cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PEN YAKIT PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS KOTABUMI II KECA MATAN KOTABUMI SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2013 Reftia Warni; Fitri Ekasari; Lolita Sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i3.370

Abstract

Pola penyakit terbanyak di puskesmas Propinsi Lampung pada urutan pertamaadalahpneumonia. Pada tahun 2010 sebanyak 9.351 orang, dan pada tahun 2011sebanyak 63.806 orang (Dinkes Propinsi Lampung, 2011). Di wilayah kerja PuskesmasKotabumi II, kasuspneumoniapada tahun 2010 sebanyak 71 kasus. Tahun 2011meningkat sebanyak 83 kasus (14,46%), sedangkan pada tahun 2012 terjadi 99 kasus(16,16%) (Laporan Tahunan Puskesmas Kotabumi II 2010-2011). di Wilayah KerjaPuskesmas Kotabumi II Kecamatan Kotabumi Selatan Lampung Utara didapatkan kondisiperumahan yang tidak memenuhi standar seperti lantai tanah dan berdebu, ruangventilasi yang tidak memenuhi standar sehingga udara dan cahaya tidak bisa masuksecara maksimal yang dapat menyebabkan ruangan menjadi lembab. Tujuan penelitiandiketahui hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian penyakitpneumoniapadabalita di Puskesmas Kotabumi II Kecamatan KotabumiSelatan Kabupaten LampungUtara tahun 2013.Desain penelitiananalitikdengan pendekatancross sectional. Sampel dalampenelitian ini balita yang melakukan kunjungan di Puskesmas Kotabumi II KecamatanKotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara pada bulanDesember tahun 2012sebanyak 111 orang. Analisa data menggunakan ujichi square.Hasil penelitian ada hubungan jenis lantai rumah dengan kejadianpneumoniapadabalita (p-value= 0,000, OR = 13,810). Ada hubungan ventilasi rumah dengan kejadianpneumoniapada balita (p-value= 0,000, OR = 7,100). Ada hubungan pencahayaanalami dengan kejadianpneumoniapada balita di Puskesmas Kotabumi II KecamatanKotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara Tahun 2013(p-value= 0,019, OR =2,806). Saran untuk lebih mengintensifkan lagi penyuluhan tentang rumah sehat dancara pencegahan penyakitpneumoniadi Puskesmas Kotabumi II Kecamatan KotabumiSelatan Kabupaten Lampung Utara, misalnya dengan mengaktifkan kembali pelatihankader tentang pencegahan penyakitpneumonia, penyuluhan melalui posyandu dan lain-lain.Kata Kunci : Lingkungan Fisik Rumah,Pneumoniapada balita
EFEKTIFITAS PENGGUNAANPEMBALUTHERBALTERHADAP PENURUNAN KEJADIANFLUOR ALBUS PADA MAHASISWIDIII KEBIDANAN UNIVERSITAS MALAHAYATI TAHUN 2017 Vida Wira Utami; Ana Mariza
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i4.498

Abstract

Dalamkehidupankesehatanseorangwanitaterdapatbeberapakeluhanpenyakit, Salahsatukeluhanyangamatmenggangguituadalahfluoralbus(keputihan).Fluoralbus (Keputihan) adalahcairanyangberlebihanyangkeluardarivagina.Keputihanbisabersifatfisiologis (dalamkeadaannormal)namunbisajugabersifatpatologis(karenapenyakit).Kasus kankerleher rahim90%ditandaidengan keputihan. Walaupun tidaksemuakeputihandisebabkan karenakankerserviks. Berdasarkandatapenelitiantentangkesehatanreproduksiwanitamenunjukkan75% wanitadiduniapastimenderitakeputihanpalingtidaksekaliseumurhidupdan45% diantaranyabisamengalaminyasebanyakduakaliataulebih.Menurut WHO,Indonesia merupakanNegaradenganpenderitakankermulutrahimno.1diduniadan62%disebabkan olehpenggunaanpembalutyangtidakberkualitas.Pembalut herbalmerupakan pembalutwanitayangterbuatdarikapasmurnimengandungherbaldanantisepticalami, bebas dari bahan kimiaberbahaya.Rancanganpenelitianmenggunakanpreeksperimentalpendekatanonegrouppretest posttestdesign. pengamatandilakukanselama3siklus(3bulan).penelitian ini ingin mengetahui pengaruh penggunaan pembalut herbal terhadap kejadian fluor albus (keputihan) pada mahasiswa DIII Kebidanan Universitas Malahayati. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa DIII Kebidanan Universitas Malahayati Bandar Lampung tahun 2017.Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa pembalutherbalefektifdalammenurunkankejadian fluor albus dengan diperoleh t hitung13,063 danP Value0,000. Hal ini dikarenakan pembalut herbalyang digunakandalampenelitianinimengandung100%kapasmurnidanbahanherbalalami yang diproduksidengansystembioteknologi
Pengaruh Terapi Konseling Realitas dalam Mengurangi Stigma Diri pada Penderita TB Nur Maya Sari; Khoidar Amirus; Christin Angelina Febriani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i1.3054

Abstract

Bandar Lampung menempati urutan kedua tertinggi penemuan kasus TB. Promosi kesehatan berbentuk konseling realitas memiliki pengaruh dalam mengurangi stigma diri pada  pasien TB untuk peningkatan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini diketahui Pengaruh Terapi Konseling Realitas Dalam Mengurangi Stigma Diri pada Penderita TB di Wilayah Kerja Puskesmas Satelit Bandar Lampung. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy experiment dengan two group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah Pasien TB di Wilayah Kerja Puskesmas Satelit Bandar lampung sebesar 26 orang. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling. Sample dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang diberikan konseling realitas dan kelompok kontrol. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji T-Dependen (Paired-Samples T-Test dan uji T-Independen (Samples T-Test). Ada perbedaan stigma pada kelompok kontrol dan eksperimen sebelum dan sesudah diberikan konseling realitas dengan nilai p-value <0.001. Konseling realitas memiliki pengaruh dalam mengurangi stigma pada pasien TB. Saran untuk penelitian selanjutnya agar membandingkan dengan metode terapi konseling kognitif dan aktifitas kelompok.
ANALISIS PERILAKU SEX REMAJA SMAN 14 BANDARLAMPUNG 2011 Samino Samino
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i4.338

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan keadaan dimana fisik, mental dan sosialdinyatakan sehat agar dapat menjalankan fungsi reproduksinya. Perilaku seksual remajasudah menjadi permasalahan yang serius. Tingginya kejadian perilaku seksual remajayang menyimpang, disebabkan kuatnya faktor lingkungan yang kurang mendukung dankurangnya pengendalian diri remaja. Tujuan penelitian diketahui hubungan pengetahuankesehatan reproduksi remaja, keterpaparan media, status pacaran, sikap menjagakeperawanan, gaya hidup, dan ketaatan beribadah dengan perilaku seksual siwa SMAN14 Bandarlampung.Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi terdiri 12kelas dan sampel 3 kelas dengan jumlah 102 remaja. Cara pengambilan sampel dengansimpel random sampling (untuk pemilihan kelas). Analisa data menggunakan uji chisquare dan Regresi Logistik.Hasil penelitian menunjukkan perilaku sex remaja yang beresiko (44,5%) dan tidakberesiko (55,5%). Pengetahuan remaja kategori baik (59,1%) dan yang tidak baik(40,9%). Sedangkan yang terpapar media pornografi (79,0%) dan yang tidak terpapar(30,0%). Responden yang telah mempunyai pacar (66,4%) dan yang tidak berpacar(33,6%). Sikap menjaga keperawanan, (5,5%) menjaga keperawanan tidak penting, dan94,5% mengatakan penting. Gaya hidup remaja 34,5% menyakan pernahmengkunsumsinya narkoba, namun yang tidak pernah (65,5%). Remaja yangmenjalankan tuntunan agamanya sesuai dengan ajaran (57,3%), dan yang tidakmenjalankan agamanya (42,7%). Hasil Uji Chi Square tidak ada hubungan pengetahuankesehatan reproduksi (p=1,000), ada hubungan keterpaparan media pornografi(p=0,000), ada hubungan status pacaran (p=0,015), tidak ada hubungan sikap menjagakeperawanan (p=0,485), tidak ada hubungan gaya hidup (p=0,149), ada hubunganpemahaman agama (p=0,000), dengan perilaku sex remaja. Sedangkan keterpaparanmedia merupakan variabel yang paling dominan (p=0,003 dengan OR=5,523). Tidakterdapat interksi diantara variabel (p=0,241) setelah dikontrol variabel status pacarandan pemahaman agama. Kesimpulan, variabel keterpaparan media penyebab utamaseorang siswa untuk berperilaku sex pranikah. Disarankan kepala sekolah besertajajaranya, orang tua, saling bau membahu membimbing putra dan putrinya agar tidakterjerumus dalam pergaulan bebas yang mengarah pada perilaku sex bebas.Kata Kunci : Pengetahuan, media, pacaran, keperawanan, gaya hidup, agama, danpranikah.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KUSTA DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA 2014-2016 Oktaviani Oktaviani; Eliza Eka Nurmala
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i3.466

Abstract

Lampung diperingkat ke 18 dari 33 provinsi di Indonesia angka kesakitan kusta (Prevalense) per 10.000 penduduk selama tahun 2012-2015 cenderung meningkat. Lampung Utara angka kejadian kusta cenderung meningkat, 2013 angka kesakitan kusta sebesar 1,00 per 100.000 penduduk (6 ks/598.892 penduduk) sebanyak 9 kasus. Tahun 2014, angka kesakitan penyakit kusta 4,00 per 100.000 penduduk (24 ks/602.727 penduduk) sebanyak 24 kasus. Tahun 2015 terdapat 14 orang penderita Kusta, dan 2016 terdapat 7 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan kejadian kusta di Kabupaten Lampung Utara 2014-2016.Jenis penelitian kuantitatif dan desain case control. Populasi penderita kusta yang tercatat dalam rekam medis 2014-2016 yaitu 45 kasus. Sampel penelitian yaitu 38 kasus dan 38 kontrol. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian kelompok kasus yang pemakaian sumber air tidak baik terdapat sebanyak 13 (34,2%). Sedangkan untuk kelompok kontrol yang pemakaian sumber air tidak baik terdapat sebanyak 4 (10,5%), responden dari kelompok kasus yang kepadatan hunian tidak memenuhi syarat terdapat sebanyak 6 (46,2%), kelompok kontrol responden yang kepadatan hunian tidak memenuhi syarat terdapat sebanyak 7 (53,8%), responden dari kelompok kasus yang Personal Hygiene tidak baik terdapat sebanyak 28 (73,7%). Sedangkan untuk kelompok kontrol responden dari kelompok kasus yang Personal Hygiene tidak baik menderita kusta terdapat sebanyak 15 (39,5%). Selanjutnya responden dari kelompok kasus yang keadaan lantai rumah tidak memenuhi syarat terdapat sebanyak 25 (65,8%). Sedangkan untuk kelompok kontrol lantai rumah tidak memenuhi syarat terdapat sebanyak 15 (39,5%). Kemudian ada hubungan antara sumber air (p=0,028), Personal Hygiene (p=0,005) dengan kejadian kusta di Kabupaten Lampung Utara. Tidak ada hubungan kepadatan hunian (p=1,000) dengan kejadian kusta di Kabupaten Lampung Utara. Hendaknya petugas puskesmas memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai upaya pencegahan penyakit kusta.Kata Kunci: Kusta, sumber air, kepadatan hunian, personal hygiene, dan keadaan lantai
Hubungan Kepatuhan Pasien Membawa Kartu Indentitas Berobat (KIB) di Puskesmas Emparu tahun 2020 Joni Herman; Ega Agustina
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i4.3359

Abstract

Kartu Identitas Berobat (KIB) merupakan kartu identitas milik pasien di suatu instansi pelayanan kesehatan. Tujuan: untuk mengetahui hubungan kepatuhan pasien membawa Kartu Indentitas Berobat (KIB). Metode: rancangan penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Kepatuhan responden membawa Kartu Indentitas Berobat (KIB) yang tidak patuh sebesar 39 atau (60,9%) dan  patuh sebesar 25 atau (39,1%). Responden yang berumur < 35 tahun sebesar 17 atau (26,6%) dan > 35 tahun sebesar 47 atau (73,4%) responden. Responden yang berjenis kelamin laki-laki sebesar 36 atau (56,3%) dan perempuan 28 atau (43,8%). Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value = 0,008 (P Value > α = 0,05) maka ada hubungan umur dengan kepatuhan pasien membawa KIB. Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value = 0,007 (P Value > α = 0,05) maka ada hubungan jenis kelamin dengan kepatuhan pasien membawa KIB. Diharapkan dapat memberikan masukan kepada Puskesmas menggenai Kartu Indentitas Berobat (KIB) khususnya kepada pasien yang tidak membawa kartu berobat pada saat berobat.  Kata Kunci : Umur, Jenis Kelamin, Kepatuhan dan KIBKepustakaan : 25 ( 2006 – 2018)
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR STRES DAN AKTIVITAS OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA SISWI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 NATAR LAMPUNG SELATAN Nia Triswanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i3.434

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi menjadi perhatian bersama, kerena bukan hanya berdampak pada individu itu sendiri, tetapi juga menyangkut berbagai aspek kehidupan. Berdasarkan data UKS SMA N 1 Natar didapat bahwa kejadian dismenore pada tahun 2012 dialami oleh 82 orang dan meningkat ditahun 2013 menjadi sebesar 94 orang. Tujuan penelitian adalah diketahui analisis hubungan faktor stres dan aktivitas olahraga dengan kejadian dismenore pada siswi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Natar Lampung Selatan Provinsi Lampung.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas X dan XI di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Natar Lampung Selatan sebesar 461 orang. Dan sampel sebesar 83 orang.Hasil uji univariat faktor stres pada siswi lebih tinggi pada kategori stres sebesar 49 orang (59,0%), aktifitas olahraga pada siswi lebih tinggi pada kategori kurang baik sebesar 55 orang (66,3%), Kejadian dismenore pada siswi lebih tinggi pada kategori ringan sebesar 45 orang (54,2%), hasil uji chi square didapat ada hubungan faktor stres dengan kejadian dismenore pada siswi (p value = 0,002), ada hubungan aktifitas olahraga dengan kejadian dismenore pada siswi (p value = 0,003), faktor stres merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan dengan kejadian dismenore pada siswi (p value = 0,003). Diharapkan bagi guru olah raga dan petugas kesehatan UKS dapat mensosialisasikan dismenore, manfaat, dan melakukan olah raga secara teratur. Selain itu pihak sekolah perlu menyiapkan ruangan bimbingan konseling berkaitan dengan dimenore.Kata kunci : Stres, aktivitas olah raga, dismenore
FENOMENA KEPEMILIKAN JAMBAN TERHADAP PERILAKU BUANG AIR BESAR DI DUSUN SINAR BANTEN KABUPATEN LAMPUNG UTARA Lolita Sary
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i3.1092

Abstract

ABSTRAK Kepemilikan jamban merupakan usaha manusia untuk memelihara kesehatan dengan membuat lingkungan tempat menjadi sehat. Penduduk Indonesia yang menggunakan jamban sehat hanya 54% (Sujudi, 2009). Jamban sehat dapat mencegah penyakit diare sebesar 28%. Kejadian diare di Dusun Sinar Banten  25% dari seluruh  kejadian diare di desa Ogan  Jaya. Tujuan penelitian untuk mengetahui fenomena kepemilikan jamban terhadap perilaku buang air besar di Dusun Sinar Banten Kabupaten Lampung Utara.Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu kader posyandu dan informan lainnya yaitu ibu tetua dan kepala keluarga. Sedangkan informan untuk triangulasi sumber adalah kepala Puskesmas Pembantu. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi tempat buang air besar. Analisa data menggunakan Content Analysis dengan menggunakan matrik.Hasil penelitian didapatkan tiga jenis kepemilikan jamban yaitu jamban milik sendiri, jamban dibuat bersama dan jamban milik paman atau menumpang dengan paman. Sedangkan perilaku Buang Air Besar terbagi atas 3 kategori berdasarkan status kepemilikan jamban yaitu perilaku BAB di jamban sendiri, Perilaku BAB di jamban bersama dan Perilaku BAB menumpang di Jamban Paman. Jamban yang digunakan oleh semua informan dengan jenis cubluk dan belum memenuhi syarat jamban sehat. Untuk informan yang menggunakan jamban bersama dan menumpang berlaku antrian sehingga ada informan yang harus Buang Air Besar Sembarangan di sungai, kebun bahkan hutan jika informan tidak mampu untuk menahan hajat. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat tiga jenis kepemilikan jamban yaitu milik sendiri, milik bersama dan menumpang. Sedangkan perilaku BAB tergantung dari status kepemilikan jamban. Jenis jamban yang dimiliki adalah cubluk/cemplung dan belum memenuhi syarat jamban sehat.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN,PENGETAHUAN, SIKAP IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG 2012 Rilyani Rilyani; Wahyu Karhiwikarta; Suharman Suharman
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i2.361

Abstract

Pemberian ASI eksklusif di Indonesia berfluktuasi dan menunjukkan kecenderunganmenurun selama 3 tahun terakhir. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2010 menunjukkanpemberian ASI saat ini, bayi yang menyusui eksklusif sampai 6 bulan hanya 15,3%,Penyebab utama adalah kesadaran akan pentingnya ASI, rasa percaya diri ibu yangmasih kurang, rendahnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI dan kurangnyadukungan keluarga dalam pemberian ASI. Tujuan penelitian mengetahui danmenganalisis hubungan tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap ibu, dan dukungankeluarga terhadap pemberian ASI eksklusif. Penelitian dilakukan di Puskesmas KedatonKota Bandar Lampung tahun 2012.Rancangan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. JumlahSampel 122 responden. Analisis menggunakan analisis Chi square dan Multiple regresilogistik.Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikandengan pemberian ASI ekslusif dengan (p=0,21) OR 2,6, pengetahuan denganpemberian ASI ekslusif dengan (p=0,003) OR 3,7, sikap dengan pemberian ASI ekslusifdengan (p=0,017) OR 2,75, dukungan keluarga dengan pemberian ASI ekslusif dengan(p=0,005) OR 3,191, dan dari analisis multivariate variable yang paling dominanhubungannya terhadap pemberian ASI ekslusif yaitu Pengetahuan berhubungan palingdominan terhadap pemberian ASI eksklusif (p=0,019) OR 2,82 (95% C;1,18-6,69).Dukungan keluarga (p=0,035) OR 2,4 (95% CI;1,062-5,399). Probabilitas atau risikoresponden tidak memberikan ASI secara eksklusif adalah 76,3% bila pengetahuanresponden rendah dan tidak ada dukungan keluarga. Perlu diberikan informasi sebanyakbanyaknya serta secara kontinu tentang manfaat ASI bagi bayi kepada semuamasyarakat. Seperti memasang poster yang memuat slogan tentang ASI adalahmakanan terbaik bagi bayi. Perlu diberikan pendidikan kesehatan dan penyuluhan,pelatihan, seminar dan bimbingan berupa program parenting bagi suami.Kata Kunci : Pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, ASI, Eksklusif
FAKTOR KEJADIAN HEPATITIS A PADA SISWA DI MADRASAH ALIYAH RAUDHATUL HUDA AL ISLAMI KABUPATEN PESAWARAN Achmad Farich; Fina Apriliana; Khoidar Amirus
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i3.489

Abstract

Sekolah sebagai salah satu sasaran PHBS di tatanan institusi pendidikan, hal ini disebabkan karena banyaknya data yang menyebutkan bahwa munculnya sebagian penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah, misalnya diare, kecacingan, anemia dan hepatitis A. Hepatitis A merupakan urutan pertama dari berbagai penyakit hati di dunia terjadi secara sporadic di seluruh dunia, dengan kecenderungan pengulangan siklus epidemic.Di Kabupaten Pesawaran jumlah penderita hepatitis A mencapai 121 penderita. Pada bulan Desember tahun 2012 terdapat 45 siswa yang positif terserang virus hepatitis A. Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan perilaku CTPS, konsumsi jajanan sehat, penggunaan jamban sehat dan kejadian hepatitis A pada siswa di Madrasah Aliyah Raudhatul Huda Al Islami Kabupaten Pesawaran 2017. Penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi studi adalah siswa kelas XI dan XII sebanyak 290 orang dan sampel 165 orang, analisa menggunakan uji Chi-square. Hasil uji dapat disimpulkan, bahwa responden menderita hepatitis A hanya 22,4%, sebagian besar responden mempunyai kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, tidak mengkonsumsi jajan sehat, dan tidak menggunakan jamban secara sehat. Ada hubungan yang signifikan antara perilaku cuci tangan pakai sabun, perilaku konsumsi jajan sehat, dan perilaku penggunaan jamban sehat dengan kejadian hepatitis A pada siswa di Madrasah Aliyah Raudhatul Huda Al Islami Kabupaten Pesawaran. Disarankan pada pedagang makanan/minuman disekitar sekolah agar lebih memperhatikan kebersihan jajanan yang dijajakan. Bagi kepala sekolah diharapkan mengupayakan pengadaan fasilitas untuk mencuci tangan

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue