cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Journal of Education Action Research
ISSN : 25804790     EISSN : 25493272     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Educational Action Research is concerned with exploring the dialogue between research and practice in educational settings. This journal publishes accounts of a range of action research and related studies, in education and across the professions, with the aim of making their outcomes widely available and exemplifying the variety of possible styles of reporting. It aims to establish and maintain a review of the literature of action research. It also provides a forum for dialogue on the methodological and epistemological issues, enabling different approaches to be subjected to critical reflection and analysis.
Arjuna Subject : -
Articles 861 Documents
Transforming Educational Paradigms: How Micro Learning Shapes Student Understanding, Retention, and Motivation? Astiwardhani, Winny; A. Sobandi
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i2.77711

Abstract

Microlearning is an increasingly relevant approach to learning in the digital age, prioritizing information in small chunks such as short videos, infographics, or interactive quizzes to improve student understanding, knowledge retention, engagement, and motivation. Previous research shows the effectiveness of microlearning in various contexts, such as higher education, corporate training, and professional development. However, there are challenges in defining and measuring its effectiveness and its impact on student learning outcomes. This study aims to analyze a systematic literature review (SLR) to understand the efficacy of microlearning and its influencing factors more holistically. This study is a qualitative research using the SLR method. This study used a data collection method in the form of systematic observation. This study involved 23 eligible articles. After the data was collected, it was analyzed using the qualitative descriptive data analysis technique. As a result of the various references provided, the overview of the literature found on microlearning covers a wide range of relevant topics and applications. Thus, it can be concluded that microlearning has demonstrated its effectiveness in improving students' understanding of concepts and ability to retain knowledge in several areas of education. Thus, this research will provide deeper insights into the potential and effective micro-learning strategies in various educational contexts.
Media Berbasis Discovery Learning Menggunakan Articulate Storyline 3 Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Cahaya Ni Made Dwi Septia Pradnyani; Made Vina Arie Paramita
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i2.77725

Abstract

Penggunan media pembelajaran berbasis teknologi masih jarang digunakan di sekolah dasar. Guru hanya memanfaatkan sarana yang ada disekolah yakni buku pembelajaran saja. Hal ini tentu mebuat siswa bosan dalam pmbelajaran, terlebh lagi pebelajaran masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media berbasis discovery learning menggunakan articulate storyline 3 pada materi cahaya kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan model ADDIE. Subjek pengembangan ini yaitu media berbasis discovery learning menggunakan articulate storyline 3 pada materi cahaya kelas V sekolah dasar dan objeknya adalah validitas, kepraktisan, dan efektivitas media berbasis discovery learning menggunakan articulate storyline 3 yang dikembangkan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kusioner dan metode tes. Hasil penelitian pengembangan media berbasis discovery learning menggunakan articulate storyline 3 yang dikembangkan adalah valid, praktis, dan cukup efektif diterapkan dalam proses pembelajaran. Melalaui pengembangan media ini diharapkan bisa bermanfaat didalam pengembangan bidang pendidikan dengan menggunakan media yang berbasis teknologi. Selain itu dengan menggunakan model ini diharapkan mampu mengembangkan kemampuan siswa agar siswa dapat secara aktif menumbuhkan serta mengembangkan konsep penemuan dimana siswa akan menemukan sendiri apa yang dipelajarinya melalui pengamatan atau percobaan yang dapat membantu siswa memecahkan masalah dalam pembelajaran secara mandiri.
Implementation of Narrative Essay Learning Strategies for Elementary School Writing Level Astutik, Dwi Widi; Kusumaningrum, Shirly Rizki; Dewi, Radeni Sukma Indra; Anggraini, Ade Eka; Mardhatillah
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i2.77799

Abstract

Writing narrative essays is one of the language skills that elementary school students must have. The use of interesting methods and media is used to stimulate students to develop narrative essay storylines. Several variations of learning strategies are offered so that students can develop their writing skills. This research aims to analyze learning strategies for writing narrative essays that are suitable for use in elementary schools. This research uses a qualitative method with a case study approach. The population of this research was carried out on class IV students as a data source. Data collection techniques include document analysis, questionnaires, observations and interviews. Based on the research results, the strategies used in learning to write narrative essays are not appropriate. Students have not been able to develop sentences in narrative essays based on the series of pictures presented. Lack of practice and lack of interest in reading are the dominant reasons why students are weak in writing.  The implications of this research are can provide new insights for teachers in designing and implementing writing lessons that are more effective and interesting for students. With narrative essay strategies, students can more easily develop their critical thinking skills and creativity through telling personal or imaginative experiences.
Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa Kelas V Sekolah Dasar Ketut Cindy Pratini; Putu Nanci Riastini; Kadek Yudiana
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i2.77864

Abstract

Rasa percaya diri saat ini masih tergolong rendah khususnya pada siswa kelas V sekolah dasar. Hal ini disebabkan karena dalam proses pembelajaran di kelas siswa tidak biasa dilatih untuk percaya diri, masih banyak siswa yang merasa malu-malu untuk menyampaikan pendapat, belum berani tampil di depan kelas, merasa gugup saat mau berbicara, merasa dirinya selalu kurang dari teman lainnya. Di samping itu suasana belajar yang masih monoton juga kurang membantu siswa untuk melatih rasa percaya dirinya. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis model pembelajaran Two Stay Two Stray dalam meningkatkan rasa percaya diri anak kelas V sekolah dasar. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen yang menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (Quasi Experiment). Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V yang berjumlah 286 siswa, dalam penelitian ini sampel diambil dengan tenkik Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 65 siswa. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu metode non tes berupa angket. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial (Uji-t) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran two stay two stray terhadap rasa percaya diri anak kelas V sekolah dasar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model pembelajaran two stay two stray ini layak diterapkan untuk membantu meningkatkan rasa percaya diri siswa sekolah dasar.
Media Pembelajaran Digital dalam Pembelajaran Sastra Ni Putu Noviarini; Putu Lely Somya Prabawati; I Putu Agus Suryanata
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i2.77878

Abstract

Pembelajaran bahasa dan sastra merupakan dua hal yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam proses pembelajaran, sastra tidak dapat dilepaskan dengan pembelajaran bahasa, karena bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan dan perasaan kepada orang lain baik secara tertulis maupun lisan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis media pembelajaran digital dalam pembelajaran sastra. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus fokus utama mengkaji pembelajaran sastra populer sebagai peningkatan literasi digital dengan penggunaan media aplikasi wattpad. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi sederhana dan studi pustaka (Library research). Hasil penelitian adalah penggunaan media dalam proses belajar sangat membantu pentransferan ilmu dari guru kepada siswa. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa). Sastra merupakan wujud gagasan kreatif seseorang melalui pandangan terhadap lingkungan sosial yang berada di sekelilingnya, dengan menggunakan bahasa yang indah, sehingga melalui media digital maka sastra dapat lebih mudah diakses dan dipelajari bagi banyak orang.
Media Pop Up Book Berbasis Kontekstual Muatan Matematika Materi Bangun Ruang Nila, Ni Komang Ayu Nilawati; Gusti Ngurah Sastra Agustika; I Wayan Wiarta
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i2.77915

Abstract

Hasil belajar matematika di Indonesia masih terbilang rendah. Rendahnya hasil belajar dikarenakan kurangnya kreativitas yang dilakukan oleh siswa dalam menyerap, mengatur, serta mengolah informasi dalam pembelajaran yang diberikan oleh guru, hal ini disebabakan karena kurang tepatnya pemilihan media dan gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis media pop up book berbasis kontekstual muatan matematika materi bangun ruang pada siswa kelas II SD. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes objektif pilihan ganda serta kuesioner dan teknik analisis data yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian adalah Rancang bangun media telah sesuai dengan tahapan pengembangan ADDIE, kelayakan media menunjukkan hasil uji ahli isi muatan pelajaran Matematika sebesar 93,33% (Sangat Baik), uji ahli desain instruksional sebesar 95% (Sangat Baik), uji ahli media pembelajaran sebesar 91,66% (Sangat Baik), uji coba perorangan sebesar 90,83% (Sangat Baik), dan uji coba kelompok kecil sebesar 93,33% (Sangat Baik). Hasil uji efektivitas diperoleh H0 ditolak dan Ha diterima, nilai post-test siswa lebih besar dari KKTP. Disimpulkan bahwa media pop up book berbasis kontekstual efektif diterapkan pada muatan matematika materi bangun ruang pada siswa kelas II SD. Implikasi penelitian ini siswa dapat meningkatkan kemampuan mereka dan dapat memahami materi dengan bantuan berbagai media.
Model Pembelajaran Collaborative Creativity (CC) Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV Ni Ketut Yuni Sri Sudewi; Dewa Ayu Puteri Handayani
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i2.77917

Abstract

Rendahnya hasil belajar IPAS disebakan karena pembelajaran masih berpusat pada guru dan kurangnya kolaborasi siswa. Kurangnya kolaborasi siswa sehingga pembelajaran menjadi pasif dan monoton. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis model pembelajaran Collaborative Creativity (CC) terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV. Model CC terdiri dari lima tahapan yaitu: identifikasi masalah, eksplorasi ide kreatif, collaborative creativity, elaborasi ide kreatif dan evaluasi proses beserta hasil pembelajaran. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan eksperimen semu (Quasi Eksperimental Design). pada kelas eksperimen 32 siswa dan kelas kontrol 27 siswa. Penerapan model CC pada kelas eksperimen dan model konvensional pada kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data menggunakan soal tes pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. hasil pengujian hipotesis diperoleh model CC dapat meningkatkan hasil belajar IPAS Siswa Kelas IV. Disimpulkan bahwa model CC efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV dikarena pembelajaran melibatkan siswa secara langsung sehingga siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran dan pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Multimedia Interaktif Berbasis Literasi Digital dengan Topik Daur Hidup Hewan untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas IV Sekolah Dasar Komang Sri Purniasih; I Gusti Ayu Tri Agustiana
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i2.77998

Abstract

Kurangya minat belajar siswa mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Banyaknya topik pembelajaran yang dibahas membuat guru minim menggunakan media pembelajaran. Guru juga belum mengerti penggunaan media pembelajaran berbasis digital. Hal in menyebabkan pembelajaran menjadi monoton dan siswa menjadi bosan. Maka dari itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis efektifitas multimedia interaktif berbasis literasi digital. Jenis penelitian ini yaitu penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Subjek uji coba penelitian terdiri dari 2 ahli desain, 1 ahli isi mata Pelajaran dan 2 ahli media pembelajaran. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, kuisioner dan tes. Adapun instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu rating scale. Metode dan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini yaitu analisis statistik deskriptif kualitatif, analisis statistik deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara multimedia interaktif berbasis literasi digital terhadap hasil belajar siswa siswa kelas IV SD. Simpulan penelitian menunjukkan pemanfaatan Multimedia interaktif berbasis literasi digital dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Multimedia interaktif berbasis linterasi digital membantu siswa belajar secara mandiri karena sifatnya yang praktis. Implikasi penelitian ini multimedia interaktif ini dapat memudahkan siswa dalam belajar topik Daur Hidup Hewan.
Model Pembelajaran SQ3R Berbantuan Media Visual terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Ni Kadek Tarisma Dwi Antari; Ni Nyoman Ganing; Maria Goreti Rini Kristiantari
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i2.77999

Abstract

Masih banyak siswa yang belum optimal dalam memahami suatu bacaan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan dilaksanaknnya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh yang signifikan model SQ3R berbantuan media visual terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV. Adapun desain dalam penelitian ini yakni Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini terdiri dari siswa kelas IV yang terdiri dari 143 siswa. Sampel ditentukan dengan Teknik cluster random sampling, dengan sampel yang terpilih terdiri dari kelompok eksperimen yaitu siswa kelas IV yang dibelajarkan dengan Model SQ3R berbantuan media visual dan kelompok kontrol siswa kelas IV yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran SQ3R. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes pilihan ganda biasa. Hasil penelitian ini berhasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran SQ3R berbantuan media visual terhadap kemampuan membaca pemahaman dalam pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD. Simpulan penelitian menunjukkan dampak yang signifikan pada kemampuann membaca pemahaman bahasa Indonesia setelah menggunakan model pembelajaran SQ3R. Implikasi penelitian ini ini membuat siswa diberi kesempatan untuk merasakan secara langsung dan dengan dibantu media konkret.
Media Pembelajaran E-Komik Berbasis Kearifan Lokal Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kadek Icahayati; Kadek Yudiana; Gusti Ayu Putu Sukma Trisna
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i2.78017

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan bagi siswa. Maka dari itu guru harus menghadirkan pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan. Namun kenyataannya guru belum mampu menghadirkan pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan menciptakan media pembelajaran e-komik berbasis kearifan lokal pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa Kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE. Subjek pada penelitian ini adalah 2 ahli isi materi, 2 ahli media pembelajaran, 2 guru praktisi dan 31 orang siswa. Metode yang digunakan yaitu kuisioner dengan memberikan angket berupa instrumen lembar penilaian. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penilaian aspek materi mendapatkan skor 96,16 %. Validasi ahli media mendapatkan skor 96,16 %. Persentase tersebut berada pada rentangan 90 – 100 % dan validasi respon praktisi mendapatkan skor 97,78 %. Validasi respon siswa yang sudah dirata-ratakan mendapatkan skor 92,42 %. Berdasarkan penilaian skala lima skor tersebut menunjukkan kualifikasi sangat baik, yang berarti media e-komik berbasis kearifan lokal layak digunakan. Simpulan penelitian menunjukkan media e-komik berbasis kearifan lokal mendapat kualifikasi sangat baik. Implikasi penelitian ini melalui media E-komik siswa dapat membangun pengetahuan intelektual, mendukung visualisasi dan interpretasi materi pembelajaran.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 2 (2025): May Vol 9 No 1 (2025): February Vol 8 No 3 (2024): August 2024 Vol 8 No 2 (2024): May 2024 Vol 8 No 1 (2024): February 2024 Vol 8 No 4 (2024): November Vol 7 No 4 (2023): November 2023 Vol 7 No 3 (2023): August 2023 Vol 7 No 2 (2023): May 2023 Vol 7 No 1 (2023): February 2023 Vol 6 No 4 (2022): November 2022 Vol 6 No 3 (2022): August 2022 Vol 6 No 2 (2022): May 2022 Vol 6, No 1 (2022): February 2022 Vol 6 No 1 (2022): February 2022 Vol 5, No 4 (2021): November 2021 Vol 5 No 4 (2021): November 2021 Vol 5, No 3 (2021): August 2021 Vol 5 No 3 (2021): August 2021 Vol 5, No 2 (2021): May 2021 Vol 5 No 2 (2021): May 2021 Vol 5 No 1 (2021): February 2021 Vol 5, No 1 (2021): February 2021 Vol 4, No 4 (2020): NOVEMBER 2020 Vol 4 No 4 (2020): NOVEMBER 2020 Vol 4 No 3 (2020): August 2020 Vol 4, No 3 (2020): August 2020 Vol 4, No 2 (2020): May 2020 Vol 4 No 2 (2020): May 2020 Vol 4, No 1 (2020): February 2020 Vol 4 No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 2 (2020) Vol 4, No 1 (2020) Vol 3 No 4 (2019): November 2019 Vol 3, No 4 (2019): November 2019 Vol 3 No 3 (2019): August 2019 Vol 3, No 3 (2019): August 2019 Vol 3 No 2 (2019): May 2019 Vol 3 No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2019) Vol 3, No 2 (2019) Vol 3, No 1 (2019) Vol 2, No 4 (2018): November 2018 Vol 2 No 4 (2018): November 2018 Vol 2, No 4 (2018): November 2018 Vol 2 No 3 (2018): August 2018 Vol 2, No 3 (2018): August 2018 Vol 2 No 2 (2018): May 2018 Vol 2, No 2 (2018): May 2018 Vol 2, No 2 (2018): May 2018 Vol 2, No 1 (2018): February 2018 Vol 2 No 1 (2018): February 2018 Vol 1, No 3 (2017): November 2017 Vol 1 No 3 (2017): November 2017 Vol 1, No 2 (2017): August 2017 Vol 1 No 2 (2017): August 2017 Vol 1, No 1 (2017): May 2017 Vol 1 No 1 (2017): May 2017 More Issue