cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Edukasi Skrining Prakonsepsi Dengan Video Animasi Pada Wanita Usia Subur Ni Wayan Erviana Puspita Dewi; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6757

Abstract

ABSTRAK  Kesehatan prakonsepsi adalah kesehatan dalam bidang reproduksi selama masa reproduksi yang berguna dalam menyiapkan kehamilan yang sehat sehingga mampu meningkatkan peuang memiliki bayi yang sehat dan terhindar dari factor resiko. Kondisi kesehatan calon ibu pada masa awal kehamilan akan mempengaruhi kesehatan kehamilan serta kondisi status kesehatan calon bayi yang masih didalam rahim, sehingga selama masa prakonsepsi disarankan agar calon ibu dapat menjaga pola hidup sehat. WUS harus mengetahui dan mampu memotivasi dirinya untuk melakukan skrining prakonsespi. Namun masih banyak WUS yang tidak memperhatikan kesehatan dan kebutuhan yang harus dipeneuhi untuk memperiapkan kehamilan agar melahirkan bayi yang sehat dan generasi yang berkualitas. Kegiatan ini di Desa Tohpati Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Banjarangakan I dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama diawali dengan menggali pemahaman dan kesadaran WUS tentang pentingnya skrining prakonsepsi dimana dari 35 WUS menyatakan setuju melakukan skrining prakonsepsi (57.14%) sedangkan WUS yang menyatakan tidak setuju sebesar (42.85%). Pada tahap kedua memberikan edukasi skrining prakonsespsi dengan video animasi kepada WUS. Edukasi dilakukan pada 35 WUS di Desa Tohpati dan hasilnya rerata pretest sebesar 19,70 sedangkan rerata posttest sebesar 31,40 sehingga dapat disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang skrining pranikah. Pada pemeriksaan Tekanan darah didapatkan 11% memiliki TD rendah, 8% memiliki TD tinggi dan 83% memiliki TD normal. Kesimpulan yang didapatkan dalam kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan tentang skrining prakonsepsi dengan video animasi pada WUS. Kata Kunci: Edukasi, Skrining Prakonsepsi, Wanita ABSTRACT Preconception health is health in the field of reproduction during the reproductive period which is useful in preparing for a healthy pregnancy so as to increase the chances of having a healthy baby and avoid risk factors. The health condition of the prospective mother in the early stages of pregnancy will affect the health of the pregnancy as well as the health status of the prospective baby who is still in the womb, so that during the preconception period it is recommended that the mother-to-be can maintain a healthy lifestyle. WUS must know and be able to motivate themselves to do preconception screening. However, there are still many WUS who do not pay attention to health and the needs that must be met to prepare for pregnancy in order to give birth to healthy babies and a quality generation. This activity in Tohpati Village, Banjarangakan I Health Center UPTD Working Area was carried out in two stages. The first stage begins with exploring the understanding and awareness of WUS about the importance of preconception screening where from 35 WUS stated agreeing to do pre-conception screening (57.14%) while WUS who stated disagreed (42.85%). In the second stage, providing preconception screening education with animated videos to WUS. Education was carried out at 35 WUS in Tohpati Village and the results were 19.70 in the pretest average while the posttest average was 31.40 so that it can be concluded that there was an increase in knowledge before and after counseling about premarital screening. On examination of blood pressure, it was found that 11% had low BP, 8% had high BP and 83% had normal BP. The conclusion obtained in this activity is that there is an increase in knowledge about preconception screening with animated videos on WUS.  Keywords: Education, Preconception Screening, Women
Analisis Asuhan Keperawatan dengan Intervensi Penggunaan Polyurethane Foam sebagai Balutan Primer pada Fase Proliferasi pada Tn. M Dan Ny. R dengan Diagnosa Medis Diabetic Foot Ulcer di Wocare Center Bogor Jawa Barat Audrey Talitha Salsabila; Naziyah Naziyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7600

Abstract

ABSTRAK Ulkus diabetikum didefinisikan sebagai luka yang timbul pada penderita DM akibat komplikasi mikroangiopati dan makroangiopati. Masalah keperawatan utama yang ditemukan pada saat pengkajian terhadap Tn. M dan Ny. R adalah gangguan integritas kulit/jaringan, yang dibuktikan dengan adanya data subjektif dan objektif pada gejala dan tanda mayor berupa adanya ulkus diabetikum pada kaki klien. Kedua klien menggunakan balutan yang sama yaitu, polyurethane foam sebagai balutan primer untuk mendukung proses penyembuhan luka pada fase proliferasi. Polyurethane foam merupakan balutan yang tersusun dari polymer atau polyurethane yang mengandung sel-sel berlubang kecil yang berfungsi untuk menahan dan menarik eksudat dari dasar luka sehingga dapat memulihkan luka kembali kedalam lingkungan yang fisiologis. Analisis asuhan keperawatan pada Tn. M Dan Ny. R dengan ntervensi penggunaan polyurethane foam sebagai balutan primer pada fase proliferasi dengan diagnosa medis Diabetic Foot Ulcer Di Wocare Center Bogor Jawa Barat.Balutan polyurethane foam yang digunakan sebagai primary dressing dalam proses penyembuhan ulkus diabetikum pada Tn. M dan Ny. R yang dilakukan pergantian dalam interval 3-4 hari dalam seminggu selama 5 minggu terbukti efektif terhadap proses penyembuhan ulkus diabetikum pada Tn. M karena proses penyembuhan luka sesuai dengan estimasi waktu yang telah ditentukan yaitu selama 5 minggu. Sedangkan pada Ny. R, perwatan akan terus dilakukan. Sudah terlihat adanya kemajuan proses penyembuhan luka dengan menggunakan balutan polyurethane foam, dibuktikan dengan adanya penurunan luas luka dan kemajuan jaringan epitelisasi. Berdasarkan case study yang telah dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa polyurethane foam mampu membantu proses penyembuhan luka pada fase proliferasi dan epitelisasi menjadi lebih cepat. Penyembuhan luka juga harus ditunjang dengan kadar gula darah yang terkontrol dan nutrisi yang baik sehingga diharapkan proses penyembuhan luka dapat berjalan dengan maksimal. Kata Kunci: Polyurethane Foam, Fase Proliferasi, Ulkus Diabetikum     ABSTRACT Diabetic ulcers are sores that arise in diabetic patients due to complications of microangiopathy and macroangiopathy. The primary nursing problem found during the assessment of Mr. M and Mrs. R is impaired skin/tissue integrity, as evidenced by the presence of subjective and objective data on significant symptoms and signs in the form of diabetic ulcers on the client's feet. Both clients used the same dressing, polyurethane foam, as a primary dressing to support the wound healing process in the proliferative phase. Polyurethane foam is a dressing composed of polymer or polyurethane containing small perforated cells that hold and attract exudate from the wound bed so that it can restore the wound to a physiological environment. Analysis of nursing care to Mr. M and Mrs. R with the intervention of using polyurethane foam as a primary dressing in the proliferation phase with a medical diagnosis of Diabetic Foot Ulcer at Wocare Center Bogor, West Java. Polyurethane foam dressing used as a primary dressing in the healing process of diabetic ulcers in Mr. M and Mrs. R, which was changed at intervals of 3-4 days a week for 5 weeks, proved to be effective in the healing process of diabetic ulcers in Mr. M because the wound healing process is following the estimated time that has been determined, which is 5 weeks. While on Mrs. R, maintenance will continue. There has been seen progress in the wound healing process using polyurethane foam dressings, as evidenced by a decrease in the wound area and the improvement of epithelial tissue. Based on the case study that has been done, the authors conclude that polyurethane foam can help the wound healing process in the proliferative and epithelialization phases become faster. Wound healing must also be supported by controlled blood sugar levels and good nutrition so that the wound healing process is expected to run optimally. Keywords: Polyurethane Foam, Proliferative Phase, Diabetic Ulcers
Pemberdayaan Remaja melalui Pembentukan “Kartar Husada” sebagai Upaya Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 Erik Kusuma; Ayu Dewi Nastiti; R.A Helda Puspitasari; Dwining Handayani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6344

Abstract

ABSTRAK Rendahnya kesadaran dan kedisplinan masayarakat menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kerjasama dari semua elemen di masyarakat khususnya generasi muda sangat diperlukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui pembentukan Kartar Husada (Karang Taruna Husada). Peserta dalam kegiatan ini adalah 25 orang remaja di Kelurahan Tembokrejo Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan. Lokasi ini dipilih karena jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 cukup banyak pada bulan Agustus 2020. Kegiatan yang dilakukan meliputi 3 (tiga) tahapan, yaitu 1) pemberian penyuluhan tentang Covid-19 dan  healthy life style untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, 2) pelatihan penggunaan masker dengan benar serta cuci tangan 6 langkah, 3) pembentukan Kartar Husada (Karang Taruna Husada) untuk meningkatkan peran serta remaja dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kelurahan Tembokrejo. Penyuluhan kesehatan dilakukan dengan menggunakan teknik ceramah dan diskusi. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode demonstrasi. Media yang digunakan adalah slide power point, video pembelajaran dan leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan rerata skor pre-test adalah 6, sedangkan rerata skor post-test adalah 9. Perbedaan rerata skor pre-test dan post-test adalah 3. Disimpulkan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Keterampilan peserta dalam penggunaan masker yaitu 24 orang mampu melakukan sesuai ceklist dan hanya 1 orang yang tidak sesuai dengan ceklist. Keterampilan peserta dalam melakukan cuci tangan 6 langkah dengan benar yaitu sebanyak 22 orang mampu melakukan sesuai ceklist dan 3 orang tidak sesuai ceklist. Hasil ini menunjukkan bahwa peserta dapat mempraktikkan penggunaan masker dan cuci tangan 6 langkah yang benar. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan remaja yang diperkuat dengan pembentukan “Kartar Husada” diharapankan mampu membuat remaja berdaya, bergerak, berubah, dan dapat menjadi katalisator untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. Kata Kunci: Covid-19, Remaja, Pemberdayaan  ABSTRACT The low awareness and discipline of the community is a big challenge for the government in breaking the chain of the spread of Covid-19. Cooperation from all elements in society, especially the younger generation, is needed. This study aims to break the chain of the spread of Covid-19 through the formation of Kartar Husada (Karang Taruna Husada). Participants in this activity were 25 teenagers in Tembokrejo Village, Purworejo District, Pasuruan City. This location chose because the number of confirmed Covid-19 patients was quite large in August 2020. The activities carried out included 3 (three) stages, namely 1) providing counseling about Covid-19 and healthy life style to break the chain of Covid-19 spread, 2 ) training on using masks correctly and washing hands in 6 steps, 3) establishing Kartar Husada (Karang Taruna Husada) to increase youth participation in breaking the chain of spread of Covid-19 in Tembokrejo Village. Health education is carried out using lecture and discussion techniques. The training is given using the demonstration method. The media used are power point slides, learning videos and leaflets. The results of the activity showed that the average pre-test score was 6, while the post-test average score was 9. The difference in the average pre-test and post-test scores was 3. It was concluded that counseling can increase the knowledge of participants. Participants' skills in using masks, 24 people were able to do according to the checklist and only 1 person who did not match the checklist. The skill of washing hands in 6 steps correctly, 22 people were able to do it according to the checklist and 3 people did not match the checklist. These results indicate that participants can practice proper use of masks and hand washing. Through the formation of "Kartar Husada" it is hoped that teenagers will be able to be empowered, move, change, and can be a catalyst to increase public awareness in complying with health protocols. Keywords: Covid-19, Youth, Empowerment
Terapi Acupressure untuk Kesehatan Surtiningsih Surtiningsih; Linda Yanti; Feti Kumala Dewi; Fauziah Hanum Nur Adriyani; Arlyana Hikmanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7163

Abstract

ABSTRAK Gangguan kecemasan adalah kondisi yang paling sering terjadi pada remaja, diikuti oleh gangguan perilaku, gangguan mood, dan gangguan penggunaan zat.  Permaslahan yang muncul pada remaja/ siswi adalah kecemasan, nyeri (kepala, diminore), belum pernah mendapatkan informasi terkait acupressure untuk kesehatan. Acupressure telah terbukti efektif untuk menghilangkan berbagai rasa sakit pada untuk mengurangi dismenore (gangguan menstruasi), nyeri persalinan, nyeri punggung bawah, sakit kepala kronis, dan nyeri traumatis lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah yang sering terjadi pada remaja seperti kecemasan, nyeri. Metode kegiatan ini dengan ceramah, tanya jawab, diskusi dan praktik terapi Acupressure untuk kesehatan dalam hal ini difokuskan dengan totok wajah. Khalayak sasaran yang dipilih adalah Siswi SMAN 1 Rancah Ciamis Jawa Barat dan tempat yang dipilih adalah Universitas Harapan Bangsa. Hasil kegiatannya yang diikuti oleh 26 peserta diawali dengan pretest, pemberian informasi, edukasi dan praktik lalu peserta diberikan posttest untuk megukur pengetahuannya. terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang menerapkan terapi acupressure (totok wajah) untuk kesehatan. Diharapkan siswi/ remaja dapat mentransferkan informasi tentang terapi acupressure untuk kesehatan (totok wajah). Sedangkan untuk pikah sekolah dapat mengupayakan adanya seminar/ workshop atau bisa juga mengundang pakar terutama terkait dengan kesehatan para remaja/ sisiwa dan siswi. Kata Kunci: Terapi, Acupressure, Kesehatan  ABTRACT Anxiety disorders are the most common condition in adolescents, followed by behavior disorders, mood disorders, and substance use disorders. The problems that arise in adolescents/students are anxiety, pain (headache, dysmenorrhea), they have never received information related to acupressure for health. Acupressure has been shown to be effective in relieving a variety of pains to reduce dysmenorrhea (menstrual disturbances), labor pains, low back pain, chronic headaches, and other traumatic pains. This activity aims to overcome various problems that often occur in adolescents such as anxiety, pain. The method of this activity is lectures, questions and answers, discussions and the practice of Acupressure therapy for health in this case focused on full-blooded faces. The target audience chosen were students of SMAN 1 Rancah Ciamis, West Java and the chosen place was Harapan Bangsa University. The results of the activity, which was attended by 26 participants, began with a pretest, providing information, education and practice, then participants were given a posttest to measure their knowledge. there is an increase in knowledge and skills about applying acupressure therapy (acupressure) for health. It is expected that students/teenagers can transfer information about acupressure therapy for health (full-faced). Meanwhile, for school marriages, they can seek seminars/workshops or invite experts, especially those related to the health of teenagers/students and students. Keywords: Therapy, Acupressure, Health
Intervensi Hydrotherapy dan Slow Deep Breathing untuk Menurunkan Hipertensi Lansia Triyoso Triyoso; Setiawati Setiawati; Fransisca Melyana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.7146

Abstract

ABSTRAK Lanjut usia dimulai dari usia 60 tahun, karenanya lansia mengalami penurunan fungsi diberbagai organ. Penurunan fungsi ini kadang menyebabkan lansia menderita hipertensi karena berbagai faktor. Hipertensi pada lansia sering dijumpai yakni tekanan darah diatas 140/90 mmHg. Komplikasi hipertensi perlu dicegah, salah satunya dengan terapi nonfarmakologi seperti hydroterapy dan slow deep breathing/SDB. Adanya dilatasi pada pembuluh darah akan melancarkan sirkulasi darah sehingga kerja jantung ikut stabil dan elastisitas pembuluh darah terjaga baik. Diketahui pengaruh rendam kaki air hangat (hydrotherapy) dan relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tekanan darah tinggi lansia.Dalam studi kasus ini metode penulisan adalah deskriptif. Sampel yang digunakan berjumlah tiga orang dan pelaksanaannya selama lima hari berturut-turut sehari sekali di pagi hari. Dari hasil studi kasus diperoleh hasil klien 1, TD sebelum diberikan intervensi adalah 159/98 mmHg sesudah diberikan TD 153/92 mmHg selisih penurunan 6/7 mmHg. Pada klien ke 2 sebelum diberikan perlakuan yang sama TD 152/95 mmHg dan sesudah TD 145/80 mmHg selisih penurunan 7/15 mmHg. Sedangkan klien ke 3 TD pre 145/90 mmHg dan TD post 142/86 selisih penurunan 3/4 mmHg. Adanya intervensi hydrotherapy dan Slow Deep Breathing pada lansia mampu menurunkan tekanan darah sistole dan diastole. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Hydrotherapy, Slow Deep Breathing  ABSTRACT The elderly start from the age of 60 years, therefore the elderly experience decreased function in various organs. This decrease in function sometimes causes the elderly to suffer from hypertension due to various factors. Hypertension in the elderly is often found, namely blood pressure above 140/90 mmHg. Complications of hypertension need to be prevented, one of which is by non-pharmacological therapies such as hydrotherapy and slow deep breathing/SDB. The existence of dilatation in blood vessels will improve blood circulation so that the work of the heart is stable and the elasticity of blood vessels is well maintained.To determine the effect of hydrotherapy and slow deep breathing on reducing blood pressure in elderly with hypertension. In this case study the method of writing is descriptive. The samples used were three people and the implementation was carried out for five consecutive days once a day in the morning. From the case study results obtained the first client, Blood Presure before being given the intervention was 159/98 mmHg after being given Blood Presure 153/92 mmHg the difference in decrease was 6 /7 mmHg. In the second client, before being given the same treatment, Blood Pressure was 152/95 mmHg and after Blood Pressure was 145/80 mmHg the difference was 7/15 mmHg. While the third client Blood Pressure pre 145/90 mmHg and post BP 142/86 the difference in decrease is 3/4 mmHg. The existence of hydrotherapy and SDB intervention in the elderly can reduce systolic and diastolic blood pressure. Keywords: Elderly, Hypertension, Hydrotherapy, Slow Deep Breathing
Model Pencegahan Stunting melaui Konseling Pranikah di Kecamatan Curup Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu Almaini Almaini; Candra Buana; Eva Susanti; Yanti Sutriyanti; Fatimah Khoirini; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7975

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Angka stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6% di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%). Prevalensi Stunting di Bengkulu sebesar 27,98 persen dan di Kabupaten Rejang Lebong sempat menyentuh angka 26 %. Kegiatan pengabdian masyarakat pencegahan stunting melalui konseling pranikah adalah pemberian  bimbingan kepada penyuluh agama pada kantor ursan Agama (KUA) tentang pencegahan stunting.  Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kecamatan Curup. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dengan cara advokasi kepada pemangku kepentingan kantor kementerian agama, Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan KB, kemudian melakukan pelatihan kepada penyuluh agama dengan pemberian materi, peragaan, dan praktik penyuluhan lansung kepada calon pengantin pranikah dan sosialisasi buku pencegahan stunting. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan kemampuan pengetahuan peserta 50,5% dan hasil praktik penyuluhan menunjukkan 100% peserta kompeten. Terdapat peningkatan kemampuan dan pengetahuan serta keterampilan penyuluh agama dalam pencegahan stunting melalui konseling pranikah. Kata Kunci: Stunting, Pranikah, Pengabdian Masyarakat  ABSTRACT Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life (HPK). Stunting affects the growth and development of the brain. The stunting rate in Indonesia is still high, at 29.6% above the WHO limit (20%). Stunting prevalence in Bengkulu was 27.98 percent and in Rejang Lebong Regency it had touched 26%. Community service activities for preventing stunting through premarital counseling are providing guidance to religious instructors at the Religious Affairs Office (KUA) regarding stunting prevention. This activity aims to empower the community in efforts to prevent stunting in the Curup sub-district. The implementation of community service is carried out by advocating to stakeholders in the office of the ministry of religion, the Health Service and the Population and Family Planning Office, then conducting training to religious instructors by providing materials, demonstrations, and direct counseling practices to premarital brides and socializing stunting prevention books. The results of this activity showed an increase in the knowledge ability of the participants by 50.5% and the results of the extension practice showed that 100% of the participants were competent. There is an increase in the ability and knowledge and skills of religious educators in preventing stunting through premarital counseling. Keywords: Stunting, Premarital, Community Service
Implementasi Program “Senar Kuat” Sebagai Model Upaya Cegah Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Dahanrejo Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik Eka Srirahayu Ariestiningsih; Dwi Faqihatus Syarifah Has; Guruh Ardhianto Kurniawan; Fathmawati Widodo Putri; Ristiawati Ristiawati; Nabilah Firyal Nariswari; Anika Fauzana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.7188

Abstract

 ABSTRAK                                              Tahun 2017 WHO menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga prevalensi stunting tertinggi di Asia, pada angka 36,4 persen. Angka tersebut lebih rendah 5,6 persen, dari hasil Riskesdas tahun 2013, 37,2 persen, tahun 2018, 30,8 persen (Kemenkes, 2018), hasil survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, mencapai 27,7persen (itsojt, 2021). Dari data survei BKKBN turun menjadi 24,4 persen (Purbaya, 2022). WHO menetapkan angka 20 percent sebagai standar batas maksimal toleransi (Eko, 2022), olehnya itu perlu kerja keras untuk menurunkan stunting. Kabupaten Gresik prevalensi stunting balita, 11,1 Persen (2019), 12,4 persen (2020). Dahanrejo adalah desa yang berada di wilayah Kecamatan Kebomas Gresik, ditetapkan sebagai desa Zero Stunting  (Dinkes Gresik, 2020). Kondisi tersebut yang melatarbelakangi tim berkewajiban melakukan pendampingan dalam mempertahankan predikat desa zero stunting. Tujuan kegiatan adalah keberhasilan menyosialisasikan program “Senar Kuat” yang merupakan salah satu dari empat program Pemerintah Daerah Gresik dalam upaya cegah stunting, memfasilitasi pembukaan ruang konseling gizi dan kesehatan reproduksi melalui media sosial Instagram serta memperkenalkan produk healthy food berbahan kelor. Metode yang digunakan adalah observasi dan pendalaman, sosialisasi, implementasi serta memfasilitasi program, selanjutnya mengedukasi dan pendampingan kepada warga. Tim menyosialisasikan program “Senar Kuat” karena Informasi tentang program tersebut belum tersebar dan belum dipahami oleh warga desa Dahanrejo.Kesimpulan nya adalah Tim Universitas Muhammadiyah Gresik sebagai bagian dari tatanan Penta Helix , dimana terdapat pelibatan lima unsur yaitu pemerintah, masyarakat, akademisi, pengusaha, dan media dalam pembangunan nasional dalam upaya cegah stunting telah berkontribusi bersama masyarakat dan pemerintah melakukan pendampingan, mengedukasi, mumbuka ruang konsultasi melalui media sosial Instagram @sesigizi.id.               Kata kunci: Senar Kuat, Stunting, Media Sosial Instagram, Healthy Food  ABSTRACT                                   In 2017, WHO placed Indonesia as the third country with the highest stunting prevalence in Asia, at 36.4 percent. This figure is 5.6 percent lower than the results of Riskesdas in 2013, 37.2 percent, in 2018, 30.8 percent .(Kemenkes, 2018), the results of the 2019 Indonesian Toddler Nutritional Status (SSGBI) survey, reached 27.7 percent (itsojt, 2021). From the BKKBN survey daa, it fell to 24.4 percent(Purbaya, 2022). WHO sets the figure of 20 percent as the standard maximum tolerance limit (Eko, 2022) therefore it takes hard work to reduce stunting. Gresik Regency prevalence of stunting under five, 11.1 percent (2019), 12.4 percent (2020). Dahanrejo is a village located in the district of Kebomas Gresik, designated as Zero Stunting village  (Dinkes Gresik, 2020). This condition motivated the team to provide assistance in maintaining the title of a zero stunting village. The purpose of the activity is the success of socializing the "Senar Kuat" program which is one of the four Gresik Regional Government programs in an effort to prevent stunting, facilitating the opening of a nutrition and reproductive health counseling room through Instagram social media and introducing healthy food products made from Moringa. The method used is observation and deepening, socialization, implementation and facilitating the program, then educating and providing assistance to residents. The team socialized the “Senar Kuat” program because the information about the program had not been spread and had not been understood by the residents of Dahanrejo village.The conclusion is that the Muhammadiyah Gresik University Team as part of the Penta Helix order, where there is the involvement of five elements, namely the government, the community, academics, entrepreneurs, and the media in national development in an effort to prevent stunting have contributed together with the community and the government to provide assistance, educate, open space consultation via social media Instagram @sesigizi.id Keywords: Senar Kuat, Stunting, Social media,  Instagram, Healthy Food
Analisis Asuhan Keperawatan Luka Kaki Diabetik Pada Ny. N Dan Tn. A Dengan Penggunaan Polyurethane Foam Sebagai Balutan Sekunder Di Wocare Center Bogor Oktania Nuraeni; Rizki Hidayat; Naziyah Naziyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7538

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) menurut American Diabetes Association, (2005) adalah sekelompok penyakit metabolik yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Salah satu komplikasi pada penderita DM adalah luka kaki diabetik. Luka kaki diabetik harus ditangani dengan baik dan benar, metode perawatan luka yang berkembang saat ini adalah menggunakan prinsip moisture balance atau yang dikenal sebagai metode modern dressin. Salah satu balutan yang sering digunakan adalah polyurethane foam sebagai balutan sekunder. Tujuan penelitian untuk menganalisa hasil dari perawatan luka modern dengan penggunaan polyurethane foam sebagai balutan sekunder. Metode penelitian menggunakan case study, sampel yang digunakan adalah 2 klien dengan menggunakan Instrumen pengkajian luka yang digunakan WINNERS Scale. Hasil dari penelitian ini adalah perawatan luka modern dengan polyurethane foam efektif digunakan pada luka kaki diabetik dengan eksudat sedang sampai banyak. Kesimpulannya adalah perawatan luka harus diimbangi dengan kadar gula darah yang terkontrol dan nutrisi yang baik sehingga diharapkan kepada petugas pelayanan kesehatan agar lebih memperhatikan lagi hal tersebut. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Luka Kaki Diabetik, Modern Dressing,       Polyurethane Foam ABSTRACTAccording to the American Diabetes Association (ADA), diabetes mellitus is a collection of metabolic diseases caused by abnormalities in insulin secretion, insulin action, or both. One of the complications in people with diabetes mellitus is diabetic foot ulcers. Diabetic foot wounds must be treated properly, the current method of wound care is using the principle of moisture balance or what is known as the modern method of dressing. One of the frequently used dressings is polyurethane foam as a secondary dressing. The aim of the study was to analyze the results of modern wound care using polyurethane foam as a secondary dressing. The research method uses a case study, the sample used is 2 clients using the wound assessment instrument used by the WINNERS Scale. The result of this study is that modern wound care with polyurethane foam is effective for diabetic foot wounds with moderate to large exudate. Conclusion: Wound care must be balanced with controlled blood sugar levels and good nutrition, so it is hoped that health care workers will pay more attention to this. Keywords: Diabetic Mellitus, Diabetic Foot Ulcer, Modern Dressing,       Polyurethane 
Pembentukan Kader Remaja dan Pelatihan Posyandu Remaja di Desa Sidorahayu Wagir MalangPembentukan Kader Remaja dan Pelatihan Posyandu Remaja di Desa Sidorahayu Wagir Malang Indari Indari; Yuni Asri; Viyata Chanifiah Utami; Indah Setyowati; Siti Nurwinda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7337

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke dewasa, dimasa remaja ini masalah kesehatan sangat kompleks dan penting sekali untuk segera ditangani agar tidak menimbulkan permasalahan dan tidak mengalami resiko gangguan psikologis.  Dalam meningkatkan kesejahteraan kesehatan pada remaja maka solusi yang bisa ditawarkan kepada masyarakat adalah pembentukan kader remaja. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membentuk kader remaja dan memberikan pelatihan posyandu remaja di desa Sidorahayu Wagir Malang. Metode yang dilakukan adalah pembentukan kader remaja dan pelatihan yang dilakukan di Balai Desa Sidorahayu Wagir  Malang pada tanggal 11-19 Juli 2022 yang dihadiri oleh 7 remaja dan didampingi oleh orang tua, kader balita dan lansia. Hasil dari kegiatan ini adalah telah terbentuk kader remaja Desa Sidorahayu dengan waktu pelaksanaan setiap 1 bulan sekali bertempat di Balaidesa Sidorahayu Wagir. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu remaja yang hadir sangat aktif dalam mengikuti kegiatan pelatihan posyandu remaja dan dan berkomitmen dalam mendukung program salah satunya adalah  kegiatan posyandu remaja yang akan dilakukan dalam setiap bulan. Kata Kunci : Pembentukan, Pelatihan, Kader, Posyandu, Remaja  ABSTRACT Aadolescence  is a time to transition from children to adults, in health problems are complicated in this period and it is very important to be handled immediately without risk of psychological disorders. To improve the health welfare of adolescents, the solution that can be offered to the community is to form the adolescent cadres. The purpose of this activity is to form the adolescent cadres and to provide training for adolescent posyandu in Sidorahayu village, Wagir, Malang. The method of this activity is the formation of the adolescent cadres and training at the Sidorahayu Village, Wagir, Malang on 11-19 July 2022, which was attended by 7 adolescent and their parents, some cadres. The result of this activity is that the adolescent cadres of Sidorahayu Village has been formed with the implementation time in every month at the Sidorahayu Village Wagir Malang. The conclusion of this activity is that the adolescents who attended were very active to participate in the adolescent posyandu training activities and were committed to supporting the program, one of which was the adolescent posyandu activity which would be carried out every month. Keywords : The Formation, Training, Cadre, Posyandu, Adolescent
Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Pembuatan Bubur Tempe untuk Penanganan Diare pada Balita di Lingkungan Akper Bunda Delima Bandar Lampung Praty Milindasari; Ida Yatun Khomsah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6309

Abstract

ABSTRAK Penyakit diare dapat terjadi dikarenakan konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, atau parasit. Anak-anak di bawah usia lima tahun (balita) merupakan mayoritas penderita diare dengan prevalensi yaitu sebesar 12,2%. Salah satu cara untuk membantu menangani masalah diare adalah dengan diberikannya makanan berupa bubur tempe. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu yang mempunyai anak balita tentang pembuatan bubur tempe untuk penanganan diare pada balita. Metode pengabdian ini adalah penyuluhan dan demonstrasi tentang pembuatan bubur tempe. Hasil dari kegiatan ini bahwa mayoritas peserta aktif dalam kegiatan serta dapat mendemontrasikan kembali cara pembuatan bubur tempe. Peserta kegiatan 90% mengalami peningkatan keterampilan dalam upaya penanganan diare pada balita dengan mendemonstrasikan kembali cara pembuatan bubur tempe. Kata Kunci: Pengetahuan, Bubur Tempe, Balita  ABSTRACT Diarrheal diseases can occur due to the consumption of food or beverages contaminated by bacteria, viruses, or parasites. Children under the age of five (toddlers) make up the majority of diarrhea sufferers with a prevalence of 12.2%. One way to help deal with the problem of diarrhea is to give food in the form of tempeh porridge (bubur tempe). The purpose of this devotion is to increase the knowledge of mothers who have toddler children about making tempeh porridge for the treatment of diarrhea in toddlers. This method of devotion is counseling and demonstration of the making of tempeh porridge. The result of this activity is that the majority of participants are active in the activity and can re-demonstrate how to make tempeh porridge. Participants of the 90% activity experienced an increase in skills in efforts to treat diarrhea in toddlers by re-demonstrating how to make tempeh porridge. Keywords: Knowledge, Porridge Tempe, Toddler

Page 80 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue