase karya siswa, yaitu ceramah, majalah dinding (mading), dan video reels, serta bagaimana capaian dari ketiga bentuk tersebut dapat diasesmen secara autentik dan dituangkan ke dalam rapor. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang didukung analisis dokumen terhadap berbagai praktik PjBL PAI pada jenjang madrasah maupun sekolah umum. Hasil kajian menunjukkan bahwa showcase proyek mampu memperkuat tiga arah komunikasi pembelajaran, yaitu antara guru dan siswa, antarsiswa, serta antara siswa dan khalayak yang lebih luas, sekaligus menghadirkan bukti belajar yang lebih kaya dibandingkan tes tertulis konvensional. Asesmen showcase yang dirancang dengan rubrik yang jelas dan dituangkan dalam deskripsi capaian kompetensi pada rapor Kurikulum Merdeka terbukti mampu menggambarkan kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik secara lebih utuh. Artikel ini merekomendasikan penyusunan rubrik terintegrasi lintas bentuk proyek serta penguatan literasi digital guru PAI dalam mengelola showcase berbasis media sosial secara aman dan bermartabat.
Penjaminan Mutu Standar Pendidikan Alfin Camelia; Muhammad Makinuddin; Muhammad Muizzuddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41994

Abstract

Penjaminan mutu standar pendidikan merupakan upaya sistematis untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, implementasi, serta tantangan penjaminan mutu standar pendidikan melalui pendekatan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber, seperti buku, artikel ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penjaminan mutu pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, kompetensi pendidik, sistem penilaian, serta tata kelola satuan pendidikan. Implementasi penjaminan mutu dilakukan melalui siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar secara berkesinambungan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya budaya mutu, serta belum optimalnya pemanfaatan hasil evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya mutu yang kuat agar standar pendidikan dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan.
Analisis Gerak Teknik Awalan Lompat Jauh Pada Atlet Pasi Kabupaten Pekalongan Rohma Howo Nurbuwono; M. Riski Adi Wijaya; Gilang Nuari Panggraita; Jamaludin Yusuf
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik gerak awalan lompat jauh pada atlet Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Pekalongan berdasarkan pendekatan biomekanika. Teknik awalan merupakan salah satu fase yang sangat menentukan keberhasilan lompatan karena berfungsi menghasilkan kecepatan horizontal maksimal sebelum melakukan tolakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis gerak dua dimensi (2D). Subjek penelitian terdiri atas dua atlet lompat jauh PASI Kabupaten Pekalongan yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, perekaman video menggunakan kamera berkecepatan tinggi, serta analisis gerak menggunakan perangkat lunak Kinovea dan Dartfish untuk mengidentifikasi karakteristik teknik awalan. Parameter yang dianalisis meliputi peningkatan kecepatan lari setiap interval 8 meter, pola langkah, posisi tubuh, sudut gerak, serta kesesuaian teknik dengan indikator biomekanika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua atlet mengalami peningkatan kecepatan pada setiap interval 8 meter. Atlet pertama memperoleh rata-rata kecepatan sebesar 6,00 m/s, sedangkan atlet kedua memperoleh rata-rata kecepatan sebesar 5,57 m/s, dengan rata-rata keseluruhan kedua atlet sebesar 5,79 m/s. Analisis biomekanika menunjukkan bahwa atlet pertama memiliki teknik awalan yang lebih efektif dibandingkan atlet kedua, terutama pada aspek akselerasi, persiapan bertolak, dan langkah terakhir sebelum tolakan. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kekurangan berupa pelurusan tungkai yang belum optimal, posisi badan yang kurang ideal, serta variasi panjang langkah menjelang tolakan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dan atlet dalam memperbaiki teknik awalan sehingga mampu meningkatkan efektivitas tolakan dan prestasi lompat jauh.
Perlindungan Hukum Peserta Didik dalam Pendidikan Semi Militer dan Semi Pesantren Perspektif Keperdataan dan HAM Agus Saripudin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41997

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum peserta didik dalam pola pendidikan semi militer dan semi pesantren ditinjau dari hukum perdata dan hak asasi manusia, serta tanggung jawab hukum penyelenggara pendidikan terhadap pelanggaran hak peserta didik. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum peserta didik telah diatur dalam hukum perdata, peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan, dan instrumen hak asasi manusia yang menjamin hak atas pendidikan yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan. Penyelenggara pendidikan dapat dimintai pertanggungjawaban secara keperdataan berdasarkan wanprestasi maupun perbuatan melawan hukum apabila terjadi pelanggaran yang menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengaturan kontraktual, penerapan prinsip itikad baik, serta mekanisme pertanggungjawaban hukum yang jelas untuk menjamin perlindungan hak peserta didik tanpa mengurangi tujuan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pendidikan moral.