cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
ISSN : 0215837X     EISSN : 24607606     DOI : -
Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN 0215-837X and E-ISSN 2460-7606 is peer-reviewed national journal published biannually by the State Islamic University (UIN) of Antasari Banjarmasin. The journal is published biannually in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
TERAPI SUFISTIK ATAS PROBLEMA KEJIWAAN Asmaran, Asmaran
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v6i2.3073

Abstract

Menurut sufi berbagai penyakit kejiwaan yang dialami oleh manusia dari dulu hingga sekarang, karena terpisahnya manusia dari sumber asalnya, yaitu Tuhan. Karena itu sufi berusaha menyadarkan manusia agar hidupnya selalu bersama Tuhan. Agar Tuhan bisa hadir dalam hidupnya, ia harus terlebih dahulu membersihkan hatinya dari perasaan dan pikiran negatif, yang secara simultan ia harus mengisi jiwa dengan perasaan dan pikiran positif. Diharapkan ia akan merasakan kehadiran Tuhan. Jika Tuhan hadir dalam jiwa, maka tidak lagi yang lain bisa menggoyang hatiya yang telah merasa damai ketika dia selalu bersama? Nya
PANCASILA DALAM PUSARAN DISKURSUS LIBERALISME VERSUS KOMUNITARISME Madung, Otto Gusti
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.013 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v13i2.768

Abstract

Abstract: This paper attempts to show that a democratic order is not built onthe procedural ethics as assumed by liberals, but it is required a substantiveethical foundation. The reason is the democratic system is not contained ofatomistic individuals without social relations. A democratic process always movesin a society characterized by social relations and the various formation pro-cesses of complex communities. Democracy is built on formal yet fragilecollective identity. In the context of Indonesia, Pancasila is an expression of thecollective identity. As a collective identity, Pancasila has no ends and always inthe process of being and find themselves in a new way. At the end of thepaper, two methods; deliberative and agonistic democracy method are pre-sented. These methods are offered by contemporary political philosophy inresolving conflicts of value in the middle of pluralism.
SUMBER BELAJAR DAN PEMBELAJARAN UNTUK PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Anitah, Sri
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i2.3024

Abstract

Berbagai upaya telah dilakukan Depdiknas untuk meningkatkan mutu pendidikan, seperti perubahan kurikulum, peningkatan mutu pendidik melalui pendidikan lanjut, sertifikasi guru maupun dosen, sarana dan prasarana. Semua itu dilakukan dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran, yang pada akhirnya diharapkan meningkatkan mutu pendidikan. Banyak komponen sistem pendidikan khususnya pembelajaran yang perlu mendapat perhatian, salah satu diantaranya adalah sumber belajar. Salah satu komponen yang menjadi topik pembahasan dalam seminar ini adalah sumber belajar dan pembelajaran itu sendiri yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan. Kita semua mennyadari bahwa paradigma pembelajaran saat ini telah bergeser dari teacher centered ke student centered . Peserta didik dapat berlajar dari berbagai sumber yang terhampar di sekeliling kita, jadi guru atau dosen bukan lagi merupakan satu-satunya sumber informasi. Begitu pula berbagai jenis strategi pembelajaran yang mendukung keaktifan peserta didik telah banyak dikembangkan. Namun bagaimanakah penerapannya dalam proses pembelajaran, masih perlu mendapat perhatian, sejauh mana semua itu terlaksana sesuai dengan harapan
MENELUSURI MUNCULNYA DIKOTOMI PENDIDIKAN ISLAM Syarif, Jamal
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 3, No 2 (2005)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v3i2.3165

Abstract

Islam adalah agama yang mengajarkan umatnya agar memfungsikan akal semaksimal mungkin untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Konsekuensi logis dari hal itu secara internal adalah berkembangnya usahausaha meluas untuk memahami ajaran agama lewat kaca mata ilmu pengetahuan melalui akal, yang pada ujungnya lebih mengenal Tuhan dan lebih mengagungkan-Nya. Bertolak dari risalah Islamiyah yang bertujuan mengantarkan manusia kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat serta mewujudkan rahmat bagi seluruh alam. Visi dan orientasi pendidikan Islam harus diarahkan pada kondisi yang mampu menciptakan peserta didiknya memiliki kepribadian, moral, intelektual dan amal. Kondisi tersebut merupakan kondisi yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur Islam tanpa membedakan orientasi duniawi dan ukhrawi
KONSEP TASWIYAH AL-NAFS DALAM PENGEMBANGAN PRIBADI MANUSIA Hamdie, Ilham Masykuri
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.394 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v15i1.1148

Abstract

The manifestation of human superiority as ?ahsan al-taqwim? can be interpreted as the process of developing the level of "inner aspect" of the human called ?nafs?. In this context the dimensions of ?nafs? or soul that exists in the human still leaves a long discussion to be examined further for the purposes of parsing, forecasting and controlling human behaviour, either individually or in groups, both in relation to the field of ?da'wah? or education, for the benefit of mobilizing society in nation-building. Therefore, a research on the concept of ?taswiyah al-nafs? in the development of the human person becomes important to be conducted. The results has shown that in the process of ?taswiyat al-nafs?, besides having the freedom of will and choosing between ?fujur? or ?taqwa? tendencies, man also have the moral responsibility implied as a subtle command and indirectly to take and choose ?taqwa?. It is because, the essence of ?taqwa? is the mastery, control and self-preservation of ?al-ahwa'. ?Taqwa? as an effort of mastery, control and self-preservation is a prerequisite for the process of human development as a civilized being. The effort is essentially a process of an endless human self-development to reach the ideal of ?insan kamil??a perfect man reflecting the names and attributes of God??al-asma'ul-husna?.
RIDHA DALAM PERSPEKTIF SUFI: (PERKEMBANGAN DAN PERGESERAN MAKNANYA) Mulyani, Mulyani
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 2 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i2.3041

Abstract

Setiap bagian dari konsep ajaran Islam selain memiliki basis normatifnya dari teks keagamaan atau nash, baik Alquran maupun hadis, juga memiliki aspek historis atau kesejarahan dalam pengertian bahwa ajaran wahyu dijabarkan atau dijelaskan oleh para tokoh Islam yang berkembang dalam proses sejarahnya yang panjang. Aspek kesejarahan ini ?karena menyangkut pemahaman, tafsiran, penjabaran oleh manusia karena sifatnya sebagai bagian dari produk kesejarahan? mengalami pergeseran dan perbedaan pemahaman antartokoh. Ini juga terjadi pada setiap konsep ajaran para sufi, termasuk konsep ridha, meskipun masing-masing tokoh mengklaim bahwa pemahaman sufistiknya tentang ridha ditarik dari pemahaman dari kitab suci dan hadits. Berikut dikemukakan uraian perkembangan konsep ridha di kalangan tokoh-tokoh tasawuf, terjadinya pergeseran konsep tersebut, latar belakang terjadi perbedaan pemahaman tersebut.
AL-QURAN DAN SAINS?(BUKTI KEBENARAN DALAM KASUS PROPOLIS MADU) Erna Susanti, MF. Zenrif dan
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.703 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v12i2.305

Abstract

Exposure free radicals in the activity of this life can not be avoided, included exposure free radicals from food additive espesifically Rhodamine B. Carcinogenic effect of Rhodamin B can be caused by Poly Aromatic Hydrocarbons structure that are destructive to the liver as metabolism organ. The purpose of this study was to prove the antioxidant activity of Honey Propolis against liver damage caused by exposure of Rhodamine B as free radical sources. Indicator of liver damage can be indicated by MDA, a marker of oxidative stress that occurs in these organs. The methode was used experimental methode, with seven treatment groups, namely: (1) normal group, (2) the induction of Rhodamin B without propolis therapy group, (3) the induction of Rhodamin B with Honey Propolis therapy with three dose levels are 350 mg, 700 mg and 1050 mg that are given at intervals of two hours after the administration of Rhodamine B (4) Honey Propolis therapy groups are given at interval of 1 week aftertheadministrationof RhodamineBwiththreedoselevels.MDAlevelsweremeasuredbyTBARS method. The results showed that the levels of Malondialdehyde declined steadily in the group treated with honey propolis to less than control groups. There are significant differences in MDA levels between the treatment groups Honey Propolis therapy (p = 0.034, p <0.05). Based on these results, it can be concluded that Honey propolis dose 700 mg act as therapeutic agent in liver damage due to exposure of Rhodamine B significantly.The results ofthis studyprove thetruth ofthe Quraninthe QS. Al-Nahl (16): 69of thewonders ofhoneyin preventingliver damagedue toexposure tohazardous substancesin food.
THE STRATEGY OF PREVENTING RADICALISM THROUGH REINFORCEMENT OF THE MOSQUE TA’MIR MANAGEMENT BASED ON ASWAJA ANNAHDLIYAH Ibda, Hamidulloh; Khaq, Ziaul
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.17 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v17i2.3130

Abstract

This article?s aim is to discuss the strategies of radicalism preventing in mosques through strengthening Aswaja Annahdliyah?s Islamic-based of mosque takmir management that is tolerant, moderate, and upholds the Islamic principle of Rahmatan Lil-alamin. This field research uses descriptive qualitative method. Data collection was obtained from interviews and observations. The results of the study mentioned that from 104 mosques in Kandangan Subdistrict, Temanggung Regency, only 96 mosques had been noted  in the Nahdlatul Ulama Mosque Takmir Institute (LTM NU), while 8 other mosques had been not. After the research was carried out, four mosques were joined and had become members of the NU LTM and implemented the takmir management of the Aswaja Annahdliyah based mosque. There are seven strategies carried out, namely; (1) strengthening management of the ideals (management of the physical building of the mosque), imarah (management of  the activities of the mosque), and riayah (management of mosque hygiene), (2) forming LTM NU at the sub-district and village level, (3) forming  management of mosques takmir by involving all elements, (4) making syllabus/ curriculum for worship timetable, education and ritual activities, (5) giving tasks to takmir to maximize mosque functions, (6) strengthening administration  management and symbolizing mosques, (7) strengthening social economic empowerment in mosques. The strategy of strengthening the takmir of mosques management has been aligned with Talcott Parsons? structural functionalism theory with schemes adaptation, goal attainment, integration, and latency (AGIL). There are challenges and opportunities that faced. In the internal aspects, namely limited access to the city center, low human resources, and lack of comprehensive knowledge about the management of takmir of mosque External aspects, namely the existence of four mosques still controlled by radical Islamic groups, and often there are religious studies in mosques from radical groups.
TRADISI PENGGUNAAN BAHASA MELAYU DALAM PENGAJARAN KITAB TURATS PADA PONDOK PESANTREN IBNUL AMIN PUTERI (DZURIAT K.H. MAHFUZ AMIN) PAMANGKIH, KALIMANTAN SELATAN Hidayati, Noorazmah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.283 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v15i2.1556

Abstract

Pengajaran kitab turats sebagai salah satu komponen pesantren menjadi karakteristik utama Pondok Pesantren Ibnul Amin Puteri (PPIAP) Dzuriat K.H. Mahfuz Amin Pamangkih. Penguasaan kitab turats merupakan sarana untuk tafaqquh fî ad-dîn. Ilmu alat dan mufradât bagi pesantren ini dianggap sebagai alat utama untuk menguasai kitab turats. Penggunaan bahasa Melayu dalam pengajaran kitab turats dapat memudahkan santriwati memahami dan menguasai alat utama tersebut. Meskipun bahasa Melayu tampak unik dan janggal jika dipadankan dengan bahasa Indonesia sekarang, penggunaan bahasa Melayu ternyata berkontribusi besar bagi pemahaman santriwati terhadap gramatika dan kosakata bahasa Arab. Tulisan ini ditujukan untuk menguak keberterimaan bahasa Melayu dalam pengajaran kitab turast di PPIAP Dzuriat K.H. Mahfuz Amin Pamangkih.     
ANALISIS WACANA DALAM KAJIAN AGAMA Mujiburrahman, Mujiburrahman
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v6i1.3068

Abstract

Analisis wacana merupakan salah satu metode analisis yang dikembangkan dalam ilrnu-ilrnu sosial dan humaniora. Analisis ini telah digunakan pula oleh para ilmuan dalam kajian-jaian terhadap agama, khususnya agama sebagai fenomena sosial. Analisis wacana mencoba melihat berbagai pemyataan keagamaan yang muncul di masyarakat, baik di masa lalu atau di masa sekarang, dalam kerangka relasi-relasi kuasa, kepentingan pribadi atau kelompok, dan dampaknya pada kehidupan nyata. Penerapan analisis wacana yang dikembangkan para ilrnuwan dalam kajian literatur, antropologi dan ilrnu kalam menunjukkan bahwa analisis ini cukup membantu bagi pengembangan kejian keislaman. Di sisi lain, kekuarangan analisis wacana adalah kecenderungannya untuk mengeabaikan makna agama sebagai suatu pengalaman batin yang mendalam