cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Edukasi Manfaat Sayur dan Buah Pada Remaja Dengan Status Obesitas Di SMA N 8 Dasan Cermen Kota Mataram Joyeti Darni; Retno Wahyuningsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4677

Abstract

ABSTRAK Obesitas atau kelebihan berat badan sebagai akibat penimbunan lemak yang berlebihan pada remaja merupakan masalah yang serius karena akan berlanjut hingga usia dewasa dan pencetus terjadinya penyakit kronis dan degeneratif. Pola makan merupakan perilaku paling penting dalam mempengaruhi keadaan gizi seseorang. Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral dan serat pangan. Orang Indonesia dianjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan 400-600 g per orang per hari bagi remaja dan orang dewasa, dengan dua pertiga dari jumlah anjuran tersebut adalah porsi sayur. Tujuan Pengabdian dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah sesuai dengan anjuran untuk remaja. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan media Lcd, pemberian games tentang pentingnya sayur dan buah-buahan, serta pemberian makanan tambahan berupa buah-buahan. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan pre-post test. Hasil rata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan skor benar <60 sebanyak 12,5 %, setelah pemberian edukasi nilai responden <60 sudah tidak ada lagi. Skor pengetahuan sebelum penyuluhan yang mendapatkan nilai >80 sebanyak 0 % dan nilai >80  mengalami peningkatan setelah penyuluhan sebanyak 45,8%. Kata Kunci : buah, obesitas, remaja, sayur  ABSTRACT Obesity or being overweight as a result of excessive fat accumulation in adolescents is a serious problem because it will continue into adulthood and lead to chronic and degenerative diseases. Diet is the most important behavior in influencing a person's nutritional status. Vegetables and fruits are a source of various vitamins, minerals and dietary fiber. It is recommended that Indonesians consume 400-600 g of vegetables and fruit per person per day for adolescents and adults, with two-thirds of the recommended portion being vegetables. The purpose of service was carried out to increase students' understanding and awareness of the importance of consuming vegetables and fruit in accordance with recommendations for adolescents. The method used is counseling with LCD media, giving games about the importance of vegetables and fruits, and providing additional food in the form of fruits. Evaluation of activities using a pre-post knowledge level questionnaire. The results of the average knowledge before counseling correct score <60 as much as 12,5%, after giving counseling the respondent’s score <60 is no longer there. Knowlwdge score before counseling get a value of > 80 as much as 0% and increased after counseling as much as 45,8%. Keywords : vegetables, fruit, adolescents, obesity
Penyuluhan Kesehatan Tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Mahasiswa Profesi Ners Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 Fitri Dian Kurniati; Viantika Kusumasari; Ani Mashunatul Mahmudah; Muskhab Eko Riyadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5415

Abstract

ABSTRAK Pandemi covid-19 telah mengubah sistem pembelajaran pada program studi pendidikan profesi ners di STIKes Surya Global Yogyakarta. Semua kegiatan praktik di lapangan dilakukan secara daring sampai diberlakukannya new normal oleh pemerintah. New normal mengharuskan mahasiswa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat pada saat kembali praktik di rumah sakit guna mencegah terjadinya penularan corona virus. Upaya preventif yang dapat dilakukan untuk memutus penularan covid-19 adalah dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan mahasiswa profesi ners dalam menggunakan APD melalui penyuluhan kesehatan tentang penggunaan APD. Penyuluhan kesehatan tentang penggunaan APD dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi. Sebelum penyuluhan kesehatan dilakukan pretest dan pada akhir kegiatan dilakukan posttest. Nilai rata-rata sebelum mendapatkan penyuluhan kesehatan sebesar 11,6 dan sesudah mendapatkan penyuluhan kesehatan yaitu 15,77. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada mahasiswa profesi ners tentang pengggunaan APD. Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan, Alat Pelindung Diri, Covid-19  ABSTRACT The COVID-19 pandemic has changed the learning system in the nursing professional education study program at STIKes Surya Global Yogyakarta. All practical activities in the field are carried out online until the new normal is enforced by the government. New normal requires students to strictly implement health protocols when returning to practice in hospitals to prevent transmission of the corona virus. Preventive measures that can be taken to stop the transmission of COVID-19 are to use Personal Protective Equipment (PPE) appropriately. Therefore, it is necessary to make efforts to increase knowledge and improve the ability of nursing professional students in using PPE through health education about the use of PPE. Health education on the use of PPE is carried out using lecture and demonstration methods. Before the health education a pretest was conducted and at the end of the activity a posttest was conducted. The average value before receiving health education was 11.6 and after receiving health education was 15.77. The results of this activity indicate that there is an increase in knowledge among nursing professional students about the use of PPE. Keywords: Health Education, Personal Protective Equipment
Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Kecacingan Pada Siswa-Siswi Kelas 3 Dan 4 SD N 1 Sumber Agung Kemiling Bandar Lampung Dimas Ning Pangesti; Sarinah Sri Wulan; Indah Kumoro Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.5318

Abstract

ABSTRAK Kecacingan merupakan  salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berkaitan erat dengan kondisi lingkungan. Kasus kecacingan di daerah bermacam-macam sesuai dari faktor penyebabnya seperti kelembaban, kondisi tanah, higiene sanitasi, kelompok umur yang diperiksa. Usia anak sekolah salah satu kelompok yang sering terjadi infeksi kecacingan. Kemenkes Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mengungkapkan bahwa dengan mencuci tangan dapat menurunkan kasus penyakit diare sebanyak 45%. Mencuci tangan dapat menjaga lingkungan serta dapat mengurangi kasus penyakit menular sebanyak 90% seperti kecacingan. Angka infeksi kecacingan tinggi dipengaruhi oleh kebersihan diri, sanitasi lingkungan dan kebiasaan penduduk yang kurang menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Tujuan kegiatan ini siswa dan siswi Kelas 3 dan 4 SD N.01 Sumber agung dapat memahami dan mengaplikasikan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari dengan mengaplikasikan 7 langkah cuci tangan untuk menghindari penyakit kecacingan. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan tentang penyakit kecacingan dan simulasi cara mencuci tangan 7 langkah. Alat yang digunakan lefleat dan mobile wastafel. Siswa siswi kelas 3 dan 4 SD N 01 Sumber Agung Kemiling Bandar Lampung dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan pemateri dan dapat melakukan 7 langkah cuci tangan. Kata Kunci: Penyakit Kecacingan, kelompok usia sekolah,Cuci tangan 7 langkah,                                                                            ABSTRACT Worms are one of the public health problems in Indonesia that are closely related to environmental conditions. Cases of worms in the area vary according to the causative factors such as humidity, soil conditions, hygiene and sanitation, and the age group being examined. School age children are one of the groups that often have helminth infections (bisara D, Mardiana, 2010). The Ministry of Health, Directorate General of Disease Control and Environmental Health, revealed that washing hands can reduce cases of diarrheal disease by 45%. Washing hands can protect the environment and can reduce cases of infectious diseases by 90% such as worms (Imran Agus N, 2021). The high worm infection rate is influenced by personal hygiene, environmental sanitation and the habits of the population who do not maintain personal and environmental hygiene. The purpose of this activity is that students in Grades 3 and 4 of SD N.01 Sumber Agung can understand and apply clean and healthy living behavior in daily life by applying 7 steps of hand washing to avoid worms. The activities carried out were counseling about helminthiasis and simulations on how to wash hands in 7 steps. The tools used are leaflets and mobile sinks. The 3rd and 4th grade students of SD N 01 Sumber Agung Kemiling Bandar Lampung can answer questions submitted by the speaker and can do 7 steps of washing their hands. Keywords: Worms Disease, school age group, 7 steps hand washing
Upaya Pencegahan Covid-19 Melalui Pembagian Masker, Handsanitizer dan Penyemprotan Desinfektan Romadhiyana Kisno Saputri; Moh. Kholil Mughofar; Yogi Prana Izza; Umma Rohmawati; Dimas Reza Fachrudin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4612

Abstract

ABSTRAK Penyakit COVID-19 mudah menular sehingga dengan cepat bisa menjangkiti banyak. Pencegahan COVID-19 dapat dilakukan dengan rutin mencuci tangan dengan sabun dan atau handsanitizer, menggunakan masker dan menjaga jarak 1 meter. Untuk menjaga lingkungan bebas dari COVID-19 perlu dilakukan penyemprotan cairan desinfektan. Kegiatan pengabdian yang menggabungkan dua atau lebih upaya pencegahan COVID-19 belum banyak dilakukan, untuk itu, perlu adanya kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema upaya pencegahan COVID-19 yang dilakukan melalui pembagian masker, handsanitizer serta penyemprotan desinfektan. Tujuan dari pengabdian maayarakat ini adalah untuk melakukan upaya pencegahan COVID-19 dengan cara pembagian masker untuk memastikan warga menggunakan masker setiap keluar rumah, pembagian hand sanitizer serta penyemprotan desinfektan untuk memastikan rumah masyarakat tidak terkontaminasi virus penyebab COVID-19. Mitra pengabdian masyarakat adalah warga desa Sambiroto Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pendidikan masyarakat yang dilakukan dalam bentuk sosialisasi penggunaan masker dan handsanitizer sekaligus pembagian 200 buah masker dan handsanitizer kepada warga RW 01 Desa Sambiroto Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan pembagian masker dan handsanitizer dapat berhasil karena pemilihan metode yang tepat dan pelaksanaan yang optimal dengan adanya bantuan dan kerjasama dari pihak desa dan kepolisian. Kegiatan penyemprotan desinfektan dapat berhasil karena telah dilakukan di semua wilayah RW 01, baik di bangunan umum maupun di rumah pribadi warga dan juga adanya respon dan feedback positif dari warga. Untuk selanjutnya, penyemprotan desinfektan akan dilakukan secara berkala dan di seluruh wilayah desa. Kata Kunci: Pencegahan COVID-19, Pembagian masker, Hand sanitizer, Penyemprotan desinfektan      ABSTRACT COVID-19 diseases can easily spread so can quickly infect many people. Prevention of COVID-19 can be done by regularly washing hands with soap and/or hand sanitizer, using masks, and maintaining a distance of 1 meter. To keep the environment free from COVID-19, it is necessary to spray disinfectant liquid. Community service activities that combine two or more COVID-19 prevention efforts have not been widely carried out, for this reason, community service activities with the theme of COVID-19 prevention efforts are carried out through the distribution of masks, hand sanitizers, and spraying disinfectants. The purpose of this community service is to make efforts to prevent COVID-19 by distributing masks, ensuring people use masks every time they leave the house, distributing hand sanitizers and spraying disinfectants to ensure people's homes are not contaminated with the virus that causes COVID-19. Community service partners are members of Sambiroto Village, Kapas District, Bojonegoro Regency. The implementation of this community service uses community education methods which are carried out in the form of socializing the use of masks and hand sanitizers as well as distributing 200 pieces masks and hand sanitizers to members of RW 01, Sambiroto Village, Kapas District, Bojonegoro Regency. The distribution of masks and hand sanitizers was successful because the selection method is right and the implementation is optimal with the help and cooperation of the village government and the police. The activity of spraying disinfectants was successful because it had been carried out in all areas of RW 01, both in public buildings and in residents' private homes and there was also a positive response and feedback from residents. Henceforth, disinfectant spraying will be carried out periodically and throughout the village area. Keywords: Prevention of COVID-19, Distributing Masks, Hand Sanitizer, Spraying Desinfectant
Sosialisasi Pentingnya Afirmasi Positif Guna Mempersiapkan Proses Lancar Laktasi Sejak Dini Melalui Media E-Konseling Ratna Ariesta Dwi Andriani; Rizki Amalia; Ika Mardiyanti; Mohammad Nasir
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5369

Abstract

ABSTRAK Rendahnya prosentase pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Pemalang yaitu sebesar 36,4%. Kurangnya dukungan untuk menyusui menjadi salah satu faktor penyebab tidak tercapainaya angka cakupan pemberian ASI Eksklusif. Untuk itu perlu adanya usaha bagi ibu untuk menciptakan suatu kondisi yang positif sedini mungkin didalam diri ibu pribadi guna mendukung terlaksananya proses laktasi sejak dini yang nyaman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan guna membantu meningkatkan pengetahuan para kader yang nantinya akan membantu Bidan dalam melakukan pendidikan kesehatan kepada para ibu hamil khusunya di masa pandemi ini untuk tetap bisa mendapatkan informasi kesehatan seputar persiapan proses laktasi. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan sosialisasi dalam bentuk pendidikan kesehatan kepada kader dengan tetap mematuhi protokol kesehtan di masa pandemi Covid-19 yaitu dengan pemberian e-konseling. Sosialisasi dilakukan kepada para kader kesehatan yang ada di paguyuban posyandu Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Hasil yang diperoleh dari sosialisasi ini adanya peningkatan pengetahuan kader tentang pemberian afirmasi positif guna mempersiapkan proses lancer laktasi sejak dini, dimana sebagian besar kader memiliki pengetahuan yang baik yaitu sebesar 87,5%. Saran bagi para kader agar bisa memberikan pengetahuan yang didapat dalam sosialisasi ini kepada kader lain dan ibu hamil. Kata Kunci: Afirmasi positif, Hipnolaktasi, Hypnobreastfeeding, Menyusui  ABSTRACT The low percentage of exclusive breastfeeding in Pemalang Regency is 36.4%. The lack of support for breastfeeding is one of the factors causing the non-achievement of exclusive breastfeeding coverage. For this reason, it is necessary for mothers to create a positive condition as early as in the mother personally to support the implementation of a comfortable early lactation process. This community service activity is carried out to help increase the knowledge of cadres who will later assist midwives in conducting health education to pregnant women, especially during this pandemic so that they can still get health information about preparing for the lactation process. The method used is socialization in the form of health education to cadres by complying with health protocols during the Covid-19 pandemic, namely by offering e-counseling. The socialization was carried out to health cadres in the community posyandu, Randudongkal District, Pemalang Regency. The results obtained from this socialization were an increase in the knowledge of cadres about giving positive affirmations to prepare for a smooth lactation process from an early age, where most of the cadres had good knowledge of 87.5%. Suggestions for cadres to be able to provide the knowledge gained in this socialization to other cadres and pregnant women. Keywords: Positive Affirmations, Hypnolactation, Hypnobreastfeeding, Breastfeeding
Aplikasi Terapi Kognitif Sebagai Upaya Pencegahan Terjadinya Kegawatdaruratan Kardiovaskuler Pada Pasien Hipertensi di Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Kotaway Oku Selatan Trilia Trilia; Lilis Susanti; Merry Diana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4545

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tergolong silent killer atau penyakit yang dapat membunuh manusia secara tidak terduga. Pengetahuan tentang hipertensi dan bagaimana penatalaksanaanya serta cara pencegahan terjadinya komplikasi  sangat diperlukan  pasien hipertensi dalam mengontrol tekanan darahnya dengan baik. Kesadaran diri pasien hipertensi untuk melakukan perawatan diri dengan tepat dan teratur sangat penting untuk mencegah komplikasi pada penderita hipertensi. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui pentingnya aplikasi terapi kognitif tentang perawatan hipertensi dalam pencegahan kejadian stroke di Desa Kotaway Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Solusi yang ditawarkan dengan memberikan Terapi Kognitif berupa pengetahuan tentang perawatan hipertensi melalui ceramah dan pendidikan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 Februari -12  Maret 2021 di Desa Kotaway OKU Selatan bersamaan dengan kegiatan posyandu lansia . Peserta dalam kegiatan  14 pasien hipertensi. Untuk mengukur keberhasilan terapi kognitif ini  dilakukan pre dan post tes selama kegiatan berlangsung. Setelah dilakukan terapi kognitif pada pasien hipertensi, terjadi peningkatan pengetahuan sehingga mencegah terjadinya komplikasi pada pasien hipertensi Kata Kunci: Terapi kognitif, pencegahan dan hipertensi   ABSTRACT Hypertension is a disease that is classified as a silent killer or a disease that can kill humans unexpectedly. Knowledge of hypertension, how to manage it, and how to prevent complications are needed by hypertensive patients to control their blood pressure properly. Self-awareness of hypertensive patients to carry out self-care appropriately and regularly is very important to prevent complications in people with hypertension. The purpose of this community service is to find out the importance of the application of cognitive therapy on hypertension care in preventing stroke in Kotaway Village, South Ogan Komering Ulu District. The solution offered is by providing Cognitive Therapy in the form of knowledge about hypertension care through lectures and health education. This activity was carried out February 22 – March 12, 2021, in Kotaway Village, South OKU in conjunction with elderly Integrated Healthcare Center (Posyandu) activities. Participants in the activity were 14 hypertensive patients. To measure the success of this cognitive therapy, pre and post-tests were carried out during the activity. After doing the cognitive therapy in hypertensive patients, there is increasing in knowledge so as to prevent complications in hypertensive patients. Keywords: Cognitive therapy, prevention, hypertension
Upaya Peningkatan Kesehatan Gigi Dan Mulut Anak Penderita Tuna Grahita dan Tuna Rungu Melalui Pemeriksaan, Penyuluhan Dan Demonstrasi Menyikat Gigi di SLB Swadaya ABC Kendal Risyandi Anwar; Tyas Nurfadlilah Amaliah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.5894

Abstract

ABSTRAK Anak berkebutuhan khusus memiliki keterbelakangan mental dan kekurangan secara fisik, dan sebagian besar memiliki kesehatan gigi dan mulut yang buruk. Beberapa yang termasuk katagori ABK adalah tunagrahita dan tuna rungu. Keterbatasan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sering dialami pada anak berkebutuhan khusus baik laki-laki maupun perempuan, oleh karena itu mereka sangat memerlukan dukungan sosial dari lingkungannya agar dapat mencapai kemampuan fungsional setinggi mungkin. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah  setelah mendapatkan pemeriksaan, penyuluhan dan demonstrasi  diharapkan semua penderita tuna grahita dan tuna rungu  yang ada di SLB swadaya ABC dan pendampingnya dapat  memahami dan menerapkan cara menyikat gigi yang baik dan benar sehingga dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut anak penderita tuna grahita dan tuna rungu. Metode kegiatan penyuluhan, demonstrasi dan pemeriksaan gigi dan mulut terhadap semua anak penderita tuna grahita dan tuna rungu yang bersekolah di SLB Swadaya ABC Kendal dan pendampingnya. Luaran yang di harapkan  dari kegiatan penyuluhan dan demonstrasi ini adalah adanya peningkatan kesehatan gigi dan mulut anak penderita tuna grahita dan tuna rungu yang bersekolah di SLB Swadaya ABC Kendal. Hasil pelaksanaan didapatkan bahwa lebih dari 50% anak penderita tuna grahita dan tuna rungu keadaan gigi dan mulutnya buruk. Kesehatan gigi dan mulut penderita tuna grahita dan tuna rungu termasuk dalam kategori sedang. Kata kunci: tuna grahita,tuna rungu, SLB, Penyuluhan, Kesehatan gigi dan mulut.  ABSTRACT Children with special needs have mental retardation and most of them have poor oral and dental health. Some special needs are mentally disabled and deaf. Limitations in maintaining dental and oral health are often experienced by children with special needs, both boys and girls, therefore they really need social support from their environment in order to achieve the highest possible functional ability. These children need special attention in maintaining oral hygiene. The purpose of this community service is that after receiving counseling and demonstrations, it is hoped that all mentally disabled and deaf sufferers in the ABC self-help SLB and their companions can understand and apply good and correct brushing techniques so that they can maintain good oral hygiene. Dental and oral health of children with mentally disabled and deaf. The target of counseling and demonstration activities are all children with mentally disabled and deaf who attend SLB Swadaya ABC Kendal and their companions. The expected outcome of this counseling and demonstration activity is an increase in the oral hygiene of children with the mentally disabled and deaf who attend SLB Swadaya ABC Kendal. From the results of the implementation, it was found that more than 50% of children with mentally disabled and deaf had bad teeth and mouth conditions. Conclusion: Dental and oral health of people with mentally disable and deaf is in the moderate category. Keywords: Mentally disable, deaf, SLB, Counseling, Dental and oral health.
Pemberdayaan Kader Posyandu Lansia dalam Upaya Pencegahan Hipertensi dan Komplikasinya Ayu Dewi Nastiti; Erik Kusuma; R.A Helda Puspitasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5280

Abstract

ABSTRAKHipertensi di Indonesia memerlukan perhatian yang serius karena merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberculosis. Seiring dengan semakin meningkatnya angka penderita hipertensi di Indonesia, pemerintah merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan untuk lansia agar derajat dan mutu kesehatan lansia penderita hipertensi dapat meningkat. Salah satunya yaitu dengan mencanangkan pelayanan kesehatan pada lansia melalui beberapa jenjang. Pelayanan di tingkat masyarakat dilakukan oleh Posyandu Lansia. Uraian situasi di atas merupakan dasar mengapa perlu dilakukan pemberdayaan kader posyandu lansia untuk pencegahan hipertensi dan komplikasinya di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pemberian edukasi tentang hipertensi dan komplikasinya serta, memberikan pelatihan pemerikasaan tekanan darah bagi kader. Subjek dalam kegiatan ini adalah seluruh kader kesehatan di wilayah Kecamatan Purwosari. Lokasi ini dipilih mengingat kasus hipertensi di wilayah ini masih cukup tinggi. Kegiatan pengabdian ini mendapatkan sambutan hangat dari peserta. Hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang aktif dalam diskusi dan mengajukan pertanyaan. Setelah sesi diskusi pemateri malakukan post test secara lisan kepada peserta, dalam post test yang dilakukan 100% peserta mampu menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh pemateri dengan benar. Kesimpulan yang bisa ditarik dari kegiatan ini seluruh peserta cukup aktif dalam kegiatan ini dan tidak meninggalkan tempat sampai acara selesai. Upaya peningkatan pengetahuan  masyarakat tentang penyakit hipertensi dapat lebih maksimal setelah diadakan kegiatan ini diukur dengan hasil apersepsi dan evaluasi. Kata Kunci: Pemberdayaan, Kader, Hipertensi ABSTRACTHypertension in Indonesia requires serious attention because it is the 3rd cause of death after stroke and tuberculosis In line with the increasing number of hypertension sufferers in Indonesia, the government has formulated various health service policies for the elderly so that the degree and quality of health of elderly people with hypertension can increase. One of them is by implementing health services for the elderly through several levels. Services at the community level are provided by the Elderly Posyandu. The description of the situation above was the basis of why it is necessary to empower elderly Posyandu cadres for the prevention of hypertension and its complications in Purwosari District, Pasuruan Regency. The form of this community service activity was in the form of providing education about hypertension and its complications as well as providing training in blood pressure checks for cadres. The subjects in this activity were all Health Cadres in the Purwosari District area. This location was chosen considering that there were still many cases of hypertension in this region. This service activity received a warm welcome from the participants. This is evidenced by the large number of participants who are active in the discussion and asking questions. After the discussion session the speaker performs a post test orally to the participants, in the post test 100% participants were able to answer the questions presented by the speaker correctly. The conclusion that can be drawn from this activity was that all participants were quite active in this activity and do not leave the venue until the event was over. Efforts to increase public knowledge about hypertension can be maximized after this activity was measured by the results of apperception and evaluation. Keywords: Empowerment, Cadres, Hypertension   
Penyuluhan Kesehatan Tentang Bulliying Pada Remaja Di SMA N 2 Kabupaten Tebo Suhaela Aro`fah; Hani Ruh Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4478

Abstract

ABSTRAK Perilaku bullying, yaitu bentuk khusus tindakan perusakan yang dilakukan oleh teman sejawat baik secara fisik maupun sikologis, sedangkan bullying merupakan masalah sosial yang umum dikalangan anak-anak sekolah yang akan berdampak buruk dalam jangka waktu dekat maupun lama. Tujuan kegiatan, siswa dan siswi dapat mengerti dan memahami tentang bulliying. Kegiatan dilaksanakan pada bulan februari 2020. Kegiatan dilakukan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan tentang bulliying kepada siswa dan siswi SMA N 2 Kab.Tebo Propinsi Jambi menggunakan media power point dan leaflet. Hasil kegiatan, terdapat hasil yang signifikan adanya peningkatan pengetahuan siswa dan siswi tentang perilaku bulliying sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Kegiatan ini memberikan dampak yang positif terhadap siswa dan siswi SMA N2 Kab.Tebo Propinsi Jambi. Kata Kunci: Bulliying, Pendidikan Kesehatan, Remaja, Siswa dan siswi  ABSTRACT Bullying behavior, which is a special form of destructive actions carried out by colleagues both physically and psychologically, while bullying is a common social problem among school children that will have a negative impact in the near and long term. The purpose of the activity, students and students can understand and understand bullying. The activity was carried out in February 2020. The activity was carried out by providing health education about bullying to students of  Senior High School 2 Tebo Province Jambi using PowerPoint media and leaflets. The results of the activity, there was a significant result of increase in student and student knowledge about bullying behavior before and after health education. This activity had a positive impact on the students of Senior High School 2 Tebo Province Jambi. Keywords: Bullying, Health Education, Teenager, Students 
Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Infeksi Virus Corona pada Ibu Menyusui Melalui Media Video dan Pembagian APD Pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Wosi Kabupaten Manokwari Bahrah Bahrah; Dwi Iryani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4723

Abstract

ABSTRAKBayi baru lahir rentan terhadap infeksi virus COVID-19 dikarenakan belum sempurna fungsi imunitasnya. Berdasarkan hasil survey pendahuluan yang dilakukan melalui wawancara kepada salah satu Bidan di Puskesmas Wosi Kabupaten Manokwari secara daring, bahwa saat ini tidak adanya pelayanan pada ibu nifas atau ibu menyusui. Berdasarkan hasil wawancara hingga bulan Maret tahun 2020 jumlah ibu nifas atau ibu menyusui sebanyak 53 orang ibu. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman ibu menyusui tentang pencegahan covid 19 pada ibu menyusui dan penggunaan APD pada ibu menyusui. Metode dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan penyuluhan menggunakan media bantu video dan melakukan pendampingan. Sasaran dalam pengabdian ini adalah ibu menyusui yang ada di PKM Wosi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 1 bulan dengan menggunakan media kuisioner dan video cara pencegahan covid 19 pada ibu menyusui. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan hasil pengabdian bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu menyusui setelah diberikan penyuluhan menggunakan media video selama 14 hari, dimana terjadi peningkatan skor pengetahuan sebelum diberikan media video dengan rata-rata nilai pengetahuan 4,5 sedangkan setelah diberikan media video selama 14 hari terjadi peningkatan pengetahuan dengan nilai rata- rata pengetahuan 9,1. Kesimpulan bahwa media bantu video dapat meningkatkan pengetahuan atau pemahaman ibu menyusui tentang pencegahan covid 19 pada ibu menyusui dan penggunaan APD. Diharapkan bidan untuk selalu memberikan informasi terkait dengan pencegahan covid 19 pada ibu menyusui dan kepada ibu menyusui agar tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagai kelompok berisiko yang memiliki bayi sebagai bentuk pencegahan terhadap covid 19. Kata Kunci: Covid-19, Media Video, Peningkatan Pengetahuan  ABSTRACT Newborns are susceptible to infection with the COVID-19 virus because their immune function is not yet perfect. Based on the results of a preliminary survey conducted through online interviews with one of the midwives at the Wosi Health Center, Manokwari Regency, currently there is no service for postpartum or breastfeeding mothers. Based on the results of interviews until March 2020, the number of postpartum mothers or breastfeeding mothers was 53 mothers. The purpose of this service is to increase the understanding of breastfeeding mothers about the prevention of covid 19 in nursing mothers and the use of PPE for breastfeeding mothers. The method in this service is to conduct counseling using video media and provide assistance. The target in this service is nursing mothers in Wosi Health Center. This service activity was carried out for 1 month using questionnaires and videos on how to prevent covid 19 in breastfeeding mothers. Based on the evaluation that has been carried out, the results of the service show that there is an increase in knowledge of breastfeeding mothers after being given counseling using video media for 14 days, where there is an increase in knowledge scores before being given video media with an average knowledge value of 4.5 while after being given video media for 14 days it occurs. increased knowledge with an average value of knowledge 9.1. The conclusion is that video aids can increase knowledge or understanding of breastfeeding mothers about the prevention of covid 19 in breastfeeding mothers and the use of PPE. Midwives are expected to always provide information related to the prevention of covid 19 to breastfeeding mothers and to nursing mothers to continue to pay attention to health protocols as a risk group having babies as a form of prevention against covid 19. Keywords: Covid-19, Video Media, Knowledge Improvement

Page 35 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue