cover
Contact Name
anyan
Contact Email
anyanright@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvoxedukasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
ISSN : 20864450     EISSN : 25801058     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran dan evaluasi belajar, baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah publikasi di media cetak maupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: - Pendidikan dan Pengajaran - Metode/Model/Strategi Pembelajaran - Teori Pembelajaran - Penelitian Tindakan Kelas (PTK) - Evaluasi dan Hasil Belajar - Media Pembelajaran Interaktif - e-Learning - Multimedia Pendidikan - Bahan ajar - Kurikulum - Rencana Pembelajaran VOX EDUKASI terbit 2 kali per tahun pada bulan April dan Nopember.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2024): APRIL" : 13 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS QUIZIZZ UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMK Anyan, Anyan; Setyawan, Antonius Edy; Suryani, Desi
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.3322

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Quizizz untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMK. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan atau research & development (R&D), dengan responden sebanyak 30 siswa SMK kelas X. Tahap pengembangan yang dilakukan adalah analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Sedangkan alat pengumpalan data adalah lembar angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahap pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis quizizz dilakukan uji kelayakan oleh ahli materi dan ahli media. Berdasarkan hasil uji kelayakan dari ahli media diperoleh skor rata-rata sebesar 93,3% dengan kategori sangat valid, sedangkan hasil uji kelayakan dari ahli materi diperoleh skor rata-rata sebesar 90,15% dengan kategori sangat valid. Pada tahap implementasi media pembelajaran diketahui bahwa motivasi belajar siswa SMK meningkat dari hasil rata-rata pre-test 66,12% dan post-tes 71,5%, sehingga terjadi peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 5,38%. Dari hasil angket respon siswa diperoleh rata-rata sebesar 75% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis quizizz di SMK dapat dikatakan sangat layak digunakan dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa SMKKata Kunci: Pengembangan, Media Interaktif, Quizizz, Motivasi, Siswa SMKABSTRACTThis research aims to develop Quizizz-based interactive learning media to increase learning motivation of vocational high school students. This research uses the research & development (R&D) method, with 30 students. The development stages carried out are analysis, design, development, implementation, and evaluation. While the data collection tools are questionnaire sheets and documentation. The results showed that at the development stage of quizizz-based interactive learning media, feasibility testing was carried out by material experts and media experts. Based on the results of the feasibility test from media experts, an average score of 93.3% was obtained in the very valid category, while the results of the feasibility test from material experts obtained an average score of 90.15% in the very valid category. At the implementation stage of the learning media, it is known that the learning motivation of vocational students has increased from the average pre-test of 66.12% and post-test of 71.5%, resulting in an increase in student learning motivation by 5.38%. From the results of the student response questionnaire, an average of 75% was obtained in the good category. Based on the results of the development research that has been carried out, it can be concluded that the development of quizizz-based interactive learning media in vocational schools can be said to be very feasible to use and able to increase the learning motivation of vocational high school studentsKeyword: Development, Interactive Media, Quizizz, Motivation, Vocational Hight School Students
“ARIPA” APLIKASI PEMBELAJARAN TATA SURYA BERBASIS AUGMENTED REALITY Pranata, I Made Nanda Susila; Astawa, Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri; Paramitha, A A Istri Ita
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.3178

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran berbasis Augmented Reality yang kemudian digunakan dalam pengenalan lapisan matahari bagi siswa SMPN 3 Kediri. Penelitian ini dilakukan dalam lingkup mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Studi ini memakai metode dari Luther - Sutopo yang dalam siklus penelitiannya memiliki kelebihan dalam perbaikan disetiap tahap yang fleksibel. Metode ini ada enam tahapan yaitu Concept, Design, Material Collection, Assembly, Testing, dan Distribution. Aplikasi ARIPA diuji dengan menggunakan black box testing.Kata Kunci: Augmented Reality, Tata Surya,SMP Negeri 3 KediriABSTRACTThe objective of the study was to create an educational application using augmented reality technology. This application was utilized to teach students from SMPN 3 Kediri about the different levels of the sun. The study was conducted in the context of the Science subject (IPA). The Luther-Sutopo approach was employed in this study because of its adaptability in enhancing each phase of the research cycle. The process consists of six stages: Conceptualization, Design, Material Acquisition, Assembly, Testing, and Distribution. The ARIPA application underwent black box testing.Keyword: Augmented Reality, Solar System, SMP Negeri 3 Kediri 
IMPLEMENTASI ASESMEN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA: KESULITAN DAN TANTANGAN GURU DI SEKOLAH DASAR KOTA SINTANG Serani, Gabriel; Hairida, Hairida
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.3386

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menyoroti tantangan implementasi asesmen pembelajaran kurikulum merdeka, terutama di Sekolah Dasar di Kota Sintang. Metode kualitatif deskriptif digunakan, melibatkan 22 guru dari 6 sekolah dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kesulitan implementasi asesmen kurikulum merdeka berkaitan kurangnya pemahaman dan keterampilan dalam merancang instrumen, serta pemanfaatan hasil asesmen untuk meningkatkan pembelajaran; 2) tantangan implementasi asesmen kurikulum merdeka mencakup mencakup pengelolaan waktu, adaptasi terhadap kemampuan siswa, pemanfaatan teknologi, dan kebutuhan akan variasi instrumen asesmen yang beragam; 3) faktor penyebab problem implementasi kurikulum merdeka meliputi kurangnya pelatihan yang diperoleh terkait asesmen kurikulum merdeka, keterbatasan infrastruktur dan teknologi, serta resistensi dari berbagai pemangku kepentingan terhadap perubahan paradigma dalam pendekatan pembelajaran dan penilaian.Kata Kunci: Impementasi Kurikulum Merdeka, Asesmen Diagnostik, Asesmen Formati, Asesmen SumatifABSTRACTThis study sheds light on the hurdles associated with implementing the learning assessments of Kurikulum Merdeka, particularly within elementary classrooms in Sintang. Employing a qualitative descriptive approach, the study engaged 22 teachers from 6 schools through purposive sampling. The research findings reveal: 1) difficulties in implementing the assessments stem from inadequate comprehension and skills in crafting assessment tools, along with the utilization of assessment outcomes to bolster learning outcomes; 2) challenges in implementing the assessments encompass time management, adapting to students' varying abilities, integrating technology, and the necessity for a diverse array of assessment instruments; 3) key factors contributing to implementation issues with the independent curriculum include insufficient training on the independent curriculum assessment, limitations in infrastructure and technology, and resistance from diverse stakeholders towards paradigm shifts in teaching and assessment methodologies.Keyword: Implementing of Kurikulum Merdeka, Diagnostic Assessment, Formative Assessment, Summative Assessment
IMPLEMENTASI PROGRAM PENINGKATAN PROFESI GURU SMA NEGERI 1 DI KECAMATAN KETUNGAU HULU KABUPATEN SINTANG Beni, Agustinus; Arifin, Arifin; Broto, Mani Festati
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.2833

Abstract

ABSTRAKGuru professional dapat menggerakkan dinamika kemajuan pendidikan nasional, untuk itu diperlukan suatu proses pembinaan berkesinambungan, tepat sasaran dan efektif dengan didukung oleh beberapa unsur.  Unsur-unsur tersebut dapat dipadukan untuk menghasilkan suatu sistem yang dapat bekerja menuju pembentukan guru-guru yang  professional baik kualitas maupun kuantitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Kebijakan Peningkatan Profesionalisme Guru SMA Negeri 1 Ketungau Hulu dengan Pendekatan Deskriptif Kualitatif dengan sumber data utama adalah guru, sedangkan sumber data sekunder berupa dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan kegiatan MGMP, PKB, Diklat, pengembangan kurikulum masih kurang, karena tidak semua guru dikirim dalam kegiatan tersebut. juga kurangnya kesiapan dalam pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi. 2) Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan peningkatan profesionalisme guru adalah pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutanya itu kurangnya pemahaman guru terhadap materi ajar, dan kurangnya kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan sebagai penunjang menjadi guru profesional. 3) Upaya terhadap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan peningkatan profesionalisme guru sudah dilaksanakan terkait pelaksanaan PKB, MGMP, pengembangan kurikulum, diklat pada tingkat sekolah, daerah, maupun provinsi tetapi pencapaian tersebut belum sepenuhnya maksimal. Dinas pendidikan maupun sekolah perlu terus mengupayakan peningkatan profesionalisme guru. Analisis ini berdampak pada terciptanya penyelenggaraan pendidikan yang lebih baik, meningkatkan kinerja dan kualitas guru untuk menjadi guru yang professional, dan terwujudnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.Kata Kunci: Kebijakan Sekolah, Peningkatan Profesi, GuruABSTRACTProfessional teachers can drive the dynamics of national education progress, for this a continuous, targeted and effective coaching process is needed, supported by several elements. These elements can be combined to produce a system that can work towards the formation of professional teachers in both quality and quantity. This research aims to describe the Implementation of the Policy for Increasing Teacher Professionalism at SMA Negeri 1 Ketungau Hulu using a Qualitative Descriptive Approach with the main data source being teacherThe results of the research show that: 1) the implementation of MGMP, PKB, Education and Training activities, curriculum development is still lacking, because not all teachers are sent to these activities. also a lack of readiness in the use of technology, information and communications, while the secondary data source is documents. 2) The obstacles faced in implementing increased teacher professionalism are ongoing professional development, namely a  lack of teacher understanding of teaching material, and a lack of opportunities to take part in training to support becoming a professional teacher. 3) Efforts to overcome the obstacles faced in the implementation of increasing teacher professionalism have been carried out regarding the implementation of PKB, MGMP, curriculum development, training at school, regional and provincial levels but these achievements have not been fully maximized. Education departments and schools need to continue to strive to increase teacher professionalism. This analysis has an impact on creating better education delivery, improving the performance and quality of teachers to become professional teachers, and realizing public understanding of the importance of education.Keyword: School Policy, Professional Improvement, Teacher
PENERAPAN PENGAJARAN BERBASIS TUGAS DALAM BAHASA MANDARIN SEBAGAI BAHASA ASING Lina, Lina
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.3186

Abstract

ABSTRAKSetelah metode pengajaran berbasis tugas menjadi populer, banyak peneliti tertarik dengan metode ini, contohnya untuk pengajaran bahasa mandarin dan bahasa asing lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami serta mengembangkan pengajaran berbasis tugas yang di implementasikan ke dalam pengajaran bahasa mandarin. Metode Penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Penelitian ini secara singkat menjelaskan prinsip-prinsip pengajaran dan karakteristik pengajaran bahasa mandarin berbasis tugas, dan merangkum keunggulan dan kekurangan dari metode pengajaran berbasis tugas untuk mengajar bahasa Mandarin sebagai bahasa asing serta masalah yang akan dihadapi dalam penerapan pengajaran berbasis tugas ke dalam pengajaran bahasa mandarin.Kata Kunci : Pengajaran berbasis tugas, Bahasa mandarin, Bahasa mandarin sebagai Bahasa asing ABSTRACTAfter task-based teaching methods became popular, many researchers became interested in this method, for example, for teaching Mandarin and other foreign languages. The purpose of this research is to understand and develop task-based teaching implemented in Mandarin language teaching. The research method used is literature review. This study briefly explains the principles of task-based teaching and the characteristics of task-based Mandarin language teaching, and summarizes the advantages and disadvantages of task-based teaching methods for teaching Mandarin as a foreign language as well as the challenges that will be encountered in implementing task-based teaching into Mandarin language teaching.Keyword: Task-based teaching, Mandarin language, Mandarin as a foreign language
KEPRAKTISAN PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS FLIPBOOK MAKER DALAM PEMBELAJARAN KEARIFAN LOKAL DI SMP NEGERI 12 PONTIANAK Simarmata, Mai Yuliastri; Agustina, Rini; Mastuti, Dewi Leni; Saray, Sari Oktaviani
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.2691

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepraktisan terhadap penggunaan pengembangan e-modul berbasis flipbook maker dalam pembelajaran kearifan lokal di SMP Negeri 12 Pontianak. Adapun Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Sampel dalam penelitian ini adalah respon kelas VII SMP Negeri 12 Pontianak dengan jumlah siswa sebanyak 37 peserta didik. Instrumen yang digunakan berupa angket yang telah divalidasi dengan hasil validasi bahwa instrument layak untuk digunakan. Pertanyaan angket yang diberikan sebanyak 15 pertanyaan, Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-modul berbasis flipbook maker dalam pembelajaran kearifan lokal termasuk kategori praktis digunakan dalam proses pembelajaran dengan hasil respon peserta didik 93,74%.Kata kunci: kepraktisan, e-modul, flipbook maker, kearifan lokal ABSTRACTThis study aims to determine the practicality of using flipbook maker-based e-module development in learning local wisdom at SMP Negeri 12 Pontianak. The research method used in this research is Research and Development (R&D). The sample in this study was the class VII response of SMP Negeri 12 Pontianak with a total of 37 students. The instrument used is a questionnaire that has been validated with validation results that the instrument is feasible to use. Questionnaires were given as many as 15 questions. The results of the study can be concluded that the use of flipbook maker-based e-modules in learning local wisdom is included in the practical category used in the learning process with student response results of 93.74%.Keyword: Racticality, E-Module, Flipbook Maker, Local Wisdom
PENINGKATAN REGULASI EMOSI MELALUI PENDEKATAN EXPERIENTIAL LEARNING PADA MAHASISWA PPG PRA JABATAN Stevanus, Ivan; Budhayanti, Clara Ika Sari
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.3277

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan regulasi emosi melalui pendekatan experiential learning mahasiswa Program Profesi Guru Prajabatan. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas secara kolaboratif bersama Dosen Bimbingan dan Konseling melalui dua tahapan siklus penelitian tindakan. Subjek penelitian sebanyak 17 mahasiswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan skala regulasi emosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode expressive writing dapat meningkatkan regulasi emosi mahasiswa dengan hasil rerata-skor regulasi emosi aksi pra tindakan sebesar 85,69, pada siklus I sebesar 90,60, dan pada siklus II meningkat menjadi 99,23. Rerata tersebut didukung dengan hasil observasi dan wawancara mahasiswa dan dosen disimpulkan bahwa: (1) mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan pemberian tindakan, (2) mahasiswa mampu mengenal emosi, dan tidak malu untuk tampil di depan umum, (3) mahasiswa lebih memahami emosi yang dirasakannya, (4) mahasiswa mengetahui strategi dalam mengurangi emosi negatif, (5) Mahasiswa mampu merespon dengan emosi yang tepat, dan mampu menyelesaikan masalah emosi mereka secara personal.Kata Kunci : regulasi emosi, pendekatan experiential learningABSTRACTThe aim of this research is to describe improving emotional regulation through an experiential learning approach for students in the Pre-Service Teacher Professional Program. This research uses a collaborative classroom action method with Guidance and Counseling Lecturers through two stages of the action research cycle. The research subjects were 17 students. Data collection methods use observation, interviews and emotional regulation scales. The results of the research show that the expressive writing method can improve students' emotional regulation with the average pre-action emotional regulation score of 85.69, in cycle I it was 90.60, and in cycle II it increased to 99.23. This average is supported by the results of observations and interviews of students and lecturers. It is concluded that: (1) students are actively involved in action giving activities, (2) students are able to recognize emotions, and are not embarrassed to appear in public, (3) students better understand emotions. he feels, (4) students know strategies for reducing negative emotions, (5) Students are able to respond with the right emotions, and are able to solve their emotional problems personally.Keyword: emotion regulation, experiential learning approach
MANAGEMENT OF HIGHER EDUCATION FINANCING IN THE PALOH DISTRICT COMMUNITY Budiman, Jumardi; Kuswanti, Heni; Okianna, Okianna
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.3308

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini ingin mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi pengelolaan pembiayaan pendidikan tinggi pada masyarakat Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, yang merupakan wilayah terluar di Kalimantan Barat dan berbatasan langsung dengan Malaysia Timur. Metode penelitian yang digunakan yakni pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif. Data penelitian diperoleh dengan cara wawancara terhadap informan yakni orang tua mahasiswa asal Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Teknik pengolahan data yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada aspek perencanaan pembiayaan pendidikan jenjang perguruan tinggi, orang tua mahasiswa telah menetapkan tujuan alokasi dana, merumuskan kondisi ekonomi saat ini, mengidentifikasikan segala kemudahan, kekuatan, kelemahan,  hambatan sehingga mampu mengembangkan rencana pembiayaan yang tepat. Pada aspek pengalokasian sumber pembiayaan pendidikan dengan sistem menabung, adanya alokasi dari tunjangan pekerjaan, dan program beasiswa yang diikuti dari anak yang melanjutkan diperguruan tinggi di wilayah tertentu. Pada aspek pengelolaan pembiayaan pendidikan, orang tua mahasiswa memiliki mekanisme yang berbeda sesuai kondisi ekonomi dan perencanaan awal. Evaluasi  pembiayaan  pendidikan  jenjang  perguruan tinggi pada masyarakat Kecamatan Paloh tidak dilaksanakan secara berkala oleh orang tua mahasiswa karena faktor kebiasaan, rasa percaya pada mahasiswa dan kesibukan dalam bekerjaKata Kunci : manajemen; masyarakat; pembiayaan pendidikan; perguruan tinggiABSTRACTThis research aims to find out and describe strategies for managing higher education financing in the people of Paloh District, Sambas Regency, which is the outermost region in West Kalimantan and directly borders East Malaysia. The research method used is a qualitative approach with descriptive form. Research data was obtained by conducting interviews with informants, namely parents of students from Paloh District, Sambas Regency. Data processing techniques are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that in the planning aspect of tertiary education financing, students' parents have set goals for allocating funds, formulated current economic conditions, and identified all the conveniences, advantages, weaknesses and obstacles so that they can develop an appropriate financing plan. In the aspect of allocating educational funding resources using a savings system, there is an allocation of work allowances, and a scholarship program for children who continue to college in certain areas. In the aspect of managing education financing, parents have different mechanisms according to economic conditions and initial planning. Evaluation of higher education financing in the Paloh District community is not carried out routinely by parents of students due to habit factors, feelings of trust in students, and busyness at workKeyword: College; education financing; Management; public
REVOLUSI INDUSTRI 4.0: PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GOOGLE SITES PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TKJ Anyan, Anyan; Tuah, Yayan Adrianova Eka
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.3534

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites untuk kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di era Revolusi Industri 4.0 pada materi Peripheral Komputer. Tujuan utama adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memotivasi siswa serta guru dengan penggunaan teknologi digital. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima langkah atau tahap yakni analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Data dalam penelitian ini diperoleh berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Validasi media pembelajaran dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, menghasilkan skor rata-rata 84,67% dan 85% yang keduanya masuk dalam kategori sangat layak. Implementasi media ini diuji coba pada siswa dan guru SMK Negeri 1 Dedai kelas X TKJ, menghasilkan penilaian rata-rata 85,67% dari guru dan 91,67% dari siswa, yang menunjukkan kategori sangat layak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis web dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, serta memfasilitasi interaksi yang lebih baik antara siswa dan guru. Pengembangan diri guru dalam menguasai teknologi digital juga menjadi faktor kunci dalam keberhasilan penerapan media pembelajaran di era kemajuan teknologi masa kini.Kata Kunci: Google Sites, Media Pembelajaran Interaktif, Pengembangan, Peripheral Komputer ABSTRACTThis study discusses the development of interactive learning media based on Google Sites for Computer and Network Engineering (CNE) competency in the era of the Fourth Industrial Revolution, specifically on Computer Peripherals material. The main objective is to improve the quality of learning and motivate students and teachers through the use of digital technology. This type of research is development research or Research and Development (R&D) using the ADDIE model, which consists of five steps: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The data in this study were obtained in the form of qualitative and quantitative data. The validation of the learning media was conducted by subject matter experts and media experts, resulting in average scores of 84.67% and 85%, both of which fall into the very feasible category. The implementation of this media was tested on students and teachers at Vocational High School 1 Dedai in class X CNE, resulting in average ratings of 85.67% from teachers and 91.67% from students, indicating a very feasible category. The results of the study show that web-based learning media can enhance the effectiveness and efficiency of learning and facilitate better interaction between students and teachers. The professional development of teachers in mastering digital technology is also a key factor in the successful implementation of learning media in the current era of technological advancement.Keywords: Google Sites, Interactive Learning Media, Development, Computer Peripherals
PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA Fajriah, Nurul Ainun; Prasetyo, Agung
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2024): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i1.2238

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan teknologi menjadi salah satu alternatif pembelajaran matematika, khususnya dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Terdapat banyak aplikasi dan website serta teknologi lainnya yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran baik secara tatap muka maupun virtual dan dengan berbagai cara, seperti pembuatan modul, pembuatan aplikasi, dan penyajian soal sebagai bentuk penilaian. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk melihat potensi dan tantangan pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan mengeksplorasi beberapa artikel terkait yang dilakukan melalui lima tahap, yaitu mengidentifikasi pertanyaan penelitian, mengidentifikasi studi yang relevan, memilih studi, memetakan data, dan menyusun, meringkas, dan melaporkan hasilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi memudahkan guru dan siswa dalam proses pembelajaran matematika. Oleh karena itu, kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi perlu dikembangkan agar dapat terus berinovasi dalam penggunaan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.Kata Kunci: Teknologi, kemampuan literasi matematikaABSTRACTThe use of technology is an alternative to learning mathematics, especially in improving students' mathematical literacy skills. There are many applications and websites as well as other technologies that can be used to support the learning process both face-to-face and virtual and in various ways, such as making modules, making applications, and presenting questions as a form of assessment. For this reason, this research was conducted to see the potential and challenges of using technology in improving students' mathematical lit-eracy skills. This study used the scoping review method by exploring several related articles which were carried out through five stages, namely identify-ing the research question, identifying relevant studies, study selection, chart-ing the data, and collating, summarizing, and reporting the results. The results show that the use of technology makes it easier for teachers and students in the process of learning mathematics. Therefore, the teacher's ability to use technology needs to be developed so that they can continue to innovate in technology to support the learning process.Keyword: technology, mathematical literacy ability

Page 1 of 2 | Total Record : 13