cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Sosialisasi Rebusan Daun Binahong (Anredera Cordifolia) sebagai Minuman Alternatif Menurunkan Kadar Gula Darah I Made Raka; Nurul Kartika Sari; Vera Iriani Abdullah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7677

Abstract

ABSTRAK Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2018 menyatakan bahwa 70 % dari total kematian di dunia disebabkan penyakit diabetes mellitus (DM), Indonesia menjadi urutan ke-4  dengan jumlah penderita terbanyak. Hal ini sebabkan akibat pola kehidupan yang tidak terkontrol termasuk gaya hidup dan pola makan yang tidak baik sehingga menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Kasus diabetes mellitus mengalami peningkatan setiap tahun, dari 346 kasus pada tahun 2004 dan diprediksi akan meningkat 4.4% pada tahun 2030.  kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk melakukan scrining kadargula darah sewaktu, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan terkait penyakit DM dan pengolahan daun binahong. Yang digunakan dalam kegiatan  pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi serta pemeriksaan kesehatan. Jumlah peserta sebanyak 39 orang terdiri dari 30 peserta, 3 petugas prolanis dan narasumber serta Tim pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari bertempat di aula puskesmas Mariat. Kegiatan, peserta sebanyak 30 orang memiliki kadar gula darah normal dan 100% mengalami peningkatan pengetahuan dan ketrampilan terkait penyakit DM serta pengolahan daun binahong. Peserta 100% memiliki  kadar  gula darah sewaktu dalam batas normal, peserta 100% mengalami peningkatan pengetahuan terkait penyakit DM, peserta 100% mengalami peningkatan ketrampilan terkait pengolahan daun binahong. Kata Kunci: Kadar Gula Darah Puasa, Saponin, Lanjut Usia  ABSTRACT The World Health Organization in 2018 stated that 70% of the total deaths in the world were caused by diabetes mellitus (DM), Indonesia being the 4th place with the highest number of sufferers. This is due to an uncontrolled lifestyle, including a bad lifestyle and diet, causing health problems. Diabetes mellitus cases have increased every year, from 346 cases in 2004 and are predicted to increase by 4.4% in 2030. The purpose of this community service activity is to screen blood sugar levels, increase knowledge and skills related to DM disease and processing binahong leaves. The method used in this  community service activity uses counseling and demonstration methods as well as health checks. The number of participants was 39 people consisting of 30 participants, 3 prolanist officers and resource persons and the community service team. The activity was carried out for 3 days in the hall of the Mariat Health Center. The results of the activity, as many as 30 participants had normal blood sugar levels and 100% experienced an increase in knowledge and skills related to DM and processing binahong leaves. 100% of participants had blood sugar levels within normal limits, 100% of participants experienced an increase in knowledge related to DM, 100% of participants experienced an increase in skills related to binahong leaf processing.  Keywords: Fasting Blood Sugar Levels, Saponins, Elderly
Edukasi Perilaku Cuci Tangan Melalui Funhandwashing Menggunakan Media Audiovisual dalam Pencegahan Covid 19 Bahrah Bahrah; Mirna Wigunarti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6519

Abstract

ABSTRAK Anak-anak termasuk ke dalam kelompok usia yang sangat rentan terhadap penularan COVID-19 dari lingkungan sekitarnya. Salah satu upaya pengendalian penyebaran Covid-19 pada masyarakat dan anak-anak yaitu dengan menjaga kebersihan tangan. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh pengabdi di salah satu sekolah taman kanak-kanak Wilayah kerja Puskesmas Wosi yaitu dengan melakukan wawancara pada guru didapatkan data jumlah siswa/siswi di Taman kanak-kanan tersebut berjumlah sekitar 35 anak, selama ini telah diajarkan cara cuci tangan yang benar namun belum dapat diterapkan secara maksimal oleh anak-anak. Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan keterampilan anak-anak di taman kanak-kanak Wilayah kerja Puskesmas Wosi dalam melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan benar berdasarkan 6 langkah cuci tangan menurut WHO menggunakan media bantu video. Metode dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pelatihan menggunakan media bantu video dan melakukan pendampingan. Sasaran dalam pengabdian ini adalah anak-anak ditaman kanak-kanak Wilayah kerja Puskesmas Wosi yaitu sebanyak 2 sekolah. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 1 bulan dengan memberikan pelatihan selama 1 minggu menggunakan media bantu video cara melakukan 6 langkah CTPS dengan benar. Setelah dilakukan edukasi dan pendampingan CTPS yang benar menggunakan media video dan mengevaluasi hasil edukasi yang telah diberikan dengan menggunakan lembar observasi atau lembar cheklist kemampuan anak sekolah melakukan CTPS dengan benar setalah 7 hari diberikan media video, dapat simpulkan bahwa anak-anak mampu mempraktekkan kembali 6 langkah CTPS yang benar setelah diberikan media video selama 7 hari di TK Yapis III dan TK Insan Mulia Terpadu Manokwari. Diharapkan kepada pihak sekolah agar dapat lebih aktif untuk melibatkan pihak Puskesmas dalam memberikan promosi kesehatan terkait masalah kesehatan yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak-anak di masa sekolah. Kata Kunci:  Edukasi Perilaku Cuci Tangan, Media Video, Funhandwashing  ABSTRACT Children belong to the age group that is very vulnerable to transmission of COVID-19 from the surrounding environment. One of the efforts to control the spread of Covid-19 in the community and children is by maintaining hand hygiene. Based on a preliminary study conducted by a servant in one of the kindergarten schools in the working area of the Wosi Health Center, namely by conducting interviews with the teacher, it was found that the data on the number of students in the kindergarten was about 35 children, so far they have been taught how to wash their hands. that is correct but cannot be applied optimally by children. The purpose of this training is to improve the skills of children in Kindergarten in the Wosi Health Center working area in washing hands with soap (CTPS) correctly based on the 6 steps of hand washing according to WHO using video aids. The method in this service is to conduct training using video media and provide assistance. The targets in this service are children in kindergarten. The working area of the Wosi Health Center is 2 schools. This service activity was carried out for 1 month by providing training for 1 week using video media on how to do the 6 steps of CTPS correctly. After proper education and mentoring for CTPS using video media and evaluating the results of the education that has been given using observation sheets or checklist sheets on the ability of schoolchildren to do CTPS correctly, after 7 days of being given video media, it can be concluded that children are able to practice the 6 steps again. The correct CTPS after being given video media for 7 days in TK Yapis III and TK Insan Mulia Terpadu Manokwari. It is hoped that the school will be more active in involving the Puskesmas in providing health promotion related to health problems related to the growth and development of children during school. Keywords: Hand Washing Behavior Education, Media Video, Funhandwashing
Program Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Mengenai HIV/AIDS, Stigma dan Pencegahannya dengan Penyuluhan Kesehatan di Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Masta Melati Hutahaean; Laurena Ginting; Regina Marintan Sinaga; Nur Afifah Harahap; Nelly Dameria Sinaga
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7533

Abstract

ABSTRAK Terdapat berbagai macam masalah kesehatan di dunia yang sampai saat ini belum dapat terselesaikan. Salah satu permasalahan kesehatan yang terjadi saat ini adalah HIV/AIDS. Berdasarkan data dari Word Health Organization (WHO) tahun 2017 terdapat 36,9 juta orang di dunia orang hidup dengan HIV dengan 1,8 juta infeksi baru di tahun yang sama. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya stigma terhadap ODHA. Pendidikan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai HIV/AIDS dalam banyak penelitian dibuktikan sebagai salah satu faktor yang paling mempengaruhi terjadinya pegurangan stigma. Oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan guna mencegah terjadinya peningkatan penderita HIV/AIDS serta menghilangkan stigma terhadap penderita. Metode yang digunakan adalah penyuluhan. Kegiatan penyuluhan tentang HIV/AIDS, stigma dan pencegahannya dilaksanakan pada Hari Sabtu tanggal 07 Juni tahun 2022 pukul 09.00-14.00 WIB, bertempat di Balai Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan hasil analisis tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai pre-test 6,28 dan post-test 7,85, berdasarkan uji statistik diperoleh p value sebesar 0,001 artinya terdapat peningkatan pengetahuan responden seetelah diberikan penyuluhan.  Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan maka terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan tentang HIV/AIDS, stigma dan pencegahannya. Kata Kunci: HIV/AIDS, Pengetahuan, Penyuluhan  ABSTRACT There are various kinds of health problems in the world that until now have not been resolved. One of the current health problems is HIV/AIDS. Based on data from the World Health Organization (WHO) in 2017, there were 36.9 million people in the world living with HIV with 1,8 million new infections in the same year. There are several factors that influence the occurrence of stigma against people with HIV/AIDS. Health education that aims to increase knowledge about HIV/AIDS in many studies has been proven to be one of the most influential factors in reducing stigma. Therefore, it is necessary to provide counseling to prevent an increase in HIV/AIDS sufferers and to eliminate stigma against sufferers. The method used is counseling. Outreach activities about HIV/AIDS, stigma and prevention were carried out on Saturday, June 07 2022 at 09.00-14.00 WIB, at the Sampali Village Hall, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. Based on the results of the analysis of the table above, it can be concluded that it is known that the pre-test value is 6,28 and the post-test is 7,85 based on statistical tests obtained a p value of 0.001 which means that there is an increase in respondents' knowledge after being given counseling. After participating in counseling activities, there was an increase in knowledge before and after counseling about HIV/AIDS, stigma and prevention. Keywords: HIV/AIDS, Knowledge, Counselling
Peningkatan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Siswa SMAN 1 Wae Ri’i Kabupaten Manggarai Nur Dafiq; Yohanes Jakri; Yunikartika M. Sudin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.6484

Abstract

ABSTRAK  Hasil penelitian di Sekolah Menengah Kejuruan Negri Wae Ri’i menyatakan, cakupan siswa berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat rendah. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remajadalam penerapan PHBS di Sekolah Menengah Kejuruan Negri 1 Wae Ri’i. Manfaat kegiatan penyuluhan ini adalah agar remaja dapat mengetahui tentang pentingnya PHBS pada remaja serta cara agar terhindar dari dampak buruk akibat kesalahpahaman tentang PHBS. Metode yang digunaka dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pemberian test untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang PHBS. Terdapat 73%siswa yang berpengetahuan baik setelah mendapatkan edukasi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah tingkat pengetahuan ramaja menjadi lebih baik setelah mendapatkan edukasi. Remaja di SMAN Wae Ri’I mengetahui hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjaga pola hidup sehat dan bersih, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan. Saran dari kegiatan ini adalah adanya sinergi dan kerjasama baik dari pihak sekolah dalam upaya menjaga pola hidup bersih dan sehat. Kata Kunci: PHBS, Siswa, Penyuluhan ABSTRACT Background: The results of the research at the Wae Ri'i State Vocational High School stated that the scope of students' clean and healthy living behavior (PHBS) was very low. Objective: The purpose of this activity is to increase the knowledge of adolescents in the application of PHBS in the State Vocational High School 1 Wae Ri'i. The benefit of this outreach activity is that teenagers can know about the importance of PHBS in adolescents and how to avoid the negative impacts due to misunderstandings about PHBS. The method used in this activity is counseling and training to implement a clean and healthy lifestyle. The imple  mentation of the activity begins with giving a test to determine the level of students' knowledge about PHBS. There are 73% of students who have good knowledge after receiving education. The conclusion of this activity is that the level of knowledge of the youth becomes better after receiving education. Teenagers at SMAN Wae Ri'I know the things that need to be done to maintain a healthy and clean lifestyle, both for themselves and the environment. Suggestions from this activity are synergy and good cooperation from the school in an effort to maintain a clean and healthy lifestyle. Keywords: Clean And Healthy Lifestyle, Student, Counseling
Edukasi Pencegahan Penularan Covid-19 dan Pemberian Bantuan Sosial pada Masyarakat Terdampak Covid-19 di Panti Asuhan Putra Putri Papua Kabupaten Sorong Radeny Ramdany; Ariani Pongoh
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6121

Abstract

ABSTRAK Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus jenis baru yang belum pernah teridentifikasi pada manusia. Kabupaten Sorong merupakan salah satu daerah zona merah Covid-19 di Provinsi Papua Barat. Salah satu risiko penularan Covid-19 adalah berada di kerumunan atau di area dengan kepadatan manusia yang tinggi seperti di panti asuhan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penularan Covid-19 di Panti Asuhan dan memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada penghuni Panti Asuhan sebagai masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Metode yang digunakan berupa pemberian edukasi melalui penyuluhan dan pemberian bantuan sosial berupa sembako kepada penghuni Panti Asuhan Putra Putri Papua. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan covid-19, sebelum diberikan edukasi sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan cukup (51,5%) dan setelah diberikan edukasi sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan baik (66,7%). Disarankan agar promosi kesehatan terus dilakukan untuk mengoptimalkan pemutusan mata rantai penularan Covid-19. Dalam upaya promosi kesehatan diutamakan bagi kelompok-kelompok yang berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan, lansia, dan Ibu hamil. Selain itu upaya promosi kesehatan juga sebaiknya dilakukan di tempat-tempat umum yang berisiko tinggi terjadi penularan seperti di pasar, sekolah, perkantoran, rumah tahanan, dan panti asuhan. Kata Kunci: Pencegahan Covid-19, Edukasi, Bantuan Sosial, Panti Asuhan ABSTRACT COVID-19 is an infectious disease caused by a new type of virus that has never been identified in humans. Sorong Regency is one of covid-19  red zone areas in West Papua. One of the risks of contracting Covid-19 is being in an area with high human density such as an orphanage. The aim is to increase knowledge about prevention of covid-19 and provide social assistance to residents of the orphanage as a community affected by the Covid-19 pandemic. The method used was in the form of education and provision of social assistance in the form of basic necessities to residents of the orphanage. The evaluation results showed that there was an increase in participants' knowledge about the prevention of Covid-19, before education most of the participants had a sufficient level of knowledge (51.5%) and after being given education most of the participants had a good level of knowledge (66.7%). It is recommended that health promotion will continue to be carried out to optimize the breaking of the Covid-19 transmission chain. Health promotion efforts prioritized for high-risk groups such as health workers, the elderly, and pregnant women. Health promotion efforts also be carried out in public places that are at high risk of transmission, such as markets, schools, offices, detention centers and orphanages. Keywords: Prevention of Covid-19, Education, Orphanage.
Webinar Edukasi Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Ventilasi Mekanik Lani Natalia Watania; Sarah Lidya; Elissa Hutasoit
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6785

Abstract

ABSTRAK Kondisi pasien di ruang rawat intensif adalah pasien dengan kondisi kritis atau kehilangan kesadaran sehingga perawat akan mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada pasien melalui pengawasan yang tepat dan teratur. Oleh karena itu, kualitas asuhan keperawatan yang tepat dan sesuai pada pasien-pasien yang terpasang ventilasi mekanik di ruang rawat intensif harus di prioritaskan guna meningkatkan harapan hidup dan mempercepat proses tapping off pemasangan ventilasi mekanik dan penyembuhan pasien saat perawatan di ruang rawat intensif. Webinar ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada perawat di ruang rawat intensif terkait Asuhan Keperawatan pada pasien dengan Ventilasi Mekanik. Kegiatan PKM ini dilakukan secara daring dan menjabarkan materi terkait Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Ventilasi Mekanik. Target dari PKM ini adalah sebanyak 15 perawat ruang rawat intensif di RS Serukam. Terdapat peningkatan skor pre-test dan post-test sebesar 15 poin dari rerata nilai 75 ke 90. Setelah dilakukan edukasi melalui webinar terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan perawat diruang rawat intensif tentang Asuhan Keperawatan kepada pasien dengan Ventilasi Mekanik.  Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Ruang Rawat Intensif, Perawat, Ventilasi Mekanik  ABSTRACT The condition of the patient in the ICU room is a patient with a critical condition or loss of consciousness so that the nurse will know everything that happens to the patient through proper and regular monitoring and recording. Therefore, the importance of proper and appropriate nursing care services for patients who are mechanically ventilated in the ICU must be prioritized to increase life expectancy and accelerate the process of tapping off mechanical ventilation and patient recovery during treatment in the ICU. The main purpose of this webinar is to provide the knowledge related to Nursing Care for Patients with Ventilators. This community service activity is carried out online and describes materials related to Nursing Care for Patients with Ventilators. The target of this PKM is 15 Intensive care nurses at Serukam Hospital. There is an increase in the pre-test and post-test scores by 15 points from the average score of 75 to 90. There was an increase in nurses’s understanding and knowledge related to nursing care for patients with mechanical ventilation. Keywords : Nursing Care, Intensive Care Unit, Nurses, Mechanical Ventilation
Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Menopause di Desa Ngemplak Mojosongo Surakarta Tatik Trisnowati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7472

Abstract

ABSTRAK Menopause merupakan keadaan dimana seorang perempuan tidak lagi mengalami menstruasi yang terjadi pada rentang usia 50 sampai 59 tahun. Pada lansia seiring dengan pertambahan usia, tubuh akan mengalami berbagai penurunan akibat proses penuaan. Pada masa ini sangat kompleks bagi perempuan karena akan mengalami perubahan kesehatan fisik yang akan mempengaruhi kesehatan psikologisnya. Hasil wawancara yang kami lakukan pada Senin, 13 Juni 2022 dengan ibu kader kesehatan di Desa Ngemplak RT 02 RW 29 Mojosongo, Jebres, Surakarta didapatkan hasil masih banyak ibu-ibu yang belum mengetahui mengenai menopause. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan Ibu tentang menopause. Metode pelaksanaan  yang digunakan berupa ceramah dan demonstrasi. Kegiatan di Desa Ngemplak RT 02 RW 29 Mojosongo, Jebres, Surakarta  sangat bermanfaat bagi ibu dan keluarganya. Terdapat adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu tentang menopause dimana sebesar 70% lansia mempunyai pengetahuan dan pemahaman baik. Terjadi  peningkatan nilai rata-rata pengetahuan ibu tentang menopause sebesar 26,66. Kata Kunci: Pengetahuan, Menopause  ABSTRACT  Menopause is a condition in which a woman no longer experiences menstruation, which occurs between the ages of 50 and 59 years. In the elderly along with age, the body will experience various declines due to the aging process. At this time it is very complex for women because they will experience changes in physical health that will affect their psychological health. The results of the interviews we conducted on Monday, June 13, 2022 with health cadres in Ngemplak RT 02 RW 29 Mojosongo, Jebres, Surakarta, we found that there were still many mothers who did not know about menopause. The purpose of this activity is to increase mother's knowledge about menopause. The implementation method used is in the form of lectures and demonstrations. Activities in Ngemplak RT 02 RW 29 Mojosongo, Jebres, Surakarta are very beneficial for mothers and their families. There is an increase in knowledge and understanding of mothers about menopause where 70% of the elderly have good knowledge and understanding. There was an increase in the average value of maternal knowledge about menopause by 26.66. Keywords:  Knowledge, Menopause.
Penggunaan Audio Hipnoterapi dalam Meningkatkan Self Efficcacy pada Remaja di Smk Ruteng Claudia Fariday Dewi; Kornelia Romana Iwa; Bonavantura N. Nggarang; Heribertus Handi; Lidwina D. Wea; Yohana Jehani; Matilda P. Hadia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7125

Abstract

ABSTRAK Bunuh diri adalah penyebab kematian kedua pada usia 15-29 tahun dan salah satu sumber terbesar kematian dini. Bunuh diri diperkirakan menjadi penyebab 1,4% dari total kematian dan 15% dari kematian akibat cedera di dunia.  Kabupaten Manggarai yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur awal tahun 2019 hingga Agustus 2019 tercatat terdapat 12 kasus bunuh diri. Lebih dari 50% kasus tersebut terjadi pada anak usia remaja.  Penyebab bunuh diri dapat berupa faktor lingkungan dan interpersonal. Self-efficacy sebagai faktor interpersonal telah dipelajari sebagai langkah menghindari upaya bunuh diri. Salah satu Langkah yang dapat diupayakan untuk mengatasi resiko bunuh diri adalah peningkatan self efficacy siswa/siswi SMK Ruteng melalui upaya penyuluhan dan pelatihan hipoterapi. Setelah kegiatan pengabdian dilakukan diharapkan siswa/siswi SMK Swakarsa dapat memiliki pengetahuan tentang pentingnya self effikasi dalam upaya pencegahan bunuh diri dan keterampilan self hypnosis untuk meningkatkan self efficacy diri secara mandiri. Terdapat kesadaran dari siswa siswi akan pentingnya self efficacy bagi kesehatan mental dan terdapat ketertarikan siswa-siswi untuk mempelajari dan mencoba sendiri self hypnosis sebagai upaya peningkatan self efficacy. Kata Kunci: Hipnoterapi, Eficcaccy Diri, Bunuh Diri.  ABSTRACT Suicide is the second leading cause of death among 15-29 year olds and one of the biggest sources of premature death. Suicide is estimated to be the cause of 1.4% of total deaths and 15% of injury deaths worldwide. Manggarai Regency, which is located in East Nusa Tenggara Province, from early 2019 to August 2019 there were 12 cases of suicide. More than 50% of these cases occur in adolescents. Causes of suicide can be environmental and interpersonal factors. Self-efficacy as an interpersonal factor has been studied as a measure to avoid suicide attempts. One of the steps that can be taken to overcome the risk of suicide is to increase the self-efficacy of students of SMK Ruteng through counseling and hypotherapy training. After the service activities are carried out, it is hoped that the Swakarsa Vocational School students can have knowledge about the importance of self-efficacy in suicide prevention efforts and self-hypnosis skills to increase self-efficacy independently. There is awareness from students about the importance of self-efficacy for mental health and there is interest from students to learn and try self-hypnosis as an effort to increase self-efficacy. Keywords: Hypnotherapy, Self-Efficacy, Suicide.
Promkes Manajemen Diabetik Untuk Pencegahan Luka Diabetik Pada Kelompok Kader Kesehatan Semarang Barat Dyah Restuning Prihati; Endang Supriyanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6892

Abstract

ABSTRAK Self care diabetes merupakan tindakan yang dilakukan seseorang untuk mengontrol diabetes yang meliputi tindakan terapi obat dan pencegahan terhadap komplikasi. Pengukuran aktifitas self care diabetes meliputi pengaturan diet (pola makan), latihan fisik, monitor gula darah, dan terapi obat. Dalam upaya meningkatkan kemandirian merawat kaki perlu dilakukan secara bertahap mulai dari pemberian edukasi secara berkala dan dikenalkan sejak dini pada pasien diabetes mellitus sebagai salah satu upaya pencegahan ulkus diabetik. Kasus DM menempati  posisi ke empat dalam 10 besar kasus penyakit di kota Semarang. Tujuan Kegiatan pengabdian masyarakat diberikan kepada kelompok kader keehatan di wilayah Semarang Barat, diharapkan dengan mereka mengetahui dan bisa mengaplikasikan tentang managemen diabetik sebagai upaya pencegahan dini luka diabetik. Pemberian materi tentang penatalakasanaan DM, foot care, demonstrasi senam kaki dan pendampingan.  Evaluasi diawali dari pre test dan post test tentang pengetahuan tentang perawatan kaki. Terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 90% peserta setelah dilakukan promosi kesehatan manajemen diabetik tentang penatalakasanaan DM dan foot care. Peserta kooperatif selama mengikuti kegiatan PKM dan pemberian booklet promosi kesehatan perawatan luka diabetik. Promosi Kesehatan tentang managemen diabetik dilakukan untuk menambah pengetahuan kader kesehatan dan mampu mengaplikasikan pencegahan dini luka diabetik salah satunya dengan senam kaki diabetik. Kata kunci: Promkes, Pencegahan Luka Diabetik, Kader Kesehatan ABSTRACT Introduction: Diabetes self-care is an action taken by a person to control diabetes which includes drug therapy and complications. Measurement of diabetes care activity includes diet (diet), physical exercise, blood sugar monitoring, and drug therapy. In an effort to increase the independence of taking care of the feet, it is necessary to do it gradually by providing regular education and introducing it from an early age to people with diabetes mellitus as an effort to prevent the occurrence of diabetic ulcers. DM cases are in the fourth position in the top 10 causes of disease in the city of Semarang. Objective: Community service activities provided by a group of health cadres in the West Semarang area are expected to know and be able to apply diabetes management as an effort to prevent diabetic wounds from an early age. Research Methods: Providing material on DM management, foot care, foot exercise, and mentoring. The evaluation begins with a pre-test and post-test of knowledge about foot care. Results: there was an increase in knowledge of 90% of participants after health promotion of diabetes management about DM management and foot care was carried out. Participants actively participate in activities and receive health promotion booklets. Conclusion: Health promotion on diabetes management is carried out to increase the knowledge of health cadres and be able to implement early prevention of diabetic wounds, one of which is diabetic foot exercises. Keywords: Health Promotion, Prevention of Diabetic Wounds, Health Cadre
Edukasi Bahaya LGBT bagi Remaja dari Tinjauan Kesehatan pada Siswa SMAN I Padang Panjang Rahma Triyana; Melya Susanti; Rinita Amelia; Yusti Siana; Prima Adelin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8388

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan  fisik  pada remaja  ditandai  dengan  munculnya  tanda- tanda  seks  primer  dan  sekunder. Menurut WHO Ketika Remaja mengembangkan orientasi seksual yang konsisten, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor (sosial, keluarga, pribadi, tingakat Pendidikan, informasi terkait Kesehatan reproduksi). Sebuah fenomena yang  saat ini menjadi masalah sosial adalah LGBT. Menurut data dari penelitian oleh Badan Pusat Statistik Sumatera barat pada responden LGBT,  51,03% responden usia 15-25 tahun.  Tujuan: memberikan edukasi kepada remaja tentang LGBT dan bahaya LGBT ditinjau dari segi Kesehatan. Metode: Kegiatan edukasi ini disampaikan dengan metode ceramah dan diskusi yang diakhiri dengan kuis berhadiah yang bertujuann untuk menilai pengetahuan audien. Hasil: kegiatan edukasi ini berjalan lancar, audien mengikuti dengan antusias dan semangat. Audien bisa menjawab 40 pertanyaan seputar LGBT yang disiapkan oleh tim pengabdian. Siswa SMAN I padang Panjang telah memiliki pengetahuan tentang LGBT, bahaya LGBT ditinjau dari segi Kesehatan. Kata Kunci: LGBT, Remaja, Kesehatan , Edukasi   ABSTRACT Introduction: Physical growth in adolescents is characterized by the appearance of primary and secondary sex signs. According to  WHO, When Adolescents develop a consistent sexual orientation, which can be influenced by various factors (social, family, personal, level of education, and information related to reproductive health).   A phenomenon that is currently a social problem is LGBT. According to data from research by the Central Statistics Agency of West Sumatra on  LGBT respondents, 51.03% of respondents were aged 15-25 years. Purpose: to educate adolescents about LGBT  and the dangers of LGBT in terms of health. Method:  This educational activity is delivered with a  lecture and discussion method that ends with a  quiz with prizes to assess the audience's knowledge. Result:  this educational activity went smoothly, and the audience followed with enthusiasm and enthusiasm. The audience can answer 40 LGBT-related questions prepared by the devotion team. Conclusion: SMAN I padang Panjang students already know about LGBT and the dangers of  LGBT in terms of health.  Keywords: LGBT, Adolescents, Health, Education 

Page 79 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue