cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sitimararil@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 23560312     EISSN : 23560320     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The publication of Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 7 articles consisting of Agrotechnology and Forestry topics.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Pengaruh Pupuk Majemuk Mikro dan N, P, K terhadap Mn Total Tanah, Pertumbuhan pada Inceptisols Riky Risman; Emma Trinurani Sofyan; Rina Devnita
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.13024

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya masih dipengaruhi oleh rendahnya kesuburan tanah dan ketidakseimbangan unsur hara, terutama pada tanah InceptisolsPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk majemuk mikro yang dikombinasikan dengan pupuk N, P, K terhadap Mn total tanah dan pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Inceptisols asal Jatinangor. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, NPK rekomendasi, kombinasi pupuk majemuk mikro dengan NPK rekomendasi, serta kombinasi pupuk majemuk mikro dengan ¾ dosis NPK rekomendasi. Pengamatan meliputi Mn total tanah, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan jumlah cabang. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk majemuk mikro dan N, P, K berpengaruh nyata terhadap Mn total tanah dan pertumbuhan tanaman tomat. Perlakuan E (1½ pupuk majemuk mikro + NPK rekomendasi) menghasilkan Mn total tanah tertinggi sebesar 2,010 ppm. Sementara itu, perlakuan F (1 pupuk majemuk mikro + ¾ NPK rekomendasi) memberikan hasil pertumbuhan terbaik, meliputi tinggi tanaman 100,51 cm, diameter batang 1,51 cm, jumlah daun 45,04 helai, dan jumlah cabang 22,13 cabang pada umur 49 HST. Kombinasi pupuk majemuk mikro dengan pengurangan dosis N, P, K hingga ¾ rekomendasi mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan unsur hara sehingga mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman tomat secara optimal pada tanah Inceptisols asal Jatinangor.
Peran Biochar dalam Sekuestrasi Karbon dan Mitigasi Emisi Gas Rumah Kaca pada Budidaya Padi Sawah Kharmelia Sandra Livia; Emma Trinurani Sofyan
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.13131

Abstract

Perubahan iklim global menjadi salah satu tantangan utama sektor pertanian, termasuk budidaya padi sawah yang merupakan sumber emisi metana (CH₄) akibat kondisi tanah yang tergenang dan anaerob. Biochar telah banyak dikaji sebagai teknologi yang berpotensi meningkatkan kualitas tanah sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari budidaya padi. Artikel tinjauan ini bertujuan untuk mengkaji peran biochar dalam meningkatkan sekuestrasi karbon dan memitigasi emisi gas rumah kaca pada lahan sawah, serta membahas mekanisme kerja, faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya, peluang pemanfaatan, dan tantangan implementasinya. Kajian dilakukan melalui studi literatur deskriptif terhadap publikasi ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar dan ScienceDirect pada periode 2016–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi biochar mampu meningkatkan cadangan karbon organik tanah sekitar 27–45% melalui peningkatan stabilitas karbon dan perbaikan sifat tanah. Selain itu, biochar umumnya menurunkan emisi CH₄ sebesar 22% hingga lebih dari 50% dengan menekan aktivitas mikroorganisme metanogen dan meningkatkan oksidasi metana oleh metanotrof. Emisi dinitrogen oksida (N₂O) juga dilaporkan menurun sebesar 17–48%, terutama melalui peningkatan aktivitas gen nosZ yang berperan dalam reduksi N₂O menjadi N₂. Namun, efektivitas biochar sangat dipengaruhi oleh jenis bahan baku, suhu pirolisis, dosis aplikasi, kondisi tanah, serta pengelolaan air dan hara. Secara keseluruhan, biochar berpotensi menjadi strategi mitigasi perubahan iklim yang mendukung keberlanjutan budidaya padi sawah. Penelitian selanjutnya perlu difokuskan pada evaluasi ekonomi jangka panjang dan pengembangan standar biochar berbasis sumber daya lokal.
Viabilitas Benih Cabai Rawit Tiyung Tanjung pada Metode Ekstraksi dengan Perendaman Natrium Hidroksida Angela Venta Yosefhine; Hikma Ellya; Rila Rahma Apriani; Raihani Wahdah; Gani Jawak
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.13135

Abstract

Cabai rawit Tiyung Tanjung (Capsicum frutescens L.) merupakan varietas lokal khas Kalimantan Selatan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Salah satu kendala dalam pengembangan varietas ini adalah rendahnya kualitas benih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perendaman benih dalam larutan NaOH terhadap viabilitas benih cabai rawit Tiyung Tanjung serta mengetahui konsentrasi yang memberikan respons terbaik. Penelitian ini dilaksanakan pada juni hingga agustus 2025 di Laboratorium Produksi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor berupa konsentrasi NaOH 0% (kontrol), 1%, 2% dan 3% yang di ulang sebanyak lima kali. Variabel yang diamati meliputi daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, kecepatan tumbuh, panjang plumula dan panjang radikula. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan perendaman menggunakan larutan NaOH tidak memberikan pengaruh nyata terhadap daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum dan kecepatan tumbuh benih. Namun perlakuan tersebut berpengaruh terhadap panjang plumula dan panjang radikula kecambah. Semakin tinggi konsentrasi NaOH yang diberikan, semakin besar kecenderungan penurunan viabilitas benih akibat gangguan fisiologis dan kerusakan embrio yang dipicu oleh sifat basa kuat larutan. Kata kunci: Cabai Tiyung Tanjung, NaOH, Viabilitas benih. ABSTRACT Tiyung Tanjung cayenne pepper (Capsicum frustescens L.) is a local variety typical of south kalimantan that has high economic value and has the potential to be developed to meet the needs of community consumption. One of the obstacles in the development of this variety is the low quality of the seeds. This study was conducted to determine the effect of seed soaking in NaOH solution on the viability of Tiyung Tanjung cayenne pepper seeds and to determine the best response. This study was conducted from june to august 2025 at the Agroecotechnology Production Laboratory, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University. The method used was a Completely Randomized Design (CRD with one factor in the form of NaOH concentrations of 0% (control), 1%, 2% and 3% which were repeated five times. The variables observed included germination power, maximum growth potential, growth rate, plumule length and radicle length. The results showed that the soaking treatment using NaOH solution did not have a significant effect on germination power, maximum growth potential and seed growth rate. However, the treatment affected the length of the plumule and radicle length of the sprouts. The higher the NaOH concentration applied, the greater the tendency for seed viability to decrease due to physiological disturbances and embryo damage triggered by the solution’s strong alkaline nature. Keywords: Tiyung Tanjung Chili, NaOH, Seed Viability
Sensitivitas Metode Thresholding Terhadap Apparent Leaf Area Index Downward-Looking Digital Cover Photography Pada Kanopi Jagung Manis Muhammad Hifzan Silmi; Najwa Robaniyah Firdaus; Addawyah Wahidah; Salsabillah Salsabillah; Aditya Nurhidayat; Kania Aliya Putri Zahrani; Muhammad Amir Sholihin; Sastrika Anindita
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.13157

Abstract

Leaf Area Index (LAI) is an important parameter for describing crop canopy conditions, but LAI estimation based on downward-looking Digital Cover Photography (DCP) strongly depends on the successful segmentation of vegetation and non-vegetation pixels. This study aimed to evaluate the sensitivity of seven thresholding methods, namely Otsu, Yen, Li, Triangle, Isodata, Mean, and Minimum, to Apparent LAI in sweet corn canopy. RGB images that passed quality control were converted into the CIE Lab* color space; subsequently, the a* channel was transformed and inverted before segmentation. Apparent LAI values were calculated using a gap fraction approach, the Beer-Lambert formulation, a 7 x 7 grid subdivision, and clumping index correction. The results showed that Otsu, Li, Isodata, and Mean were the most stable methods because they had complete sample numbers and data distributions that met the normality assumption. In contrast, Yen and Triangle produced extreme values, whereas Minimum showed processing limitations with only 80 valid data points. The sensitivity analysis showed that the moderate scenario had lower variation than the extreme and complete scenarios. The RM ANOVA results showed significant differences among the stable methods, with F = 345.4141, p-GG = 0.0000, and ng^2 = 0.43902. Post hoc testing showed that Li and Isodata were not significantly different, whereas the other method pairs differed significantly. These findings confirm that the choice of thresholding method strongly determines Apparent LAI estimation, with Li and Isodata as the most consistent methods, Otsu as a moderate comparator, Mean as a conservative method, and Yen, Triangle, and Minimum as diagnostic methods.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L.) Varietas NK 212 terhadap Intensitas Pemangkasan Daun di Lahan Sawah Nurlinda Nurlinda; Andi Cakra Yusuf; Sulkifli Sulkifli
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemangkasan daun terhadap pertumbuhan dan hasil panen varietas jagung NK 212 yang ditanam di sawah, dengan mempertimbangkan tantangan kelembaban tinggi di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan di Desa Patangnga, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat tingkat perlakuan: tanpa pemangkasan daun (P 0 ), pemangkasan daun 25% (P 1 ), 50% (P 2 ), dan 75% (P 3 ) dari daun bagian bawah tongkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan daun secara signifikan mempengaruhi parameter pertumbuhan (jumlah daun dan indeks luas daun) dan komponen hasil panen (panjang tongkol, diameter, berat, dan hasil per hektar). Perlakuan pemangkasan 50% (P 2 ) menghasilkan hasil terbaik dengan produktivitas mencapai 8,58 ton/ha. Sebaliknya, tanpa pemangkasan (P 0 ) dan pemangkasan berat (75%) menunjukkan hasil yang kurang optimal. Disimpulkan bahwa pemangkasan daun 50% merupakan strategi agronomi yang paling efektif untuk meningkatkan produktivitas jagung NK 212 di ekosistem sawah, karena mampu menyeimbangkan penerimaan cahaya dan alokasi fotosintat.
EFEK FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN BIOCHAR DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN KUSAMBI PADA LAHAN SEMI-ARID Magdalena Pareira; Kristina Irnasari Naikofi
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12661

Abstract

Lahan semi-arid di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, banyak memiliki keterbatasan yakni rendahnya ketersediaan air, unsur hara, dan aktivitas mikroorganisme tanah yang berdampak pada rendahnya pertumbuhan tanaman kusambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian fungi mikoriza arbuskula dan biochar terhadap pertumbuhan tanaman kusambi (Schleichera oleosa) pada kondisi lahan kering. Penelitian dilakukan selama delapan bulan dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor, yaitu fungi mikoriza arbuskula (0, 25, dan 50 g per tanaman) dan biochar (0, 10, dan 20 ton per hektar) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat kering tanaman, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pemberian fungi mikoriza arbuskula dan biochar secara nyata meningkatkan seluruh parameter pertumbuhan tanaman dibandingkan tanpa perlakuan. Kombinasi perlakuan dosis tertinggi menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan tinggi tanaman mencapai 43,63 cm, jumlah daun 42,33 helai, diameter batang 10,76 mm, berat kering 35,40 g, dan panjang akar 43,33 cm. Peningkatan pertumbuhan tersebut terjadi akibat perbaikan sifat tanah, peningkatan ketersediaan hara, serta efisiensi penyerapan air oleh tanaman. Dengan demikian, penggunaan fungi mikoriza arbuskula dan biochar secara terpadu efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kusambi pada lahan semi-arid dan berpotensi sebagai strategi pengelolaan lahan kering yang berkelanjutan.
The Effect of Alginate Concentration and 8 kHz Audiosonic Treatment on the Viability of Arbuscular Mycorrhizal Fungi in Biochar Pellets Salsabila Salsabila; Anne Nurbaity; Vira Kusuma Dewi; Betty Natalie Fitriatin; Pujawati Suryatmana; Mieke Rochimi Setiawati
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.13366

Abstract

The effectiveness of arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) as a biofertilizer in enhancing plant growth is influenced by environmental factors that can inhibit germination and reduce spore viability. Encapsulation using alginate as a coating material, combined with audiosonic stimulation, may improve spore protection and physiological activity. This study was conducted from October 2025 to February 2026 at the Soil Biology Laboratory, Department of Soil Science and Land Resources, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, to evaluate the interaction between alginate concentration and audiosonic treatment on AMF spore germination and viability. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with six treatments and three replicates. Alginate concentrations consisted of 1%, 2%, and 3%, while the audiosonic treatments included no audiosonic exposure and exposure to 8 kHz at a duration of 8 hours per day. The results showed a significant interaction between alginate concentration and audiosonic treatment on AMF viability. The 2% alginate concentration resulted in the greatest spore viability. Keywords: Audiosonic, Alginate encapsulated, Arbuscula Mycorrhizal Fungi (AMF), Biochar pellets

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 12 No. 2 (2025): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 12 No. 1 (2025): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 11 No. 2 (2024): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 11 No. 1 (2024): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 2 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 9 No. 2 (2022): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 9 No 1 (2022): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 8 No 2 (2021): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 8 No 1 (2021): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 7 No 2 (2020): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 7 No 1 (2020): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 6 No 2 (2019): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 6 No 1 (2019): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 5 No 2 (2018): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 5 No 1 (2018): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 4 No 2 (2017): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 4 No 1 (2017): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 3 No 2 (2016): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 3 No 1 (2016): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 2 No 2 (2015): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 2 No. 2 (2015): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 2 No 1 (2015): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 1 No 1 (2014): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan More Issue