cover
Contact Name
anyan
Contact Email
anyanright@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalvoxedukasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
ISSN : 20864450     EISSN : 25801058     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat publikasi hasil pemikiran dan penelitian dibidang pendidikan, pengajaran dan evaluasi belajar, baik laporan penelitian maupun tinjauan buku yang dapat memberikan solusi permasalahan bagi perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran secara luas dan bermanfaat serta belum pernah publikasi di media cetak maupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: - Pendidikan dan Pengajaran - Metode/Model/Strategi Pembelajaran - Teori Pembelajaran - Penelitian Tindakan Kelas (PTK) - Evaluasi dan Hasil Belajar - Media Pembelajaran Interaktif - e-Learning - Multimedia Pendidikan - Bahan ajar - Kurikulum - Rencana Pembelajaran VOX EDUKASI terbit 2 kali per tahun pada bulan April dan Nopember.
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
FACTORS INFLUENCING SECONDARY SCHOOL STUDENTS’ MOTIVATION TO LEARN ENGLISH IN EFL CLASSROOMS Ariyanti, Rina; Solihati, Tri Agustini; Julistiana, Risma
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i2.5359

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik utama yang memengaruhi motivasi siswa sekolah menengah dalam belajar bahasa Inggris di kelas EFL di Indonesia. Meskipun bahasa Inggris memiliki peran global yang penting, banyak siswa mengalami kesulitan dalam motivasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh-pengaruh motivasi tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan dari 99 siswa melalui kuesioner skala Likert 20 item dan dari 6 siswa melalui wawancara mendalam. Analisis dilakukan dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor intrinsik seperti pengembangan diri, peningkatan bahasa, dan pemahaman budaya berkontribusi pada motivasi, meskipun kepercayaan diri siswa masih rendah. Faktor ekstrinsik seperti ambisi karier, tujuan pendidikan, dan harapan sosial juga berperan signifikan. Faktor-faktor ini saling berinteraksi, meningkatkan motivasi jika didukung, namun menurun jika tidak. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya guru meningkatkan motivasi siswa melalui penumbuhan minat, penguatan kepercayaan diri, serta pengaitan pembelajaran dengan tujuan dan nilai pribadi siswa.Kata Kunci: motivasi, faktor intrinsik, faktor ekstrinsik, pembelajaran bahasa Inggris, EFLABSTRACTThis study investigates key intrinsic and extrinsic factors affecting secondary school students' motivation to learn English in Indonesian EFL classrooms. Despite English's global importance, many students struggle with motivation. The research aims to identify these motivational influences using a descriptive qualitative approach. This study employed a qualitative research methodology with a survey design. Data were collected from 99 students via a 20-item Likert-scale questionnaire and from 6 students through in-depth interviews. Analysis involved percentage calculations. The results of the study indicate that intrinsic factors such as self-development, language improvement, and cultural understanding contribute to motivation, although students' confidence remains low. Extrinsic factors including career ambitions, educational goals, and social expectations also play a significant role. These factors interact, enhancing motivation when supported but declining otherwise. This study implies the importance of enhancing students’ motivation by fostering interest, strengthening self-confidence, and linking learning to their personal goals and values.Keywords: English as a foreign language (EFL) classroom, intrinsic, extrinsic, motivation
KEARIFAN EKOLOGIS SUKU DAYAK UUD DANUM DALAM NOVEL DANUM Wulansari, Fitri; Hartati, Mesterianti; Melia, Melia
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i2.5467

Abstract

ABSTRAKKrisis ekologis global, yang ditandai oleh isu seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan, bersumber dari minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Sastra, sebagai media yang merefleksikan nilai-nilai budaya, menawarkan potensi signifikan untuk menumbuhkan kesadaran ekologis , namun integrasi etika lingkungan dan kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa dan sastra masih tergolong minim. Penelitian ini bertujuan menelaah nilai kearifan lokal terkait interaksi manusia dengan alam dalam novel Danum karya Abroorza A. Yusra. Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif dan pendekatan ekokritik. Sumber data berasal dari kata-kata atau kalimat yang ada di dalam novel Danum. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian ekokritik sastra di Indonesia serta kontribusi praktis bagi pengembangan materi pembelajaran yang memperkuat kesadaran ekologis dan melestarikan kearifan lokal.Kata Kunci: Ekokritik, Etika Lingkungan, Kearifan Lokal, Novel Danum. ABSTRACTThe global ecological crisis, characterized by issues such as climate change and environmental degradation, stems from a lack of public awareness in safeguarding the environment. Literature, as a medium that reflects cultural values, offers significant potential for fostering ecological consciousness, yet the integration of environmental ethics and local wisdom in language and literature learning remains minimal. This research aims to analyze the values of local wisdom related to human-nature interaction in the novel Danum by Abroorza A. Yusra, using a qualitative content analysis method and an ecocritical approach. The data source consists of words and sentences within the novel Danum. This study is expected to make a theoretical contribution to literary ecocriticism studies in Indonesia, as well as a practical contribution to the development of learning materials that strengthen ecological awareness and preserve local wisdom.Keywords: Ecocriticism, Environmental Ethics, Local Wisdom, Danum Novel.
ANALISIS KEBUTUHAN GURU TERHADAP PENDEKATAN DESIGN THINKING DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DI SMPN 58 JAKARTA Budhayanti, Clara Ika Sari; Stevanus, Ivan
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i2.5362

Abstract

ABSTRAKPendekatan Design Thinking merupakan fondasi krusial bagi guru untuk merancang pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Namun, implementasinya di SMPN 58 Jakarta belum dilakukan secara sistematis, dan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru terhadap pelatihan, pendampingan, dan implementasi praktis Design Thinking guna meningkatkan kapabilitas guru dalam mendesain pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam kepada guru di SMPN 58 Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun belum diterapkan secara formal, sebagian guru telah menerapkan prinsip-prinsip dasar Design Thinking, khususnya pada tahap empathize (memperhatikan karakteristik peserta didik) dan define (menyusun pembelajaran dari mudah ke sulit). Guru juga menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap metode pembelajaran berbasis proyek dan media kreatif. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi dan kesiapan yang besar dari guru untuk mengadopsi pendekatan ini secara penuh apabila diberikan pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan.Kata Kunci: design thinking, analisis kebutuhan, pengembangan pembelajaranABSTRACTThe Design Thinking approach serves as a critical foundation for teachers to devise innovative and creative instructional designs. However, its implementation at SMPN 58 Jakarta has not been carried out systematically or formally. This study aims to analyze teachers' needs for training, mentoring, and practical implementation of Design Thinking to enhance their capabilities in developing effective learning experiences. Using a qualitative methodology, data were collected through observations and in-depth interviews with teachers at SMPN 58 Jakarta. The results indicate that although Design Thinking has not been formally applied, some teachers already implement its basic principles particularly the empathize stage (addressing student characteristics) and the define stage (structuring lessons from simple to complex). Teachers also demonstrated strong enthusiasm for project-based learning methods and the use of creative media to foster student engagement. These findings suggest significant potential and readiness among educators to fully adopt Design Thinking, provided structured and sustained training is made available. Thus, tailored professional development is urgently needed to empower teachers in designing innovative, student-responsive learning environments that support 21st-century skill development.Keywords: design thinking, need analysis, learning development
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF-DIRECTED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PUISI KELAS VII SMPN 08 SELUAS KABUPATEN BENGKAYANG Yuda, Ramadhan Kusuma; Ramaniyar, Eti; Wati, Aprilia Susila
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i2.5424

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Self-Directed Learning (SDL) terhadap keterampilan menulis puisi siswa kelas VII A SMPN 08 Seluas, Kabupaten Bengkayang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment), menggunakan teknik pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 08 Seluas, yaitu kelas VII A dan VII B yang berjumlah total 38 siswa. Populasi merupakan sekelompok individu atau objek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi fokus kajian penelitian. Untuk memperoleh data yang representatif, digunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling, yaitu pemilihan sampel secara acak tanpa mempertimbangkan strata atau lapisan dalam populasi. Melalui proses pengundian, yang terpilih sebagai sampel adalah kelas VII A yang terdiri dari 19 siswa. Sampel ini diharapkan dapat mewakili karakteristik seluruh populasi agar hasil penelitian lebih akurat dan relevan. hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 60,00 pada pre-test menjadi 72,89 pada post-test. Uji Paired Sample t-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Selain itu, nilai effect size sebesar 1,0 mengindikasikan pengaruh yang sangat besar secara praktis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Self-Directed Learning berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. Aspek Penilaian Menulis Puisi dilakukan menggunakan rubrik penilaian, yaitu panduan sistematis yang memuat kriteria seperti tema, diksi, imaji, kata konkret, dan gaya bahasa, masing-masing dengan rentang skor 1-4. Total skor maksimal adalah 20. Rubrik ini membantu guru menilai secara objektif dan konsisten. Lama perlakuan dalam pembelajaran menulis puisi disesuaikan dengan alokasi waktu yang ditetapkan dalam RPP, biasanya berlangsung selama 2-3 pertemuan. Implikasi hasil dari penilaian ini memberi gambaran kemampuan siswa dalam mengekspresikan ide secara puitis, serta menjadi dasar bagi guru bahasa Indonesia dalam memberikan umpan balik, memperbaiki strategi pembelajaran, dan meningkatkan kompetensi literasi siswa.Kata kunci: Self-Directed Learning; keterampilan menulis puisi; model pembelajaranABSTRACTThis study aims to determine the effect of using the Self-Directed Learning (SDL) model on the poetry writing skills of Grade VII A students at SMPN 08 Seluas, Bengkayang Regency. The method used is quantitative with a quasi-experimental design, utilizing pre-test and post-test techniques. The population of this study consists of all Grade VII students at SMPN 08 Seluas, namely classes VII A and VII B, totaling 38 students. A population is a group of individuals or objects with specific characteristics that become the focus of a study. To obtain representative data, the sampling technique used was simple random sampling, which involves randomly selecting samples without considering strata or layers within the population. Through a drawing process, Class VII A, consisting of 19 students, was selected as the sample. This sample is expected to represent the characteristics of the entire population so that the research results are more accurate and relevant. The analysis results show that the students’ average scores increased from 60.00 in the pre-test to 72.89 in the post-test. The Paired Sample t-Test produced a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a significant difference. Furthermore, the effect size value of 1.0 indicates a very large practical effect. Thus, it can be concluded that the implementation of the Self-Directed Learning model has a significant effect on improving students’ poetry writing skills. The assessment of poetry writing was conducted using a scoring rubric, which is a systematic guide containing criteria such as theme, diction, imagery, concrete words, and figurative language, each with a score range of 1–4. The maximum total score is 20. This rubric helps teachers assess objectively and consistently. The duration of the poetry writing instruction was adjusted according to the time allocation set in the lesson plan (RPP), typically carried out over 2–3 sessions.The implications of this assessment provide an overview of students' ability to express ideas poetically and serve as a basis for Indonesian language teachers to provide feedback, improve teaching strategies, and enhance students' literacy competence.Keywords: Self-Directed Learning; poetry writing skills; learning model 
PERAN GENERATIVE AI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERENCANAAN PENELITIAN PADA MATA KULIAH METODE PENELITIAN PENDIDIKAN Thoharudin, Munawar
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v15i2.5565

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan Generative AI Tools dalam meningkatkan kemampuan perencanaan riset mahasiswa pada mata kuliah Metode Penelitian Pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain classroom-based research, data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami peningkatan literasi riset dan kesadaran etika akademik setelah mengikuti pembimbingan reflektif dengan bantuan AI. Mahasiswa tidak hanya menggunakan AI untuk mempercepat penulisan, tetapi juga untuk menstrukturkan ide, membangun argumen, dan merefleksikan logika berpikir ilmiah. Temuan ini mengonfirmasi bahwa AI berperan sebagai cognitive partner yang mendukung kolaborasi manusia–mesin secara etis dan kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan AI Literacy Framework di perguruan tinggi guna memastikan integrasi AI yang reflektif, kolaboratif, dan berorientasi pada integritas akademik.Kata Kunci: Generative AI, literasi riset, perencanaan riset, pembelajaran reflektifABSTRACTThis study aims to explore the use of Generative AI Tools in improving students' research planning skills in the Educational Research Methods course. Using a qualitative approach with a classroom-based research design, data were obtained through participant observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed thematically using the Miles & Huberman model. The results showed that the majority of students experienced increased research literacy and academic ethics awareness after participating in reflective mentoring with the help of AI. Students not only used AI to accelerate writing but also to structure ideas, build arguments, and reflect on scientific thinking logic. These findings confirm that AI plays a role as a cognitive partner that supports human-machine collaboration ethically and contextually. This study recommends the need to strengthen the AI Literacy Framework in higher education to ensure the integration of reflective, collaborative, and academic integrity-oriented AI.Keywords: Generative AI, research literacy, research planning, reflective learning 
NILAI-NILAI KARAKTER DALAM JANGIN UNTUK MELIHAT KEMAMPUAN BAHASA PADA ANAK USIA DINI DI TK IT AZ-ZAHRA TAKENGON Cibro, Juniara Fitri; Shaulita, Rizkia; Marliha, Marliha; Hasniyati, Hasniyati
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i2.5523

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji nilai-nilai karakter yang terkandung dalam tradisi Jangin pada kegiatan Saman Gayo serta relevansinya terhadap kemampuan bahasa anak usia dini di TK IT Az-Zahra Takengon. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan anak kelompok B1. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh nilai karakter yang diintegrasikan dalam Jangin, yaitu jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, cinta tanah air, bersahabat/berkomunikasi, cinta damai, peduli sosial, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut berpengaruh positif terhadap kemampuan bahasa anak, terlihat dari kemampuan mereka berkomunikasi jujur, disiplin, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam kegiatan belajar.Kata kunci: nilai karakter, Jangin, Saman Gayo, kemampuan bahasa, anak usia diniABSTRACTThis study aims to examine the character values contained in the Jangin tradition during Saman Gayo activities and their relevance to the language skills of early childhood at TK IT Az-Zahra Takengon. This research employed a qualitative method with a phenomenological approach. The subjects consisted of the principal, teachers, and children in group B1. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through the stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results show that there are ten character values integrated into Jangin, namely honesty, discipline, hard work, independence, curiosity, love of the homeland, friendliness, peace-loving, social care, and responsibility. These values have a positive influence on children's language abilities, as seen in their improved communication skills being honest, disciplined, confident, caring, and responsible during learning activities. Keywords: character values, Jangin, Saman Gayo, language skills, early childhood
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA KUE DAUN BAMBU DAN KUE SUPA SEBAGAI MAKANAN KHAS TRADISIONAL DAYAK BAKATI DI DUSUN SENTALANG Rapolda, Jhon; Liliana, Sepriani
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i2.4994

Abstract

ABSTRAKEtnomatematika ialah ilmu yang digunakan untuk mengetahui bagaimana matematika diadaptasi dari suatu budaya. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan pengetahuan tradisional yang sering kali terabaikan dalam pendidikan formal. Etnomatematika merupakan pendekatan yang mengkaji konsep matematika yang berkembang dalam budaya masyarakat tertentu. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik partisipan sebagai metode pengumpulan data, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi terhadap para pembuat kue tradisional dan tokoh masyarakat Dayak Bakati. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan-tahapan berupa penyederhanaan data, penyajian informasi, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat mengungkap unsur-unsur matematika yang secara tidak sadar diterapkan dalam proses pembuatan kedua jenis kue tradisional tersebut. Penelitian ini menganalisis bentuk, ukuran, komposisi bahan, dan teknik pengolahan yang mencerminkan penerapan matematika dalam matematika budaya. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam pengembangan kurikulum matematika yang lebih inklusif dan relevan dengan konteks makanan tradisional, serta memperkaya kajian etnomatematika di Indonesia. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi langkah awal dalam upaya pelestarian dan dokumentasi kearifan lokal yang semakin tergerus oleh modernisasi.Kata Kunci: etnomatematika, kue daun bambu, kue supa, Dayak Bakati, budaya lokalABSTRACTEthnomathematics is a science used to find out how mathematics is adapted from a culture. This research aims to preserve traditional knowledge that is often overlooked in formal education. Ethnomathematics is an approach that examines mathematical concepts that develop in the culture of a particular community. The research approach used is qualitative, with participant techniques as a method of data collection, unstructured interviews, and documentation of traditional cake makers and Dayak Bakati community leaders. The data obtained were analyzed through stages such as data simplification, information presentation, and conclusion drawing. The results of the research can reveal mathematical elements that are unconsciously applied in the process of making both types of traditional cakes. This research analyzes the shape, size, composition of ingredients, and processing techniques that reflect the application of mathematics in cultural mathematics. This research has important implications in the development of a more inclusive mathematics curriculum that is relevant to the context of traditional food, as well as enriching the study of ethnomathematics in Indonesia. In addition, the results of this study can also be the first step in efforts to preserve and document local wisdom that is increasingly eroded by modernization.Keywords: ethnomathematics, bamboo leaf cake, supa cake, Dayak Bakati, local culture
POLA PEMANFAATAN GENERATIVE AI DALAM PENULISAN AKADEMIK MAHASISWA KALIMANTAN BARAT Alimin, Al Ashadi; Hariyadi, Hariyadi
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i2.5516

Abstract

ABSTRAKIntegrasi generative artificial intelligence (GenAI) memicu perdebatan global di pendidikan tinggi mengenai potensinya versus risiko terhadap integritas akademik. Sebagian besar penelitian berfokus pada konteks Barat, menyisakan kesenjangan pengetahuan tentang pola adopsi di wilayah non-urban seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan tersebut dengan mengukur secara kuantitatif tingkat dan pola pemanfaatan GenAI oleh mahasiswa di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan desain survei cross-sectional terhadap 721 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuisoner Skala Linkert 5 poin yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = ,941) yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil utama mahasiswa bukanlah pengguna pasif, melainkan pengguna yang strategis. Tingkat pemanfaatan sangat tinggi untuk tugas pra-penulisan (misalnya, menghasilkan ide, Mean=3.52; menerjemahkan teks, Mean=3.56), namun lebih moderat dan berhati-hati untuk tugas penulisan inti seperti esai (Mean=3.22). Temuan kunci adalah rendahnya tingkat ketergantungan total (Mean=3.15), yang menantang narasi tentang krisis integritas akademik. Kesimpulannya, mahasiswa mengadopsi AI sebagai alat bantu terdiferensiasi, bukan sebagai pengganti pemikiran kritis. Implikasi praktisnya adalah perlunya institusi pendidikan tinggi mengembangkan kebijakan mengintegrasikan AI Literacy sebagai kompetensi akademik baru.Kata Kunci: Kecerdasan Buatan Generatif, Penulisan Akademik, Pendidikan Tinggi, Literasi AI, Integritas AkademikABSTRACTThe integration of Generative Artificial Intelligence (GenAI) in higher education has sparked a global debate, balancing its potential against risks to academic integrity. Existing research, predominantly from Western contexts, leaves a knowledge gap regarding adoption patterns in regions like Indonesia. This study addresses this gap by quantitatively analyzing GenAI utilization patterns. This research used a cross-sectional survey design (N=721). Data were collected using a 5-point Likert scale questionnaire, which was tested for validity and reliability (Cronbach’s Alpha = .941), and then analyzed using descriptive statistics. Findings reveal students are strategic, not passive, users, with high utilization for pre-writing tasks (e.g., idea generation, M=3.52) but moderate use for core writing (M=3.22). Crucially, a low level of complete reliance (M=3.15) challenges the prevailing narrative of an academic integrity crisis. Students adopt GenAI as a differentiated tool to augment, not replace, critical thinking, implying an urgent need for institutions to integrate AI Literacy as a core academic competency.Keywords: Generative Artificial Intelligence, Academic Writing, Higher Education, AI Literacy, Academic Integrity
STRATEGI GURU PAI DALAM MENANGANI BULLYING DI SMP NEGERI 2 MANGGENG Afkar, Nadia Ulfatun; Bararah, Isnawardatul; Mawaddah, Sri
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i1.4680

Abstract

ABSTRAK Bullying merupakan masalah serius di lingkungan sekolah yang berdampak negatif terhadap perkembangan mental dan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi guru pendidikan agama islam dalam menangani perilaku bullying di SMP Negeri 2 Manggeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru PAI dan siswa 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi penguatan karakter melalui kegiatan keagamaan seperti muhadharah dan kajian rutin. Guru juga melakukan pendekatan langsung kepada pelaku dan korban bullying serta bekerjasama dengan pihak sekolah dan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang aman. Strategi lain yang diterapkan meliputi bimbingan moral, pengawasan, motivasi, dan pemberian sanksi kepada pelaku. Pada strategi ini terdapat kendala yang dihadapi rendahnya kesadaran siswa terhadap nilai agama serta kurangnya dukungan dari lingkungan sosial. Penelitian ini sangat menegaskan pentingnya peran guru PAI dalam membentuk karakter dan mencegah perilaku bullying di sekolah.Kata Kunci: Strategi,Guru,Pendidikan Agama Islam, bullying,SiswaABSTRACTBullying is a serious problem in the school environment that has a negative impact on students' mental and social development. This study aims to identify the strategies of Islamic religious education teachers in dealing with bullying behavior at SMP Negeri 2 Manggeng. This study uses a qualitative research approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation of Islamic Religious Education teachers and 4 students. The results of the study indicate that Islamic Religious Education teachers apply character strengthening strategies through religious activities such as muhadharah and routine studies. Teachers also approach perpetrators and victims of bullying directly and work together with the school and parents to create a safe environment. Other strategies implemented include moral guidance, supervision, motivation, and sanctions against perpetrators. In this strategy, there are obstacles faced by students' low awareness of religious values and lack of support from the social environment. This study strongly emphasizes the importance of the role of Islamic Religious Education teachers in shaping character and preventing bullying behavior in schools.Keywords:  Strategy, Teacher, Islamic Religious Education, bullying, Students.
PERAN KOLABORASI ILMU HUKUM DAN BIMBINGAN KONSELING DALAM PENCEGAHAN BULLYING DI SMK Yanti, Novi; Ulfah, Masithah; Tihawa, Tihawa; Hasibuan, Fadhilah Arfa; Hanum, Atiqoh; Vifania, Balqis
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i1.4705

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas kolaborasi antara pengetahuan hukum dan konseling dalam konteks perundungan di SMKN 3 Medan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan meningkatkan proses belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara dengan siswa serta tenaga pendidik. Kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antara pihak yang memahami aspek hukum (PKn dan praktik hukum) dan guru bimbingan konseling memiliki dampak yang signifikan terhadap prevalensi perundungan di sekolah. Salah satu model kolaboratif yang telah dikembangkan, yaitu Integrated Legal-Counseling Approach (ILCA), efektif dalam meningkatkan pengetahuan hukum dan kecerdasan sosial-emosional siswa. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi interdisipliner sebagai strategi pencegahan berdasarkan prinsip-prinsip yang baik untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan sehat.Kata Kunci: Kolaborasi, Ilmu Hukum, Bimbingan Konseling, Pencegahan Bullying, Lingkungan Sekolah, SMKN 3 MedanABSTRACTThe purpose of this study is to analyze the effectiveness of collaboration between legal knowledge and counseling in the context of bullying at SMKN 3 Medan. This collaboration is expected to create a safe school environment and improve students' learning process. This study used a quantitative approach with a descriptive correlational design. Data were obtained through questionnaires and interviews with students and educators. Then analyzed using descriptive and correlational statistical techniques. The results showed that cooperation between those who understand legal aspects (Civics and legal practice) and counseling guidance teachers had a significant impact on the prevalence of bullying in schools. One collaborative model that has been developed, the Integrated Legal-Counseling Approach (ILCA), is effective in improving students' legal knowledge and social-emotional intelligence. This research recommends interdisciplinary collaboration as a prevention strategy based on sound principles to create a safe and healthy school environment.Keywords: Collaboration, Legal Studies, Guidance Counseling, Bullying Prevention, School Environment, SMKN 3 Medan