cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
WIDYA LAKSANA
ISSN : 14104369     EISSN : 25496859     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Laksana is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha twice a year; January and August
Arjuna Subject : -
Articles 652 Documents
Pelatihan dan Pendampingan Proses Pembuatan Regulasi Desa di Desa Bonyoh Kecamatan Kintamani Suastika, I Nengah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.041 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i2.27689

Abstract

The main objective of the Training and Assistance for village development in Bonyoh, Kintamani Subdistrict is to (1) increase the knowledge and skills of the village head, village apparatus and the Village Consultative Body in making Village Regulations, (2) improve the knowledge and skills of the village head, village apparatus and the Agency Village Consultation in making Village Head Regulations, and (3) improving the knowledge and skills of village heads, village officials and the Village Consultative Body in making Joint Village Head Regulations.Training and Assistance for Making Village Regulation in Bonyoh Village, Kintamani District will be conducted using two synergistic-based methods, namely: training methods and mentoring methods. This training and assistance in making village regulations increases the knowledge and skills of the Village Head and the Village Consultative Body in making village regulations, village head regulations and regulations with village heads. The stages of making village regulations begin with the making of village regulations making, the drafting of village regulations by the Village Head or the Village Consultative Body, then a joint discussion is held between the village head and the Village Consultative Body, the establishment of village regulations, the dissemination of village complaints and discussion of the village.
SOSIALISASI PENGOLAHAN LINDI MENJADI PUPUK CAIR DI TPS-3R KELURAHAN TALANG KELAPA KECAMATAN ALANG-ALANG LEBAR PALEMBANG SUMATERA SELATAN Yusmartini, Eka Sri; Mardwita, Mardwita; Fahmi, Innike Abdillah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.682 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i1.27968

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan penduduk  dan aktifitasnya, memberi kontribusi significan pada peningkatan sampah. Bank Sampah merupakan usaha masyarakat bersama dengan pemerintah memiliki fungsi sebagai media edukasi bagi masyarakat bagaimana memelihara lingkungan dan mengelola sampah Metode yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat (PKM) adalah dengan pendekatan terhadap mitra untuk memberikan pandangan tentang perlunya diversifikasi produk untuk pengolahan lindi. Diversifikasi produk dengan memberikan sosialisasi mengolah lindi yang dihasilkan dari proses pengomposan menjadi pupuk cair yang juga dapat dimanfaatkan sebagai EM4 dalam proses pengomposan. Pemasangan alat yang sudah diterapkan pada TPS 3 – R, lindi yang dihasilkan terkumpul dengan baik dan akan dapat digunakan untuk pemrosesan lanjut menjadi pupuk cair.
KKN-PPM BERKONSEP TAT TWAM ASI PADA DESA TIMPAG DALAM MEWUJUDKAN DESA KOLABORATIF, INOVATIF DAN BERBUDAYA Divayana, Dewa Gede Hendra; Ariawan, I Putu Wisna; Suyasa, P Wayan Arta
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.257 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i2.28157

Abstract

Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dalam format KKN-PPM di Desa Timpag ini ialah untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum terkait beberapa strategi baru yang telah dilakukan oleh tim pengabdi untuk memecahkan permasalahan di Desa Timpag terkait bidang ekonomi-kerakyatan, budaya, seni, dan pendidikan karakter, TI untuk desa, serta kesehatan yang berlandaskan pengejawantahan konsep Tat Twam Asi. Kegiatan KKN-PPM ini dilakukan di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan KKN-PPM ini diantaranya: 3 anggota pengabdian dan 20 mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha yang mengikuti program KKN. Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah selama 31 hari. Pelaksanaan KKN-PPM ini menggunakan metode yang sesuai dengan tahapan-tahapan program yang merujuk pada standar keberhasilan kegiatan di masing-masing bidang untuk mewujudkan Desa Timpag yang kolaboratif, inovatif dan berbudaya. Hasil dari KKN-PPM ini menampilkan adanya antusias tinggi dari seluruh elemen masyarakat Desa Timpag dalam mengikuti semua kegiatan dan program-program KKN-PPM yang telah dijalankan sebagai strategi pemecahan masalah dan upaya untuk mewujudkan desa yang kolaboratif, inovatif dan berbudaya. metodepelaksanaan, hasildankesimpulan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GUIDING PADA POKDARWIS ALAM PUNCAK LANDEP MELALUI PELATIHAN BERLANDASKAN FALSAFAH TRI HITA KARANA Kusuma, Ketut Chandra Adinata; Sucita Dartini, Ni Putu Dwi; Ariani, Luh Putu Tuti; Hidayat, Syarif
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.088 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i1.28198

Abstract

The growing number of tourists with special interests, namely sport tourism, especially trekking activities combined with cultural attractions/local wisdom encourages efforts to improve the quality of tour guides. Pokdarwis Alam Puncak Landep was formed to sell service businesses in the field of guidance that do not have the knowledge and understanding of: (1) potential cultural attractions that can be combined with trekking activities, (2) guiding procedures based on the local wisdom, (3) English language skills. To that end, trekking guiding training has been conducted based on the tri hita karana philosophy. The purpose of this training is to improve guiding skills based on the tri hita karana philosophy. The method used is discussion and practice. The results of the training show that there is an increase in knowledge and understanding of combining cultural attractions with trekking activities and practicing guiding procedures combined with using English. Thus, pokdarwis can improve their guiding ability through training based on the tri hita karana philosophy.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MERANCANG INSTRUMEN ASSESSMENT FOR LEARNING BERBASIS PORTOFOLIO PADA GURU-GURU SEKOLAH Poerwanti, Jenny Indrastoeti Siti; Winarni, Retno
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.1 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i1.28423

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan  dan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang maupun menyusun instrumen assessment for learning berbasis portofolio yang dilengkapi dengan rubric penilaian bagi guru-guru SD di kecamatan Laweyan Surakarta. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu: 1). pemaparan materi asesmen, 2) pelatihan menyusun instrumen penilaian berbasis porofolio, 3) pendampingan dalam mengimplementasikan instrumen penilaian portofolio dalam kelas, 4) Evaluasi kegiatan. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif, dan pendampingan terdiri atas tahapan analisis kebutuhan peserta pelatihan, merancang instumen assessment for learning berbasis portofolio dan melakukan pendampingan di sekolah. Subjek yang dilibatkan sebanyak 20 guru SD di Kecamatan Laweyan Kota Surakarta. Pengumpulan data yang digunakan adalah memberian tugas dalam merancang instrumen penilaian portofolio. Hasil pengabdian menunjukkan respon positif guru dalam mengikuti kegiatan pelatihan dan meningkatnya kompetensi guru dalam menyusun assessment for learning berbasis portofolio. Hal ini dapat dilihat dari persentase kehadiran peserta latihan 90 %, dan 82.% dari total peserta telah berhasil menyusun dan mempresentasikan instrumen penilaian portofolio.
PELATIHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG DAN PIJAT BAYI BAGI KADER POSYANDU BANJAR MUNGENGAN, CATUR, KINTAMANI Pramita, Indah; Diaris, Ni Made; Samben, Resti Kusumarini
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.145 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i1.28859

Abstract

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan yang bersumberdaya dari masyarakat. Posyandu Banjar Mungsengan Desa Catur Kecamatan Kintamani termasuk dalam tingkat madya yang memiliki 6 kader dengan tingkat pendidikan yang masih rendah, yaitu SMP dan SMA. Posyandu ini melaksanakan kegiatan 1 kali dalam sebulan di Bale Banjar Mungsengan Desa Catur Kecamatan Kintamani. Kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, status gizi serta pemberian vitamin, imunisasi dan pemberian makanan tambahan (PMT). Berdasarkan wawancara dengan Ketua Posyandu yaitu Ibu Wayan Restiti, diketahui pernah terdapat kasus balita yang mengalami keterlambatan bicara. Namun, kader belum mampu melakukan deteksi dini tumbuh kembang dan belum mampu melakukan stimulasi tumbuh kembang guna untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Berdasarkan wawancara dan observasi didapatkan 2 aspek permasalahan yaitu: kurangnya keterampilam kader tentang deteksi dini tumbuh kemban dan ketidak mampuan memberikan stimulasi tumbuh kembang. Adapun solusi untuk permasalahan aspek SDM kader yaitu 1) Pelatihan deteksi dini tumbuh kembang; 2) Pelatihan pijat bayi bagi kader. Hasil dari program kemitraan masyarakat ini adalah terjadi peningkatan keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang, peningkatan keterampilan kader dalam mengaplikasikan pijat bayiKata Kunci : Deteksi Dini, Tumbuh kembang, Pijat bayi
PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL BERBASIS MOBILE LEARNING SEBAGAI UPAYA MENGHADAPI ERA PENDIDIKAN 4.0 Kristanti, Elsa; Kharisma, Giri Indra; Sari, Nila Puspita
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.216 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i1.28915

Abstract

Di era pendidikan 4.0, perlu adanya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, salah satunya dalam aktivitas evaluasi pembelajaran. Namun, muncul tantangan dari sumber daya manusia, yakni guru dan siswa, yang belum menggunakan atau bahkan mengenal aplikasi evaluasi pembelajaran berbasis TIK. Oleh sebab itu, tujuan dari pengabdian ini yakni memberikan pelatihan penyusunan soal berbasis mobile learning menggunakan aplikasi quizizz. Pengabdian ini dilaksanakan di SMPN 1 Kefamenanu dan dihadiri oleh 20 guru sebagai peserta pelatihan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini ialah pelatihan terbimbing. Peserta dibimbing hingga mampu membuat soal menggunakan quizizz dan menerapkannya ke dalam pembelajaran di kelas. Selama kegiatan pelatihan ini, peserta terlihat antusias ketika mencoba mengerjakan soal dan paham ketika menyusun soal menggunakan quizizz. Tim pengabdi juga melakukan pendampingan kepada peserta untuk dapat mengimplementasikan quizizz di kelas. Setelah ujicoba kepada siswa, seluruh siswa merasa senang karena tampilannya yang menarik dan hasilnya dapat langsung diketahui.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MELALUI PELATIHAN EKSPOR PADA KELOMPOK UMKM DAN SMK DI KELURAHAN DUREN JAYA KECAMATAN BEKASI TIMUR KOTA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT Verawati, Kencana; Rahmayanti, Henita
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.406 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.29515

Abstract

Many small and medium entrepreneurs hope to develop their business by exporting their products to a wider market. However, rarely do entrepreneurs think of being able to try out the export market in order to expand their market reach. Even this tax issue between exports and imports has different regulations. When we import goods, almost all goods was subject to import taxes. Meanwhile, when exporting our products overseas, not all products are subject to export taxes and customs duties. The methods used was (1) preparation (2) implementation and (3) reporting. With this training, we hope that the public will understand more that the constraints during export and import were not too difficult to apply. We chose Bekasi city as a place for this export training, not only because of the mapping and work locations that have been determined by the university, but also because this area had many small and medium business community pockets.
Pelatihan Perancangan, Pembuatan, dan Penggunaan Media Adaptif bagi Guru-Guru SLB Negeri 1 Klungkung Juniantari, Made; Saindra Santyadiputra, Gede; Ayu Tirtayani, Luh
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.141 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i1.29536

Abstract

Penyediaan layanan pendidikan yang bermutu bukanlah menjadi hak anak normal saja, tetapi juga bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Hasil analisis situasi di SLB Negeri 1 Klungkung menunjukkan bahwa ketersediaan media pembelajaran adaptif  di sekolah masih minim padahal bagi ABK fungsi media bukan saja sebagai mediator dalam pembelajaran tetapi juga berperan sebagai alat bantu ketunaan, alat bantu terapi, dan alat bantu rehabilitasi. Bersama mitra selanjutnya disepakati prioritas masalah yang sekaligus menjadi tujuan dari program PKM ini yaitu pemberdayaan guru dalam mengidentifikasi, merancang, membuat, dan menggunakan media adaptif bagi ABK. Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan. Pelatihan melibatkan 17 orang guru SLB Negeri 1 Klungkung. Pelatihan dilaksanakan dalam 3 sesi yaitu 1) pemaparan materi tentang pentingnya pemanfaatan media adaptif untuk ABK, 2) latihan merancang dan membuat media, serta 3) simulasi  penggunaan media yang dihasilkan. . Kegiatan pelatihan telah berhasil meningkatkan kemampuan -guru dalam merancang, membuat dan menggunakan alat peraga matematika. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan peserta dalam menghasilkan produk alat peraga fun exercise serta kemampuan peserta dalam menggunakannya media tersebut. Peserta menanggapi positif terhadap pelaksanaan pelatihan dengan persentase skornya sebesar 88,9%.
IbM PELATIHAN PENGELOLAAN SARANA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR BERBASIS LITERASI DI DESA BAKTISERAGA Martha, I Nengah; Tantri, Ade Asih Susiari; Dewantara, I Putu Mas; Indriani, Made Sri; Bayu, Gede Wira
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.053 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.29848

Abstract

Kegiatan PkM ini dilakukan di SD Negeri 1 Baktisegara, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Mitra ini dipilih karena memiliki masalah, yaitu kemampuan pengelolaan sarana dan lingkungan sekolah yang belum berbasis literasi. Mengingat begitu pentingnya Gerakan Literasi Sekolah, salah satunya adalah mengelola sarana dan lingkungan sekolah yang kaya teks, maka kegiatan PkM berkaitan dengan pelatihan pengelolaan sarana dan lingkungan sekolah dasar berbasis literasi perlu dilakukan. Tujuannya adalah SD Negeri 1 Baktiseraga secara mandiri nantinya mampu mengelola dan mengembangkan sarana dan lingkungan yang kaya teks dan tujuan berikutnya siswa semakin meningkatnya semangat belajar dan minat baca siswa. Metode pelaksanaan kegiatan PkM ini akan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: 1) pelatihan pengelolaan sarana dan lingkungan sekolah berbasis literasi; 2) pendampingan pengelolaan sarana dan lingkungan sekolah berbasis literasi; dan 3) evaluasi dan refleksi kegiatan PkM. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah kepala SD N 1 Baktiseraga dan guru sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Saat diskusi guru sangat antusias bertanya terkait program yang dibuat. Setelah dilakukan kegiatan workshop, guru kemudian membuat program menata sarana dan lingkungan yang kaya literasi. Kegiatan ini didampingi secara online oleh para pengabdi.Kata kunci: Sarana dan Lingkungan, Sekolah Dasar, Berbasis Literasi