cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,560 Documents
Mengenal Fitoplankton untuk Penguatan Materi Kompetensi Dasar Protista Pada Siswa Jurusan IPA (Biologi) MA Hidayatul Muhsinin Desa Labulia Lombok Tengah Lalu Japa; Syamsul Bahri; Prapti Sedijani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.019 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.231

Abstract

Abstrak: Berdasarkan kajian nilai ujian nasional Sekolah Mengengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) tiga tahun berturut-turut (2008-2010) untuk kompetensi dasar (KD) yang nilainya selalu rendah adalah KD Protista. Dari hasil penelitian tahun 2010, terungkap bahwa kegiatan parktikum (termasuk pengamatan Protista) tidak bisa dlaksanakan secara maksimal karena berbagai kendala seperti mulai dari tidak cukup tersedia sarana pendukung, tidak cukup waktu, dan tidak tahu bagaimana melakukan kegiatan tersebut. Karena itu diperlukan kegiatan khusus pengenalan fitoplankton sebagai salah satu upaya penguatan materi Protista yang menyangkut: pengenalan spesies yang umum dijumpai, sumber sampel, dan teknik pengamatan dengan mikroskop. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk penguatan atau pengayaan pengetahuan dan keterampilan siswa MA Hidayatul Muhsinin Desa Labulia Lombok Tengah tentang fitoplankton sebagai komponen utama materi KD Protista. Kegiatan pengabdian ini akan dilakukan dalam bentuk penyampaian teori dan praktek pengamatan secara langsung menggunakan mikroskop. Siswa kelas III jurusan IPA (Biologi) MA Hidayatul Muhsinin, peserta kegiatan ini sangat bersemangat melakukan pengamatan di bawah mikroskop yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan. Mereka baru sadar bahwa dalam satu tetes air terdapat banyak sekali individu sel berbagai spesies fitoplankton yang bisa disaksikan. Pembelajaran teoritis di kelas diperkuat dengan fakta yang diamati dengan mikroskop. Kata kunci: IPA(Biologi), Fitoplankton, Madrasah Aliyah, Penguatan, Protista, Siswa
Pelatihan Pemeliharaan dan Penggunaan Drosophila Sebagai Bahan Praktikum Pada Guru Biologi SMA Di Lombok Barat Syamsul Bahri; Prapti Sedijani; Lalu Zulkifli; I Gde Mertha
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.177 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.216

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini secara umum bertujuan memberi keterampilan kepada guru-guru Biologi SMA dalam memelihara hewan percobaan Drosophila, serta teknik-teknik dasar yang diperlukan dalam menggunakan hewan ini sebagai bahan percobaan pada pokok-pokok bahasan yang terkait dengan mekanisme pewarisan sifat. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di SMAN 2 Labu Api dan diikuti oleh 23 orang peserta yang merupakan guru-guru Biologi SMA yang tergabung dalam MGMP Biologi Lombok Barat. Materi pelatihan meliputi Teknik Kultur Drosophila, Teknik Isolasi Betina Virgin, Teknik Menyilangkan mutan Drosophila, dan Teknik Mengatasi Kontaminasi Kultur. Hasil observasi menunjukkan bahwa dari 23 orang peserta pelatihan, 96% peserta belum pernah menggunakan Drosophila dalam praktikum, dan 100% peserta tidak memiliki keterampilan memelihara dan menggunakan Drosophila sebagai bahan praktikum di sekolah tempat mereka bertugas. Monitoring dan diskusi selama 10 hari pasca pelatihan menunjukkan bahwa hampir 74% peserta telah mampu melakukan dengan baik teknik-teknik dasar yang diperlukan dalam kultur Drosophila. Materi pelatihan tersulit yang dialami peserta adalah Teknik Mengatasi Kontaminasi Medium Kultur. Hingga 10 hari pasca pelatihan tidak seorang pun peserta melaporkan keberhasilan merekan dalam mengerjakan teknik ini. Meskipun demikian pelatihan ini berhasil karena sebagian besar materi pelatihan mampu dikerjakan dengan baik oleh mayoritas peserta pelatihan. Kata Kunci: pelatihan, kultur Drosophila
Pemanfaatan Ekstrak Rumput Laut Sebagai Pupuk Organik Pada Pertanian Lahan Sempit Di Desa Lepak Lombok Timur Mursal Ghazali; Evy Aryanti; Rina Kurnianingsih; Sunarpi Sunarpi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.634 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.226

Abstract

Abstrak. Pertanian merupakan sektor yang memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia sebagian besar memanfaatkan pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun setiap tahun luas lahan pertanian terus mengalami penurunan, akibat alih fungsi lahan. Disisi lain, jumlah penduduk terus mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah penduduk menumbuhkan kesadaran untuk memanfaatkan lahan yang sempit untuk bercocok tanam. Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk penyadaran kepada masyarakat untuk menggunakan pupuk organik ramah lingkungan yang salah satunya ialah penggunaan ekstrak Sargassum sp. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 bulan yaitu mulai Agustus sampai dengan November 2017.  Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui dua metode yaitu melalui diskusi kelompok dan partisipatif. Pada saat diskusi kelompok disampaikan tentang pemanfaatan lahan pekarangan dan potensi pemanfaatan esktrak Sargassum sp serta penggunaan kotoran ternak kambing sebagai media tana. Sedangkan pada metode partisipatif, masyarakat dibagikan pot percobaan sebagai media tanaman untuk diaplikasikan oleh masyarakat sendiri. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan diskusi, hal ini disebabkan karena Sargassum sp bukan jenis tumbuhan yang asing, tetapi mereka baru tahu bahwa tumbuhan tersebut dapat dijadikan sebagai pupuk. Selain  itu, hasil pemeliharaan yang dilakukan oleh masyarakat sebagian menunjukkan hasil yang positif dan sebagaian yang lain tidak berhasil. Ketidakberhasilan disebabkan karena banyak faktor diantaranya: dimakan ayam dan kambing. Kata Kunci: Musim Kering, Lahan Sempit dan Sayuran
Perbedaan Prestasi Belajar Pada Pembelajaran Fisika dengan Menggunakan Laboratorium Real dan Virtual Ditinjau dari Sikap Ilmiah Siswa Sri Murni; Susilawati Susilawati; Nyoman Sridana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.002 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.218

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya (1) perbedaan prestasi belajar antara penggunaan laboratorium real dan laboratorium gabungan real virtual; (2) perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah; (3) pengaruh interaksi antara penggunaan laboratorium dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa. Prestasi belajar yang dimaksud adalah prestasi belajar kognitif. Penentuan sampel dengan teknik random sampling. Sampel penelitian diambil 4 kelas dari 5 kelas X SMAN 1 Labuapi berjumlah 102 siswa, yang terbagi menjadi dua kelompok eksperimen, kelompok pertama penggunaan laboratorium real dan kelompok kedua penggunaan laboratorium gabungan real virtual. Pengambilan data dilakukan dengan tehnik tes prestasi kognitif dan sikap ilmiah dengan angket.  Penelitian eksperimen ini menggunakan desain faktorial 2x2. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis varians (ANAVA) dua jalan dengan bantuan program SPSS 16,0 for windows. Hasil analisis data pada taraf signifikan (probabilitas kurang 0,05) menunjukkan bahwa: (1) nilai probabilitias penggunaan laboratorium prestasi kognitif 0,005; (2) Sikap ilmiah nilai probabilitas prestasi kognitif 0,000, (3) pengaruh interaksi penggunaan laboratorium degan sikap ilmiah nilai probabilitas prestasi kognitif 0,565. Kesimpulan: (1) ada perbedaan prestasi belajar kognitif antara penggunaan laboratorium real dan laboratorium gabungan real virtual; (2) ada perbedaan prestasi belajar kognitif antara siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah; (3) tidak ada pengaruh interaksi antara penggunaan laboratorium dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa. Kata Kunci: Laboratorium real dan vitual, Sikap ilmiah, Prestasi belajar
Pelatihan Penulisan dan Penyuntingan Karya Ilmiah bagi Guru-Guru MTS dan MA Pondok Pesantren Azziziyah Kapek di Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat Hamidsyukrie ZM; Muntari Muntari; A Wahab Jufri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.547 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.219

Abstract

Abstrak: Salah satu kompetensi yang wajib dipenuhi guru adalah kompetensi profesional. Dalam melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan, guru harus mampu melakukan publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan dalam bidang ilmu pendidikan. Karya tulis bisa berupa laporan di antaranya hasil penelitian pendidikan, makalah ilmiah, tulisan ilmiah popular, artikel ilmiah dalam bidang pendidikan, dan buku teks pelajaran. Tujuan pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah agar guru memahami secara komprehensif mengenai teknik penyusunan karya ilmiah; guru terampil dalam menyusun karya tulis ilmiah untuk publikasi; dan guru bisa mempublikasikan tulisan ilmiahnya dalam jurnal ilmiah. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah melalui pelatihan atau training yang lebih berbasis pada praktek yang didasarkan pada tagihan dan kebutuhan guru. Pengabdian dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: studi literatur, menganalisis kebutuhan guru, pengukuran kemampuan awal guru, mendesain kurikulum pelatihan, pelaksanaan pelatihan berupa kajian teori, praktek membuat karya tulis ilmiah untuk dipublikasikan, pemantauan dan bimbingan di lapangan, evaluasi hasil pelaksanaan pelatihan, dan penyusunan laporan. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan penulisan karya ilmiah sangat dibutuhkan oleh guru. Hal ini didasarkan pada pengakuan guru dan hasil evaluasi kegiatan. Selain itu, berdasarkan penilaian terhadap artikel yang disusun setelah kegiatan pelatihan, guru belum mampu membuat tulisan yang layak untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional. Kata Kunci: pelatihan, penulisan, penyuntingan, karya ilmiah
Pelatihan Penyusunan Instrumen Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Bagi Pendidik Mata Pelajaran IPA SMP Di Kota Mataram Jamaluddin Jamaluddin; Yayuk Andayani; Agus Abhi Purwoko
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.779 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.223

Abstract

Abstrak. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk: 1) meningkatkan kompetensi pedagogik pendidik tentang prosedur penyusunan instrument  berpikir tingkat tinggi peserta didik pada pembelajaran IPA SMP; 2) memberikan pelatihan kepada para pendidik IPA dalam mengembangkan instrument keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik melalui pembelajaran  IPA SMP di Kota Mataram. Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk presentasi, diskusi, dan pelatihan kepada para pendidik IPA diharapkan dapat: 1) memberikan manfaat secara praktis bagi upaya peningkatan pembelajaran IPA yang berorientasi peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didi; 2) hasil kegiatan pengabdian ini berupa deskripsi prosedur tentang pengembangan instrument keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik melalui pembelajaran IPA yang diharapkan dapat dapat mengembangkan kompetensi pedagogik pendidik IPA yang terlibat dalam kegiatan pengebdian ini; 3) instrumen yang dikembangkan melalui kegiatan ini secara praktis dapat  digunakan oleh para pendidik merencanakan dan melaksanakan penilaian hasil pembelajaran IPA yang berorientasi pada upaya peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) memberikan pemahaman kepada pendidik IPA tentang pentingnya peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik dalam kaitannya dengan era komunikasi dan informasi dewasa ini; 2) memberikan pelatihan kepada pendidik IPA tentang prosedur penyusunan instrument keterampilan berpikr tingkat tinggi peserta didik. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah metode observasi, diskusi informasi, pelatihan menyusun instrument keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Hasil yang diperoleh melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah Para pendidik IPA SMP di Kota Mataram yang terlibat dalam kegiatan PPM ini telah memiliki pemahaman dan keterampilan dalam  penyusunan instrument  untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik melalui pembelajaran IPA SMP di Kota Mataram. Kata Kunci: Berpikir Tingkat Tinggi, Kompetensi pedagogik, Instrumen Keterampilan Berpikir
Budidaya Rumput Laut Pada Kedalaman Berbeda Nunik Cokrowati; Dewi Nur’aeni Setyowati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.119 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.225

Abstract

Abstract: Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki areal potensial untuk budidaya rumput laut seluas 35.000 Ha dengan produksi rumput laut pada tahun 2017 sebanyak 13,39 juta ton. Perairan Seriweh Kabupaten Lombok Timur merupakan perairan yang dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut dan menyumbang produksi rumput laut tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengintroduksi budidaya rumput laut dengan kedalaman yang berbeda untuk menghasilkan rendemen karaginan yang optimal. Harga rumput laut kering seharusnya ditetapkan berdasarkan rendemen karaginannya, namun hal tersebut belum berlaku di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Meskipun demikian pembudidaya harus tetap berusaha untuk memproduksi rumput laut dengan rendemen karaginan optimal.     Keywords: Kappaphycus alvarezii, produksi, kedalaman, harga, Nusa Tenggara Barat.
Peningkatan Kompetensi Guru Biologi Melalui Pendampingan Kegiatan Pembelajaran Berbasis Lesson Study Di SMAN 1 Lembar Jamaluddin Jamaluddin; A. Wahab Jufri; Agus Ramdani; Afriana Azizah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.437 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.247

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk, 1) meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran biologi (penyusunan perangkat pembelajaran) dengan menerapkan pola lesson study di SMA Negeri 1 Lembar, 2) meningkatkan kualitas proses pembelajaran biologi dengan menerapkan pola lesson study di SMA Negeri 1 Lembar, dan 3) meningkatkan kualitas cara mengevaluasi pembelajaran dengan menerapkan pola lesson study di SMA Negeri 1 Lembar. Manfaat yang dapat diperoleh melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini antara lain, 1) secara praksis dapat meningkatkan kualitas pembelajaran biologi melalui penerapan model-model pembelajaran inovatif denganpola lesson studi, 2) dapat mengembangkan kompetensi pedagogik guru khususnya dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran dengan pola lesson studi, 3) hasil yang akan diperoleh dapat digunakan sebagai acuan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevalusai pembelajaran biologi dengan pola lesson studi.  Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini akan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu 1) sosialisasi dan focus group discussion tentang materi lesson study, 2) pendampingan pembuatan perangkat pembelajaran dengan pola lesson studi, 3) pendampingan pada saat melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran dengan pola lesson studi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain adalah, 1) diskusi informasi terkait dengan konsep, prosedur, best practice tentang lesson study, 2) praktek langsung penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran dengan pola lesson studi. Hasil yang diharapkan dapat dicapai melalui kegiatan ini sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan, yaitu 1) meningkatnya pemahaman pendidik biologi tentang konsep dan prosedur pembelajaran biologi dengan pola lesson studi, 2) meningkatnya keterampilan pedidik biologi dalam merancang dan melaksanakan pembelajan biologi dengan pola lesson studi, dan 3) meningkatnya keterampilan pendidik biologi dalam mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan denga pola lesson studi. Kata Kunci: Kompetensi Pendidik Biologi, Kegiatan Pembelajaran, Lesson Study.
Penyuluhan Tentang Mitigasi Bencana Tsunami Berbasis Hutan Mangrove Di Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak Lombok Timur Didik Santoso; M. Yamin; Muh. Makhrus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.651 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.242

Abstract

Abstrak: Kejadian bencana selalu menimbulkan banyak kerugian baik jiwa maupun materi, karena kurangnya kewaspadaan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman bahaya. Bencana gempa bumi yang terjadi disertai dengan tsunami mengakibatkan wilayah pesisir rusak. Di lain sisi, wilayah pesisir Indonesia termasuk padat dengan permukiman dan pembangunan.  Pulau Lombok merupakan salah satu pulau terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana tsunami. Hal ini dikarenakan bagian selatan Pulau Lombok berhadapan langsung dengan Samudra Hindia yang merupakan pertemuan dua lempeng benua yaitu lempeng Benua Asia dan lempeng Benua Australia. Kejadian tsunami di daerah Lunyuk Sumbawa bagian selatan pada tahun 1979 juga berdampak pada daerah-daerah selatan Pulau Lombok yaitu daerah kawasan teluk Tanjung Luar di Kecamatan Keruak dan daerah kawasan Teluk Awang di Lombok Tengah. Dalam rangka mengurangi bahaya tsunami, dan sekaligus untuk melindungi wilayah pesisir  dari ancaman abrasi, angin laut, penyusupan air  asin ke arah daratan, menyerap bahan  pencemar, serta mempertahankan produktivitas pantai dan  laut, perlu dilakukan pelestarian dan perlindungan hutan mangrove ataupun  hutan pantai.  Mangrove adalah suatu komunitas tumbuhan atau suatu individu jenis tumbuhan yang membentuk komunitas tersebut di daerah pasang surut. Hutan mangrove adalah tipe hutan yang secara alami dipengaruhi oleh pasang surut air laut, tergenang pada saat pasang naik dan bebas dari genangan pada saat pasang rendah. Ekosistem mangrove adalah suatu sistem yang terdiri atas lingkungan biotik dan abiotik yang saling berinteraksi di dalam suatu habitat mangrove. “Mangrove” adalah vegetasi hutan yang tumbuh di antara garis pasang surut. Karena karakter pohon mangrove yang khas, ekosistem mangrove berfungsi sebagai peredam gelombang dan badai, pelindung abrasi, penahan lumpur, dan perangkap sedimen. Disamping itu, ekosistem mangrove juga merupakan penghasil detritus dan merupakan daerah asuhan (nursery ground), daerah untuk mencari makan (feeding ground), serta daerah pemijahan (spawning ground) bagi berbagai jenis ikan, udang, dan biota laut lainnya. Juga sebagai pemasok larva ikan, udang, dan sebagai tempat pariwisata. Kata Kunci: Mangrove, Mitigasi, Tsunami
Skrining Kelainan Mata Pada Siswa SDIT Abata Mataram Ni Nyoman Geriputri; Ika Primayanti; Eva Triani; Rika Hastuti Setyorini; Ida Lestari Harahap
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.863 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.243

Abstract

Abstrak: Mata sebagai panca indera penting memerlukan pemeriksaan dan perawatan teratur. Pemeriksaan rutin sebaiknya dilakukan sejak usia dini untuk mendeteksi adanya kelainan refraksi dan kondisi mata lainnya yang dapat mengarah pada gangguan penglihatan permanen. Anak–anak usia sekolah terpapar pada sekumpulan penyakit dan kelainan mata yang sebagian berpotensi menimbulkan gangguan penglihatan permanen baik pada masa kanak–kanak maupun masa kehidupan selanjutnya. Kelainan refraksi dan kondisi mata lainnya berpotensi mempengaruhi kemampuan siswa untuk belajar atau mengganggu performa akademisnya. Penglihatan yang buruk tidak hanya menghalangi kegiatan belajar di sekolah tetapi juga berpengaruh pada masa dewasa nantinya karena 80% proses belajar anak–anak diperoleh melalui sistem visual. Sebagian besar kondisi ini dapat dicegah atau diobati bila ditemukan lebih awal. Kelainan mata pada anak seringkali sulit untuk ditemui karena berbagai faktor, baik dari internal anak maupun faktor eksternal, yaitu dari guru dan orang tua. Kurangnya pengetahuan mengenai tanda dan gejala kelainan mata menjadi penyebab terlambatnya penanganan gangguan penglihatan yang dapat dicegah. Deteksi kelainan mata pada siswa SDIT Abata Mataram dapat dilakukan melalui skrining secara berkala. Berdasar hasil kegiatan skrining yang dilakukan pada siswa SDIT Abata Mataram didapatkan 15% dari 26 siswa mengalami kelainan yang dicurigai sebagai gangguan refraksi, tanpa adanya kelainan lain pada mata. Dianjurkan kepada guru agar menyampaikan hasil pemeriksaan kepada orang tua/wali murid untuk selanjutnya memeriksakan putra/putrinya yang memiliki kelainan refraksi ke dokter spesialis mata. Kata Kunci: Skrining, Kelainan Mata

Page 2 of 156 | Total Record : 1560