cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Penyuluhan Kesehatan tentang Pencegahan Stunting dengan Perbaikan Pola Asuh Gizi Mulai dari Masa Hamil sampai Balita Abdurrahman Abdurrahman; Amiruddin Amiruddin; Bustami Bustami; Anasril Anasril; Muhammad Husaini; Cut Mutiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6384

Abstract

ABSTRAK Balita merupakan kelompok umur yang sering mengalami kekurangan gizi dan stunting merupakan dampak dari masalah gizi balita. Stunting merupakan gambaran terhambatnya pertumbuhan sebagai akibat dari kurangnya asupan zat gizi dalam jangka waktu yang lama. Persentasi status gizi balita pendek di Indonesia Tahun 2013 mencapai 37,2%, angka ini lebih besar dari Tahun 2010 sebesar 35,6%, dan Tahun 2017 sebesar 36,8%, tidak menunjukkan penurunan/perbaikan yang signifikan. Pola asuh orang tua merupakan masalah yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting pada balita. Pola asuh orang tua yang kurang memiliki peluang lebih besar anak terkena stunting. Maka dari itu pola asuh gizi pada ibu hamil dan juga ibu balita sangat penting ditingkatkan untuk menjadi lebih baik. Karena apabila pola asuh gizi sudah baik, tentunya akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi pada ibu hamil dan juga pada anak balita. Hasil dari penyuluhan kesehatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini telah meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting dengan perbikan pola asuh gizi mulai dari masa kehamilan hingga usia anak balita. Kata Kunci: Kekurangan Gizi, Stunting, Penyuluhan  ABSTRACT Toddlers are an age group that often experience malnutrition and stunting is the impact of under-five nutrition problems. Stunting is a picture of stunted growth as a result of lack of nutrient intake for a long time. The percentage of short toddlers' nutritional status in Indonesia in 2013 reached 37.2%, this figure was higher than in 2010 at 35.6%, and in 2017 at 36.8%, showing no significant decline/improvement. Parenting is a problem that can affect the occurrence of stunting in toddlers. Poor parenting has a greater chance of children being stunted. Therefore, it is very important to improve the nutritional parenting pattern for pregnant women and mothers under five. Because if the nutritional parenting pattern is good, it will certainly have an impact on meeting the nutritional needs of pregnant women and also children under five. The results of health counseling carried out in this community service activity have increased mother's knowledge about stunting prevention by improving nutritional parenting patterns from pregnancy to toddler age.Keywords:  Malnutrition, Stunting, Counseling
Program Pelatihan Media Online Berbasis Website untuk Kader Kesehatan di Puskesmas Malawili Kabupaten Sorong Nurul Kartikasari; Alva Cherry Mustamu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7502

Abstract

ABSTRAK Promosi Kesehatan dengan memanfaatkan media online untuk keperluan promosi Kesehatan oleh kader puskesmas adalah proses mengupayakan individu -individu dan masyarakat di wolayah kerja puskesmas untuk meningkatkan kemampuan mereka mengandalkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatannya. Situs web media sosial yang populer terbukti efektif dan ampuh untuk menyebarluaskan informasi kesehatan, mendukung upaya promosi kesehatan dan dapat ditelusuri secara online. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan media online berbasis website pada kader kesehatan puskesmas. Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan kelompok sasaran 30 orang kader Kesehatan di wilayah Puskesmas Malawili Kabupaten Sorong. tahap pengabdian ini adalah pengisian kuesioner pretest dan pemberian materi google site dan konsep Covid-19, dilaksanakan melalui tatap muka secara langsung dan melalui aplikasi whatssapp grup, demonstrasi dan redemontrasi pembuatan materi penyuluhan online berbasis website melalui tatap muka. serta pendampingan redemonstrasi pembuatan materi penyuluhan online berbasis website secara langsung dan evaluasi pelatihan berupa praktik presentasi dan pengisian kuesioner posttest, pembagian buku panduan penggunaan aplikasi online berbasis website Google Sites. Hasil evaluasi awal menunjukkan hampir seluruh kader memiliki pengetahuan kurang sebanyak 93%. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 83.3% dan ketrampilan meningkat menjadi 70%. Program pengabdian masyarakat ini mampu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan google site kader Kesehatan puskesmas. Pengabdian masyarakat dimasa mendatang dapat difokuskan kepada pembuatan aplikasi yang sederhana khusus untuk kebutuhan promosi Kesehatan di puskesmas dan dapat digunakan oleh kader Kesehatan yang mendukung program kerja puskesmas. Selain itu, website tersebut dapat dioperasikan melalui handphone. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Google Sites, Kader, Online, Puskesmas   ABSTRACT Health promotion by utilizing online media for health promotion purposes by puskesmas cadres is a process of seeking individuals and communities in the work area of social health care center to increase their ability to rely on factors that affect health to improve their health status. Popular social media websites have proven effective and powerful for disseminating health information, supporting health promotion efforts and being searchable online. This community service program aims to increase knowledge and skills in website-based online media for health center cadres. This community service program method is carried out by training a target group of 30 health cadres in the Malawili social health care center area of Sorong Regency. This stage of service is filling out a pretest questionnaire and providing google site material and the Covid-19 concept, carried out through direct face-to-face and through the WhatsApp group application, demonstrations and demo- rations of making website-based online counseling materials face-to-face. as well as assistance on demonstrations of making website-based online extension materials directly and evaluating training in the form of presentation practices and filling out posttest questionnaires, distribution of guidebooks for using online applications based on the Google Sites website. The initial evaluation showed that almost all cadres had less knowledge, as much as 93%. Through this Community Service activity, there was an increase in knowledge by 83.3% and skills increased to 70%. His community service program can increase knowledge and skills in utilizing the Google Site Health cadres of the social health care center. Keywords:  Cadres, Google Sites, Health Promotion, Google Sites Health, Comunitty
Pencegahan Penyakit Gangguan Reproduksi melalui Penyuluhan Kesehatan tentang Keputihan Pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Gandus Putinah Putinah; Shinta Maharani; Dedi Pahrul; Abdul Syafei
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7829

Abstract

ABSTRAK Keputihan adalah peringatan dini dari berbagai kelainan di sistem reproduksi.Pada wanita disarankan untuk tidak menganggap remeh atau biasa adanya pengeluaran cairan keputihan sehingga dianjurkan untuk pemeriksaan khusus atau rutin sehingga dapat menetapkan secara dini penyebab keputihan. Untuk itulah sangat penting bagi ibu rumah tangga untuk mendapat pengetahuan yang memadai tentang penyakit gangguan reproduksi khususnya keputihan agar mereka tahu bagaimana seharusnya mereka bersikap ketika menghadapi penyakit keputihan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit gangguan reproduksi khususnya keputihan melalui pemberian pendidikan kesehatan kepada para ibu rumah tangga. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang berusia produktif di RT 19 Kelurahan Gandus Palembang. Bentuk kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan diskusi. Media pembelajaran yang digunakan adalah leaflet, alat peraga dan banner.  Peserta penyuluhan sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang bertanya sekitar materi penyuluhan. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga tentang keputihan, hal ini dibuktikan dari hasil pre-test dan post-test yang berubah sangat signifikan. Hasil pre-test didapatkan pengetahuan peserta tentang keputihan antara lain rendah (56,2%), cukup (34,4%) dan tinggi (9,4%), sedangkan hasil penilaian post-test didapatkan pengetahuan peserta antara lain rendah (12,5%), cukup (15,6%) dan tinggi (71,9%). Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Kelurahan Gandus Palembang khususnya ibu-ibu rumah tangga dapat menjaga kesehatan organ reproduksi dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksinya secara rutin di puskesmas gandus. Kata Kunci: Keputihan, Pencegahan, Penyuluhan ABSTRACT  Vaginal discharge is an early warning of various disorders in the reproductive system. Women are suggested not to underestimate the presence of vaginal discharge so it is recommended for a special or routine examination so that it can determine the cause of vaginal discharge early. For this reason, it is very important for housewives to get adequate knowledge about reproductive disorders, especially vaginal discharge so that they know how they should behave when dealing with vaginal discharge. This community service activity aims to provide knowledge and understanding of reproductive disorders, especially vaginal discharge by providing health education to housewives. The target of this activity is housewives of productive age at RT 19 Gandus Village Palembang. The form of this activity is community empowerment through health education with lecture and discussion methods. The learning media used are leaflets, teaching aids, and banners. The counseling participants were very enthusiastic in participating in the counseling, this was evidenced by the large number of participants who asked questions about the extension material. The results of this activity showed an increase in the knowledge of housewives about vaginal discharge, this was evidenced by the results of the pre-test and post-test which changed very significantly. The results of the pre-test showed that the participants' knowledge about vaginal discharge was low (56,2%), sufficient (34,4%), and high (9,4%), while the post-test results showed that the participants' knowledge was low (12,5%), adequate (15,6%) and high (71,9%). Through this activity, it is hoped that the community of Gandus Palembang Village, especially housewives, can maintain the health of their reproductive organs by implementing a healthy lifestyle and conducting regular reproductive health check-ups at Gandus Public Health Center. Keywords: Vaginal discharge, Prevention, Counseling 
Pendampingan Remaja Putri yang Mengalami Dismenore Melalui Kulwap (Kuliah Whatsapp) dalam Upaya Pencegahan Dismenore Greiny Arisani; Seri Wahyuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.7000

Abstract

ABSTRAK Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan masalah kesehatan yang memperngaruhi sebagian besar remaja. Dismenore adalah kondisi medis yang ditandai dengan nyeri rahim yang bermanifestasi sebagai rasa nyeri pada perut bagian bawah yang berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan pembatasan aktivitas remaja sehingga pendampingan remaja melalui kulwap (kuliah whatsApp) menjadi salah satu alternatif media untuk meningkatkan kualitas hidup dan perilaku kesehatan yang positif dalam upaya pencegahan dismenore. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan self care pada remaja yang mengalami dismenore serta meminimalisir tingkat intensitas dismenore dalam upaya pencegahan dismenore. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bersifat persuasif edukatif dengan melakukan pendampingan remaja yang mengalami dismenore melalui kulwap (kuliah whatsApp) dengan tahapan sesi materi, diskusi dan pendalaman materi. Rata-rata nilai pengetahuan remaja sebelum diberikan kulwap (kuliah whatsApp) sebesar 59,00 dan setelah kulwap (kuliah whatsApp) sebesar 80,30. Rata-rata skor self care remaja sebelum diberikan kulwap (kuliah whatsApp) sebesar 72,65 setelah diberikan kulwap (kuliah whatsApp) sebesar 101,10. Rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan kulwap (kuliah whatsApp) skala nyeri 3,65 dan setelah diberikan kulwap (kuliah whatsApp) skala nyeri 2,85. Terdapat peningkatan nilai pengetahuan, skor self care dan penurunan skala intensitas nyeri dismenore setelah diberikan kulwap (kuliah whatsApp) pada remaja putri yang mengalami dismenore. Kata Kunci: Pendampingan Remaja, Kulwap, Dismenore ABSTRACT Dysmenorrhea or menstrual pain is a health problem that affects most teenagers. Dysmenorrhea is a medical condition characterized by uterine pain which manifests as pain in the lower abdomen that harms the quality of life and restrictions on adolescent activities that adolescent assistance through kulwap (kuliah whatsApp) is one of the alternative media to improve the quality of life and healthy behavior positive in the prevention of dysmenorrhea. The purpose of this activity is to increase knowledge and self-care adolescents who experience dysmenorrhea and minimize the level of intensity of dysmenorrhea to prevent dysmenorrhea. This community service activity is persuasive and educative by assisting youth who experience dysmenorrhea through kulwap (kuliah whatsApp) with the stages of material sessions, discussions, and deepening of material. The average value of adolescent knowledge before being given kulwap (kuliah whatsApp) was 59.00 and after kulwap (kuliah whatsApp) was 80.30. The average self-care adolescent before being given kulwap (kuliah whatsApp) was 72.65 after being given kulwap (kuliah whatsApp) 101.10. The average pain intensity before being given the kulwap (kuliah whatsApp) pain scale was 3.65 and after being given kulwap (kuliah whatsApp) the pain scale was 2.85. There is an increase in the value of knowledge, and self-care and a decrease in the pain intensity scale of dysmenorrhea after being given kulwap (kuliah whatsApp) in adolescent girls who experience dysmenorrhea. Keywords: Adolescent Assistance, Kulwap, Dysmenorrhea
Deteksi Dini dan Monitoring Penyakit Degeneratif Diabetes Melitus di Dusun Pilangpayung I , Desa Geneng Kec. Geneng Kabupaten Ngawi Dika Lukitaningtyas; Erwin Kurniasih; Pariyem Pariyem
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8148

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus adalah penyakit degeneratif penyumbang angka mordititas tertinggi setelah penyakit stroke,ginjal dan jantung. Deteksi dini dan mengontrol kadar gula darah atau menejemen pengobatan yang baik dapat meningkatkan kwalitas hidup orang dengan DM. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam melaksanakan deteksi dini dan monitoring Penyakit Degeneratif Diabetes Melitus Di Dusun Pilangpayung I, Desa Geneng Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. Metode yang digunakan adalah survey analitik, dan untuk kegiatan pengabdian masyarakat metode yang digunakan adalah penyuluhan. Setelah diberikan edukasi berupa penyuluhan warga Dusun Pilangpayung I tentang pengertian, tanda gejala, jenis diit, komplikasi, dan pentingnya monitoring pengobatan tentang penyakit Diabetes. Dengan demikian diharapkan para warga akan mengalami peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini dan monitoring penyakit degeneratif Diabetes Melitus. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat menghasilkan perubahan yang sesuai dengan target luaran yang telah ditetapkan terutama pada peningkatan pengetahuan masyarkat tentang deteksi dini dan monitoring penyakit degeneratif diabetes melitus. Kata kunci: Diabetes Melitus (DM), Deteksi Dini, Monitoring ABSTRACT Diabetes Mellitus is a degenerative disease that contributes the highest morbidity rate after stroke, kidney and heart disease. Early detection and control of blood sugar levels or good treatment management can improve the quality of life of people with DM. Increase public knowledge in carrying out early detection and monitoring of Degenerative Diabetes Mellitus in Pilangpayung I Hamlet, Geneng Village, Geneng District, Ngawi Regency. The method used is an analytical survey, and for community service activities the method used is counseling. After being given education in the form of counseling the residents of Dusun Pilangpayung I about the meaning, signs and symptoms, types of diet, complications, and the importance of monitoring treatment about diabetes. Thus, it is hoped that the residents will experience an increase in knowledge about early detection and monitoring of degenerative diabetes mellitus. Community service activities resulted in changes that were in accordance with the set output targets, namely increasing public knowledge about early detection and monitoring of degenerative diabetes mellitus.  Keywords : Diabetes Mellitus (DM), Early Detection, Monitoring
Edukasi Pencegahan dan Penanganan Diabetes Mellitus Serta Skrining Penderita Diabetes Mellitus Erik Kusuma; Ayu Dewi Nastiti; R.A Helda Puspitasari; Dwining Handayani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6415

Abstract

ABSTRAK Penyakit Diabetes Mellitus merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan upaya penanganan yang tepat dan serius karena dapat menimbulkan komplikasi akut maupun kronik. Untuk meminimalisirkan komplikasi Diabetes Mellitus diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai DM dan penanganan yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan Diabetes Mellitus. Sasaran kegiatan ini adalah tim penggerak PKK dan kader kesehatan Kecamatan Purwosari. Terdapat dua kegiatan yang dilakukan yaitu 1) pemberian heath education tentang Diabetes Mellitus, 2) skrining penderita diabetes Mellitus. Pemberian edukasi kesehatan dilakukan dengan menggunakan teknik ceramah dan diskusi. Media yang digunakan adalah banner, leaflet dan LCD untuk pemaparan materi. Peserta sangat antusias mendengarkan materi  yang diberikan dan aktif berdiskusi. Hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan, sehingga terjadi diskusi yang menarik antara peserta dan pemateri. Berdasarkan hasil pre test yang dilakukan sebelum pemberian materi, pengetahuan peserta tentang Diabetes Mellitus antara lain rendah (25%), cukup (55%), tinggi (20%). Setelah edukasi didapatkan adanya peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan yaitu rendah (10%), cukup 25%), baik (65%). Melalui edukasi pencegahan dan penanganan diabetes Mellitus serta skrining penderita diabetes Mellitus diharapkan pengetahuan masyarakat tentang Diabetes Mellitus meningkat, sehingga mampu melakukan tindakan pencegahan secara mandiri. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi, Pencegahan, SkriningABSTRACT Diabetes Mellitus is a degenerative disease that requires appropriate and serious treatment because it can cause acute and chronic complications. To minimize the complications of Diabetes Mellitus, sufficient knowledge about DM and proper treatment is needed. This activity aims to increase public knowledge in the prevention and management of Diabetes Mellitus. The target of this activity is the PKK driving team and health cadres in Purwosari District. There are two activities carried out, namely 1) providing heath education about Diabetes Mellitus, 2) screening people with diabetes mellitus. The provision of health education is carried out using lecture and discussion techniques. The media used are banners, leaflets and LCDs for material presentation. Participants were very enthusiastic about listening to the material provided and actively discussing. This was proven by the large number of participants who asked questions, resulting in an interesting discussion between the participants and the presenters. Based on the results of the pre-test conducted before giving the material, participants' knowledge about Diabetes Mellitus was low (25%), sufficient (55%), high (20%). After education, it was found that there was a significant increase in knowledge, namely low (10%), enough 25%), good (65%). Through education on the prevention and treatment of diabetes mellitus and screening of people with diabetes mellitus, it is hoped that public knowledge about Diabetes Mellitus will increase, so that they are able to take preventive actions independently.  Keywords: Diabetes Mellitus, Education, Prevention, Screening
Upaya Peningkatan Kewaspadaan terhadap Serangan Stroke pada Penderita Hipertensi di Rw 05 dan 06 Sukamentri Garut Nina Sumarni; Udin Rosidin; Umar Sumarna; Witdiawati Witdiawati; Iwan Sholahuddin; Rohmahalian M. Noor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7628

Abstract

ABSTRAK Jumlah penderita hipertensi meningkat dengan pesat sebagian besar penderita tidak terkontrol tekanan darahnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa masih banyak penduduk yang memiliki perilaku berisiko. Sebanyak 78,4% KK terdapat anggota keluarga yang merokok, sebanyak 53,9% KK tidak melakukan aktivitas fisik. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara pada penderita hipertensi, sebagian besar penderita masih sering mengkonsumsi tinggi garam, tinggi lemak dan kader mengatakan tidak terdapat kegiatan olahraga rutin yang dilakukan secara bersama, sebanyak 51,3% lansia tidak rutin datang ke posbindu. Diperlukan kerja sama semua pihak baik tenaga medis  ,pemerhati hipertensi baik itu pemerintah, privat maupun komunitas  agar penyakit hipertensi dapat terkendali. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi mengenai pendidikan kesehatan tentang upaya peningkatan kewaspadaan terhadap serangan stroke pada penderita hipertensi di Rw 05,06 Kelurahan Sukamentri Garut. Metode yang digunakan pada aktivitas ini adalah lektur, diskusi dan interview. Hasil akhir yang  diharapkan setelah dilakukan edukasi pendidikan kesehatan, para peserta mengetahui dan memahami tentang bahaya hipertensi. Kata Kunci: Peningkatan, Kewaspadaan, Stroke  ABSTRACT The number of patients with hypertension is increasing rapidly, most of them are not controlled for their blood pressure. The results of the study show that there are still many people who have risky behavior. As many as 78.4% of households have family members who smoke, as many as 53.9% of households do not do physical activity. In addition, based on the results of interviews with hypertension sufferers, most patients still often consume high salt and high fat, cadres said there were no routine sports activities carried out together, as many as 51.3% of the elderly did not regularly come to posbindu. The cooperation of all parties, both medical personnel, hypertension observers, be it government, private or community so that hypertension can be controlled. The purpose of the activity is to provide education about health education about efforts to increase awareness of stroke in patients with hypertension in Rw 05.06 Sukamentri Garut Village. The methods used in this activity are literature, discussion and interviews. The impact that can be expected after health education education is carried out is that the participants know and understand the dangers of hypertension. Keywords: Enhancement, Alertness, Stroke       
Promosi Kesehatan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Winda Trisna Wulandari; Firman Gustaman; Lusi Nurdianti; Arya Purba Wasana; Eka Yuniarti; Fabillah Kurniadi; Laras Rizkia Widyastuti; Zakia Nurul Izzah; Febby Pratama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7251

Abstract

 ABSTRAK Pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga yang dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. penyuluhan yang dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa/i SD untuk tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar sehingga terhindar dari berbagai penyakit. Pelaksanaann kegiatan penyuluhan yang dilakukan berupa pemaparan materi dan tes pemahaman tentang perilaku hidup bersih dan sehat mengenai cara mencuci tangan yang benar dan membuang sampah yang benar di lingkungan sekolah. Peserta kegiatan ini adalah siswa/i SDN Cidugaleun.  Hasil tes sebelum pemaparan materi memiliki nilai rata-rata 2,03, sedangkan setelah pemaparan materi menjadi 3,61. Kemudian dianalisis menggunakan software SPSS dengan uji Wilcoxon dan diperoleh nilai p-value (0,000) <∝ (0,05).Terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan siswa/i antara sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Kata Kunci: PHBS, Kesehatan, Kebersihan, Penyuluhan  ABSTRACT Clean and Healthy Lifestyle Behavior (PHBS) is a set of behaviors that are practiced on the basis of awareness as a result of learning that makes a person or family able to help themselves in the health sector and play an active role in realizing public health. The counseling carried out is to increase the knowledge and awareness of elementary school students to maintain personal hygiene and the surrounding environment so as to avoid various diseases. Implementing the extension activities carried out in the form of material exposure and understanding tests on clean and healthy living behavior regarding how to wash hands properly and dispose of garbage properly in the school environment. The participants of this activity are students of SDN Cidugaleun. The test results before the material presentation had an average value of 2.03, while after the material exposure it became 3.61. Then analyzed using SPSS software with Wilcoxon test and obtained p-value (0.000) < (0.05). this indicates a significant difference between before and after extension activities. Keywords: PHBS, Health, Hygiene, Counseling
Edukasi Relaksasi Otot-Otot Progresif Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Dusun Vii Desa Laut Dendang Kec. Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara Rostime Hermayerni Simanullang; Siti Meilan Simbolon; Ayu Intan Hasibuan; Bungaria Hasibuan; Dwi Wahyuni Putri; Eli Sabrina Tarigan; Gracia Julianti Pangaribuan; Irma Jiliana Sinambela; Jesica Lasma Panjaitan; Julia Valentine Christiani Zai; Katy Butarbutar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.7369

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tekanan darah tinggi yang menyebabkan banyak komplikasi penyakit seperti terjadinya penyakit jantung, stroke dan kematian. Tekhnik relkasasi otot progresif diterangai dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Pelaksanaan pengabdian ini, bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyrakat untuk menangani tekanan darah tinggi dengan terapi non farmakologik yaitu melalui terapi tekhnik relaksasi otot-otot progresif. Bentuk kegiatan ini yaitu penyuluhan kepada masyarakat dengan metode ceramah, diskusi dan demosntrasi yang dilengkapi dengan berbagai media serta pembagian sembako. Hasil: Berdasarkan hasil evaluasi bahwa terdapat penurunan tekanan darah setelah melakukan tekhnik relaksasi otot-otot progresif yaitu kategori normal sebanyak 47,04% dan peningkatan pengetahuan menjadi baik (88,2%) setelah edukasi dan demonstrasi tekhik relaksasi otot-otot progresif . Tingkat pengetahuan masyarakat tentang tekhnik relaksasi otot-otot progresif meningkat setelah dilakukan edukasi yaitu mayoritas pada kategori baik sebanyak 88, 28%. Diharapkan kepada masyrakat agar melaksanakan terapi relaksasi otot-otot progresif dilakukan secara teratur setiap hari. Kata Kunci: Hipertensi,Penyuluhan Kesehatan, Tekhnik Relaksasi, Otot-Otot Progresif  ABSTRACT Hypertension is a high blood pressure disease that causes many h complications disease such as heart disease, stroke and death. Progressive muscle relaxation techniques can reduce high blood pressure. To provide health education  to prevent high blood pressure with non-pharmacological therapy through progressive muscle relaxation techniques. Health education is given by the method of lectures, discussions and demonstrations with  using the tools and media as well as the distribution of basic necessities (sembako). Based on the evaluation that there is a decrease in blood pressure after doing progressive muscle relaxation techniques are normal category as much as 47.04%  and the increase in knowledge became good (88.2%) after education and demonstration of progressive muscle relaxation techniques. The level of public knowledge about the techniques of progressive muscle relaxation increased after the education that is the majority in the good category as much as 88, 28%. It is expected that the community to carry out progressive muscle relaxation therapy is done every day and regularly scheduled or done individually. Blood pressure decreased after progressive muscle relaxation techniques in the community at Dusun VII Desa Laut Dendang Kec. Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. It is expected that the community to carry out progressive muscle relaxation therapy as regularly every day. Keywords: Hypertension, Health Education, Relaxation Techniques, Progressive Muscles
Pemberdayaan Keluarga pada Pasien Pasca Stroke dalam Melakukan Latihan Keseimbangan Fisik di Rumah di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar Nuswatul Khaira; Putro Simeulu; Ritawati Ritawati; T Iskandar Faisal; Nora Veri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8142

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan kegawatdaruratan Neurologi yang mendadak (akut) karena oklusi atau hiperfusi pada pembuluh darah otak, sehingga jika tidak segera diatasi akan terjadi kematian sel dalam beberapa menit. Kemudian menimbulkan defisit Neurologi dan menyebabkan kecacatan atau kematian. Memberikan pengetahuan kepada keluarga mengenal tentang stroke, melatih pasien pasca stroke dirumah agar dapat berjalan, berbicara dan beraktivitas kembali pasca stroke sehingga pasien  stoke memiliki kepercaayaan diri kembali. Metode pengabdian yang dilakukan adalah Demonstrasi dan keluarga mempraktikkan secara rutin dan patuh latihan tersebut  dilakukan terus menerus sampai adanya perubahan. Kegiatan ini didampingi oleh keluarga. Jumlah responden adalah 25 orang yang dilakukan di Wilayah Puskesmas Darul Kamal, Aceh Besar dari Juli-Oktober 2022. usia pasien stroke yang menjadi peserta pengabdian masyarakat  sebagian besar berumur 61-66 thn ( 40%), pengetahuan keluarga tentang perawatan penyakit stroke sebelum dilakukan edukasi berada pada kategori kurang 20 orang (80%), dan setelah dilakukan edukasi meningkat pada kategori baik 18 orang (72%) dan tingkat Latihan Keseimbangan fisik, sebelum dilakukan Latihan pada katagori kurang 19 Orang (70%) setelah diberikan latihan pada 25 peserta maka menjadi kategori baik yaitu 12 orang (48%). Latihan keseimbangan sangat perlu dilakukan oleh pasien pasca stroke. Mengingat kondisi pasien berbeda-beda pasca terkena stroke, maka peran keluarga sangat dibutuhkan dalam mendampingi pasien melakukan latihan agar pasien termotivasi untuk melakukan latihan sehingga dapat mencegah stroke berulang dan meningkatkan activity of daily living. Disarankan kepada keluarga untuk memberikan dukungan fisik dan psikis bagi pasien pasca stroke, terutama dalam melakukan latihan kesimbangan fisik atau latihan lainnya yang bermanfaat untuk pasien. Kata Kunci: Latihan Pasca Stroke, Keseimbangan Fisik, Aktivitas Harian, Pemberdayaan Keluarga     ABSTRACT Stroke is a neurological emergency that is sudden (acute) due to occlusion or hyperfusion of cerebral blood vessels, so that if not treated immediately, cell death will occur within a few minutes. Then cause neurological deficits and cause disability or death. To provide knowledge to families about stroke, to train post-stroke patients at home so that they can walk, talk and return to activities after stroke so that stroke patients have self-confidence again. The method of devotion carried out is demonstration and the family practices routinely and obediently the exercise is carried out continuously until there is a change. This activity is accompanied by the family. The number of respondents was 25 people who were carried out in the Darul Kamal Health Center area, Aceh Besar from July-October 2022. the age of stroke patients who participated in community service were mostly 61-66 years old (40%), family knowledge about stroke care before education was carried out in the less than 20 people (80%), and after education increased in the good category 18 people (72%) and the level of physical balance training, before the exercise was carried out in the less 19 people category (70%) after being given exercise at 25 the participants were in the good category, namely 12 people (48%). Balance exercise is very necessary for post-stroke patients. Given the different conditions of patients after stroke, the role of the family is needed in accompanying patients to do exercises so that patients are motivated to do exercises so that they can prevent recurrent strokes and increase activity of daily living. It is recommended for families to provide physical and psychological support for post-stroke patients, especially in doing physical balance exercises or other exercises that are beneficial for patients. Keywords: Post-Stroke Exercise, Physical Balance, Daily Activities, Family Empowerment

Page 77 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue