cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Optimalisasi Peran Kader Kesehatan Remaja Melalui Refreshing Kader Kesehatan Remaja di Masa Pandemi Covid 19 Yuliana Dafroyati; Ririn Widyastuti; Martinus V Ndona
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.6113

Abstract

ABSTRAK Remaja mempunyai permasalahan yang komplek. Permasalahan remaja memerlukan penanganan yang komprehensif. Posyandu remaja diharapkan dapat menjadi wadah untuk memfasilitasi remaja dalam menangani permasalahan kesehatan remaja. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengoptimalkan peran kader kesehatan remaja dengan memberikan refreshing bagi kader kesehatan remaja di Puskesmas Watukapu. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan refreshing pada kader kesehatan remaja dengan cara memberikan materi yang terdiri dari pendidikan keterampilan hidup sehat, pengetahuan dan keterampilan remaja tentang kesehatan reproduksi bagi remaja, pengetahuan tentang penyalahgunaan NAPZA dan upaya perbaikan gizi remaja. Terdapat peningkatan rerata pengetahuan kader kesehatan remaja yaitu 65,00 menjadi 81,79. Intervensi pemberian refreshing pada kader kesehatan remaja yang diberikan dapat mengoptimalkan peran dan fungsi kader kesehatan remaja di Puskesmas Watukapu Kabupaten Ngada. Kata Kunci: Kader, Remaja, Refreshing  ABSTRACT Adolescents have complex problems. Adolescent problems require comprehensive treatment. Posyandu remaja is expected to be a forum to facilitate adolescents in dealing with adolescent health problems. This purpose to optimize the role of adolescent health cadres by providing refreshing for adolescent health cadres at the Watukapu Health Center. Community service activities by providing refreshing to adolescent health cadres by providing materials consisting of education on healthy life skills, knowledge and skills of adolescents about reproductive health for adolescents, knowledge about drug abuse and efforts to improve adolescent nutrition. There was an increase in the average knowledge of adolescent health cadres from 65.00 to 81.79.Conclusion: The intervention of giving refreshing to adolescent health cadres can optimize the role and function of adolescent health cadres at the Watukapu Public Health Center, Ngada Regency. Keywords : Cadres, Adolescent, Refreshing
Penerapan Pursed Lips Breathing Terhadap Ketidakefektifan Pola Napas Pada Pasien Anak Dengan Asma Bronchiale Di Desa Bumimas Lampung Timur Linawati Novikasari; Dewi Kusumaningsih; Rafika Anjarsari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.4719

Abstract

ABSTRAK World Health Organization (WHO) Asma merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan di masyarakat dan memiliki angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Asma tidak hanya menyerang anak-anak melainkan seluruh kelompok usia. Saat ini diperkirakan sebanyak 235 juta orang menderita asma di dunia. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 Prevalensi penderita asma di Indonesia menginjak angka 2,4%. Prevalensi asma tertinggi terdapat di provinsi Yogyakarta 4,5%, provinsi Kalimantan timur menjadi provinsi tertinggi kedua 4,1%, dan Bali menjadi provinsi tertinggi ketiga 4,0%, diikuti oleh provinsi Kalimantan tengah dan Kalimantan utara, prevalensi terendah adalah provinsi Sumatera utara (1,0%). Salah satu cara mengontrol gejala yang timbul  pada penderita asma serta mengurangi keparahan gejala asma adalah dengan memberikan latihan pernapasan. Salah satu latihan pernapasan yang dapat digunakan   pada   anak   dengan   asma adalah Pursed  Lip  Breathing  (PLB). Pursed  Lips  Breathing adalah latihan pernapasan dengan tujuan untuk mempermudah proses pengeluaran udara di dalam paru-paru yang terjebak, dengan  cara membantu melakukan penekanan pada proses ekspirasi. Rancangan studi kasus dilakukan kepada dua subjek di desa Bumimas Lampung Timur. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan asuhan keperawatan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan pursed lips breathing terjadi peningkatan status oksigenasi pada kedua subjek. Subjek dapat mengerti dan  memberikan terapi saat anak mengalami kekambuhan asma bronkial di rumah. Kata Kunci:  Ketidakefektifan, Pursed Lips Breathing, Asma Bronkial ABSTRACT World Health Organization (WHO) Asthma is a health problem that is often found in the community and has a high morbidity and mortality rate. Asthma attacks not only children but all age groups. It is currently estimated that as many as 235 million people suffer from asthma in the world. Based on Riskesdas data in 2018, the prevalence of asthma sufferers in Indonesia reached 2.4%. The highest prevalence of asthma is in the province of Yogyakarta 4.5%, East Kalimantan province is the second-highest province at 4.1%, and Bali is the third-highest province 4.0%, followed by Central Kalimantan and North Kalimantan, the lowest prevalence is North Sumatra province (1.0%). One of the "how to control the symptoms in patients with asthma as well as reducing the severity of asthma symptoms is to give breathing exercises. One of the breathing exercises that can be used for children with asthma is Pursed Lip Breathing  (PLB). “Pursed Lips Breathing is a breathing exercise with the aim of facilitating the process of expelling the trapped air in the lungs, by helping to suppress the expiration process. The case study design was conducted on two subjects in Bumimas village, East Lampung. Data analysis was carried out using descriptive analysis and nursing care. The results of the case study showed that after the application of pursed lips breathing there was an increase in oxygenation status in both subjects. Subjects can understand and provide therapy when children experience a recurrence of bronchial asthma at home. Keywords: Ineffectiveness, Pursed Lips Breathing, Bronchial Asthma
Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Hipertensi dan Pemeriksaan Kolestrol Gratis di Kelurahan Gedong Air Kecamatan Tanjung Karang Barat Bandar Lampung Eka Trismiyana; Umi Romayati Keswara; Dwiky Dermawan Santari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.4998

Abstract

ABSTRAK Persebaran penyakit hipertensi di Negara Indonesia sebanyak 9,4 %, dilihat dari kesejahteraan Tenaga kerja,meminum obat sebanyak 9,5 %. Sejalan dengan itu, sedangkan 0,1 persen yang mengkonsumsi obat sendiri. peserta yang memiliki denyut nadi khas untuk meminum obat hipertensi sebenyak 0,7 %. sehingga pervasive hipertensi di Indonesia adalah Dua Puluh Enam persen. Motivasi di balik tindakan setelah mengikuti penyuluhan adalah agar para anggota diandalkan untuk memikirkan tentang hipertensi. Aksi ini selesai pada Rabu, 13 Desember.2017. Teknik yang akan dipergunakan dalam penyutradaraan adalah melewati pembicaraan dan menanya atau menjawab. Penilaian latihan dilaksanakan secara langsung, terutama  mengarahkan pertanyaan dan jawaban dengan aturan untuk mendapatkan hipertensi,gejala atau indikasi itu ada yang memeriksa sekaligus kesehatanya secara gratis.cara ini, diingatkan agar anggota dapat mencegah dan mengobati hipertensi dengan informasi yang diperoleh setelah pengarahan. Kata Kunci: Hipertensi, Advising, Masyarakat.  ABSTRACT The pervasiveness of hypertension in Indonesia is 9.4 %, analyzed by wellbeing laborers or taking medicine by 9.5 percent. Along these lines, there are 0.1 % who take their own medication. Respondents who have typical pulse yet are taking hypertension medicine are 0.7 %. So the pervasiveness of hypertension in Indonesia is 26.5 %. The motivation behind the action in the wake of going to the advising is that members are relied upon to think about hypertension. This action was completed on Wednesday, December 13, 2017. The technique that will be utilized in this directing is through talks and questions and replies. Assessment of exercises is done straightforwardly, specifically by leading inquiries and answers with rules for getting hypertension, reasons for hypertension, signs and indications other than that there is additionally a free wellbeing check. In this way, it is proposed that members can forestall and treat hypertension with the information that has been gotten in the wake of directing.  Keywords: Hypertension, Advising, Society.
Pembinaan Akseptor Keluarga Berencana di Desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo Neny Yuli Susanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5925

Abstract

ABSTRAK Penggunaan sistem komputerisasi untuk menentukan jumlah anak dan tingkat keparahan penyakitnya disebut dengan rencana keluarga. Keluarga berencana yang dapat diizinkan adalah sebuah usaha untuk mengatur atau memperkecil kelahiran, atau untuk sementara waktu menghindari terjadinya pembuahan, dengan kerja sama suami istri, untuk kepentingan keluarga, masyarakat, sehingga Program dalam KB di sini memiliki persamaan arti yang sama dengan keluarga berencana. Tujuan setelah dilakukan pembinaan singkat, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam memilih alat kontrasepsi sesuai dengan kebutuhan dan sebagai upaya mensukseskan program pemerintah untuk mempunyai anak 2 adalah lebih baik. Ada beberapa kegiatan yang sedang dilakukan, seperti ikatan kelompok dan sosialisasi menggunakan Manikin dan lefleat. Hasil dari pembinaan akseptor keluarga berencana mampu meningkatkan pengetahuan Ibu dalam memilih jenis-jenis kontrasepsi dan memahami kekurangan dan kelebihan dari masing-masing alat kontrasepsi. Kesimpulan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pengetahuan Ibu tentang alat kontrasepsi meningkat sehingga Ibu bisa memilih alat kontrasepsi yang tepat. Kata Kunci: Pembinaan, Keluarga Berencana, Ibu ABSTRACT The use of a computerized system to determine the number of children and the severity of their illness is called a family plan. Allowed family planning is an effort to regulate or thin out births or an effort to prevent pregnancy temporarily with the agreement of husband and wife due to certain situations and conditions for the benefit of the family, society, and the state, thus family planning here has the same meaning as regulation of offspring. The goal after a brief coaching is expected to increase knowledge and understanding in choosing contraceptives according to needs and as an effort to make the government's program to have 2 children better. The activities carried out in the form of coaching and brief socialization using Manikin and leaflets. The results of fostering family planning acceptors are able to increase mother's knowledge in choosing types of contraception and understand the advantages and disadvantages of each contraceptive. The conclusion in this community service is that the mother's knowledge of contraceptives increases so that she can choose the right contraceptive. Keywords: Coaching, Family Planning, Mother
Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Perawatan dan Pemberasantasan Penyakit Tb Paru Muhtar Muhtar; Abdul Haris; Aniharyati Aniharyati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5859

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit Tb yang menyerang paru atau percabangan trakeobronkial. Permasalahan yang dihadapi oleh khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain kurangnya pengetahuan tentang penyakit Tb paru, rendahnya kesadaran masyarak untuk berobat ke puskesmas akibat adanya stigma negatif terhadap penderita Tb paru, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam upaya pemberantasan penyakit Tb paru. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan peran serta penderita dan masyarakat dalam perawatan dan pemberantasan penyakit Tb paru. Kegiatan ini menggunakana beberapa metode yaitu, pelatihan kader, pemberdayaan keluarga dan screening wilayah. Berdasarkan evaluasi akhir, hasil kegiatan menunjukan adanya kader yang telatih dan berperan aktif dalam promosi pemberantasan TB paru, adanya peningkatan pengetahuan tentang penyakit Tb paru, peningkatan keterampilan perawatan diri pada penderita, keluarga dan masyarakat.  Adapun kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu adanya peningkatan peran serta penderita, keluarga, dan masyarakat dalam upaya perawatan dan pemberantasan penyakit Tb paru di Kelurahan Manggemaci Kecamatan Mpunda Kota Bima. Kata Kunci: Tuberculosis Paru, Peran Serta Masyarakat, Kader Kesehatan ABSTRACTPulmonary tuberculosis (TB) is a TB disease that attacks the lungs or the tracheobronchial tree. The problems faced by the target audience in this community service activity include the lack of knowledge about pulmonary TB disease, low public awareness for treatment at the puskesmas due to negative stigma against pulmonary TB patients, and low community participation in efforts to eradicate pulmonary TB disease. This activity aims to increase the participation of patients and the community in the treatment and eradication of pulmonary TB disease. This activity uses several methods, namely, cadre training, family empowerment and regional screening. Based on the final evaluation, the results of the activity showed that there were cadres who were trained and played an active role in the promotion of pulmonary TB eradication, increased knowledge about pulmonary TB disease, increased self-care skills for patients, families and communities. The conclusion from this community service activity is that there is an increase in the participation of patients, families, and communities in the treatment and eradication of pulmonary TB disease in Manggemaci Village, Mpunda District, Bima City. Keywords: Pulmonary Tuberculosis; Community Participation; Health Cadre
Pengaruh Terapi Nonfarmakologi Air Minum Beralkali PH 8 Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Kelurahan Waykandis Bandar Lampung Triyoso Triyoso; Devi Ratna Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.4946

Abstract

ABSTRAK  Secara global dan internasional penyakit yang tidak menular merupakan permasalahan yang cukup serius dalam kesehatan masyarakat. Diabetes merupakan suatu ancaman untuk peningkatan kesehatan di Indonesia, karena bisa menyebabkan beberapa komplikasi penyakit yaitu kaki diabetes (gangrene) yang telah diaputasi, gagal jantung, gagal ginjal, gagal jantung, stroke serta dapat menyebabkan kebutaan pada penderita. Di dunia Indonesia menduduki peringkat ketujuh tertinggi bagi prevelensi pasien diabetes mellitus. Negara Indonesia merupakan peringkat kedua setelah Sri Lanka dengan Persentase kematian tertinggi akibat diabetes mellitus. Prevalensi jumlah orang dengan angka kejadian diabetes di negara Indonesia meningkat yaitu pada tahun 2007 berjumlah 4,7%  dan pada tahun 2013 menjadi 5,9 %. Tujuan dari penyuluhan ini, peserta diharapkan mampu mengenal dan memahami penyakit Diabetes mellitus tipe II. Serta mampu mengatasi dan mengendalikan permasalah penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 dan pencegahannya yaitu dengan mengkonsumsi air alkali ph 8. Sebelum dilakukan kegiatan penyuluhan pengetahuan peserta tentang diabetes mellitus tipe II hanya sekitar 50% kemudian dilakukan penyuluhan singkat menggunakan lembar balik dan leaflet pengetahuan peserta tentang diabetes melitus  tipe II meningkat menjadi 75% pada masyarakat kelurahan waykandis Bandar Lampung. Kesimpulan terjadinya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan kegiatan penyuluhan. Kata Kunci: Penyuluhan, Diabetes Mellitus Tipe 2, Air Minum Alkali PH 8 ABSTRACT Globally and internationally, non-communicable diseases are a serious problem in public health.  Diabetes is a threat to health improvement in Indonesia, because it can cause several complications, namely amputated diabetic foot (gangrene), heart failure, kidney failure, heart failure, stroke and can cause blindness in sufferers.  In the world, Indonesia ranks seventh highest for the prevalence of diabetes mellitus patients.  Indonesia is ranked second after Sri Lanka with the highest percentage of deaths due to diabetes mellitus.  The prevalence of the number of people with diabetes in Indonesia increased, namely in 2007 it was 4.7% and in 2013 it was 5.9%.  The purpose of this counseling, participants are expected to be able to recognize and understand type II Diabetes mellitus.  As well as being able to overcome and control the problem of Type 2 Diabetes Mellitus and its prevention by consuming alkaline water at pH 8. Prior to the outreach activities, participants’ knowledge about type II diabetes mellitus was only about 50%, then a brief counseling was conducted using flipcharts and leaflets of participants’ knowledge about diabetes mellitus.  Type II increased to 75% in the waykandis village community, Bandar Lampung. The conclusion is that there is an increase in knowledge after counseling activities are carried out. Keywords: Counseling, Type 2 Diabetes Mellitus, Alkaline Drinking Water pH 8
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Kesehatan Jiwa pada Situasi Pandemik Covid-19 Syenshie Virgini Wetik; Cyntia Lumintang; Wahyuny Langelo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5108

Abstract

ABSTRAK Berbagai masalah gangguan kesehatan jiwa dan psikososial terjadi pada masyarakat sebagai dampak dari situasi pandemik Covid-19. Stress, cemas, gangguan pola tidur, perilaku obsesif, takut untuk berinteraksi sosial dan lingkungan, mudah menangis, merasa kesepian, depresi, Post Traumatic Syndrome (PTSD) bahkan terjadi keinginan dan perilaku bunuh diri. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang informasi kesehatan jiwa. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan jiwa yang terjadi sebagai dampak dari pandemik covid-19 serta memberikan latihan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengatasi masalah tersebut. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan roleplay. Setelah dilakukan kegiatan ini maka terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan relaksasi sebesar 100% pada masyarakat Desa Lembean. Kesimpulannya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan penting untuk dilakukan bagi masyarakat di masa pandemic covid-19 ini. Kata kunci: Pengetahuan Masyarakat, Kesehatan Jiwa, Pandemik Covid-19  ABSTRACT The occurrence of various mental health and psychosocial problems in the community as a result of the Covid-19 pandemic situation. Stress, anxiety, insomnia, obsessive behavior, withdrawal from social environments, crying, loneliness, depression, Post Traumatic Syndrome (PTSD) and even suicidal ideation. One of the major problems is the lack of public knowledge about mental health. The purpose of this service is to provide information to increase public knowledge about mental health and to provide training to improve the community's ability to overcome these problems. The method used is discussion and roleplay. There was an increase in relaxation abilities by 100% after the implementation of this service. In conclusion, this service is very useful and important for the community during this covid-19 pandemic. Keywords: Covid-19 Pandemic, Mental Health, Public Knowledge.  
Webinar Mengenai Bahaya Merokok Bagi Kesehatan di Masyarakat Hetti Rusmini; Dinda Rachma Syarifah; Farra Hayka Salsabilla; Friska Novira Maya; Fadhillah Amanda; Hafiratul Fitri; Rossy Meliyana; Nuke Indrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5791

Abstract

 Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Merokok baik secara aktif maupun pasif dapat membahayakan tubuh. Rokok adalah salah satu permasalahan nasional bahkan telah menjadi permasalahan internasional yang telah ada sejak revolusi industri. Rokok merupakan salah satu penyumbang terbesar penyebab kematian yang sulit dicegah dalam masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat dan mengetahui pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya rokok di kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui zoom meeting dan diikuti 35 peserta. Dari hasil kegiatan webinar ini, panitia memberikan pre test  dan post test untuk mengukur pengetahuan peserta dengan rata-rata pre test yaitu 78,29 dan rata-rata post test yaitu 84. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui presentasi power point, ceramah, diskusi dan kuesioner dimana sebelum dan sesudah kegiatan masyarakat diberikan pretest dan post test. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Pentingnya kegiatan ini untuk pencegahan merokok agar bisa menyadarkan dan meningkatkan kembali tentang pentingnya waspada terhadap rokok dan asap rokok. Kata kunci: Bahaya Merokok, Merokok, Perokok aktif  ABSTRACT Smoking is one habit that is commonly encountered in everyday life. Smoke either actively or passively, can harm the body. Cigarettes are one of the national problems and has even become an international problem that has existed since the industrial revolution. Cigarettes are one of the biggest contributors to preventable causes of death in society. The purpose of this community service activity is to educate the community and know the influence of education on improving public knowledge about the dangers of smoking in everyday life. Implementation in this community service activity through zoom meeting and followed by 35 participants. From the results of this webinar activity, the committee provided a pre test and post test to measure the knowledge of participants with a pre-test average of 78.29 and an average post test of 84. The method used in this activity is through power point presentations, lectures, discussions and questionnaires where before and after community activities are given pretests and post tests. This activity increases people's understanding of the dangers of smoking for health. The importance of this activity for smoking prevention in order to resuscitate and improve the importance of being alert to cigarettes and cigarette smoke. Keywords: Dangers of Smoking, Smoking, Content in cigarettes, Active smoker
Pemanfaatan Jahe Madu Terapi Komplementer pada Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari; Lela Aini; Lenny Astuti; Adi Saputra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6329

Abstract

ABSTRAK Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dari saluran nafas mulai dari hidung hingga alveoli yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Penyebaran virus dan bakteri dapat melalui droplet, lingkungan udara yang tercemar. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk pencegahan penyakit ISPA adalah dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan minuman jahe madu yang mengandung antiseptik dan antioksidan. Kandungan tersebut berfungsi untuk menurunkan tingkat keparahan batuk tanpa menimbulkan efek samping yang dapat mengganggu kesehatan anak. Tujuan Pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang ISPA dan pelatihan pembuatan minuman herbal jahe madu dapat terlaksana dengan baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah berbentuk penyuluhan dan pelatihan. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago dalam menerapkan terapi komplementer pembuatan Jahe Madu untuk anggota keluarga yang menderita ISPA. Disarankan bagi masyarakat agar dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta rajin menganjurkan anak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Kata Kunci : Penyakit ISPA, Terapi Komplementer, Jahe Madu  ABSTRACT Acute Respiratory Infection (ARI) is an acute infectious disease that attacks one part of the respiratory tract from the nose to the alveoli caused by viruses and bacteria. The spread of viruses and bacteria can be through droplets, polluted air environment. One of the things that can be done to prevent ARI disease is to provide counseling and training on making honey ginger drinks which contain antiseptics and antioxidants. The content serves to reduce the severity of cough without causing side effects that can interfere with children's health. The purpose of this service is to increase public knowledge about ARI and training in making honey ginger herbal drinks can be carried out properly. The method used in community service activities is in the form of counseling and training. The conclusion is that there is an increase in community knowledge in Bangun Sari Village, Tanjung Lago District in applying complementary therapies to making Honey Ginger for family members who suffer from ARI. It is recommended for the community to be able to apply clean and healthy living behaviors and be diligent in encouraging children to wash their hands before and after eating. Keywords: ARI Disease, Complementary Therapy, Honey Ginger
Cuci Tangan Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Pada Masa Pandemi Covid-19 Nourmayansa Vidya Anggraini; Serri Hutahaean
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.6761

Abstract

ABSTRAK Generasi penerus bangsa dimasa akan datang dipengaruhi oleh kesehatan pada saat ini. Akan tetapi, banyak masyarakat baik dari kalangan anak hingga lansia yang belum pahal terkait perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya cuci tangan dengan langkah yang benar. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan upaya dalam meningkatkan kesehatan, mencegah dan melindungi dari terjadinya risiko berbagai ancaman penyakit. PHBS perlu diterapkan pada semua kalangan supaya paham dan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Promosi PHBS banyak dilakukan dengan berbagai media. Di salah satu ruang rawat di RS X ditemukan bahwa infeksi masih sering terjadi, masih kurangnya upaya pengendalian infeksi khusunya cuci tangan dengan langkah yang benar di rumah sakit tersebut, Pasien dan keluarga selama di rumah sakit masih belum melakukan langkah cuci tangan dengan cara yang tepat. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan upaya pengendalian infeksi untuk mencegah infeksi pada pasien dan transmisi agen infeksius dari pasien ke orang lain melalui pemberian pendiidkan kesehatan cuci tangan dengan langkah yang benar. Hasil yang didapatkan setelah intervensi adalah didapatkan data pengetahuan pasien dan keluarga tentang cuci tangan dengan langkah yang benar meningkat ditandai dengan didapatkan 100% peserta atau pasien dan keluarga pasien memiliki pengetahun yang baik tentang cara cuci tangan dengan langkah yang benar. Disarankan untuk perawat agar lebih tegas dalam menegur pasien dan keluarga yang tidak mencuci tangan dengan langkah yang benar serta perlunya poster ditempelkan di setiap ruangan sehingga dapat menumbuhkan kesadaran pentingnya cuci tangan dengan langkah benar dalam pengendalian infeksi. Kata Kunci: Cuci Tangan, PHBS, Rumah Sakit  ABSTRACT The next generation of the nation in the future is influenced by health at this time. However, many people, from children to the elderly, are not familiar with clean and healthy living behaviors, especially washing hands with the right steps. Clean and healthy living behavior (PHBS) is an effort to improve health, and prevent and protect from the risk of various disease threats. PHBS needs to be applied to all groups in order to understand and be able to apply it in everyday life. PHBS promotion is mostly done with various media. In one of the wards at X Hospital, it was found that infections were still common, and there was still a lack of infection control efforts, especially hand washing in the right way at the hospital. The purpose of this activity is to carry out infection control efforts to prevent infection in patients and the transmission of infectious agents from patients to others through the provision of health education on handwashing with the right steps. The results obtained after the intervention was data obtained from the knowledge of patients and families about handwashing with the correct steps, which was marked by getting 100% of participants or patients and their families having good knowledge about how to wash hands in the right steps. It is recommended for nurses to be more assertive in reprimanding patients and families who do not wash their hands in the right way and the need for posters to be posted in every room so that they can raise awareness of the importance of washing hands correctly in infection control. Keywords: Hand Washing, PHBS, Hospital

Page 61 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue