cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
Hubungan Kondisi Sarana Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Penengahan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan 2012. Mahmud Mahmud; Ahcmad Farich; Fitri Ekasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.324

Abstract

Diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, karenaangka kesakitannya tinggi dan berpotensi untuk menyebabkan kematian,terutama apabila pengelolaan penderitanya terlambat dilakukan, faktorpenunjang terjadinya diare antara lain sanitasi lingkungan yang buruk. Di DesaPenengahan jumlah kejadian diare balita tahun 2010 sebanyak 44 kasus (2,1%)dan tahun 2011 meningkat 2 kali lipat lebih besar, yaitu menjadi 97 kasusdengan IR 39,4 % dari target penemuan kasus diare pada balita di DesaPenengahan sebesar 64 kasus dengan IR 26,0 %. Tujuan penelitian diketahuihubungan kondisi sarana sanitasi dasar dengan kejadian diare pada balita didesa Penengahan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan tahun2012.Jenis penelitian ini Kualitatif dengan pendekatan Potong lintang (Crosssectional). Populasi adalah seluruh rumah yang mempunyai balita. Besar sampelsebanyak 57 balita. Teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling.Analisis dengan menggunakan uji Chi Square.Hasil analisa univariat didapatkan penderita diare sebanyak 42 orang (73,7%)penderita dengan sarana air bersih yang tidak memenuhi syarat sebanyak 35orang (52,6%), penderita dengan tempat pembuangan tinja yang tidakmemenuhi syarat sebanyak 30 orang (52,6%), penderita dengan tempatpembuangan sampah yang memenuhi syarat 38 (66,7%), penderita dengan SPALyang tidak memenuhi syarat sebanyak 42 orang (73,7%). Sedangkan analisisbivariat menunjukan bahwa ada hubungan sarana air bersih (p value = 0,022;OR = 5,0), ada hubungan tempat pembuangan tinja (p value = 0,001; OR =13,0), ada hubungan tempat pembuangan sampah (p value = 0,026; OR = 10,5)dan ada hubungan SPAL (p value = 0,001; OR = 9,0). Di sarankan penggerakanmasyarakat dibidang sanitasi atau Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).Kata Kunci : Diare, balita, sanitasi dasar
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT SCABIES DI POLI PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PRINGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2015 Laili Hidayati; Zaenal Abidin
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i1.452

Abstract

Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh investasi dan sensitisasi (kepekaan) terhadap Sarcoptes scabiei var. Humini.s. Prevalensi penyakit scabies di Indonesia sekitar 12,9%. Lampung insiden penyakit scabies pada tahun 2011 sebesar 0,11%, dan 2012 mengalami peningkatan menjadi 0,29 insiden di seluruh kabupaten/kota. Penelitian bertujuan diketahui hubungan faktor personal hygine, faktor air, faktor kepadatan hunian, faktor kebersihan rumah dan binatang peliharaan dengan kejadian scabies.Penelitian ini kuantitatif analitik, dengan rancangan cross sectional. Populasi pasien berobat di Poli kulit dan kelamin RSUD Pringsewu 2015, 170 orang, dengan sampel total populasi. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Uji statistik chi square dengan tingkat kepercayaan 95%.Distribusi frekuensi personal hygine tidak baik 60.6%, air tidak bersih 61.2%, kepadatan hunian 47.6%, rumah tidak bersih 48.2% dan memiliki binatang peliharaan 54.1%. Hasil uji chi square dapat djelaskan ada hubungan personal hygine (p=0.00 dan OR=5.1), air (p=0.00 dan OR=5.4), kepadatan hunian (p=0.001 dan OR=3.1), kebersihan rumah (p=0.00 dan OR=4.8), dan pemeliharaan binatang (p=0.001 dan OR=2.9). Disarankan bagi responden agar meningkatkan personal hygine, melakukan penyaringan air bersih, menghindari kontak langsung dan tidak langsung dengan sesama penghuni rumah yang scabies, membersihkan rumah dari debu, dan memisahkan kandang binatang peliharaan dari rumah.Kata kunci : Scabies, personal hygine, air, kepadatan hunian, kebersihan rumah, dan pemeliharaan binatang.
Analisis Penyimpanan Obat di Puskesmas Rejo Katon Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur Ketut Wijana; Fitri Eka Sari; Nurul Aryastuti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2896

Abstract

Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas mengatakan Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.Tujuan penelitian ini diketahui hasil analisis penyimpanan obat di Puskesmas Rawat Inap Rejo Katon Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur tahun 2019.Jenis penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Penelitian telah dilakukan di Puskesmas Rawat Inap Rejo Katon Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur, pada bulan September – Oktober. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam.Hasil penelitian diketahui sumber daya manusia gudang yang tersedia di gudang farmasi masih belum sesuai dengan ketentuan minimal yang dibuat dalam pedoman penyimpanan obat, karena hanya terdiri dari petugas yang merangkap sebagai kepala Instalasi Farmasi. Sarana dan prasarana penyimpanan yang tersedia sudah memadai jumlahnya berdasarkan ketentuan minimal yang dibuat oleh pedoman penyimpanan obat yang di buat. Prosedur penyimpanan obat sudah sesuai dengan pedoman penyimpanan obat Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan tahun 2010 meskipun prosedur penerimaan, penyusunan obat dan stock opname ada yang belum dilaksanakan dengan baik oleh petugas. Proses penyimpanan obat sudah dilaksanakan sesuai SOP hanya saja terjadi waktu yang lama. Monitoring secara berkala  belum dilakukan, monitoring hanya dapat dilihat dari stok opname obat saja. Kendala yang terdapat di penyimpanan obat adalah tenaga farmasi yang khusus. Diharapkan dapat melakukan penambahan petugas sehingga diharapkan dapat melakukan pemeriksaan terhaadap obat-obatan yang disimpan secara berkala untuk membantu mendeteksi adanya obat kadaluarsa dan obat rusak.
LAMA PERAWATAN IBU PASKA OPERASI SEKSIO SESAREA DI RUANG BERSALIN RSUD JEND. AHMAD YANI METRO 2014 (ANALISIS SURVIVAL) Sri Yuniati; Christin Angelina Febriani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i1.420

Abstract

Persalinan sesarea merupakan upaya menolong agar bayi lahir sehat dan ibu selamat. Komplikasi dari tindakan pembedahan dapat memperpanjang lama perawatan dan masa pemulihan. Permasalahan dalam penelitian ini bahwa terdapat lama perawatan yang lebih dari standar pada umumnya (>5 hari). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan factor-faktor yang berhubungan dengan lama perawatan ibu paska sesarea di RSUD Jend. A.Yani Metro tahun 2014.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectinal menggunakan data sekunder. Tehnik pengambilan sampel secara proporsional sampel, berjumlah 90 responden. Data dianalisis dengan survival analisis (univariat, bivariat dan multivariat).Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa proporsi umur tidak berisiko (53,3%), paritas berisiko (55,6%), jarak ke fasilitas rujukan dekat/dalam kota (52,2%), jarak kehamilan tidak berisiko (51,1%), indikasi darurat (63,3%), Hb tidak anemia (51,1%) dan gula darah normal (55,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan umur (p=0,009), jarak ke fasilitas rujukan (p=0,002), pekerjaan (p=0,003), interval kehamilan (p=0,002), Hb (p=0,005) dan gula darah (p=0,000) dengan lama perawatan paska operasi seksio sesarea; tidak ada hubungan indikasi sesarea (0.72) dengan lama perawatan paska operasi seksio sesarea. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan lama perawatan sesarea adalah jarak ke fasilitas rujukan (p=0,038 dan HR 0,565). Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada ibu untuk meningkatkan pemeriksaan kehamilan secara berkala ke petugas kesehatan agar dapat di deteksi secara dini kemungkinan penyulit atau risiko tinggi pada kehamilan, persalinan dan nifas.Kata kunci : Lama Perawatan Sesarea, Karakteristik Ibu
Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kelelahan Kerja Pada Petugas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda Kresna Febriyanto; Muhammad Chandra Gunawan; Nida Amalia
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i1.1490

Abstract

Sikap menarlk dirt dart linglcungan, curiga berlebihan, hingga perntrunan perhatian merupakan beberapa gejala dari gangguan jiwa yang memerlukan penanganan dart berbagai disiplin ilmu, diantaranya perawat jiwa. Berbagai terapi modalitas telah dikembangkan, salah satunya adalah terapi aktivitas kelompok (TAK) termasuk di dalamnya TAK stimulasi persepsi umum. Dari basil pra survey yang dilakukan tanggal 10 februari 2010 diperoleh data kasus yang sering terjadi yaitu gangguan persepsi salah satunya halusinasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahul pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi umum terhadap kemampuan persepsi klien yang mengalami gangguan persepsi di ruang Kutilang Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung tahun 2010. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pretest post test with control group. Populasi penelitian ini yaitu jumlah klien gangguan persepsi yang di rawat di ruang Kutilang Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung selama tahun 2010. Tehnik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Analisa data yang digunakan adalah uji t-test. Hasil penelitian menggambarkan bahwa nilai kemampuan persepsi klien kelompok yang diberikan TAK stimulasi persepsi umum saat pre-test 4,80 dengan standar deviasi 2,396. Nilai mean kemampuan persepsi klien saat post-test 8,87 dengan standar deviasi 3,114. Hasil uji statistik diperoleh p-Value= 0,002 sehingga Ho ditolak. Berbeda dengan nilai kemampuan persepsi klien yang tidak diberikan perlakuan saat pre-test 4,80 dengan standar deviasi 0,611. Nilai mean kemampuan persepsi klien saat post-test 4,67 dengan standar deviasi 2,225 p-Value= 0,164. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan persepsi klien yang diberikan perlakuan TAK stimulasi persepsi umum dengan yang tidak diberi perlakuan TAK stimulasi persepsi umum di ruang Kutilang Rumah Sakit Jiwa daerah Provinsi Lampung tahun 2010. Hasil penelitim diharapkan menjadi masukan yang positif bagi institusi rumah sakit jiwa untuk memasukkan kegiatan TAK Stimulasi persepsi umum kedalam salah satu jadwal kegiatan rutin, serta melatih perawat jiwa agar mahir dan kompeten sebagai tPrapis kelompok. Kata kunci : TAK stimulasi persepsi umum, kemampuan persepsi klien dengan gangguan persepsi
PENGARUH PEMBERIAN MIKRONUTRIEN TERHADAP PERTUMBUHAN ANAK GIZI KURANG USIA 12–24 BULAN PENERIMA MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA Antun Rahmadi
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i1.388

Abstract

Pengaruh Pemberian Mikronutrien terhadap Pertumbuhan Anak Gizi Kurang Usia12-24 Bulan Penerima Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) di KabupatenLampung Utara. Suplementasi mikronutrien merupakan alternatif programpenanggulangan masalah gizi mikro, karena itu perlu dilakukan penelitian bagaimanapengaruh pemberian suplemen mikronutrien terhadap pertumbuhan anak gizi kurang diKabupaten Lampung Utara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruhpemberian mikronutrien terhadap pertumbuhan anak gizi kurang usia 12-24 bulanpenerima MP-ASI.Jenis penelitian ini adalah Randomized Control Trial tanpa Blindness. Subjekpenelitian dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama diberi MP-ASI biskuit danmikronutrien berupa vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, D, E, asam folat, niasin, tembaga,iodium, besi dan seng sebanyak 100% kecukupan gizi yang dianjurkan. Kelompok keduadiberi MP-ASI biskuit saja. Intervensi dilakukan setiap hari selama 90 hari. Berat badandan panjang badan anak diukur pada awal penelitian sebagai data dasar dan selanjutnyadiukur setiap 30 hari.Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermaknapeningkatan berat badan dan panjang badan antara anak yang diberi MPASI biskuit danmikronutrien dengan anak yang diberi MP-ASI biskuit saja (p<0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan berat badan dan panjang badananak yang diberi MP-ASI biskuit dan mikronutrien lebih tinggi daripada anak yang diberiMP-ASI biskuit saja.Kata kunci: mikronutrien, suplementasi, MP-ASI, pertumbuhan.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN VAKSINASI BCG DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK Tessa Sjahriani; Neneng Sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i4.1087

Abstract

ABSTRAKTuberkulosis atau TB adalah suatu penyakit menular yang sebagian besar disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kasus Tuberkulosis pada anak berkisar 15% dari seluruh kasus Tuberkulosis di dunia. Angka kematian Tuberkulosis pada anak mencapai 7%. Penyakit Tuberkulosis pada anak-anak sering tidak terdiagnosis atau terlewatkan dianosisnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pemberian vaksinasi BCG dengan kejadian Tuberkulosis pada anak di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2016. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan menggunakan pendekatan studi “Cross Sectional”. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2018. Subyek pada penelitian adalah seluruh rekam medis TB usia 0-17 tahun di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2016 sejumlah 143 (total populasi). Hasil penelitian diolah dengan tahapan editing, scoring, coding, processing, dan cleaning, menggunakan kuesioner dan analisis data Chi Square (derajat kemaknaan 95%). Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi yang tidak diimunisasi berjumlah 55 responden (38,5%), yang menderita Tuberkulosis pulmonal berjumlah 73 responden (51%). Ada hubungan antara pemberian vaksinasi BCG dengan kejadian Tuberkulosis pada anak di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2016 (p 0,011). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pemberian vaksinasi BCG dengan kejadian Tuberkulosis pada anak di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2016.
Perilaku Hygiene Sanitasi Penjamah Makanan di Rumah Makan Padang Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmat Kota Palembang Khairil Anwar; Diah Navianti; Sasma Rusilah
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i4.3302

Abstract

Hygiene sanitasi makanan adalah Kebersihan individu terutama penjamah makanan  yang bekerja langsung dalam pengolahan pangan karena penjamah makanaan dapat  mencemari bahan pangan. Oleh karena itu kebersihan individu dalam pengolahan makanan merupakan salah satu hal yang penting agar produk pangannya aman untuk dikonsumsi. Selain pengolahan, penyimpanan dan penyajian makanan yang baik dan benar juga merupakan hal yang penting agar dapat menjaga mutu dan keamanan hasil olahan pangan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya prilaku Hygiene Sanitasi Penjamah Makanan di Rumah Makan Padang Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmat  Kota Palembang. Metode Penelitian ini adalah survey bersifat deskriftif yaitu melihat gambaran prilaku hygiene sanitasi penjamah makanan di Rumah makan Padang Wilayah Kerja Puskesmas Basuki Rahmat Kota Palembang. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa 28 responden (63,3%) berpendidikan tinggi, 37 responden (90,2%) yang berpengetahuan baik, 28 responden (68,3%) yang memiliki tindakan baik, 39 responden (95,1%) yang memiliki sikap baik,  penjamah makanan yang berpendidikan tinggi memiliki tindakan baik sebanyak  25 penjamah (61,0%), sedangkan penjamah makanan yang memiliki pengetahuan  baik dan tindakan baik sebanyak  27 penjamah makanan  (65,8%). Disarankan  kepada penanggung jawab rumah makan agar dapat lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan penjamah  makanan  dan kepada Dinas Kesehatan Kota Palembang agar dapat melakukan pengawasan secara berkala terhadap Rumah makan dan mengadakan pelatihan  higiene sanitasi bagi penjamah makanan.
FAKTOR RESIKO KEJADIAN MALARIA DESA SIDODADI PADANG CERMIN PESAWARAN 2011 Samino Samino; Sofiyah Suryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i1.315

Abstract

Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan kematianterutama pada kelompok resiko tinggi, yaitu bayi, anak balita, ibu hamil. Faktor resikoterjadinya malaria diantaranya pemakaian kelambu, pemasangan kasa pada ventilasirumah, kebiasaan keluar rumah pada malam hari, penggunaan baju panjang, dankebiasaan penggunaan obat nyamuk oles. Kejadian kasus malaria di KabupatenPesawaran masih cukup tinggi. Tahun 2008=2.837 jiwa, 2009=11.761 jiwa. Sedangkan2009 di wilayah kerja Puskesmas Hanura 812 kasus.Penelitian obsevasional, dengan rancangan Case Control. Sampel penelitian 44 kasus dan44 kontrol. Uji yang digunakan Chi square dan Regresi Logistik. Untuk melihat hubunganvariabel menggunakan α=0.05. Hasil penelitian menemukan adanya hubungan antarapemakaian kelambu (p=0.005, OR=3.9), pemasangan kasa pada ventilasi rumah(p=0.000, OR=6.4), kebiasaan keluar rumah pada malam hari (p=0.005, OR=3.8),kebiasaan menggunaan baju panjang (p=0.005, OR=3.8), kebiasaan menggunakan obatnyamuk oles (p=0,000, OR=7.3) dengan kejadian malaria. Uji Logistik menemukanbahwa penggunaan kelambu saat tidur merupakan faktor resiko paling dominan(p=0.003 dengan Exp(B)=0,166). Berdasarkan penemuan tersebut disarankanmasyarakat menggunakan kelambu saat tidur, memasang kasa pada ventilasi rumah,membatasi keluar rumah pada malam hari, menggunakan pakaian panjang, danmenggunakan obat nyamuk oles.Kata kunci : Malaria, kelambu, kasa, keluar rumah malam hari, penggunakaan bajupanjang, dan obat nyamuk.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMHUBUNGANI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2013 Astriana Astriana
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i4.443

Abstract

Angka kejadian asfiksia neonatorum di Indonesia kurang lebih 40 per 1000 kelahiran hidup, secara keseluruhan 110.000 neonatus meninggal setiap tahun karena asfiksia. Berdasarkan data dari RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2010 neonatus dengan asfiksia neonatorum sebanyak 207 (18%) , tahun 2011 sebanyak 317 (21,1%), di tahun 2012 sebanyak 246 (14%) dan meningkat kembali pada tahun 2013 sebanyak 336 (18 %) yang mengalami asfiksia neonatorum.Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain analitik dengan pendekatan case control. Menggunakan data sekunder melalui rekam medik. Populasi penelitian ini yaitu seluruh bayi yang lahir dengan asfiksia neonatorum yang dirawat diruang perinatologi tahun 2013 berjumlah 336. Sampel dalam penelitian 134 kasus dan 134 kontrol, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sedangkan analisis data univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi, bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dan multivariat dengan menggunakan regresi logictic ganda.Hasil analisis menunjukkan bahwa semua variabel memiliki hubungan dengan terjadinya asfiksia neonatorum, yaitu perdarahan antepartum (p-value = 0,007; OR = 2,01), usia ibu (p value= 0,020; OR = 1,82), paritas (p-value = 0,035; OR = 1,74), preeklampsi (p-value = 0,020 OR = 1,83), persalinan lama (p-value = 0,000; OR = 2,52), KPD (p-value = 0,037; OR = 1,72), persalinan tindakan (p-value = 0,0,020; OR = 1,83), BBLR (p-value = 0,000; OR = 2,67), kelainan konginetal (p-value = 0,005; OR = 2,06). Faktor dominan yang paling berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum yaitu persalinan lama (p value = 0,000 OR = 3,828). Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan peran serta masyarakat dan petugas kesehatan dalam mengurangi angka kejadian asfiksia neonatorum dengan upaya ANC terstandar untuk mencegah terjadinya persalinan lama.Kata Kunci : Faktor-Faktor yang memhubungani, kejadian asfiksia neonatorum

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue