Articles
5,428 Documents
Peran Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam Meningkatkan Kemandirian Desa
Revita Yanuarsari;
Iwan Asmadi;
Hendi Suhendraya Muchtar;
Rita Sulastini
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1828
Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan pesat dan membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, pendidikan dewasa ini harus dapat beradaptasi dengan perubahan yang ada termasuk diantaranya perubahan kebiasaan karena keadaan dunia yang sedang mengalami pandemi covid 19. Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka merupakan salah satu kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim yang bertujuan untuk merespon perubahan tersebut dengan salah satu program yang terdapat di program MBKM yaitu proyek di desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berdasarkan kajian literatur atau riset kepustakaan. Hasil penelitian mengatakan bahwa proyek di desa menjadi salah satu sarana penguatan karakter mahasiswa. Sebagai calon pemimpin masa depan, mahasiswa ditantang untuk keluar dari zona nyamannya dan berlatih menghadirkan solusi dari problem yang ditemuinya di desa. Diharapkan dengan adanya program MBKM ini juga dapat membantu mewujudkan desa-desa mandiri di Indonesia.
Implementation of School Field Introduction (PLP) on Basic Teaching Skills for Prospective Elementary School Teacher Students
AF Suryaning Ati MZ;
Mochammad Miftachul Huda;
Ahmad Ipmawan Kharisma
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2057
This study aims to determine the implementation and basic teaching skills of elementary school teacher education students, Faculty of Science, Technology, and Education, the University of Muhammadiyah Lamongan through school field introduction activities (PLP) in elementary schools. The approach used in this research is a quantitative form of One-Group Pretest-Posttest. Data collection techniques in this study using survey techniques. The results of the validity test of the PLP implementation instrument were declared valid and the reliability test was declared reliable with 0,746 > 0, 413 (r table)and the instrument for improving teaching skills is declared valid and the reliability test is declared reliable with 0,719 > 0, 413 (r table). The results of the PLP implementation test are 26.76, which means that the PLP implementation has gone very well following the hypothetical mean categorization value. While the results of the analysis of hypothesis testing using paired sample t-test obtained a significant value of 0.002 <0.05 so it can be concluded that there is an increase in students' basic teaching skills after carrying out School Field Introduction activities (PLP).
Bahan Ajar Digital Sebagai Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh dan Mandiri (Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Teori Graf)
Darwanto Darwanto;
Venty Meilasari
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2119
Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya produk berupa bahan ajar teori graf berbasis digital. Bahan ajar tersebut diharapkan mampu memfasilitasi pembelajaran jarak jauh mahasiswa dan juga pembelajaran mandiri mahasiswa. Masa New Normal (pasca) Covid-19, media digital memainkan peranan yang sangat penting dalam menyukseskan pembelajaran jarak jauh dan juga pembelajaran mandiri. Terdapat dua poin penting yang harus diperhatikan dalam mengembangan bahan ajar yaitu: (1) Bahan ajar harus uptodate/sesuai dengan perkembangan yang paling mutakhir (berbasis digital); dan (2) Bahan ajar harus disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa atau pembaca yang akan menggunakanya. Metode yang digunakan adalah Penelitian dan pengembangan (R&D). kegiatan yang dilaksanakan pada penelitian adalah: (1) tahapan identifikasi masalah; (2) pengumpulan data (pengumpulan referensi); (3) menyusun desain bahan ajar (buku) digital; (4) memvalidasi desain bahan (buku) ajar kepada validator yang kompeten dibidangnya; (5) melakukan revisi desain bahan (buku) ajar; (6) mengujicobakan bahan (buku) ajar digital secara terbatas; dan (6) merevisi bahan (buku) ajar jika hal-hal yang kurang/perlu diperbaiki. Produk yang dihasilakan berupa sebuah bahan ajar berbentuk digital yang dapat digunakan pada OS Android. Validitas bahan ajar tergolong dalam kategori baik. Bahan ajar ini ditujukan sebagai alternatif pada pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran secara mandiri bagi mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kotabumi atau mahasiswa di luar Universitas Muhammadiyah Kotabumi yang menempuh mata kuliah Graf.
Efektivitas Pengembangan Local Instructional Theory Berbasis RME pada Topik Pecahan Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa di Sekolah Dasar
Fadiah Elwijaya;
Yerizon Yerizon;
Hendra Syarifuddin;
Desyandri Desyandri
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1904
Pecahan menjadi materi yang cukup sulit bagi siswa. Pembelajaran pecahan di SD cenderung disajikan secara mekanistik dan belum menstimulasi siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan untuk menyelesaikan masalah operasi hitng pecahan. Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari hasil uji validitas dan uji kepraktisan Local Instructional Theory (LIT) topik pecahan yang telah dikembangkan dengan menggunakan pendekatan RME untuk sekolah dasar. Pengembangan LIT menggunakan model pengembagan tipe Gravemeijer dan Cobb. Pada penelitian sebelumnya, validitas LIT diuji melalui expert jugment, dan kepraktisan diuji melalui uji coba kelompok kecil dan besar. Keefektifan LIT topik pecahan diuji melalui pemberian postest berupa tes uraian; dengan 17 siswa pada kelas eksperimen dan 15 siswa pada kelas kontrol. Data dianalisis menggunakan uji-t. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa LIT topik pecahan berbasis pendekatan RME yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SD.
Membangun Kebhinekaan Antar Remaja dalam Perspektif Pendidikan Multikulturalisme
Irwan Irwan;
Kamarudin Kamarudin;
Mansur Mansur
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2173
Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan keragaman di kalangan remaja di desa Siontapina agar dapat hidup damai dan toleran sesuai dengan pendidikan multikulturalisme yang dianggap sebagai mekanisme yang efektif untuk mengembangkan kepribadian yang harmonis pada remaja berdasarkan nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan menelusuri atau menggali berbagai temuan dan perkembangan terkait interaksi sosial guna menumbuhkan keragaman di kalangan remaja. Teknik pengumpulan data ini terdiri atas observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi ketegangan di kalangan remaja saat ini, baik yang berdimensi vertikal maupun horizontal, yang berujung pada kesulitan, seperti perkataan kasar di kalangan remaja, seperti yang terjadi di desa Siontapina. Peristiwa ini bertentangan dengan kewajiban bangsa untuk senantiasa mengutamakan persatuan dan kesatuan di atas kepentingan pribadi, golongan, dan golongan, sebagaimana tertuang dalam pendidikan multikulturalisme. Realitas ini menunjukkan bahwa etika multikultural tidak mendapat tempat dalam pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan pada remaja, sehingga mengarah pada idealisme fanatisme yang terbatas. Akibatnya, pendidikan multikulturalisme sebagai landasan penghubung pluralisme pemuda dari beragam etnis untuk mencapai kesetaraan, harmonisasi, dan toleransi belum dipelajari secara menyeluruh. Mengembangkan pendidikan multikulturalisme melalui metode multikulturalisme yang efisien dengan membangun keragaman sehingga tidak terjadi konflik antara remaja yang bernuansa etnik.
Learning Progression Guru Sekolah Dasar dalam Pengembangan Konten Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
Tyas Deviana;
Dian Fitri Nur Aini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2095
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam tentang learning progression guru Sekolah Dasar dalam menyusun soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Dalam pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), learning progression (kemajuan pembelajaran) berkaitan dengan proses kesinambungan antara jenjang dan kemampuan berpikir. Kesinambungan pada Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dapat dilihat dari aspek konten teks, level kognitif yang diukur, dan indikator yang temuat dalam soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualtitatif dengan metode deskriptif. Subyek penelitian adalah guru SD, Kepala Sekolah dan siswa SD pada Gugus V Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Tahapan penelitian dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada proses learning progression soal yang dikembangkan dibuat sesuai dengan cakupan serta keluasan pada masing-masing level. Cakupan permasalahan pada level 1 mencakup permasalahan di rumah dan di sekolah, kemudian pada level 2 cakupan lebih luas lagi yaitu pada cakupan lingkungan sekitar dan kearifan lokal daerah, dan pada level 3 cakupan teks yang dikembangkan lebih luas lagi meliputi nasional dan permasalahan-permasalahan global.
Efektivitas Pembelajaran Daring Mata Kuliah Metodologi Penelitian Kualitatif pada Mahasiswa
Rijal Abdillah;
Andreas Corsini Widya Nugraha;
Budi Sarasati
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1915
Metode pembelajaran di perguruan tinggi hingga saat ini masih menggunakan metode dalam jaringan (daring). Melalui pembelajaran daring maka segala bentuk kegiatan belajar-mengajar menggunakan platform seperti Zoom, google classroom, google meet, e-learning, dan Whatsapp group. Faktanya, perubahan metode pembelajaran seperti ini mengakibatkan mahasiswa harus bisa beradaptasi terhadap sistem yang baru sehingga model ini belum bisa dikatakan efektif atau tidak, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pembelajaran daring mata kuliah metodologi penelitian kualitatif pada mahasiswa semester IV. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode perbandingan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 215 untuk yang mengisi soal pre-test dan 212 yang mengisi soal post-test. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk soal pre-test dan post-test kualitatif yang disebar melalui google form. Hasil analisis T-test menunjukkan bahwa ada peningkatan skor pre test dan post test ditunjukkan dengan nilai mean pre test sebesar 9.99 dan nilai post test sebesar 12.96 dengan taraf signifikansi 0,00 (p<0.05). Hasil menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan pemahaman mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran daring selama 1 semester untuk mata kuliah metodologi penelitian kualitatif.
Aktualisasi Nilai – Nilai Pancasila Melalui Mata kuliah Pendidikan Pancasila
Muhammad Awin Alaby
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1750
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemahaman mahasiswa PG Paud STKIP Kusumanegara tentang nilai-nilai Pancasila yang telah diajarkan melalui mata kuliah pendidikan Pancasila. Perlu diketahui bahwa pendidikan merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis sehingga potensi yang dimiliki setiap individu dapat direalisasikan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan contoh kasus. Contoh kasus digunakan untuk memberikan pemahaman pada sesuatu yang menarik perhatian dan mampu memahami kompleksitas satu kasus. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pengumpulan data secara online melalui sevima edlink. Hasil penelitian ini menemukan seberapa besar keterpahaman mahasiswa PG Paud STKIP Kusumanegara yang sudah bisa mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila yang telah diajarkan melalui mata kuliah pendidikan Pancasila. Aktualisasi nilai - nilai Pancasila berupa melaksanakan kewajiban sesuai ajaran agama yang dianut, hidup toleransi, peduli sosial, sopan, dan santun. Penelitian ini berupaya agar nilai-nilai pancasila bisa terus diwariskan kepada generasi bangsa untuk bisa menjadi bangsa yang kuat dan berkarakter
Efektivitas Penerapan Hybrid Learning Pasca Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar
Hilma Rusyada;
Muhammad Nasir
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2275
Efektivitas pembelajaran adalah suatu keadaan yang bisa mempengaruhi hasil akhir dari proses pembelajaran. Tahun ajaran baru 2021/2022 Kemdikbudristek mengeluarkan surat edaran untuk menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas, karena pembelajaran daring dinilai tidak sepenuhnya efektif. Dari surat edaran tersebut, terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat diterapkan salah satunya Hybrid Learning. Hybrid learning dilaksanakan dengan 50% pembelajaran tatap muka dan 50% pembelajaran daring.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa efektivitas penerapan hybrid learnig pasca pandemi covid-19 di Sekolah Dasar Negeri Kebun Sari 1 Amuntai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan angket. Analisis data dengan menggunakan metode statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa-siswi dapat dikategorikan berhasil dalam mencapai tujuan-tujuan interaksional, siswa-siswi dapat dikategorikan aktif dalam aktivitas pembelajaran, dan juga siswa-siswi dapat dikategorikan lengkap dalam sarana-sarana yang menunjang dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, efektivitas penerapaan hybrid learning di Sekolah Dasar Negeri Kebun Sari 1 Amuntai dikategorikan dengan kriteria efektif.
Analisis Tingkat Kecanduan Bermain Game Online terhadap Siswa Sekolah Dasar
Nada kurnada;
Rossi Iskandar
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1738
Pembelajaran daring menyebabkan siswa sekolah dasar mengenal yang namanya Game online. Game online merupakan permainan yang terhubung dengan jaringan internet. Game online dimasa sekarang bahkan sudah menjadi gaya hidup bagi siswa sekolah dasar, sudah banyak ditemukannya siswa yang kecanduan bermain game online, hal ini yang menyebabkan menurunnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana siswa yang kecanduan bermain game online. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, angket dan studi dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyimpulan data dan penyajian data. Subjek yang digunakan pada penelitian ini yaitu siswa kelas 4, guru ditempat penelitian dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar pengguna game online pada kalangan siswa sekolah dasar merupakan pecandu game online dan mempengaruhi hasil belajar siswa yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Kesimpulan pada penelitian ini game online tidak akan berdampak buruk jika digunakan sesuai porsinya, akan tetapi akan berdampak buruk dan berpengaruh terhadap hasil belajar jika digunakan secara berlebihan