cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2021)" : 59 Documents clear
Pemanfaatan Gelas Plastik Menjadi Net Pot Hidroponik Bernilai Ekonomis Berbasis Zero Waste di Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah Baiq Rani Dewi Wulandani; Dinda Komala Citra; Zuhaeratun Anwariah; Maesa Dita Ulpiana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.322 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.974

Abstract

Limbah rumah tangga di Kelurahan Semayan belum dimanfaatkan terutama bekas limbah gelas plastik. Limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, tujuan program pengabdian ini adalah pemanfaatan bekas limbah gelas plastik sebagai media tanam budidaya tanaman dengan teknologi hidroponik. Dalam kegiatan ini kami menggunakan metode yang biasa dipakai oleh pemula, yaitu sistem wick . Sistem ini bekerja baik buat tumbuhan dan tanaman kecil. Hasil yang dicapai dalam program ini adalah warga sekitar dapat memahami dan mengerti cara menanam packcy dan selada dengan cara hidroponik sederhana yang tidak memerlukan banyak biaya dan perawatan yang sulit, karena dalam praktiknya budidaya tanaman packcoy sangat mudah dilakukan. Limbah gelas plastik dapat dimanfaatkan sebagai media tanam hidroponik. Penanaman hidroponik dapat meningkatkan kreativitas dalam memanfaatkan limbah plastik. Budidaya tanaman hidroponik dengan memanfaatkan limbah plastik dapat mengurangi sampah yang mestinya dibuang dan menjadi limbah yang tidak ada nilai ekonomisnya. Selain itu, budidaya dengan sistem ini dapat juga mengoptimalkan pekarangan rumah meskipun kecil dan kedepannya dapat bermanfaat untuk perekonomian warga.
Pengembangan Atraksi Agrowisata Taman Bunga sekaligus sebagai Sumber Pakan Lebah Trigona untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Madu Trigona di Desa Saribaye Kecamatan Lingsar Embun Suryani; Diswandi Diswandi; L. M. Furkan; Sri Wahyulina; Sarifudin Serip; Ni Ketut Surasni; Muhamad Ahyar; M. Ali
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1209.174 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.976

Abstract

Desa Lingsar merupakan salah satu desa di Kabupaten Lombok Barat yang terdampak bencana gempa bumi tahun 2018. Daerah ini berpotensi untuk mengembangkan agrowisata karena 53% wilayahnya terdiri dari perkebunan tanaman buah-buahan, penghasil bibit tanaman buah-buahan serta penghasil buah-buahan terbesar di Provinsi NTB. Untuk itu, Desa Lingsar memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan budidaya lebah madu trigona, karena memiliki sumber pakan lebah yang cukup berlimpah. Budidaya lebah madu trigona dan produk-produk turunannya merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat yang berbasis ekonomi kreatif, yang diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas produksi madu trigona melalui pengembangan sumber-sumber pakan dari tanaman bunga, yang sekaligus dapat dikelola sebagai atraksi agrowisata. Model pendekatan yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program. Kegiatan ini terdiri dari tiga kegiatan yaitu penyuluhan, demplot (demonstration plot), dan pendampingan budidaya tanaman bunga sekaligus budidaya madu trigona dan diversifikasi produk turunan. Kelompok sasaran dari kegiatan ini yaitu Kelompok Usaha Madu Trigona Repoq Bangket Desa Saribaye. Output dari kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas budidaya madu trigona, sekaligus menciptakan bentuk/sumber pendapatan lain yang berhubungan dengan budidaya madutrigona. Bentuk/sumber pendapatan ini berasal dari sektor agrowisata, dengan terbentuknya atraksi taman bunga, holtikultura, dan tabulampot. Hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Desa Desa Demi Terwujudnya Agrowisata Desa Saribaye Kecamatan Lingsar Embun Suryani; Diswandi Diswandi; L. M. Furkan; Muhammad An Nagib A. Smith; M. Ali
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.387 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.977

Abstract

Desa Saribaye merupakan desa yang terletak pada Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, yang dimana desa ini memiliki potensi untuk menjadi sebuah desa yang berbasis agroekowisata yang cukup besar terutama wisata yang memanfaatkan alamnya. Upaya-upaya untuk pengembangan potensi agroekowisata ini diperlukan untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakatnya, salah satunya adalah dengan meningkatkan perekonomian desa dengan mengembangkan atau menciptakan mata pencaharian ekonomi kreatif, yang memanfaatkan potensi-potensi yang ada pada desa tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu Desa Saribaye dalam melakukan pengembangan ekonomi kreatif tersebut, mulai dari pencarian potensi, hingga perancangan, pembuatan hingga pemasaran produk yang telah memiliki nilai ekonomis untuk dijual. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini ditunjukkan dengan terbentuknya berbagai produk yang bernilai ekonomis, yaitu  keripik pisang, lilin aromaterapi, abon ikan nila , serta jamur krispi. Pada kegiatan ini, kelompok sasaran didampingi juga untuk melakukan pemasaran terhadap produk-produk yang telah dihasilkan tersebut melalui platform media sosial, seperti facebook market place dan Instagram.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Sisa Makanan Restoran Apung Berbasis Agen Biologi Black Soldier Fly (BSF) Fariz Primadi Hirsan; Ibrahim Ibrahim; Salikin Salikin; Mursal Ghazali; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.279 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.979

Abstract

Sampah merupakan material yang dibuang sebagai sisa dari hasil produksi industri maupun rumah tangga. Sebagian besar sampah yang dihasilkan merupakan sampah organic. Salah satu yang wilayah yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar adalah wilayah yang dijadikan sebagai daerah tujuan wisata. Salah satunya adalah desa Ekas Buana. Desa ini menjadi tujuan wisata bebasis keindahan pantai dan wisata kuliner restoran apung. Peluang munculnya permasalahan di laut akibat makanan dan minyak goreng sisa sangat besar. Oleh sebab itu, dilakukan antisipasi dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah organic berbasis agen biologi Black Soldier Fly (BSF). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahhuan dan kesadaran masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah di tingkat desa baik secara mandiri maupun dilakukan oleh pemerintah desa. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dalam 4 tahapan yaitu respon awal, penyuluhan, demplot dan evaluasi. Hasil evaluasi pelaksanaan pengabdian menunjukkan perbaikan pemahaman mitra tentang sampah, magot dan pengelolaan sampah menggunakan magot. Namun untuk menjadi pionir dalam pengelolaan sampah, belum ada masyarakat yang bersedia, 13.3 % masih ragu dan 86.6 % belum tidak bersedia.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dengan Bioteknologi EM4 (Effekctive Microorganism) untuk Pengolahan Limbah Ternak di Kelompok Pemuda Mandiri Bug-Bug Lingsar Lombok Barat Mohammad Liwa Ilhamdi; Agil Al Idrus; Lalu Muhyi Abidin; Lale Yaquttunafis; Baiq Salkiyah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.369 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.981

Abstract

Beternak merupakan salah satu aktivitas kelompok pemuda mandiri (PKM) Bug-Bug Lingsar Lombok Barat. Aktivitas  ini  menghasilkan limbah ternak yang dapat mengotori lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Limbah dapat berupa kotoran padat, cair maupun bekas sisa-sisa makanan ternak. Salah satu upaya pemanfaatan limbah ini adalah menjadikannya pupuk organic dengan bioteknologi EM4. Permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Pemuda Mandiri Bug-Bug Lingsar Lombok Barat adalah belum mengetahui cara mengolah limbah ternaknya menjadi pupuk organik.   Tujuan kegiatan adalah untuk melatih  anggota KPM membuat pupuk organic dari limbah ternak  dengan bioteknologi EM. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan, praktek dan pendampingan masyarakat mitra pengabdian. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan pupuk organik dengan  bioteknologi EM4 (Effekctive Microorganism) untuk pengolahan  limbah ternak  dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan  anggota KPM  dan  pembuatan pupuk organik sudah dapat dilakukan dengan baik oleh KPM serta implementasi penggunaan teknologi EM-4 di KPM  dapat 100 % mengatasi  limbah ternak  untuk dijadikan pupuk organik.
Menggali Potensi Tanaman Porang Sebagai Tanaman Budidaya Pada Sistem Hutan Kemasyarakatan (HkM) Kabupaten Lombok Utara Ismail Yasin; Padusung Padusung; Mahrup Mahrup; Igm Kusnara; Sukartono Sukartono; Fahrudin Fahrudin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.403 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.983

Abstract

Tanaman porang (Amorphophallus oncophyllus) merupakan salah satu komoditi  unggulan perkebunan  akhir-akhir ini karena berniai ekonomi yang dapat dijadikan berbagai macam produk olahan, mulai dari makananan, kosmetik dan bahan baku industry lainnya. Tanaman umbian ini dapat tumbuh di semua kondisi agroklimat termasuk di kawasan hutan maupun lahan kebun dibawah tegakan pohon. Ada dua strategi pendekatan dalam mengatasi persoalan pengembangan porang yakni sosialisasi inovasi teknik budidaya tanaman porang (terdiri atas: perkembangbiakan menggunakan katak; perbanyakan menggunakan buah/biji; perbanyakan menggunakan umbi) dan yang kedua adalah pengolahan paska panen. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat telah dilakukan melalui penyuluhan teknik budidaya tanaman porang, peragaan budidaya tanaman porang di lahan garapan Kelompok Tani dan bimbingan teknik pengolahan pasca panen sederhana. Tanaman porang layak dikembangkan dalam pelestarian sumberdaya hutan, sebagai sarana pengalihan orientasi dan mata pencaharian masyarakat di sekitar hutan dari hasil hutan kayu ke hasil hutan non kayu dalam peningkatan kesejahteraan upaya melestarikan Kawasan penyangga. kandungan nutrisi dalam tanaman porang terbilang kompleks terutama pati, glukomannan, kristal kalsium oksalat, serat kasar dan gula reduksi. Penanganan porang pasca panen menghasilkan beragam bentuk baik berupa keripik (chip), tepung porang dan tepung glucomannan yang dapat digunakan sebagai bahan dasar tepung, mie instan dan produk makanan dan minuman lainnya. Persoalan yang dihadapi petani porang secara umum di lokasi yakni: 1) Permodalan; 2) Keamanan (sering terjadi pencurian tanaman porang di lahan); 3) Kebakaran hutan. Inovasi pembiakan porang berupa: 1) Pebiakan melalui katak atau bubil; 2) Pembiakan dari buah atau biji; 3) Pembiakan dari umbi.
Pembinaan Cara Beternak Untuk Meningkatkan Produktifitas Ternak Sapi Pada Program 1000 Desa Sapi Di Desa Teruwai Kabupaten Lombok Tengah Yusuf Akhyar Sutaryono; Ikmal Maulana; Muhammad Habibi; Dimas Bayu Utomo
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.404 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.989

Abstract

Program 1000 desa sapi adalah upaya peningkatan populasi dan produktifitas ternak sapi dalam rangka swasembada daging untuk mencapai ketahanan pangan nasional. Salah satu desa yang menjadi pilot projek dari program ini adalah Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Kondisi yang ada pada peternak disini adalah masih menerapkan sistem peternakan tradisional, dimana ternak sapi dipelihara dan diberi makan dengan pakan yang tidak berpedoman pada kecukupan kualitas nutrisi, sehingga menyebabkan rendahnya produktifitas sapi. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan pembinaan bagaimana cara beternak yang ideal dengan memberikan pelatihan pembuatan pakan ternak berkualitas, pelatihan perawatan ternak, pelatihan pengolahan limbah ternak, serta pelatihan manajemen pengadaan pakan yang cukup dan berkualitas. Pembinaan cara beternak yang ideal merupakan suatu upaya perbaikan sistem peternakan sapi yang lebih efektif dan lebih efisien untuk menghasilkan ternak yang berproduksi tinggi sehingga usaha swasembada daging dapat dicapai sehingga terciptalah ketahanan pangan nasional. Hasil yang di dapat dengan adanya pelatihan-pelatihan  yang dilakukan para peternak sudah mulai menggunakan sistem beternak yang lebih modern, memperbaiki kualitas pakan yang digunakan, mulai melakukan pengolahan limbah ternak sapi menjadi kompos dan biogas, serta dapat menerapkan manajemen pengadaan pakan yang optimal.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Teknis Beternak Kambing di Desa Gunungsari Kabupaten Lombok Barat M. Yamin; Khairuddin Khairuddin; Putu Artayasa; Khairunnisyah Sahidu; Darmansyah Darmansyah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.924 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.990

Abstract

Pelatihan masyarakat menjadi tumpuan harapan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Namun demikian, sistim pendidikan kita masih miss match terhadap tuntutan dunia kerja secara nasional maupun regional. Kegiatan ini merupakan upaya memberikan keterampilan mengenai teknis bertenak kambing. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja khusunya di Desa Gunungsari Kombok Barat. Kegiatan ini melibatkan lima orang dosen 4 orang dari FKIP Unram dan satu orang dari Unismu Mataram serta 17 orang masyarakat dari desa lokasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode Andragogi yaitu menekankan partisipasi aktif dari masyarakat peserta melalui kerja kelompok, demontrasi lapangan, dan diskusi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pemberian teori 15% dan praktek 85 %. Hasilnya menambah pengalaman, pengetahuan, pemahaman, dan kemauan peserta Pelatihan dalam beternak kambing. Banyak masyarakat dari desa lokasi maupun desa sekitar, bahkan kecamatan lain yang belum mendapat kesempatan meminta kepada Tim Pelaksana agar diikutkan pada Pelatihan keterampilan teknis berikutnya. Selain itu, pelatihan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya orang tua dan wali santri/siswa yang berekonomi lemah yang tinggal di sekitar Pondok untuk memperoleh sumber penghasilan baru.
Konservasi Sumberdaya Alam Berwawasan Kearifan Lokal Melalui Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Lingkungan Pada Masyarakat Desa Bagik Payung Timur, Lombok Timur Agil Al Idrus; Liwa Ilhamdi; I Gde Mertha; LL. Abd. Muhyi Abidin; Lale Yaqutunnafis
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.257 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.996

Abstract

Potensi sumberdaya alam berupa lahan tambang pasir yang ada di Desa Bagik Payung Timur dapat meningkatkan kualitas hidup secara ekonomi bagi masyarakat sekitar. Namun, kegiatan penambangan pasir yang dilakukan oleh masyarakat seringkali tidak mempertimbangkan faktor pembatas ekologi sehingga cenderung eksploitatif dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang tidak sehat bagi masyarakat dan lingkugan sekitar. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan mengelola sumberdaya alam khususnya lahan tambang pasir menjadi masalah yang harus dituntaskan dengan pendekatan yang humanis dan mengedepankan kearifan lokal. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk mensosialisasikan konservasi sumberdaya alam berwawasan kearifan lokal di Desa Bagik Payung Timur, Kecamatan Suralaga Lombok Timur. Metode yang digunakan adalah pendampingan berupa sosialisasi, diskusi, Tanya jawab.  Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa semua peserta yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian yaitu sosialisasi, diskusi dan Tanya jawab tentang konservasi berwawasan kearifan lokal pada masyarakat Desa Bagik Payung Timur. Serangkaian kegiatan pengabdian pada masyarakat ini telah berlangsung dengan kesimpulan sebagai berikut: semua peserta yang terdiri dari warga masyarakat yang ada di Desa Bagik Payung sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan memberikan respon yang positif selama kegiatan pengabdian berlangsung. Tim Pengabdian memaparkan dan memberikan sosialisasi manfaat sumberdaya alam yang dikelola dengan proporsional berwawasan kearifan lokal dan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumberdaya yang berlebihan. Peserta aktif menanyakan hal-hal yang belum jelas dari materi sosialisasi. Pada akhir kegiatan pengabdian masyarakat mempunyai pengetahuan terkait materi sosialiasai baik tentang manfaat sumberdaya alam yang dikonservasi dengan baik sehingga masyarakat dapat menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar.