cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sitimararil@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 23560312     EISSN : 23560320     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The publication of Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 7 articles consisting of Agrotechnology and Forestry topics.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Penerapan Teknis Budidaya oleh Petani pada Produksi Alpukat di Lahan Gambut : Studi Kasus di Desa Tahai Jaya dan Kereng Bengkirai Evi Faridawaty; Pienyani Rosawanti; Suparno Suparno; Untung Darung; Susi Kresnatita
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12509

Abstract

Budidaya alpukat pada lahan gambut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas hortikultura, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh penerapan teknik budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan gambut yang umumnya memiliki tingkat kemasaman tinggi, ketersediaan unsur hara rendah, dan kondisi pengairan yang kurang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknis budidaya alpukat oleh petani pada lahan gambut, mengetahui produksi alpukat yang dihasilkan, serta menjelaskan hubungan antara penerapan teknis budidaya dan produksi alpukat. Penelitian dilaksanakan di Desa Tahai Jaya dan Desa Kereng Bengkirai dengan menggunakan metode survei melalui wawancara dan observasi terhadap petani alpukat. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden, penerapan teknis budidaya, dan produksi alpukat, serta menganalisis hubungan dengan korelasi Spearman antara aspek teknis budidaya dan produksi alpukat. Hasil penelitian bahwa penerapan teknis budidaya alpukat oleh petani meliputi persiapan media tanam, pemilihan bibit, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), dan sistem drainase. Produksi alpukat lahan gambut berkisar antara 20 hingga 100 kilogram per pohon per tahun. Hasil uji Spearman menunjukkan bahwa ketebalan gambut, luas lahan dan pemupukan, serta varietas bibit terdapat hubungan dengan produksi alpukat. Hubungan terkuat pada varietas bibit terhadap produksi alpukat pada lahan gambut. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa penerapan teknik budidaya yang tepat dan pemilihan varietas bibit menjadi faktor penting dalam produksi alpukat pada lahan gambut.
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU ALDI MANDOMAI MEUBEL PALANGKA RAYA Wahyu Supriyati; Alpian Alpian; Hana Nia Sarah Br Ginting; Muhammad Fadhil Amurudin Sudomo; Gimson Luhan; Yanciluk Yanciluk
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12513

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem persediaan bahan baku dan proses produksi pada Aldi Mandomai Meubel di Kota Palangka Raya serta mengevaluasi efisiensi biaya persediaan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock (SS), dan Reorder Point (ROP). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terkait pembelian, penggunaan, biaya pemesanan, serta biaya penyimpanan bahan baku. Bahan baku utama yang digunakan meliputi kayu ulin, benuas, meranti, dan kayu lokal bandsaw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem persediaan bahan baku pada perusahaan masih dilakukan secara manual berdasarkan pengalaman manajerial sehingga belum optimal dalam pengendalian biaya persediaan. Hasil analisis EOQ menunjukkan jumlah pemesanan bahan baku yang optimal sebesar 4,6 m³ setiap kali pemesanan dengan frekuensi pemesanan sebanyak 14 kali per tahun. Perhitungan Safety Stock sebesar 14,83 m³ dan Reorder Point sebesar 15 m³ menunjukkan batas persediaan minimum untuk melakukan pemesanan kembali guna menjaga kelancaran produksi. Total biaya persediaan menggunakan metode EOQ sebesar Rp1.391.086 per tahun, lebih rendah dibandingkan sistem perusahaan sebesar Rp4.350.000 per tahun, sehingga diperoleh penghematan biaya sebesar Rp2.958.914 per tahun. Penerapan metode EOQ, Safety Stock, dan Reorder Point terbukti mampu meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan bahan baku serta mendukung kontinuitas proses produksi pada industri mebel.
Kearifan Lokal Sebagai Sistem Ketahanan Ekonomi Berbasis Hutan Berkelanjutan: Studi Kasus Masyarakat Adat Suku Baduy Fachrul Gunawan
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12604

Abstract

Kearifan lokal merupakan karaterisitik masyarakat di suatu daerah yang harus dijaga sebagai identitas sekaligus sebagai filter bagi berbagai aspek kebudayaan luar yang tidak sesuai. Penelitian ini mengkaji ketahanan ekonomi masyarakat adat suku Baduy berbasis hutan secara keberlanjutan dengan kearifan lokal. Modernisasi saat ini menjadikan budaya kearifan lokal hampir tidak dijalankan dengan baik khususnya pada pengelolaan sumber daya alam. Pada penelitian ini menjelaskan, dengan kearifan lokal praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjuta dapat mempertahankan perekonomian masyarakat adat suku Baduy yang masih mempertahankan adat istiadat dari nenek moyang mereka. Metode: Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan beberpa masyarakat adat suku Baduy di Banten. Analisis data menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Temuan: Partisipasi masyarakat sangat berpengaruh dalam menjaga ekosistem alam. Masyarakat adat suku Baduy memiliki aturan dan budaya yang telah ada sejak zaman leluhur mereka yang dipercaya menjadi pedoman kehidupan hingga cara mereka memperlakukan alam dengan baik, hingga saat ini masih secara konsisten dijalankan dan dilestarikan. Dari aturan tersebut membuat keseimbangan ekologi, ekonomi dan sosial ditengan gempuran globalisasi dan moderenisasi. Kearifan lokal yang diterapkan juga membuktikan bahwa mereka mampu mempertahankan lingkungan secara berkelanjutan dengan perekonomian yang sederhana dan sosial yang baik. Perlawanan mereka terhadap modernisasi dan industrialisasi bukanlah penolakan terhadap kemajuan, melainkan upaya sadar untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan alam sesuai dengan nilai-nilai tradisional. Kesimpulan: Kearifan lokal masyarakat adat suku Baduy merepresentasikan suatu sistem sosial-ekologis yang terintegrasi, yang mana nilai-nilai budaya, spiritual, dan ekonomi saling menopang dalam membentuk keharmonisan antara manusia dan alam hingga menciptakan ketahanan ekonomi berbasis hutan yang berkelanjutan. Kebaharuan artikel: selain menambah referensi pembaca, secara pembahasan tidak hanya membahas praktik kearifan lokal saja, tetapi juga sistem perekonomian tradisional yang dijalankan oleh masyarakat adat suku Baduy yang mampu dipertahankan hingga saat ini dan juga menopang perekonomian masyarakat lokal.
EFEKTIVITAS MIKROORGANISME LOKAL BERBAHAN NASI BASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.) Inrianti Inrianti; Sepling Paling; Alber Tulak; Meri Berliana; Erinus Mosip; Maria Gabriela Mbinu; John Pumoko
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas mikroorganisme lokal (MoL) berbahan nasi basi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) serta mengidentifikasi konsentrasi perlakuan yang paling optimal. Penelitian dilaksanakan pada Juli–September 2022 di Kampung Hom-hom, Kecamatan Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya, menggunakan rancangan acak kelompok dengan lima taraf perlakuan, yaitu tanpa MoL, 20 mL MoL + 80 mL air, 40 mL MoL + 60 mL air, 60 mL MoL + 40 mL air, dan 80 mL MoL + 20 mL air. Masing-masing perlakuan diulang empat kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan berat segar tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi MoL nasi basi berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi 80 mL MoL + 20 mL air, yang menghasilkan tinggi tanaman 48,30 cm, jumlah daun 16,20 helai, lebar daun 6,08 cm, dan berat segar 283,32 g. Hasil ini menunjukkan bahwa nasi basi berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku MoL yang murah, sederhana, dan ramah lingkungan untuk mendukung budidaya kangkung darat.
KARAKTERISASI KANDUNGAN HARA PUPUK ORGANIK PADAT BERBASIS LIMBAH NANAS DAN KOTORAN TERNAK DI KABUPATEN KUTAI TIMUR Bahar Udin; Suhardi Suhardi; Agusty Saputra
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12850

Abstract

Pemanfaatan limbah organik yang berasal dari limbah kulit nanas serta kotoran ternak seperti sapi dan ayam memiliki berpotensi tinggi sebagai pupuk organik, karena mampu meningkatkan kandungan unsur hara tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan hara pada kombinasi limbah nanas dan kotoran hewan yang dihasilkan oleh Kelompok Tani Karya Mandiri di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan evaluatif. Penelitian dilakukan melalui analisis laboratorium terhadap sampel pupuk organik padat untuk mengukur parameter kimia utama, yang selanjutnya dibandingkan dengan standar mutu pupuk organik berdasarkan SNI 7763:2024. Secara umum, pupuk organik yang dihasilkan memiliki potensi sebagai sumber hara alternatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan C-organik sebesar 32,20%, yang mengindikasikan tingginya bahan organik dalam pupuk. Nilai pH sebesar 7,15 tergolong netral dan sesuai untuk mendukung ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Kandungan fosfor total (P₂O₅) sebesar 4,09% dan kalium (K₂O) sebesar 3,65% menunjukkan bahwa pupuk ini cukup kaya akan unsur hara makro esensial. Namun, kandungan nitrogen (N) tidak terdeteksi (di bawah batas deteksi 0,01%), sehingga rasio C/N tidak dapat dihitung. Kadar air tercatat sebesar 35,56%, yang masih relatif tinggi dan dapat mempengaruhi stabilitas serta daya simpan pupuk.
KARAKTERISTIK SIFAT FISIK TANAH PADA LAHAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT DI KAWASAN GUNUNG KARANG Vivin Safinah; Sri Ritawati; Nuniek Hermita; Endang Sulistyorini
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12869

Abstract

Tanah merupakan koponen utama untuk mendukung pertumbuhan tanaman serta berfungsi sebagai media tumbuh sekaligus penyedia unsur hara, udara, dan udara bagi tanaman. Kualitas tanah sangat ditentukan oleh sifat fisiknya, seperti tekstur, struktur, dan bobot isi, yang berperan dalam mengatur ketersediaan udara, aerasi, serta pertumbuhan akar. Oleh karena itu diperlukan penelitian terkait sifat fisik tanah untuk menentukan lokasi yang sesui bagi pertumbuhan tanaman kopi Robusta berdasarkan ketinggian tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat fisik tanah pada lahan kopi Robusta berdasarkan perbedaan ketinggian tempat di kawasan Gunung Karang. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan pengambilan sampel tanah pada tiga ketinggian berbeda, yaitu dataran rendah di Desa Panyaungan jaya (±385 mdpl), dataran sedang di Desa Juhut (±551 mdpl), dan dataran tinggi di Desa Citaman (±742 mdpl). Sampel dianalisis di laboratorium untuk menentukan tekstur tanah (metode pipet), struktur tanah (observasi visual), dan bobot isi tanah (metode gravimetri). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan sifat fisik tanah seiring peningkatan ketinggian. Tekstur tanah berubah dari lempung di dataran rendah menjadi lempung berdebu di dataran sedang dan tinggi. Struktur tanah juga mengalami perubahan dari granular sedang-kasar menjadi granular halus, yang menunjukkan peningkatan stabilitas agregat. Selain itu, bobot isi tanah menurun dari kategori sedang menjadi ringan, menandakan peningkatan porositas dan kondisi aerasi yang lebih baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada dataran tinggi memiliki stabilitas agregat, porositas, dan kapasitas menahan udara yang lebih baik.
PENGARUH MULSA DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME (Glycine max L.) Subarjo Subarjo; Destieka Ahyuni; Dulbari Dulbari
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12891

Abstract

Kedelai edamame (Glycine max L.) merupakan komoditas bernilai tinggi yang produktivitasnya dipengaruhi oleh pengelolaan lingkungan dan populasi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mulsa dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil panen kedelai edamame. Penelitian ini dilakukan di Politeknik Negeri Lampung menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis mulsa (tanpa mulsa, mulsa jerami, dan mulsa plastik), sedangkan faktor kedua adalah jarak tanam (30x10 cm, 30x15 cm, 30x20 cm, dan 30x25 cm). Hasil analisis varians menunjukkan bahwa jenis mulsa tidak berpengaruh signifikan terhadap semua variabel, sedangkan jarak tanam berpengaruh sangat signifikan terhadap jumlah polong, berat polong berisi, dan berat total polong. Interaksi antara kedua faktor tersebut tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Jarak tanam 30x20 cm (J3) menghasilkan pertumbuhan dan jumlah polong yang paling optimal. Sebaliknya, jarak tanam yang terlalu dekat (30x10 cm) mengurangi produktivitas karena persaingan antar tanaman yang tinggi. Secara agronomis, kombinasi mulsa jerami dan jarak tanam 30x20 cm (M1J3) memberikan hasil terbaik, dengan hasil panen mencapai 20,76 ton/ha. Meskipun mulsa tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik, penggunaan mulsa jerami cenderung meningkatkan hasil panen secara numerik dengan menjaga kelembapan tanah dan menekan fluktuasi suhu. Studi ini merekomendasikan penggunaan jarak tanam 30x20 cm sebagai standar optimal untuk meningkatkan hasil panen kedelai edamame.
PENGARUH PERBEDAAN SISTEM TANAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL VARIETAS MEKONGGA Anditya Gilang Rizky Pradana; Vidi Mercyana
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12894

Abstract

Padi merupakan komoditas unggulan nasional karena konsumsi utama penduduk Indonesia adalah beras. Varietas unggul padi di Indonesia sudah banyak berkembang dengan produktivitas tinggi, namun penggunaan sistem penanaman belum efektif digunakan oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan sistem tanam padi terhadap pertumbuhan dan hasil varietas Mekongga. Penelitian dilaksanakan di sawah Desa Tawengan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri atas lima perlakuan sistem tanam, yaitu jajar legowo 2:1, jajar legowo 3:1, jajar legowo 4:1, Hazton, dan System of Rice Intensification (SRI). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan total, serta produktivitas padi. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan sistem tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil padi varietas Mekongga. Sistem tanam jajar legowo 4:1 menunjukkan pertumbuhan terbaik yang ditunjukkan oleh tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan total , dan produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem tanam lainnya. Produktivitas padi varietas Mekongga dengan sistem tanam jajar legowo adalah 8,47 ton ha-1 GKP (gabah kering produksi). Dengan demikian, sistem tanam jajar legowo 4:1 dapat direkomendasikan sebagai sistem tanam yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi varietas Mekongga.
PENGARUH BERBAGAI JENIS MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN EDAMAME (GLYCINE MAX L.) PADA SISTEM BUDIDAYA ORGANIK Dulbari Dulbari; Priyadi Priyadi; Destieka Ahyuni; Raeli Dwi Marliyana
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12907

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas berbagai jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil edamame (Glycine max L.) dalam sistem budidaya organik. Percobaan dilakukan dari April hingga Juni 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan empat perlakuan: tanpa mulsa (kontrol), mulsa daun Gynura procumbens, mulsa batang pisang, dan mulsa plastik, masing-masing direplikasi empat kali. Parameter pertumbuhan (tinggi tanaman dan jumlah daun) dan komponen hasil (jumlah polong, polong terisi, berat polong, dan biomassa) diukur dan dianalisis menggunakan ANOVA diikuti dengan LSD pada 5%. Hasil menunjukkan bahwa penerapan mulsa secara signifikan meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil dibandingkan dengan kontrol. Mulsa Gynura procumbens menunjukkan kinerja terbaik, meningkatkan tinggi tanaman (26,90 cm), jumlah daun (13,60 daun), polong terisi (11,50 polong), dan berat polong (39,00 g tanaman⁻¹), masing-masing meningkat sebesar 45,4%, 29,5%, 103,5%, dan 161,7% dibandingkan kontrol. Mulsa organik lebih unggul dibandingkan mulsa plastik, kemungkinan karena kontribusinya yang tambahan terhadap kesuburan tanah melalui proses dekomposisi. Secara keseluruhan, mulsa organik yang bersumber secara lokal, terutama Gynura procumbens, merupakan strategi yang berkelanjutan dan efektif untuk meningkatkan produktivitas edamame dalam sistem pertanian organik.
Evaluasi Konsentrasi Atraktan Dalam Menekan Populasi Hama Penggerek Buah Kopi Pada Sistem Budidaya Kopi Robusta Agief Julio Pratama; Muhammad Khalil Ar Rasyid Jamil
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12914

Abstract

Penggerek buah kopi (PBKo) (Hypothenemus hampei) merupakan hama utama pada budidaya kopi robusta karena menyerang langsung buah dan menurunkan mutu serta hasil produksi. Penggunaan atraktan menjadi alternatif pengendalian yang ramah lingkungan karena mampu menarik imago PBKo sebelum menggerek buah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas beberapa perlakuan atraktan dalam menekan populasi dan intensitas serangan PBKo pada tanaman kopi robusta. Penelitian dilakukan melalui pemasangan perangkap atraktan pada beberapa perlakuan, yaitu P1, P2, dan P3, serta kontrol tanpa atraktan, dengan pengamatan terhadap jumlah PBKo yang terperangkap, intensitas serangan, dan suhu selama periode pengamatan. Data dianalisis menggunakan uji lanjut LSD taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P1 merupakan perlakuan paling efektif dengan jumlah PBKo terperangkap tertinggi, yaitu 95,2 ekor, dan intensitas serangan terendah, yaitu 8,8%. Perlakuan P2 dan P3 masing-masing menangkap 77,8 ekor dan 72,2 ekor PBKo dengan intensitas serangan 19,2% dan 24,0%, sedangkan kontrol menunjukkan intensitas serangan tertinggi sebesar 35,2%. Suhu selama pengamatan berada pada kisaran 29–31 °C dan masih mendukung aktivitas PBKo, namun efektivitas atraktan lebih berperan dalam menentukan jumlah hama yang terperangkap. Perlakuan P1 dapat direkomendasikan sebagai atraktan paling efektif untuk menekan populasi dan serangan PBKo pada sistem budidaya kopi robusta.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 12 No. 2 (2025): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 12 No. 1 (2025): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 11 No. 2 (2024): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 11 No. 1 (2024): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 2 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 9 No. 2 (2022): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 9 No 1 (2022): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 8 No 2 (2021): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 8 No 1 (2021): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 7 No 2 (2020): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 7 No 1 (2020): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 6 No 2 (2019): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 6 No 1 (2019): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 5 No 2 (2018): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 5 No 1 (2018): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 4 No 2 (2017): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 4 No 1 (2017): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 3 No 2 (2016): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 3 No 1 (2016): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 2 No. 2 (2015): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 2 No 2 (2015): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 2 No 1 (2015): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 1 No 1 (2014): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan More Issue