cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Etika Pergaulan Remaja Masa Kini Dan Kehamilan Yang Tidak Diinginkan Dewi Novitasari Suhaid; Yetty Leoni Irawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6254

Abstract

 Kehamilan yang tidak diinginkan pada usia dini, sampai pada kasus aborsi yang dapat menyebabkan kesakitan dan kematian pada remaja perempuan yang menjadi masalah global yang harus dihentikan. Tingginya angka kehamilan pada usia dini juga dipengaruhi oleh gaya pergaulan bebas remaja belakangan ini. Di Indonesia, 81% remaja perempuan dan 84% remaja laki-laki mengaku telah berpacaran. Akibatnya 12% terjadi kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja dan 23% pengakuan remaja bahwa mereka mengetahui adanya teman mereka yang melakukan tindakan aborsi. Diidentifikasi faktor penyebab dari kerugian yang dialami remaja terkait kehamilan pada usia dini adalah minimnya pendekatan moral dan etika dalam mendampingi remaja untuk masuk dalam tahap perkembangan “adolensia”. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan pola pikir melalui pendekatan moralitas dan etika dalam pergaulan remaja yang mengakibatkan terjadinya kehamilan pada usia dini. Pengabdian masyarakat ini dilakukan secara daring dengan menggunakan platform zoom cloud meeting pada tanggal 24 Juli 2021 dan dihadiri oleh 36 remaja. Kegiatan yang dilakukan disesuaikan dengan permasalahan yang teridentifikasi yaitu memberikan edukasi berupa penyuluhan terkait etika pergaulan remaja dan kehamilan yang tidak diinginkan. Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan mengisi kuesioner pre dan post. Melalui edukasi audiovisual yang diberikan dengan penyuluhan maka terjadi peningkatan sebesar 21% pengetahuan remaja. Kegiatan berlangsung dengan lancar, efektif dan tepat arah sesuai dengan tujuan kegiatan. Kata Kunci: Etika Pergaulan, Remaja, Kehamilan Tidak Diinginkan  ABSTRACT Unwanted pregnancy in youth, as well as abortion, can caused pain and death in adolescent girls, are a global issue that must be addressed. Recent trend of teenage promiscuity had also influenced the hight rate of pregnancy at young age. In Indonesia, 81% of young women and 84% of young men admit to dating. 12% of teenagers had unwanted pregnancies and 23% said that they knew their friends had abortion. The lack of moral and ethical attitude in enabling adolescents to enter the stage of “adolescence” development is on of the known factors that caused losses faced by adolescents due to pregnancy at a young age. To increased knowledge and changed mindset through morality and ethics approaches in adolescents associations that result in pregnancy at early aged. This community service was carried out online using zoom cloud meeting on July 24th, 2021 and was attended by 36 teenagers. The activities were tailored to problems that had been discovered, such as offering instruction in the form of counseling on adolescent sosial ethics and unwanted pregnancies. All participants who took part in the outreach activities filled out pre and post questionnaires.Through audiovisual education provided by counseling, there was an increase of 21% in adolescent knowledge. The activity ran effectively and in the appropriate direction in accordance with the aim. Keywords : Social Ethical, Teenagers, Unwanted Pregnancy
Pemberdayaan Kader dalam Memberikan Edukasi Model Precede-Proceed pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Wenang Ferlan Ansye Pondaag; Erika Emnina Sembiring
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5508

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan yang baik seperti mengontrol tekanan darah secara rutin, patuh minum obat anti hipertensi, dan menerapkan gaya hidup sehat. Agar manajemen perilaku pasien hipertensi dapat optimal, mereka butuh informasi yang tepat dan dukungan dari keluarga, lingkungan sekitar dan petugas kesehatan. Model edukasi PRECEDE-PROCEED merupakan model edukasi yang efektif sebagai bentuk promosi kesehatan karena melibatkan partisipasi masyarakat yang bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran serta kader kesehatan dalam memberikan edukasi model PRECEDE=PROCEED pada pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Wenang. Peserta dari kegiatan ini terdiri dari 11 orang kader kesehatan dari Kelurahan Tikala Kumaraka dan Kelurahan Teling Bawah yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Wenang. Kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan kader kesehatan, pengukuran tekanan darah dan roleplay pemberian edukasi pada pasien hipertensi. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan mendapat respon yang positif dari para peserta dan mitra. Pemerintah Kelurahan Tikala Kumaraka dan Kelurahan Teling Bawah serta Puskesmas Wenang sangat mendukung kegiatan ini dan berharap para kader dapat berpartisipasi aktif untuk memberikan edukasi sehingga dapat mengendalikan dan mengontrol penyakit hipertensi di masyarakat. Kata Kunci: Pemberdayaan kader, hipertensi, PRECEDE-PROCEED  ABSTRACT Hypertension is a chronic disease that requires good management such as controlling blood pressure regularly, obediently taking anti-hypertensive drugs, and implementing a healthy lifestyle. In order for the behavior management of hypertensive patients to be optimal, they need the right information and support from family, the surrounding environment and health workers. PRECEDE-PROCEED education model is an effective educational model as a form of health promotion because it involves community participation that aims to change people's behavior in an effort to improve health. The purpose of this activity is to increase the role of village health worker in providing PRECEDE-PROCEED model education in hypertensive patients in the Puskesmas Wenang work area. Participants of this activity consisted of 11 village health worker from Tikala Kumaraka Village and Teling Bawah Village which is the work area of Puskesmas Wenang. Activities carried out are village health worker training, blood pressure measurement and roleplay providing education to hypertensive patients. This activity was carried out well and received a positive response from participants and partners. The Government of Tikala Kumaraka Village and Teling Bawah Village and Puskesmas Wenang strongly support this activity and hope that village health worker can actively participate to provide education so as to control hypertension in the community. Keywords: Empowerment of Village Health Worker, Hypertension, PRECEDE-PROCEED
Gerakan Peduli Sehat Reproduksi Wanita (Gelis P-San) Sebagai Upaya Pemberdayaan Deteksi Dini Kesehatan Reproduksi Wanita di Wilayah Bantul Yogyakarta Riski Oktafia; Nur Azizah Indriastuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5840

Abstract

ABSTRAKMasalah  kesehatan  reproduksi pada wanita akan berdampak luas dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Kurangnya edukasi tentang kesehatan reproduksi, kuatnya mitos-mitos negatif tentang kesehatan reproduksi dan menganggap tabu mendiskusikan masalah kesehatan reproduksi misalnya keluhan keputihan, gangguan menstruasi dan masalah infeksi menular seksual menjadi penyebab meningkatnya gangguan kesehatan reproduksi wanita. Informasi yang didapatkan oleh wanita usia subur rata-rata terbatas dikarenakan sebagian ibu tidak bekerja atau sibuk mengurus anak-anaknya sehingga membutuhkan pengetahuan tentang  perawatan diri pada organ kewanitaan, mengenali masalah kesehatan reproduksi wanita dan mampu mendeteksi dini tanda bahaya masalah kesehatan reproduksi. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat untuk melakukan gerakan peduli sehat reproduksi wanita. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan model peningkatan kemitraan dengan kader Kesehatan dan ibu-ibu wanita usia subur dengan memberikan promosi kesehatan reproduksi dan screening kesehatan reproduksi. Hasil kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang Kesehatan reproduksi dan perawatannya dari 70% menjadi 98%. Kesimpulan kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui gerakan peduli sehat reproduksi wanita dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan deteksi dini kesehatan reproduksi wanita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sebaiknya dilakukan monitoring secara berkala. Penyediaan media edukasi sebaiknya lebih lengkap dan partisipasi dari pihak masyarakat. Kata kunci: Edukasi, Kesehatan Reproduksi, Wanita Usia Subur  ABSTRACT  Reproductive health problems in women will have a wide impact and affect various aspects of life. Lack of education about reproductive health, strong negative myths about reproductive health and consider it taboo to discuss reproductive health problems such as complaints of vaginal discharge, menstrual disorders and sexually transmitted infection problems are the causes of increasing women's reproductive health disorders. Information obtained by women of average childbearing age is limited because some mothers do not work or are busy taking care of their children so they need knowledge of self-care in the female organs, recognize women's reproductive health problems and are able to detect early the danger signs of reproductive health problems. The purpose of this activity is to empower the community to carry out healthy reproductive care movements for women. The method of implementation of this devotional activity is to use a model of increasing partnerships with Health cadres and women of childbearing age by providing reproductive health promotion and reproductive health screening. The results of this activity are an increase in knowledge and understanding of reproductive health and its treatment from 70% to 98%. The conclusion of this activity is that community empowerment through the women's reproductive health care movement can improve knowledge, understanding and early detection of women's reproductive health. This community service activity should be monitored periodically. The provision of educational media should be more complete and participation from the community. Keywords:  Education, Reproductive health, Women of Childbearing
Vaksinasi Upaya Komunitas Covid-19 Untuk Mencapai Kepatuhan Hukum Desa Kemang Manis Wahid Tri Wahyudi; Lisa Depitasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.4956

Abstract

ABSTRACT Setelah menemukan vaksin oleh banyak semua Negara dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Rekomendasi agar negara-negara tersebut memvaksinasinya secara batch. Indonesia telah memasukkannya ke dalam peraturan tertulis melalui Perpres 99 dan Permenkes 2020 pada tahun 2020. Namun dalam hal ini terdapat kelebihan (dari kelompok yang patuh) dan kerugian (dari kelompok yang tidak patuh), meskipun Ini adalah langkah positif  untuk memperbaiki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mendeskripsikan hak warga negara untuk mematuhi hukum.(obey the law) saat menerima Vaksin covid19. Kemudian di menanggapi dengan kebijakan ini, banyak kelompok masyarakat yang menolak/tidak mengikuti anjuran vaksinasi yang dibenci penulis. meskipun hal ini harus disambut baik oleh masyarakat dan secara sadar dan adil berpartisipasi dalam mematuhi saran ini untuk memperbaiki situasi. Karena kekhawatiran tentang vaksin yang disediakan pemerintah saat ini (Sinovac), nilai efikasinya hanya 65% selama klinis uji di Indonesia, yang melanggar hukum.Tetapi, hal ini kekal harus dianggap sebagai upaya dan kontribusi partisipasi dan kerjasama masyarakat, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 (kemudian direvisi menjadi Peraturan Presiden Edisi 14, 2021), memutus mata rantai distribusi.                          Kata kunci: vaksinasi massal, taat hukum, Covid19. ABSTRACT  After several countries developed vaccines, Visit WHO (World Health Organization) various execution country mass Vaccination. Indonesia issued President Regulation Number 99/2020 and the Ministry of Health 2020 to include That's in written regulations. However, in this case, there is advantages (Team from Legal Compliance) and disadvantages (From the Legal Compliance Team), although this is a positive step for improvement. In the study, the descriptive research methods were used to describe Citizens' right to obey the law when they receive Covid 19 vaccine. So in response To this policy, many community groups refused/did not comply with Vaccination recommendations, which Even makes me regret that this should have been a good thing. The public participates and adheres to these recommendations consciously and fairly to improve the situation. The author is able to fight the law because based on the vaccine version provided by the current government (Sinovac), when in clinical trials in Indonesia, the efficacy value is only 65%. However, along with community participation in breaking the chain of Presidential Regulation Number 99 of 2020, this has not yet materialized., then the amendment of Presidential Regulation No. 14 of 2021. Keywords: Massive vaccination, Obey the law, Covid19
Persiapkan Kembali Ke Sekolah dengan 3M dalam Era Adaptasi Kebiasaan Baru Elisabeth Isti Daryati; Mira Fandy Sandi; Yoan Yochela
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5972

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi metode belajar siswa di sekolah dasar selama masa pandemi Covid-19. Lamanya PJJ dapat berisiko anak putus sekolah sehingga pemerintah berencana menerapkan pembelajaran  tatap muka (PTM). Sebagian anak-anak yang terinfeksi Covid-19 terkadang kurang menunjukkan gejala infeksi, tetapi berisiko menularkan ke orang tua di rumah. Rasa takut terkena penyakit covid-19, lemahnya praktik cuci tangan yang benar, kecenderungan bermain bersama, dan penggunaan masker yang kurang tepat menimbulkan potensi penularan virus ketika anak kembali masuk ke sekolah. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan psikomotor anak dalam pengendalian penyebaran virus corona saat PTM dan pemenuhan kebutuhan belajar anak dengan aman dan nyaman. Metode penerapan dengan mengedukasi anak tentang virus covid-19 dan demonstrasi 3 M yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Selain itu juga mengajarkan berpikir positif disertai pembiasaan pola hidup sehat seperti sarapan, mandi, berpakaian, makan makanan bergizi, istirahat dan berolahraga. Hasilnya 30 siswa kelas 6 SDN Cipinang Besar Utara 07, Jakarta Timur dapat memahami virus covid-19, prinsip 3M dan pembiasaan pola hidup sehat dan merasa senang siap kembali ke sekolah. Selain itu, siswa mampu mensimulasikan 6 langkah mencuci tangan yang benar dan menggunakan masker yang tepat. Kesadaran akan bahaya virus covid-19 dan kedisiplinan berperilaku hidup bersih dan sehat menjadi cara penyesuaian diri terhadap pola hidup baru siswa siswi di sekolah.  Kata kunci : Kembali Sekolah, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Adaptasi Kebiasaan Baru, Cuci  Tangan, Pakai MaskerABSTRACT Distance learning activities (PJJ) have become a learning method for elementary school students during the Covid-19 pandemic. The length of PJJ can risk children dropping out of school so the government plans to implement face-to-face learning (PTM). Some children who are infected with Covid-19 often do not show symptoms of infection but are at risk of transmitting it to their parents at home. The fear of being exposed to the COVID-19 disease, the lack of proper handwashing practices, the tendency to play together, and the inappropriate use of masks create the potential for virus transmission when children return to school. This activity is carried out as an effort to control the spread of the coronavirus and fulfill children's learning needs. The strategy was implemented by educating children about the covid-19 and the 3M demonstration namely hand washing, mask-wearing, and physical distancing. In addition, it also teaches positive thinking accompanied by habituation of healthy lifestyles such as breakfast, bathing, and dressing, eating nutritious food, rest, and exercise. As a result, 30 students in grade 6 at SDN Cipinang Besar Utara 07, East Jakarta were able to understand the covid-19, the 3M principles, and the habituation of a healthy lifestyle. In addition, students were able to simulate the 6 steps of handwashing properly and using the right masks. Awareness of the dangers of the Covid-19 and disciplined behavior for a clean and healthy life are ways of adjusting to the new lifestyle of students at school. Keywords: Back to School, Clean and Healthy Living Behavior, Adaptation of New Habits, Washing Hands, Wearing Masks
Pendidikan Kesehatan Masyarakat Melalui Kegiatan Penyuluhan Mengenai Covid-19 di SMA Way Kanan Nurliyani Nurliyani; M Ricko Gunawan; Iwal Iwal
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5012

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan dunia yang saat ini menjadi sorotan dan sangat penting untuk mendapatkan perhatian dari ilmuwan kesehatan dan masyarakat umum adalah penyakit akibat virus corona. Corona Virus Disease – 19 atau yang lebih populer dengan istilah COVID-19 telah ditetapkan oleh WHO (World Health Organization) atau Badan Kesehatan Dunia sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KMMD) pada tanggal 30 Januari 2020 dan akhirnya ditetapkan sebagai Pandemi pada tanggal 11 Maret 2022. Untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat khususnya pada remaja untuk menerpakan protokol kesehatan dan mengerti masalah bahaya covid 19,Metode edukasi  ini adalah mendeskripsikan dalam bentuk wawancara, dan sosialisasi terhadap siswa SMA. Lokasi penelitian di Way Kanan. Hasil review masalah yang ada pada siswa dan siswi SMA di Way Kanan setelah di lakukan edukasi siswa/i lebih paham dan mengerti mengenai bahay covid 19, dan akan lebih menjaga diri dengan memamtuhi protokol kesehatan yang sudah di anjurkan dari pemerintah setalah di berikan edukasi mengenai covid 19 terhadap pelajar SMA pelajar lebih mengerti mengenai covid 19, menerapkan prokes dengan baik. Penulisan ini dapat brmanfaaf untuk pelajar dan bagi masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dengan mematuhi prokes yang ada. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Covid-19, Siswa Sekolah  ABSTRACT The world health issue that is currently in the spotlight and is very important to get the attention of health scientists and the general public is the disease caused by the coronavirus. Corona Virus Disease – 19 or more popularly as COVID-19 has been designated by WHO (World Health Organization) or the World Health Organization as the World Health Emergency (KMMD) on January 30, 2020 and finally designated as a Pandemic on March 11, 2020 (Keliat et, all, 2020 in Purnamasari, 2020). To educate the community, especially in adolescents to implement health protocols and understand the dangers of covid 19,This method of education is to describe in the form of interviews, and socialization of high school students. Research site on the Right Way.The results of a review of the problems that exist in high school students and students in the right way after education students better understand and understand about bahay covid 19, and will take better care of themselves by agreeing with health protocols that have been recommended from the government Conclusions and suggestions: after providing education about covid 19 to high school students students understand better about covid 19, apply prokes well. This writing can be useful for students and for the community to maintain health by complying with existing prokes.  Keywords: Health Education, Covid-19, School Students
Permainan Edukatif Quarted Flash Card (QFC) Sebagai Media Promosi Kesehatan Penyakit Menular dan Tidak Menular pada Anak Sekolah Dasar Eva Oktaviani; Susmini Susmini; Indah Dewi Ridawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6298

Abstract

ABSTRAK Tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular merupakan beban ganda kesehatan saat ini. Sekolah dapat menjadi ancaman penularan bibit penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Anak usia sekolah merupakan kelompok risiko tinggi terserang penyakit. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan anak tentang kesehatan dalam hal ini penyakit menular dan tidak menular. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan bermain sambil belajar dengan menggunakan permainan kartu flash kuartet (Quarted Flash Card). Sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa kelas VI SD IT An-Nida Kota Lubuklinggau berjumlah 25 anak. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan rerata pengetahuan penyakit menular dan tidak menular nilai pre dan posttest yaitu 42,40 menjadi 80,40. Kategori nilai pretest mayoritas kurang baik 80%, meningkat menjadi baik 72%. Terbentuknya duta sanitasi cilik sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Kartu kuartet dapat dijadikan sebagai media pembelajaran inovatif selama di sekolah.  Kata kunci: Kartu Flash Kuartet , Penyakit Menular, Penyakit Tidak Menular ABSTRACT The high rate of morbidity and mortality due to communicable and non-communicable diseases is a double burden on health today. Schools can be a threat of disease transmission if they are not managed properly. School-age children are a high risk group for disease. The purpose of this community service is to increase children's knowledge about health in this case infectious and non-communicable diseases. The method used is health education playing with learning sauce using a quartet flash card game (Quarted Flash Card). The target in this activity is the class VI SD IT An-Nida Lubuklinggau City totaling 25 children. The result of this community service activity is an increase in the average knowledge of communicable and non-communicable diseases, the pre and posttest values are 42.40 to 80.40. The category of majority pretest score is not good 80%, increased to good 72%. The formation of a child sanitation ambassador as an agent of change in the school environment. Quartet cards can be used as innovative learning media while at school. Keywords : Quarted Flash Card, Infectious Diseases, Non-Communicable Diseases
Pendidikan Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Tatalaksana Hipertensi Shanty Chloranyta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5883

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler dan masalah kesehatan umum yang terjadi di masyarakat. Peningkatan kasus hipertensi selalu terjadi setiap tahun dan bahkan kematian akibat komplikasi dari hipertensi dapat terjadi. Tujuan: kegiatan mengidentifikasi dan menganalisa pengetahuan masyarakat tentang tatalaksana hipertensi sebelum kegiatan dan setelah kegiatan. Metode: kegiatan dilaksanakan dengan pendidikan kesehatan tentang tatalaksana hipertensi tatalaksana hipertensi di Desa Pujorahayu, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran. Hasil: kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan pada warga masyarakat tentang tatalakasana hipertensi ditunjukkan  daari skor hasil pengukuran pengetahuan tentang hipertensi yang diberikan sebelum kegiatan PkM yakni dengan skor kurang (> 70) sejumlah 60 peserta, dengan rerata skor 13.86, skor hasil pengukuran pengetahuan tentang hipertensi yang diberikan setelah kegiatan yakni dengan skor baik (> 70) sejumlah 60 peserta, dengan rerata skor 13,86. Kesimpulan: terjadi peningkatan pengetahuan tentang tatalaksana hipertensi  Kata kunci: Hipertensi, Pendidikan Kesehatan, Peningkatan Pengetahuan ABSTRACT Hypertension is a cardiovascular disease and a common health problem that occurs in the community. Increasing cases of hypertension always occur every year and even death due to complications from hypertension can occur. Purpose: activities to identify and analyze public knowledge about hypertension management before and after activities. Method: The activity was carried out by providing health education about hypertension management in the Pujorahayu village, Katon Negeri sub-district, Pesawaran district. Result: the activity increased knowledge of the community about hypertension management as shown by the score of the results of the measurement of knowledge about hypertension given before the PkM activity, namely with a score of less (> 70) a total of 60 participants, with a mean score of 13.86, the score on the measurement of knowledge about hypertension was given. after the activity with a good score (> 70) a total of 60 participants, with an average score of 13.86. Conclusion: there is an increase in knowledge about hypertension management Keywords : Hypertension, Health Education, Increased Knowledge
Peningkatan Pengatahuan Terkaitan Pencegahan Kasus Campak Di Desa Kampung Baru Sidosari Kecamatan Natar Bandar Lampung Umi Romayati Keswara; Setiawati Setiawati; Heni Kartika Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5027

Abstract

ABSTRAK Campak merupakan suatu penyakit  sangat menular hal ini diakibatkan oleh virus campak, campak merupakan suatu  penyakit yang  bisa dicegah. campak  sering menyerang  pada anak-anak hingga orang dewasa,kemudian gejala yang sering mucul seperti demam ditandai adanya bintik merah yang tumbuh  mulai dari kepala bagian, bagian belakang hingga anggota tubuh lainya tujuannya diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan terkait pencegahan atau pengurangan terjadinya resiko yang timbul dari penyakit campak di desa kampung baru sidosari dengan memberikan materi terkait pola makan yang baik untuk pencegahan penyakit campak, kemudian secara mandiri mengajak peserta untuk melakukan tindakan preventif. bahan penyampaiannya ppt dan video edukasi. metode awal yang digunakan dalam kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan kepada masyarakat di desa kampung baru sidosari. hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan memungkinkan masyarakat untuk mandiri. Kata Kunci: Keterampilan, Preventif, Pencegahan Campak ABSTRACT Measles is a highly contagious disease caused by the measles virus, and it is a sickness that may be avoided. Measles commonly affects children and adults, with symptoms such as fever and red spots that spread from the head to other areas of the body. First offering literature relevant to a nutritious diet for measles prevention in the new village of Sidosari, then separately urging members to take preventive action PPT presentations and instructive videos are used as delivery resources. The first step in this endeavor was to provide counseling to the residents of Kampung Baru Sidosari hamlet. The outcomes of this activity have the potential to raise public awareness and empower the community to be self-sufficient. Keywords: Skills, Prevention, Measles
Penyuluhan Hipertensi dengan Penegakan Diagnosa Radiologi dan Pemeriksaan Tekanan Darah pada Masyarakat di Wilayah Kelurahan Gunung Terang Kec. Langka Pura Provinsi Lampung Made Yully
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6198

Abstract

ABSTRAKHipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah yang ditemukan pada masyarakat baik di negara maju maupun berkembang termasuk Indonesia. Menurut WHO batas normal tekanan darah adalah 120–140 mmHg tekanan sistolik dan 80 – 90 mmHg tekanan diastolik. Seseorang dinyatakan mengidap hipertensi bila kanan darahnya > 140/90 mmHg. Dimana seperti yang kita ketahui Hipertensi merupakan faktor resiko yang kuat untuk terjadinya stoke hemoragik yang dapat dimodifikasi baik bagi laki‐laki ataupun wanita. Maka dari itu selain menjaga pola makan dengan baik dan benar diharapkan setiap orang untuk rutin memeriksakan kesehatannya terutama dalam pemeriksaan tekanan darah agar selalu terkontrol. Tujuan dari pengabdian masyarakat yaitu agar masyarakat mengetahui bagaimana cara mencegah agar tidak terjadi peningkatan/kenaikan tekanan darah dan bagaimana cara mengendalikan  Hipertensi. Hasil penyuluhan menunjukan masyarakat setempat memahami cara mencegah agar tidak terjadinya peningkatan tekanan darah (Hipertensi). Pada saat pengukuran tekanan darah. Dari 27 orang yang hadir, ditemukan 23 orang memiliki tekanan darah normal (120/90 mmHg) dan ditemukan 4 orang yang memiliki tekanan darah yang di atas normal (140/90 mmHg) . Hal ini harus dilakukan pengukuran diwaktu berbeda sehingga bila sdh 2-3kali pengukuran menunjukkan diatas 140/90 mmHG, kemungkinan indikasi penderita hipertensi terutama di kalangan lansia. Pada sesi penyampaian materi, ternyata ada beberapa masyarakat yang belum memahami penyakit hipertensi. Kesimpulan diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat agar tekanan darah selalu terpantau dengan baik sehingga mencegah untuk terjadinya Hipertensi. Kata Kunci : Penyuluhan, Pemeriksaan, Hipertensi  ABSTRACT Hypertension or high blood pressure is a problem found in society both in developed and developing countries, including Indonesia. According to WHO, the normal limit for blood pressure is 120-140 mmHg systolic pressure and 80-90 mmHg diastolic pressure. A person is declared to have hypertension if the right blood is > 140/90 mmHg. Where as we know Hypertension is a strong risk factor for the occurrence of hemorrhagic strokes that can be modified for both men and women. Therefore, in addition to maintaining a good and correct diet, everyone is expected to regularly check their health, especially in checking blood pressure so that it is always controlled. The purpose of community service is for the community to know how to prevent an increase/increase in blood pressure and how to control hypertension. The results of the counseling show that the local community understands how to prevent an increase in blood pressure (hypertension). At the time of measuring blood pressure. Of the 27 people who attended, 23 people had normal blood pressure (120/90 mmHg) and 4 people had blood pressure above normal (140/90 mmHg). This must be measured at different times so that if 2-3 times the measurement shows above 140/90 mmHg, it may be an indication of hypertension sufferers, especially among the elderly. The conclusion is that it is hoped that with this activity the community can apply a healthy lifestyle so that blood pressure is always monitored properly so as to prevent the occurrence of hypertension. Keywords : Counseling, Examination, Hypertension 

Page 60 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue