cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Edukasi Mnemonic Sambas sebagai Media Pembelajaran Pertolongan Pertama Pada Kasus Trauma Debby Hatmalyakin; Uti Rusdian Hidayat; Ali Akbar; Defa Arisandi; Fauzan Alfikrie; Nurpratiwi Nurpratiwi; Mimi Amaludin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11954

Abstract

ABSTRAK Dalam proses pengembangan kawasan pariwisata, pengembang tidak hanya dituntut untuk menyiapkan fasilitas pariwisata, namun sumberdaya manusianya harus didukung dengan pengetahuan pengelolaan objek wisata khususnya penanganan awal pada cedera atau trauma. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan tentang pertolongan pertama pada kasus trauma dengan mnemonic SAMBAS. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah edukasi tentang pertolongan pertama pada kasus trauma. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama pada kasus trauma menjadi upaya penanganan kondisi gawat darurat yang berkaitan dengan kasus trauma. Kata Kunci: Pertolongan Pertama, Trauma, Mnemonic SAMBAS  ABSTRACT In the process of developing tourism areas, developers are not only required to prepare tourism facilities, but their human resources must be supported by knowledge of tourism object management, especially the initial handling of injury or trauma. The method of implementing community service is counselling on first aid in trauma cases with the SAMBAS mnemonic. The results of community service obtained data on the increase in community knowledge before and after education about first aid in trauma cases. Increased public knowledge about first aid in trauma cases is an effort to handle emergency conditions related to trauma cases.  Keywords: First Aid, Trauma, SAMBAS Mnemonic
Sosialisasi Pentingnya Tetap Menerapkan Pola Hidup Sehat dalam Meningkatkan Sistem Imun Khairunnisa Batubara; Rahmat Ali Putra Harahap; Elvipson Sinaga; Romauli Siallagan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11185

Abstract

ABSTRAK Pola hidup sehat didapat dari mereka yang memperhatikan keadaan tubuhnya, rajin berolahraga, makan dan tidur yang cukup, hal ini menyebabkan tingkat kesehatan seseorang menjadi lebih baik, hal ini akan menjadikan kualitas hidup seseorang meningkat. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu masyarakat Desa di Lingkungan XI Kelurahan Sei Agul, mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi saat ini dalam meningkatkan dan memelihara kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat. Metode yang akan digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah melalui kegiatan penyuluhan agar masyarakat di Lingkungan XI Kelurahan Sei Agul dapat menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, memberikan pelatihan-pelatihan dalam menjaga dan memelihara kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai macam penyakit (Public Healt Education). dari hasil pelatihan dan penyuluhan disimpulkan Hasil: masyarakat di lingkungan XI mengerti akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam meningkatkan system imun. Bahwa selama proses pelatihan masyarakat Lingkungan XI Kelurahan Sei Agul antusias mengikuti pelatihan. Saran: diharapkan dapat mengaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. Kata Kunci: Pola Hidup Sehat, Penyuluhan Kesehatan  ABSTRACT A healthy lifestyle is obtained from those who pay attention to the condition of their bodies, exercise diligently, eat and sleep enough, this causes a person's health level to be better, this will improve a person's quality of life. The purpose of this community service activity is to help village communities in the XI Sei Agul Village, overcome the problems they are currently facing in improving and maintaining health by adopting a healthy lifestyle. The method that will be used in this community service is through outreach activities so that people in the XI Sei Agul Subdistrict can adopt a healthy lifestyle. In addition, providing training in maintaining and maintaining a healthy body to avoid various diseases (Public Health Education). from the results of the training and counseling it was concluded Results: the community in the XI neighborhood understood the importance of adopting a healthy lifestyle in improving the immune system. Conclusion: that during the training process the people of the XI Neighborhood of the Sei Agul Village were enthusiastic about participating in the training. Suggestion: expected to be able to apply in daily activities. Keywords: Healthy Lifestyle, Health Education
Asuhan Keperawatan Komperhensif Anak Diare dengan Penerapan Minyak Zaitun terhadap Ruam Popok pada Anak di Kecamatan Kemiling Bandar Lampung Ruspa Dewi; Andoko Andoko; Setiawan Setiawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10636

Abstract

ABSTRAK Ruam popok adalah ketidaksempurnaan kulit yang dibedakan dengan adanya bercak merah pada kulit di daerah genital bayi. Ruam popok dapat disebabkan oleh popok yang mengelilingi kulit, urine, tinja, lecet, beserta unsur jamur dan mikroba. Menurut WHO, prevalence ruam diaper rash pada baby cukup banyak pada tahun 2012, terhitung hingga 25 persent rata-rata 6.840. 507. 000 anak baru lahir di bumi. Di NegaraIndonesia presentasi diaper rash 3-35%, Menyerang anak laki dan wanita umur 3th, dengan prevalence  puncak 9-12 bulan. Menganalisa Penerapan Minyak Zaitun Terhadap Ruam popok pada anak Di Kecamatan Kemiling Bandar Lampung Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan metode quasy eksperimental. Desain penelitian ini menggunakan One group pre test – post test desain tanpa kelompok control dimana desain penelitian ini termasuk dalam penelitian pre- eksperimental. Hasil: Dalam asuhan keperawatan ini terdapat 2 pasien yang terkena ruam popok, An.H di derajat sedang, sedangkan An.K derajat Ringan. setelah dilakukan terapi minyak zaitun selama kurang lebih 5 hari didapatkan hasil adanya penurunan derajat ruam popok pada klien yang semula derajat sedang menjadi derajat ringan. Asuhan keperawatan yang dilakukan terhadap An. H dan An. K yaitu memberikan terapi minyak zaitun untuk menurunkan derajat ruam popok yang dialami oleh klien sehingga derajat ruam popok menurun dan dapat terkontrol. Kata Kunci: Minyak Zaitun, Ruam popok, Diare  ABSTRACK Diaper rash is a skin imperfection that is distinguished by the presence of red patches on the skin in the baby's genital area. Diaper rash can be caused by diapers covering the skin, urine, feces, abrasions, along with fungal and microbial elements. According to WHO, the prevalence of diaper rash in babies is quite a lot in 2012, accounting for up to 25 percent on average 6,840. 507,000 new children were born on earth. In Indonesia, the presentation of diaper rash is 3-35%, attacking boys and girls aged 3 years, with a peak prevalence of 9-12 months. To analyze the application of olive oil to diaper rash in children in the Kemiling district of Bandar Lampung in 2023. This research uses quantitative research and quasi-experimental methods. The research design used a One group pre test – post test design without a control group where the research design was included in the pre-experimental research. In this nursing care, there were 2 patients with diaper rash, moderate An.H, mild An.K. after olive oil therapy for about 5 days, the result was a decrease in the degree of diaper rash on the client, which was originally a moderate degree to a mild degree. Nursing care carried out on An. H and An. K, namely providing olive oil therapy to reduce the degree of diaper rash experienced by clients so that the degree of diaper rash decreases and can be controlled. Keywords: Olive Oil, Diaper Rash, Diarrhea
Edukasi dan Pemanfaatan Labu Kuning sebagai Bahan Pangan Sehat di Desa Wisata Jamalsari Dewi Ramonah; Dewi Fitriani Puspitasari; Arik Dian Eka Pratiwi; Wulandari Wulandari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11774

Abstract

ABSTRAK Desa Wisata Jamalsari, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Semarang, Jawa Tengah memiliki julukan “Kampung Tematik Labu” karena cukup banyak tanaman labu kuning yang dibudidayakan. Labu kuning (Cucurbita moschata Duchesne) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar olahan makanan, salah satunya adalah kue bolu. Pemanfaatan hasil bumi ini belum optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi pangan sehat dan pelatihan terkait pembuatan produk pangan sehat berupa kue bolu yang berbahan dasar labu kuning, diharapkan dengan  kegiatan tersebut dapat meningkatkan pula pemberdayaan ibu-ibu dan remaja perempuan. Metode pengabdian yang dilakukan dengan memberikan edukasi warga terkait pangan sehat dan olahan labu kuning melalui pemaparan materi dan pelatihan pembuatan bolu labu kuning kepada warga. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini warga menjadi teredukasi terkait sumber pangan sehat labu kuning serta warga dapat membuat produk serupa. Melaui edukasi dan pelatihan, dapat meningkatkan pemberdayaan warga. Kata Kunci: Labu Kuning, Kue Bolu, Jamalsari  ABSTRACT Jamalsari Tourism Village, Kedungpane Village, Mijen Subdistrict, Semarang, Central Java, has the nickname "Pumpkin Thematic Village" because of the large number of pumpkin plants that are cultivated. Pumpkin (Cucurbita moschata Duchesne) is one of the plants that can be utilized as a basic ingredient for processed foods, one of which is sponge cake. The utilization of this crop has not been optimal. This service aims to provide healthy food education and training related to making healthy food products in the form of sponge cake made from pumpkin, it is hoped that these activities can also increase the empowerment of mothers and young women. The service method is carried out by educating residents regarding healthy food and processed pumpkin through material presentation and training in making pumpkin sponge cake to residents. The conclusion of this service activity is that residents become educated regarding healthy food sources of pumpkin and residents can make similar products. Through education and training, it can increase community empowerment. Keywords: Yellow Pumpkin, Sponge Cake, Jamalsari
Edukasi dan Pelatihan Pemanfaatan Ekstrak Sari Ikan Gabus pada Kader dan Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Stunting Cucuk Kunang Sari; Kirana Candra Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11433

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan yang terjadi pada tumbuh dan kembang anak dikarenakan mengalami gizi buruk dan dapat berakibat pada fisik dan fungsional tubuh anak  yang dipengaruhi oleh tatanan ekonomi, pendidikan ibu dan pengetahuan tentang gizi, maupun sosial masyarakat. Selanjutnya adalah faktor proximal seperti pemberian ASI eksklusif, usia anak dan BBLR Stunting dapat dicegah dengan beberapa hal seperti memberikan ASI ekslusif, memberikan makanan yang bergizi sesuai kebutuhan tubuh, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh dan memantau tumbuh kembang anak secara teratur. Peningkatan kasus Stunting secara signifikan akan menambah beban masyarakat dan pemerintah, karena membutuhkan biaya yang besar untuk penanganannya. Dibutuhkan komitmen bersama dalam menurunkan morbiditas, mortalitas, dan disabilitas akibat Stunting melalui pencegahan dan pengendalian yang adekuat. Salah satu upaya untuk meningkatkan peran serta masyarakat adalah pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pengetahuan melalui penyuluhan. Dengan kegiatan penyuluhan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami peran dirinya sebagai pemicu kesadaran diri untuk berubah, mentransformasikan tahapan niat menjadi tindakan nyata. Kata Kunci: Stunting, Gizi  ABSTRACT Stunting is a problem that occurs in the growth and development of children due to malnutrition and can have an impact on the physical and functional body of the child which is influenced by the economic order, mother's education and knowledge about nutrition, as well as social society. Furthermore, proximal factors such as exclusive breastfeeding, child age and LBW stunting can be prevented by several things such as exclusive breastfeeding, providing nutritious food according to the body's needs, getting used to clean living habits, doing physical activity, to balance energy expenditure and nutrient intake. into the body and monitor the growth and development of children regularly. A significant increase in stunting cases will add to the burden on society and the government, because it requires a large amount of money to handle it. It takes a joint commitment to reduce morbidity, mortality and disability due to stunting through adequate prevention and control. One of the efforts to increase community participation is community empowerment by providing knowledge through counseling. With this counseling activity, it is hoped that the public can understand their own role as a trigger for self-awareness to change, transforming the stages of intention into concrete action. Keywords: Stunting, Nutrition
Implementation of Hypertension Exercise in Elderly with Hypertension in Cinta Rakyat Village Deli Serdang Regency Dior Manta Tambunan; Jhon Roby Purba; Popy Aldiana; Asril Jon Briko Tanjung; Berkah Ridho Nainggolan; Frans Sesep Manogitua Marbun; Agnes Oktavia Br. Ginting; Aprina Sabine Sakerebau; Bertua Mitra Debora; Cahaya Nurtioma Purba; Chalida Annisa; Desi Fransisca Siahaan; Bella Roria Pardede
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11148

Abstract

ABSTRACT Elderly is someone who is aged 60 years or more. Many problems are often found in the elderly, one of them is hypertension. Hypertension is a serious medical condition that can increase the risk of heart, brain, kidney, and other diseases. Hypertension is the main cause of premature death worldwide, most (two-thirds) live in low-and-middle-income countries. Various efforts can be made to control blood pressure, including hypertension exercise. Hypertension exercise is believed to be able to control blood pressure because when carrying out exercise movements, blood vessels will dilate and relax so that blood pressure decreases. This community service aimed to improve the community's healthy lifestyle in controlling hypertension by implementing Hypertension exercise. This activity was carried out on the elderly with 22 respondents. Before the implementation of this activity, the first was carried out by filling in demographic data, drugs consumed, and routine control history every month as well as measuring vital signs before and after the implementation of the Hypertension exercise. The findings show that the majority of respondents who participated in the implementation of this Hypertension Exercise were >70 years old (45.5%); Female (59.1%); not taking hypertension medication (54.5%); not routine control (86.4%); and classification of hypertension majority degree 1 (31.8%). The average value of blood pressure before the implementation of the Hypertension Exercise was 2.95 and decreased significantly after the implementation of the Hypertension Exercise to 2.32. It can be concluded that there was a significant decrease in blood pressure after the implementation of hypertension exercises, the pre-test average value was 2.95 and the post-test was 2.32. It is recommended that village officials and Public Health Care officers conducted a Hypertension Exercise program as an implementation discourse in improving the quality of life of the Elderly with Hypertension. The implementation can be carried out in Cinta Rakyat Village, Deli Serdang Regency, regularly 2-3 times a week. Keywords: Elderly, Hypertension, Hypertension Exercise
Edukasi dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dalam Meningkatkan Kemampuan Penanganan Kondisi Gawat Darurat bagi PJLP Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Timur Endah Yuliany Rahmawati; Feni Amelia Puspitasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.9993

Abstract

ABSTRAK Kondisi gawat darurat yang mengakibatkan henti nafas dan henti jantung membutuhkan penanganan segera melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD). BHD dapat dilakukan siapa saja termasuk masyarakat umum. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur dalam memberikan pertolongan pertama pre hospital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kantor Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur pada tanggal 8-9 Maret 2023 dengan sasaran 12 orang (satpam dan cleaning service). Kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini secara kognitif menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dari rata-rata nilai pre test dan post test yaitu 55,83 menjadi 81,67. Rata-rata nilai praktik BHD dewasa, anak, dan bayi dalam kategori sangat baik (91,40). Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dan simulasi praktik tindakan BHD dapat dipahami serta diaplikasikan dengan baik oleh seluruh peserta. Kegiatan ini telah memberikan manfaat kepada para PJLP Sudinkes Kota Administrasi Jakarta Timur yang dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan serta keterampilan PJLP dalam memberikan tindakan BHD pada korban dewasa, anak dan bayi. PJLP Sudinkes Kota Administrasi Jakarta Timur diharapkan mampu melakukan tindakan BHD ketika menemukan korban dengan henti nafas dan henti jantung. Selain itu, PJLP juga diharapkan mampu mengedukasi masyarakat tentang BHD agar dapat menolong korban pada lingkup pre hospital dengan tepat dan cepat. Kata Kunci: Edukasi, Pelatihan, Bantuan Hidup Dasar, Pre Hospital  ABSTRACT Emergency conditions that cause respiratory arrest and cardiac arrest require immediate treatment through Basic Life Support. Basic Life Support can be done by anyone including the common people. This activity aims to increase the knowledge and skills of Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur in providing pre-hospital first aid. This activity was carried out at Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur on March 8-9 2023 with a target of 12 people (security guards and cleaning service) that consists of the preparation, implementation, and evaluation activity step. Cognitively, this activity showed an increase in knowledge from the average pre-test and post-test score is 55.83 to 81.67. The average value of adult, child and infant Basic Life Support practice is 91.40 (very good category). This average score shows that the material presented and the practice simulation of Basic Life Support can be understood and applied properly by all participants. This activity has benefited PJLP Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur because there is an increase in PJLP knowledge and skills in providing BHD procedures to adult, child and infant victims. PJLP is expected to be able to give Basic Life Support when finding victims with respiratory and cardiac arrest, and also can educate the public about Basic Life Support. It is useful for public to help victims in the pre-hospital area accurately and quickly. Keywords: Education, Training, Basic Life Support, Pre-Hospital
Edukasi dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dalam Menghadapi Bencana Alam Pada Siswa Remaja Tiur Romatua Sitohang; Yusniar Yusniar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12407

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan dan keterampilan BHD merupakan sesuatu yang penting karena didalamnya diajarkan tentang bagaimana teknik dasar penyelamatan korban dari berbagai kondisi darurat, bencana atau musibah sehari-hari yang biasa dijumpai. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk  edukasi dan pelatihan pada remaja Siswa SMA Eka Satria Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah berjumlah 40 orang. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja siswa SMA Eka Satria tentang bantuan hidup dasar yang bisa dilakukan  remaja saat terjadi bencana sehingga  mengurangi resiko yang bisa terjadi saat terjadi bencana. Dari hasil evaluasi diperoleh pengetahuan siswa SMA Eka Satria Sarudik sebelum diberikan edukasi dan pelatihan BHD mayoritas kurang sebanyak 62,5% dan setelah dilakukan edukasi dan pelatihan BHD mayoritas cukup sebanyak 65% dan baik sebanyak 35%. Evaluasi keterampilan dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memparaktekkan langsung cara melakukan BHD dengan menggunakan phantom namum masih didampingi pemateri. Sebagian besar siswa sudah mengetahui cara melakukan BHD yang benar dan sesuai dengan prosedur. Peserta melakukan demonstrasi melakukan tindakan RJP secara bergantian pada phantom/ menikin sesuai dengan prosedur. Dengan adanya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapakan kepada masyarakat khususnya remaja dapat meningkatkan pengetahuan dan  keterampilan tentang BHD, jika pada situasi darurat dapat menggunakan keterampilan tersebut untuk menyelamatkan korban.  Kata Kunci: Edukasi, Pelatihan, Bantuan Hidup Dasar  ABSTRACT BLS knowledge and skills are important because it teaches basic techniques for rescuing victims from various emergencies, disasters or everyday disasters that are commonly encountered. Community service is carried out in the form of education and training for 40 young Eka Satria Sarudik High School students in Central Tapanuli Regency. The aim of this Community Service is to realize community service as one of the Tri Dharma of Higher Education activities, increasing the knowledge and skills of young Eka Satria High School students regarding basic life support that young people can do when a disaster occurs, thereby reducing the risks that can occur when a disaster occurs. From the evaluation results, it was found that the majority of Eka Satria Sarudik High School students' knowledge before being given BLS education and training was poor at 62.5% and after BLS education and training was carried out the majority was adequate at 65% and good at 35%. Skills evaluation is carried out by giving participants the opportunity to practice directly how to do BLS  using a phantom while still being accompanied by an instructor. Most students already know how to do BLS  correctly and according to procedures. Participants demonstrate carrying out CPR actions alternately on the phantom/menikin according to the procedure.With this Community Service activity, it is hoped that the community, especially teenagers, can increase their knowledge and skills about BLS, so that in an emergency situation they can use these skills to save victims. Keywords: Education, Training, Basic Life Support
Pendampingan Pembuatan Kudapan Berbahan Tepung Bonggol Pisang di Kelurahan Patemon Gunungpati Semarang Natalia Desy Putriningtyas; Widya Hary Cahyati; Efa Nugroho
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11539

Abstract

ABSTRAK Anak akan mampu mengembangkan potensi maksimalnya apabila didukung dengan gizi yang baik. Masalah gizi pada anak adalah pendek, underweight, obesitas dan anemia. Kudapan sehat menjadi salah satu asupan yang mampu memberikan kontribusi untuk gizi anak. Bonggol pisang memiliki potensi sebagai bahan pembuatan kudapan sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dan edukasi gizi yang berkaitan dengan kudapan sehat berbahan bonggol pisang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan pendampingan, pelatihan dan edukasi gizi. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah ibu rumah tangga kelurahan Patemon kecamatan Gunungpati Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan dan edukasi gizi yang dilakukan terhadap ibu rumah tangga memberikan peningkatan pengetahuan berkaitan dengan pemilihan kudapan sehat dan proses pengolahan bonggol pisang menjadi tepung sehingga mampu diolah menjadi kudapan sehat bagi anak. Hasil pengabdian ini juga menunjukkan bahwa perlu adanya monitoring dan evaluasi dari stakeholder sebagai penjamin keberlangsungan program penyediaan kudapan sehat anak. Pengabdian ini juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga dalam memanfaatkan potensi pangan lokal. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan para Ibu rumah tangga kelurahan Patemon kecamatan Gunungpati kota Semarang yang berkaitan dengan pemilihan kudapan sehat pada anak yang berbasis pangan lokal. Kata Kunci: Anak, Bonggol Pisang, Edukasi, Gizi  ABSTRACT Children will be able to develop their full potential if supported by good nutrition. Nutritional problems in children are shortness, underweight, obesity and anaemia. Healthy snacks are one intake that can contribute to child nutrition. Banana pseudostem has potential as an ingredient for making healthy snacks. This community service activity aims to provide assistance and nutrition education related to healthy snacks made from banana pseudostem. The method of implementing community service activities uses mentoring, training and nutrition education. The community service partners are housewives in Patemon village, Gunungpati sub-district, Semarang. The results showed that the mentoring and nutrition education activities carried out for housewives provided an increase in knowledge related to the selection of healthy snacks and the process of processing banana pith into flour so that it can be processed into healthy snacks for children. The results of this service also show that there is a need for monitoring and evaluation from stakeholders to ensure the sustainability of the programme to provide healthy snacks for children. This service is also expected to increase the capacity of housewives in utilising local food potential. The conclusion of this service activity is that there is an increase in the knowledge of housewives in Patemon village, Gunungpati sub-district, Semarang city, related to the selection of healthy snacks for children based on local food.  Keywords: Children, Banana Hump, Education, Nutrition
Upaya Promotif dan Preventif Asam Urat melalui Senam Sendi pada Masyarakat di Kelurahan Pondok Labu Hinin Wasilah; Putri Marhadika; Hera Hastuti; Lisnawati Nur Farida; Deny Prasetyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10995

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kadar asam urat dalam darah dapat disebabkan oleh tingginya konsumsi purin. Purin yang tinggi dalam darah tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal akan mengkristal dan menumpuk pada persendian sehingga menimbulkan pembengkakan serta nyeri sendi. Selain itu, apabila tidak diatasi, kadar asam urat berlebih dapat menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah yang mengarah kepada penyakit lainnya misalnya gagal ginjal. Salah satu upaya promotive dan preventif asam urat adalah dengan melakukan senam. Senam yang dilakukan selama minimal 10 menit dipercaya dapat meningkatkan kelenturan pembuluh darah. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di RT 02/ RW 03 Pondok Labu mengenai senam asam urat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan senam secara rutin untuk mencegah terjadinya asam urat. Tim Pengabdian pada Masyarakat STIKes Fatmawati bekerja sama dengan kader mengundang masyarakat RT 02/ RW 03 Pondok Labu untuk hadir di STIKes Fatmawati pada hari Sabtu, 3 Desember 2022 jam 09.00 untuk memberikan edukasi dan pelaksanaan senam asam urat sebagai upaya pencegahan asam urat. 28 orang berusia 40 sampai 70 tahun telah mengikuti edukasi dan pelaksanaan senam asam urat. Edukasi yang diberikan kepada masyarakat efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai senam asam urat. Berdasarkan hasil pre-test didapatkan 5 orang (17,85 %) memiliki tingkat pengetahuan baik, 17 orang (60,71 %) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 6 orang (21,42 %) memiliki tingkat pengetahuan kurang. Sedangkan, berdasarkan hasil post test jumlah masyarakat yang memiliki pengetahuan baik meningkat menjadi 11 orang (39,28 %) dan cukup 14 orang (50%). Ditemukan 3 orang (39,28 %) tidak mengisi post-test yang diberikan. Selain tingkat pengetahuan, berdasarkan kegiatan tersebut juga dapat dilaporkan bahwa seluruh peserta yang hadir memiliki antusias untuk melaksanakan senam yang diberikan. Edukasi penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan seseorang. Dengan pengetahuan asam urat yang baik, seseorang diharapkan memiliki kesadaran diri untuk melaksanakan senam asam mencegah terjadinya asam urat. Senam diyakini efektif untuk mencegah dan meredakan gejala asam urat seperti nyeri. Senam sendi dapat dilakukan secara rutin minimal selama 10 menit dengan intensitas ringan sampai sedang per sesi latihan Kata Kunci: Asam Urat, Senam Asam Urat, Pencegahan Asam Urat  ABSTRACT Increased levels of uric acid in the blood can be caused by the consumption of food which contains high purines. High purines in the blood cannot be excreted by the kidneys and will crystallize and accumulate in the joints, causing swelling and pain. If this condition untreated, excess uric acid levels can cause blockages in the blood vessels that lead to other diseases such as kidney failure. The promotive and preventive action such as exercise for about 10 minutes is needed to prevent gout. According to the theory, exercise can increase the flexibility of blood vessels. The purpose of this activity is to increase the knowledge and the awareness of the community who live in RT 02/ RW 03 Pondok Labu, South Jakarta. STIKes Fatmawati Community Service Team in collaboration with cadres invited the community of RT 02/RW 03 Pondok Labu to come to STIKes Fatmawati on Saturday, December 3, 2022, at 09.00 AM to 12.30 PM. The team provide health education and conducted exercise to prevent gout. 28 people aged 40 to 70 years participated in this activity. According to the results, the level of knowledge of the community about exercise to prevent gout was increased. Researcher found that in the pre-test 5 people (17.85%) had a good level of knowledge, 17 people (60.71%) categorized to sufficient, and 6 people (21.42%) categorized to low. Meanwhile, in the post test the number of people who have good level knowledge increased to 11 people (39.28%) and only 14 people (50%) categorized to sufficuent. Besides of that, researcher found that 3 people (39.28%) did not fill the post-test form given by researcher. Based on these activities, it also reported that all participants who attended this activity were enthusiastic to do exercises given by researcher. An education is important to increase an individual’s knowledge. With a good knowledge about gout, we hope that our society can implement the exercise to prevent gout. Exercise has benefit to reduce the level of pain. Exercise should be conducted minimum 10 minutes per session. Keywords: Gout, Exercise, Gout’s Prevention

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue