cover
Contact Name
Sularso Budilaksono
Contact Email
sularso2007@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sularso2007@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
IKRA-ITH ABDIMAS
ISSN : 26545721     EISSN : 26547546     DOI : -
Core Subject : Science,
This IKRA-ITH Abdimas scientific journal is a Scientific Community Service Journal published by the Institute of Research and Community Service from YAI Persada Indonesia University. This scientific journal is a means of pouring out the ideas and activities of lecturers working in the field of community service. Hopefully the presence of this scientific journal can help in the development and dissemination of ideas, ideas, and activities and not continue in the field of community service.
Arjuna Subject : -
Articles 678 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PERAMBAHAN DI KAWASAN HUTAN LINDUNG ILE WUUNG (STUDI KASUS DESA WULUBLOLONG, KECAMATAN SOLOR TIMUR, KABUPATEN FLORES TIMUR) Ade Irma Syamsudin; Nixon Rammang; Norman P. L. B Riwu Kaho; Fadlan Pramatana
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perambahan kawasan hutan lindung merupakan salah satu permasalahan yangmengancam kelestarian fungsi ekologis hutan serta keberlanjutan sumber daya alam. KawasanHutan Lindung Ile Wuung di Desa Wulublolong, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten FloresTimur mengalami tekanan akibat aktivitas masyarakat yang memanfaatkan kawasan hutanuntuk kepentingan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yangmempengaruhi terjadinya perambahan hutan di Kawasan Hutan Lindung Ile Wuung. Penelitianmenggunakan metode campuran (mixed methods) dengan menggabungkan pendekatankuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara,dokumentasi, serta analisis data spasial menggunakan citra satelit Google Earth, Google EarthEngine, dan Global Forest Watch (GFW). Responden penelitian terdiri atas 50 masyarakatpelaku perambahan serta informan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan tokohmasyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan analisis frekuensi, persentase, tematik dananalisis geospasial untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perambahan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi merupakan penyebab utamaterjadinya perambahan hutan, yang ditandai oleh rendah dan tidak stabilnya pendapatanmasyarakat serta tingginya ketergantungan terhadap sektor pertanian. Selain itu, faktor sosialberupa sistem kepemilikan lahan secara turun-temurun, rendahnya tingkat pendidikan danpemahaman masyarakat mengenai fungsi serta status kawasan hutan lindung, keterbatasanlahan pertanian, serta kurang optimalnya sosialisasi dan pengawasan turut mendorongterjadinya perambahan. Analisis citra satelit tahun 2015, 2023, dan 2025 menunjukkan adanyadinamika perubahan tutupan hutan yang mengindikasikan bahwa perambahan berlangsungmengikuti tekanan sosial ekonomi dan kebutuhan lahan masyarakat.Kata Kunci: Perambahan Hutan, Hutan Lindung Ile Wuung, Faktor Penyebab, Sosial Ekonomi.
Optimalisasi Lahan Kosong Berbasis Partisipasi Masyarakat Sebagai Upaya Penghijauan Lingkungan di Desa Pontang Intan Yunia Maulana; Sri Sukmawati; Sevira Inggit Suryani; Niken Puspita; Rafli Aditya Ramadiansyah; Jordi Nuralamsyah; Wiwi Kartini; Sania Alifah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high prevalance of underutilized vacant land in Pontang District constitutes an urgent issue. Vacant land can become a practical entry point for community-based greening when it is managed through collective action rather than left as an unused open space. This article describes the seedling planting movement carried out by Community Service Program team of Group 32, Universitas Bina Bangsa, at the Pontang District field, Serang Regency, Banten. The activity involved community service team, the Pontang village head, neighborhood units RT 01 to RT 12, RW 02, Bhabinkamtibmas, Pontang Police Sector, Karang Taruna, and surrounding residents. A descriptive qualitative approach was applied using participatory observation, field documentation, and a review of recent literature on vacant-land greening, urban green infrastructure, ecosystem services, and community stewardship. The results show that the program functioned as an initial transformation of open vacant land into a planted space while also creating direct collaboration among village institutions, security actors, youth organizations, community service team, and residents. The environmental contribution identified in this article is still an early-stage potential because temperature, air quality, soil quality, and seedling survival were not measured quantitatively. Therefore, the main implication is the need to continue post-planting maintenance, periodic monitoring, and clearer responsibility sharing so that the planted seedlings can develop into durable green infrastructure rather than remain a one-time ceremonial activity.
Pendampingan Inovasi dan Packaging Bontot Ikan Payus Menjadi Produk Camilan Kering Bontot Kering (Boring) Sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Tambah Produk Lokal Di Desa Pontang Mohamad Ludfi Rahmatullah; Sri Sukmawati; Rohmatunisa Rohmatunisa; Zakia Febriani; Fadiyah Fitriyani; Rossa Aulia Sari; Aldi Ramadhan Ru’yat
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity was conducted to develop processed payus fish products through the innovation of bontot (fish bone) into a dry snack called Boring (Dried Bontot) in Pontang Village. This development was motivated by the potential of local food ingredients that have not been optimally utilized to produce products with higher economic value. Payus fish bontot, previously known as a local processed food, was developed through a diversification process to provide a more practical presentation and meet consumer needs. The activity implemented a participatory approach, involving the community in several stages: product identification, information dissemination on food diversification, processing bontot into dry products, packaging, and introducing marketing strategies. The results of the activity indicate that the development of Boring can be an alternative to expand the use of payus fish-based products. The resulting product is dry and more practical for consumption and packaging. Furthermore, the activity provided additional knowledge to the community about the importance of innovation, packaging, and product identity in increasing the attractiveness of a local product. With this development, Boring has the potential to be developed into a superior product based on the local potential of Pontang Village. Sustainable development through product quality enhancements, flavor variations, packaging design, branding, and digital marketing is expected to increase sales value while supporting the growth of local MSMEs.
Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Hidroponik sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang Mardhiyah Lestari; El Zenitia Villa Rinjani; Jihan Alfira
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan lahan untuk kegiatan bercocok tanam menjadi salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Budidaya hidroponik merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan pada lahan terbatas karena tidak menggunakan tanah sebagai media tanam serta memungkinkan pengelolaan air dan nutrisi secara lebih terukur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang dalam menerapkan budidaya hidroponik sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan mendukung ketahanan pangan keluarga. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik budidaya hidroponik, pembuatan instalasi atau demplot percontohan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep hidroponik, persiapan media dan benih, penyiapan nutrisi, penanaman, pemeliharaan, hingga panen dan penanganan hasil. Berdasarkan hasil dari kegiatan sejenis yang menjadi rujukan, pendekatan praktik langsung dan pendampingan mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta dalam mengoperasikan sistem hidroponik secara mandiri. Penerapan hidroponik juga berpotensi menyediakan sayuran sehat untuk konsumsi keluarga serta dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan. Dengan demikian, pelatihan dan pendampingan budidaya hidroponik diharapkan dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan lahan terbatas dan mendukung ketahanan pangan keluarga di Desa Pasir Gintung.
Optimasi Sanitasi Lingkungan Berbasis Kemitraan Triple Helix: Pengadaan Sarana Pengangkutan Sampah Melalui CSR PT Jasa Raharja di RW 002 Kelurahan Sawah Luhur Diana Romdhoningsih; Nuniek Permata; Khaishya Davina Mutiarani
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Residential waste management in semi-urban areas frequently encounters operational bottlenecks due to the limited reach of municipal waste collection vehicles. This community service initiative aimed to resolve severe household waste accumulation in RW 002, Sawah Luhur Village, Kasemen District, Serang City. Diagnostic baseline revealed that the municipal waste collection truck operated only once weekly on Mondays, causing waste stagnations across RT 001 to RT 004 (serving 320 households). To solve this, KKM Group 4 students from Universitas Bina Bangsa facilitated a CSR proposal submission to PT Jasa Raharja Banten Branch, followed by a field verification survey on August 19, 2026. On Friday, August 28, 2026, an educational workshop and official handover ceremony took place at the Sawah Luhur Village Hall, featuring presentations on traffic safety protection by PT Jasa Raharja and household waste management by Bank Sampah Unyur. The intervention successfully delivered 4 units of heavy-duty iron garbage carts to RW 002 administrators and Karang Taruna youth members. This study emphasizes the importance of multi-stakeholder collaboration (Triple Helix) and localized waste management education to sustain urban environmental sanitation.
PEMANFAATAN ETNOBOTANI SEBAGAI OBAT TRADISIONAL, PANGAN, DAN PEWARNA ALAMI OLEH MASYARAKAT SEKITAR UPTD KPH ALOR (Studi Kasus : Desa Lawahing, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor) Yulike H. S. Penali; Nixon Rammang; Roni Haposan Sipayung; Lusia Sulo Marimpan
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara megadiversitas yang memiliki potensi keanekaragamanhayati baik flora maupun fauna. Masyarakat Desa Lawahing tidak terlepas dengan tradisi dalammenjalankan kehidupan, dilihat dari cara mereka memanfaatkan tumbuhan untuk memenuhikebutuhan hidup dengan pengetahuan tradisional yang dimiliki. Pengetahuan mengenaipemanfaatan tumbuhan ini perlu diidentifikasi agar terus ada dan dapat dimanfaatkan olehmasyarakat umum yang membutuhkan. Pengambilan data dilakukan menggunakan data primerdan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui tahap observasi, wawancara,identifikasi tumbuhan, pengambilan titik koordinat, dan dokumentasi. Wawancara dilakukanmenggunakan metode snowball sampling, yang penentuan sampel paling pertama adalahdipilih responden pengunci. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif danmetode statistik deskriptif pada penelitian kualitatif. Teridentifikasi 71 spesies tumbuhan dari36 famili yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat tradisional, pangan dan pewarna alami.Spesies terbanyak yang dimanfaatkan dari famili Zingiberaceae yang beranggota 7 spesies.Bagian tumbuhan obat tradisional yang dominan adalah daun 44%, teknik pengolahan yangpaling sering digunakan yaitu direbus 20%. Bagian tumbuhan pangan yang dominan adalahbuah 55%, teknik pengolahan yang paling sering digunakan yaitu langsung dikonsumsi 33%,bagian tumbuhan pewarna alami yang dominan adalah daun 43%, teknik pengolahan yangpaling sering dilakukan yaitu dicampurkan lalu ditumbuk 57%. Berdasarkan status konservasiIUCN Red List diperoleh 4 kategori tumbuhan yang ditemukan yaitu LC 25 spesies, EN 1spesies, NE 35 spesies, dan DD 10 spesies, sedangkan status konservasi berdasarkan PermenLHK N0. 20 Tahun 2018, menyatakan semua spesies tumbuhan yang ditemukan di wilayahDesa Lawahing adalah tergolong tidak dilindungi.Kata kunci : Etnobotani, Tumbuhan obat tradisional, Tumbuhan pangan, Tumbuhan pewarna alami, Desa Lawahing
Analisis Kontribusi Hasil Hutan Bukan Kayu Madu pada Kelompok Tani Hutan Bangun Hidup di Desa Uiasa, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang Aditia Ones Mataus; Nixon Rammang; Norman P.L.B. Riwu Kaho; Bertila Avila Delvion
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki nilaiekonomi dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan. Penelitian inibertujuan menganalisis kontribusi usaha madu terhadap pendapatan rumah tangga sertamengidentifikasi aspek ekologi yang mendukung pemanfaatan HHBK madu pada KelompokTani Hutan Bangun Hidup di Desa Uiasa, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang. Penelitiandilaksanakan pada Maret 2026 dengan metode sensus terhadap 13 anggota kelompok tani. Datadikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan penelusuran titik sarangmenggunakan metode jelajah dengan bantuan Avenza Maps. Analisis dilakukan secaradeskriptif dan kuantitatif melalui perhitungan biaya, penerimaan, pendapatan, dan kontribusi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi madu sebesar Rp7.180.000 per tahundengan rata-rata Rp552.307 per petani. Total penerimaan mencapai Rp243.750.000 per tahundengan rata-rata Rp18.750.000 per petani, sedangkan pendapatan bersih mencapaiRp236.570.000 per tahun dengan rata-rata Rp18.197.692 per petani. Kontribusi usaha maduterhadap total pendapatan rumah tangga sebesar 40%, sedangkan usaha nonmadu memberikankontribusi 60%. Secara ekologis, ditemukan lima sarang, terdiri atas tiga sarang pada pohondan dua sarang pada lubang kayu dan batu. Sarang pada pohon ditemukan pada Alstoniascholaris dan Sterculia foetida, dengan lebah Apis dorsata, sedangkan sarang pada lubang kayudan batu ditemukan pada Trigona sp. Pola sebaran sarang tidak merata dan cenderungmengelompok pada habitat yang relatif dekat dengan kawasan hutan, memiliki sumber pakan,air, dan gangguan manusia yang lebih rendah. Usaha madu berperan penting sebagai sumber pendapatan tambahan, namun masih bersifat musiman sehingga pengelolaan danpengembangannya perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.Kata Kunci: Hasil Hutan Bukan Kayu, Madu Hutan, Pendapatan, Kontribusi, Desa Uiasa.
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN STRUKTUR KOMUNITAS KELELAWAR PADA BERBAGAI TIPE HABITAT DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA, PULAU TIMOR, INDONESIA Januaria Karolina Elisabet Oetpah; Fadlan Pramatana; Mhd Muhajir Hasibuan; Maria Marleni Ema Purnama
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelawar (Chiroptera) memegang peranan ekologis vital sebagai penyebar biji,penyerbuk, dan pengendali biologis populasi serangga, namun ketersediaan data empirismengenai keanekaragamannya di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten TimorTengah Utara masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkatkeanekaragaman jenis, struktur komunitas, serta preferensi habitat kelelawar di KabupatenTimor Tengah Utara sebagai basis data kelelawar di pulau timor. Pengambilan datadilaksanakan pada Maret–April 2026 di empat lokasi pengamatan, yaitu Gua St. Maria Bitauni,Desa Loeram, Desa Oenbit, dan Desa Maubesi yang mewakili tiga tipe habitat (hutan primer,hutan sekunder, dan gua). Pengambilan data dilakukan menggunakan jaring kabut (misnet) danperangkap harpa (harpa trap). Hasil penelitian mencatat 87 individu kelelawar dari 6 jenis dan4 famili meliputi : Taphozous longimanus (Emballonuridae), Miniopterus australis(Miniopteridae), Rhinolophus cf. keyensis (Rhinolophidae), Rousettus amplexicaudatus,Macroglossus minimus, dan Cynopterus nusatenggara (Pteropodidae). Nilai indekskeanekaragaman jenis (H') kumulatif sebesar 1,37, indeks kemerataan (E) sebesar 0,66, indekskekayaan jenis (Dmg) sebesar 1,12, dan indeks dominansi (C) sebesar 0,29. Kesamaankomunitas tertinggi ditemukan antara Desa Loeram dan Desa Oenbit (0,75) yang didorong olehkesamaan tipe habitat berupa gua di dalam kawasan hutan. Temuan ini menegaskan pentingnyakeberadaan habitat gua dan tutupan hutan yang terjaga dalam menopang kelestariankeanekaragaman kelelawar di Pulau Timor.Kata kunci: Chiroptera, hotspot, kesamaan komunitas, sunda kecil.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026 Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026 Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025 Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 2 Juli 2025 Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 1 Maret 2025 Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 8 No 3 November 2024 Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 8 No 2 Juli 2024 Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 8 No 1 Maret 2024 Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 7 No 3 November 2023 Vol 6 No 2 (2023): IKRAITH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 Vol 6 No 1 (2023): IKRAITH-ABDIMAS Vol 6 No 1 Maret 2023 Vol 5 No 3 (2022): IKRAITH-ABDIMAS Vol 5 No 3 November 2022 Vol 5 No 2 (2022): IKRAITH-ABDIMAS No 2 Vol 5 Juli 2022 Vol 5 No 1 (2022): IKRAITH-ABDIMAS No 1 Vol 5 Maret 2022 Vol 4 No 3 (2021): IKRAITH-ABDIMAS No 3 Vol 4 November 2021 Vol 3 No 2 (2020): IKRAITH-ABDIMAS VOL 3 NO 2 BULAN JULI 2020 Vol 3 No 1 (2020): IKRAITH-ABDIMAS VOL 3 NO 1 BULAN MARET 2020 Vol 2 No 3 (2019): IKRAITH-ABDIMAS VOL 2 NO 3 BULAN NOVEMBER 2019 Vol 2 No 2 (2019): IKRAITH-ABDIMAS vol 2 Nomor 2 Bulan Juli 2019 Vol 2 No 1 (2019): IKRAITH-ABDIMAS vol 2 Nomor 1 Bulan Maret 2019 Vol 2 No 1 (2019): IKRAITH-ABDIMAS vol 2 Nomor 1 Bulan Maret 2019 Vol 1 No 2 (2018): IKRAITH-ABDIMAS vol 1 Nomor 2 Bulan November 2018 Vol 1 No 2 (2018): IKRAITH-ABDIMAS vol 1 Nomor 2 Bulan November 2018 More Issue