cover
Contact Name
anyan
Contact Email
anyanright@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvoxedukasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
ISSN : 20864450     EISSN : 25801058     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran dan evaluasi belajar, baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah publikasi di media cetak maupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: - Pendidikan dan Pengajaran - Metode/Model/Strategi Pembelajaran - Teori Pembelajaran - Penelitian Tindakan Kelas (PTK) - Evaluasi dan Hasil Belajar - Media Pembelajaran Interaktif - e-Learning - Multimedia Pendidikan - Bahan ajar - Kurikulum - Rencana Pembelajaran VOX EDUKASI terbit 2 kali per tahun pada bulan April dan Nopember.
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
MOTIVASI BELAJAR BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA DIPLOMA SEKOLAH TINGGI BAHASA HARAPAN BERSAMA Tanery, Dewi Verensia
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6367

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis motivasi belajar mahasiswa jurusan bahasa Mandarin di Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama pada angkatan diploma 2025. Penelitian ini mengidentifikasi apakah motivasi belajar didominasi oleh motivasi intrinsik atau ekstrinsik serta faktor yang memengaruhi pemilihan jurusan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan kuesioner skala Likert lima tingkat. Data diperoleh dari 22 mahasiswa dan dianalisis menggunakan frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar mahasiswa didominasi oleh motivasi intrinsik, ditandai dengan komitmen pribadi, kepuasan terhadap jurusan, dan keinginan memilih kembali jurusan yang sama. Dukungan sosial dan peluang kerja juga berperan positif, sementara tekanan dari pihak luar relatif rendah. Kesimpulannya, motivasi belajar bahasa Mandarin mahasiswa bersifat intrinsik dengan faktor ekstrinsik sebagai pendukung.
AKSESBILITAS AIR BERSIH SEBAGAI HAK ASASI MANUSIA DALAM BIDANG LINGKUNGAN HIDUP DAN IMPLEMENTASINYA DI SEKOLAH DASAR Nafsiatun, Nafsiatun; Widiyantoro, Ari; Kamarullah, Kamarullah
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6588

Abstract

Accessibility to clean water is a human right that must be fulfilled in everyday life. The ever-increasing human population results in increasing demands for clothing, food, shelter, clean water, and energy. This condition leads to excessive exploitation of natural resources that neglect the environment. Article 3 paragraph 3 of the 1945 Constitution of Republic of Indonesia that the earth, water, and natural resources contained therein are controlled by the state and used for the greatest prosperity of the people. This rule serves as the basis for water resource management in Indonesia. This study aims to analyze accessibility to clean water as a human right in the environmental field and its implementation in elementary schools in three districts in West Kalimantan Province. The research methods included surveys, observations, and interviews in the schools that were the objects of the study. The data were then analyzed and compared with literature on the same theme. The results showed that 100% of schools have implemented the fulfillment of human rights in the form of clean water accessibility, but only 80% of supporting infrastructure is properly maintained. The implementation of human right and environmental understanding has been implemented in 3 subjects, namely IPAS, Bahasa Indonesia, and PPKN.
ANALISIS KESALAHAN DALAM PENGGUNAAN IDIOM NUMERIK BAHASA MANDARIN OLEH PEMBELAJAR BAHASA MANDARIN Riyadi, Sandy
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6377

Abstract

Idiom numerik dalam bahasa Mandarin merupakan kategori kebahasaan yang kaya nilai budaya, namun sulit dikuasai oleh pembelajar bahasa Mandarin sebagai bahasa asing. Penelitian ini bertujuan mengkaji kesalahan dalam pemahaman dan penggunaan idiom numerik pada 97 pembelajar di Pontianak, Indonesia. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pengumpulan data melalui tes pilihan ganda, penilaian, dan konstruksi kalimat, serta dianalisis menggunakan teori analisis kesalahan. Hasil menunjukkan penguasaan pembelajar masih terbatas, dengan tingkat kesalahan lebih dari 56% pada tugas produktif. Kesalahan dominan berupa kesalahan semantik, khususnya interpretasi literal, diikuti kolokasi yang tidak tepat dan kesalahan bentuk karakter. Kesalahan pragmatik juga menunjukkan rendahnya pemahaman konteks penggunaan. Temuan ini menunjukkan adanya pemrosesan dangkal dan dekomposisi leksikal yang memicu generalisasi intrabahasa dan transfer antarbahasa, serta menegaskan pentingnya pembelajaran idiom berbasis konteks dan produksi. 
Hubungan antara Kecemasan Belajar Bahasa Mandarin dan Dukungan Scaffolding pada Mahasiswa Multibahasa Tanjaya, Verick
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6398

Abstract

Penelitian ini menganalisis kecemasan belajar bahasa Mandarin serta dukungan scaffolding pada mahasiswa multibahasa di Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner FLCAS dan analisis statistik SPSS terhadap 42 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan mahasiswa berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan persepsi terhadap scaffolding tergolong cukup positif. Namun, analisis korelasi Pearson menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara scaffolding dan kecemasan belajar (r = 0.072, p > 0.05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kecemasan belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih holistik yang mencakup aspek kognitif dan emosional.
KEBUTUHAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL UNTUK BAHASA JAWA DI SEKOLAH Wibowo, Sulistyorini Wahyu Hari
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6085

Abstract

Advances in educational technology demand innovations in learning media that can meet the needs of students, especially in Javanese language learning, which has been dominated by conventional media. This study aims to identify student needs and formulate strategies for developing digital learning media that are appropriate for the characteristics and challenges of Javanese language learning in schools. The method used is descriptive qualitative research with a literature study approach, referring to Creswell's needs assessment theory to map the gap between ideal and actual conditions. Data sources were obtained from scientific articles, research reports, and relevant publications that were analyzed thematically. The results of the study show that students need learning media that is interactive, interesting, easily accessible, and suitable for the learning style of digital natives. Various previous studies have proven that Android applications, digital comics, interactive multimedia, podcasts, and game-based learning are effective in increasing motivation, vocabulary comprehension, language skills, and preservation of the Javanese script. The recommended digital media development strategies include comprehensive needs analysis, selection of technology appropriate to the school context, integration of local culture, and application of development models such as ADDIE to ensure the quality, feasibility, and effectiveness of the product. This study emphasizes the importance of developing digital media as a strategic step to improve the quality of Javanese language learning and preserve regional languages in the technological era.
ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING BEHAVIOR ACADEMIC CHEATING BY FKIP UNS STUDENTS THROUGH THE PERSPECTIVE OF FRAUD PENTAGON THEORY salsabila, syifa -
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6362

Abstract

Academic fraud undermines student integrity, especially among future educators in the Faculty of Teacher Training and Education. This study examines the effects of pressure, opportunity, rationalization, capability, and arrogance on academic fraud behavior and identifies the most dominant factor within the Fraud Pentagon Theory. Using a quantitative descriptive approach, data were collected from 378 students (2022–2024 cohorts) through stratified proportional random sampling and online questionnaires. Validity and reliability were tested using Pearson correlation and Cronbach’s alpha. Data analysis employed multiple linear regression with SPSS 25. Results show that pressure, opportunity, rationalization, and capability significantly influence academic fraud, while arrogance does not. Rationalization is the most dominant factor, indicating students justify dishonest behavior. These findings emphasize the need to strengthen academic integrity, supervision, and enforcement of regulations.
IDENTITAS BUDAYA GLOBAL, EMPATI DIGITAL, PERSEPSI DISKRIMINASI, DAN WELL-BEING PADA REMAJA GEN Z MULTIKULTURAL Haryani, Eka Juwita
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh identitas budaya global, empati digital, dan persepsi diskriminasi terhadap well-being pada remaja Generasi Z yang hidup dalam konteks multikultural di Indonesia. Generasi Z merupakan kelompok yang tumbuh dalam dinamika globalisasi dan digitalisasi yang intens, sehingga identitas budaya, pengalaman sosial-digital, dan persepsi terhadap ketidakadilan menjadi faktor krusial dalam membentuk kesejahteraan psikososial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional, melibatkan 100 remaja Gen Z berusia 15–24 tahun. Instrumen penelitian mencakup skala identitas budaya global, empati digital, persepsi diskriminasi, dan well-being remaja, yang telah diadaptasi dan diuji melalui validitas konstruk serta reliabilitas internal. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh antarvariabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa identitas budaya global berpengaruh positif dan signifikan terhadap well-being (? = 0,260; p < 0,05), demikian pula empati digital yang memiliki pengaruh positif signifikan (? = 0,290; p < 0,05). Sebaliknya, persepsi diskriminasi terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap well-being (? = ?0,248; p < 0,05). Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap well-being remaja Gen Z (F = 16,765; p < 0,001) dengan kontribusi sebesar 34,4% terhadap variasi kesejahteraan psikologis. Temuan ini menegaskan bahwa well-being remaja Gen Z merupakan konstruk multidimensional yang dibentuk oleh interaksi antara sumber daya psikososial yang bersifat protektif dan pengalaman sosial yang berisiko. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan identitas budaya global dan empati digital dalam model well-being, serta implikasi praktis bagi pengembangan intervensi pendidikan dan kebijakan yang mendukung kesejahteraan remaja di era global-digital.