cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Kesehatan Kerja Pada Industri Rumah Tangga “Accesoris Burung” di RT 13 RW 09 Babakan Sari, Kiaracondong Bandung Iwan Shalahuddin; Citra Windani Mambang Sari; Iqbal Pramukti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.5022

Abstract

ABSTRAK Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan sistem yang melindungi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Keselamatan dan kesehatan pemilik serta pegawai saling berhubungan erat dengan keefektifan kerja, sehingga sangat penting sekali untuk dijaga dan dipelihara. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja sangat penting khususnya pada perusahaan yang berkaitan secara langsung dengan bidang produksi. Aksesoris Sangkar Burung Kiara G.357 merupakan salah satu usaha home industri, dimana usaha tersebut beroprasi sejak tahun 1990 an hingga saat ini. Kondisi pandemi Covid-19 ini juga tidak memudarkan semangat pemilik beserta karyawan pengelolanya untuk terus produktif menjalankan usaha tersebutn. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi untuk Menjelaskan tentang kesehatan dan keselamatan kerja khususnya penggunaan APD dalam upaya mencegah resiko kerja di home industri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui pemutaran video, ceramah, dan diskusi serta tanya jawab. Hasil yang dicapai setelah dilakukan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan, para peserta menyatakan dapat mengetahui dan memahami serta mengungkapkan kembali tentang kesehatan dan keselamatan kerja khususnya penggunaan APD dalam upaya mencegah resiko kerja di home industri. Kata Kunci: APD, Home Industri, Kesehatan Keselamatan Kerja  ABSTRACT Occupational safety and health (K3) is a system that protects workers, companies, the environment, and the surrounding community from the dangers of work accidents. The safety and health of owners and employees are closely related to work effectiveness, so it is very important to protect and maintain them. The application of occupational safety and health is very important, especially in companies that are directly related to the production sector. Kiara G.357 Bird Cage Accessories is one of the home industry businesses, where the business has been operating since the 1990s until now. The condition of the Covid-19 pandemic has also not dampened the enthusiasm of the owners and their managing employees to continue to be productive in running the business. The purpose of the activity is to provide education to explain occupational health and safety, especially the use of PPE in an effort to prevent work risks in the home industry. The method used in this activity is through video screenings, lectures, and discussions as well as questions and answers. The results achieved after health education was carried out through counseling, the participants stated that they could know and understand and reveal again about occupational health and safety, especially the use of PPE in an effort to prevent work risks in the home industry.  Keywords: PPE, Home Industry, Occupational Health
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Terkait Pencegahan Infark Miokardiumdi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung Mentari Permatasari; M. Arifki Zainaro
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4959

Abstract

ABSTRAK Penyakit sistem sirkulasi (jantung atau pembuluh darah menempati posisi utama tingkat kematian yaitu sebesar 26,30% dari jumlah total sebesar 20.800.000 orang, laporan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Nasional. Dari total 6.000.0000 ( enam juta) orang jumlah kematian akibat jantung sebanyak 59,72% masuk ke dalam golongan infrak miokard akut. Infark myocardium didefinisikan berupa kondisi dimana pada saat aliran darah mengalir dari pembuluh darah menuju ke arteri koroner jantung mengalami penyempitan yang akan menyebabkan matinya sel otot jantung. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatan wawasan mengenai infark miokard  akan mengalami peningkatan di lingkungan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bandar Lampung. Metode yang digunakan penyuluhan dengan materi tentang Infark Mikoradium, publikasi/sosialisasi dan administrasi. Hasil yang didapatkan Kata Kunci: Infark miokard, jantung, kematian  ABSRTACT Circulatory system diseases (heart or blood vessels) are the leading cause of death, accounting for 26.30 percent of the total population of 20,800,000 people, according to research conducted by the National Health Agency. A total of 6,000,0000 (six million) people died from heart disease, with acute myocardial infarction accounting for 59.72 percent of all deaths. Myocardial infarction is a condition in which blood flow from the blood vessels to the coronary arteries of the heart is restricted, causing heart muscle cells to die.This prevents the flow of blood around the muscle area from carrying oxygen and nutrients, preventing the heart muscle from functioning properly. A heart attack, also known as a myocardial infarction, is a medical term for a heart attack (Guyton, 2017). In the target community of Bandar Lampung's Class II A Penitentiary, activities to increase knowledge about myocardial infarction will increase.  Keywords: Myocardial infarction, heart, death
Pembentukan Kelompok Centing (Cegah Stunting ) Melalui Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Puskesmas Wilayah Rangkah Novita Eka Kusuma Wardani; Tatarini Ika Pipit cahyani; Rijanto Rijanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5287

Abstract

ABSTRAKKekurangan gizi pada masa Balita akan dapat menyebabkan gangguan serius bagi perkembangan otak yang mengakibatkan tingkat kecerdasan anak terhambat. Di Puskesmas Rangkah masih ditemukan 37 Balita Gizi Buruk dan belum adanya kelompok masyarakat yang memperhatikan pada pencegahan stunting pada Balita.  Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan pembentukan kelompok cegah stunting, Pemberian materi dan pendampingan dalam melakukan pengukuran TB/PB terhadap umur. Hasil Pengabdian Masyarakat telah terbentuk Kader Cegah Stuting (CENTING) sebanyak 40 orang, Ada peningkatan nilai terendah, tertinggi, dan rata-rata pengetahuan peserta pelatihan serta sebagian besar (77,5%) memiliki nilai 79-100, Nilai rata-rata keterampilan peserta dalam Pengukuran TB/PB dibanding umur untuk deteksi stunting adalah 42,5 % (Baik). Pembentukan kelompok CENTING (Cegah Stunting) merupakan salah satu upaya untuk mencegah stunting di wilayah Puskesmas rangkah. Dengn adanya pelatihan bagi masyarakat yang menjadi kelompok CENTING (Cegah stunting), maka diharapkan adanya pemberdayaan masyarakat dalam menurunkan angka stunting di Surabaya, khususnya di wilayah Puskesmas Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Kata Kunci: Cegah Stunting, Pemberdayaan masyarakat, Rangkah  ABSTRACTMalnutrition in toddlers can cause serious disturbances in brain development which results in stunted children's intelligence levels. At the Rangkah Health Center, 37 Malnourished Toddlers were still found and there were no community groups that paid attention to stunting prevention in Toddlers. The method in this community service activity is the formation of a stunting prevention group, providing materials and assistance in measuring TB/PB for age. the average knowledge of the trainees and most of them (77.5%) had a score of 79-100. The average value of participants' skills in measuring TB/PB compared to age for stunting detection was 42.5% (Good). The formation of the CENTING (Prevent Stunting) group is one of the efforts to prevent stunting in the framework of the health center. With training for people who are members of the CENTING (Prevent stunting) group, it is hoped that there will be community empowerment in reducing stunting rates in Surabaya, especially in the Rangkah Health Center area, Tambaksari District, Surabaya. Keywords: Stunting Prevention, Community Empowerment, Rangkah
Perawatan Metode Kanguru Pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah Ike Pudji wahyuningsih; Febi Ratna Sari; Iis Kuraesin; Kristina Natalya Rewo; Nida Laila; Ifolisah Ifolisah; Hesti Setiawati; Ni Nyoman Yeni Puspitasari; Neneng Hasanah; Endang Sri Wahyuni; Neneng Rohmawati; Dwi Septiningsih; Dwi Ariyani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4515

Abstract

ABSTRAK Perawatan metode kanguru adalah perawatan untuk bayi berat lahir rendah dengan melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu. Perawatan metode kangguru adalah cara yang sederhana untuk merawat bayi baru lahir dimana ibu menggunakan suhu tubuhnya untuk menghangatkan bayi. Manfaat Perawatan Metode Kanguru : menghangatkan bayi dan menstabilkan tanda vital bayi karena berat badan bayi premature cenderung rendah, jaringan lemak di dalam tubuhnya juga cenderung lebih tipis. Meningkatkan durasi tidur mekanisme yang terjadi pada saat kontak kulit dengan kulit ibu dan bayi dapat meningkatkan hormone kortisol pada bayi yang berdampak pada kualitas tidur bayi meningkat. Mengurangi tangisan dan kalori yang terbuang dari bayi. Meningkatkan berat badan bayi dan perkembangan otak bayi premature cenderung memiliki berat badan lahir rendah dan terkadang sulit mencapai berat badan ideal. Metode ini dapat membuat tidur bayi lebih nyenyak, sehingga energinya bisa tersalurkan untuk memperbaiki fungsi tubuh dan membangun jaringan tubuh dengan lebih baik. Dengan demikian berat badannya pun bisa naik lebih cepat. Meningkatkan hubungan emosional bayi dan ibu KMC meningkatkan bounding ibu dan bayi serta merupakan intervensi terapeutik untuk meningkatkan kedekatan ibu, mempromosi perilaku alami untuk stimulasi pertumbuhan dan perkembangan. Mempemudah pemberian ASI posisi metode kanguru memudahkan bayi dapat menyusu pada ibunya sekaligus memicu ASI agar lebih mudah keluar. Beberapa riset menunjukan bahwa metode ini juga baik untuk mengatasi masalah ASI kurang. Ibu dan keluarga merasa lebih puas karena berperan dalam perawatan bayi selama di RS dan di rumah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan masyarakat tentang perawatan metode kanguru pada bayi berat badan lahir rendah. Penelitian ini menggunakan metode presentasi ppowerpoint dan video. Hasil dari presentasi dan demonstrasi yang dilakukan adalah  sebanyak 20.8% pengetahuan masyarakat meningkat setelah pemaparan materi. Kata kunci: BBLR, Perawatan Metode Kanguru  ABSTRACT Kangaroo method care is a treatment for low birth weight babies by making direct contact between the baby's skin and the mother's skin. Kangaroo care is a simple way of caring for a newborn in which the mother uses her body temperature to warm the baby. Benefits of Kangaroo Treatment Method: warms the baby and stabilizes the baby's vital signs because premature babies tend to be low in weight, fat tissue in their bodies also tends to be thinner. Increasing the duration of sleep, the mechanism that occurs during skin contact with the skin of the mother and baby can increase the hormone cortisol in the baby which has an impact on the quality of the baby's sleep. Reduces crying and wasted calories from babies. Increasing baby weight and brain development Premature babies tend to have low birth weight and sometimes find it difficult to reach the ideal weight. This method can make the baby sleep more soundly, so that the energy can be channeled to improve body functions and build body tissues better. This way, you can gain weight more quickly. Improving the emotional connection of the baby and the mother KMC increases the bonding between the mother and the baby and is a therapeutic intervention to increase the closeness of the mother, promoting natural behavior to stimulate growth and development. Facilitate breastfeeding The position of the kangaroo method makes it easier for babies to suckle from their mothers while triggering breast milk to come out more easily. Some research shows that this method is also good for dealing with the problem of insufficient breast milk. Mothers and families feel more satisfied because they play a role in caring for the baby while in the hospital and at home. The purpose of this study was to find out how the description of public knowledge about kangaroo care methods in low birth weight infants. This research uses PowerPoint and video presentation methods. The results of the presentations and demonstrations carried out were as much as 20.8% of public knowledge increased after the presentation of the material. Keywords: LBW, Kangaroo Method Care
Penyuluhan Kesehatan Pertolongan Tersedak Untuk Orang Awam di Era Pandemi Covid-19 Misbah Nurjannah; Zulmah Astuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.5530

Abstract

ABSTRAK Tersedak adalah suatu kondisi gawat darurat yang harus segera diberikan pertolongan. Tersedak terjadi karena adanya sumbatan pada jalan napas yang disebabkan oleh makanan maupun benda asing lainnya. Sumbatan ini dapat terjadi parsial maupun total dalam menyumbat jalan napas. Penyumbatan jalan napas ini dapat berakibat pada kematian, karena sumbatan ini akan menyebabkan gangguan pada oksigenasi. Tersedak dapat terjadi pada segala usia. Usia yang paling banyak mengalami kondisi ini adalah usia dibawah 6 tahun dan lansia. Penyuluhan kesehatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan keterampilan pada masyarakat awam tentang tersedak, penyebab tersedak, tanda dan gejala tersedak, serta penanganan pada kondisi tersedak yang terjadi pada bayi, anak dan dewasa. Metode penyuluhan kesehatan ini dilakukan secara daring via zoom, dan dibantu oleh mahasiswa yang mendampingi peserta sebagai fasilitator. Penyuluhan kesehatan dihadiri oleh 34 orang peserta, dengan laki-laki 10 orang dan wanita 24 orang. Rentang usia peserta 23 - 64 tahun. Hasil penyuluhan kesehatan ini peserta memahami tentang tersedak, penyebab tersedak, tanda dan gejala tersedak dan dapat melakukan tindakan pertolongan pada kondisi tersedak. Kesimpulan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang penanganan tersedak dengan meningkat 65,4%. Saran: perlu upaya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan yang berkesinambungan agar masyarakat tetap mengingat cara penanganan yang tepat. Kata Kunci: Tersedak, Penanganan Tersedak, Penyuluhan Kesehatan, Online  ABSTRACT  Choking is an emergency condition that requires immediate help. Choking occurs due to obstruction of the airway caused by food or other foreign objects. This blockage can be partial or total in obstructing the airway. This airway obstruction can result in death, because this blockage will cause interference with oxygenation. Choking can occur at any age. The ages that most experience this condition are under 6 years of age and the elderly. This health education is carried out to provide understanding and knowledge of skills to the general public about choking, causes of choking, signs and symptoms of choking, as well as handling of choking conditions that occur in infants, children and adults. Methods: This Health education has been carried out online via Zoom and assisted by students who accompany the participants as facilitators. Health education was attended by 34 participants, with 10 men participants and 24 women participants, and age range 23-64 years. Results: This health counseling participants understand about choking, causes, signs and symptoms and can take action to help in choking conditions, and increase 65,4%. Conclusion: of the health education was to increase the knowledge and skills of the community regarding the handling of choking. Participants are able to provide choking assistance. Suggestions: efforts to increase knowledge and skills on an ongoing basis so that people still remember choking treatment. Keywords: Choking, assistance in cases of choking, Health Counseling, Online
Pencegahan Konstipasi pada Anak Melalui Penyuluhan Implementasi Evidence Based Practice tentang Makanan Berserat dan Air Putih Lela Aini; Lenny Astuti; Dessy Suswitha; Dea Mega Arini; Shinta Maharani; Dewi Rury Arindari; Sri Hartati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5231

Abstract

ABSTRAKKonstipasi merupakan kondisi di mana feses mengeras sehingga susah dikeluarkan melalui anus,dan menimbulkan rasa terganggu atau tidaknya pada rektum. Konstipasi dapat terjadi akibat kurangnya makan berserat, kurang minum putih dan pengaruh obat yang dikonsumsi. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat adalah dengan memberikan penyuluhan tentang Pencegahan konstipasi pada anak melalui penyuluhan impementasi evidence based practice tentang makanan berserat dan air putih. Tujuan Pengabdian adalah untuk Meningkatkan pemahaman anak mengenai pencegahan konstipasi melalui penyuluhan implementasi evidence based practice tentang makanan berserat dan air putih di Panti Asuhan Darussalam Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah berbentuk pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demontrasi. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan anak (100%) di Panti Asuhan Darussalam Palembang tentang makanan berserat dan konsumsi air putih untuk mencegah kejadian konstipasi. Kata Kunci: Konstipasi, Makanan berserat, dan Air Putih ABSTRACT Constipation is a condition in which the stool hardens so that it is difficult to expel it through the anus, and causes discomfort or discomfort in the rectum. Constipation can occur due to lack of fiber eating, drinking less mineral water, and the influence of drugs consumed. One of the things that can be done to increase public awareness is to provide counseling on the prevention of constipation in children through counseling on the implementation of evidence-based practice about fibrous food and water. The purpose of this service was to increase children's understanding of preventing constipation through counseling on the implementation of evidence-based practice about fibrous food and mineral water at the Darussalam Orphanage in Palembang. The method used in community service activities through health education with lecture and demonstration methods. The conclusion is that there was an increase of knowledge of children (100%)at the Darussalam Orphanage in Palembang about fibrous food and water consumption to prevent constipation. Keywords: Constipation, Fibrous Food, And Mineral Water.
Demonstrasi Latihan Pernapasan Diafragma Sebagai Pencegahan Penularan Covid-19 di Wilayah Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo Suwarly Mobiliu; Ratnawati Ratnawati; Mega Lestari Khoirunnisa; Mansyur B. Tomayahu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4436

Abstract

ABSTRAK Program Kemitraan Wilayah (PKW) merupakan program pengabdian masyarakat yang dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan kesehatan dalam suatu wilayah tertentu. Kecamatan Kota Barat memiliki beberapa permasalahan kesehatan yang didapatkan dari Wilayah Kecamatan Kota Barat yaitu distribusi penyakit Asma yang fluktuatif pada Tahun 2017-2019 sebanyak 1477 kasus. Latihan pernapasan merupakan alternatif untuk memperoleh kesehatan yang diharapkan bisa mengefektifkan semua organ dalam tubuh secara optimal dengan olah napas dan olah fisik secara teratur. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19 pada keluarga dengan riwayat asma di Wilayah Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo. Kegiatan dilaksanakan pada bulan April – Oktober 2020. Kegiatan dimulai dengan melakukan penyuluhan dan demonstrasi latihan pernapasan diafragma, kemudian dilakukan pengukuran nilai Arus Puncak Ekspirasi (APE) pada setiap peserta sebelum dan sesudah latihan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu sebanyak 50 peserta dari masyarakat Kecamatan Kota Barat yang mengikuti dengan antusias, peningkatan pengetahuan serta peningkatan nilai APE. Kata Kunci: pencegahan Covid-19, napas diafragma, asma, arus puncak respirasi  ABSTRACT The Regional Partnership Program is a community service program that is motivated by the existence of health problems in a certain area. Kota Barat Subdistrict has several health problems obtained from the West City District Area, namely the fluctuating distribution of asthma in 2017-2019 as many as 1477 cases. Breathing exercises are an alternative to obtain health which is expected to make all organs in the body optimally effective with regular breathing and physical exercise. This program aims to prevent transmission of COVID-19 in families with a history of asthma in the Kota Barat District of Gorontalo City. This activity was carried out from April - October 2020. The activity began with conducting counseling and demonstration of diaphragmatic breathing exercises, then measuring the value of Peak Expiratory Flow for each participant before and after the exercise. The results showed that this activity was successful in accordance with the established success indicators, 50 participants from the West Kota Subdistrict community who followed enthusiastically, increased knowledge and increased the value of APE. Keywords: prevention of Covid-19, diaphragmatic breathing, asthma, peak flow of respiration
Penyuluhan New Normal Lifestyle With Herbs dan Pembagian Sediaan Herbal Untuk Kesehatan Ruswanto Ruswanto; Vera Nurviana; Lusi Nurdianti; Anindita Tri Kusuma Pratita; Annisa Pebiansyah; Taufik Hidayat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4728

Abstract

ABSTRAK Adanya peningkatan kasus covid-19 yang terjadi di seluruh belahan dunia maka perlu adanya langkah-langkah yang harus dilakukan sehingga dapat mengurangi tingkat penyebaran covid-19 yang makin tinggi. Tujuan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adalah untuk meningkatkan pemahaman kesehatan pemuda/pemudi dimasa new normal dengan pemanfaatan obat tradisional dan mengenalkan sediaan herbal untuk kesehatan. Metode yang dipakai adalah ceramah dah diskusi (penyuluhan) dan pembagian sediaan herbal yang bermanfaat untuk kesehatan di wilayah Tasikmalaya. Peserta kegiatan ini adalah muda/mudi yang tergabung dalam organisasi SIRAM Kota Tasikmalaya serta warga masyarakat di Tasikmalaya.  Dari kegiatan yang dilaksanakan dapat dirasakan adanya peningkatan pengetahuan tentang new normal dan sediaan herbal oleh peserta sekitar 75%. Keyword: covid-19, herbal, new normal, penyuluhan  ABSTRACT With an increase in COVID-19 cases occurring in all parts of the world, it is necessary to take steps to reduce the spread of Covid-19 which is getting higher. The community service purpose was (1) to increase the understanding of the health of young people in the new normal era by using traditional medicines and (2) introducing herbal preparations for health. The method used is lectures and discussions (counseling) and distribution of herbal preparations that are beneficial for health in the Tasikmalaya area. The participants of this activity are young people who are members of the SIRAM organization in the City of Tasikmalaya and residents of the community in Tasikmalaya. From the activities carried out, it can be felt that an increase in knowledge about the new normal and herbal preparations by the participants about 75%. Keywords: covid-19, herbs, new normal, socialization
Pelatihan Manajemen Stress Kepada Penderita Penyakit Kronis di Desa Warisa Andi Buanasari; Muhamad Nurmansyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5348

Abstract

ABSTRAK Penyakit kronis yang telah diderita selama bertahun-tahun dapat mengganggu pada semua aspek kehidupan penderitanya seperti masalah finansial, Karir, gangguan peran, termasuk masalah psikososial, akibatnya, penderita penyakit kronis seringkali juga mengalami stress kronis yang selanjutnya dapat memperburuk penyakit dan menurunkan kualitas hidup penderitanya. Di Desa Warisa didapatkan jumlah penderita penyakit kronis sebanyak 83 Orang hanya dari 3 jaga (lingkungan). Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penderita penyakit kronis di Desa Warisa terkait manajemen stress melalui kegiatan pelatihan. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan terkait manajamen stress yang baik dilanjutkan dengan pelatihan manajemen stress dengan relaksasi napas dalam dan relaksasi otot progresif. Kegiatan ini diikuti oleh 29 peserta termasuk 2 kader dan dari hasil evaluasi didapatkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 22.4% yaitu sebelum penyuluhan (63%) dan setelah penyuluhan (85.4%). Dari hasil observasi juga didapatkan sebagian besar peserta mampu melakukan kembali gerakan latihan relaksasi otot progresif secara mandiri namun, ada 5 Peserta yang belum mampu melakukan gerakan latihan secara mandiri yang kemudian diberikan pendampingan lanjutan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar pembentukan program kesehatan jiwa di puskesmas khususnya terkait pelayanan psikososial bagi penderita penyakit kronis. Kata Kunci: Manajemen stress, Penyakit kronis, Relaksasi otot progresif  ABSTRACT Chronic illness that has been suffered for years can interfere with all aspects of people with chronic illness such as financial problems, career, role performance, and psychosocial aspects. as a result, People who suffer from chronic diseases often experience chronic stress that worsens disease severity and reduces the quality of life. In Warisa Village, there were 83 people who were identified with chronic diseases from only 3 hamlets. The purpose of this Community Service was to increase the knowledge and ability of People with chronic disease in Warisa Village regarding stress management through training. This activity was carried out by delivering health education related to positive stress management followed by stress management training with deep breathing relaxation and Progressive Muscle Relaxation (PMR). This activity was attended by 29 participants including 2 Cadres and from the evaluation process, it was found that the participants' knowledge increased by 22.4% in which before counseling (63%) and after counseling (85.4%). From the observations, it was also found that most of the participants were able to perform PMR independently, however, there were 5 participants who had not been able to perform PMR independently and were then given further assistance. The results of this activity are expected to be the first step to developing mental health programs in Community Health Centers, especially related to psychosocial services for people with chronic diseases. Keywords: Stress management, Chronic illness, Progressive Muscle Relaxation
Penyuluhan Tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar Sutrani Syarif; Nurhidayat Triananinsi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4241

Abstract

ABSTRAK Pada umumnya 80-90 % kehamilan akan berlangsung normal dan hanya 10-12 % kehamilan yang disertai dengan penyulit atau berkembang menjadi kehamilan patologis. Kehamilan patologis tidak terjadi secara mendadak karena kehamilan dan efeknya terhadap organ tubuh berlangsung secara bertahap dan berangsur-angsur. Deteksi dini gejala dan tanda bahaya selama kehamilan merupakan upaya terbaik untuk mencegah terjadinya gangguan yang serius terhadap kehamilan ataupun keselamatan ibu hamil. Tujuan setelah penyuluhan ini, diharapkan dapat  meningkatkan pengetahuan dan kesehatan masyarakat khususnya ibu hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan agar dapat dideteksi sesegera mungkin guna mencegah kenaikan AKI dan AKB di Puskesmas Jumpandang baru. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa  penyuluhan dalam bentuk penyampaian materi dan lefleat. Terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan tentang tanda bahaya kehamilan pada masyarakat khususnya ibu hamil di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar. Kata kunci:  Tanda bahaya kehamilan, Kehamilan ABSTRACT In general, 80-90% of pregnancies will proceed normally and only 10-12% of pregnancies are accompanied by complications or develop into pathological pregnancies. Pathological pregnancy does not occur suddenly because pregnancy and its effect on the organs of the body are gradual and gradual. Early detection of symptoms and danger signs during pregnancy is the best effort to prevent serious interference with pregnancy or the safety of pregnant women. The aim after this counseling is that it is expected to increase public health and knowledge, especially for pregnant women, about Pregnancy Danger Signs so that they can be detected as soon as possible in order to prevent an increase in MMR and IMR at the new Jumpandang Baru Makassar Health Center. The activities carried out are in the form of counseling in the form of delivery of material and leaflet. There is an increase in knowledge and abilities about the danger signs of pregnancy in the community, especially pregnant women at the Jumpandang Baru Makassar Health Center. Keywords: Pregnancy Danger Sign, pregnant

Page 34 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue