cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
Terapi Relaksasi (Napas Dalam) dalam Mengurangi Nyeri Persalinan Juistira Safitri; Sunarsih Sunarsih; Dewi Yuliasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i3.3003

Abstract

Masalah yang paling sering muncul pada ibu bersalin adalah nyeri persalinan. Apabila tidak di atasi akan menimbulkan kecemasan, ketakutan serta stress pada ibu yang akan meningkatkan lagi intensitas nyeri yang dirasakan. Nyeri selama proses persalinan yang disertai dengan ketakutan akan memperlambat proses persalinan. Nyeri persalinan akan menimbulkan hiperventilasi, meningkatkan konsumsi oksigen, menimbulkan alkalosis respiratorik, vasokontriksi pembuluh darah dalam uterus dan asidosis pada fetus. Meningkatkan noradrenalin akan menurunkan darah ke plasenta dan menurunkan kontraksi uterus sehingga mengganggu keselamatan ibu dan fetus dan keberhasilan partus pervaginam. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi (napas dalam) dalam mengurangi nyeri persalinan. Jenis penelitia kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Teknik sampling dengan cara purposive sampling. Sasaran dalam penelitian seluruh ibu bersalin kala 1 pembukaan 4 – 7 cm, sampel berjumlah 30 orang. Tempat penelitian telah dilaksanakan di Praktik Mandiri Bidan D Kota Bandar Lampung pada 16 Februari – 30 Juni 2019. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, analisa data bivariate dengan uji t. Hasil penelitian rata- rata nyeri persalinan sebelum diberikan terapi relaksasi (nafas dalam) adalah 6.7 dengan standar deviasi 0.8. Rata – rata nyeri persalinan setelah diberikan terapi relaksasi (napas dalam) adalah 4.3 dengan standar deviasi 0.9, dan p-value <0.001. Ada pengaruh terapi relaksasi (napas dalam) dalam mengurangi nyeri persalinan. Kepada bidan untuk dapat memberikan terapi norfarmakologi dalam mengurangi nyeri persalinan dengan terapi relaksasi (napas dalam).
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN KETERAMPILAN DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUKADANA LAMPUNG TIMUR Hasni Diana; Zaenal Abidin; Dessy Hermawan
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i4.411

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit adalahmeningkatkan kinerja tenaga keperawatan. Kinerja perawat RSUD Sukadana masihrendah, terlihat dari asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien mulai dari tahappengkajian yang baru dikerjakan sebesar 48%, perumusan diagnosa keperawatan 41%,perencanaan asuhan keperawatan 53%, implementasi keperawatan 65%, dan evaluasikeperawatan sebesar 49%. Tujuan penelitian diketahui hubungan antara motivasi danketerampilan dengan kinerja perawat pelaksana rawat inap di rumah sakit umum daerahSukadana Lampung Timur .Jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional, menggunakan ujianalitik dengan uji chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel bebasterhadap variabel terikat. Analisa multivariat menggunakan uji regresi logistik gandauntuk mengetahui variabel yang paling dominan. Pengambilan sampel dilakukan denganmetode total sampling sebanyak 64 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki kinerja baik sebesar53,1 %, motivasi baik 57,8 %, keterampilan baik 51,6 %, ada hubungan antara motivasidengan kinerja (p value=0,003) sedangkan hubungan keterampilan dengan kinerja (pvalue=0,013), secara bersamaan motivasi dan keterampilan memiliki hubungan dengankinerja (p Value=0,000). Saran yang dapat diberikan adalah pemberian penghargaankepada perawat teladan, pemberian fasilitas yang diperlukan, tambahan insentif sesuaibeban kerja yang dilakukan. peningkatan keterampilan perawat dengan di adakanpelatihan-pelatihan baik dengan mengirimkan perawat atau mendatangkanpelatih/narasumber yang berkompten secara berkala.Kata kunci : Kinerja, Perawat Pelaksana
PERILAKU SEKSUAL BERESIKO PADA KELOMPOK HOMOSEKSUAL DI KOTA BANDAR LAMPUNG Nurul Aryastuti; Christin Angelina Febriani; Agung Aji Perdana
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.2105

Abstract

Jumlah penderita baru HIV/AIDS di Indonesia sebanyak 90.915 orang pada tahun 2016, dan persentase tertinggi penderita HIV pada laki-laki (63,3%). Persentase infeksi HIV tertinggi adalah melalui hubungan seks berisiko pada homoseksual (28%). Berdasarkan data kota Bandar Lampung jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan dari tahun 2008 - 2016 sebanyak 294 orang dan jumlah kumulatif kasus AIDS sebanyak 609 orang. Berdasarkan data jumlah tes HIV dan HIV positif per kelompok risiko pada tahun 2017 kelompok risiko homoseksual merupakan penularan infeksi HIV yang lebih banyak setelah dibandingkan dengan kelompok risiko lainnya, dari 82 kasus kelompok risiko homoseksual 10 kasus diantaranya dinyatakan positif HIV. Tujuan penelitian diketahui perilaku seksual berisiko pada kelompok homoseksual di Kota Bandar Lampung.Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh laki-laki homoseksual di Kota Bandar Lampung sejumlah 82 orang. Sampel diperoleh dengan metode pengambilan sampel snowballing sampling. Analisis univariat dengan deskriptif untuk menggambarkan perilaku seks berisiko pada kelompok homoseksual.Hasil penelitian menunjukkan, usia pertama melakukan hubungan seksual pada kelompok homoseksual adalah 76,7% pada kelompok usia remaja akhir (17-25 tahun) dengan pasangan seks pertama sesame pria (69,8%). Perilaku seksual kelompok homoseksual dengan persentase tertinggi adalah seks oral anal/rimming (67,7%). Perilaku penggunaan kondom pada kelompok homoseksual selalu menggunakan kondom (59,4%) dengan sesama jenis, dengan pasangan tetap tidak pernah menggunakan kondom (30%), jenis kelamin lainnya tidak pernah menggunakan kondom (47,6%). Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi tentang penggunaan kondom dan pemeriksaan infeksi menular seksual sebagai upaya pencegahan penyakit HIV/AIDS, khususnya kepada kelompok homoseksual.
KAJIAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PENCAPAIN CAKUPAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2012 Areh Sulistiyo; Ahcmad Farich; samino samino
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i4.379

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan suatu program untukmeningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya melalui Program PromosiKesehatan dan Program Preventif . Salah satu dari program yang terdapat dalampromosi kesehatan adalah program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tujuanpenelitian untuk mengetahui dukungan kebijakan Pemerintah Daerah terhadappencapaian cakupan program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di KabupatenPesawaran Tahun 2012.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptifkualitatif untuk mengetahui gambaran dukungan kebijakan pemerintah daerah terhadappencapaian cakupan program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada tatananrumah tangga di Kabupaten Pesawaran Tahun 2012. Penelitian dilakukan denganmenggunakan bantuan informan.Dari wawancara mendalam yang penulis lakukan terhadap Informan di DinasKesehatan Kabupaten Pesawaran didapatkan hasil bahwa kebijakan pemerintah daerahsangat mendukung peningkatan angka cakupan program PHBS. Beberapa faktor pentingdalam kebijakan pemerintah daerah antara lain adanya penambahan tenaga kesehatan ,adanya penambahan anggaran kegiatan dan sarana prasarana. Tenaga kesehatan yangada masih di standard yang dipersyaratkan baik segi kuantitas maupun kualitas. Untukanggaran kegiatan bidang kesehatan terjadi penurunan anggaran dikarenakan padatahun 2011 dikarenakan adanya keterlambatan penetapan peraturan daerah oleh DPRDKabupaten Pesawaran sehingga menggunakan Peraturan Bupati ( Perbup ) sebagai acuankegiatan. Sarana prasarana kesehatan sudah cukup tersedia, namun perlu ditingkatkankembali khususnya sarana kesehatan rujukan atau rumah sakit umum daerah sehinggapelayanan kesehatan yang dilakukan akan lebih lengkap.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah masih kurangnya tenaga promosi kesehatanyang menjalankan program PHBS, belum adanya anggaran khusus program PHBS, masihminimnya sarana prasarana yang mendukung kegiatan program PHBS. Saran penulisperlu adanya peningkatan kualitas maupun kuantitas tenaga kesehatan khususnyatenaga promosi kesehatan sehingga program PHBS dapat berjalan, memberikan alokasianggaran yang jelas pada kegiatan program PHBS dan menyediakan sarana prasaranapendukung kegiatan program PHBS. Yang pada akhirnya akan dapat meningkatkanangka cakupan program PHBS.Kata kunci : Kebijakan, Cakupan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
FAKTOR KEJADIAN STUNTING BALITA BERUSIA 6-23 BULAN DI PROVINSI LAMPUNG Cristin Angelina Febriani; Agung Aji Perdana; Humairoh Humairoh
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i3.507

Abstract

Prevalensi stunting secara nasional pada 2010 (35,6%), dan 2013 37.2%, yang berarti terjadi peningkatan dibandingkan sebelumnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyebab kejadianstunting balita berusia 6-23 bulan di Provinsi Lampung 2017. Data yang digunakan adalah data Pemantauan Status Gizi (PSG) 2016.Sampel 164. Data dianasis dengan chi square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil univariat didapatkan prevalensi kejadian stunting sebesar 20,1% dan normal 79,9%. Prevalensi perempuan 50.6%, sedangkan berjenis kelamin laki-laki 49,4%. jumlah anggota rumah tangga <=4 yaitu 78%, sedangkan jumlah anggota rumah tangga >4 sebanyak 22%, inisiasi menyusu dini 54,9%, sedangkan responden yang tidak melakukan IMD sebanyak 45.1%, tidak ASI Eksklusif sebanyak 57,3%, sedangkan responden yang memberikan ASI eksklusif 42.7%. Hasil analisis bivariat diperoleh danya hubungan jenis kelamin (p value= 0,043 OR= 2,441), IMD (p value= 0,010 OR= 3,308), dan ASI ekslusif (p value= 0,028 OR= 2,808) dengan kejadian stunting. Tidakada hubungan yang bermakna antara jumlah anggota rumah tangga dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0,197 OR=0,247). Dapat disimpulkan jenis kelamin, Inisiasi Menyusui Dini, ASI eksklusif berhubungan dengan kejadian stunting balita usia 6-23 bulan, dan jumlah anggota rumah tangga tidak berhungannya. Perlu meningkatkan upaya promotif dan preventif mengenai IMD dan ASI eksklusif agar dapat meningkatkan angka sesuai target yang telah ditetapkan agar kejadianstunting pada balita dapat dicegah
ANALISIS BEBAN KERJA DOKTER DAN PERAWAT DI POLI UMUM PUSKESMAS KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE WORKLOAD INDICATOR STAFF NEEDS (WISN) Yenni Rusli; T. Marwan Nusri; Achmad Farich
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i1.347

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan pada pelayanan kesehatan dasar menjadi tidak optimalkarena tidak meratanya distribusi tenaga kesehatan (dokter dan perawat) di Puskesmas.Beban kerja tenaga kesehatan di Puskesmas pun perlu dianalisa berkaitan dengankebutuhan dan ketersediaan jumlah tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanankesehatan dasar.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian observasionalyaitu pengamatan yang terfokus pada sekelompok orang, menggunakan data primerdan sekunder untuk mendapatkan gambaran faktor beban kerja dokter umum danperawat di Puskesmas Kedaton Bandar Lampung dengan menggunakan metodeWorkload Indicator Staff Needs (WISN) bukan melihat kualitas kerja dokter dan perawat.Dari hasil penelitian diketahui bahwa waktu kerja tersedia seharusnya untuk dokterumum dan perawat adalah 28 jam dalam 1 minggu atau 4 jam 40 menit per hari,sedangkan dari hasil penelitian waktu kerja tersedia bagi dokter umum dan perawatkurang dari 28 jam. Beban kerja dokter umum di Poli Umum Puskesmas Kedaton BandarLampung sangat tinggi bila dibandingkan dengan jumlah pasien yang harus dilayani danwaktu kerja tersedia, Untuk faktor kelonggaran Tidak banyak faktor kelonggaran yangdikerjakan oleh dokter umum dan perawat di Poli Umum Puskesmas Kedaton.Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa waktu kerja tersedia bagi dokter umum danperawat kurang untuk melakukan pelayanan di Poli Umum, beban kerja dokter umumsudah berlebih bagi satu orang dokter umum sedangkan beban kerja perawat masihmencukupi bagi 2 orang perawat. Sedangkan untuk faktor kelonggaran tidak banyakyang dilakukan di Puskesmas Kedaton Bandar Lampung.Bebarapa hal yang disarankan antara lain untuk Dinas Kesehatan Kota BandarLampung, perlu menambahkan waktu kerja tersedia terutama dalam memberikanpelayanan kepada masyarakat dengan memulai pelayanan lebih awal dan mengakhiripelayanan lebih lama. Selain itu perlu menambah tenaga dokter umum untuk bertugas diPoli Umum Puskesmas Kedaton mengingat beban kerja dokter umum telah berlebihuntuk beban kerja seorang dokter umum, perlu menetapkan kebijakan tentangketidakhadiran pegawai di wilayah Kota Bandar Lampung mengingat ketidakhadiran iniakan mengurangi waktu kerja tersedia serta mensosialisasikan metode analisis bebankerja dengan Workload Indicator Staff Needs (WISN) kepada seluruh Puskesmas yangada di wilayah Kota Bandar Lampung. Bagi Puskesmas Kedaton Bandar Lampung,disarankan untuk menganalisa beban kerja tenaga di tiap unit kerja Puskesamas KedatonBandar Lampung.Kata kunci : Beban Kerja, Dokter, Perawat, WISN
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN IMUNISASI TETANUS TOXOID PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA DI PUSKESMAS RAMAN UTARA LAMPUNG TIMUR 2013 Yulistiana Evayanti; Linda Linda
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i1.475

Abstract

Berdasarkan laporan analisa uji coba di Indonesia pada tahun 2005-2006 yang disusun oleh WHO (world health organization) yang bekerja sama dengan Departemen Kesehatan RI, tetanus masih merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan maternal dan neonatal. Kematian akibat tetanus di negara berkembang 135 kali lebih tinggi dibanding negara maju. Di Indonesia sekitar 9,8 % (18032 bayi) dari 184 ribu kelahiran bayi menghadapi kematian akibat imunisasi tetanus tetap rendah (Depkes RI, 2006). Berdasarkan hasil pre survei dengan teknik wawancara bebas pada tanggal 5 Februari 2011 di Puskesmas Raman Utara Lampung Timur kepada 10 ibu hamil didapat 8 orang (80%) kurang memahami suntikan TT (Tetanus Toxoid) pada masa kehamilan, 7 orang (70%) ibu menganggap pemberian imunisasi tidak penting bagi bayi. Hasil observasi buku KIA didapat 7 orang (70%) tidak teratur melakukan imunisasi TT. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang Berhubungan dengan imunisasi TT pada ibu hamil primigravida di Puskesmas Raman Utara Lampung Timur 2013.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida di Puskesmas Raman Utara Lampung Timur. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 38 responden. Uji statistik menggunakan Chi-Square.Hasil penelitian diperoleh jumlah primigravida yang melakukan imunisasi TT hanya 14 orang dan yang tidak melakukan imunisasi TT sebanyak 24 orang. Hasil statistik diketahui ada hubungan antara pengetahuan dengan imunisasi TT, ada hubungan antara sikap dengan imunisasi TT.Saran bagi Puskesmas Raman Utara Lampung Timur adalah dapat terus meningkatkan pelayanan Prenatal khususnya petugas KIA dan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan tentang pentingnya melaksanakan imunisasi TT. sebagai pencegah terjadinya potensi tetanus neonatorum dan infeksi masa nifas. Selain itu diupayakan untuk terus memberikan informasi secara langsung dengan membagikan leaflet ata upun memasang poster-poster mengenai imunisasi TT dan penggunannya di tempat-tempat pelayanan kesehatan seperti Posyandu dan Puskesmas.Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, imunisasi TT
Analisis Manajemen dan Iklim Keselamatan di Lingkungan Kerja pada Industri Semen Indonesia: Sebuah Review Intania Dwi Ningtias; Taufiq Ihsan; Resti Ayu Lestari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2853

Abstract

Analisis iklim keselamatan kerja pada industri semen di Indonesia dilakukan dengan mengetahui persepsi para pekerja terhadap kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3) yang ada. Setiap proses kerja yang terdapat di industri semen mulai dari proses penambangan hingga proses pengemasan mempunyai potensi bahaya K3 karena melibatkan berbagai macam peralatan, alat-alat listrik, dan interaksi pekerja dengan peralatan. Agar proses produksi berjalan lancar, sebaiknya meminimalisir terjadinya kesalahan kerja. Berdasarkan kajian literatur, dengan populasi sampel berkisar antara 30 hingga 102 pekerja sampel, terdapat beberapa faktor yang paling berpengaruh dalam manajemen dan iklim keselamatan kerja di Industri semen yaitu umur, masa kerja, sikap dan persepsi terhadap penerapan K3, pengetahuan (K3), safety talk, gaya kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, motivasi ekstrinsik, lingkungan kerja fisik di tempat kerja dan kebijakan K3 pada perusahaan.  Perbaikan yang disarankan meliputi karakteristik pekerja, safety behavior dan budaya keselamatan.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RUJUKAN RAWAT JALAN TINGKAT PERTAMA (RJTP) PESERTA BPJS DI PUSKESMAS GUNUNG SUGIH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Lisa Lismaya; Ahcmad Farich
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i3.402

Abstract

Rujukan adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas kasus ataumasalah kesehatan yang diselenggarakan secara timbal balik, baik secara vertikaldalam arti dari satu strata sarana pelayanan kesehatan ke strata sarana pelayanankesehatan lainnya, maupun secara horizontal dalam arti antar sarana pelayanankesehatan yang sama. Tujuan penelitian adalah diketahui faktor-faktor yangberhubungan dengan rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) peserta BPJS diPuskesmas Gunung Sugih Lampung Tengah tahun 2014Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasidalam penelitian ini adalah semua peserta BPJS yang berkunjung ke Puskesmas GunungSugih yang jumlahnya belum diketahui sampel menggunkan teknik accidental samplingsehingga diperoleh sebanyak 86 responden. Analisa data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian diketahui bahwa dari seluruh responden terdistribusi paling banyakadalah dirujuk sebanyak 54 orang (62,8%). Diketahui bahwa dari seluruh respondenterdistribusi responden yang memerlukan rujukan terdapat sebanyak 45 orang (52,3%).Diketahui bahwa dari seluruh responden terdistribusi bahwa responden paling banyakadalah berpendidikan rendah yaitu sebanyak 55 orang (64,0%). Diketahui bahwa dariseluruh responden terdistribusi bahwa responden yang memiliki sikap negatif sebanyak61 orang (70,9%). Ada hubungan hubungan riwayat penyakit Pvalue.0,000. PendidikanPvalue.0,000. Sikap dengan rujukan rawat jalan tingkat pertama di Puskesmas GunungSugih Lampung Tengah tahun 2014 Pvalue.0,011. Saran diharapkan dapat menjadibahan masukan dan sebagai bahan evaluasi khususnya bagi petugas kesehatan diPuskesmas Gunung Sugih Lampung Tengah agar dapat memahami secara detail tentangriwayat penyakit penderita. Dan membangun kesepakatan bersama pada tingkatpuskesmas yang sesuai dengan moto PuskesmasKata Kunci : Riwayat Penyakit, Sikap, Pendidikan, Rujukan Rawat Jalan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BREASTFEEDING SELF EFFICACY (BSE) PADA IBU POST PARTUM DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMUR BATUBANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Aryanti Wardiyah; Lidya Arianti; Nelly Novita Agitama
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i3.1486

Abstract

Menurut United State Bureau of Census tahun 2002 jumlah populasi lansia 60 tahun ke atas di dunia terus bertambah, pada tahun 1950 sebanyak 130 juta (4% dad total populasi), tahun 2000 sebanyak 16 juta (7,2% dad total populasi) dan terus bertambah berkisar 8 juta setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2015 menjadi 41,5 juta ( 13,6%), dan pada tahun 2050 sebanyak 79,6 juta (23,7%) (Depkes RI 2005). Berdasarkan data sensus penduduk tahun 2000, Lansia di Indonesia mencapai 14,4 Juta jiwa atau ( 7,18%) dari total penduduk Pada tahun 2005 jumlah Lansia sudah berkisar 19,9 Juta jiwa atau (8,48%) dan meningkat menjadi 24 Juta jiwa atau (9,77%) dari total penduduk pada tahun 2010. ( Biro Pusat Statistik, 2000). Seirama dengan peningkatan jumlah dan angka kesakitan Lansia diperlukan peningkatan jenis dan kualitas pelayanan kesehatan dan perawatan (Notoatmodjo, 2007). Upaya kesehatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk pelayanan dasar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), peran serta masyarakat dan rujukan kesehatan . Upaya kesehatan melalui Puskesmas merupakan upaya menyeluruh dan terpadu yang meliputi peningkatan, pencegahan, pengobatan, dan pemulihan yang dilaksanakan dalam bentuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) , yang diselenggarakan oteh masyarakat untuk masyarakat sccara ruti tiap bulannya. (Depkes RI , 2001) . Tujuan Penelitian diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia. Studi menggunakan pendekatan crossectional. Dilaksanakan bulan Januari 2011 di Posyandu Kelurahan Rejosari kecamatan Kotabumi Kabupaten Lampung Utara. Sampel 82 lansia, dipilih dengan stratified random sampling. Pengambilan data wawancara dan observasi. Analisa data dengan Chi Square. Hasil studi menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,026), sikap 0,010), dukungan keluarga (p-,000) dan dukungan petugas kesehatan (p=0,005) dengan pemanfaatan posyandu lansia. Dukungan keluarga merupakan falctor yang paling beresiko, dengan OR= 10,263. Berdasarkan hasil studi disarankan kepada keluarga yang mempunyai lansia untuk selalu memberikan dukungan kepada lansia untuk memamfaatkan posyandu, meningkatkan pengetahuan lansia dan mempunyai sikap positif terhadap posyandun lansia. Demikian juga Petugas kesehatan Kesehatan setempat agar meningkatkan dukungan terhadap lansia dalam memanfaatkan posyandu. Kota kunci : Pengetahuan, sikap, dukungan keluarga,dukungan petugas kesehatan dan pemanfaatan posyandu lansia.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue