cover
Contact Name
Trias Mahmudiono, SKM., MPH (Nutr), GCAS., PhD
Contact Email
amertanutr@fkm.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
amertanutr@fkm.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Amerta Nutrition
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25801163     EISSN : 25809776     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Amerta Nutrition (p-ISSN:2580-1163; e-ISSN: 2580-9776) is a peer reviewed open access scientific journal published by Universitas Airlangga. The scope for Amerta Nutrition include: public health nutrition, community nutrition, clinical nutrition, dietetics, food science and food service management. Each volume of Amerta Nutrition is counted in each calendar year that consist of 4 issues. Amerta Nutrition is published four times per year every March, June, September, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dan Status Gizi Ibu Dengan Pertumbuhan Lingkar Kepala Bayi Usia 6 Bulan Ivanda Glanny Anindya; Harsono Salimo; Yulia Lanti Retno Dewi
Amerta Nutrition Vol. 3 No. 4 (2019): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v3i4.2019.263-268

Abstract

Background: Measurement of head circumference is highly crucial during the early years of life which considered as an anthropometric parameter substantially correlated with brain size. The emergence of head circumference aberration functions to warn of abnormal brain development. Breast milk is the ideal nutritional provider that babies need for optimal healthy growth. Nursing mothers with good nutrition will affect their nutritional status. The nutritional status will determine the quantity and quality of dairy products that indirectly play a role in determining children’s nutritional status.Objective: Analyzing the relationship between exclusive breastfeeding and maternal nutritional status with the growth of the head circumference of 6 months old infants.Method: Using a cross-sectional design in the Kaliwates, Jember. Subjects were 6 months old infants in which 128 babies were selected by purposive sampling. Data on maternal nutritional status were based on Body Mass Index (BMI). Data on exclusive breastfeeding were based on interviews and KMS data. The baby’s head circumference data were based on direct measurements and those were interpreted using WHO growth charts. Then, the data were analyzed using Chi-Square test.Results: The results showed that there was a significant relationship between exclusive breastfeeding (p<0.001) and maternal nutritional status (p=0.028) with the growth of the baby’s head circumference.Conclusion: Exclusive breastfeeding and maternal nutritional status are associated with the growth of the baby’s head circumference. ABSTRAKLatar Belakang : Pengukuran lingkar kepala sangat penting selama tahun awal kehidupan, hal ini merupakan parameter antropometri yang sangat berkorelasi dengan ukuran otak. Terjadi penyimpangan pada lingkar kepala, maka memperingatkan perkembangan otak yang tidak normal. Air susu ibu merupakan penyedia nutrisi ideal yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan yang sehat secara optimal. Ibu menyusui dengan pemenuhan gizi yang baik akan mempengaruhi status gizinya. Status gizi tersebut akan menentukan kuantitas dan kualitas produk susu yang secara tidak langsung berperan dalam menentukan status gizi anak.Tujuan : Menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dan status gizi ibu dengan pertumbuhan lingkar kepala bayi usia 6 bulan.Metode : Menggunakan desain cross-sectional di wilayah Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Subjek penelitian adalah bayi usia 6 bulan, 128 bayi dipilih dengan purposive sampling. Data status gizi ibu berdasarkan IMT. Data pemberian ASI eksklusif berdasarkan wawancara dan data KMS. Data lingkar kepala bayi berdasarkan pengukuran langsung dan diinterprestasikan menggunakan grafik pertumbuhan WHO. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif (ρ = <0,001 dan OR 9,58) dan status gizi ibu (ρ = 0,028 dan OR 0,28) dengan pertumbuhan lingkar kepala bayi usia 6 bulan.Kesimpulan : Pemberian ASI eksklusif pada bayi akan memberikan pertumbuhan lingkar kepala yang normal dibandingkan bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif dan pada ibu yang memiliki status gizi baik juga akan memberikan pertumbuhan lingkar kepala bayi yang normal dibandingkan dengan ibu berstatus gizi kurang dan gemuk. Kata kunci : status gizi, ASI eksklusif, lingkar kepala
Back Matter Vol 4 No 2, 2020 Back Matter
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 2 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v4i2.2020.%p

Abstract

Back Matter Vol 5 No 1, 2021 Back Matter
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i1.2021.%p

Abstract

Determinants of Anemia among Early Adolescent Girls in Kendari City Irfa Ekasanti; Annis Catur Adi; Mardiyono Yono; Fifi Nirmala G; Muhammad Atoillah Isfandiari
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 4 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v4i4.2020.271-279

Abstract

Background: Adolescent girls' anemia is a public health challenge. Anemia has an impact on cognitive abilities to reduce intelligence and results in adolescent achievement is down.Objective: The purpose of this study was to analyze the determinants of anemia in early adolescent girls in Kendari City.Methods: This study used a cross-sectional design with a sample of 97 students. Data on parental characteristics, breakfast habits, nutritional status, menstrual status, and history of infectious diseases were collected by interview using a questionnaire. Data on nutrient intake (iron, protein, vitamin C) obtained through the 2x24 hour recall method then compared to the Indonesian standard (AKG). Hemoglobin level was measured using the EasyTouch heamoglobin meter device. Data analysis was done by chi-square analysis and multiple logistic regression analysis.Results: The results showed 28.9% of adolescent girls had anemia. The results of chi-square analysis obtained that there was a relationship between the incidence of anemia on mother's education (p=0.010,), parental income (p=0.017), iron intake (p=0,000), protein intake (p=0,000), vitamin C intake (p=0.023), breakfast habits (p=0.006), menstrual status (p=0.007) and history of infection diseases  (p=0,000). While the results of multiple logistic regression analysis obtained that there was a relationship between iron intake (p=0.005,OR=3.009), protein intake (p=0.007,OR=2.012), vitamin C intake (p=0.038,OR=1.167), menstrual status (p=0.002,OR=3.181) with anemia.Conclusion: The dominant determinant of anemia in early adolescent girls in Kendari City is menstrual status. It is recommended to intervene in risk factors (mother's education, parental income, iron intake, protein, vitamin C, breakfast habits, menstrual status and history of infectious disease) to reduce the prevalence of anemia among adolescent girls.
Perbedaan Kadar Hemoglobin Berdasarkan Kebiasaan Konsumsi Kelor (Moringa Oleifera) pada Wanita Usia Subur (Studi di Dukuh Ngawenombo, Blora Jawa Tengah) Alvina Rachmatillah Jamil; Rahayu Astuti; Indri Astuti Purwanti
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i1.2021.23-30

Abstract

ABSTRAK  Latar belakang: Anemia pada perempuan terjadi jika kadar Hb (Hemoglobin) < 12 gr/dL. kondisi ini sangat dipengaruhi oleh zat gizi antara lain : zat besi, protein dan vitamin C. Daun Kelor (Moringa oleifera) merupakan tumbuhan kaya akan zat gizi, sehingga menarik diteliti.Tujuan: Mengteahui perbedaan kadar Hb berdasarkan kebiasaan konsumsi kelor di Dukuh Ngawenombo, Desa Ngawenombo, Blora, Jawa Tengah.Metode: Penelitian desain cross sectional ini melibatkan 70 subjek perempuan usia ≥ 20 tahun dipilih secara purposive sampling, pada kelompok konsumsi kelor terus menerus dan kelompok tidak konsumsi kelor sama sekali. Data yang dikumpulkan mencakup kadar Hb diukur dengan alat Easy Touch GHb, kebiasaan konsumsi kelor diukur dengan kuisioner dan asupan makanan diukur dengan metode recall 2x24 jam. Uji statistika yang digunakan : uji T-Independent, One Way Anova dan Kruskal Wallis. Uji kenormalan data digunakan uji kolmogorov smirnov.Hasil: Tedapat 30 orang (42,9%) mengkosumsi kelor dan 40 orang (57,1%) tidak konsumsi kelor. Terdapat 17 orang (56,7%) mengkonsumsi kelor sejak 3 tahun terakhir, 9 orang (30,0%) 2 tahun terakhir dan 4 orang (13,3%) 1 tahun terakhir. Frekuensi konsumsi kelor ≥ 3x per-minggu terdapat 26 orang (86,7%) dan < 3x per-minggu terdapat 4 orang (13,3%). Bentuk kelor yang dikonsumsi yaitu sayur kelor, teh kelor, dan kapsul kelor. Rata-rata kadar Hb perempuan konsumsi kelor 13,4gr/dL dan perempuan tidak konsumsi kelor 11gr/dL dan hasil uji perbedaan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,00).Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan kadar Hb perempuan konsumsi kelor dan tidak konsumsi kelor. Kata Kunci: Kadar Hemoglobin, Daun Kelor, Wanita Usia Subur ABSTRACT Background: Anemia occurs in women if the amount of hemoglobin is <12 gr/dL. Nutrients including: iron, calcium, and vitamin C greatly affect hemoglobin. The leaves of Moringa oleifera are rich in nutrients so they are interesting for study research.Objective: Knowing the difference in Hb levels in Hamlet Ngawenombo, Ngawenombo Town, Blora, Central Java based on the moringa consumption habits. Method: This cross-sectional design analysis included 70 female participants between the ages of 20 selected by purposeful sampling in the continuous Moringa consumption and the non-Moringa consumption. Data collected included Hb levels measured with Easy Touch GHb, Moringa consumption habits were measured using a questionnaire and food intake was measured using 2x24 hour recall process. The statistical tests used: T-Independent, One Way Anova and Kruskal Wallis. Normality test data used the Kolmogoro Smirnov test.Results: Moringa was consumed by up to 30 people (42,9%), and 40 people (57,1%) did not consume Moringa. Over the last 3 years, there have been 17 people (56,7%) consumed Moringa, 9 people (30,0%) last 2 years and 4 people (13,3%) last 1 year. There are 26 people (86.7%) in Moringa consumption frequency ≥3x/week and 4 people (13.3%) in Moringa consumption frequency <3x/week. Moringa's type that is consumed is vegetable, tea, and capsules. The average Hb levels of female Moringa consumption 13,4gr/dL and females non-Moringa consumption 11gr/dL and the results of the differential test showed differences (p=0,00). Conclusion: The Hemoglobin level of female Moringa consumption and non-Moringa consumption are different.  Keywords: Hemoglobin Levels, Moringa Leaves, Women Reproductive Age 
Perbedaan Gejala pada Anak Autis yang Diet Bebas Gluten dan Kasein dengan yang Tidak Diet di Surabaya Alifah Fajriyyatul Izzah; Widati Fatmaningrum; Roedi Irawan
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 1 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v4i1.2020.36-42

Abstract

Background: Autism disorders can disrupt the quality of life of autism children. One popular diet therapy for children with autism is a gluten and casein free diet. Gluten and casein free diet based on opioid theory are still pros and cons.Objective: To determine the difference of symptoms in autistic children who are free from gluten and casein and those who are not.Method: An observational analytic cross-sectional study was conducted at several autistic therapy centers in Surabaya. The study was carried out in children with autism aged 3-12 years and was diagnosed by a specialist. The research subjects were selected by purposive sampling method. Data collected, including data on the child's identity, data on the identity of parents, data on gluten and casein implementation were obtained through the FFQ questionnaire and data on symptoms of autistic children were obtained from the ATEC questionnaire.Results: Autistic symptom scores were good for communication skills, social interactions, cognitive responses, and behavioral disorders in autistic children on diets rather than those who did not. Bivariate test results showed that there were significant differences in the variable behavior disorder (p=0.021) and the total score (p=0.018).Conclusion: There are differences in symptoms in autistic children who are free from gluten and casein and those who are not especially on behavioral disorders.ABSTRAKLatar Belakang: Gangguan autisme dapat mengganggu kualitas hidup anak autis. Salah satu terapi diet populer bagi anak autis adalah diet bebas gluten dan kasein. Diet bebas gluten dan kasein yang didasari oleh teori opioid masih menjadi pro kontra.Tujuan: Mengetahui perbedaan gejala pada anak autis yang diet bebas gluten dan kasein dengan yang tidak diet.Metode: Penelitian analitik observasional rancangan cross sectional dilakukan di beberapa pusat terapi autis di Surabaya. Penelitian dilakukan pada anak autis berusia 3 – 12 tahun dan telah didiagnosis oleh dokter ahli. Subyek penelitian dipilih dengan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan, meliputi data identitas anak, data identitas orang tua, data pelaksanaan diet bebas gluten dan kasein diperoleh melalui kuesioner FFQ serta data gejala pada anak autis diperoleh dari kuesioner ATEC.Hasil: Gambaran gejala pada anak autis yang diet bebas gluten dan kasein lebih ringan daripada yang tidak diet berupa gangguan kemampuan komunikasi, interaksi sosial, respon kognitif dan gangguan perilaku. Hasil uji bivariat menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada variabel gangguan perilaku (p=0,021) dan skor ATEC total (p=0,018).Kesimpulan: Ada perbedaan gejala pada anak autis yang diet bebas gluten dan kasein dengan yang tidak diet terutama pada gangguan perilaku.
Tempeh Gembus Cookies as an Alternative Snack for Adolescent Girls With Obesity Elserinawati Sinambela; Diana Nur Afifah; Hartanti Sandi Wijayanti; Fillah Fithra Dieny
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 4 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v4i4.2020.265-270

Abstract

Background: Tempeh gembus is a food that high in protein and fiber but low in fat. The low content of fat in tempeh gembus is good for adolescent with obesity. Tempeh gembus cookies could be the alternative snack for adolescent girls with obesityObjectives: To analyze the effect of the substitution of tempeh gembus flour on the nutrient content of tempeh gembus cookies and the acceptability of the best formula on the tempeh gembus cookiesMethods: This was an experimental research with one factor complete randomized design, which was the formulation of cookies with tempeh gembus flour of 0%, 25%, 50%, and 100% as the variation of substitution, then analyzed the nutrients and acceptance. The statistic method used were One-way Anova test to analyze the nutrients and Friedman test to analyze the acceptanceResults: There were significant effects the formulation of cookies with tempeh gembus flour on total fat, carbohydrate, total crude fiber, ash content, and reducing sugar. In acceptance test, there were significant effects of tempeh gembus cookies formulation on color, appearance, tenderness, aroma, and flavorConclusions: Cookies with tempeh gembus flour formulation of 100% was the best formulation to meet total energy, carbohydrate, low fat and high fiber acceptance which were good for adolescent girls with obesity. Whereas cookies with tempeh gembus flour formulation of 25% and 50% based on acceptance were still acceptable and preferred                                                                                                                                         
Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dan Siklus Menstruasi dengan Anemia pada Remaja Putri Arnoveminisa Farinendya; Lailatul Muniroh; Annas Buanasita
Amerta Nutrition Vol. 3 No. 4 (2019): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v3i4.2019.298-304

Abstract

Background: Anemia is nutrition problem that risk in adolescent girls. Anemia can be caused by lack of nutrition and blood loss when menstruation.Objective: Analyze the correlation nutrition adequacy level (iron, protein, vitamin C, zinc) and menstrual cycle with anemia in adolescent girls.Methods: Cross sectional design was the design used in this research. The population was 397 subjects’ female students in Senior High School 3 Surabaya, 206 subjects’ grade X and 191 subjects grade XI. The sample studied was 78 subjects selected by proportional random sampling of grade X 40 subjects and grade XI 38 subjects. The nutrition adequacy level data was obtained by Semi Quantitative Food Frequency Questionnaires (SQ-FFQ) and compared to Recommended Dietary Allowances (RDA). The data menstrual cycle was gained by structured questionnaires. Data of anemia was gained by hemoglobin concentration which measured by digital hemoglobinometer (easy touch). The statistical test used chi square test.Result: Protein adequacy level (p=0.031) and vitamin C (p=0.020) were relationship with anemia. Iron adequacy level (p=0.416), zinc (p=0.392), and menstrual cycle (p=0.731) were no relationship with anemia.Conclusion: Adolescent girls who had adequate intake of protein and vitamin C will reduce the risk of anemia. Therefore, adolescense girls are encouraged to maintain intake of protein and vitamin C to prevent anemia.ABSTRAKLatar Belakang: Anemia merupakan masalah gizi yang dapat diketahui dengan kadar hemoglobin lebih rendah dari normal dalam darah. Kelompok yang berisiko menderita anemia adalah remaja putri. Kurangnya asupan zat gizi dan kehilangan darah pada saat menstruasi dapat menjadi penyebab anemia pada remaja putri.Tujuan: Melakukan analisis korelasi tingkat kecukupan zat gizi (zat besi, protein, vitamin C, seng) dan siklus menstruasi dengan anemia pada remaja putri.Metode: Cross sectional adalah desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini. Populasi yang digunakan sebanyak 397 siswi siswi SMAN 3 Surabaya, 206 siswi kelas X dan 191 siswi kelas XI. Besar sampel sebanyak 78 orang dipilih secara proportional random sampling dari kelas X sebanyak 40 siswi dan kelas XI sebanyak 38 siswi. Data tingkat kecukupan zat gizi didapatkan melalui kuesioner SQ-FFQ dan dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Data siklus menstruasi didapatkan melalui kuesioner terstruktur. Data anemia didapatkan dari pemeriksaan kadar hemoglobin dengan menggunakan alat hemoglobinometer digital (easy touch). Analisis statistik menggunakan uji korelasi chi-square.Hasil: Tingkat kecukupan protein (p=0,031) dan vitamin C (p=0,020) dengan anemia berhubungan. Tingkat kecukupan zat besi (p=0,416), seng (p=0,392), dan siklus menstruasi (p=0,731) dengan anemia tidak berhubungan.Kesimpulan: Remaja putri yang memiliki tingkat kecukupan protein dan vitamin C cukup akan menurunkan risiko terkena anemia. Oleh karena itu, remaja putri dianjurkan untuk mempertahankan asupan protein dan vitamin C untuk mencegah kejadian anemia.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Kader Palang Merah Remaja (PMR) di SMAN 2 Lamongan Terhadap Program Suplementasi Tablet Tambah Darah Stefania Widya Setyaningtyas; Thinni Nurul Rochmah; Trias Mahmudiono; Susi Hidayah; Yurike D Adhela
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 3 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v4i3.2020.213-217

Abstract

ABSTRACT  Background: anemia prevention through iron-folic acid supplementation (IFA) for female adolescent has become goverment’s program priority. Although this programme have been running, several constrains including consumption compliance was frequently found. On the other hand, school have potential resources such as Junior of The Red Cross (PMR) which can be peer educator for health including anemia for other students. Objectives: this research was aimed to describe knowledge, practice, and attitude of PMR member toward IFA supplementation in SMAN 2 LamonganMethods: This research used cross sectional design. The population of this study was 100 members of the Red Cross Youth Teaching (PMR) SMAN 2 Lamongan. The sample of this study was 60 students who were selected by the simple random sampling method who met the inclusion criteria, such as were active members of the PMR and were willing to take part in the study. Data collection was carried out using self-administered questionnaires using an online questionnaire application consisting of 20 questions to measure knowledge; 20 questions to measure attitude; and 13 questions to measure behavior. Data were categorized and analyzed using descriptive tests.Results: Most respondents still have lack of knowledge related to the TTD program (56.7%) and its benefits (56.7%). 66% of PMR cadres have a positive attitude towards TTD, but not 100% of PMR cadres consume blood-added tablets regularly.Conclusions Strengthening of knowledge and attitudes towards TTD is needed to improve compliance of TTD consumption among PMR members so that later PMR cadres can become peer educators for other students.ABSTRAKLatar Belakang: penanggulangan anemia dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) dengan sasaran remaja putri menjadi fokus pemerintah saat ini. Walaupun sudah mulai berjalan, seringkali ditemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan program, diantaranya ketidakpatuhan konsumsi TTD. Di sisi lain, sekolah memiliki potensi sumberdaya untuk meningkatkan optimalisasi program TTD, salah satunya adalah Palang Merah Remaja (PMR) yang dapat menjadi pendidik sebaya tentang masalah kesehatan termasuk anemia bagi siswi lainnya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan melihat gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku kader PMR di SMA Negeri 2 Lamongan terhadap program pemberian TTDMetode: Penelitian ini merupakan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah anggota ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) SMAN 2 Lamongan sejumlah 100 orang. Sampel dari penelitian ini adalah 60 siswa anggota PMR yang dipilih dengan metode simple random sampling dan memenuhi kriteria inklusi yaitu merupakan anggota aktif PMR dan bersedia mengikuti penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan self-administered questionnaires dengan menggunakan aplikasi kuesioner online yang terdiri dari 20 pertanyaan untuk mengukur pengetahuan; 20 pertanyaan untuk mengukur sikap; dan 13 pertanyaan untuk mengukur perilaku. Data dikategorikan dan dianalisis menggunakan uji deskriptif.Hasil: Sebagian besar responden masih memiliki pengetahuan yang kurang terkait program TTD (56,7%) dan manfaatnya (56,7%). Sebesar 66% kader PMR memiliki sikap yang positif terhadap TTD, namun tidak 100% kader PMR mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin.Kesimpulan: Perlu penguatan terhadap pengetahuan serta sikap terhadap TTD untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD di kalangan anggota PMR agar nantinya kader PMR dapat menjadi pendidik sebaya bagi siswi lainnya. 
Front Matter Vol 4, No. 2 2020 Front Matter
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 2 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v4i2.2020.%p

Abstract


Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 1 (2026): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 1SP (2025): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 5th Amerta Nutrition Conferenc Vol. 9 No. 4 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 3 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 2 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 1 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc Vol. 8 No. 4 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 3 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 2SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 8 No. 2 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 1SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 8 No. 1 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc Vol. 7 No. 4 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 3SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 7 No. 3 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 2 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 1SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Big Data Seminar Vol. 7 No. 1 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 6 No. 1SP (2022): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 2nd Amerta Nutrition Conferenc Vol. 6 No. 4 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 3 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 2 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 4 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 3 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 2 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 2SP (2021): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 1SP (2021): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 4 No. 4 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 3 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 2 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 1 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 1SP (2020): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 3 No. 4 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 3 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 2 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 1 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 4 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 3 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 2 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 1 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 4 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 3 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 2 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 1 (2017): AMERTA NUTRITION More Issue