cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Selama Masa Pandemi COVID-19 Dewi Irma Susanti; Silvia Okta Anggraini; Nyoman Damayanti Damayanti
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i3.7278

Abstract

Menganalisis hubungn anatraa predisposing factors, enabling factors, dan need factors dengan tingkat kerutinan kunjungan antenatal. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal ibu hamil adalah pengetahuan dan komitmen ibu hamil untuk tetap memeriksakan kehamilan selama pandemi COVID-19.
Faktor Yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Bangunan di Desa Telago Biru Kecamatan Siulak Gilang Septi Yulian; Putri Sahara Harahap; Renny Listiawaty
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i3.7744

Abstract

A work accident is an unwanted and unexpected event that can cause loss of time, property, or loss of life. The construction sector is an area with a fairly high risk of work accidents. Work accidents include slipping, being scratched by a sharp object, hitting the head with a heavy object, falling from a height, feet stuck with nails. Talago Biru Village is currently undergoing development development. The purpose of this study was to determine the factors associated with work accidents on construction workers in Telago Biru Village, Siulak District, Kerinci Regency. This research is a quantitative research using a cross sectional design. The study was conducted in Telago Biru, Siulak District, from April 18 to May 14, 2022. The sample of the research was construction workers in Telago Biru Village, Siulak District, amounting to 47 people. The sampling technique used was total sampling technique. The research instrument is a questionnaire. Data were analyzed using chi square statistical test. As many as 61.7% of respondents had experienced work accidents, 55.3% of respondents worked with fatigue category, 46.8% of respondents worked with unfavorable actions and 46.8% of respondents worked with unfavorable working conditions. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between work fatigue (p = 0.007), unsafe acts (p = 0.000) and unsafe conditions (p = 0.018) with work accidents on construction workers in Telago Biru Village, Siulak District, Kerinci Regency.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dehidrasi Pada Pekerja Pabrik Tahu Kota Jambi Tahun 2022 Tri Rahma Lestari; Cici Wuni Wuni; Subakir B R
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i3.7438

Abstract

Iklim lingkungan kerja yang ekstrim merupakan salah satu faktor fisik. Iklim kerja yang ekstrim dapat menyebabkan peningkatan panas tubuh sehingga pekerja mengalami keringat berlebih tentunya hal ini akan mempengaruhi status hidrasi pekerja. Suhu rata-rata di area produksi Pabrik Tahu di Kota Jambi adalah 29,05ºC, sedangkan NAB iklim kerja ditetapkan tidak lebih dari 28ºC. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dehidrasi pada pekerja pabrik tahu di Kota Jambi. Desain penelitian adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah pekerja pabrik tahu di Kota Jambi sebanyak 42 pekerja. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 09 s/d 18 April 2022. Instrumen penelitian kuesioner, alat ukur dehidrasi, beban kerja, iklim kerja dan status gizi. Analisis data menggunakan uji Kendall's-Tau. Hasil Univariat Sebanyak 42,8% responden mengalami dehidrasi berat, 66,7% responden berada di lingkungan suhu kerja panas, responden kurang mengkonsumsi air minum 76,2%, 66,7% memiliki beban kerja berat dan 31,0% responden memiliki IMT dalam kategori kurus. Hasil bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara beban kerja (p=0,006), konsumsi air minum (p=0,000) dan iklim kerja (p=0,000) dengan dehidrasi. Tidak ada hubungan antara status gizi (p=0,239) dengan dehidrasi pada pekerja pabrik tahu.Kata kunci: dehidrasi, beban kerja, konsumsi air minum, status gizi
Analisis Kepuasan Pasien Tes Pcr Di Laboratorium Patologi Klinik Rsud Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021 Robby Dewan Tanjung; Dina Dwi Nuryani; Nurhalina Sari; Dessy Hermawan; Yuliati Amperaningsih
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i3.6850

Abstract

Robby Dewan Tanjung1, Dina Dwi Nuryani 2, Nurhalina Sari 3, Dessy Hermawan 4, Yuliati Amperaningsih5.Pasien Covid-19 masih mendapatkan stigma negatif di masyarakat, baik yang baru memeriksakan dirinya maupun yang sudah sembuh dari penyakit ini. Bahkan masih banyak orang yang enggan memeriksakan dirinya karena faktor ekonomi dan stigma negatif yang diterima. masalah testing juga membingungkan, apakah mereka harus rapid tes ataukah PCR Di sisi lain, antrian ketika menunggu untuk PCR seringkali lama dan banyak yang berpikir akan tertular Covid saat menunggu. Hasil study pendahuluan kehandalan (reliability) 81%, cepat tanggap (responsiveness) 73%, kepastian (assurance) 68%, empati (empathy) 72%, kenyataan (tangibles) 77%. Tujuan Diketahui Kepuasan Pasien Tes PCR Di Laboratorium RSUD Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan study kasus. Subjek pada penelitian ini adalah peserta Test PCR SWAB dan perwakilan Institusi terkait yang melakukan test PCR di RSUAM. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Agustus 2021 di Laboratorium Patologi Klinik Di Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021, Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, analisis data dengan conten analysis.Hasil: Hasil kehandalan (reliability) di dapatkan bahwa bebagian besar mengatakan tidak sesuai karena terjadi keterlambatan hasil keluar dan antrian lama, kenyaman pasien pada saat swab kurang baik, keahlian petugas baik, Hasil cepat tanggap (responsiveness) di dapatkan bahwa respon petgas kurang baik, petugas seperti terburu-buru saat pelaksanaan, tidak memberikan penjelasan jelas pada proses PCR. Hasil kepastian (assurance) di dapatkan hasil Pengetahuan petugas sudah bagus, informasi belum di sampaikan kepada peserta secara menyeluruh, kesopanan kurang. Hasil empati (empathy) di dapatkan Kepeduliaanya kurang baik. Hasil sub fokus kenyataan (tangibles) di dapatkan Fasilitas fisiknya kurang luasnya ruang tunggu, kelengkapan APD sudah baik Petugasnya memakai APD lengkap. Saran Petugas diikutkan pelatihan caring dengan melakukan upgrading pelatihan bagi staff analis agar dapat melayani klien dengan baik, sehingaa cepat tanggan atau responsive petugas tercapai. Kata Kunci : PCR, Kepuasan, covid-19
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT PANTI ABDI DHARMA KOTA CIREBON TAHUN 2022 Alif Rachma Kusumawati; Siti Difta Rahmatika; Diyanah Kumalasary
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i4.8205

Abstract

Kejadian ketuban pecah dini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya asfiksia, angka kejadiannya terjadi pada 6-20% kehamilan. Ketuban pecah dini sangat berpengaruh pada kehamilan dan persalinan, makin lama jarak antara pecahnya selaput ketuban makin besar kemungkinan infeksi dalam rahim yang dapat meningkatkan kejadian morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum di RS PAD Kota Cirebon Tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh persalinan yang tercatat di rekam medik RS PAD Kota Cirebon pada tahun 2021 yaitu 1.026. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yang diambil dari persalinan di tahun 2021.Dari hasil analisis didapatkan angka kejadian ketuban pecah dini (KPD) di RS Panti Abdi Dharma periode Januari – Desember Tahun 2021 sebanyak 248 orang (24.2%) dan angka kejadian Asfiksia Neonatorum di RS Panti Abdi Dharma Kota Cirebon periode tahun 2021 sebanyak 129 orang (12.6%). Berdasarkan hasil peneleitian didapatkan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia  neonatorum di RS Panti Abdi Dharma Kota Cirebon Periode tahun 2021. Saran yang direkomendasikan dari hasil penelitian ini dapat digunakan oleh STIKes Muhammadiyah Cirebon, Rekam Medik RS Panti Abdi Dharma Kota Cirebon, dan peneliti selanjutnya.
Pengaruh Variabilitas Iklim dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Bandar Lampung 2015-2019 elsy fanessa
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i1.3105

Abstract

Demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui vektor nyamuk yang paling cepat penyebaranya di dunia. kasus demam berdarah dengue dapat meningkat jika Suhu, curah hujan dan kelembaban yang tinggi juga meningkatkan perkembangan larva, Pada nyamuk dewasa dapat meningkatkan tingkat gigitan nyamuk dan mengurangi waktu yang di butuhkan virus untuk bereplikasi dalam tubuh nyamuk. Data kasus DBD di Kota Bandar Lampung dari tahun 2015-2019 tertinggi di tahun 2015 dengan jumlah 51 kasus, sedangkan curah hujan sebesar 315 mm, suhu udara sebesar 270C dan kelembaban 84%. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui pengaruh variabilitas iklim dengan kejadian demam berdarah dengue di Kota Bandar Lampung tahun 2015-2019Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah Kota Bandar Lampung yang memiliki titik stasiun di Sukabumi, Rajabasa Indah dan Kemiling pada periode bulan Mei 2020. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan diolah mengunakan uji statistik Pearson Product Moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh suhu udara (p=0,438 dan r = -102) dengan arah korelasi negatif , terdapat pengaruh sedang curah hujan (p=0,000 dan r=0,436), dan terdapat pegaruh bermakna sedang antara kelembaban (p=0,000 dn r=0,436) terhadap kejadian demam berdarah dengue dengan arah korelasi positif. Disarankan untuk masyarakat Kota Bandar Lampung untuk berpatisipasi dalam upaya pencegahan dengan cara tidak membiasakan diri dengan lingkungan yang lembab dan untuk serta aktif melaksanakan program 3m dan senantiasa melakukan tindakan proteksi diri dari risiko terjadinya demam berdarah dengue terutama pada musim-musim basah seperti saat mulai memasuki musim hujan.
ANALISIS SEBARAN FAKTOR RISIKO TERHADAP STADIUM KANKER SERVIKS DI RSUD ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2018 veni yunita sari
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i1.3305

Abstract

Kanker leher rahim atau lebih di kenal sebagai kanker serviks merupakan salah satu kanker penyebab kematian terbanyak perempuan diseluruh dunia termasuk Indonesia. Kejadian kanker serviks di Lampung masih cukup tinggi, dilihat dari data RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung setiap tahunnya semakin meningkat, yaitu 24 kasus (2014), 92 kasus (2015), 80 kasus (2016), 102 kasus (2017), dan 124 kasus (2018). Jumlah persentase sebaran stadium kanker serviks pada tahun 2018 di RSUD AM meliputi stadium I (15,4%), stadium II (32,2%), stadium III (31,4%), dan stadium IV (21%). Kegiatan deteksi dini kanker serviks merupakan salah satu upaya dalam mengurangi prevalensi angka kejadian kanker serviks. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui analisis sebaran faktor risiko terhadap stadium kanker serviks di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2018.Penelitian ini berjenis kuantitatif menggunakan metode analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 124 orang dengan pengambilan sampel secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklist, kemudian dianalisa secara univariat, bivariat dan multivariat yang disajikan dalam bentuk tabel dan teks.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia awal hubungan seksual (p=0,001) dengan stadium kanker serviks. Sedangkan riwayat pernikahan (p=0,933), riwayat genetik kanker serviks (p=1,000), riwayat pemakaian alat kontrasepsi oral (pil KB) (p=0,051) dan pendidikan (p=0,071) tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan stadium kanker serviks. Berdasarkan penelitian, faktor risiko yang paling dominan berhubungan dengan stadium kanker serviks di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2018 adalah usia awal hubungan seksual. Melakukan pencegahan sejak dini dengan cara melakukan deteksi dini kanker serviks.
Artikel Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Siti Difta Rahmatika
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i4.8279

Abstract

Personal hygiene saat menstruasi merupakan langkah awal untuk mewujudkan kesehatan diri karena tubuh yang bersih akan meminimalkan risiko seseorang terjangkit suatu penyakit. Wanita dengan perilaku personal hygiene yang rendah menganggap kebersihan adalah masalah yang tidak penting, hal tersebut jika dibiarkan maka akan terjadinya penyakit yang berhubungan dengan kebersihan alat genetalia (Susanti & Lutfiyati, 2020). Di Indonesia menunjukan bahwa sebanyak 5,2 juta remaja putri yang sering mengalami keluhan setelah menstruasi akibat tidak menjaga kebersihannya (Kemenkes RI, 2017). Hal ini dapat membahayakan kesehatan reproduksi remaja seperti timbulnya penyakit kelamin, penyakit infeksi saluran kemih, keputihan, dan iritasi kulit genital (Anggraeni et al., 2018). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi. Penelitian ini merupakan penelitik analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling sebanyak 67 mahasiswa. Hasil dari penelitian ini didapatkan hubungan pengetahuan dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi mahasiswi STIKes Muhammadiyah Cirebon
HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP KEJADIAN SKABIES DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020 Formarida Formarida; Samino Samino; Nova Muhani
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i1.3067

Abstract

Hubungan Perilaku Personal Hygiene  dan Persepsi Risiko Terhadap Kejadian Skabies Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIBandar Lampung Tahun 2020 Oleh: Formarida1, Samino2, Nova Muhani3 ABSTRAK Skabies adalah penyakit gatal pada kulit, disebabkan oleh kepadatan, kelembapan, dan diabaikannya personal hygiene, pada dasarnya tidak berbahaya tetapi menurunkan kualitas hidup. Hasil prasurvey pada 20 responden menunjukkan bahwa responden memiliki perilaku yang buruk pada kebersihan pakaian (30%), kebersihan tangan dan kuku (60%), kebersihan handuk (40%), dan kebersihan kulit (50%). Tujuan penelitian ini yaitu diketahui hubungan perilaku personal hygiene dan persepsi risiko terhadap kejadian skabies di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandar Lampung tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian yaitu anak binaan di LPKA pada bulan Juli tahun 2020 sebanyak 60 anak, dengan sampel total populasi. Pemilihan sampel yaitu probability sampling dengan sampling jenuh (sensus). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan wawancara terpimpin. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Tidak ada hubungan antara personal hygiene terhadap kejadian skabies di LPKA Kelas II Bandar Lampung (nilai p = 0,371 > 0,05). Ada hubungan antara persepsi risiko terhadap kejadian skabies di LPKA Kelas II Bandar Lampung (nilai p = 0,012 < 0,05). Kesimpulan: Risiko sakit merupakan faktor skabies, namun personal hygiene bukan. Disarankan kepada Petugas kesehatan untuk meningkatkan upaya penyuluhan kesehatan seperti menyediakan poster dan leaflet mengenai sanitasi lingkungan, personal hygiene, persepsi risiko dan kejadian skabies, Pihak Lapas melakukan kerjasama dengan instansi kesehatan untuk melakukan evaluasi kesehatan dan kebersihan lingkungan di Lapas secara berkala.  Kata Kunci   : Skabies, Perilaku Personal Hygiene, Persepsi RisikoKepustakaan : 46 (2003-2019)Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandar LampungFakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati
DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI PUSKESMAS PUJOKERTO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Wiwik Erni Puspita Sari; Dhiny Easter Yanti; Nova Muhani
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i1.3260

Abstract

Pendekatan manajemen pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas bertujuan untuk mencegah terjadinya stigma buruk bagi penderita gangguan jiwa, keluarga dapat berperan untuk memberikan klien rasa nyaman, merasa dicintai meskipun saat mengalami suatu masalah. Kurangnya pengetahuan keluarga terkait pengobatan ODGJ membuat penanganannya terlambat, selain itu faktor lain yang mempengaruhi hasil perawatan klien gangguan jiwa dirumah adalah pelayanan petugas kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui Dukungan Keluarga dan Peran petugas kesehatan pada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Puskesmas Pujokerto Kabupaten Lampung Tengah  tahun 2020. Jenis dan rancangan penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan study kasus. Informan yang digunakan adalah Petugas kesehatan, keluarga ODGJ, penelitian akan dilakukan di UPTD Pujokerto Kabupaten Lampung Tengah bulan Mei - Juni  2020. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan forum diskusi grup (FGD), analisis data dengan conten analysis. Hasil penelitian di dapatkan Semua keluarga  memberikan dukungan informasi kepada pasien, Semua keluarga memberikan dukungan spiritual kepada pasien, Sebagian besar  keluarga tidak memberikan dukungan emosional kepada pasien, Sebagian besar  keluarga memberikan dukungan finansial kepada pasien, Sebagian besar  peran petugas sebagai advocator di berikan pada keluarga, Seluruh   peran petugas sebagai educator di berikan pada keluarga. Diharapkan petugas kesehatan memperhatikan kembali peran petugas kesehatan terhadap keluarga ODGJ

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue