cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pemberdayaan Masyarakat dalam Kepemilikan Jamban Keluarga di Wilayah Puskesmas Sidodadi Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah Mualim Mualim; Jubaidi Jubaidi; Agus Widada; Andriana Marwanto; Dino Sumaryono; Sri Sumiyati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5804

Abstract

ABSTRAK Tingginya prevalensi diare di wilayah kabupaten bengkulu tengah diantaranya disebabkan karena akses air bersihnya masih kurang, sebanyak 27,4% Sarana Air Bersih/Sumur Gali tidak menuhi syarat. Sebanyak 35% rumah tangga masih buang air sembarangan, hal ini dapat kita lihat penduduk sebagian besar mempunyai WC tetapi tidak mempunyai septictank. WC langsung dialirkan kesungai yang ada didekat rumah. Buang Air Besar Sembarangan merupakan salah satu faktor yang memicu tingginya kasus diare. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah melakukan pemicuan dan pendampingan kepada masyarakat untuk meningkatkan Jamban Keluarga di Rumah Tangga dan dapat mendeklarasikan Wilayah Puskesmas Bebas Dari Buang Sembarangan/ODF. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pemberdayaan masyarakat, pemicuan dan memberikan stimulan kepada masyarakat untuk membangun jamban keluarga secara mandiri. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebanyak 38 KK telah membangun dan memanfaatkan jamban keluarga. Untuk keberlanjutan kegiatan ini masyarakat diharapkan menerapkan perilaku PHBS dan memanfaatkan jamban keluarga yang telah dibuat. Kata Kunci: Jamban keluarga, BAB, Pemicuan  ABSTRACT The high prevalence of diarrhea in the Bengkulu Tengah district is partly due to the lack of access to clean water, as many as 27.4% of clean water facilities/dug wells do not meet the requirements. As many as 35% of households still open open defecation, we can see that most of the population has a toilet but does not have a septic tank. The toilet flows directly into the river near the house. Open defecation is one of the factors that trigger high cases of diarrhea. The purpose of this Community Service is to trigger and assist the community to improve family latrines in the household and be able to declare the Puskesmas area free from littering/ODF. The method used in this community service activity is to provide community empowerment, trigger and provide stimulants to the community to build family latrines independently. The result of this community service activity is that 38 families have built and utilized family latrines. For the sustainability of this activity, the community is expected to apply PHBS behavior and take advantage of the family latrines that have been made. Keywords: Family latrine, defecation, Trigger
Program Penyuluhan Kesehatan Reproduksi pada Pranikah di Puskesmas Sungai Nibung Kec. Dente Teladas Tulang Bawang Susilawati Susilawati; Ike Ate Yuviska; Anggraini Anggraini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6325

Abstract

ABSTRAK Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Kesehatan dan status gizi ibu merupakan hal penting yang harus diperhatikan untuk melahirkan generasi platinum yang berkualitas. Masa sebelum hamil, melahirkan sampai 1000 hari pertama kehidupan bayi merupakan masa-masa emas yang perlu diperhatikan. Masa pranikah merupakan masa yang tepat untuk melakukan persiapan yang matang baik secara fisik, psikis dan sosial. Program pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan reproduksi pada calon pengantin merupakan salah satu usaha untuk membentuk kualitas kesehatan dalam keluarga. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk untuk meningkatkan pengetahuan calon pengantin calon penantin tentang penyuluhan reproduksi pada calon pengantin. pengabdian masyarakat dilakukan pada bulan maret 2022 di Puskesmas Sungai Nibung Kecamatan Kecamatan Dente Teladas. pengabdian masyarakat ini bersifat kuantitatif. Sampel dalam pengabdian masyarakat ini sebanyak 14 responden. Penyuluhan kesehatan reproduksi berjalan sesuai dengan tujuan yaitu meningkatkan untuk meningkatkan pengetahuan calon pengantin dalam status gizi, Kesehatan Reproduksi untuk memersiapkan generasi yang berkualitas. Kata Kunci: Pranikah, Kesehatan Reproduksi, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Maternal and child health is one of the determinants of the quality of human resources. Maternal health and nutritional status are important things that must be considered to give birth to a quality platinum generation. The period before pregnancy, giving birth to the first 1000 days of a baby's life is a golden period that needs attention. The pre-wedding period is the right time to make good preparations physically, psychologically and socially. The program of health checks and reproductive counseling for prospective brides is one of the efforts to shape the quality of health in the family. The purpose of this study was to determine the effectiveness of reproductive counseling for prospective brides and grooms. The study was conducted in March 2022 at Sungai Nibung Public Health Center, Kecamatan Dente Teladas District. This research is quantitative. The sample in this study were 14 respondents. Reproductive health counseling runs in accordance with the objectives of increasing the knowledge of prospective brides in nutritional status, Reproductive Health to prepare a quality generation. Keywords: Premarital, Reproductive Health, Health Education
Program Pengabdian Masyarakat untuk Ibu Hamil Nyeri Punggung Dengan Senam Hamil di PMB Lia Maria Dainty Maternity; Lia Maria; Muhammad Hatta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.6809

Abstract

 ABSTRAK Nyeri punggung bawah pada kehamilan adalah suatu sindroma klinis yang ditandai dengan gejala utama nyeri atau perasaan lain yang tidak enak di daerah tubuh bagian belakang dari rusuk terakhir sampai bagian pantat atau anus karena pengaruh hormon. Nyeri punggung pada ibu hamil dapat menyebabkan spasme pada otot yang menimbulkan rasa nyeri. Untuk mengurangi  nyeri punggung bawah dan panggul terkait kehamilan dengan senam hamil di BPM Lia Maria. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di BPM Lia Maria,  pada 1-28 Desember 2021, Peserta adalah ibu hamil  usia kehamilan 20 – 35 minggu  dengan nyeri punggung bawah berjumlah 4 ibu hamil. Nyeri punggung yang dirasakan ibu hamil dapat berkurang secara bertahap selama 4 minggu dengan melakukan gerakan gerakan senam yang diajarkan oleh bidan. Senam hamil dapat menurunkan intensitas nyeri punggung dalam kehamilan. Kata Kunci: Nyeri Pungung Bawah, kehamilan, Program Latihan                                                        ABSTRACT Low back pain in pregnancy is a clinical syndrome characterized by the main symptom of pain or other unpleasant feelings in the back of the body from the last rib to the buttocks or anus due to hormonal influences. Back pain in pregnant women can cause muscle spasms that cause pain. To reduce lower back and pelvis related to pregnancy exercise at BPM Lia Maria. This community service was carried out at BPM Lia Maria, on December 1-28 2021, Participants were pregnant women aged 20-35 weeks with low back pain totaling 4 pregnant women. Back pain felt by pregnant women can be reduced gradually over 4 weeks by doing gymnastic movements taught by the midwife. Pregnancy exercise can reduce back pain in pregnancy. Keywords: Low Back Pain, Pregnancy, Exercise Program 
Peran Tenaga Teknis Kefarmasian di Puskesmas dalam Mencegah Potensi Resistensi Bakteri Sarmalina Simamora; Sarmadi Sarmadi; Mona Rahmi Rulianti; Ferawati Suzalin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5477

Abstract

ABSTRAK Penggunaan antibiotik yang tidak rasional, masih terjadi dimana mana. Kejadian resistensi, efek samping akibat antibiotik, munculnya super infeksi merupakan masalah yang dapat timbul akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat.. Kurangnya pengetahuan dan perilaku petugas dan pasien menjadi penyebab utamanya. Berbagai upaya telah dilakukan untuk itu, namun masih selalu ditemukan adanya ketidak pahaman penggunaan antibiotik. Kegiatan ini untuk mendampingi Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) agar mampu membuat informasi tertulis dalam bentuk brosur dan meningkatkan pengetahuan pasien yang menerima antibiotik dari dokter di Puskesmas melalui pemberian brosur informasi obat. Dilaksanakan dengan metode pendampingan dan penyebaran informasi.  TTK  diberikan pengarahan dan didampingi dalam pembuatan brosur. Lalu TTK juga diarahkan dalam pendistribusian brosur kepada pasien. Kegiatan ini melibatkan  4 (empat) Puskesmas yang belum memiliki Apoteker. Jumlah total pasien yang diberi brosur adalah 135 orang, dengan tingkat pendidikan dari SD sampai S1. 2 Puskesmas berhasil membuat brosur sendiri. 2 lainnya dibuatkan oleh kelompok dosen. Pasien diukur pengetahuannya sebelum dan sesudah diberi brosur melalui kuisioner. Hasilnya menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan secara bermakna (sig 0,000) pada pasien dari Puskesmas Mitra yang diberi brosur antibiotik buatan kelompok dosen Kata kunci: antibiotic; brosur; informasi;Tenaga Teknis Kefarmasian  ABSTRACT Irrational use of antibiotics is still occur everywhere. The incidence of resistance, side effects due to antibiotics, the emergence of super infections were the problems that can arise due to the use of inappropriate antibiotics. Knowledge and behavior of health technicians and patients are the main causes. So many effort have been made to do this, but there is still a lack of understanding of the use of antibiotics. The objective of this activities were assist pharmacy technicians in order to be able to make written information in the form of brochures and to increase the knowledge of patients who receive antibiotics from doctors at the  by providing Primary Health Centre (PHC) drug information brochures. Method was mentoring and information dissemination was briefed and assisted in making brochures. Then the pharmacy technician was also directed in distributing brochures to patients. This activity involved 4 (four) of PHC which did not yet have a pharmacist. The total number of patients given the brochures was 135, with educational degree from basic school to bachelor. Two PHC managed to produce their own brochures. The other two were made by a group of lecturers. The patient's knowledge was measured before and after being given a brochure through a questionnaire. The results show that there has been a significant increase in knowledge (sig 0,000) in patients from PHC who were given antibiotic brochures made by lecturers' groups.  Keywords: antibiotics; brochures; information; pharmacy techniciant
Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Menciptakan Pola Hidup Bersih Dan Sehat di Era Pandemi Covid-19 Dyah Woro Wardani; Agustina Ida Pratiwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6252

Abstract

ABSTRAK Kesehatan reproduksi adalah kesehatan yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi, prosesnya, sehat secara fisik, mental dan sosial kultur. WHO mendefinisikan remaja sebagai individu yang berusia 10-19 tahun, hal ini menunjukkan bahwa remaja awal dimulai sejak anak duduk di kelas 4 SD dimana perkembangan paling pesat dalam perjalanan hidup manusia. Proses pematangan secara biologis umumnya mendahului kematangan psikososial pada remaja. Problematika kaum remaja dapat terjadi sehubungan dengan adanya perbedaan kebutuhan dan aktualisasi dari kemampuan penyesuaian diri remaja terhadap lingkungan tempat hidupnya. Masa ini amat kritis bagi remaja, karena waktu ini muncul keinginan lepas mandiri dari ketergantungan orang tua, rasa ingin tahu yang berlebihan dan mulai rentan terhadap perilaku beresiko.Permasalahan utama kesehatan reproduksi remaja (KRR) di Indonesia, adalah kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi dan masalah pergeseran perilaku seksual remaja yang disebabkan kurangnya pengetahuan. Berdasarkan SDKI 2017, pengetahuan remaja akan kesehatan reproduksi pada perempuan menurun dari 5% ditahun 2012 menjadi 2% di tahun 2017 dan pada pria menurun dari 15% di tahun 2012 menjadi 11% di tahun 2017. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi serta membentuk remaja sehat dan bertanggung jawab secara mandiri pada kesehatan reproduksinya. Metode Penelitian: Edukasi dan diskusi yang diberikan berupa penyuluhan dengan menyisipkan video dan lagu sehingga mempermudah penerimaan informasi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan tanggal 10 Maret 2021 pada siswa siswi kelas 5 SD Ricci yang berjumlah 34 orang laki-laki dan 22 orang perempuan dan dilakukan secara daring menggunakan platform zoom. Kegiatan berlangsung kondusif tergambar dari sikap peserta yang antusias mendengarkan dan bertanya, selain itu pertanyaan yang dilontarkan pemateri juga dapat dijawab dengan baik oleh peserta. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Remaja, Pendidikan Sex, Covid-19, Perilaku Hidup Bersih ABSTRACT Reproductive health is health related to the reproductive system, as well as its functions, processes, physical, mental and socio-cultural health. WHO defines adolescents as individuals aged 10-19 years, this shows that early adolescence begins when the child is in the 4th grade of elementary school where the development is the most rapid in the course of human life. The process of biological maturation generally precedes psychosocial maturity in adolescents. The problems of youth can occur in connection with the differences in the needs and actualization of the ability of adolescents to adapt to the environment in which they live. This period is very critical for teenagers, because at this time there is a desire to be independent from parental dependence, excessive curiosity and starting to be vulnerable to risky behavior. shift in adolescent sexual behavior caused by lack of knowledge. Based on the 2017 IDHS, adolescent knowledge of reproductive health in women decreased from 5% in 2012 to 2% in 2017 and in men decreased from 15% in 2012 to 11% in 2017. To Increase adolescent knowledge about reproductive health and form healthy adolescents who are independently responsible for their reproductive health. Education and discussion provided in the form of counseling by inserting videos and songs to make it easier to receive information. This community service was carried out on March 10, 2021 for 5th grade students of SD Ricci, totaling 34 boys and 22 girls and was carried out online using the zoom platform. The activity took place conducively as illustrated by the enthusiastic attitude of the participants to listen and ask questions, besides that the questions posed by the presenters could also be answered well by the participants. Keywords: Reproductive Health, Youth, Sex Education, Covid-19, Clean living behavior
Pelatihan Pengelolahan Sampah Anorganik pada Masyarakat Kelurahan Klamana, Kota Sorong Papua Barat Elisabeth Samaran; Jansen Parluanagn; Simon Lukas Momot
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.6127

Abstract

ABSTRAK Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbaharui. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam. Dampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat jika sampah anorganik ini tidak dikelola dengan baik dalam jangka yang panjang maka dapat menyebabkan masalah Kesehatan. Pelatihan ini mengajarkan masyarakat untuk membuat kerajinan dari sampah dan memasarkan produk hasil dari daur ulang sampah . Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan praktek langsung.Terkumpul 40 ibu rumah tangga dan remaja putri yang terlibat dalam kegiatan pelatihan ini. Pelatihan Kemudian pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan metode ceramah yang dimulai dengan menyampaikan materi secara lisan tentang pengelolaan sampah yang dimulai dari penyuluhan tentang pemilahan sampah organik dan anorganik, dilanjutkan dengan materi tentang konsep 3R. Pada saat praktek, ibu-ibu peserta pelatihan di latih untuk membuat piring inke berbahan dasar plastik dari sampah gelas minuman air dalam kemasan. Diskusi juga dilakukan agar ibu rumah tangga lebih memahami materi yang diberikan serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk lebih aktif terlibat. Evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan melihat proses yang berlangsung. Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti tahapan-tahapan pelatihan dari awal sampai akhir acara pelatihan. Sebagian besar peserta menginginkan program pelatihan ini berlanjut karena selain untuk mengisi waktu kosong di sela-sela kegiatan mengurus keluarga, juga membuka peluang untuk menambah pendapatan keluarga. Sementara faktor penghambat kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah terkait dengan waktu yang terbatas. Antusiasme peserta menjadikan waktu terasa singkat karena harus berakhir, disaat mereka telah memahami tentang sampah organik dan anorganik dan mulai lancar dalam praktek pembuatan produk daur ulang. Namun hampir semua berhasil menyelesaikan karya mereka dari sampah plastik tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk memberikan pelatihan pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk daur ulang bagi ibu-ibu rumah tangga di RT 03 RW 05 Kelurahan Klasaman Kota Sorong. peserta pelatihan dapat terus berlatih membuat aneka kerajinan berbahan sampah anorganik hingga menjadi mahir sehingga membuka peluang meningkatkan pendapatan keluarga. Kata Kunci: Sampah, Anorganik, Pengabdian Kepada Masyarakat    ABSTRACT Inorganic waste comes from non-renewable natural resources. Most inorganic substances as a whole cannot be decomposed by nature. Negative impact on the environment and social life if this inorganic waste is not managed correctly in the long term, it can cause health problems. This training teaches the community to make handicrafts from waste and market products made from recycled wasteThe method applied in this activity is training and hands-on practice. Forty housewives and young women were involved in this training activity. Training Then, the movement was carried out using the lecture method, starting with delivering material orally about waste management, counselling on sorting organic and inorganic waste, followed by material on the 3R concept. During the practice, the mothers of the training participants were trained to make plastic-based ink plates from bottled water drink glass waste. Discussions were also held so that homemakers better understand the material provided and provide opportunities to be more actively involved. This community service activity is evaluated by looking at the ongoing process. The training participants were very enthusiastic about participating in the training stages from the beginning to the training event. Most of the participants wanted this training program to continue. Apart from filling their free time between taking care of the family, it also opened up opportunities to increase family income. Meanwhile, the inhibiting factor for this community service activity is related to the limited time. The participants' enthusiasm made the time seem short because it had to end when they understood organic and inorganic waste and started to be fluent in the practice of making recycled products. However, almost all of them completed their work from plastic waste. Community service activities provide training on the use of inorganic waste into recycled products for homemakers in Klasaman Village, Sorong City. Training participants can continue making various handicrafts made from inorganic waste until they become proficient at increasing family income opportunities. Keywords: Waste, Inorganic, Community Service
Pelatihan Hand Sanitizer Ekstrak Daun Sirih Dan Jeruk Nipis Sebagai Antisipasi Penularan Covid-19 Mutasi Varian Omicron Devi Ristian Octavia; Elasari Dwi Pratiwi; Djati Wulan Kusumo; Irma Susanti; Salma Nur Azizah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5763

Abstract

ABSTRAK Munculnya varian baru Covid-19 menyebabkan kekhawatiran utama karena varian Omicron ini lebih menular dibandingkan dengan varian lainnya. Upaya yang dapat dilakukan untuk memutus mata rantai infeksi Covid-19 melalui langkah pencegahan, salah satunya adalah penggunaan handsanitizer. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah lokasi desa yang jauh dari fasilitas kesehatan dan susah mendapatkan handsanitizer. Selain itu masyarakat Desa Kuluran kecamatan Kalitengah belum memahami bahwa handsanitizer dapat dibuat dari bahan alami yaitu daun sirih dan jeruk nipis sehingga pada pengabbdian masyarakat ini memberdayakan masyarakat utuk membuat handsanitizer dengan bahan alami. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini berupa partisipasi masyarakat dengan indikator kesertaan masyarakat dalam kegiatan melalui sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan lima tahap yaitu; identifikasi masalah dan potensi desa, analisis kebutuhan mitra, penyusunan program bersama, sosialisasi dengan metode diskusi kelompok tentang pembuatan Handsanitizer ekstrak daun sirih dan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan handsanitizer alami. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Kuluran Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan pada bulan Desember 2021 yang dihadiri oleh 25 orang yang tergabung dalam kelompok asuhan mandiri TOGA. Hasil akhir dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat dalam membuat handsanitizer secara mandiri tergolong dalam kategori baik yaitu >75% mampu membuat handsanitizer sesuai prosedur. Dengan adanya penyuluhan pembuatan hand sanitizer dari bahan alam sebagai bahan baku diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan bahan disekitarnya untuk mencegah dan menanggulangi Covid-19. Kata Kunci: Covid-19; Daun Sirih; Hand Sanitizer ABSTRACT A new variant of Covid-19 caused a major emergence because this Omicron variant is more contagious than other variants. Efforts that can be made to break the chain of Covid-19 infection through preventive measures, one of which is the use of hand sanitizer. The problem faced by partners in community service is the location of the village which is far from health facilities and it is difficult to get hand sanitizer. In addition, the people of Kuluran Village, Kalitengah sub-district do not understand that hand sanitizer can be made from natural ingredients, namely betel leaf and lime so that this community service empowers the community to make hand sanitizer with natural ingredients. The method used in this community service is in the form of community participation with indicators of community participation in activities through socialization and training. Activities carried out in five stages; knowing the problems and potential of the village, training on partner needs analysis, joint program preparation, socialization with the group discussion method on making betel leaf extract Handsanitizer and continued with making natural hand sanitizer. This community service activity was carried out in Kuluran Village, Kalitengah Subdistrict, Lamongan Regency in December 2021 which was attended by 25 people who are members of the TOGA group. The final result of this community service shows that the community's ability to make hand sanitizer independently belongs to the good category, namely >75% able to make hand sanitizer according to the procedure. With counseling on the manufacture of hand sanitizers from natural ingredients as raw materials, it is hoped that the community can use the surrounding materials to prevent and cope with Covid-19. Keywords : Covid-19; betel leaf ; Hand Sanitizer
Sosialisasi Aplikasi “Nutribid” Sebagai Upaya Akselerasi Derajat Kesehatan Masyarakat Di Era Post-Pandemi Covid-19 Astri Nurdiana; Eka Andriani; Carudin Carudin; Siti Masfiah; Fatin Nuha Yamin; Meli Indriyani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6151

Abstract

ABSTRAK Penggunaan teknologi dapat menjembatani jarak yang ada antara kebutuhan pelayanan kesehatan dan berbagai hambatan di dalamnya yang disebabkan oleh pandemik covid-19, penggunaan teknologi merupakan potensi besar untuk menjadi media yang mendukung perkembangan manusia yang dapat mengakselerasi pengetahuan manusia. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan ke masyarakat tentang aplikasi online yang dapat digunakan untuk berkonsultasi seputar kesehatan reproduksi dan gizi, selain itu dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat bisa mendapatkan informasi kesehatan secara mudah, tanpa hambatan jarak dan waktu, serta disampaikan oleh tenaga kesehatan profesional. Metode yang digunakan melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi Nutribid kepada ibu hamil di wilayah desa Purwadana, menggali umpan baik dengan didasarkan pada evaluasi representasi aplikasi. Hasil: Hasil kegiatan penelitian ini adalah tersosialisasinya aplikasi Nutribid ke 56 sasaran. Pemanfaatan Aplikasi Nutribid oleh masyarakat, dengan total kegiatan konsultasi on-line selama 1 bulan sebanyak 36 kegiatan konsultasi kesehatan reproduksi dan 21 kegiatan konsultasi gizi. Dengan adanya aplikasi NUTRIBID masyarakat tidak perlu datang ke pusat-pusat pelayanan kesehatan untuk konsultasi, agar mencegah terpaparnya virus seperti pandemi covid-19 yang masih ada hingga saat ini. Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi NUTRIBID tersebut secara gratis untuk konsultasi gizi dan kesehatan secara gratis langsung dengan ahlinya sesuai dengan ilmu gizi dan kesehatan, sehingga bisa mengurangi informasi-informasi gizi dan kesehatan yang keliru seperti mitos maupun hoax. Kata Kunci: Android, Aplikasi, Covid-19, Konsultasi, Online  ABSTRACT The use of technology has great potential to become a bridge that can connect the gap between healthcare and patient demand with all the barriers which is cause by the Pandemic of Covid-19. the technology also able to supports human development and accelerates human knowledge, and it can bridge the gap between the need for health services and the numerous impediments in it generated by the covid-19 pandemic. Purpose: This program aims to raise public awareness about apps that can be used for reproductive health and nutrition. It is also intended that participants would be able to get health information quickly, without distance or time constraints which is given by healthcare professional. Method: Training and mentoring of the Nutribird application's use to pregnant women in the Purwadana village area, with the goal of obtaining positive feedback based on the evaluation of application representations. Result: The NUTRIBID application was distributed to 56 targets, as a result of this study activity the community used the NUTRIBID application with a total of 57 on-line consultations over the course of a month, including 36 health reproductive consultations and 21 nutrition consultations. Conclusion: People do not need to visit health service centers for simple consultation; therefore, they can use the NUTRIBID application as substitution to prevent the transmission of Covid-19 Virus. The NUTRIBID application is available to the public for free nutrition and health reproductive consultations, to minimize erroneous nutrition and health information such as myths and hoaxes. Keywords : Android, Application, Consultation, Covid-19, Online 
Pemanfaatan dan Pembuatan Minuman Kesehatan Kombinasi Bunga Telang Plus Jahe di Masa Pandemi Covid-19 di PKK Kelurahan Kauman Kota Malang Luluk Anisyah; Sugiyanto Sugiyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5861

Abstract

ABSTRAK  Peningkatan kejadian penyakit degeneratif cenderung meningkat seiring bertambahnya usia sehingga lebih banyak dialami oleh lansia sehingga rentan mengalami kelelahan atau kondisi kesehatan yang terkadang tidak optimal. Berdasarkan kondisi tersebut, maka diperlukan peningkatan pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan tubuh serta upaya pencegahan dan penanganan kejadian tersebut. Salah satunya minuman yang menawarkan khasiat kesehatan bagi tubuh adalah kombinasi teh bunga telang dan jahe sebagai ramuan tradisional untuk minuman kesehatan berbentuk seduhan atau celup, sehingga dengan adanya pemberian edukasi kepada kader PKK pendamping lansia di Kelurahan Kauman Kota Malang tentang manfaat minuman kesehatan secara luring dengan menggunakan simplisia bunga telang dan jahe, sehingga didapatkan tubuh dan imunitas yang sehat. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengangkat manfaat bahan alami simplisia bunga telang dan jahe sebagai bahan dasar sediaan minuman kesehatan yang aman untuk lansia. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengangkat manfaat bahan alami simplisia bunga telang dan jahe sebagai bahan dasar sediaan minuman kesehatan yang aman untuk lansia Metode pelaksanaannya meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan, pelaksanaan serta hasil yang diperoleh dari kegiatan dengan menggunakan lembar kuesioner terhadap peningkatan tingkat pengetahuan 75,8 % terkait edukasi penurunan sistem organ tubuh pada manusia, manfaat dan khasiat bunga telang dan jahe 67 % dan terhadap keterampilan pembuatan sediaan minuman kesehatan 61 %. Kesimpulan bahwa untuk meningkatkan pengetahuan terkait pengetahuan terhadap fungsi sistem organ pada lansia, manfaat dan khasiat bunga telang, dan pelatihan cara pembuatan sediaan minuman kesehatan kepada para kader PKK dapat tercapai Kata Kunci : Minuman kesehatan, Lansia, Bunga Telang, Jahe  ABSTRACT The increase in the incidence of degenerative diseases tends to increase with age so that the elderly are more likely to experience fatigue or health conditions that are sometimes not optimal. Based on these conditions, it is necessary to increase knowledge about how to maintain body health as well as efforts to prevent and handle these events. One of the drinks that offer health benefits for the body is a combination of telang flower tea and ginger as traditional ingredients for health drinks in the form of steeping or dipping, so that by providing education to PKK cadres who accompany the elderly in Kauman Village, Malang City about the benefits of offline health drinks using simplicia telang flower and ginger, so you get a healthy body and immunity. This community service activity aims to raise the benefits of natural ingredients simplicia telang flower and ginger as the basic ingredients for the preparation of health drinks that are safe for the elderly. This community service activity aims to raise the benefits of natural ingredients simplicia telang flower and ginger as basic ingredients for safe health drink preparations for the elderly. The method of implementation includes 3 activities, including: Stages of preparation, implementation and the results obtained from activities using a questionnaire sheet to increase the level of knowledge is 75.8% related to education on the decline of body organ systems in humans, the benefits and efficacy of telang flower and ginger 67% and the skills of making health drink preparations 61%. The conclusion is that to increase knowledge related to knowledge of organ system functions in the elderly, the benefits and efficacy of telang flower, and training on how to make health drink preparations for PKK cadres can be achieved. Keywords: Health drink, Elderly, Telang flower, Ginger
Hidup Berdampingan dengan Pandemi COVID-19 Puteri Reno Fadila; Mochammad Ridhwan Soediono; Sitisalma Amirah Dzakiyyah; Archangela Olivia Eugenia; Ardiar Rahmannanda Laksanadi; Cherryl Aurelia; Chitra Devi Paramita Prasetyawati; Farah Ayu Noviannisa; Fayka Putri Poempida; Josephine Queena Maureen; Zakiyatul Faizah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5828

Abstract

ABSTRAKDi era modern ini–yang identik dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan gadget sebagai sarana komunikasi berkembang sangat pesat. Seluruh orang di dunia aktif menggunakan media sosial untuk mengakses dan menyampaikan informasi, terlebih masyarakat Indonesia yang terkenal sangat aktif dalam media sosial. Tingginya angka penggunaan media sosial ini dapat meningkatkan penyebaran isu atau konten-konten yang tidak terjamin kebenarannya, namun sering langsung dipercaya oleh masyarakat. Oleh karena itu, kelompok kami menyelenggarakan kegiatan dengan nama “Chloroquine: Chapters of Our Lives in The Pandemic Era” dan topik “Hidup Berdampingan dengan Covid-19” ini dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat serta mendukung pelaksanaan vaksin dan program 3T (testing, tracing, treatment). Melalui kegiatan ini, kami berharap agar kecenderungan masyarakat untuk menyebarkan informasi dapat bermanfaat guna menekan penyebaran isu atau konten yang tidak pasti kebenarannya mengenai covid di media sosial. Kegiatan ini dilakukan dengan metode daring melalui platform Instagram dan Spotify dengan target audiens yakni masyarakat awam. Di Instagram, kami mengunggah konten seputar topik yang diangkat. Di Spotify, kami  mengunggah podcast mengenai topik tersebut dengan R. A. Adaninggar P. N., dr., Sp.PD sebagai narasumbernya. Lalu, kami menyematkan kuesioner pada laman Instagram dan Spotify dan hasilnya dijadikan evaluasi pemahaman pendengar. Kuesioner tersebut kami bagikan melalui google form dan terdiri dari 10 pertanyaan seputar topik (@1 poin) dengan pilihan jawaban berupa pilihan ganda. Berdasarkan respon pengisian kuesioner di google form, didapatkan partisipan sebanyak 113 orang yang telah mengerjakan kuesioner tersebut. Adapun nilai rata-rata partisipan adalah 7,86 poin dengan rentang nilai dari 3–10 poin dan nilai tengahnya adalah 8 poin. Kata Kunci: media sosial, COVID, Instagram, Spotify ABSTRACTIn this modern era–which is identical to the improvement of information and communication technology, the use of gadgets as communication tools develops very rapidly. All people around the world are actively using social media to access and deliver information, moreover, the Indonesian people are well-known for being very active in social media. This high use of social media can increase the spread of issues or content which are not guaranteed the truth but are often immediately trusted by the community. Therefore, our group organize this activity under the name “Chloroquine: Chapters of Our Lives in The Pandemic Era” and by topic “Living Side by Side with Covid” in order to improve public understanding and awareness as well as support the implementation of vaccine and 3T program (testing, tracing, treatment). Through this activity, we hope that the tendency of the community to disseminate information is beneficial to suppressing the spread of negative issues or content which are not guaranteed the truth about covid on social media. This activity is held by online methods through Instagram and Spotify platforms with the laity as the target audience. On Instagram, we upload content about the appointed topic. On Spotify, we upload podcasts about the topic with doctor R. A. Adaninggar P. N., an internist, as the expert. Then, we pin a questionnaire on the Instagram and Spotify pages and the results are used as an evaluation of the audience’s understanding. The questionnaire is distributed through google form and it consists of 10 multiple choice questions surrounding the topic (@1 point). Based on the questionnaire completion in google form, participants who have completed the questionnaire are as many as 113 people. The participant’s average score is 7,86 points with a range value from 3–10 points and the median score is 8 points. Keywords: social media, COVID, Instagram, Spotify

Page 59 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue