cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Edukasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Infeksi Mikroorganisme pada Masyarakat Pesisir Halmahera Barat Wahyunita Do Toka; Ismail Rahman; Lathifah Azzahra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10966

Abstract

ABSTRAK Diare merupakan penyakit berbasis lingkungan dengan penyebab kematian tertinggi, sehingga hal ini dianggap sebagai masalah kesehatan. Penyebab diare dikarenakan infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus dan parasit. Secara global, sebagian besar produk makanan dan air terkontaminasi, 780 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum yang layak dan 2,5 miliar kekurangan akses terhadap sanitasi yang lebih baik. Tingkat risiko diare 7,37 kali lebih besar pada kelompok dengan sumber air bersih tercemar dan peralatan makanan yang kurang bersih. Beberapa faktor yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi terjadinya penyakit diare khususnya komponen sarana sanitasi di pemukiman yaitu jamban keluarga dan pembuangan limbah sangat berhubungan dengan terjadinya penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan pengabdian menjadi salah satu upaya pencegahan penyakit diare akibat infeksi mikroorganisme berupa edukasi sanitasi lingkungan kepada masyarakat Desa Gamlamo, Kec. Jailolo, Kab. Halmahera Barat. Edukasi yang berisi pemahaman tentang penyakit infeksi, diare, penyebab diare, dan mencegah penyakit infeksi. Kegiatan ini dihadiri oleh 24 warga Desa Gamlamo. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini, masyarakat dapat memahami penjelasan dan antusias dalam menanggapi sesi diskusi demi keberlangsungan hidup masyarakat Desa Gamlamo yang nyaman dan bersih. Dari kegiatan perlu adanya perlakuan berupa pemantauan langsung terhadap masyarakat dan menghimbau agar masyarakat dapat menerapkan bentuk sanitasi berbasis masyarakat yang telah disampaikan, demi memberikan keberlangsungan hidup yang nyaman dan sehat. Kata Kunci: Diare, Infeksi, Pesisir  ABSTRACT Diarrhea is an environment-based disease with the highest cause of death, so it is considered a health problem. Diarrhea is caused by infection with microorganisms such as bacteria, viruses and parasites. Globally, most food and water products are contaminated, 780 million people do not have access to safe drinking water and 2.5 billion lack access to improved sanitation. The risk level for diarrhea was 7.37 times greater in the group with polluted clean water sources and unclean food equipment. Several factors that directly or indirectly influence the occurrence of diarrheal diseases, especially the components of sanitation facilities in settlements, namely family latrines and waste disposal are closely related to the occurrence of environment-based diseases. Service activities are one of the efforts to prevent diarrheal diseases due to microorganism infection in the form of environmental sanitation education for the people of Gamlamo Village, Kec. Jailolo, Kab. West Halmahera. Service activities are one of the efforts to prevent diarrheal diseases due to microorganism infection in the form of environmental sanitation education for the people of Gamlamo Village, Kec. Jailolo, Kab. West Halmahera. Education that contains an understanding of infectious diseases, diarrhea, causes of diarrhea, and preventing infectious diseases. This activity was attended by 24 residents of Gamlamo Village. The results obtained from this activity, the community can understand the explanation and are enthusiastic in responding to the discussion session for the sake of the comfortable and clean life of the people of Gamlamo Village. From the activities it is necessary to have treatment in the form of direct monitoring of the community and urging the community to apply the community-based sanitation forms that have been submitted, in order to provide a comfortable and healthy life. Keywords: Diarrhea, Infection, Coast
Pemberdayaan Masyarakat melalui Implementasi Aplikasi Elektronik Suami Siaga Support bagi Ibu (S3I’THA) Mareta Bakale Bakoil; Ummi Kaltsum S Saleh; Nursusilowaty Nursusilowaty; Diyan Maria Kristin; Veki Edizon Tuhana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12361

Abstract

ABSTRAK Dukungan suami membuat ibu hamil selama kehamilan menjadi kurang stres dan 94,5% mengatakan bahwa dukungan suami memberikan rasa nyaman secara emosional kepada ibu. Selain itu dukungan suami berhubungan dengan pemanfaatan Rumah Tunggu Persalinan dan lamanya proses persalinan (Bakoil & Diaz, 2019; Bakoil, Supriyanto & Koesbardiati, 2017). Tujuan yaitu untuk melakukan implementasi aplikasi Suami Siaga Support bagi Ibu. Metode dalam kegiatan yaitu pengisian aplikasi dan kuesioner. Sasaran adalah suami dan kader posyandu sebanyak 24 orang. Hasil yang diperoleh suami dan kader dapat melakukan penginstallan dan mengisi aplikasi dengan baik serta diperoleh hasil dukungan suami yaitu seluruh suami mendukung ibu dalam proses persalinan dengan kategori dukungan baik. Kata Kunci: Implementasi, Aplikasi, Suami Siaga, Support, Ibu  ABSTRACT Husband's support makes pregnant women feel less stressed during pregnancy and 94.5% said that husband's support gives the mother a sense of emotional comfort. Apart from that, husband's support is related to the use of the Maternity Waiting Center and the length of the labor process (Bakoil MB & Diaz, 2019); (Bakoil, Supriyanto & Koesbardiati, 2017). The aim is to implement the Husband Standby Support application for mothers. The method of activity is filling out applications and questionnaires. The targets were husbands and 24 posyandu cadres. The results obtained by husbands and cadres were able to install and fill out the application well and the results obtained were that husbands' support was that all husbands supported mothers in the birthing process with good support categories. Keywords: Implementation, Application, Standby Husband, Support, Mother
Penyuluhan Urgensi Aspek Hukum Merek Packaging dan Kesehatan Pada UMKM di Bandar Lampung (Produk Olahan Singkong) Fahrul Syah; Aditia Arief Firmanto; Rissa Afni Matinouva; Nurhalina Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12058

Abstract

ABSTRAK  Pengabdian didasarkan pada hasil yang dilaksanakan terkait penyuluhan urgensi aspek hukum merek packaging dan kesehatan pada UMKM di Bandar Lampung (Produk Olahan Singkong). Pedagang kecil membutuhkan perlindungan hukum untuk dapat mempertahankan usahanya, sebagai warga negara Indonesia yang memiliki hak untuk mempertahankan hidupnya, selain itu guna mengamankan hak kepemilikan merek dan menghindarkan dari sengketa, para pelaku UMKM perlu mendaftarkan perlindungan atas mereknya. Metode yang digunakan yaitu normatif empiris yaitu menguraikan dasar hukum dan menyesuaikan penyuluhan terhadap kenyataan yang dibutuhkan di lapangan. Ketentuan karakteristik populasi dilakukan dengan teliti dalam studi pendahuluan (preliminary research). Lokasi Penelitian, Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah UMKM di Desa Sumber Agung, Kemiling, Kota Bandar Lampung dengan Purposive sampling cara mengambil sample didasarkan pada tujuan tertentu. Penyuluhan dibagi dalam 3 program tahapan, pertama penyampaian materi penyuluhan dalam Forum Group Discussion (FGD), bertempat di Balai Desa Sumber Agung, pada Pukul. 09.30 WIB s.d. Pukul 11.00 WIB, dengan narasumber Bpk. Tyan Tasa S.Kom yang berkompeten dalam pembuatan Desain Logo dan Merek Dagang, kedua membuat Focus Group Discussion (FGD), bertempat di Malahayati Carier Center (MCC), pada hari Jum’at, 09 Desember 2022, Pukul. 09.30 s.d Pkl. 11.00 dengan dihadiri oleh 27 peserta yang dihadiri oleh UMKM warga Sumber Agung, Kemiling Bandar Lampung dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malahayati dengan didampingi oleh fasilitator disetiap kelompoknya, Urgensi dari kegiatan tersebut adalah agar mahasiswa dan UMKM  mengetahui tentang merek dan logo beserta aspek-aspek didalamnya. Ketiga Penyuluhan Urgensi Aspek Hukum Merek Packaging dan Kesehatan pada UMKM di Bandar Lampung (Produk Olahan Singkong), pada hari Rabu, 14 Desember 2022, bertempat di Balai Desa Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung dengan mengundang UMKM warga Warga Sumber Agung dan Mahasiswa. Materi pertama oleh Bpk. Fahrulsyah, S.PI.,M.TP membahas tentang Nilai Tambah Produk Olahan Pangan (Sumber Agung, Bandar Lampung), materi kedua yang dijelaskan oleh Ibu Nurka Lingga Murti sebagai penyuluh hukum ahli madya pada Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia Lampung tentang Hak atas Kekayaan Intelektual terkait Merek. Materi terakhir yang disampaikan oleh narasumber Ibu Nova Muhani menjelaskan bahwa tentang packaging merek dari aspek kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Merek, Packaging, UMKM, Olahan SingkongABSTRACT The service is based on the results carried out related to counseling on the urgency of the legal aspects of packaging brands to MSMEs in Bandar Lampung (Processed Cassava Products). Small traders need legal protection to be able to maintain their business, as Indonesian citizens who have the right to defend their lives, in addition to securing trademark ownership rights and avoiding disputes, MSME actors need to register protection for their trademarks. The method used is empirical normative, namely describing the legal basis and adjusting counseling to the reality needed in the field. Determination of population characteristics is carried out carefully in preliminary studies (preliminary research). Research Location, Population and Sample The population in this study were SMEs in Sumber Agung Village, Kemiling, Bandar Lampung City with purposive sampling. The way to take a sample is based on a specific purpose. Counseling was divided into 3 program stages, the first was the delivery of counseling material in the Forum Group Discussion (FGD), which took place at the Sumber Agung Village Hall, at. 09.30 WIB to.d. At 11.00 WIB, with the guest speaker Mr. Tyan Tasa S.Kom, who is competent in making Logo and Trademark Designs, secondly holding a Focus Group Discussion (FGD), taking place at the Malahayati Career Center (MCC), on Friday, 09 December 2022, at. 09.30 to Pkl. 11.00 attended by 27 participants attended by MSME residents of Sumber Agung, Kemiling Bandar Lampung and students of the Law Faculty of Malahayati University accompanied by facilitators in each group. The urgency of this activity is for students and MSMEs to know about brands and logos and aspects in them. Third, Counseling on the Urgency of Legal Aspects of Brand Packaging for MSMEs in Bandar Lampung (Processed Cassava Products), on Wednesday, December 14, 2022, at the Sumber Agung Village Hall, Kemiling, Bandar Lampung by inviting MSME residents, Sumber Agung residents and students. The first material by Mr. Fahrulsyah, S.PI., M.TP discussed the Added Value of Processed Food Products (Sumber Agung, Bandar Lampung). on Intellectual Property related to Brands. The last material presented by the resource person, Ms. Nova Muhani, explained that about brand packaging from the public health aspect. Keywords: Brand, Packaging, MSME, Processed Cassava
Peningkatan Wawasan Kader Kesehatan dalam Menggunakan Alat Glukometer yang Baik dan Benar Gilang Nugraha; Ary Andini; Mohammad Nasir; Muhamad Damar Baskara; Atika Nur Laila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10891

Abstract

ABSTRAK Desa Simoangin-angin merupakan salah satu desa di Kabupaten Sidoarjo yang memiliki kader kesehatan. Mengingat pentingnya peran Kader Kesehatan dalam pembangunan kesehatan di desa, program studi D-IV Analis Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama melakukan kolaborasi dalam upaya peningkatan pengetahuan penggunaan glukometer untuk menjaring warga yang diduga mengalami DM.  Meningkatkan wawasan Kader Kesehatan dalam menggunakan glukometer yang baik dan benar. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode penyuluhan. Evaluasid dilakukan dengan penilaian hasil pre-test dan post-test sebelum yang kemudian dilakutkan uji statistik menggunakan Mann Whitney, nilai-P < 0,05 dinyatakan terdapat perbedaan hasil.  Penyuluhan di hadiri oleh 20 Kader Kesehatan, Jumlah kader yang mengikuti pre-test sebanyak 20 orang dan post-test sebanyak 13 orang. Nilai rerata pre-test 4,50 ± 2,14, sedangkan hasil post-test yaitu 9,24 ± 1,30. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Mann Whitney, terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-test dengan post-test (P-value = 0,000). Penyuluhan mampu meningkatkan wawasan bagi para Kader Kesehatan di Desa Simoangin-angin terhadap penggunaan alat glukometer yang baik dan benar. Kata Kunci: Glukometer, Kader Kesehatan, Wawasan  ABSTRACT Simoangin-angin Village is one of the villages in Sidoarjo Regency which has health cadres. Given the important role of health cadres in health development in villages, the Study Program of Medical Laboratory Technology Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya collaborated in an effort to increase knowledge of the use of glucometers to screen residents suspected of having DM. Increase the insight of Health Cadres in using a good and correct glucometer. Community service is carried out by counseling methods. Evaluation was carried out by assessing the results of the pre-test and post-test prior to which a statistical test was carried out using Mann Whitney, a P-value <0.05 indicated that there was a difference in the results. Counseling was attended by 20 health cadres. The number of cadres who took part in the pre-test was 20 people and the post-test was 13 people. The pre-test mean value was 4.50 ± 2.14, while the post-test results were 9.24 ± 1.30. Based on the results of statistical tests using the Mann Whitney test, there is a significant difference between the pre-test and post-test scores (P-value = 0.000). Counseling was able to increase the knowledge of Health Cadres in Simoangin-Angin Village regarding the proper and correct use of a glucometer. Keywords: Insights, Glucometer, Health Cadres
Pembentukan UKS dan Pelatihan Dokter Kecil Pada Siswa-Siswi di SDN 1-2 Sukamenteri Garut Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Dadang Purnama; Nina Sumarni; Witdiawati Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12224

Abstract

ABSTRAK Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya satuan pendidikan dalam menanamkan, menumbuhkan, mengembangkan, serta meningkatkan kemampuan hidup sehat dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta derajat kesehatan  peserta  didik  melalui  pelaksanaan  Trias  UKS.  Program  UKS  disusun sebagai program yang berkesinambungan, yakni dapat berkelanjutan setiap tahunnya. Oleh karena itu, sekolah harus membentuk Tim Pelaksana UKS dan memasukkan rencana kerja UKS. Upaya UKS dilakukan lewat Trias UKS, yaitu Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat. Tujuanya adalah Terciptanya ruang UKS sebagai pusat tim pelaksana UKS dalam menyusun, melaksanakan, monitoring, dan evaluasi dari program UKS yang ada serta terbentuknya dokter kecil di dekolah. Metode yang digunakan melalui Kegiatan survei atau pengisian kuesioner ini, diperuntukkan untuk mencapai perubahan perilaku yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan pelatihan dokter kecil. Hasil PPM  pelaksanaan pelatihan dokter kecil dengan mengundang pemateri dari pihak UPT Puskesmas Guntur. Pelatihan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, yaitu dari hari Kamis-sabtu, tangga; 23-25 Februari 2023, meliputi: Pengenalan UKS, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kesehatan Mata dan Telinga, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA),  Pencegahan Penyakit Menular, Kesehatan Gigi dan Mulut dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) serta diakhir ddengan Pelantikan  dokter  kecil  dari  SDN  1  dan  2 Sukamentri oleh Ibu Kepala UPT Puskesmas Guntur.  Kesimpulan Keberadaan UKS di sekolah dasar dan dokter kecil sangat penting dalam rangka menjaga kesehatan warga sekolahnya. Selain UKS, tim pelaksana UKS juga penting agar program UKS tersebut  dapat  terus  berjalan  kedepannya.  Dengan  demikian,  salah  satu  langkah  kegiatan UKS dan dokter kecil  diharapkan  dapat  menjadi  awal  yang  baik  agar kualitas kesehatan SDN 1 dan 2 sukamentri menjadi lebih baik lagi. Kata Kunci: Dokter Kecil, Pembentukan, Pelatihan, Siswa, UKS  ABSTRACT School Health Business (UKS) is an effort of the education unit in instilling, growing, developing, and improving healthy living skills with the implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), as well as the degree of health of students through the implementation of the UKS Triad.  The UKS program is structured as a sustainable program, which can be sustainable every year. Therefore, schools must form a UKS Implementation Team and include a UKS work plan. UKS efforts are carried out through the UKS Triad, namely Health Education, Health Services and Healthy School Environment Development. The goal is the creation of a UKS room as the center of the UKS implementation team in compiling, implementing, monitoring, and evaluating existing UKS programs and the formation of small doctors in the dekolah. The methods used through this survey activity or filling out questionnaires, are intended to achieve behavior change that initially did not know to know and training small doctors. The results of PPM implementation of small doctor training by inviting speakers from the UPT Puskesmas Guntur. The training was held for 3 (three) days, namely from Thursday-Saturday, stairs; February 23-25, 2023, including: Introduction to UKS, Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), Eye and Ear Health, Narcotics, Psychotropics, and Other Addictive Substances (NAPZA), Prevention of Infectious Diseases, Dental and Oral Health and First Aid in Accidents (P3K) and ended with the inauguration of small doctors from SDN 1 and 2 Sukamentri by the Head of UPT Puskesmas Guntur.  Conclusion The existence of UKS in elementary schools and small doctors is very important in order to maintain the health of their school residents. In addition to UKS, the UKS implementation team is also important so that the UKS program can continue to run in the future.  Thus, one of the steps of UKS and small doctor activities is expected to be a good start so that the quality of health at SDN 1 and 2 Sukamentri becomes even better.  Keywords: Little Doctor, Formation, Training, Students, UKS
Pelatihan Pengolahan Umbi Porang Menjadi Produk Jelly di Pekon Bumiayu, Kabupaten Pringsewu Tantri Liris Nareswari; Kiki Yuli Handayani; Zada Agna Talitha; Refsya Azanti; Winni Nur Auli; Salsabila Fauziah; Lulu Zaqia; Nadia Nur Syakilla; Intan Kusuma Wardani; Nabila Ahlika Ulya; Keisya Aurora Natasha Chairunisa; Dzaki Arrafif; Dina Putri Agustina; Natasya Armelia Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12054

Abstract

ABSTRAK Umbi porang memiliki kadar glukomanan tinggi, sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat dalam menjaga kolesterol. Namun, selama ini hasil pertanian umbi porang belum diolah dan langsung dijual ke pengepul dengan harga yang sangat murah. Masyarakat juga enggan memanfaatkannya karena kandungan kalsium oksalat yang ada di porang menyebabkan gatal dan iritasi pada kulit. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilakukan untuk memberikan penyuluhan manfaat porang bagi kesehatan, pelatihan pengolahan umbi porang menjadi pangan fungsional yaitu gummy jelly, jelly drink, dan jelly siap seduh, serta pendampingan digital marketing agar produk yang dihasilkan dapat dipasarkan dengan baik dan luas. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 22 orang dari PKK Pekon Bumiayu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Setelah mengikuti kegiatan, 100% peserta memiliki peningkatan pengetahuan terkait cara pengolahan porang dan pembuatan produk. Kegiatan PkM ke Ibu-Ibu PKK Pekon Bumiayu, Kabupaten Pringsewu, telah dilaksanakan dengan baik dan diharapkan dapat dilaksanakan berkelanjutan. Ibu-Ibu PKK Pekon Bumiayu telah mengetahui manfaat kesehatan, cara pengolahan umbi porang, dan cara pembuatan produk jelly yang bermanfaat untuk membantu menurunkan kolesterol. Kata Kunci: Porang, Pengabdian Masyarakat, Anti Kolesterol, Kudapan, Jelly  ABSTRACT Porang tubers have the potential to be turned into products that are useful in maintaining cholesterol since they contain significant levels of glucomannan. The agricultural products of porang tubers, however, have not yet been processed and are instead being sold directly to collectors at extremely low costs. Additionally, because porang contains calcium oxalate, which irritates and itches the skin, people are hesitant to use it. In order to help the community, this service project is being carried out to provide information on the health benefits of porang, training on how to turn porang tubers into functional foods like gummy jelly, jelly drink, and ready-to-drink jelly, as well as assistance with digital marketing so that the products made can be sold. Twenty-two women from PKK of Pekon Bumiayu, Pringsewu Regency, Lampung Province, participated in the activity. After joining the activity, 100% of the participants had increased knowledge regarding how to process porang and make products. PkM activities for PKK Pekon Bumiayu women, Pringsewu Regency, have been successfully carried out and are anticipated to continue in a sustainable manner. The women of PKK Pekon Bumiayu are already aware of the advantages to health, how to prepare porang tubers, and how to make cholesterol-lowering jelly products. Keywords: Porang, Community Service, Anti-Cholesterol, Snacks, Jelly
Pelayanan Informasi Obat entang Penyakit Gastritis pada Masyarakat Desa Cidugaleun Kabupaten Tasikmalaya Lusi Nurdianti; Winda Trisna Wulandari; Firman Gustaman; Ayu Geamul Maskur; Widiyanti Widiyanti; Fujianti Putri Nuraisah; Ade Putri Suci Lestari; Alhikam Nazabullah; Alma Meidina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.7249

Abstract

ABSTRAK Adanya peningkatan kasus gastritis khususnya di Desa Cidugaleun menjadi penyakit tertinggi, maka perlu adanya langkah-langkah untuk mengurangi angka peningkatan kasus gastritis. Tujuan dari pengabdian masyarakat yang dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman kesehatan ibu-ibu posyandu tentang gastritis dengan pemanfaatan obat kimia maupun tradisional. Metode yang dipakai adalah ceramah dan diskusi (penyuluhan) dan pengerjaan test. Peserta kegiatan ini adalah ibu-ibu posyandu di desa Cidugalen Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya. Dari kegiatan yang dilaksanakan dapat dirasakan adanya peningkatan pengetahuan tentang gastritis dengan nilai hasil rata-rata pre-test sebesar 3,81 sedangkan post-test sebesar 4,40 dan nilai p-value (<0,05) adanya perbedaan yang signifikan. Kata Kunci: Penyuluhan, Gastritis, Pio  ABSTRACT There is an increase in gastritis cases, especially in Cidugaleun village, which is the highest disease, so it is necessary to take steps to reduce the increase in gastritis cases. The purpose of community service is to increase the understanding of the health of posyandu mothers about gastritis by using chemical and traditional drugs. The method used is lecture and discussion (counseling) and test work. The participants of this activity were posyandu women in Cidugalen Village, Cigalontang District, Tasikmalaya. From the activities carried out, it can be felt that there was an increase in knowledge about gastritis with the average pre-test score of 3.81 while the post-test was 4.40 and the p-value (<0.05) had a significant difference. Keyword: Socialization, Gastritis, Pio
Edukasi dan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Basic Life Support dalam Upaya Peningkatan Keterampilan pada Masyarakat di Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Magfirah Magfirah; Idwar Idwar; Cut Mutiah; Kasad Kasad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.11793

Abstract

ABSTRAK Henti jantung dapat ditangani segera dengan melakukan Basic life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan dilakukan dengan segera ketika terdapat kasus henti jantung(Rifai & Ilyas, 2018b). BLS adalah suatu tindakan pertolongan pada korban henti jantung maupun henti nafas dan merupakan langkah yang sering disebut chain of survival (Shodiqurrahman, 2017b). Salah satu upaya dalam pembekalan pengetahuan tersebut dapat dilakukan melalui penyebaran informasi melalui berbagai metoda salah satunya melalui video (Tahir et al., 2019). kombinasi penggunaan video dan voice feedbeck dapat meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan BHD (Mpotos et al., 2013). Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang kesiapsiagaan bencana pada masyarakat terutama organisasi sosial seperti Karang Taruna dan Kader desa. Melalui pelatihan ini diharapkan mampu Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang kesiapsiagaan bencana melalui penyuluhan dan pelatihan serta mampu meningkatkan kesiapan masyarakat Bystander Basic Life Support. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah program pendidikan masyarakat melalui pelatihan, penyuluhan, pendampingan dan sosialisasi kesiapsiagaan bencana. Terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan yaitu 30 % sebelum penyuluhan dan 95% sesudah diberikan penyuluhan. Terjadi keterampilan yang signifikan setelah diberikan pelatihan Basic Lie Support. Suluruh peserta telah mengerti Basic Life Support dan peserta juga sudah terampil memberikan bantuan Basic Life Support. Kata Kunci: Pengabmas, Bencana Life Support, Keterampilan Masyarakat  ABSTRACT Cardiac arrest can be treated immediately by carrying out Basic Life Support (BLS) or Basic Life Assistance (BHD) and carried out immediately when there are cases of cardiac arrest (Rifai & Ilyas, 2018). BLS is an act of assistance to victims of cardiac arrest and respiratory arrest and is a step that is often called a chain of survival (Shodiqurrahman, 2017). One of the efforts to provide this knowledge can be done through the dissemination of information through various methods, one of which is through video (Tahir et al., 2019). the combination of using video and voice feedback can improve skills in implementing BHD (Mpotos et al., 2013). Purpose: the combination of using video and voice feedback can improve skills in implementing BHD. Increase knowledge and skills regarding disaster preparedness in the community, especially social organizations such as Karang Taruna and village cadres. Through this training, it is hoped that it will be able to increase knowledge and skills regarding disaster preparedness through counseling and training and be able to increase the readiness of the Bystander Basic Life Support community. The service method used in this activity is a community education program through training, counseling, mentoring and dissemination of disaster preparedness. there was an increase in knowledge before and after being given counseling, namely 30% before counseling and 95% after being given counseling. Significant skills occurred after being given Basic Lie Support training. All participants have understood Basic Life Support and participants are also skilled at providing Basic Life Support assistance. Keywords : Community Service, Basic life Support, community skills
Penyuluhan Manajemen Luka Kaki Diabetik dalam Situasi Pandemic Covid -19 pada Tenaga Kesehatan di Cilegon Banten Rizki Hidayat; Naziyah Naziyah; Amanda Rizki
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11532

Abstract

ABSTRAK Luka Kaki diabetik merupakan penyakit vaskular mikroangiopati dan salah satu komplikasi kronik utama diabetes melitusyang terkait 16 makroangiopati, mikroangiopati, neuropat. Organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) jumlah total populasi 9 penderita diabetes tipe 1 dan 2 mencapai 3% dari total jumlah populasi penduduk di seluruh dunia. Prevalensinya sekitar 4-10% di antara populasi penderita diabetes melitus, dengan insiden mengalami luka kaki diabetik selama masa hidup penderitanya mencapai 25%. Luka kaki diabetik dalam jangka waktu yang lama juga memberi dampak negatif pada konsep diri pasien, penghargaan diri sendiri, kualitas hidup, Kesehatan fisik dan emosi, harapan pasien untuk sembuh serta tingkat spiritual pasien. Adapun salah satu dampak dari luka kaki diabetik yaitu amputasi yang dimana itu seharusnya menjadi usaha terakhir yang dilakukan untuk mengatasi persoalan menyelamatkan kaki diabetik. Adapun tujuan Penyuluhan Manajemen Luka Terkini Pada Luka Kaki Diabetik  Dalam Situasi Pandemic Covid -19 bagi Para Tenaga Kesehatan di Jakarta selatan dapat mengetahui Manajemen perawatan luka terkini di situasi pandemic covid 19, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang upaya promosi, prevensi dan lurasi di bidang Kesehatan kulit di situasi pandemic covid 19, mampu memahami perawatan luka berbasis lembab (Moist), Mampu melaksanakan asuhan keperawatan  berupa upaya promotive preventif dan kuratif dan rehabilitative di situasi covid 19. Diperlukan penilaian luka secara menyeluruh meliputi penilaian terhadap faktor predisposisi, faktor prognosis dan penampilan luka. Dokumentasikan hasil penilaian luka secara sistematis. Manajemen luka berbeda untuk tiap jenis luka dan tahapan penyembuhan luka. Lakukan penilaian kembali (re-assessment) secara periodik untuk menyesuaikan penatalaksanaan yang akan diberikan. Kata Kunci: Perawatan Luka Terkini, Luka Kaki Diabetik  ABSTRACT Diabetic foot ulcers are a microangiopathic vascular disease and one of the main chronic complications of diabetes mellitus associated with macroangiopathy, microangiopathy, and neuropathies. The World Health Organization (WHO) estimates that the total population of 9 people with type 1 and 2 diabetes reaches 3% of the total population worldwide. Its prevalence is around 4-10% among the population with diabetes mellitus, with the incidence of experiencing diabetic foot sores during the sufferer's lifetime reaching 25%. Diabetic foot wounds in the long term also have a negative impact on the patient's self-concept, self-esteem, quality of life, physical and emotional health, the patient's hope for recovery and the patient's spiritual level. As for one of the effects of diabetic foot wounds, namely amputation which should be the last resort made to overcome the problem of saving diabetic feet. The aim of Counseling on the Latest Wound Management on Diabetic Foot Wounds in a Pandemic Covid -19 Situation for Health Workers in South Jakarta can find out the latest Wound care Management in a situation of the Covid 19 pandemic, provide education to the public about promotion of efforts, prevention and resolution in the field of Skin health in the covid 19 pandemic situation, able to understand moisture-based wound care (Moist), able to carry out pain relief in the form of preventive and curative and rehabilitative promotive efforts in the covid 19 situation. A thorough wound assessment is required including an assessment of predisposing factors, prognostic factors and wound appearance. Document the results of wound judgment in a systematic manner. Wound management is different for each type of wound and the stages of wound healing. Carry out periodic re-assessments to adjust the management that will given. Keywords: Latest Wound Care, Diabetic Foot Wound
Pemeriksaan Kaki Diabetes di Wisma Caring Sejahtera Depok Jawa Barat Khairul Bahri; Rizki Hidayat; Muhammad Fadli; Hardeza Anggara; Rifa Qidya Ardi; Eviyanti Nurmalasari; Mareta Fitria Wulandari; Eko Susanto; Mella Marianti Putri; Rizki Hidayat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11294

Abstract

ABSTRAK Hiperglekemia, atau peningkatan kadar glukosa darah yang melebihi normal, dikenal sebagai diabetes mellitus. Kadar glukosa darah harus lebih dari 200 mg/dl saat puasa, lebih dari 126 mg/dl saat puasa, dan lebih dari 200 mg/dl setelah dua jam puasa. Kegiatan ini bertujuan untuk deteksi dini mencegahan luka kaki diabetes  dan mengajarkan cara merawat kaki bagi penderita diabetes di Wisma Caring Sejahtera Depok. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat sekitar Wisma Caring Sejahtera sebanyak 45 orang yang mengalami diabetes mellitus. Terdapat dua kegiatan yang dilakukan 1) pemeriksaan kaki diabetes dengan menggunakan lembar pengkajian Inlow’s 60 second, 2) edukasi hasil pengkajian dan cara perawatan kaki diabetest. Pemeriksaan kaki diabetes dilakukan dengan cara memeriksa per orang dengan mengecek langsung kaki, pemeriksaan monofilament test 10 gr, pemeriksaan vibrasi dengan grapulata test 128 Hz, pemeriksaan pembuluh darah dengan menggunakan ABPI (ankle brachial pressure index), pemeriksaan bentuk kaki, sepatu yang digunakan dan tanyak jawab terkait Riwayat luka dan diabetes mellitus. Hasil kegiatan ini menunjukkan perbedaan tingkat risiko luka kaki diabates sebanyak 85,4% risiko sangat rendah dan 15,6% risiko rendah. Perempuan lebih cendrung terjadinya risiko luka kaki diabetes sebanyak 88,9% dibandingkan laki-laki sebanyak 11,1%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah risiko luka kaki diabetes lebih dapat terdeteksi dan dapat dicegah sejak dini dengan mengetahui risiko luka kaki diabetes. Saran dari kegiatan ini adalah pemeriksaan kaki mencegah terjadinya luka dengan cara mengajarkan cara merawat kaki bagi penderita diabates. Kata Kunci: Pemeriksaan Kaki, Risiko Kaki Diabetes, Diabetes Mellitus  ABSTRACT Hyperglycaemia, or an increase in blood glucose levels that exceed normal, is known as diabetes mellitus. Blood glucose levels should be more than 200 mg/dl, more than 126 mg/dl when fasting, and more than 200 mg/dl after two hours of fasting. This activity aims to prevent early diabetic foot injuries and teach how to care for diabetic feet at Wisma Caring Sejahtera Depok. The target of this activity is the community around Wisma Caring Sejahtera, where as many as 45 people have diabetes mellitus. There are two activities carried out: 1) examination of diabetic feet using Inlow's 60-second assessment sheet; 2) education on the results of the assessment and how to care for diabetic feet. Examination of diabetic feet is carried out by checking per person by checking directly the feet, a monofilament test (10 gr), a vibrational examination with granulate test (128 Hz), an examination of blood vessels using the ABPI (ankle brachial pressure index), an examination of foot shape, shoes used, and questions and answers related to the history of injuries and diabetes mellitus. The results of this activity showed a difference in the risk level of diabetic foot injury of as much as 85.4% very low risk and 15.6% low risk. Women are more likely to have a risk of diabetic foot injuries by as much as 88.9% than men by as much as 11.1%. This activity concludes that the risk of diabetic foot injuries is more detectable and can be prevented early by knowing the risk of diabetic foot injuries. This activity suggests that foot examinations prevent injuries by teaching people with diabetes how to care for their feet. Keyword: Foot Examination, Risk of Diabetic Foot, Diabetes Mellitus

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue