cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pemanfaatan Tanaman Herbal Sebagai Sediaan Jamu Tradisional Untuk Penambah Imunitas Tubuh di Masa Pandemi Covid-19 Ana Amalia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4567

Abstract

ABSTRAK Kasus Covid-19 semakin hari semakin bertambah, sehingga perlu adanya cara untuk memutus rantai penyebaran / transmisi dan melindungi masyarakat dari infeksi virus tersebut. Upaya yang dapat dilakukan untuk memutus rantai penyebaran yaitu dengan cara 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci Tangan). Upaya lain yang harus dilaksanakan yaitu dengan cara meningkatkan imunitas tubuh, agar virus yang menginfeksi tubuh dapat langsung dilawan oleh sistem imunitas tubuh, sehingga dapat mengurangi proses infeksi. Salah satu cara peningkatan imunitas tubuh dengan cara mengonsumsi obat tradisional (seperti ramuan herbal, jamu, ekstrak tanaman dll). Berdasarkan hasil analisa situasi, masyarakat desa ngranti belum mengetahui jenis, manfaat dan cara pembuatan dari tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai minuman jamu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Desain kegiatan ini menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan rancangan pre test – post test design yaitu dengan melakukan intervensi berupa edukasi menggunakan leaflet. Edukasi yang dilakukan berisi jenis, manfaat dan cara pembuatan jamu dari tanaman herbal. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan rata-rata nilai pre test 6,1 dan rata-rata nilai post tes 7,6, analisa spss menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan nilai p value 0,002. Kata Kunci: Covid-19, Jamu, Imunitas  ABSTRACT Covid-19 cases are increasing day by day, so there is a need for a way to break the chain of transmission/transmission and protect the public from infection with the virus. Efforts that can be made to break the chain of spread are by means of 3M (wearing masks, maintaining distance, and washing hands). Another effort that must be carried out is by increasing the body's immunity so that viruses that infect the body can be directly resisted by the body's immune system, so as to reduce the infection process. One way to increase the body's immunity is by consuming traditional medicines (such as herbal ingredients, herbs, plant extracts, etc.). Based on the results of the situation analysis, the villagers of Ngranti do not yet know the types, benefits, and methods of making herbal plants that can be used as herbal drinks to boost the immune system. The design of this activity uses a pre-experimental design with a pre-test - post-test design, namely by conducting an intervention in the form of education using leaflets. The education carried out contained the types, benefits, and methods of making herbal medicine from herbal plants. The results of this community service show an average pretest value of 6.1 and an average post-test value of 7.6, the SPSS analysis shows that there is a significant increase in knowledge with a p-value of 0.002. Keywords: Covid-19, Herbal Medicine, Immunity
Edukasi Manfaat Jus Wortel Sebagai Terapi Dismenorea Pada Remaja Sunarsih Sunarsih; Aryati Sumarlinda; Fijri Rachmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5236

Abstract

ABSTRAK Dismenore adalah nyeri ringan yang dapat ditolerir tanpa obat, namun dalam kondisi berat bisa mengganggu aktivitas sehari – hari atau absen sekolah. Pemicu utama dismenore primer adalah prostaglandin yang berperan penting menyebabkan kram dan kontraksi serta gejala lainnya. Mengatasi dismenore dapat dilakukan dengan menggunakan jus wortel yang kaya akan karotin, pectin, aspargin, serat, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, besi, sodium, asam amino, minyak esensial dan beta karote serta vitamin A,B,C,D,E dan K. Vitamin E membantu block formasi prostaglandin dan membantu mengatasi efek dari peningkatan prostaglandin, sehingga efektif menurunkan nyeri. Kegiatan penyuluhan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mulya Asri tanggal 15 maret 2021. Kegiatan diawali dengan melakukan pertest lalu penyampaian materi, demonstrasi pembuatan jus dan diakhiri dengan evalusi dalam bentuk post test. Terdapat  peningkatan pengetahuan remaja putri tentang dismenore serta cara mengatasi dismenorea menggunakan jus wortel yaitu sebesar 55%. Kata Kunci: Edukasi, Jus Wortel, Remaja, Dismenore ABSTRACTDysmenorrhea is mild pain that can be tolerated without medicine, however, severe conditions can disturb daily activity or be absent in school. The main trigger of primer dysmenorrhea is a prostaglandin that has an important role in causing cramps, contraction, and other symptoms. The way to overcome dysmenorrhea can be done by using carrot juice in which very rich in carotene, pectin, asparagine, fiber, fat, carbohydrate, calcium, phosphorus, iron, sodium, amino acids, essential oil, beta carotene, and A, B, C, D, E, K vitamin. Vitamin E helps block the formation of prostaglandin and helps in overcoming the effects of increased prostaglandin so that it is very effective in decreasing pain.  Counseling activity was done in the worked area of Mulya Asri’s Public Health Center on 15th March 2021.  This activity was started by doing a pretest, delivering the material, demonstrating in making juice, and ended by evaluating in the form of the posttest. The results were that teenage girls have had increased their knowledge about dysmenorrhea and they have had known in overcoming dysmenorrhea by using carrot juice totally 55%. Keywords : Education, Carrot Juice, teenage, Dysmenorrhea
Pendidikan Kesehatan Gigi Berbasis Alat Peraga Untuk Meningkatkan Peranan Guru TK Dalam Pencegahan Karies Gigi Deviyanti Pratiwi; Richentya Feiby Salim; Rosita Stefani; Rosalina Tjandrawinata; Bernard O. Iskandar; Najla Nadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4448

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan gigi yang sering terjadi pada anak usia sekolah yaitu karies. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan gigi menyebabkan tingginya angka karies pada anak. Anak pada usia sekolah cenderung akan mencontoh perilaku gurunya, sehingga guru dapat berperan dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi pada anak usia sekolah. Pada masa pandemi ini, terdapat keterbatasan dalam memberikan edukasi secara langsung di lingkungan sekolah. Tujuan kegiatan ini yaitu  dengan pemberian edukasi kepada guru mengenai kesehatan gigi, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan para guru dan diharapkan para guru dapat menjadi penggerak dalam meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan gigi pada anak usia sekolah. Metode penyuluhan dilakukan dengan pemberian materi dalam bentuk presentasi power point secara daring melalui aplikasi zoom dan penggunaan alat peraga kesehatan gigi. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan gigi. Setelah dilakukan penyuluhan dengan metode ini, dapat disimpulkan bahwa alat peraga dianggap efektif dalam membantu keberhasilan pendidikan kesehatan gigi serta meningkatkan pemahaman dan antusias para guru TK. Kata kunci: kesehatan gigi, alat peraga, guru TK, karies gigi  ABSTRACT A dental health problem that often occurs in school-age children is caries. Lack of knowledge about dental health causes high caries rates in children. Children at school age tend to imitate the behavior of their teachers so that teachers play a role in increasing knowledge of dental health in school-age children. During this pandemic, there are limitations to providing education directly in the school environment. The aim of this activity is to provide education to teachers about dental health. So that it can increase the knowledge of teachers and it is hoped that teachers can be a pioneer in increasing knowledge about dental health in school-age children. The method was carried out by providing material in the form of an online powerpoint presentation through zoom application and the use of dental health teaching aids. The result of this activity showed an increase in knowledge about dental health. After conducting counseling, it can be concluded that the use of teaching aids is effective in contributing to the success of dental health education and increasing the understanding and enthusiasm of kindergarten teachers.  Keywords : dental health, teaching aids, kindergarten teachers, dental caries
Pemberdayaan Masyarakat Desa Srengat Dalam Pembuatan Antiseptik Alami Dari Ekstrak Daun Miana Afidatul Muadifah; Khoirul Ngibad; Nabila Puteri Salsabela
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4726

Abstract

ABSTRAK Sulit diterapkan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan covid-19 di Desa Srengat, karena memberikan pendidikan kepada masyarakat desa dengan latar belakang yang mayoritas adalah petani dan peternak (bukan akademisi) adalah cukup sulit. Mereka lebih mengedepankan kepercayaan dalam bertindak daripada menggunakan ilmu pengetahuan. Pada sisi lain, ketersediaan tempat mencuci tangan juga kurang memadai  pada mayoritas rumah, sehingga membuat masyarakat semakin tidak terampil dalam mencuci tangan setelah keluar rumah ataupun ketika bertamu. Pengetahuan akan penggunaan antiseptik seperti handsanitizer masih rendah, dan sebagian masyarakat yang mengetahui lebih memperhitungkan biaya jika harus membelinya, sehingga membuat ketersediaan handsanitizer dirumah-rumah warga sangat terbatas padahal banyak masyarakat yang sudah menanam tanaman Miana yang berpotensi sebagai antiseptik. Tujuan dan metode: Meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Srengat tentang covid-19 melalui penyuluhan, pemberdayaan Jam’iyah Yasin Desa Srengat dalam peningkatan jumlah tanaman miana melalui gerakan menanam, dan difusi ipteks serta pelatihan kepada Jam’iyah Yasin Desa Srengat dalam pembuatan produk gel handsanitizer dari ekstrak daun miana sebagai alternatif antiseptik alami dan diberikan secara gratis untuk masyarakat Desa Srengat. Hasil : Program penyuluhan berjalan dengan baik dengan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 60%, tanaman Miana mengalami peningkatan hasil panen sebesar 62,5% pada bulan ke-3, dan ketersediaan handsanitizer di Desa Srengat sudah cukup memadai (tersedia pada 40 Kartu Keluarga) sehingga dapat digunakan sebagai alternatif antiseptik alami pengganti cuci tangan. Kata Kunci: Antiseptik Alami; Miana; Hand sanitizer; Desa Srengat  ABSTRACT It is difficult to apply health protocols in an effort to prevent covid-19 in Srengat Village, because providing education to village communities with backgrounds whose majority are farmers and ranchers (not academics) is quite difficult. They prioritize trust in action rather than using knowledge. On the other hand, the availability of a place to wash hands is also inadequate in the majority of homes, thus making people increasingly unskilled in washing their hands after leaving the house or when visiting. Knowledge of the use of antiseptics such as hand sanitizers is still low, and some people who know are more aware of the costs if they have to buy them, thus making the availability of hand sanitizers in people's homes very limited even though many people have planted Miana plants which have the potential as antiseptics. Objectives and methods: Increasing the knowledge of the Srengat Village community about covid-19 through counseling, empowerment of Jam'iyah Yasin in Srengat Village in increasing the number of miana plants through planting movements, and the diffusion of science and technology as well as training for Jam'iyah Yasin in Srengat Village in making hand sanitizer gel products from miana leaf extract as an alternative to natural antiseptic and given free of charge to the people of Srengat Village. Results: The extension program went well with an increase in community knowledge of 60%, Miana plants experienced an increase in yields of 62.5% in the 3rd month, and the availability of hand sanitizer in Srengat Village was sufficient (available on 40 Family Cards) so that can be used as an alternative to natural antiseptics instead of hand washing. Keywords: Natural Antiseptic, Miana, Hand sanitizer, Srengat Village
Vaksinasi Covid 19 Menuju Masyarakat Heard Immunity dan Sehat Bebas Covid – 19 Hasrul Hasrul; Sri Sakinah; Asnuddin Asnuddin; Meriem Meisyaroh Samson; Sulkifli Nurdin; Murtini M; Muhammad Ardianto Rodin; Jumiarsih Purnama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5609

Abstract

ABSTRAK ITKeS Muhammadiyah Sidrap salah satu perguruan tinggi swasta dibidang Kesehatan berperan dalam percepatan program pemerintah dalam menekan angka penularan Covid – 19 yaitu Vaksinasi. Tujuan Pelaksanaan vaksinasi Covid - 19 ini dengan memberikan penyuluhan kepada mahasiswa dan masyarakat akan pentingnya melaksanakan vaksinasi Covid - 19 hingga sampai pada pelaksanaan vaksinasi Covid 19. Pada kegiatan ini ITKeS Muhammadiyah Sidrap bekerjasama dengan Puskesmas Pangkajene dan Puskesmas Lancirang. Vaksinasi ini diikuti sebanyak 258 orang peserta terdiri dari Dosen, Mahasiswa dan Masyarakat yang berdomisili disekitar kampus ITKeS Muhammadiyah Sidrap kel. Rijang Pittu Kec Maritengngae Kab. Sidrap. Kata Kunci: Vaksinasi Covid 19, Masyarakat, dan Pemerintah  ABSTRACT ITKeS Muhammadiyah Sidrap  One of the private universities in the fields of health play a role in accelerating the government's program in reducing the transmission rate of Covid - 19, namely Vaccination. The implementation of the Covid - 19 vaccination begins with providing counseling to university students and the public. In this activity ITKeS Muhammadiyah Sidrap in collaboration with Puskesmas Pangkajene and Puskesmas Lancirang. Vaccination was followed by 258 people consisting of lecturers, university students, and the public who live near campus ITKeS Muhammadiyah Sidrap kel. Rijang Pittu Kec Maritengngae Kab. Sidrap.  Keyword: Vaccination Covid – 19, Public and Government 
Pemberian Terapi Minyak Jahe Merah Dalam Mengurangi Intensitas Nyeri Sendi Pada Lansia Siska Evi Martina; Janno Sinaga; Marthalena Simamora
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4323

Abstract

ABSTRAK Lansia merupakan populasi yang mayoritas memiliki masalah nyeri sendi. Proses penuaan dan penyakit penyerta membuat lansia mengalami nyeri sendi yang tidak dapat menggangu aktifitas harian dan pergerakan. Selama ini lansia mengatasi nyeri sendi dengan terapi famakologi atau terapi obat pengurang nyeri. Masih sedikit yang mengetahui bahwa terapi komplementer seperti jahe merah dapat membantu menguragi nyeri sendi. Jahe  merah mempunyai kandungan  minyak atsiri yang digunakan sebagai pengurang rasa nyeri. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengidentifikasi efektifitas terapi jahe merah terhadap intensitas nyeri sendi pada lansia. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dan demonstrasi terapi minyak jahe merah pada lokasi nyeri sendi. Sebanyak 25 lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Sebelum terapi minyak jahe merah ditemukan 90 % lansia dengan instensitas nyeri 6-7 (nyeri berat). Setelah dilakukan terapi minyak jahe merah 95 % lansia dengan intensitas nyeri menjadi skala 4-5 (nyeri ringan). Hal ini menunjukan bahwa terapi minyak jahe merah efektif mengurangi intensitas  nyeri sendi. Kesimpulan pemberian minyak jahe merah pada lansia dengan intensitas nyeri  sendi merupakan salah satu terapi yang efektif untuk menurunkan intensitas nyeri sendi. Kata Kunci: Jahe Merah; Lansia; Nyeri  ABSTRACT The elderly are the majority of the population with joint pain problems. The aging process and concomitant diseases make the elderly experience joint pain that cannot interfere with daily activities and movements. During this time the elderly overcome joint pain with pharmacology therapy or pain reduction drug therapy. Few know that complementary therapies such as red ginger can help reduce joint pain. Red ginger has an essential oil content that is used as a pain reduction. The purpose of this community service activity is to identify the effectiveness of red ginger therapy on the intensity of joint pain in the elderly. This method of community service activity is socialization and demonstration of red ginger oil therapy at the site of joint pain. A total of 25 seniors actively participated in this activity. Before red ginger oil therapy found 90 % elderly with pain intensity 6-7 (severe pain). After therapy red ginger oil 95 % elderly with pain intensity to a scale of 4-5 (mild pain). This indicates that red ginger oil therapy effectively reduces the intensity of joint pain. The conclusion of giving red ginger oil to the elderly with the intensity of joint pain is one of the effective therapies to lower the intensity of joint pain. Keyword: Red Ginger; Elderly; Pain
Penerapan Visualisasi Tentang Vaksin Covid 19 Menggunakan Pendekatan Bahasa Daerah Manggarai Sebagai Upaya Meningkatkan Kesiapan Masyarakat Menerima Vaksin Lidwina Dewiyanti Wea; Egidius Mera; Maria Ivany Suriaty; Dorotea Nasvia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4675

Abstract

ABSTRAK Pandemi covid 19 telah membawa banyak perubahan dalam tatanan kehidupan masyarakat. Pandemi juga menimbulkan keresahan akibat banyaknya masyarakat yang harus di rawat di pusat-pusat kesehatan bahkan angka pasien yang meninggal semakin meningkat dari ke hari. Hal ini membuat konsentrasi dunia tertuju pada bagaimana cara untuk bisa memutus mata rantai penyakit ini. Telah banyak upaya yang dilakukan mulai dari pembatasan aktivitas masyarakat, penerapan regulasi penanganan, aturan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dan yang terbaru adalah dihasilkannya vaksin sebagai upaya pencegahan penyakit ini.  Ditemukannya vaksin tidak serta merta membuat masyarakat merasa lega namun banyak juga masyarakat takut menerima vaksin akibat kurangnya mendapat informasi. Dengan adanya pandemi yang tidak memungkinkan penyampaian informasi dilakukan secara langsung maka metode sosialisasi menggunakan visualisasi dirasa lebih tepat untuk diterapkan. Visualisasi merupakan cara menyampaikan informasi menggunakan gambar secara daring. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat umum terkait vaksin covid 19 dengan menggunakan pendekatan Bahasa Daerah agar lebih mudah di pahami. Hasil kegiatan ini meningkatkan pengetahuan tentang vaksin dan vaksinasi covid 19 serta tingkat kecemasan menjadi berkurang, dimana 85% peserta mengatakan puas dengan informasi yang disampaikan dan mereka menjadi lebih mengerti serta kecemasan mereka menjadi berkurang. Pemberian vaksin covid 19 di lakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat menjangkau seluruh masyarakat, karena itu sosialisasi masih terus perlu dilakukan dan menjadi program edukasi wajib di berbagai tempat dan media. Kata Kunci: Covid 19, Vaksin, Visualisasi  ABSTRACT The covid-19 pandemic brought enormous change in society. Pandemic also creates anxiety due to the increasing number of infected people treated in health care facilities and increasing the disease mortality rate. Thus, it is undeniably a worldwide concern to stop disease transmission. Plenty of efforts have been carried out namely activity restrictions, disease control and management, mask use guidelines, hand washing, and social distancing, and the more recent is vaccination in order to stop this disease transmission. The vaccine discovery does not instantly create relief amongst the society, moreover, the vaccine hesitancy is occurred due to the lack of information.  Pandemic creates social distancing made the direct information delivery is difficult to be done, thus, online visual socialization is deemed more suitable. The aim of this activity is to provide understanding to the general public on covid-19 vaccination using local language to make it easier to perceive.  The result of this activity is the increasing knowledge on Covid-19 vaccine and vaccination and reducing the anxiety level among the participants. 85% of participants said that their knowledge increases and their anxiety.  Covid-19 vaccination will be conducted gradually and take a long time to access all of the population, thus continuous socialization is a vital education program in every place and media. Keywords: Covid 19, Vaccine, Visualization
Edukasi Pulau Wisata Aman Covid-19 di Desa Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Fauzan Alfikrie; Uti Rusdian Hidayat; Ali Akbar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5081

Abstract

ABSTRAKCovid-19 sangat mudah menular diantara masyarakat, terutama ditempat-tempat keramaian terutama daerah wisata. Banyak masyarakat yang tidak mematuhi anjuran kesehatan terhadap protokol kesehatan disebabkan pengetahuan yang rendah tentang covid-19. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pencegahan covid-19 di Desa Lemukutan. Metode palaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan tentang covid-19 dan skrining covid-19 kepada masyarakat Desa Lemukutan. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data sebelum edukasi diperoleh tingkat pengetahuan dan kemampuan masayarakat dalam melakukan skrining covid-19 pada kategori kurang 43,3%, kategori cukup 33,3%, dan kategori baik 23,4%. Sedangkan setalah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan masayarakat dalam melakukan skrining covid-19 pada kategori cukup 30% dan kategori baik 70%. Peningkatan pengatahuan masyarakat tentang covid-19 dan kemampuan dalam melakukan skrining covid-19 menjadi salah satu upaya pencegahan covid-19. Kata Kunci: Edukasi, Skrining, Covid-19  ABSTRACTCovid-19 is very easy to spread among people, especially in crowded places, especially tourist areas. Many people do not comply with health recommendations regarding health protocols due to low knowledge about COVID-19. The purpose of community service is to increase community knowledge and skills about preventing COVID-19 in Lemukutan Village. The method of implementing community service is counseling about covid-19 and COVID-19 screening training to the people of Lemukutan Village. The results of community service obtained data before education obtained the level of knowledge and ability of the community in screening for COVID-19 in the less category 43.3%, the sufficient category 33.3%, and the good category 23.4%. Meanwhile, after being given education, there was an increase in the knowledge and ability of the community in screening for COVID-19 in the 30% sufficient category and 70% good category. Increasing public knowledge about COVID-19 and the ability to screen for COVID-19 is one of the efforts to prevent COVID-19. Keywords: Education, Screening, Covid-19.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Jelatang Pada Kelompok Tani Serdang Siti Maimunah; Amila Amila; Zuhairiah Nasution
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.5222

Abstract

ABSTRAKTanaman jelatang banyak ditemukan di Kabupaten Deli Serdang, tapi seringkali hanya dibiarkan kering, layu, mati, dibakar, dibuang karena umumnya hanya dianggap sebagai gulma. Padahal nilai dari tanaman jelatang sangat besar jika dikembangkan karena kaya akan manfaat. Tujuan kegiatan PKM untuk memberdayakan, menguatkan partisipasi masyarakat dalam swamedikasi, optimalisasi potensi tanaman jelatang, penyuluhan kesehatan dengan memberikan informasi mengenai khasiat dan kegunaan tanaman jelatang, membuat krim anti-aging dari ekstrak daun jelatang.  Diawal kegiatan, peserta mengisi kuesioner untuk mengukur pemahaman mengenai jelatang. Setelah dilaksanakan penyuluhan, peserta kembali diminta mengisi kuesioner untuk melihat peningkatan pemahamannya. Diakhir kegiatan dilakukan demonstrasi pembuatan krim anti aging dari jelatang. Setelah penyuluhan, pemahaman peserta terkait tanaman jelatang mengalami peningkatan sebanyak 50% pada Kelompok Tani Sekar Sari dan sebanyak 29,41% pada Kelompok Tani Dame. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang potensi jelatang dapat membantu masyarakat memaanfatkan jelatang secara optimal. Kata Kunci : Tanaman jelatang, krim, anti aging, daun gatal ABSTRACTNettle plants are commonly found in Deli Serdang Regency but are often only left to dry, wilt, die, be burned, thrown away because they are generally only considered as weeds. Whereas the value of the nettle plant is very large if it is developed because it is rich in benefits. The purpose of activities is to strengthen the community, provide health education about the efficacy and usefulness of nettle plants, formulation of anti-aging cream preparations from nettle leaf extract. At the beginning of the activity, participants were asked to fill out a questionnaire. At the end of the activity, there was a demonstration of making anti-aging cream from nettle. After the counseling, participants' understanding of nettle plants increased by 50% in the Sekar Sari farmer group and by 29.41% in the Dame farmer group. Increased knowledge and understanding of participants about the potential of nettles can help the community to use nettle optimally.  Keywords: Nettle plants, cream, anti-aging, itchy leaves
Peningkatan Peran Orangtua Terhadap Pemberian Imunisasi Sesuai Jadwal di Masa Pandemic Covid-19 Eviyani Margaretha Manungkalit; Baharika Suci Dwi Aningsih; Anjela Marici; Alifia Nur Hidayah; Eva Januarita Oppemanai Tatebburuk
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4616

Abstract

ABSTRAK Masa pandemi berdampak dalam pencapaian cakupan imunisasi dasar dan lanjutan di Indonesia. 80% di 401 kabupaten/kota belum tercapai sepenuhnya, hanya 200 yang mencapai imunisasi dasar lengkap lebih dari 80%. Salah satu penyebabnya karena kekhawatiran orangtua membawa anak ke layanan kesehatan untuk melakukan imunisasi.  Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan orangtua terhadap pentingnya pemberian imunisasi pada bayi/balita sesuai jadwal. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kepada orang tua yang memiliki bayi/balita secara virtual menggunakan media slide (power point), video, dan leaflet. Setelah dilakukan penyuluhan, terdapat peningkatan pengetahuan orang tua tentang imunisasi. Promosi Kesehatan merupakan salah satu bentuk intervensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan wawasan serta didukung kebijakan publik. Orangtua/keluarga  memiliki peran penting terhadap pencapaian cakupan imunisasi bagi bayi/balita untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak dari setelah dilakukan penyuluhan tentang imunisasi penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Kata Kunci: Imunisasi, Jadwal, Peran Orang Tua  ABSTRACT The Pandemic Period has had an impact on achieving basic and advanced immunization coverage in Indonesia. About 80 percent of infants in 401 capital cities to the district were incompletely immunized, only 200 have favorably received complete basic immunization of more than 80 percent. One of the reasons is the parents were afraid to bring the toddler or infants to health facilities for vaccinations. This immunization activity typically aimed to increase a parent’s knowledge in maintaining the punctuality of complete basic immunization of infants and toddlers. The immunization activities can be carried out by providing counseling to parents virtually using PowerPoint slides, videos, and distributing leaflets. After getting counseled, it is expected that there was an increase in parental knowledge about giving complete immunization. Health Promotion derives one form of intervention that can be used to increase knowledge and be supported by public policy. Parents should be aware of the importance of immunization coverage that provides immunity to infants or toddlers to suppress the infectious diseases that can be prevented by immunization.Keywords: immunization, schedule, the role of parents

Page 37 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue