cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Upaya Preventif Malaria: Pelatihan Juru Pemantau Jentik Cilik di SD Negeri 2 Koya Barat, Kota Jayapura Eva Sinaga; Yunita Kristina; Evi Sinaga
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11263

Abstract

ABSTRAK Papua sampai kini belum mencapai status ‘bebas’ malaria dengan Annual Parasite Incidence (API) >5. Koya Barat merupakan area dengan kasus malaria tertinggi di Kota Jayapura. Upaya pemerintah yang melibatkan kelompok usia anak sekolah dalam menekan angka kejadian malaria dan pemberantasan sarang nyamuk masih terbatas. Pengabdian ini bertujuan untuk melatih anak usia sekolah sebagai Juru Pemantu Jentik (Jumantik) cilik dan membentuk Tim Jumantik Cilik di SD Negeri 2 Koya Barat. Metode pre-post test dengan intervensi pelatihan tentang malaria dan identifikasi jentik nyamuk dilaksanakan pada 30 murid. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunaan kuesioner dan lembar observasi, data dianalisis dengan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil pengabdian menunjukan terdapat perbedaan pengetahuan dan keterampilan siswa/i tentang malaria dan identifikasi jentik nyamuk setelah dilakukan pelatihan (ρ= 0.000) dengan peningkatan pengetahuan dalam kategori sedang (Rerata N-Gain: 0.61). Mayoritas (96%) formulir pemantauan jentik nyamuk terisi dengan lengkap dan benar. Keterlibatan seluruh sektor dalam masyarakat diperlukan guna mengoptimalkan peran juru pemantau jentik cilik secara berkelanjutan. Kata Kunci: Anak Sekolah, Juru Pemantau Jentik, Malaria  ABSTRACT Papua has yet to achieve malaria elimination status with an Annual Parasite Incidence (API) >5. Koya Barat is the area with the highest malaria burden in Jayapura City. Malaria control programs involving school-age children in reducing malaria incidence and eradicating mosquito nests are still limited. The aim of this program was to train school-age children as Larval Control Personnel (LCP) and create a Child-LCP Team at SD Negeri 2 Koya Barat to carry out malaria prevention. A pre-post test method with health education intervention on malaria and mosquito larvae identification training was conducted on 30 students. Data collection was carried out using questionnaires and observation sheets, data were analyzed using the Wilcoxon Test. The results showed that there was a difference in knowledge and skills of students about malaria and mosquito larvae identification before and after training (ρ = 0.000) with an increase in knowledge in the moderate category (Mean N-Gain: 0.61). The involvement of all sectors in the community is needed to optimize the role of Child-LCP sustainably. Keywords : Larval Control Personnel, Malaria, School-Age Children
Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Kronis (Hipertensi, Diabetes Melitus dan Gout Arthritis) di Desa Talumelito Andi Nur aina Sudirman; Rona Febriyona; Ibrahim Paneo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10842

Abstract

ABSTRAK Penyakit kronis merupakan penyakit dengan ciri bersifat menetap, menyebabkan ketidakmampuan pada penderitanya, dan untuk menyembuhkannya penderita perlu melakukan perawatan dalam periode waktu yang lama. Umumnya, lansia memiliki satu atau lebih kondisi kronis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang “optimalisasi peran masyarakat dalam pencegahan penyakit kronis ( hipertensi, diabetes mellitus, dan gout atrhiritis )di desa talumelito”. Kegiatan penyuluhan ini di lakukan pada tanggal 16 Januari 2023, mulai pukul 13.00 s.d 17.00 WITA. Bertempat di Aula Kantor Desa Talumelito, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini di lakukan untuk mengundang masyarakat terutama orang dewasa dan lansia di Desa Talumlito, untik diberikan penyuluhan oleh tim pengabdi dan mahasiswa yang dilibatkan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo.  Pentingnya pencegahan penyakit kronis ( hipertensi, diabetes mellitus, dan gout atrhiritis ) dapat membantu memperbaiki kesehatan klien dengan menjaga pola makan dan  pola hidup sehingga derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat. Kata Kunci: Diabetes mellitus, Hipertensi, Gout Artritis, Peran Masyarakat  ABSTRACT Chronic disease is a disease with sedentary characteristics, causing disability in the sufferer, and to cure it, the patient needs to be treated for a long period of time. Generally, the elderly have one or more chronic conditions. This service activity aims to provide counseling about "optimizing the role of the community in preventing chronic diseases (hypertension, diabetes mellitus, and gout atrhiritis) in Talumelito Village". This counseling activity was carried out on January 16 2023, starting at 13.00 to 17.00 WITA. Located in the Hall of the Talumelito Village Office, Telaga Biru District, Gorontalo Regency. This activity was carried out to invite the community, especially adults and the elderly in Talumlito Village, to be given counseling by the service team and students involved. This activity involved University of Muhammadiyah Gorontalo students. The importance of preventing chronic diseases (hypertension, diabetes mellitus, and gout atrhiritis) can help improve client health by maintaining diet and lifestyle so that the degree of public health can increas.Keywords: Diabetes mellitus, Hypertension, Gout Arthritis, Role of Society
Edukasi Pembuatan Eco-Enzyme sebagai Solusi Mengatasi Limbah Organik Menjadi Disinfektan di Fakultas Kedokteran Unpatti Yuniasih MJ Taihuttu; Rachmawati D Agustin; Ony W Angkejaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12238

Abstract

ABSTRAK Dalam 5 tahun terakhir ini Virus corona atau COVID-19 telah ditetapkan WHO sebagai pandemic yang menginfeksi dan mengakibatkan kematian bagi ratusan ribu jiwa. Berbagai kebijakan dikeluarkan pemerintah sebagai upaya pencegahan, salah satunya dengan penyemprotan disinfektan. Selain untuk pencegahan covid-19, penyemprotan disinfektan juga dapat digunakan sebagai upaya untuk membasmi kuman penyakit. Disinfektan dapat dihasilkan dari pengolahan limbah sayuran dan buah yang dapat dimanfaatkan menjadi sebuah produk eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan cairan yang berasal dari zat organik kompleks hasil dari proses fermentasi sisa bahan organik, gula (molase), dan air. Cairan eco-enzyme ini memiliki warna coklat gelap dan beraroma asam segar. Tujuan dilaksanakannya kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan pengetahuan baru kepada mahasiswa dalam pengolahan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna serta mampu mempraktekkan cara pembuatannya dalam lingkungan keluarga masing-masing. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam pemberian edukasi ini yaitu memaparkan cara pengolahan limbah organik yang berasal dari sampah makanan sehari-hari menjadi produk eco-enzyme berupa disinfektan dan selanjutnya dilakukan tanya-jawab. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan edukasi pengetahuan mahasiswa mengenai teknik pengolahan limbah terbilang cukup rendah yaitu sebesar 56.67,3%. Setelah dilakukan edukasi  terdapat peningkatan pengetahuan menjadi sebesar 86.67% dari penilaian post-test setelah pemberian materi, dan ketertarikan terhadap materi yang diberikan sebesar 93.33%. Hal ini menunjukkan bahwa peserta sangat antusias mengikuti pelatihan pembuatan eco-enzyme sebagai disinfektan dan mampu meningkatkan pengetahuan mahasiswa terhadap solusi pengolahan limbah. Kata Kunci: Edukasi, Eco-Enzyme, Disinfektan  ABSTRACT In the last 5 years, the Corona Virus (COVID-19) has been designated by WHO as a pandemic that has infected and resulted in the death of hundreds of thousands of people. The government has issued various policies as a preventive measure, one of which is spraying disinfectants. Apart from preventing Covid-19, spraying disinfectants can also be used as an effort to eradicate disease germs. Disinfectants can be produced from processing vegetable and fruit waste which can be used to make an eco-enzyme product. Eco-enzyme is a liquid derived from complex organic substances resulting from the fermentation process of remaining organic materials, sugar (molasses), and water. This eco-enzyme liquid has a dark brown color and a fresh sour aroma. The aim of implementing this PKM is to provide new knowledge to students in processing organic waste into products that have useful value and to be able to practice how to make it in their respective family environments. The implementation method used in providing this education is to explain how to process organic waste originating from daily food waste into eco-enzyme products in the form of disinfectants and then a question and answer session. The results of this activity show that before the education was carried out, students' knowledge regarding waste processing techniques was quite low, namely 56.67.3%. After the education was carried out, there was an increase in knowledge to 86.67% from the post-test assessment after providing the material, and interest in the material provided was 93.33%. This shows that the participants were very enthusiastic about taking part in the training on making eco-enzymes as disinfectants and were able to increase students' knowledge of waste processing solutions. Keywords: Education, Eco-Enzyme, Disinfectant
Sosialisasi Higiene dan Sanitasi Penjamah Makanan di KB/TK Alam Jungle School Semarang Natalia Desy Putriningtyas; Yanesti Nuravianda Lestari; Latifah Rachmawati; Widya Hary Cahyati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12249

Abstract

ABSTRAK Penyelenggaran makanan menjadi salah satu hal penting bagi institusi pendidikan yang turut dilengkapi dengan fasilitas penitipan anak. Kejadian kontaminasi makanan bahkan berujung pada keracunan pangan dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan penerapan higiene sanitasi para penjamah makanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi higiene dan sanitasi yang berkaitan dengan keamanan pangan sekaligus kudapan sehat dan aman bagi anak usia dini. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan sosialisasi, pendampingan dan edukasi gizi. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah para penjamah makanan di KB/TK Alam Jungle School Semarang, Sekaran kecamatan Gunungpati Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi gizi yang dilakukan terhadap penjamah makanan mampu meningkatkan pengetahuan yang berkaitan dengan higiene dan sanitasi makanan serta peningkatan pemahaman mengenai kudapan sehat dan aman bagi anak usia dini. Hasil pengabdian ini juga menunjukkan bahwa perlu adanya monitoring dan evaluasi dari stakeholder sebagai penjamin keberlangsungan program keamanan pangan di lingkungan sarana pendidikan. Pengabdian ini juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas para penjamah makanan mengenai keamanan pangan dan personal higiene. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan para penjamah makanan di KB/TK Alam Jungle School Semarang, Sekaran kecamatan Gunungpati Semarang yang berkaitan dengan higiene dan sanitasi makanan pada penyelenggaraan makan. Kata Kunci: Higiene, Keamanan Pangan, Pengetahuan, Penjamah Makanan, Sanitasi  ABSTRACT Food preparation is one of the important things for educational institutions that are also equipped with childcare facilities. The incidence of food contamination and even food poisoning can be caused by the lack of knowledge and application of hygiene and sanitation by food handlers. This service activity aims to socialize hygiene and sanitation related to food safety as well as healthy and safe snacks for early childhood. The method of implementing community service activities uses socialization, mentoring, and nutrition education. The community service partners are food handlers at KB/TK Alam Jungle School Semarang, Sekaran, and Gunungpati Semarang. The results of the activity showed that the socialization and nutrition education activities carried out for food handlers were able to increase knowledge related to food hygiene and sanitation and increase understanding of healthy and safe snacks for early childhood. The results of this service also show that there is a need for monitoring and evaluation from stakeholders to ensure the sustainability of food safety programs in educational facilities. This service is also expected to increase the capacity of food handlers regarding food safety and personal hygiene. The conclusion of this service activity is that there is an increase in the knowledge of food handlers at KB / TK Alam Jungle School Semarang, Sekaran, Gunungpati Semarang sub-district related to food safety and personal hygiene. Keywords: Higiene, Food Safety, Knowledge, Food-Handlers, Sanitation
Ibu Bahagia Generasi Sehat: ASI Eksklusif Joice Cathryne; Alice Pangemanan; Fiorentina Nova; Judheliena Judheliena; Adventina Delima Hutapea
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10855

Abstract

ABSTRAK Air Susu Ibu merupakan nutrisi pertama yang wajib didapatkan oleh bayi yang baru lahir yang diproduksi oleh payudara ibu. ASI sangat bermanfaat bagi bayi dan Ibu sendiri. ASI wajib diberikan secara eksklusif sampai 6 bulan, tetapi pada kenyataannya banyak bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dikarenakan bayi sulit menghisap, ibu merasa produksi ASI sedikit, puting susu lecet, pengaruh iklan susu formula, ibu sibuk bekerja dan tidak mendapat dukungan dari keluarga.  Bayi sangat memerlukan ASI eksklusif dari sang ibu untuk pertumbuhan dan perkembangannya, agar kelak dapat menjadi generasi sehat sebagai penerus bangsa. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan dan para ibu yang sedang hamil tentang pentingnya ASI eksklusif. PkM ini dilakukan pada hari Jumat 19 Mei 2023 dengan menggunakan metode kegiatan ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi dan redemonstrasi. Kegiatan ini menggunakan presentasi power point dan alat peraga sebagai media pembelajaran. Hasil yang didapatkan sebelum edukasi diberikan adalah 28.2 poin dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 68.6 poin, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan atau edukasi kesehatan memiliki peranan dalam meningkatkan pengetahuan seseorang. Kata Kunci: Asi Eksklusif, Ibu, Bayi Baru Lahir  ABSTRACT Mother’s milk is the first nutrient that must be obtained by to newborn and is produced by the mother’s breast. Breast milk is very beneficial for babies and mothers themselves. Exclusive breastfeeding must be given up to 6 months, but, many babies do not get exclusive breastfeeding because the baby has difficulty suckling, the mother feels that the milk production is low, the nipples are sore, the influence of formula milk advertisements, the mother is busy working and does not receive support from the family. Babies really need exclusive breastfeeding from their mothers for their growth and development, so that one day they can become a healthy generation as the nation’s successor. This educational activity increases the knowledge of mothers who have babies 0–6 months and mothers who are pregnant about the importance of exclusive breastfeeding. This PkM was carried out on Friday, May 19, 2023, using lectures, discussions, question and answer, demonstrations, and re-demonstration methods. This activity uses PowerPoint presentations and visual aids as learning media. The results obtained before education were 28.2, and they increased to 68.6 points after education. So, it can be concluded that education or health education has a role in increasing one's knowledge. Keywords: Breastfeeding, Mothers, Newborn
Triangle Manajemen Callus: Zinc Cream, Hydrocoloid dan Polyurethane Foam Pada Pasien Diabetic Neuropathy Khairul Bahri; Rizki Hidayat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12474

Abstract

ABSTRAK Diabetes neuropati adalah kondisi yang disebabkan oleh diabetes yang merusak berbagai bagian sistem saraf. Ini terjadi karena kadar gula dalam darah tinggi yang dapat merusak saraf secara bertahap. Hilang sensasi pada kaki karena neuropati diabetik dapat menyebabkan kapalan akibat tekanan atau gesekan pada kaki. Callus terbentuk di area tubuh yang mengalami gesekan atau tekanan yang berlebihan pada telapak kaki, tumit, atau jari-jari. Gesekan dan tekanan berulang pada kaki adalah beberapa penyebab callus. Salah satu metode pengobatan dan pencegahan callus adalah offloading, yang mengurangi tekanan pada kaki dan mencegah terbentuknya kepalan. Tujuan dari studi kasus ini melihat efektivitas penggunaan zinc cream, hidrokoloid dan polyurethane foam dalam manajemen callus pada pasien dengan diabetic neuropathy. WINNER score sebagai evaluasi penyembuhan luka. Kesimpulan didapatkan dengan hasil Penggunaan zinc cream sebagai balutan primer, hydrocolloid sebagai pelindung sekitar luka dan polyurethane foam sebagai balutan sekunder dan off-loading efektif dalam manajemen callus pada diabetes neuropati. Kata Kunci: Diabetic Neuropati, Callus, Wound Care  ABSTRACT Diabetic neuropathy is a condition caused by diabetes that damages different parts of the nervous system. This occurs due to high blood sugar levels that gradually damage the nerves. Loss of sensation in the feet due to diabetic neuropathy can lead to the formation of calluses due to pressure or friction on the feet. Calluses form in areas of the body that experience excessive friction or pressure, such as the soles of the feet, heels, or fingers. Friction and repeated pressure on the foot are some of the causes of calluses. Off-loading is one of the methods used to treat and prevent calluses, which reduces pressure on the legs and prevents calluses from forming. The purpose of this case study was to evaluate the effectiveness of using zinc cream, hydrocolloids, and polyurethane foam in managing calluses in patients with diabetic neuropathy. The WINNER score was used to evaluate wound healing. The results showed that the use of zinc cream as a primary dressing, hydrocolloid as a protector around the wound, polyurethane foam as a secondary dressing, and off-loading was effective in managing calluses in diabetic neuropathy. Keyword: Diabetic Neuropathy, Callus, Wound Care
Pengembangan Website Kesehatan Ibu, Bayi dan Balita Sebagai Upaya Mewujudkan Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan Terciptanya Smart Healthcare Ecosystem and Community Agustiyawan Agustiyawan; Farahdina Bachtiar; Rena Mailani; Rabia Rabia; Raisha Muthia Azahra; Varsha Ravita; Muhammad Daffa Ramadhianto; Ananda Putri Rifanty; Anata Nagari; Faiza Syifa Dzakira; Amanda Dian Verina; Padilah Febiyahna; Elsa Mayranti; Affi Hernanto Setiyono; Putri Razita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11073

Abstract

ABSTRAK Universal Health Coverage atau cakupan kesehatan semesta menjamin seluruh masyarakat mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif berkualitas dan efektif yang merupakan hak asasi manusia sebagaimana tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDGs) dengan salah satu indikator ketercapaian dan menjadi sasaran pembangunan kesehatan berupa menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Balita (AKBa), Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Neonatal (AKN), per 1000 kelahiran hidup serta peningkatan kesehatan ibu dan anak. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kontribusi mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera dengan smart healthcare ecosystem and community. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dengan metode ABCD (Aset-Based Community-driven Development). Penerapan pelaksanaan kegiatan melalui meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan peran masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dengan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif serta konseling kesehatan dengan digitalisasi. Hasil pengabdian masyarakat ini berupa peningkatan pemahaman, keterampilan dan peran masyarakat Desa Curug Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor terkait kesehatan ibu dan anak dengan digitalisasi dengan pemanfaatan website. Kegiatan pengabdian ini adalah penyampaian materi dan pendampingan masyarakat dalam pemanfaatan website sebagai upaya mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera dengan smart healthcare ecosystem and community di Desa Curug Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor. Kata Kunci: Balita, Ibu, Kesehatan, Website  ABSTRACT Universal Health Coverage ensures that all people have access to the needs of quality and effective promotive, preventive, curative, and rehabilitative health services, which are human rights as stated in the Sustainable Development Goals (SDGs), with one indicator of achievement being the target health development in the form of reducing the Maternal Mortality Rate (MMR), Under-five Mortality Rate (AKBa), Infant Mortality Rate (IMR), and Neonatal Mortality Rate (AKN) per 1000 live births and improving maternal and child health. The purpose of this activity is to contribute to realizing a healthy and prosperous life with a smart healthcare ecosystem and community. Implementation of this community service using the ABCD (Asset-Based Community-driven Development) method Implementation of activities through increasing knowledge, skills, and the role of the community through community empowerment with promotive, preventive, curative, and rehabilitative efforts as well as health counseling with digitalization. The results of this community service are in the form of increasing understanding, skills, and the role of the people of Curug Village, Gunung Sindur District, and Bogor Regency regarding maternal and child health by digitizing it using the website. This service activity is the delivery of material and community assistance in using the website as an effort to create a healthy and prosperous life with a smart healthcare ecosystem and community in Curug Village, Gunung Sindur District, Bogor Regency. Keywords: Toddlers, Mothers, Health, Website
Upaya Memperlancar Produksi ASI dengan Pijat Woolwich dan Teknik Menyusui yang Benar pada Ibu Nifas Dwi Febriana Aini; Feti Kumala Dewi; Surtiningsih Surtiningsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11327

Abstract

ABSTRAK Penyebab kegagalan pemberian ASI eksklusif pada ibu nifas primipara diantaranya karena ASI sedikit keluar bahkan ada yang tidak keluar. Dengan pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui yang benar, bayi akan mendapatkan nutrisi yang cukup dari ASI. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin adalah dengan memberikan rasa rileks pada ibu dengan meberikan pijatan woolwich. Tingkat pengetahuan terkait pengetahuan dan ketrampilan teknik menyusui yang benar di Puskesmas Pagedongan masih dikategorikan rendah dan berdampak buruk terhadap kualitas pemberian ASI eksklusif. Untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas primipara. Menggunakan pertanyaan kuesioner pre test post test dan demontrasi terkait pijat woolwich dan teknik menyusui yang benar dan juga pemompaan ASI pada payudara. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatnya pengetahuan ibu nifas primipara tentang pijat woolwich dan teknik menyusui yang benar sebayak 5 responden (100%) dalam kategori baik, ketrampilan sebanyak 3 dari 5 responden (60%) dalam kategori baik, sebelum dan sesudah dilakukannya pemompaan dan pemijatan pada payudara ibu mengalami perubahan pada pengeluaran ASI dengan rata-rata awal jumlah ASI 2.4 cc menjadi 8.12 cc. Terdapat peningkatan pengetahuan, ketrampilan, dan produksi ASI pada ibu nifas primipara di Puskesmas Pagedongan Kabupaten Banjarnegara. Kata Kunci: Ibu Nifas Primipara, Teknik Menyusui Yang Benar, Pijat Woolwich  ABSTRACT The cause of the failure of exclusive breastfeeding in primiparous puerperal mothers is that milk comes out a little or some doesn’t even come out. With the mother’s knowledge of proper breastfeeding techniques, the baby will get sufficient nutrition from breast milk. One of the efforts that can be made to increase the hormones prolactin and oxytocin is to give the mother a sense of relaxation by giving a woolwich massage. The level of knowledge related to knowlwdge and skills of correct breastfeeding techniques at the Pagedongan Health Centeris still in the low category and has a negative impact on the quality of exclusive breastfeeding. To increase knowledge, skills and fluency in milk production in primiparous postpartum mothers. Using pre-test post-test questionnaire questions and demonstrations related to woolwich massage and correct breastfeeding techiques as well as pumping milk into the breasts. The result of this community service is the increased knowledge of primiparous puerperal mother about woolwich massage and correct breastfeeding techiques as many as 5 respondents (100%) in the good category, skills as many as 3 out of 5 respondents (60%) in the good category, before and after doing it pumping and massaging the mother’s breast experienced a change in milk production with an initial average amount of milk from 2.4 cc to 8.12 cc. There is an increase in knowledge, skills, and milk production in primiparous puerperal mothers as the Pagedongan Health Center, Banjarnegara District. Keywords: Primiparous Postpartum Mothers, Correct Breastfeeding Techniques, Woolwich Massage
Sosialisasi Optimalisasi Daun Sirih sebagai Antiseptik Kewanitaan dalam Bentuk Sediaan Sabun Daun Sirih Ana Mariza; Sunarsih Sunarsih; Ade Maria Ulfa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12051

Abstract

ABSTRAK Keputihan tidak mengenal batasan usia, berapa pun usia seorang wanita, bisa terkena keputihan. Kasus kanker leher rahim 90% ditandai dengan keputihan. Tidak semua keputihan disebabkan karena kanker serviks, tetapi salah satu gejala kanker serviks adalah keputihan. Keputihan yang menimbulkan rasa gatal, berbau dan berwarna merupakan ciri keputihan yang abnormal. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesehatan mitra serta kemampuan masyarakat secara mandiri membuat terapi non farmakologi yaitu sabun daun sirih yang dapat mengurangi keputihan. Kegiatan dilakukan di Kelurahan Kebon Jeruk Bandar Lampung. Kegiatan terdiri dari penyuluhan tentang keputihan dan pengukuran pH vagina dengan menggunakan stik pH serta sosialisasi pembuatan sabun sirih hijau dengan metode infussa.  adanya peningkatan kesehatan mitra yaitu kejadian keputihan  berkurang  sebanyak 75%. Sedangkan evaluasi untuk peningkatan level keberdayaan mitra diketahui kemampuan masyarakat untuk membuat sabun daun sirih sesuai prosedur dengan skor minimal 80. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan kesehatan reproduksi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal dalam hal ini daun sirih hijau Kata Kunci: Keputihan, pH Vagina, Daun Sirih, Antiseptik  ABSTRACT  Vaginal discharge does not recognise the age limit, regardless of a woman’s age, can get vaginal discharge. 90% case of cervical cancer are characterised by vaginal discharge. Not all vaginal discharge  is caused by cervical cancer, but one of the symtoms of cervical cancer is vaginal discharge. Vaginal discharge that causes itching, smeel an colour is a characteristic of abnormal vaginal discharge. The puspose of this community service activity is to improve the health of partners as well as the ability of the community to independently make non- pharmacological therapy, namely  betel leaf soap that can reduce vaginal discharge. The activity consists of counselling about vaginal discharge and measurement of vaginal pH by using pH sticks as well as socialisation of making green betel soap with the infussa method. There is an improvement in partner's health, namely the incidence of vaginal discharge is reduced by 75%. Meanwhile, the evaluation for increasing the level of empowerment of partners is known to be the ability of the community to make betel leaf soap according to the procedure with a minimum score of 80. This activity is the first step in improving the reproductive health of the community by utilising the local potential in this case green betel leaf Keywords: Vaginal Discharge, Vagina pH, Betel Leaf, Antiseptic
Edukasi Pencegahan Pergaulan Bebas pada Remaja Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Aat Sriati; Nina Sumarni; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12010

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-maslah, sala satunya pergaulan bebas.  Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pergaulan bebas pada siswa  kelas 11 di SMAN Jatinangor.  Dengan  penyuluhan Kesehatan kepada para siswa  dan diskusi. Terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa  tentang pergaulan bebas pada remaja dilihat dari hasil pre dan post test.  Berdasarkan evaluasi proses yang meliputi keantusiasan dan peran serta peserta, serta evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi awal dan evaluasi akhir, didapatkan bahwa tingkat pemahaman peserta mengenai pergaulan bebas meningkat. Hal tersebut kemungkinan besar dipengaruhi secara positif oleh pemilihan landasan teori, pemilihan metode, dan penyesuaian sesuai perkembangan siswa yang telah penulis lakukan dalam pendidikan kesehatan ini. Kata Kunci: Edukasi, Pergaulan Bebas, Remaja  ABSTRACT Teenager is a period when an individual experiences a transition from one stage to the next and experiences changes in both emotions, body, interests, behavior patterns, and is also full of problems, one of which is promiscuity. To increase knowledge about promiscuity in grade 11 students at SMAN Jatinangor. With health counseling to students and discussion. There is an increase in students' knowledge about promiscuity in adolescents seen from the results of the pre and post tests. Based on the process evaluation which included the enthusiasm and participation of the participants, as well as the learning evaluation which included the initial evaluation and the final evaluation, it was found that the participants' level of understanding about promiscuity increased. This is most likely influenced positively by the choice of theoretical basis, selection of methods, and adjustments according to student development that the author has done in this health education. Keywords: Education, Promiscuity, Teenager

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue