Teorema: Teori dan Riset Matematika
Jurnal Teorema: Teori dan Riset Matematika merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap bulan Maret dan September, dikelola oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis dengan P-ISSN 2541-0660 dan E-ISSN 2597-7237.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8, No 2 (2023): September"
:
9 Documents
clear
Kemampuan Penalaran Matematis Mahasiswa Calon Guru Matematika
Miatun, Asih;
Ulfah, Syafika
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/teorema.v8i2.11581
Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa calon guru matematika adalah kemampuan penalaran matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan penalaran matematis mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek pada penelitian ini merupakan mahasiswa calon guru matematika sebanyak 30 orang dari program studi Pendidikan Matematika salah satu universitas swasta di Jakarta. Pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data penelitian menggunakan deskriptif persentase dan metode perbandingan tetap. Langkah analisis kualitatif: reduksi data, kategorisasi dan sintesisasi, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini memberikan hasil bahwa sebanyak 63% mahasiswa masih dalam kategori sangat rendah dalam kemampuan penalaran matematisnya. Kemampuan penalaran matematis pada indikator mengajukan dugaan memiliki rata-rata 68% dengan kategori sedang. Selanjutnya pada indikator melakukan manipulasi matematika, menyusun bukti dan membuat kesimpulan secara berturut-turut menghasilkan rata-rata sebesar 37%, 43%, dan 36% dengan kategori sangat rendah. Sejalan dengan hasil berdasarkan banyak subjek yang menjawab pada setiap kategori penskoran kemampuan penalaran matematis. Dimana paling banyak mahasiswa memberikan dugaan tetapi kurang lengkap. Selanjutnya paling banyak mahasiswa tidak melakukan manipulasi matematika. Hal yang sama, paling banyak mahasiswa memberikan menyusun pembuktian dan membuat kesimpulan tetapi tidak tepat.
Analisis Resiliensi Matematis Siswa sebagai Self Assessment dalam Pembelajaran Matematika
Nurhayati, Yanti;
Ni'mah, Khomsatun
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/teorema.v8i2.10866
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kemampuan resiliensi matematis siswa. Latar belakang dari penelitian ini adalah terdorongnya peneliti untuk mengetahui resiliensi matematis selain itu bahwa berdasarkan hasil pengamatan peneliti dalam keseharian belajar masih banyak siswa yang mudah menyerah, tidak tekun bahkan tidak percaya diri dalam memunculkan ide baru serta kurangnya rasa ingin tahu siswa dalam mengerjakan soal matematika apalagi dengan siswa laki-laki. Berdasarkan kajian literatur yang ditemukan oleh peneliti bahwa masalah-masalah yang dihadapi saat belajar salah satunya disebabkan oleh kemampuan resiliensi siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah kelas X MIPA SMA Negeri 1 Cigalontang. Analisis data yang digunakan adalah data hasil angket resiliensi matematis untuk kemudian dikategorikan berdasarkan tabel kategori resiliensi matematis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil resiliensi matematis siswa pada tiap indikator kategori tinggi berada pada persentase 10% - 54%, pada tiap indikator pada kategori sedang berada pada persentase 38% - 56%, pada tiap indikator kategori rendah berada pada persentase 4% - 34%.
Number Sense Siswa Pada Materi Bilangan Pecahan Ditinjau Dari Gaya Kognitif
Asyfaini, Siti Sa'diyah Agung;
Sari, Christina Kartika
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/teorema.v8i2.7583
Number sense suatu kemampuan numerik dasar yang berkaitan dengan konsep bilangan beserta operasinya. Kemampuan number sense harus dimiliki dalam diri siswa, dikarenakan sebagai dasar kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematis. Kemampuan number sense secara psikologi dapat dipengaruhi oleh gaya kognitif siswa yang dapat dibedakan menjadi Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Penelitian ini menganalisis terkait dengan kemampuan number sense siswa SMP pada materi bilangan pecahan ditinjau dari gaya kognitif FI dan FD.Subjek dalam penelitian ini diambil 2 siswa yang meliputi kategori siswa bergaya kognitif Field Dependend dan Field Independent dengan masing-masing kategori terdiri dari 1 siswa. Data penelitian ini diperoleh dari hasil pekerjaan siswa pada soal tes number sense, dan hasil wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data untuk memeriksa keabsahan data yang telah diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa FI mampu memahami konsep bilangan, merepresentasi bilangan yang setara dan ekuivalen, mengemukakan pengaruh bilangan serta hasilnya, serta mampu menyusun strategi perhitungan dengan baik, sedangkan untuk siswa FD belum memenuhi sebagian indikator number sense.
Filsafat Realisme Aristoteles: Mengungkap Kearifan Kuno dalam Implementasi Pembelajaran Matematika
Isnaintri, Endah;
Faidhotuniam, Ii;
Yuhana, Yuyu
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/teorema.v8i2.11074
Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan informasi dan deskripsi mengenai pemikiran realisme Aristoteles, filsafat matematika, dan hubungannya dengan pembelajaran matematika. Sehingga urgensi dari penelitian ini untuk menghadirkan filsafat dalam pengajaran dan pembelajaran matematika yang lebih bermakna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematics Literature Review yang bersifat deskriptif. Data yang dikumpulkan melalui sintesis dan tinjauan terhadap literatur dari buku-buku yang terkait dengan pemikiran realisme Aristoteles dan filsafat matematika, serta artikel-artikel yang diterbitkan antara tahun 2011 dan 2022, yang diakses melalui database Google Scholar, Research Gate, dan Perpusnas. Sebanyak 6 buku dan 11 artikel digunakan sebagai bahan kajian sintesis kualitatif. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang saling berkaitan antara pembelajaran matematika dan aliran realisme Aristoteles. Pemikiran Aristoteles dalam matematika mengacu pada konsep logika, silogisme atau analisis, dan metode deduktif. Aristoteles berpendapat bahwa logika harus diterapkan dalam matematika, yaitu berfikir secara teratur berdasarkan urutan yang tepat dan hubungan sebab-akibat. Silogisme atau analisis diperlukan untuk membangun aksioma-aksioma yang penting dalam matematika, sedangkan metode deduktif digunakan untuk menarik kesimpulan dari yang umum ke yang khusus. Dengan demikian, pemikiran realisme Aristoteles memiliki kesamaan pandangan dalam hal mempelajari objek yang sama dengan tingkat generalisasi dan abstraksi yang tinggi, menggunakan akal dan rasionalitas tanpa bereksperimen, serta menggunakan metode deduktif dimana kebenaran diperoleh melalui serangkaian langkah pembuktian
Bahan Ajar Berbantuan Geogebra dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis: Design Research
Fauzy, Alwan;
Jaenal, Enjang;
Danny, Firman;
Hidayat, Wahyu;
Hendriana, Heris;
Putra, Harry Dwi;
Sugandi, Asep Ikin
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/teorema.v8i2.11596
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) adalah keterampilan esensial yang perlu dimiliki dan dikuasai siswa, terutama dalam menyelesaikan masalah sehari-hari namun realitas di lapangan menunjukkan kemampuan memecahkan masalah masih rendah. Dalam mendukung peningkatan KPMM, maka diperlukan bahan ajar yang membantu siswa untuk belajar secara aktif dan tidak menimbulkan perasaan bosan pada diri siswa ketika siswa mempelajari matematika di sekolah. Tujuan penelitian ini mengembangkan bahan ajar menggunakan pendekatan berbasis masalah berbantuan geogebra. Design Research adalah metode yang dipergunakan pada penelitian ini. Penelitian ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu desain perencanaan dan desain evaluasi formatif. Subjek pada penelitian adalah 38 siswa SMK Gema Karya Bahana di Kota Bekasi Kelas X. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data berupa skala sikap, wawancara, dokumentasi dan uji coba soal. Pengolahan data menggunakan cara kuantitatif dan kualitatif. Kesimpulan pada penelitian ini adalah bahan ajar menggunakan pendekatan berbasis masalah berbantuan geogebra sangat valid, praktis dan sangat efektif dalam meningkatkan KPMM terutama dalam materi Program Linear, sehingga bahan ajar menggunakan pendekatan berbasis masalah berbantuan geogebra dapat dipergunakan sebagai alternatif dalam meningkatkan KPMM siswa
Etnomatematika: Eksplorasi Geometri Transformasi melalui Kerajinan Ulap Doyo dan Badong Tencep Kutai Kartanegara
Pajrin, Nur Fathaillah;
Pujiastuti, Emi;
Sugiman, Sugiman
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/teorema.v8i2.10360
Ulap Doyo dan Badong Tencep merupakan kerajinan yang dibuat dari tanaman doyo dan dituangkan dalam bentuk berbagai macam kerajinan khas kota tenggarong. Melalui kerajinan Ulap Doyo dan Badong Tencep, tenaga ajar lokal dapat menggunakan sebagai salah satu upaya untuk memfasilitasi tuntutan dimensi berkebhinekaan global pada kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan aspek budaya Ulap Doyo dan Badong Tencep dan dihubungkan dengan materi geometri transformasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif serta pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik milik miles and huberman seperti pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan melalui pembahasan yang dihubungkan dengan teori-teori pendukung sebagai cara keabsahan data, yaitu triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konsep geometri transformasi yang dapat dilihat melalui kerajinan Ulap Doyo dan Badong Tencep, seperti konsep translasi yang ditemukan pada motif perahu, tumpar, dan jemak. Untuk konsep refleksi ditemukan pada motif perahu, tumpar, lembuswana, dan jemak. salah satu bagian motif tumpar, konsep rotasi yang dilihat pada motif lembuswana, dan konsep dilatasi yang ditemukan pada motif jemak
Pengembangan Instrumen Penilaian Berbasis Proyek untuk Membentuk Kreativitas Motorik Matematik Siswa SMP pada Pokok Bahasan Transformasi Geometri
Mita, Mita;
Manfaat, Budi;
Izzati, Nurma
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/teorema.v8i2.12111
Penelitian ini bertujuan 1) untuk menghasilkan sebuah perangkat instrumen penilaian berbasis proyek yang dapat membentuk kreativitas motorik siswa berupa Lembar Tugas Proyek pada materi transformasi geometri yang valid dan reliabel, serta 2) untuk mengetahui tingkat efektivitas siswa setelah menggunakan instrumen yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Develop, Implement dan Evaluate. Subjek uji coba dari penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas VIII E SMPN 1 Gempol dengan jumlah 32 siswa. Hasil dari penelitian pengembangan ini yaitu 1) berdasarkan penilaian oleh validator ahli terhadap instrumen yang dikembangkan diperoleh rata-rata total validitas instrumen sebesar 3,81 termasuk kategori sangat valid, sedangkan hasil estimasi reliabilitas memperoleh nilai rata-rata Intraclass Correlation Coefficients (ICC) sebesar 0,711 yang termasuk kategori tinggi, serta 2) hasil perolehan skala menunjukkan bahwa siswa merespon positif terhadap semua indikatornya dan memperoleh rata-rata 78,12% yang termasuk ke dalam kriteria baik. Dalam hal ini, siswa merasa mempunyai kemampuan berkreasi yang lebih tinggi dan merasa bertanggung jawab atas tugasnya sehingga menjadi lebih aktif untuk melakukan berbagai kegiatan yang mengharuskan untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Dengan demikian, dapat dikatakan instrumen penilaian berbasis proyek yang dikembangkan ini efektif untuk membentuk kreativitas motorik siswa pada pelajaran matematika.
Esensi Literasi Matematis: Pengalaman Guru Matematika SMK Agribisnis
Fatimah, Ai Tusi;
Isyanto, Agus Yuniawan;
Erlin, Euis
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/teorema.v8i2.10581
Penerapan literasi matematis dalam konteks dunia kerja relevan bagi siswa di sekolah kejuruan. Kajian fenomenologi ini bertujuan untuk menggali esensi literasi matematis dari guru matematika yang mengajar di SMK program keahlian agribisnis. Tiga belas guru matematika dari enam sekolah kejuruan agribisnis di Ciamis-Indonesia terlibat dalam penelitian ini. Peserta diberikan pertanyaan open-ended melalui wawancara tentang soal-soal literasi matematis yang dirancang dan pengalaman mendapatkan respon dari siswa ketika diberikan soal-soal tersebut. Pernyataan partisipan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis komparatif konstan untuk memperoleh hakikat literasi matematis di SMK agribisnis. Temuan penting dari pengalaman merancang soal literasi matematis adalah kemampuan guru matematika untuk menemukan konteks agribisnis dan menghubungkannya dengan konsep matematika tertentu. Penyebab kesulitan guru dalam merancang soal literasi matematis adalah perbedaan pemahaman mereka tentang lingkungan sekolah, lingkungan kerja agribisnis, dan pengalaman praktis di bidang pertanian. Semua guru setuju bahwa siswa tertarik pada konteks agribisnis dalam pertanyaan yang diberikan. Kesulitan siswa terletak pada perumusan matematis dan keterkaitan antar konsep. Penelitian ini berimplikasi pada peningkatan pengetahuan guru tentang konteks yang dihubungkan dengan pengetahuan konten matematika dan pembiasaan siswa mengerjakan soal literasi matematis untuk mendukung persiapan siswa memecahkan masalah di tempat kerja yang semakin kompleks.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Konseptual Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD) Siswa SMA
Sutyani, Tiana;
Aminah, Neneng;
Ferdianto, Ferry;
Citra, Yulia
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 8, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/teorema.v8i2.11582
ABSTRAKPentingnya kemampuan pemecahan masalah matematis kontekstual siswa tidak sesuai dengan fakta yang ada. Realita di lapangan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah kontekstual bervariasi dan banyak yang masih rendah. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis siswa yang berkaitan dengan perbedaan dalam menerima dan memproses informasi dalam memecahkan masalah yang disebut gaya kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis kontekstual siswa SMA ditinjau dari gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah kelas X berjumlah 6 yang dipilih dengan metode purposive sampling. Proses pemecahan masalah siswa diperoleh dengan instrumen TKPMMK dan wawancara yang telah divalidasi, sedangkan klasifikasi tipe Gaya kognitif FI dan FD siswa ditentukan dengan tes standar GEFT. Persentase jumlah gaya kognitif siswa FD pada kelas penelitian adalah 55,88% sedangkan FI sebesar 44,12%. Selain itu, hasil penelitian FI-K dan FI-S memiliki kemampuan yang baik dalam memecahkan masalah kontekstual, Kemampuan pemecahan masalah matematis kontekstual FI-L dan FD-K tergolong cukup, sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematis kontekstual FD-S dan FD-L tergolong kurang. Dengan kata lain siswa dengan gaya kognitif field independent memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis kontekstual baik dan cukup, sedangkan siswa bergaya kognitif field dependent memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis kontekstual cukup dan kurang.