cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
Hubungan Stunting dengan Kadar Hemoglobin dan Prestasi Belajar Pada Anak Sd Negeri 13 Teluk Pandan Pesawaran Tahun 2019 Yessi Nurmalasari; Anggunan Anggunan; Rofi Arivany
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.3780

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh malnutrisi berkepanjangan, yang dinilai berdasarkan z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2 standar deviasi (SD) berdasarkan standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Stunting yang ada pada anak sekolah merupakan manifestasi dari stunting pada masa balita yang mengalami kegagalan dalam masa tumbuh, konsekuensi yang diterima yaitu berkaitan dengan rendahnya kemampuan kognitif anak. Jika asupan zat besi tidak tercukupi maka pembentukan transferrin juga akan terganggu yang mengakibatkan rendahnya kadar hemoglobin, sehingga menyebabkan anemia. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Hubungan stunting dengan kadar hemoglobin dan prestasi belajar pada anak sd negeri 13 teluk pandan pesawaran tahun 2019. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan analatik observasional dengan desain cross sectionall. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik bivariat chi-square didapatkan masing-masing nilai p- value = 0,016 dan OR 3,1 (1,2-8,1) pada anak stunting dengan kadar Hemoglobin. Dan p-value = 0,026 dan OR 3,3 (1,1-9,8) pada anak stunting dengan prestasi belajar. Berarti kadar hemoglobin dan prestasi belajar pada anak stunting berhubungan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara stunting dengan kadar hemoglobin dan prestasi anak sd negeri 13 teluk pandan pesawaran tahun 2019. Kata Kunci : Stunting. Kadar Hemoglobin. Prestasi Belajar.
Hubungan keaktifan kader dan dukungan keluarga dengan perilaku ibu membawa anak balita ke Posyandu di Desa Banding Agung Wilayah Kerja Puskesmas Pedada Kabupaten Pesawaran Tahun 2012 Fatma Helna; Khoidar Amirus; Gunawan Irianto
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.323

Abstract

Program posyandu dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat, makadiharapkan masyarakat sendiri yang aktif membentuk, menyelenggarakan,memanfaatkan dan mengembangkan Posyandu sebaik-baiknya. Kelangsungan Posyandutergantung dari partisipasi masyarakat itu sendiri. Kunjungan balita ke Posyandu di DesaBanding Agung juga belum memenuhi target yang ditentukan, yaitu 70%, dimana padatahun 2009 nilai D/S 52,2%, tahun 2010 nilai D/S 55,7% dan pada pertengahan tahun2011 bilai D/S baru mencapai 50,2%. Tujuan penelitian adalah diketahui hubungankeaktifan kader dan dukungan keluarga dengan perilaku ibu membawa anak balita kePosyandu di Desa Banding Agung Wilayah Kerja Puskesmas Pedada KabupatenPesawaran Tahun 2012.Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasiadalah ibu yang memiliki anak balita (usia 1-5 tahun) di Desa Banding Agung WilayahKerja Puskesmas Pedada Kabupaten Pesawaran sebanyak 78 orang. Sampel 78responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden dengan kader kurang aktifyaitu sebanyak 43 responden (55,1%), mendukung yaitu sebanyak 48 responden(61,5%), tidak aktif membawa balita ke posyandu yaitu sebanyak 47 responden(60,3%). Ada hubungan yang signifikan antara keaktifan kader (p value 0,016, OR3,732), dukungan keluarga dengan perilaku ibu membawa anak ke Posyandu (p value0,004, OR 6,469). Saran bagi petugas kesehatan agar meningkatkan pemberianinformasi pada masyarakat melalui penyuluhan baik secara langsung maupun tidaklangsung yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah.Kata Kunci : Keaktifan kader, dukungan keluarga, Posyandu Balita
FAKTOR RESIKO KEJADIAN MALARIA KLINIS DI DESA TANJUNG DALAM WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS LUBUK BATANG KABUPATEN OKU Eko Heryanto; Deli Lilia; Fera Meliyanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i1.451

Abstract

The World Malaria Report 2005, dijelaskan bahwa di dunia saat ini lebih dari 1 juta orang setiap tahun meninggal akibat malaria. Hasil laporan Riskesdas tahun 2007, prevalen malaria di Indonesia mencapai 2,85%. Prevalensi kasus malaria di Sumatera Selatan adalah 1,01% (Laboratorium) dan 1,63 % (gejala klinis). Desa Tanjung Dalam yang merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lubuk Batang menunjukan AMI pada tahun 2013 yaitu 60,69‰ dengan jumlah kasus 86 dari 1.417 penduduk. Tujuan penelitian diketahui factor resiko kejadian malaria klinis di Desa Tanjung Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Batang Kabupaten OKU tahun 2014.Penelitian ini dilakukan dengan desain Cross Sectional. Populasi meliputi seluruh kepala keluarga berjumlah 387 KK dengan sampel 197. Analisis data univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square, dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan penderita malaria 56 (28,4%) responden, 91 (46,2%) tidak menggunakan kelambu, 77 (39,1%) tidak menggunakan obat nyamuk, 66 (33,6%) memiliki kebiasaan keluar rumah di malam hari, 115 (58,45) tidak memasang kawat kasa pada ventilasi rumahnya, 87 (44,2%) disekitar lingkungan rumahnya ada tempat perindukan nyamuk, dan 95 (48,2%) terdapat semak-semak disekitar lingkungan rumahnya. Dari hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pemakaian kelambu (p=0,000), kebiasaan memakai obat nyamuk (p=0,000), kebiasaan keluar malam (p=0,000), pemasangan kawat kasa ventilasi (p=0,002), tempat perindukan nyamuk (p=0,005), dan keberadaan semak-semak (p=0,003) dengan kejadian malaria klinis. Disimpulkan, bahwa pemakaian kelambu, kebiasaan memakai obat nyamuk, kebiasaan keluar malam, pemasangan kawat kasa ventilasi, tempat perindukan nyamuk, dan keberadaan semak-semak merupakan faktor resiko terjadinya malaria klinis.Kata kunci : Malaria klinis
Evaluasi Program Sekolah Dasar Bersih dan Sehat: Studi Pada Madrasah Ibtidaiyah di Kota Bandar Lampung Samino Samino; Dwi Astuti Widia Ningrum; Silvia Dewi Ratna Sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i3.3214

Abstract

Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok usia yang kritis karena seorang anak rentan terhadap masalah kesehatan. Isu kesehatan yang lebih menonjol pada anak usia sekolah dasar adalah perilaku hidup bersih dan sehat. Untuk mendukung peningkatan kualitas hidup bersih dan sehat kepada seluruh warga sekolah tersebut maka diperlukan program Pembinaan Sekolah Dasar Bersih dan Sehat (SDBS). Namun saat ini pelaksanaan program sekolah dasar bersih dan sehat perlu dievalusi secara berkesinambungan untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan sampel Kepala Madrasah Ibtidaiyah di Kota Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data yaitu kajian dokumen, observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan (verifikasi data). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan keberhasilan program sekolah dasar bersih dan sehat baru mencapai peringkat C (Cukup). Dari hasil penelitian faktor internal dan eksernal seperti kurangnya dukungan sarana dan prasarana yang ada serta kerjasama antar warga sekolah yang belum terjalin dengan baik menjadi penyebab belum berhasilnya program sekolah dasar bersih dan sehat.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN VITAMIN E DAN OLAH RAGA TERHADAP PENURUNAN DISMENORE PADA SISWI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI I PULAU PANGGUNG TANGGAMUS TAHUN 2014 Heni Herdanela; Khoidar Amirus
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i1.419

Abstract

Dismenore merupakan rasa nyeri saat menstruasi yang menggangu kehidupan sehari-hari wanita dan mendorong penderita untuk melakukan pemeriksaan atau konsultasi ke dokter, puskesmas atau datang ke Bidan. Menurut PKBI Tanggamus angka kejadian dismenore sebesar 65,3% menempati urutan pertaama keluhan yang sering dialami wanita. Prevalensi Dismenore lebih tinggi pada kelompok usia remaja 10-20 tahun sebesar 71.4%. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas pemberian vitamin E dan olah raga terhadap penurunan dismenore pada siswi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Pulau Panggung Tanggamus tahun 2014.Jenis penelitian kuantitatif, desain quasi eksperimen. Populasi penelitian adalah sebanyak 175 siswi. Sampel yang digunakan sebanyak 45 siswi yang terbagi menjadi tiga kelompok masing-masing 15 siswi yaitu kelompok vitamin E,olah raga dan kontrol.Vitamin E dengan dosis 200 IU diberikan selama 5 hari yaitu 2 hari menjelang haid dan 3 hari saat haid berlangsung. Olah raga dilakukan 3 kali dalam seminggu selama sebulan. Alat ukur berupa kuesioner menggunakan sekala nyeri yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis bivariate menggunakan uji t dependen dan multivariate dengan menggunakan uji anovaHasil analisis bivariate menunjukkan bahwa pemberian vitamin E dengan nilai (P value 0,000) artinya vitamin E efektif menurunkan dismenore. Perlakuaan olah raga dengan nilai (P value 0,000) artinya olah raga efektif menurunkan dismenore. Berdasarkan hasil analisa multivariat didapatkan perlakuan yang paling efektif menurunkan dismenore adalah dengan pemberian vitamin E dilihat dari selisih rata-rata penurunan dismenore yaitu 1,6. Saran bagi pelayanan kesehatan mampu bekerjasama dengan dinas pendidikan dalam memberikan penyuluhan kesehatan kepada remaja putri dalam hal kesehatan reproduksi dan penanganan yang dilakukan oleh petugas kesehatan tidak hanya dengan cara farmakologi tetapi dapat diterapkan cara non farmakologi pada pasien nyeri sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam menangani masalah nyeri.Kata Kunci : Olah Raga, Vitamin E, Dismenorea.
Analisis Spasial Penyakit Kusta di Lampung Sari, Nurhalina; Nurmala, Eliza Eka
Jurnal Dunia Kesmas Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i1.1351

Abstract

Leprosy is health problem because It appears morbidity and disablement that influences quality of life. Indonesia in 2020, declares to be leprosy free country in Bangkok Declaration 2013. But, until 2015, There is still the report of leprosy case, include Lampung. The research aims to spatial analysis for leprosy and the risk factor. It wants to get the priority area for handling the leprosy in Lampung.The research used ecology study design. Data of leprosy and the risk factor was gotten from secunder data: Central Bureau of Statistics and Public Health Office in Lampung 2011-2015. Data analysis used spatial analysis. Leprosy case was gotten in two category, pausibasiler (PB) and multibasiler (MB). From 15 regency, there was Pesisir Barat Regency that didn’t report leprosy case. Spatial result for 5 years reported the dominant leprosy case in Lampung Tengah and Lampung Timur Regency. In addition, It was found several regency that had higher risk to leprosy case in future. It based on population density, the number of poor people, sanitation, nutritional status and health facilities. A number of Regency were known to have higher risk to development of leprosy in the future. Spatial result can be used to decide priority area for handling the leprosy in Lampung. 
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA DALAM KECAMATAN WAYLIMA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2013 Agung Aji Perdana; Samino Samino; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i1.387

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih terjadi transmisi malaria atauberisiko malaria (risk malaria), karena tahun 2011 jumlah pasien malaria yangmeninggal tahun 2011 adalah 388 orang. Angka API di Provinsi Lampung pada tahun2011 sebesar 0,62‰, di Kabupaten Pesawaran angka API pada tahun 2011 sebesar14,77‰, di Puskesmas Kota Dalam angka API pada tahun 2011 sebesar 4,81‰.Tingginya kasus malaria disebabkan oleh masih adanya nyamuk Anopheles sebagaiperantara penularan malaria, perubahan lingkungan yang tidak terkendali, mobilitaspenduduk yang tinggi, dan perilaku masyarakat yang tidak sehat. Tujuan penelitian iniadalah untuk diketahui hubungan perilaku masyarakat dan lingkungan dengan kejadianpenyakit malaria di wilayah kerja Puskesmas Kota Dalam, Kecamatan Way Lima,Kabupaten Pesawaran Tahun 2013.Jenis penelitian survei analitik dengan rancangan Case Control. Jumlah sampeldalam penelitian 128 responden. Kelompok kasus 64 responden dan kontrol 64responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa yang analisaunivariat dan bivariat dengan uji Chi Square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan keluarrumah pada malam hari (p-value 0,001, OR sebesar 3,432 (CI 95% : 1,655 – 7,115),tempat perindukan nyamuk (p-value 0,001, OR sebesar 3,462 (CI 95% : 1,664 – 7,200),kerapatan dinding rumah (p-value 0,013, OR sebesar 2,616 (CI 95% : 1,279 - 5,351),pemasangan kawat kassa (p-value 0,008, OR sebesar 2,781 (CI 95% : 1,359 - 5,691)dengan kejadian malaria. Tidak terdapat hubungan antara penggunaan obat anti nyamukdengan kejadian malaria (p-value 0,111)Disarankan agar masyarakat mencegah gigitan nyamuk, jika keluar rumah padamalam hari hendaknya menggunakan baju lengan panjang atau menggunakan obat antinyamuk oleh (rappelent). Bagi instansi kesehatan dilakukan penyuluhan secara intensifguna memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara mencegah danmenanggulangi malaria.Kata Kunci : Perilaku Masyarakat, Lingkungan, Kejadian Malaria
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG HARI KABUPATEN LAMPUNG TIMU Dwi Astuti Widia Ningrum; Dhiny Easter Yanti; Sugihati Sugihati
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i4.1086

Abstract

ABSTRAKKontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Upaya ini dapat bersifat sementara maupun bersifat permanen, dan upaya ini dapat dilakukan dengan menggunakan cara, alat atau obat-obatan. Berdasarkan hasil pre-survey yang dilakukan peneliti pada bulan Mei 2018 di Puskesmas Batang Hari Kabupaten Lampung Timur didapatkan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) pengguna KB baru didapatkan 12 Pasangan Usia Subur. Pengguna Suntik sebanyak 8 akseptor dan Pil sebanyak 15 akseptor, pengguna KB aktif sebanyak 325 Pasangan Usia Subur pengguna IUD sebanyak 7 akseptor, Implant sebanyak 11 akseptor atau, kondom sebanyak 5 akseptor, Suntik sebanyak 213 akseptor, Pil sebanyak 89 akseptor. Tunjuan penelitian ini untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada pasangan usia subur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua akseptor KB aktif periode bulan April 2018 yang tercatat di Puskesmas Batang Hari Kabupaten Lampung Timur dengan jumlah populasi 325 orang, sampel sejumlah 179 responden teknik pengambilan sampel dengan cara random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner, dan analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara umur istri dengan pemilihan kontrasepsi MKJP nilai p value 0,043 dan OR=1,300. Ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pemilihan kontrasepsi MKJP nilai p value 0,032 dan OR=2,473. Ada hubungan antara pekerjaan dengan pemilihan kontrasepsi MKJP berdasarkan nilai p value 0,009 dan OR=1,335. Tidak ada hubungan antara jumlah anak dengan pemilhan kontrasepsi MKJP nilai p value 0,070. Ada hubungan antara dukungan suami dengan pemilhan kontrasepsi MKJP nilai p value 0,037 dan OR=0,410. Diharapkan pasangan usia subur ikut dapat menambah pengetahuan dalam program KB melalui upaya promotif berupa bimbingan dan penyuluhan yang bertujuan menyampaikan informasi tentang metode kontrasepsi yang efektif.
Pengaruh Permainan Ular Tangga terhadap Pencegahan Perilaku Merokok di SDN 002 Sekolaq Darat Riska Ayu Triana; Sri Sunarti; Erika Ade Rahayu; Fakhri Jaya Ramadhan; Fathur Rahim; Faesal Ardi
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i4.3307

Abstract

Rokok merupakan tembakau yang diolah dengan cara dibungkus di dalam kertas rokok yang digunakan dengan cara dibakar pada ujungnya. Merokok adalah salah satu perilaku yang penyebab masalah kesehatan di dunia. Negara dengan tingkat prevalensi perokok tertinggi di dunia salah satunya adalah Negara Indonesia. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Permainan Ular Tangga Terhadap Pencegahan Perilaku Merokok di SDN 002 Sekolaq Darat. Metodologi: Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Quasi Eksperimen dengan pre dan post desain. Penelitian ini melibatkan dua kelompok penelitian yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan di berikan perlakuan yaitu dengan memberikan penyuluhan menggunakan media permainan ular tangga ANROK (Anti Rokok) sedangakan kelompok kontrol tidak. Populasi dalam penelitian adalah siswa/i Kelas 4-5 SDN 002 Sekolaq Darat dengan jumlah Populasi sebanyak 180 siswa/i. Sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 160 responden. Hasil penelitian ditemukan adanya pengaruh permainan ular tangga yang diberikan, dapat dilihat data berikut: data tidak berdistribusi normal karena sig. Pre-test lebih < 0,05, adanya peningkatan pengetahuan dan sikap setelah dan sebelum diberikan perlakuan karena ada peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test. Permaianan ular tanga dapat digunakan sebagai salah satu alat promosi kesehatan.
ANALISIS SEKUEN NUKLEOTIDA E/NS1 GENE JUNCTION VIRUS DENGUE SEROTIPE 2 ASAL DKI JAKARTA, INDONESIA Nurhaida Widiani; Tri Wibawa; Nastiti Wijayanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i1.314

Abstract

Demam dengue atau demam berdarah dengue merupakan salah satu masalahkesehatan di daerah tropis dan subtropis. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue(genus flavivirus, famili flaviviridae). Vektor pembawa virus dengue adalah nyamukAedes aegypti dan Aedes albopictus. Genom virus dengue tersusun atas tiga proteinstruktural (protein nukleokapsid, protein envelope, dan protein pre-membran) dan tujuhprotein nonstruktural (NS1, NS2a, NS2b, NS3, NS4a, NS4b, dan NS5). Usaha untukmengontrol penyakit ini tergantung pada pemahaman patogenesis virus dengue. Tetapipengetahuan mengenai patogenesis virus dengue masih belum banyak diketahui karenabelum adanya model yang cocok baik in vitro maupun in vivo. Sehingga dilakukananalisis sekuen nukleotida E/NS1 gene junction virus dengue tipe 2 asal DKI Jakarta,Indonesia untuk mengetahui hubungan filogeni virus dengue yang beredar saat ini.Sekuen nukleotida (240 bp) dari E/NS1 gene junction merupakan segmen yang biasadigunakan untuk analisis perbandingan sekuen. Hasil analisis menunjukkan strain virusyang diteliti berkerabat dengan virus DEN-2 asal Asia yaitu Myanmar, Pakistan, SriLanka, Brunei, dan Malaysia. Tetapi kelima virus ini berada dalam kelompok yangberbeda dengan virus asal Amerika latin (Brazil). Virus Dengue dari Asia diduga lebihvirulen dibandingkan virus dengue dari daerah lain. Sehingga kemungkinan terjadipeningkatan kasus DBD di Indonesia.Kata kunci: Virus Dengue, E/NS1 gene junction, serotype, filogeni, DEN-2

Page 10 of 52 | Total Record : 519


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue