cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,609 Documents
Pengolahan Rumput Laut dan Ikan Tuna Sebagai Makanan Tambahan Untuk Pencegahan Stunting di Desa Seriwe Kecematan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Roni Irawan; Rizky Ambar Saputri; Figiana Dita Lestari; Maissy Parwati; Rauhil Inayati; I Dewa Nyoman Aditya Permana; Lidiawati; Yoga Julian Darmawansyah; Marsina; Ahmad Raksun
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.426 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i3.2024

Abstract

Masyarakat Desa Seriwire sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Desa Seriwe memiliki potensi untuk dijadikan sebagai salah satu daerah yang bergerak di bidang pengolahan Rumput laut dengan memanfaatkan hasil laut tersebut menjadi bronis, jeli, dan dodol. Oleh karena itu, dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini kami memilih untuk mengolah rumput laut dan ikan tuna menjadi makanan tambahan untuk pencegahan stunting dengan mengembangkan salah satu hasil laut. Pembuatan siomay merupakan suatu maknan tradisional yang diolah secara tradisional dengan cara yang sangat sederhana, namun memiliki kandungan protein yang tinggi yang meliputi proses menggoreng, mengepres minyak,dan mencampur bumbu. Siomay Rumput Laut Ikan Tuna ini sangat digemari oleh masyarakat dan memiliki prospek yang luas dan menguntungkan karena bahan baku mudah didapatkan, memiliki rasa yang khas, dan harga pangan terjangkau. Siomay ini dapat dikembangkan untuk makananan tambahanpencegahan stunting melalui media sosial seperti Facebook, dan Instagram. Adapun cara pembuatanya secara langsung atau offline dapat dilakukan dengan cara membagi kelompok praktek masak dan menjelasakan bahan dan cara pembuatannya. Pengolahan makanan yang di olah dari hasil laut diharapkan bisa berkembang agar giji ibu hamil dan bayi tetap tercukupi dan memberikan manfaat  bagi masyarakat.
Pemanfaatan Media Sosial dalam Perluasan Jangkauan Pasar bagi Produk Usaha Kecil Desa Kuripan Timur abd.rahman syarif syarif; Sabila Rahmadani; Karomatul Ulya; Ni Ketut Trisnati Ardiantari; Shaufi Kartika Ningrum; Intan Novia Rosiana; Muliana Islami; Yuni Maulida Afifah S.R; Moch. Hisyam Almusalli; Reiki Dwi Wahyu; I Ketut Budastra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.503 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.2026

Abstract

Kuripan Timur Village, Kuripan District, Lombok Barat Regency is a village where most of the people work in agriculture and as an entrepreneur. The community as business actors has not been able to reach consumers widely due to a lack of knowledge about digitalbased media/media that is able to promote the products of local entrepreneurs. To develop Small and Medium Enterprise (UMKM) owned by residents of Kuripan Timur community, it is necessary to take action in promoting their products using social media, especially related to digital marketing. In this activity, people there are not only introduced but also trained in using social media which will make it easier to market products. In addition, people are equipped with procedures for editing pamphlets to be promoted on social media with an easy-to-use app. The assistance is carried out to ensure the community'sunderstanding on how to use social media and the application used to make pamphlets. Keywords: Eastern Kuripan’s People, Digital Matketing, Mikro Small and Medium Engerprises
Pemanfaatan Pekarangan Rumah untuk Budidaya Tanaman Hortikultura dengan Menggunakan Metode Irigasi Tetes Guna Memenuhi Kebutuhan Pangan di Desa Santong Mulia Muhammad Sukri; M.Najhalifanjanib; Lalu Niko Jul’Pakar; Lalu Gilang Adi Mukti; Ni Komang Ayu Partiwi Santa Yani; Ni Wayan Anindita Junindra; Nurmaulidah; Sumarni Juniati; Khofifa Makaroda; Baiq Erica Fitriani; Meri Apriana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.048 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.2029

Abstract

Hal terpenting yang harus diperhatikan dari pengembangan Rumah Pangan Lestari (RPL) adalah bahwa ketahanan pangan nasional harus dimulai dari ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Artikel ini ditulis sebagai upaya untuk memaksimalkan kecukupan kebutuhan pangan rumah tangga yang merupakan program yang diinisiasi oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP). Kemudian mengenai tujuan penulisan ini untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan untuk rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (yang mencerminkan ketahanan pangan rumah tangga); dan meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar. Hasil yang didapat berdasarkan analisis penulis adalah kemampuan masyarakat desa dapat berkembang dalam bidang pertanian dan peningkatan ketahanan pangan rumah tangga
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Lomba Masak Makanan Sehat di Desa Pohgading Timur Mahrus; Mulianis Juniarti; Made Dodi Dharmawan; Fadilah Hairunnisa; Chelsha Viba Alief Vanti; Bernadhitha Yosatika Putri; Nur Allyah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.397 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.2030

Abstract

Makanan sehat dan stunting merupakan dua varibel penting yang saling terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.  Kriteria makanan sehat adalah bersih, dan mengandung gizi seimbang, sangat dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi organ. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan nutrisi yang kurang dalam waktu cukup lama. Ciri yang tampak pada anak yang mengalami stunting adalah ditandai dengan tinggi badan anak kurang dibandingkan dengan umurnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pengolahan makanan bergizi pada ibu-ibu kader posyandu Desa Pohading Timur dalam upaya menghalangi kejadian stunting pada anak. Selanjutnya kepada ibu-ibu kader diharapkan dapat mensosialisasikannya kepada masyarakat dengan harapan dapat mencegah stunting pada masa datang. Pelaksanakan kegiatan ini menggunakan pendekatan lomba memasak makanan sehat bagi ibu hamil. Tema kegiatan yang dilakukan adalah Makanan Sehat Cegah Stunting. Hasil kegiatan lomba memasak makanan sehat ini dapat meningkatkan pengetahuan makanan sehat bagi ibu hamil. Selain itu, kesadaran anggota masyarakat terutama ibu hamil sangat bergairah mengikuti kegiatan lomba makanan sehat tersebut. Hal ini terlihat dari kemampuan para peserta yang dapat menyuguhkan makanan sehat dengan bahan murah dan berkualitas. Kesuksesan ini tidak terlepas dari bantuan dan support dari berbagai pihak terutama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama Desa Pohgading Timur. Kedepannya diharapkan kepada masyarakat Desa Pohgading Timur mampu mencegah terjadinya stunting dengan menerapkan pola makan sehat.
Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos Bokashi Dan Pupuk Organik Cair (POC) Di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah Lalu Zulkifli; Nurul Indriani; M. Irpan Siswandi; Rizky Tri Septiawan; Dinda Febriani; Jannaturroyani; Ispaniah; Hendri Yogi Pratama; Nurfajrin Aliyatri; Estiana; Bq Sari Hidayatullah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.502 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.2031

Abstract

Desa Sengkol merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Secara geografis letak Desa Sengkol sangat strategis karena Desa Sengkol termasuk salah satu desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, dengan ditetapkannya Mandalika sebagai KEK Mandalika berdasarkan PP Nomor 52 Tahun 2014. Permasalahan ang saat ini dihadapi oleh desa yaitu permasalahan lingkungan, hal ini disebabkan karena kurangnya tingkat kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah, disamping itu sarana prasana seperti armada pengangkut sampah serta TPA dan TPS masih sangat terbatas. Alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengadakan kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos organik cair (POC) dan bokashi. Tujuan dari program ini adalah memberdayakan masyarakat Desa Sengkol dalam membuat pupuk organik cair dan bokashi menggunakan sampah organik rumah tangga. Metode yang digunakan yaitu tahap pra pelaksanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi atau pengecekan. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini yaitu masyarakat Desa Sengkol khususnya Dusun Senkol 1 dan 4 memiliki pengetahuan tentang pengolahan sampah dimana masyarakat sudah mampu memilah sampah rumah tangga dan mengolahnya menjadi pupuk kompos cair dan bokashi. Untuk mempercepat proses penguraian atau fermentasi pupuk membutuhkan cairan EM4. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos merupakan langkah tepat dalam menanggulangi permasalah sampah rumah tangga yang ada di Desa Sengkol. Sampah bisa mengahasilkan produk yang memiliki nilai guna dan kedepannya masyarakat Desa Sengkol berkomitmen dalam mengembangkan pupuk kompos dari sampah organik sebagai upaya berkelanjutan dari program pengabdian masyarakat.
Sosialisasi stunting, gejala, dan pencegahannya di Desa Pohgading Timur Mahrus; Made Dodi Dharmawan; Adini Yuniarachmi; Lalu Ferdian Yusuf; Kurratul Uyun; Ade Nugroho
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.046 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i3.2034

Abstract

Desa Pohgading Timur merupakan salah satu desa pesisir di wilayah Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, berjarak sekitar 70 km dari ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Luas wilayah permukiman desa ini sebesar 63.00 ha terdiri dari 10 dusun dengan jumlah penduduk sebanyak 6.912 jiwa, mayoritas masyarakat merupakan petani dan nelayan. Desa Pohgading Timur menghadapi masalah kesehatan yang memerlukan penanganan khusus yakni stunting. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman tentang stunting, gejala, dan pencegahannya kepada ibu-ibu hamil dan pasca melahirkan dalam rangka mencegah stunting pada anak. Penyuluhan merupakan metode yang dipilih dan digunakan dalam kegiatan sosialisasi stunting. Target sasaran adalah ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan bekerjasama dengan lembaga kesehatan yang ada di Desa Pohgading Timur dan BKKBN Kabupaten Lombok Timur. Materi kegiatan adalah pengertian stunting, gejala, dampak dan pencegahannya, dan asupan makan bergizi. Hasil kegiatan ini memperlihatkan bahwa terdapat kurang lebih 30 anak yang terindikasi mengalami masalah stunting dan dalam proses penanganan. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan dalam mengatasi masalah stunting di Desa Pohgading Timur adalah penyuluhan di setiap dusun dengan target ibu hamil dan pasca melahirkan.  Hasil dari kegiatan ini adalah para peserta sosialisasi terutama ibu hamil dan ibu yang memiliki balita memiliki pemahamnan yang komprehensif tentang stunting, gejala, dampak dan pencegahannya. Program ini diharapkan masyarakat memiliki kesadaran tentang stunting dan memulai mengubah kebiasaan hidup ibu hamil dan pasca melahirkan dari yang kurang sehat menjadi pola hidup sehat.
Meningkatkan Kesadaran Diri Masyarakat Desa Batuyang Tentang Pentingnya Menjaga Kebersihan Diri Dan Lingkungan Muh. Zubair; Pieter Umbu Resi Ndapamede; Pratiwi; Ramadhania Nur Fadhila; Muhammad Dia’ul Asfani; Novita Sintia Dewi; Muhammad Yazid Zidane Akbar; Mahraen; Aryndi Adrashaofy Flolya; Novia Anggraini; Muh. Faturahman
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.059 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.2042

Abstract

Karya tulis ini mengambil tema tentang kebersihan diri dan lingkungan. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lapangan, dokumentasi dan studi pustaka yang diolah dan dianalisis sehingga pada akhirnya dapat ditarik kesimpulan. Kebersihan merupakan cara manusia untuk menjaga diri dan lingkungannya agar tercipta kehidupan yang nyaman dan sehat. Menjaga diri dan lingkungan tetap bersih akan memberikan dampak yang positif untuk ke depannya. Namun, masalah tentang kebersihan diri dan lingkungan tidak ada habisnya. Di Desa Batuyang, kesadaran masyarakat akan hal tersebut masih minim. Oleh karena itu, KKN-T Universitas Mataram berupaya untuk meningkatkan dan membentuk mindset pentingnya kebersihan diri dan lingkungan melalui sosialisasi kebersihan diri dan lingkungan di SDN 2 Batuyang, edukasi tentang kebersihan diri pada anak-anak, dan melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan sampah.
Pencegahan Stunting Dengan Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Pola Hidup Sehat Muh. Zubair; Pieter Umbu Resi Ndapamede; Pratiwi; Ramadhania Nur Fadhila; Muhammad Dia’ul Asfani; Novita Sintia Dewi; Muhammad Yazid Zidane Akbar; Mahraen; Aryndi Adrashaofy Flolya; Novia Anggraini; Muh. Faturahman
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.281 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.2043

Abstract

Stunting adalah adalah masalah kurang gizi akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Anak balita dengan nilai Z – Score kurang dari -2,00 SD / standar deviasi (stunted) dan kurang dari – 3,00 SD (severely stunted) disebut stunting. Penyusunan artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lapangan, dokumentasi dan studi pustaka yang diolah dan dianalisis sehingga pada akhirnya dapat ditarik kesimpulan dari data-data tersebut.Kegiatan KKN-T Unram guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat guna mencegah stunting adalah sosialisasi pencegahan stunting sosialisasi makanan sehat, bergizi, dan seimbang, kelas ibu hamil. penyuluhan kesehatan reproduksi kepada remaja, penyuluhan kebersihan diri dan lingkungan, dan pekarangan sehat. Edukasi pada masyarakat di lakukan mulai dari remaja tentang pernikahan dini. Selanjutnya dilakukannya penyuluhan kepada orang tua mengenai penyebab-penyebab stunting dan akibat yang ditimbulkannya serta bagaimana cara mencegahnya yaitu dengan pola asuh yang baik, pemilihan asupan gizi terhadap anak terutama ketika fase 1000 HPK, apa saja bahan dan tekstur makanan yang sesuai dengan umur anak serta menjaga kebersihan lingkungan.
Sosialisasi Tentang Tumpeng Gizi Seimbang untuk Menunjang Perilaku Hidup Sehat Kusmiyati; Dewa Ayu Citra Rasmi; Prapti Sedijani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.993 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i3.2050

Abstract

Tumpeng gizi seimbang merupakan pedoman bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan 1 dari 10 anak kurus, 1 dari 5 anak mengalami obesitas dan 1 dari 4 anak sekolah dasar menderita anemia. Prevalensi status gizi (IMT/U) anak usia 5-12 tahun di NTB adalah: sangat kurus 3 %, kurus13,2%, normal 11,5%, gemuk 5,4 % dan obesitas 3,9 %. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pendidikan gizi di sekolah, terutama di Sekolah Dasar. Sasaran pengabdian ini adalah siswa kelas tinggi SDN 1 Sesela Kecamatan Gunungsari Lombok Barat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman tentang tumpeng gizi seimbang untuk menunjang perilaku hidup sehat. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah metode ceramah, tanya jawab dan praktek menyusun menu gizi seimbang, serta dilakukan pretes dan postes tentang tumpeng gizi seimbang. Pelaksanaan pengabdian ini berjalan lancar berkat dukungan dari pihak sekolah, dengan memberikan kesempatan dan memfasilitasi tim pengabdian, meskipun masih di awal pembelajaran tahun ajaran 2022/2023. Pelaksanaan pengabdian diikuti oleh semua siswa kelas 6 yang berjumlah 23 siswa. Siswa yang hadir mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dengan penuh tanggung jawab, semua mengikuti tes awal (pretes) dan tes setelah penyampaian materi (postes) dengan penuh semangat dan disiplin. Hasil penghitungan gain ternormalisasi sebesar 0,45. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah: (1), Pengetahuan siswa tentang tumpeng gizi seimbang untuk menunjang perilaku hidup sehat meningkat dengan kategori sedang; (2). Memaksimalkan pemanfaatan dan penerapan informasi tumpeng gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari akan menunjang perilaku hidup sehat.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi, Pemberian Makanan Tambahan dan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Misbahuddin; Abdul Kholid; Yunita Sari; Elmy Ericka Stywati; Wira Wawantoro; Baiq Irma Fitriani; Anisaturahman; Suryani Kazrina; Baiq Juliati; Helmi Ilzam Fadholi; Muhammad Amjad Syahrastany
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.235 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.2051

Abstract

Based on WHO’s data in 2013, there are 24.5% of children under five in the world experiencing stunting. Around 80% of stunted children in the world live in 14 countries. Furthermore, based on the results of the 2018 National Basic Health Research, the stunting rate in children in Indonesia reached 30.8%. With West Nusa Tenggara being the area with the 5th highest stunting rate in Indonesia, which is 30.9%. Besides, Ketangga Jeraeng Village is one of the villages that also has the potential for stunting children. The Ketangga Jeraeng village consists of 8 hamlets and 9 Posyandu places. Based on data from the Posyandu in the Ketangan Jeraeng village, there were 1 child identified as stunted and 3 children identified as weight below the red line (WBR). 1 child was identified as stunted from Wates Hamlet. Meanwhile, the 3 WBG children came from the Ketangga Kemalik and Timuk Lauk hamlets. This activity lasts for 45 days starting from June 20 to August 3, 2022, which were conducted by the students of University of Mataram in Community Service Program (CSP). During those 45 days, CSP students in Ketangga Jeraeng Village empowered the community through socialization, Supplementary Food Provision, and capacity building for posyandu cadres. The result of this activity is an increase in knowledge related to how to prevent stunting and how important it is to provide nutritious food for children. In addition, the end result of this activity is also implemented by making nutritious Moringa pudding to prevent stunting. CSP students chose Moringa as the main ingredient in addition to having high nutrition, Moringa is also easy to find in this village so that it will make it easier for mothers to make the product.

Page 56 of 161 | Total Record : 1609