cover
Contact Name
Fakhri Syarif
Contact Email
fakhri@unsur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agroscience@unsur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
AGROSCIENCE
ISSN : 19794681     EISSN : 25797891     DOI : -
Jurnal Agroscience (JAGSCI) dahulu bernama Journal of Agroscience adalah media publikasi ilmiah hasil-hasil penelitiandi bidang pertanian yang meliputi teknologi budidaya, sosial-ekonomi pertanian, penyuluhan dan kelembagaan pertanian. Pertama kali diterbitkan pada tahun 2008 dalam edisi cetak dengan Nomor ISSN 1979-4681. Pada tahun 2016 mulai diterbitkan dalam bentuk daring dengan e-ISSN 2579-7891. Adapun Misi dari jurnal ini adalah meningkatkan pengetahuan menyebarluaskan karya tulis ilmiah profseional bidang pertanian. JAGSCI diterbitkan oleh Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana. JAGSCI diterbitkan dua kali dalam setahun, sebagai berikut, nomer 1 diterbitkan pada periode Januari sampai dengan Juni, dan nomor 2 diterbitkan pada periode Juli sampai dengan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA ROMAINE (Lactuca sativa L. Var. Longifolia) TERHADAP APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR PADA SISTEM HIDROPONIK NFT Nunung Nurjanah; Melissa Syamsiah; Riza Trihaditia
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 1 (2023): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i1.3162

Abstract

Tanaman selada romaine (Lactuca sativa L. Var. Longifolia) merupakan tanaman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Untuk meningkatkan produksi tanaman selada romaine (Lactuca sativa L. Var. Longifolia) dapat menggunakan aplikasi pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi pemberian pupuk organik yang tepat terhadap pertumbuhan tanaman selada romaine (Lactuca sativa L. Var. Longifolia). Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari sampai Mei 2022 di Kp. Bebedahan RT/RW. 003/001 Desa Cibodas Kec. Pacet Kab. Cianjur, Jawa Barat. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 kelompok, dengan perlakuan pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Nasa dan AB Mix. Perlakuan terdiri dari 4 taraf yaitu : P0 = Tanpa perlakuan, P1 = POC Nasa 3 mL/L air, P2 = POC Nasa 6 mL/L air dan P3 = POC Nasa 9 mL/L air. Pemberian pupuk organik cair dilakukan pada umur 7 HST sebanyak 40% dan 21 HST sebanyak 60%, dengan cara menyemprot bagian bawah daun tanaman selada romaine pada pagi hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian POC Nasa berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, parameter jumlah daun dan parameter bobot segar, tetapi menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap parameter panjang akar. Dosis terbaik yang diperoleh selada romaine terdapat pada perlakuan P1 ( 3 mL/L air POC Nasa).
PENGARUH KOMBINASI DOSIS ABU CANGKANG KELAPA SAWIT DAN PUPUK KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY Wulan Kumala Sari; Rhatih Pratiwi Herman
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 1 (2023): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i1.3183

Abstract

Dalam rangka meningkatkan produktivitas kelapa sawit, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan pembibitan yang baik yaitu menggunakan campuran media tanam dengan bahan-bahan yang berpotensi menjadi limbah, seperti abu boiler cangkang kelapa sawit dan kotoran walet. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh abu boiler cangkang kelapa sawit dan pupuk kotoran walet (guano) terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit dan mendapatkan kombinasi dosis yang terbaik dari kedua bahan tersebut terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Penelitian ini sudah dilaksanakan selama enam bulan yang bertempat di Balai Pengkajian Tanaman Perkebunan (BPTP) Dharmasraya, Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Penelitian ini adalah berupa eksperimen (percobaan) yang dirancang dalam bentuk Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan yang diulang 4 kali sehingga diperoleh 16 satuan percobaan. Kombinasi dosis sebagai perlakuan, yaitu P0 = tanpa perlakuan, P1 = abu boiler cangkang 125 + 500 g/polybag pupuk kotoran walet, P2 = abu boiler cangkang 250 + 500 g/polybag pupuk kotoran walet, dan P3 = abu boiler cangkang 500 + 500 g/polybag pupuk kotoran walet. Data yang diperoleh dianalisis ragam pada taraf 5% dan apabila didapatkan hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh abu boiler cangkang kelapa sawit dan pupuk kotoran walet (guano) terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery, terutama pada variabel pertambahan tinggi tanaman serta panjang dan lebar daun, dengan kombinasi dosis yang terbaik yaitu abu boiler cangkang kelapa sawit 500 + 500 g/polybag pupuk kotoran walet.
ANALISIS FAKTOR HAMBATAN DAN STRATEGI EKSPOR KOMODITAS BUNGKIL SAWIT BAGI WIRAUSAHA MUDA (STUDI KASUS PT ULI MUNTHE JAYE) Dita Dianasari; Hanisa Sismaya Lestari; Fauzan Zikri
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 1 (2023): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i1.3290

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gagalnya pengiriman ekspor bungkil sawit di PT Uli Munthe Jaye sejumlah 500 ton ke Negara China yang disebabkan oleh faktor hambatan ekspor. Hambatan ekspor merupakan suatu penghalang atau perintang bagi kegiatan ekspor, terdapat empat faktor penghambat ekspor yaitu sumber daya, pengetahuan, prosedur dan eksogen/eksternal. Dari masalah hambatan ekspor, maka dari itu perlu dicari solusi untuk mengatasi hambatan tersebut dengan strategi yang disebut sebagai strategi ekspor. Strategi ekspor terdapat 3 faktor yaitu diversifikasi, peningkatan kualitas dan produktivitas serta promosi ekspor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor terhadap hambatan dan strategi ekspor. Penelitian ini merupakan penelitiancampuran metode , yaitu kualitatif dengan cara wawancara yang diolah dalam diagram tulang ikan dan kuantitatif dengan cara survei berupa kuesioner yang dalam teknik analisis SEM ( software SPSS dan AMOS). Populasi yang digunakan tidak maksimal, sehinggamenemukan sampel sebanyak 104 responden. Hasil analisis faktor hambatan pengetahuan sangat berdampak signifikan terhadap hambatan ekspor dengan hasil nilai diagram fishbone 10, hasil SPSS dengan nilai 4,638, hasil AMOS dengan nilai 0,858 dan hasil uji hipotesis dengan nilai CR 6,202 . Hasil analisis faktor strategi promosi ekspor sangat berdampak signifikan terhadap strategi ekspor dengan hasil nilai diagram fishbone12, hasil SPSS dengan nilai 4,725, hasil AMOS dengan nilai 4,83 dan uji hipotesis dengan nilai CR 6,602. Dari hasil tersebut, menunjukan bahwa pengetahuan paling berpengaruh terhadap hambatan ekspor dan promosi ekspor sangat berpengaruh terhadap strategi ekspor.
PENGEMBANGAN PRODUK MINUMAN HERBAL SEROJA MILK TEA READY TO DRINK MENGGUNAKAN METODE VALUE ENGINEERING Nastiti, Tiara Ayu; Nalinda, Rika; Sadiyah, Fitria Naimatu
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i2.3600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan produk minuman herbal Seroja Milk Tea, memperoleh alternatif produk yang tepat dan analisis nilai tambah berdasarkan metode value engineering dalam pengembangan produk minuman herbal Seroja Milk Tea yang disukai konsumen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga bulan Juli 2023 untuk pengembangan produk di Perusahaan X, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara purposive sampling, pengambilan sampel menggunakan non probability sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur, eksperimen, kuesioner, dan wawancara, kemudian dianalisis dengan menggunakan skala likert untuk mengetahui tingkat kesukaan calon konsumen dan analisis deskriptif kuantitatif dengan metode value engineering. Hasil analisis data menunjukkan proses pengembangan produk minuman herbal Seroja Milk Tea menggunakan metode value engineering dilakukan dengan tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, tahap pengembangan, dan tahap rekomendasi. Alternatif produk yang terbaik berdasarkan metode value engineering dalam pengembangan produk minuman herbal Seroja Milk Tea yang disukai konsumen adalah alternatif 1 dengan perbandingan seduhan 3 meliputi 250 ml air, 25 g serai, 20 g jahe, 4 g teh, 24 g susu bubuk, 38 g vanilla, 14 g gula dan menggunakan jenis kemasan botol almond. Rasio nilai tambah dari pengembangan produk minuman herbal Seroja Milk Tea dengan metode value engineering tergolong sedang dengan persentase 40%.
ANALISIS KEPUASAN PETANI TERHADAP LAYANAN FARMERS DEVELOPMENT ASSOCIATE (FDA) DI DESA CIPENDAWA KECAMATAN PACET KABUPATEN CIANJUR Alam, Asep Saepul
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 14, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v14i1.4068

Abstract

Pertanian memegang peran penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya di daerah pedesaan seperti Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Di tengah dinamika pertanian modern, keberadaan layanan Farmers Development Associate (FDA) menjadi penting sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan produktivitas pertanian. Desa Cipendawa merupakan salah satu daerah agraris di Kabupaten Cianjur yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Namun, kendala-kendala seperti keterbatasan akses terhadap teknologi, perubahan iklim, dan perubahan kebijakan pemerintah seringkali menjadi tantangan bagi petani dalam meningkatkan produksi dan pendapatan mereka. Data dikumpulkan dari 30 responde dengan teknik Sampling menggunakan Nonprobability Sampling (saturation sampling/sampel jenuh). Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan customer satisfaction score (CSAT). Dari hasil penelitian, terlihat bahwa kinerja layanan Farmers Development Associate (FDA) dinilai baik dengan nilai rata-rata sebesar 3.83, sementara harapan pelanggan terhadap layanan tersebut sangat tinggi, mencapai nilai rata-rata sebesar 4.33. Dalam analisis kesesuaian secara menyeluruh, ditemukan tingkat kesesuaian sebesar 88.25%, yang menandakan bahwa meskipun kinerja layanan Farmers Development Associate (FDA) dalam aspek Tangible, Reriability dan Assurance masih tergolong baik serta aspek responsiveness dan empathy sudah sangat baik, namun masih jauh dari mencapai 100% sesuai dengan harapan atau kepentingan pelanggan.
PEMANFAATAN BONGGOL PISANG DALAM BENTUK APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN TRICHODERMA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Syamsiah, Melissa; Rifa'i, Khaerul Ilham; Ramli, Ramli
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i2.3645

Abstract

Tomat (Lycopesicum esculentum Mill) merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat. Usaha budidaya perlu dikembangkan untuk meningkatkan produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan Trichoderma sp. dan Pupuk Organik Cair (POC) bonggol pisang terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Metode percobaan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor dan 3 ulangan dimana faktor A terdiri dari 4 level yaitu Kontrol, Trichoderma sp. 10 g; 20 g; 30 g dan faktor B terdiri dari 2 level yaitu Kontrol dan POC bonggol Pisang 80 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan faktor A Trichoderma sp. tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, dan jumlah daun. Namun pemberian perlakuan A1 konsentrasi Trichoderma sp. 10g memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah bunga pada 60 HST sampai 63 HST. Pada bobot segar buah memberikan pengaruh nyata dengan rata-rata paling baik adalah 4.95 g. Perlakuan faktor B yaitu pemberian POC Bonggol pisang memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga dan berat buah. Perlakuan B1 (POC 80 ml/L) memberikan pengaruh paling baik terhadap tinggi tanaman pada 12 HST, 15 HST, 36 HST dan 54 HST. Pengaruh Perlakuan B1 (POC 80 ml/L) memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun pada 42 HST, 48 HST dan 51 HST. Sedangkan pengaruh nyata terhadap jumlah bunga terjadi  pada 39 HST dan 42 HST, dan terhadap bobot segar buah memberikan hasil rata-rata terbaik 4.63 g. Namun kombinasi perlakuan faktor A (Trichoderma sp.) dan faktor B (POC bonggol pisang) tidak menunjukkan adanya pengaruh dan interaksi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, dan bobot segar buah.
PENGARUH KERAGAMAN JENIS ORGANISME TERHADAP KESUBURAN TANAH Febriana, Dela; Susilastuti, Darwati
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 14, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v14i1.4055

Abstract

Sifat-sifat alami tanah berbeda-beda karena pengaruh berbagai faktor dan proses yang terlibat dalam pembentukan tanah dari berbagai jenis bahan induk pada kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Organisme berperan sebagai agen hayati yang dapat mempengaruhi sifat kimia, fisik, dan biologi tanah. Organisme tanah dapat digunakan sebagai bioindikator kesuburan tanah, sehingga penting untuk memahami jenis organisme dalam tanah dan peranannya terhadap kesuburan tanah. Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah studi literatur atau studi kepustakaan. Studi literatur melibatkan pengumpulan data dan informasi dengan menggali pengetahuan dan ilmu pengetahuan dari berbagai sumber seperti buku, tulisan, dan sumber lain yang relevan. Organisme tanah telah diklasifikasikan berdasarkan ukuran tubuhnya menjadi mikroflora (1-100µm, misalnya bakteri dan jamur), mikrofauna (3-120 µm, misalnya protozoa dan nematoda), mesofauna (80 µm - 2 mm, misalnya springtail dan tungau), makrofauna (500 µm-50 mm, misalnya cacing tanah dan rayap), dan tumbuhan berbuluh. Organisme tanah sangat penting untuk menjaga kesuburan tanah, fungsi ekologi, dan jasa ekosistem karena mereka memediasi proses biologi yang berguna seperti siklus unsur hara dan fiksasi nitrogen, pengendalian hama dan penyakit secara biologi, dekomposisi bahan organik dan penyerapan karbon, pemeliharaan struktur tanah yang baik untuk tanaman, pertumbuhan dan infiltrasi air hujan, dan detoksifikasi kontaminan. Oleh karena itu, proses yang mendukung pemeliharaan kesuburan tanah, fungsi ekologi, dan jasa ekosistem harus didorong dengan penerapan praktik pengelolaan tanah dan tanaman yang mendorong pengembangan komunitas organisme hidup yang sehat dan beragam.
PEMETAAN MINAT KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA UNIVERSITAS SURYAKANCANA Nurwardani, Paristiyanti; Ahmad, M. Yahya
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 14, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v14i1.4325

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada tahun 2022 urntuk mendapatkan gambaran tentang minat mahasiswa Universitas Suryakancana terhadap Kewirausahaan.  Tujuh variable penelitian  yang terdiri dari Autonomy and Authority, Economic opportunity and challenge, Security and Work load, Avoid Responsobility, Self Realization And Participation; Social Environment and Career dan Perceived confidence dan 25 indikator diajukan kepada 98 mahasiswa responden.  Ketujuh variable tersebut digabungkan manjadi satu variable yang besar yang dinamakan sebagai Entrepreneurial Interest (Minat Kewirausahaan). Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan pendekatan second order factor analysis dari SEM-AMOS.  Hasil penelitian mengindikasikan bahwa lima dari tujuh variable yang diteliti menjadi pertimbangan yang penting bagi mahasiswa memilih kewirausahaan dalam mengembangkan kasisr setelah lulus dari perguruan tinggi.
PEMANFAATAN MOL NASI BASI SEBAGAI BIOAKTIVATOR PENGOMPOSAN SAMPAH DAUN KERING DAN SAMPAH SAYUR Sugiharto, Bowo; Mu'alimah, Novia Kharisatul
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i2.3612

Abstract

Sampah organik saat ini masih banyak yang dibuang begitu saja sedangkan masih banyak yang dapat dimanfaatkan, salah satunya dengan dibuat menjadi kompos organik. Pengomposan memerlukan waktu yang relatif cukup lama namun dapat lebih cepat dengan adanya bantuan aktivator. Sebetulnya kita dapat memanfaatkan bahan yang sudah tidak terpakai menjadi bioaktivator dalam membuat kompos, salah satunya yaitu nasi basi yang dapat disebut dengan Mikroorganisme Lokal (MOL). MOL adalah larutan yang di dalamnya terkandung berbagai mikroorganisme yang akan berperan aktif dalam penguraian bahan organik menjadi lebih sederhana. Dalam penelitian ini, bahan organik yang dipilih menjadi kompos adalah sampah daun kering dan sampah sayur dari sisa kegiatan rumah tangga. Pengamatan fisik kompos dianalisis secara deskriptif untuk menjelaskan kualitas kompos berdasarkan pengamatan pada warna, tekstur dan bau yang dihasilkan oleh kompos. Penambahan MOL nasi basi pada pengomposan sampah daun kering dan sampah sayur karenanya kompos dapat matang dalam waktu relatif cepat yaitu 4-6 minggu.
PENGARUH FORMULASI KUE SEMPRIT DENGAN SUBTITUSI TEPUNG UBI CILEMBU DAN AMPAS KEDELAI TERHADAP MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK Shafitri, Virginia; Rahmiati, Retnani; Yuniati, Yuyun; Devianti, Rachma Nur
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 14, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v14i1.4097

Abstract

Kue semprit merupakan kudapan manis yang umumnya terbuat dari tepung terigu dan tidak memerlukan bahan pengembang. Salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan pada tepung terigu dapat dilakukan dengan mengganti bahan (subtitusi) dengan memanfaatkan bahan pangan lokal seperti tepung ubi cilembu dan ampas kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh proposi subtitusi tepung ubi Cilembu dan ampas kedelai terhadap kualitas kimia dan organoleptik, serta menentukan perlakuan terbaik pada pembuatan kue semprit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan kombinasi dua bahan yang berbeda yaitu subtitusi tepung ubi cilembu (TUC) dan ampas kedelai (AK) terhadap tepung terigu (TT) dengan 4 perlakuan TCA1 (100% TT; 0% TUC; 0% AK), TCA2 (75% TT; 12,5% TUC; 12,5% AK), TCA3 (50% TT; 25% TUC; 25% AK), dan TCA4 (25% TT; 37,5% TUC; 37,5% AK) dengan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Analisis kimia kue semprit yang diuji adalah kadar air, karbohidrat, dan serat. Analisis organoleptik dilakukan berdasarkan uji tingkat kesukaan/uji hedonik yang meliputi rasa, warna, aroma, dan kerenyahan. Hasil ANOVA kue semprit terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar air, karbohidrat, dan serat. Perlakuan terbaik terdapat pada TCA2 dengan rasio tepung terigu 75% : tepung ubi cilembu 12,5% : ampas kedelai 12,5% dengan nilai jumlah nilai hasil (JNH) tertinggi, memiliki nilai hasil (NH) sebesar 0,76, dengan kriteria variabel penelitian kadar air = 6,68%, kadar serat = 5,95%, kadar karbohidrat = 65,90%, rasa = 4 (suka),  aroma = 4 (suka), warna = 4 (suka), kerenyahan = 4 (suka).