cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Upaya Peningkatan Peran Kader Posyandu dalam Pelaksanaan Lima Program Terpadu Melalui Implementasi Sistem Lima Meja Magdalena Paunno; Lea Mediatrix Janwarin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5537

Abstract

ABSTRAK Pos pelayanan terpadu (Posyandu) adalah perpanjangan tangan Puskesmas yang memberikan pelayanan dan pemantauan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu. Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) dengan sasaran seluruh masyarakat/keluarga, utamanya adalah bayi baru lair, bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, dan pasangan usia subur (PUS). Posyandu Balita Namakoli terletak di Negeri Alang, Kabupaten Maluku Tengah dan merupakan jejaring pelayanan kesehatan dari Puskesmas induk yaitu Puskesmas Alang. Permasalahan yang terjadi di Posyandu tersebut adalah dari sisi pelaksana posyandu yaitu kader, dimana pergantian kader Posyandu berdampak pada perbedaan tingkat pengetahuan antar kader dan belum optimalnya pelaksanaan Posyandu dengan lima program terpadu melalui implementasi sistem pelayanan lima meja. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu. Untuk itu, dalam kegiatan pengabdian ini metode pelaksanaan yang digunakan adalah refreshing kader dan role play lima program terpadu melalui implementasi sistem lima meja. Berdasarkan hasil evaluasi diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader setelah dilakukan kegiatan pengabdian. Hal ini dapat dilihat dari nilai post-test yang menunjukkan bahwa pengetahuan mitra terkait dengan sistem pelayanan lima meja meningkat 95% dari nilai pre-test dan didukung dengan hasil dari lembar observasi kesesuaian pelaksanaan kegiatan lima meja yang sudah dilaksanakan dengan baik oleh kader pada saat role play.  Dari hasil tersebut, diharapkan agar terjadi peningkatan peran kader dalam pelaksanaan lima program terpadu melalui implementasi sistem pelayanan lima meja di Posyandu. Kata Kunci: Kader, Posyandu. Lima Program Terpadu, Sistem Lima Meja  ABSTRACT Integrated service post (Posyandu) is an extension of the Puskesmas that provides health services and monitoring that is carried out in an integrated manner. Posyandu is a form of community-based health effort (UKBM) targeting the entire community/family, especially newborns, infants, toddlers, pregnant women, breastfeeding mothers, postpartum mothers, and couples of childbearing age (PUS). The Posyandu Toddler Namakoli is located in Negeri Alang, Central Maluku Regency, and is a network of health services from the main health center, namely Alang Health Center. The problems that occur in the Posyandu are from the posyandu implementing side, namely cadres, where the replacement of Posyandu cadres has an impact on differences in the level of knowledge between cadres and the implementation of Posyandu with five integrated programs is not optimal through the implementation of a five-table service system. The purpose of this service is to increase the knowledge and skills of Posyandu cadres. For this reason, in this service activity, the implementation method used is refreshing cadres and role-play of five integrated programs through the implementation of the five-table system. Based on the results of the evaluation, it was found that there was an increase in the knowledge and skills of cadres after service activities were carried out. This can be seen from the post-test score which shows that the knowledge of partners related to the five-table service system increased by 95% from the pre-test value and was supported by the results of the observation sheet on the suitability of the five-table activity implementation that had been carried out well by the cadres at the time of the role. play.  From these results, it is hoped that there will be an increase in the role of cadres in the implementation of five integrated programs through the implementation of a five-desk service system in Posyandu. Keywords: Cadre, Posyandu. Five Integrated Programs, Five Desk System
Edukasi Kesehatan Mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja, Keputihan, Kanker Payudara dan Pelatihan Pemeriksaan SADARI di Pelajar Putri SMAN 27 Jakarta Pusat Syarinta Adenina; Zakiyah Zakiyah; Damarizqa Dara Sjahruddin; Aulia Rahma Isnaeni; Siti Zahra Syahroni; Sri Rahayu Ningsih; Nasriyatul Hannak
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6260

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan di mana terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang  pesat  baik  secara  fisik,  psikologis  maupun  intelektual. Pada masa ini, remaja rentan mengalami masalah seksualitas atau kesehatan reproduksi terutama bagi remaja dengan pengetahuan yang kurang mengenai kesehatan reproduksi, keputihan, kanker payudara dan cara melakukan SADARI. SMAN 27 Jakarta Pusat merupakan sekolah yang memiliki proporsi siswi putri yang banyak dengan rentang usia yang tepat untuk melakukan pencegahan dini terhadap masalah kesehatan reproduksi remaja. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kesehatan reproduksi remaja, keputihan, kanker payudara dan pelatihan SADARI. Materi diberikan secara daring melalui power point dan penanyangan video. Sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan, peserta akan diminta untuk mengerjakan pertanyaan mengenai topik tersebut. Hasil pretest dan posttest ditampilkan dalam tabel deskriptif. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri perihal penularan infeksi saluran reproduksi, penyebab keputihan, dampak keputihan, factor resiko kanker payudara, pencegahan kanker payudara, pemeriksaan deteksi kanker payudara dan waktu pemeriksaan SADARI. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja, keputihan dan kanker payudara pada pelajar putri SMAN 27 Jakarta Pusat. Kata Kunci: Keputihan, SADARI, Kesehatan Reproduksi Remaja  ABSTRACT Adolescence is a period of transition where there is rapid growth and development both physically, psychologically, and intellectually. At this time, adolescents are vulnerable to reproductive health problems, especially adolescents with less knowledge about reproductive health, vaginal discharge, breast cancer, and how to do Breast Self Examination (BSE). SMAN 27 Central Jakarta is a school with a large proportion of female students with a suitable age range for the early prevention of adolescent reproductive health problems. Therefore, it is necessary to carry out community service activities through counselling to increase young women's knowledge about adolescent reproductive health, vaginal discharge, breast cancer, and BSE training. Materials are given online through power points and video shows. Before and after the counselling, participants will be asked to work on questions about the topic. The results of the pretest and posttest are shown in a descriptive table. Based on the results of the analysis, it is known that there is an increase in the knowledge of young women regarding the transmission of reproductive tract infections, the causes of vaginal discharge, the impact of vaginal discharge, risk factors for breast cancer, breast cancer prevention, breast cancer detection examinations and BSE examination time. So, it can be concluded that this community service activity has increased knowledge about adolescent reproductive health, vaginal discharge, and breast cancer in female students of SMAN 27 Central Jakarta. Keywords: Vaginal Discharge, BSE, Adolescent Reproductive Health
Peran Ibu pada 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Pencegahan Gangguan Tumbuh Kembang Anak Novi Puspita Sari; Nani Apriani Natsir Djide; Sulfiana S; Akmal Novrian Syahruddin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.6154

Abstract

ABSTRAK Seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) merupakan periode emas seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Gangguan yang terjadi pada periode ini, berdampak pada kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak yang bersifat permanen dan berjangka panjang serta lebih sulit untuk diperbaiki setelah anak berusia 2 tahun. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan akan pentingnya peran ibu pada masa 1000 HPK dalam pencegahan terjadinya gangguan tumbuh kembang pada anak. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi dan tanya jawab kepada 21 ibu-ibu yang memiliki anak usia 0-24 bulan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan, sebagian besar ibu belum mengetahui tentang 1000HPK serta dampak yang terjadi terhadap tumbuh kembang anak. Namun setelah dilakukan penyuluhan, pengetahuan dan pemahaman peserta tentang 1000HPK meningkat sekitar 94.8%. Saran agar orang tua rutin membawa dan memeriksakan anaknya setiap bulan ke pelayanan kesehatan dan memberikan asupan gizi yang cukup untuk menunjang tumbuh kembang yang optimal. Kata Kunci: Penyuluhan, 1000 HPK, Tumbuh Kembang  ABSTRACT The first thousand days of life (1000HPK) is a golden period for a child to grow and develop optimally. The obstacles that occur in this period will have an impact on the survival and development of children which are permanent and long term. The purpose was to increase knowledge about the importance of the role of mothers during the 1000HPK period in preventing developmental disorders. The method used is counseling, discussion and question and answer. Participants were 21 mothers with children aged 0-24 months. Based on the results, it showed that before counseling was carried out, most of the mothers did not know about the first 1000 days of life and the impact it had on children's growth and development. However, after the counseling was conducted, the participants' knowledge and understanding of 1000HPK increased by about 94.8%. Suggestions that parents continue to increase their activity in bringing and checking their children every month to health services and providing adequate nutritional intake to support optimal growth and development. Keywords: Counseling, 1000 HPK, Growth and Development
Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Terkait Pencegahan Kasus Scabies Di Panti.Asuhan Raudatul Aitam Bandar Lampung Rika Yulendasari; Mahda Afsani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.4927

Abstract

ABSTRAK Scabies merupakan penyakit kulit berjangkit yang ditandai dengan kelainan kulit berupa papula, vesikel, urtikaria, dan krista yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei dengan keluhan gatal terutama pada saat malam hari. Penyakit ini ada di masyarakat yang tinggal di tropis negara, seperti Indonesia, terutama pada anak-anak yang tinggal di daerah penduduk yang padat dan lembab seperti di panti asuhan Hasil survei didapatkan prevalensi skabies 25% pada orang dewasa, sedangkan prevalenssi tertinggi terjadi pada anak sekolah yaitu 30-65%. Pendidikan kesehatan adalah untuk mencegah penyakit ini. Tujuan penyuluhan Setelah dilakukan penyuluhan setelah dilakukan penyuluhan sebagian besar / lebih dari 60% peserta sudah mengetahui dan terampil dalam melakukan oencegahan penyakit scabies pada anak di Panti Asuhan Raudatul Aitam Lampung Bandar. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan flip chart dan leaflet. Pengetahuan dan keterampilan pencegahan skabies di Panti Asuhan Bandar Lampung meningkat 80% Kata Kunci: Penyuluhan; Skabies; Anak-anak panti asuhan. ABSTRACT Scabies is an infectious skin disease characterized by skin disorders in the form of papules, vesicles, urticaria, and cristae caused by the mite Sarcoptes scabies with complaints of itching, especially at night. This disease is present in people living in tropical countries, such as Indonesia, especially in children living in densely populated and humid areas such as orphanages. The survey results found that the prevalence of scabies was 25% in adults, while the highest prevalence occurred in school children. Ie 30-65%. Health education is to prevent this disease. The purpose of counseling After counseling after counseling, most / more than 60% of participants already know and are skilled in preventing scabies disease in children at the Raudatul Aitam Orphanage, Lampung Bandar. Activities are carried out in the form of health education using flip charts and leaflets. Knowledge and skills of scabies prevention at the Bandar Lampung Orphanage increased by 80%.Keywords: Counseling, Scabies, Orphanage Children
Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMK tentang Bahaya Phubbing (Phone Snubbing) melalui Penyuluhan Budaya Tepo Seliro Surya Adhi Nugraha; Ach. Sudrajad Nurismawan; Najlatun Naqiyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6848

Abstract

ABSTRAK Maraknya perilaku bermain gawai secara berlebihan dan mengacuhkan orang di sekitarnya atau biasa disebut Phubbing di SMK YPM 7 Tarik sangatlah mengkhawatirkan. Sehingga perlu mendapatkan penanganan agar tidak semakin parah. Tujuan kegiatan ini adalah mendorong siswa agar dapat memahami pentingnya berkomunikasi secara langsung dengan orang lain dan menghindari perilaku Phubbing melalui budaya tepo seliro. Untuk metode, kegiatan menggunakan penyuluhan dengan media PowerPoint dan menampilkan video bertema phubbing secara langsung di kelas. Setelah dilakukan penyuluhan dan dibagikan angket sederhana pada siswa diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa terkait bahaya phubbing serta cara menghargai orang di sekitarnya ketika bertatap muka secara langsung. Bisa disimpulakan bahwa kegiatan penyuluhan budaya tepo seliro ini telah sesuai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kata kunci: Budaya Tepo Saliro, Phone Snubbing, Siswa SMK  ABSTRACT The rampant behavior of playing with gadgets excessively and ignoring the people around them, commonly called Phubbing at SMK YPM 7 Tarik, is worrying. Thus it needs to get treatment, so it doesn't get worse. This activity aims to encourage students to understand the importance of communicating directly with other people and avoiding Phubbing through the 'tepo seliro' culture, for the method of counseling activities using PowerPoint media and showing phubbing-themed videos directly in class. After conducting counseling and distributing simple questionnaires to students, it was found that there was an increase in students’ knowledge regarding the dangers of phubbing and how to respect the people around them when meeting face to face. We can conclude that this Tepo Seliro cultural extension activity has followed the predetermined objectives. Keywords: Budaya Tepo Saliro, Phone Snubbing, Vocational Students
Peningkatan Pengasuhan Bayi Berat Lahir Rendah (Bblr) oleh Tenaga Kesehatan dan Kader Erlina Suci Astuti; Fitriana Kurniasari Solikhah; Naya Ernawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7950

Abstract

ABSTRAK Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab kedua kematian neonatus di Indonesia, yaitu sebanyak 20,7%, untuk itu perawatan BBLR di rumah sakit dan perawatan lanjutan di komunitas terutama pada 2 bulan berikutnya dan 2 tahun pertama sangat penting. Bayi dengan berat lahir rendah membutuhkan perawatan intensif baik saat di rumah sakit maupun masa peralihan dari rumah sakit kerumah karena secara fisiologis bayi BBLR/premature terus beradaptasi. Dukungan kader dan tenaga kesehatan terhadap pelayanan kesehatan bayi BBLR sangat diperlukan untuk meningkatkan pengasuhan bayi BBLR. Untuk meningkatkan perawatan BBLR di komunitas melalui kemitraan dengan pemegang program kesehatan ibu dan anak di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Malang melalui tenaga Kesehatan di komunitas dan kader Kesehatan untuk mendampingi keluarga yang mempunyai BBLR Pelaksanaan kegiatan berupa persiapan, pelaksanaan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Tahap pelaksanaan pelatihan dan pendampingan yang meliputi kegiatan pelatihan (teori, praktek) dan pendampingan. Untuk memberikan pemahaman dan pengalaman langsung akan dilaksanakan pendampingan nakes dan kader kepada keluarga yang mempunyai BBLR. Kegiatan ini menemukan bahwa penerapan program pelatihan peningkatan pengasuhan bayi BBLR ini terbukti secara efektif meningkatkan pengetahuan kader dan tenga kesehatan dalam pengasuhan bayi BBLR. Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada pemegang kebijakan dapat memberikan penyegaran berupa pelatihan pada nakes dan kader tentang peningkatan pengasuhan BBLR sehingga dapat dilakukan monitoring dan pendampingan BBLR untuk meminimalkan risiko stunting. Kata Kunci: Perawatan Bayi, BBLR, Tenaga Kesehatan, Kader  ABSTRACT Low Birth Weight (LBW) is the second cause of neonatal death in Indonesia, which is as much as 20.7%, for this reason, LBW care in hospitals and follow-up care in the community, especially in the next 2 months and the first 2 years is very important. Babies with low birth weight require intensive care both in the hospital and during the transition from hospital to home because physiologically LBW/premature babies continue to adapt. The support of cadres and health workers for LBW infant health services is very much needed to improve LBW infant care. to improve LBW care in the community through partnerships with maternal and child health program holders in the Malang District Health Office through community health workers and health cadres to assist families who have LBW The solution offered is to increase the knowledge and skills of cadres and health workers in the care of LBW. This activity found that the implementation of the training program to improve the care of LBW babies was proven to be effective in increasing the knowledge of cadres and health workers in caring for LBW babies. Based on these results, it is recommended that the Malang District Health Office can provide refreshment in the form of training for health workers and cadres on improving LBW care so that LBW monitoring and assistance can be carried out to minimize the risk of stunting. Keywords: Baby Care, LBW, Health Workers, Cadre
Edukasi Pengolahan Makanan Pendamping Asi (MP-Asi) sebagai upaya Pencegahan Stunting pada Balita Sulkifli Nurdin; Meriem Meisyaroh Samson; Sri Sakinah; Asnuddin Asnuddin; Hasrul Hasrul; Murtini Murtini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6680

Abstract

ABSTRAK Tingginya angka stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang Provisnsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Salah satu Desa yang cukup tinggi adalah Desa Cenrana Kecamatan Panca Lautang. Survai awal yang dilakukan ditemukan kelompok Ibu cenderung kurang memeiliki pengetahuan dan keterampilan dalam upaya pencegahan stunting, ITKeS Muhammadiyah Sidrap merupakan salah satu perguruan tinggi swasta dibidang Kesehatan yang berperan dalam program pemerintah dalam pencegahan dan penanganan stunting. Tujuan Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan upaya peningkatan gizi anak dalam pencegahan stunting melalui kegiatan pemberian edukasi pengolahan makanan pendampinga ASI (MP-ASI). Metode edukasi dalam bentuk dialog interktif dan mendemostrasikan pembuatan makanan tambahan pendamping asi (MP-ASI) yang mudah diolah dan kaya akan gizi balita untuk mencegah stunting. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam pengolahan makanan tambahan pendamping ASI berbahan lokal. Setelah kegiatan ini dilakukan terdapat perubahan perilaku peserta dalam memilih dan mengolah makanan tambahan untuk anak balitanya untuk pencehagan stunting.   Kata Kunci: MP-ASI, Stunting;, Masyarakat;, Pangan Lokal  ABSTRACT The high stunting rate in Sidenreng Rappang Regency, South Sulawesi Province, Indonesia. One of the villages that is quite high is Cenrana Village, Panca Lautang District. The preliminary data found that the mother group tended to lack knowledge and skills in prevention stunting, ITKeS Muhammadiyah Sidrap is one of the private universities in the health sector that plays a role in government programs in stunting prevention and management. The purpose of implementing this community service is an effort to improve children's nutrition in preventing stunting through providing education on processing complementary foods for breastfeeding (MP-ASI). The educational method is in the form of interactive dialogue and demonstration of making complementary food for complementary feeding (MP-ASI) which is easy to process and rich in toddler nutrition to prevent stunting. This activity succeeded in increasing knowledge and ability in processing complementary foods made from local complementary foods. After this activity was carried out there was a change in the behavior of participants in choosing and processing additional food for their toddlers to prevent stunting. Keyword: MP-ASI, Stunting, Public, Local Food 
Diversification of Ironwood Waste as Educational Dental Keychains Ika Kusuma Wardani; Deby Kania Tri Putri; Erika Norfitriah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7868

Abstract

ABSTRACT The incidence of oral disease is primarily due to neglected dental and oral hygiene factors. The leading cause of oral hygiene problems is the lack of knowledge about dental and oral maintenance, so the behavior applied is inappropriate and tends to ignore oral hygiene.  This program aims to create media for dental and oral health counseling and increase sales.  The method used is counseling, training, mentoring, and evaluation. This program resulted in diversified ironwood waste products and promotions to convey dental and oral health messages. Diversification of ironwood waste into educational dental keychains is expected to improve the level of dental and oral health of the community, especially in South Kalimantan, and is expected to increase sales. Keywords: Diversification, Ironwood Waste, Educational Dental Keychains
Pelatihan dan Pendampingan Kader tentang Asi Eksklusif dan Cara Menyusui yang Tepat di Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur Junita Maratur Silitonga; Sri Laela
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7787

Abstract

ABSTRAK Menghadapi kehamilan merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan kecemasan (Esthini, 2016). Persiapan menyusui pada masa kehamilan merupakan hal penting, sebab dengan persiapan yang baik maka ibu lebih siap untuk menyusui bayinya. Persiapan tersebut meliputi pengetahuan dan dukungan psikologis untuk mempersiapkan mental, dan pelayanan kesehatan untuk mempersiapkan keadaan fisik ibu (Rinata, 2015). Kader kesehatan masyarakat adalah pihak dari masyarakat  yang merupakan lini terdepan dalam membantu masyarakat di desa mengatasi permasalahan kesehatan termasuk membantu keberhasilan ibu menyusui memberikan ASI ekslusif selama enam bulan dan melanjutkan sampai dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,8% kader sangat setuju bahwa mereka berperan dalam keberhasilan ibu menyusui. Selain itu, 66% kader membutuhkan kelompok diskusi dengan pertugas kesehatan tentang menyusui secara tatap muka. Dalam melaksanakan perannya, juga terdapat kendala yang dihadapi kader kesehatan dalam membantu ibu menyusui yaitu merasa gagal dalam berkomunikasi dan meyakinkan ibu untuk menyusui bayinya (21,3%), belum memiliki pengetahuan yang memadai ketika ibu menyusui mengeluhkan ASI nya sedikit, puting kecil, dan bayi tidak mau menyusui (17%). Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan kader kesehatan tentang ASI eksklusif dan cara menyusui yang tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan, meliputi penyuluhan kesehatan mengenai ASI eksklusif dan dilakukan pendampingan kader untuk melakukan penyuluhan kesehatan pada ibu hamil, mengajarkan tehnik menyusui yang benar. Responden pada palatihan ini adalah kader, berjumlah 10 orang, bertempat di Wilayah RW 011 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan, para Kader diberikan Pre test – Post test. Hasil yang dicapai yaitu meningkatnya pengetahuan dan kemampuan Kader dalam melakukan penyuluhan Kesehatan kepada ibu hamil. Kata kunci: ASI Eksklusif, Ibu Hamil, Kader      ABSTRACT Facing pregnancy is one of the factors that can cause anxiety (Esthini, 2016). Preparation for breastfeeding during pregnancy is important, because with good preparation, mothers are better prepared to breastfeed their babies. The preparation includes knowledge and psychological support to prepare mentally, and health services to prepare the mother's physical condition (Rinata, 2015). Community health cadres are part of the community who are at the forefront of helping people in the village overcome health problems, including helping breastfeeding mothers succeed in providing exclusive breastfeeding for six months and continuing for up to two years. The results showed that 63.8% of cadres strongly agreed that they played a role in the success of breastfeeding mothers. In addition, 66% of cadres require face-to-face discussion groups with health workers about breastfeeding. In carrying out their role, there are also obstacles faced by health cadres in helping breastfeeding mothers, namely feeling a failure in communicating and convincing mothers to breastfeed their babies (21.3%), not having adequate knowledge when breastfeeding mothers complain of little breast milk, small nipples, and babies do not want to breastfeed (17%). The purpose of community service activities is to organize training and assistance for health cadres on exclusive breastfeeding and proper breastfeeding methods. The methods used in the training and mentoring activities include health counseling on exclusive breastfeeding and mentoring of cadres to provide health education to pregnant women, teach correct breastfeeding techniques. Respondents in this training were cadres, totaling 10 people, located in RW 011, Cipinang Besar Utara Village, East Jakarta. To find out the increase in the knowledge of cadres before and after training, the cadres were given a pre-test - post-test. The results achieved are increased knowledge and ability of Cadres in conducting health education to pregnant women. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Pregnant Women, Cadres
Penyuluhan Risiko Penyakit Ginjal Kronis pada Pasien Hipertensi Prolanis Putewa Jakarta Timur Patwa Amani; Donna Adriani; Mustika Anggiane Putri; Yudhisman Imran
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7033

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis yang masih menjadi beban kesehatan global maupun nasional. Sebagian besar penderita hipertensi masih rendah angka kepatuhan minum obatnya. Hal ini menyebabkan hipertensi menjadi kronis dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit gagal ginjal kronis. Sebagian besar penderita hipertensi masih belum mengetahui bahwa hipertensi tidak terkontrol dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal yang mengharuskan seseorang untuk melakukan hemodialisa rutin. Beban kesehatan dan ekonomi nasional dapat dikurangi apabila prevalesni hipertensi dan gagal ginjal dapat diturunkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pengetahuan pasien hipertensi mengenai perjalanan penyakit dan komplikasi hipertensi sehingga menimbulkan motivasi untuk minum obat secara teratur dan rutin kontrol ke dokter. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien hipertensi mengenai risiko penyakit ginjal kronis. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan yang dilanjutkan dengan diskusi, pemeriksaan tekanan darah dan pemberian obat darah tinggi gratis untuk satu bulan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah rerata pasien hipertensi memiliki tekanan darah yang belum terkontrol, ditandai dari rerata sistole adalah 141.06 ± 20.25 mmHg dan rerata diastole adalah 87.72 ± 9.63 mmHg. Sebelum penyuluhan sebagian besar peserta belum mengetahui bahwa penyakit ginjal kronis meripakan komplikasi hipertensi. Setelah penyuluhan semua peserta telah memahami komplikasi hipertensi dan berkomitmen untuk minum obat secara teratur. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa penyuluhan kesehatan yang tepat dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi pasien hipertensi untuk minum obat secara teratur dan rutin kontrol ke dokter.Kata Kunci: Hipertensi, Penyakit Ginjal Kronis, LansiaABSTRACTHypertension is a chronic disease that is still a global and national health burden. Most people with hypertension lack adherence to taking their medication. This phenomenon causes hypertension to become a chronic stage and increases the risk of chronic kidney failure. Most people with hypertension do not know that long-term uncontrolled hypertension can lead to kidney failure and requires routine hemodialysis. The national health and economic burden can be reduced if the prevalence of hypertension and kidney failure can be reduced. The efforts that can be made are to increase the patient's knowledge about complications of hypertension so that it increases self-motivation to adhere to the rules of medication regularly and have regular check-ups with the doctor. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of hypertensive patients about the risk of chronic kidney disease. The method we used is health education followed by discussion, blood pressure examination, and provide free hypertensive medication for one month. The results obtained from this activity are the average hypertensive patient has uncontrolled blood pressure, as indicated by the mean systolic is 141.06 ± 20.25 mmHg and the average diastolic is 87.72 ± 9.63 mmHg. Before counseling, most of the participants did not know that chronic kidney disease is a complication of hypertension. After counseling, all participants understood the complications of hypertension and were committed to taking the medication regularly. The conclusion is proper health counseling can increase the knowledge and motivation of hypertensive patients to take medication regularly and have regular check-ups with the doctor. Keywords: Hypertension, Chronic Kidney Disease, Elderly

Page 62 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue