Articles
5,428 Documents
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Menyiapkan Peserta Didik dalam Menghadapi Tes Asesmen Kompetensi Minimum
Muhammad Yusuf;
Tasman Hamami
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2571
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengelaborasi bagaimana peran guru dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan yaitu pencarian data dan informasi berupa sumber tulisan yang berhubungan dengan Asesmen Kompetensi Minimum. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, sedang teknik analisis data yang digunakan adalah dengan deskripsi analisis. Penelitian ini mengungkapkan bahwa guru PAI berperan dalam menyiapkan peserta didik menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum dengan mengembangkan model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik melalui reasoning dan problem solving. Implementasi model pembelajaran ini meliputi lima tahap yaitu membaca dan berpikir, mengenal dan merencanakan, memilah strategi, menemukan jawaban, dan yang terakhir adalah refleksi dan perluasan.
Increasing Higher Order Thinking Skills of Elementary School Students Through Video in Environmental Pollution Case
AA Musyaffa;
Siti Asiah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2701
The research was carried out on the science learning process on environmental material is one of the important topic. Students at the elementary school level have an important role play a role in protecting the environment around them. This research is carried out with the aim of improving Higher Order Thinking Skills (HOTS) students in learning science on environmental materials. as for The research method used in this study uses Classroom Action Research with details of 3 cycles. The research was conducted during September-0ktober 2021 at SDN 054/IV and SDN 048/IV . The number of samples taken is 76 students. this research the treatment given is to play case-based learning videos in class.The results showed that there was an increase in students' HOTS in science subjects learning using case-based videos. The conclusion of this study is that case-based learning video can increase the HOTS of SDN students in the Teluk Teluk Subdistrict, Jambi City.
Analisis Miskonsepsi pada Materi Fotosintesis dengan Menggunakan Peta Konsep pada Siswa Sekolah Dasar
Dhita Dwilestari;
Anatri Desstya
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2611
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang terjadi pada materi fotosintesis dan faktor penyebab terjadinya, dengan menggunakan peta konsep pada siswa SD Negeri 1 Gatak Ngawen Klaten. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Gatak yang berjumlah 14 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes berbasis peta konsep, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dengan keabsahan data diperoleh melalui triagulasi metode dan triagulasi sumber data. Hasil yang telah dilakukan menunjukan bahwa, siswa dapat mereduksi miskonsepsi menggunakan Peta Konsep ini. Konsepsi (pemahaman) paling rendah yaitu pada konsep Proses Fotosintesis membutuhkan cahaya, sedangkan konsepsi paling tinggi yaitu pada konsep Produk yang dihasilkan dari proses Fotosintesis. Sumber atau penyebab dari miskonsepsi yang dialami oleh siswa SD Negeri 1 Gatak antara lain berasal dari prakonsepsi mereka sendiri sebesar 53,54%, dan sebesar 46,46% miskonsepsi bersumber dari bahan ajar. Tambahan lain dari mereka adalah terkadang guru menjelaskan materi kepada siswa kurang bervariasi sehingga menyebabkan mereka sulit untuk memahami materi yang diajarkan oleh guru serta guru lebih cenderung suka memaparkan materi tanpa melakukan prakteknya.
Pengembangan Buku Pengayaan Elektronik Cerita Fabel Bermuatan Profil Pelajar Pancasila Elemen Gotong Royong Sebagai Media Literasi Membaca di Sekolah Dasar
Adnin Mutiara;
Wagiran Wagiran;
Rahayu Pristiwati
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2455
Buku pengayaan sebagai buku pendamping pembelajaran yang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian peserta didik. Berdasarkan hasil pengataman dilapangan, ditemukan bahwa pada dasarnya cerita fabel digemari oleh peserta didik terutama sekolah dasar. Sementara itu, terdapat kesenjangan yang terjadi dilapangan yaitu minimnya buku cerita fabel yang terdapat diperpustakaan khususnya pada tema yang diangkat dalam cerita fabel diperpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku pengayaan elektronik cerita fabel bermuatan profil pelajar pancasila elemen gotong royong sebagai media untuk literasi membaca di sekolah dasar. Model penelitian ini menggunakan ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation).Penelitian ini dilakukan di SDN Bendan Ngisor dengan jumlah 28 siswa. Validasi buku pengayaan elektronik dilakukan oleh 3 ahli yaitu ahli materi, ahli bahasa dan ahli media. Hasil penelitian meliputi tiga hal yaitu 1) deskripsi produk, 2) hasil uji kepraktisan dan 3) hasil uji keefektifan. Deskripsi produk didasarkan pada empat komponen yaitu komponen materi/isi, penyajian, bahasa dan grafika. Hasil uji kepraktisan peserta didik memperoleh persentase rata-rata 91,8% dan pendidik memperoleh memperoleh persentase 88%. Hasil uji keefektifan menggunakan pret-test dan post-test memperoleh hasil 62,2 % dengan kriteria cukup efektif.
Respon Siswa Terhadap Implementasi Media Edpuzzle dalam Pembelajaran Matematika di Masa Pandemi Covid 19
Sugestiana Sugestiana;
Joko Soebagyo
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2439
Dunia Pendidikan yang terjadi pada abad ini mengubah cara mengajar guru dan cara belajar siswa, yang awalnya hanya dapat dilakukan secara tatap muka di sekolah, tetapi pada abad ini dapat dilaksanakan secara online. Guru dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, bukan hanya memberi tugas di Whatsapp, Google Classroom, atau media pembelajaran lain, tetapi guru juga harus menciptakan sebuah inovasi pembelajaran agar tidak hanya pembelajaran yang berasal dari satu arah sehingga tujuan pembelajaran tercapai dengan baik Tujuan peneliian ini adalah untuk menjelaskan implementasi Edpuzzle dalam pembelajaran matematika dan respon siswa terhadap pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan implementasi Edpuzzle dalam pembelajaran matematika. Media pembelajaran berupa aplikasi Edpuzzle merupakan salah satu inovasi dalam pembelajaran matematika di masa new normal. Edpuzzle adalah media pembelajaran yang berbasis video interaktif sehingga guru atau pendidik dapat memodifikasi sendiri video pembelajaran untuk siswa. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa siswa senang memanfaatkan aplikasi Edpuzzle dalam pembelajaran matematika.
Hybrid Learning: Alternatif Model Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19
Afif Rahman Riyanda;
Tia Agnesa;
Alsyabri Wira;
Ambiyar Ambiyar;
Sukardi Umar;
Uswatul Hakim
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2794
Pandemi COVID-19 telah merubah tatanan sistem pendidikan di seluruh dunia, hal ini mengakibatkan terjadinya penutupan lembaga pendidikan seperti sekolah dan juga perguruan tinggi secara total. Untuk menghadapi pandemi COVID-19, lembaga pendidikan harus mengadopsi metode terbaik dalam menyediakan layanan yang murah dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Pengumpulan data didukung dengan penelusuran berbagai sumber dokumen pemerintah, media massa dan temuan penelitian yang relevan. Dengan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran online maka perlu sebuah model yang yang menggabungkan proses pembelajaran secara online dengan pembelajaran tatap muka, model pembelajaran tersebut adalah Hybrid Learning. Model pembelajaran Hybrid atau Blended Learning merupakan istilah yang digunakan representasikan proses pembelajaran yang menggaungkan sistem pembelajaran secara online dengan pembelajaran konvensional yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dan internet. Hybrid learning menjadi pilihan dan alternatif model pembelajaran yang tepat diterapkan dimasa pandemi COVID-19 saat ini.
A Teacher’s Experiences on the Use of E-Portfolio as Students’ Portfolio Assessment in Teaching Speaking : A Narrative Inquiry
Putri Lasminiar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2765
This article discusses the use of the e-portfolio as students’ portfolio assessment done by an English teacher in teaching speaking at junior high school level. The narrative inquiry was chosen as the research design to reveal the story of the English teacher’s experiences in using e-portfolio. The research data was obtained from the teacher through an interview and then it was analyzed via narrative analysis.The findings of the study indicated that ; 1) the reasons why the teacher used e-portfolio were related to the students’ attention and the shifting of assessment method from traditional method to modern method .Furthermore, it also compiled the students’ speaking assignments along with its assessment neatly. Meanwhile, the problems that the teacher faced in using the e-portfolio were related to unstable internet connection and the difference of students’ ability in running it. The results suggested that the e-portfolio could be used as one of strategies to elevate students’ speaking ability since it made them reflect on their speaking ability to be better through the old video collections placed on it which contain about feedback and their speaking score performance.
Pengaruh Model Pembelajaran Analogi Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis pada Mapel Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar
Aniswatul Farida;
Suharmono Kasiyun;
Syamsul Ghufron;
Muhammad Syukron Djazilan
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2407
Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas III A SD Miftahul Ulum Surabaya sebelum menggunakan model pembelajaran analogi, (2) Mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas III A SD Miftahul Ulum Surabaya sesudah menggunakan model pembelajaran analogi, (3) Mendeskripsikan pengaruh penerapan model pembelajaran analogi terhadap keterampilan berpikir kritis Bahasa Indonesia siswa kelas III A di SD Miftahul Ulum Surabaya. Teknik pengumpulan data, penulis menggunakan teknik tes berupa tes tertulis. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t (t-test) yang menggunakan program computer SPSS versi 25 windows 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran analogi dengan keterampilan berpikir kritis siswa kelas III A di SD Miftahul Ulum Surabaya. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi α = 0,05 sehingga thitung > ttabel (10,688 > 2,074).
Analisis Perspektif Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar
Ema Rizky Ananda;
Rora Rizki Wandini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2773
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif guru matematika dalam mengatasi kesulitan belajar siswa sekolah dasar bagaimana faktor penyebab kesulitan belajar dan solusi yang diusulkan untuk mengatasi kesulitan yang dialami oleh guru selama proses pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang diimplementasikan yaitu diskriptif. Subjek penelitian dalam penelitian ini merupakan guru kelas IV sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terdapat beberapa perspektif guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa yang meliputi:1. Adanya factor internal dan factor eksternal terhadap penyebab kesulitan belajar siswa ; 2. Terdapat kesulitan yang seringkali didapati oleh guru matematika dalam pembelajaran; 3. Strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Solusi yang ditawarkan dalam mengatasi kesulitan-kesulitan dalam proses pembelajaran matematika yaitu dengan melakukan 6M yaitu;1). Menjalin kerjasama kepada orang tua siswa agar dapat mendukung, membimbing, serta mengarahkan siswa dalam belajar. 2). Memastikan kesiapan dan fokus siswa untuk belajar. 3). Memberikan motivasi belajar kepada siswa baik dari guru maupun lingkungan keluarga. 4). Menggunakan strategi serta media yang menarik. 5). Memberikan ruang untuk bereksplorasi. 6). Memberikan soal atau tes pada batas kemampuan siswa.
Terobosan Kepala Madrasah dalam Menginternalisasikan Nilai Karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri
Yuni Herdi;
Mahyudin Ritonga;
Syaflin Halim
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2553
Keberhasilan dalam internalisasi karakter di lingkungan pendidikan tidak bisa dipisahkan dengan bentuk kebijakan yang ditetapkan oleh kepala sekolah, sementara pada banyak lembaga ditemukan lambannya upaya internalisasi karakter dalam system pendidikan. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk peran kepala madrasah dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter. Penelitian dilakukan di MIN 5 Padang, hal ini sejalan dengan tujuan penelitian yang ingin mengekspos bentuk kebijakan yang dilakukan di MIN 5 seihingga dapat dijadikan sebagai acuan bagi setiap penyelenggara pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian bahwasannya: 1) Dalam merencanakan pendidikan karakter mencakup beberapa unsur antara lain guru, siswa serta komite dan orang tua. Perencanaan internalisasi pendidikan karakter di MIN 5 Kota Padang melalui perencanaan kegiatan pembelajaran, budaya madrasah serta kegiatan ekstrakurikuler. 2) Nilai-nilai karakter di madrasah ini diaplikasikan melalui kegiatan pembelajaran serta budaya madrasah. 3) Kepala madrasah dengan guru dan komite sekolah melakukan pengawasan terhadap setiap kegiatan internalisasi karakter di MIN 5 Kota Padang dengan cara menetapkan indikator pencapaian internalisasi karakter