cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pelatihan Penyusunan Instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Di Smk Bina Kusuma Ruteng Viviana Murni; Fransiskus Nendi; Ricardus Jundu; Fulgensius Efrem Men; Kristianus Viktor Pantaleon; Emilianus Jehadus; Eufrasia Jeramat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6031

Abstract

ABSTRAK Asesmen Kompetensi Minimum merupakan penilaian kemampuan minimum yang dilakukan kepada peserta didik. Kemampuan minimum yang dimaksud adalah kemampuan paling dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik pada jenjang tertentu, yaitu literasi membaca dan numerasi. AKM mengukur kompetensi berpikir atau bernalar peserta didik ketika membaca teks (literasi) dan menghadapi persoalan yang membutuhkan pengetahuan matematika (numerasi). Tidak semua guru memiliki pengetahuan dan keterampilan menyusun instrumen, contohnya para guru di SMK Bina Kusuma Ruteng. Oleh karena itu, tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan pelatihan penyusunan instrumen Asesmen Kompetensi Minimum untuk para guru SMK Bina Kusuma Ruteng. Pelatihan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi guru dalam menyusun instrumen AKM sehingga mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 30 guru SMK Bina Kusuma Ruteng. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu wawancara, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini dapat berpengaruh positif terhadap kemampuan dan keterampilan para guru dalam menyusun instrumen  Asesmen Kompetensi Minimum. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa pelatihan memiliki kualitas dengan kategori baik sekali (4.75) dan memberikan dampak dalam kategori kategori baik sekali (4.92). Terbukti bahwa para guru bisa menyusun instrumen AKM dengan baik. Sedangkan, dampak pelaksanaan pelatihan masuk dalam kategori baik sekali (4.82). Mitra mampu menyusun instrumen PKM dengan benar, hal ini dapat dilihat pada tugas yang dipresentasikan oleh mitra. Instrumen yang dihasilkan ini diharapkan dapat menjadi penduan bagai para guru dan calon guru untuk mengembangkan dan menggunakan instrumen AKM pada proses pembelajaran dan penilaian di kelas. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini dapat mengembangkan kompetensi guru dalam menyusun instrumen AKM, sehingga guru mampu menyelenggarakan pembelajaran secara efektif dan efisien. Kata Kunci: Pelatihan, Penyusunan, Instrumen, AKM  ABSTRACT Minimum Competency Assessment is a minimum ability assessment carried out on students. The minimum ability in question is the most basic ability that must be possessed by students at a certain level, namely reading literacy and numeracy. AKM measures the thinking or reasoning competence of students when reading texts (literacy) and dealing with problems that require mathematical knowledge (numbering). Not all teachers have the knowledge and skills to compose instruments, for example, teachers at SMK Bina Kusuma Ruteng. Therefore, the community service team carried out training activities for the preparation of Minimum Competency Assessment instruments for teachers of SMK Bina Kusuma Ruteng. The training was conducted to develop teacher competence in compiling the AKM instrument to support the achievement of the expected learning objectives. The training activity was attended by 30 teachers of SMK Bina Kusuma Ruteng. This activity was carried out through several stages, namely interviews, planning, implementation, and evaluation. This activity can have a positive effect on the ability and skills of teachers in preparing the Minimum Competency Assessment instrument. Based on the results of data analysis, it was found that the quality of the training was in the very good category (4.75) and had an impact in the very good category (4.92). It is proven that the teachers can arrange the AKM instrument well. Meanwhile, the impact of the implementation of the training is in the very good category (4.82). It is proven that the teachers can arrange the AKM instrument well. Meanwhile, the impact of the implementation of the training is in the very good category (4.82). Teachers can develop PKM instruments correctly, this can seen in the tasks presented by teachers. The result of instrument is expected to be a guide for teachers and prospective teachers to develop and use the AKM instrument in the learning and assessment process in the classroom. So, it can concluded that this training activity can develop teacher competence in preparing AKM instruments, so that teachers are able to organize learning effectively and efficiently. Keywords: Training, Preparation, Instruments, AKM
Edukasi menggunakan Media Video tentang Perilaku Cuci Tangan terhadap Pengetahuan Guru di TK Insan Mulia Terpadu Manokwari Mirna Wigunarti; Bahrah Bahrah; Deasy Erawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7990

Abstract

ABSTRAK Salah satu upaya pengendalian penyebaran Covid-19 pada masyarakat dan anak-anak yaitu dengan menjaga kebersihan tangan. Mencuci tangan memang sudah menjadi salah satu program Germas yang dikampanyekan sejak lama. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh pengabdi di salah satu sekolah taman kanak-kanak Wilayah kerja Puskesmas Wosi yaitu dengan melakukan wawancara pada guru didapatkan data jumlah siswa/siswi di Taman kanak-kanan tersebut berjumlah sekitar 35 anak, selama ini telah diajarkan cara cuci tangan yang benar namun belum dapat diterapkan secara maksimal oleh anak-anak. Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan Guru di taman kanak-kanak Insan Mulia Terpadu Manokwari dalam melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan benar berdasarkan 6 langkah cuci tangan menurut WHO menggunakan media bantu video. Metode dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pelatihan menggunakan media bantu video dan melakukan pendampingan. Sasaran dalam pengabdian ini adalah guru ditaman kanak-kanak Insan Mulia Terpadu Manokwari. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 1 bulan dengan memberikan pelatihan selama 1 minggu menggunakan media bantu video cara melakukan 6 langkah CTPS dengan benar. Setelah dilakukan edukasi dan pendampingan CTPS yang benar menggunakan media video dan mengevaluasi pengetahuan guru tentang CTPS yang benar dan dapat simpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan guru tentang CTPS yang benar setelah diberikan media video selama 7 hari di TK Insan Mulia Terpadu Manokwari. Diharapkan kepada pihak sekolah agar dapat lebih aktif untuk melibatkan pihak Puskesmas dalam memberikan promosi kesehatan terkait masalah kesehatan yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak-anak di masa sekolah. Kata Kunci:  Edukasi perilaku cuci tangan, Media Video, Pengetahuan ABSTRACT One of the efforts to control the spread of Covid-19 in the community and children is by maintaining hand hygiene. Washing hands has indeed become one of the Germas programs that have been campaigned for a long time. Based on a preliminary study conducted by a servant in one of the kindergarten schools in the working area of the Wosi Health Center, namely by conducting interviews with the teacher, it was found that the data on the number of students in the kindergarten was about 35 children, so far they have been taught how to wash their hands. that is correct but cannot be applied optimally by children. The purpose of this training is to increase the knowledge of teachers at Insan Mulia Terpadu Manokwari Kindergarten in properly washing hands with soap (CTPS) based on the 6 steps of hand washing according to WHO using video aids. The method in this service is to conduct training using video media and provide assistance. The target in this service is the teacher at the Insan Mulia Integrated Manokwari kindergarten. This service activity was carried out for 1 month by providing training for 1 week using video media on how to do the 6 steps of CTPS correctly. After conducting education and mentoring for correct CTPS using video media and evaluating teacher knowledge about correct CTPS and it can be concluded that there was an increase in teacher knowledge about correct CTPS after being given video media for 7 days at Insan Mulia Terpadu Kindergarten Manokwari. It is hoped that the school will be more active in involving the Puskesmas in providing health promotion related to health problems related to the growth and development of children during school. Keywords: Hand washing behavior education, Media Video, Knowledge
Penyuluhan Tentang Penyakit Kegawatdaruratan Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Krui Kabupaten Pesisir Barat Rika Yulendasari; Mahdi Antoni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.5175

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah jenis penyakit degeneratif atau keturunan dan sekarang ada yang disebabkan oleh gaya hidup. Hipertensi adalah keadaan yang tidak bergejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan menyebabkan meningkatnya resiko terhadap Serangan Jantung, Gagal Jantung, Stroke, Aneurisma, dan Kerusakan Ginjal. Alasan memilih judul ini adalah banyak masyarakat belum memahami tentang dampak buruk dari ketidakpatuhan mengontrol hipertensi. Metode dalam penyuluhan ini dengan melakukan persiapan penyuluhan tentang penyakit Hipertensi yang akan dilaksanakan di UPTD Puskesmas Krui, dengan berkoordinasi sesama mitra rekan kerja, persiapan alat dan bahan, sosialisasi dan dokumentasi. Kegiatan berlangsung dengan lancar. Penyuluh memberikan sosialisasi secara umum tentang penanganan awal jika mengalami peningkatan tekanan darah (hipertensi) kepada 10 orang pasien, sehingga terjalin hubungan yang baik antara penyuluh dan peserta. Hasil dari penyuluhan ini menunjukan pengetahuan peserta penyuluhan meningkat 80%    Kata Kunci: Penyuluhan, Penyakit Kegawatdaruratan, Hipertensi  ABSTRACT Hypertension is a type of degenerative or hereditary disease and now there are those caused by lifestyle. Hypertension is an asymptomatic condition, where abnormally high pressure in the arteries causes an increased risk of heart attack, heart failure, stroke, aneurysm, and kidney damage. The reason for choosing this title is that many people do not understand the bad effects of non-adherence to control hypertension. The method in this counseling is to prepare counseling about Hypertension which will be carried out at the Krui Health Center UPTD, by coordinating with fellow co-workers, preparing tools and materials, socialization and documentation. The activity went smoothly. The instructor gave general socialization about the initial treatment if there was an increase in blood pressure (hypertension) to 10 patients, so that a good relationship was established between the instructor and the participants. Patient responses were quite varied. The results of this counseling show that knowledge about counseling has increased by 80%. Keywords: Counseling, Emergency Disease, Hypertension 
Edukasi Perilaku Cuci Tangan terhadap Pengetahuan Guru Menggunakan Media Audiovisual dalam Pencegahan Covid 19 di Tk Yapis III Manokwari Bahrah Bahrah; Mirna Wigunarti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7413

Abstract

ABSTRAK Pendidikan kesehatan sangat penting untuk menambah pengetahuan dan salah satu proses promosi kesehatan yang paling sederhana bagi setiap manusia dalam menjaga kesehatan tubuh salah satunya yaitu perilaku cuci tangan. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh pengabdi di salah satu sekolah taman kanak-kanak Wilayah kerja Puskesmas Wosi yaitu dengan melakukan wawancara pada guru didapatkan data jumlah siswa/siswi di Taman kanak-kanan tersebut berjumlah sekitar 35 anak, selama ini telah diajarkan cara cuci tangan yang benar namun belum dapat diterapkan secara maksimal oleh anak-anak. Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan Guru di taman kanak-kanak Yapis III Manokwari dalam melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan benar berdasarkan 6 langkah cuci tangan menurut WHO menggunakan media bantu video. Metode dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pelatihan menggunakan media bantu video dan melakukan pendampingan. Sasaran dalam pengabdian ini adalah guru ditaman kanak-kanak Yapis III Manokwari. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 1 bulan dengan memberikan pelatihan selama 1 minggu menggunakan media bantu video cara melakukan 6 langkah CTPS dengan benar. Setelah dilakukan edukasi dan pendampingan CTPS yang benar menggunakan media video dan mengevaluasi pengetahuan guru tentang CTPS yang benar dan dapat simpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan guru tentang CTPS yang benar setelah diberikan media video selama 7 hari di TK Yapis III Manokwari. Diharapkan kepada pihak sekolah agar dapat lebih aktif untuk melibatkan pihak Puskesmas dalam memberikan promosi kesehatan terkait masalah kesehatan yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak-anak di masa sekolah. Kata Kunci:  Edukasi Perilaku Cuci Tangan, Media Video, Pengetahuan  ABSTRACT Health education is very important to increase knowledge and one of the simplest health promotion processes for every human being in maintaining a healthy body, one of which is hand washing behavior. Based on a preliminary study conducted by a servant in one of the kindergarten schools in the working area of the Wosi Health Center, namely by conducting interviews with the teacher, it was found that the data on the number of students in the kindergarten was about 35 children, so far they have been taught how to wash their hands. that is correct but cannot be applied optimally by children. The purpose of this training is to increase the knowledge of teachers at the Yapis III Manokwari Kindergarten in properly washing hands with soap (CTPS) based on the 6 steps of hand washing according to WHO using video aids. The method in this service is to conduct training using video media and provide assistance. The target in this service is the Yapis III Manokwari kindergarten teacher. This service activity was carried out for 1 month by providing training for 1 week using video media on how to do the 6 steps of CTPS correctly. After educating and assisting the correct CTPS using video media and evaluating the teacher's knowledge about the correct CTPS and it can be concluded that there was an increase in teacher knowledge about the correct CTPS after being given video media for 7 days at TK Yapis III Manokwari. It is hoped that the school will be more active in involving the Puskesmas in providing health promotion related to health problems related to the growth and development of children during school. Keywords: Hand Washing Behavior Education, Media Video, Knowledge
Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam mengenali kelainan gigi dan gusi, Menjaga Kesehatan gigi dan mulut, serta tips ke dokter gigi yang aman di masa Pandemi covid-19 Trijani Suwandi; Lies Zubardiah; Ciptadhi Trioka Binartha; Olivia Piona Sahelangi; Jackson Dipankara; Irvan Septian Syah Putra Rasad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6821

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan masyarakat mengenai kelainan gusi dan gigi sangat penting sebagai landasan menjaga oral hygiene. Pandemic COVID-19 memiliki pengaruh terhadap kesehatan individu termasuk kesehatan gigi dan gusi. Oral hygiene yang baik selain meningkatkan kesehatan gigi dan mulut juga kesehatan secara umum. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai kelainan gusi dan gigi, cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta tips aman ke dokter gigi di masa pandemi COVID-19. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode ceramah, peragaan, dan pemutaran video. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukan pengetahuan peserta penyuluhan mengalami peningkatan sebesar 32% setelah penyuluhan. Hal ini menunjukan penyuluhan berjalan dengan baik. Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat setelah menerima penyuluhan materi yang diberikan. Kata kunci: Pengetahuan, Kesehatan Gusi dan Gigi, Pengabdian Kepada Masyarakat ABSTRACT Public knowledge about gum and dental health is very important as a basis for maintaining oral hygiene. The COVID-19 pandemic has an impact on individual health, including the health of gums and teeth. Good oral hygiene improves dental and oral health also general health. The aims were to increase knowledge about dental and gum disorders, how to maintain dental and oral health, as well as safety tips for going to the dentist during the COVID-19 pandemic. The community service is carried out through lectures, demonstrations, and video screenings. The results of the activity showed that the knowledge of the participants had an increase in value by 32% after the material was provided. This shows that the community service is going well. There is an increase in public knowledge after receiving the materials. Keywords: Knowledge, Gum and Dental Health, Community Service
Pemijatan pada Bayi Usia 0-2 Tahun di Rw 4 (Rt 1 Dan 3) Desa Wantisari Kec. Leuwidamar, Kab. Lebak Nurulicha Nurulicha; Imelda Diana Marsilia; Eka Maulana Nurzannah; Dina Martha Fitri; Yulita Nengsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7937

Abstract

ABSTRAK Stimulasi atau rangsangan yang baik untuk anak dapat diberikan oleh orang tua untuk perkembangan potensinya secara maksimal. Faktor yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak yaitu nutrisi yang tercukupi, lingkungan keluarga yang mendukung merupakan dasar untuk tumbuh kembang anak. Selain itu dari segi personal anak dapat diberikan stimulasi, salah satu bentuk stimulasi yang umum dilakukan orang tua untuk bayi. Saat memijat bayi, kita membantu otak anak memproduksi hormon oksitosin, yang menurunkan kadar stres dalam otaknya. Dengan kata lain, pijatan bayi bisa membantunya relaks, mengurangi lama ia menangis, dan membantunya tidur. Selain itu, salah satu keuntungan lain untuk pijat bayi adalah kemampuannya untuk memperkuat sistem pencernaannya, sehingga membantu ketidaknyamanan yang dialami bayi, seperti masuk angin dansembelit. Selain membantu sistem penting dalam tubuh si anak, memijat bayi juga membantu pertumbuhannya. Saat kita memijat si bayi, sentuhan tersebut mengirimkan sinyal kepada kelenjar pituitary di dalam otak si kecil. Hal ini kemudian melepaskan HGH, hormon pertumbuhan manusia, yang artinya membantu si bayi tumbuh dan berkembang. Pengabdian Masyarakat ini mulai dilaksanakan pada bulan Maret 2022 di RW 04 (RT 1 dan 3) Desa Wantisari, Kec. Leuwidamar, Kab Lebak. Metode pelaksanaan kegiatan yang diberikan adalah dalam bentuk penyuluhan dan Demonstrasi pentingnya Baby Massage. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan terhadap ibu ibu diketahui bahwa ibu sudah mengerti tentang pemijatan bayi dan dapat mengaplikasikan langsung gerakan gerakan massage tersebut pada bayinya dan kegiatan ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari Kepala Desa, Bidan desa dan Kader. Kata Kunci: Tumbuh Kembang Anak, Pemijatan Bayi, Perkembangan Anak  ABSTRACT Development is an increase in the structure and function of the body which is more complex in the ability of gross motion, fine motion, speech and language as well as socialization and independence. Stimulation, Detection and Early Intervention on Growth and Development (SDIDTK) really need to be done, especially at the age of under five years because it will influence and determine the next child's development. In this community service activity, all toddlers and pre-school children receive stimulation, detection and early intervention services for growth and development deviations according to their age. Early Detection and Intervention on Child Development aims to detect infants in their growth and development, so that stimulation will be carried out if deviations are found in the growth and development of the baby. The implementation of this community service was attended by 28 early childhood children from Cikal Cendikia Kindergarten, Cileungsi. The stimulation was carried out using the KPSP (Pre-screening Development Questionnaire). This activity also carried out weight weighing, TB measurements and head circumference. The results of the examination in early childhood at Cikal Cendikia Kindergarten were that the child's growth was within normal limits, namely examination of weight, body length, head circumference. children's development results KPSP children according to development, vision test 10% of children have difficulty seeing the letter E on the third row. Hearing test with normal results the children carried out the instructions properly and correctly. Keyword: Child Growth, SDIDTK, KPSP
Pelaksanaan Kelas Ibu Balita dengan Metode Focus Group Discussion (Fgd) dan Multimedia Di Posyandu Anyelir Wilayah Kerja Puskesmas Dempo Palembang Kharisma Virgian; Desy Setiawati; Wita Asmalinda; Veratiwi Veratiwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6668

Abstract

ABSTRAK Pemenuhan gizi yang adekuat pada balita merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Pengetahuan ibu yang baik tentang gizi balita juga merupakan faktor terpenting dalam mendukung tercapainya pemberian gizi yang adekuat bagi balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi pada balita. Melalui pelaksanaan kelas ibu balita dengan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) dan penggunaan multimedia berupa video sebagai media edukasi. Kegiatan kelas ibu balita ini dilaksanakan di Posyandu Anyelir Wilayah Kerja Puskesmas Dempo kota Palembang. Dilakukan pengukuran pengetahuan ibu dengan metode pre-test dan dan post-test. Evaluasi dari pelaksanaan kelas ibu balita dari kegiatan pre-test, nilai rata-rata sebesar 76,30, nilai tertinggi 81 dan terendah 50. Pada kegiatan post-test didapatkan nilai rata-rata sebesar 77,08, nilai tertinggi 89 dan terendah 45. Terdapat kenaikan nilai rata-rata sebelum dan sesudah dilaksanakan kelas ibu balita. Peningkatan pengetahuan ibu melalui kelas ibu balita merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk mendukung tumbuh kembang balita yang optimal. Dapat dilakukan dengan metode-metode lain yang lebih edukatif dan variatif. Kata Kunci: Kelas Ibu Balita, Metode Focus Group Discussion (FGD), Multimedia  ABSTRACT Adequate nutrition fulfillment in toddlers is very important in supporting their growth and development. Good maternal knowledge about toddler nutrition is also the most important factor in supporting the achievement of adequate nutrition for toddlers. This community service activity aims to increase maternal knowledge about nutrition in toddlers. Through the implementation of toddler mother classes using the Focus Group Discussion (FGD) method and the use of multimedia in the form of video as an educational medium. This toddler mother class activity was held at Posyandu Anyelir Working Area of Puskesmas Dempo Palembang city. Measurement of maternal knowledge by pre-test and post-test methods. Evaluation of the implementation of the toddler mother class from pre-test activities, an average score of 76.30,  a high score of 81, and a low of 50. In post-test activities, an average score of 77.08 was obtained, a high of 89 and a low of 45. There was an increase in average grades before and after the toddler mother class. Conclusion: Increasing maternal knowledge through the toddler mother class is one of the most effective ways to support optimal toddler growth and development. It can be done with other methods that are more educative and varied. Keywords: Mother-Toddles Class, Focus Group Discussions, Multimedia
Psychosocial Education “Emotional Freedom Techniques (Eft)” for Pregnant Mothers in the Adaptation of New Habits Covid 19 Ganda Agustina Hartati Simbolon; Marni Siregar; Sulastry Pakpahan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.8029

Abstract

ABSTRACT This community service is carried out of psychological education by providing Emotional Freedom Technique (EFT) therapy for pregnant women during the COVID-19 pandemic. This community service was conducted 3 times at the Public Health Center in Sipoholon District, namely the Situmeang Habinsaran (24 August 2021), and the Sitada-Tada (26 August 2021 and 2 September 2021), targeting 40 pregnant women in the third trimester. Depression, anxiety, and stress are three disorders that are often found in psichological disorders of pregnant women, especially during the Covid 19 pandemic. EFT is one way to reduce psychological disorders in mothers which are carried out in four set up, tapping, 9 gamut procedures, and repetition. After carrying out EFT, there was a change in the psychological response of mothers who experienced mild, moderate, and severe depression, turning into a normal state (100%). Pregnant women with anxiety disorders, experiencing changes, mild anxiety 3 people, and the remaining 33 people are in the normal category. psychological changes occur with stress disorders, namely the category of very heavy stress becomes non-existent, moderate stress 1 person, mild stress 1 person, and the rest (38 people) in normal conditions. During the adaptation period of the Covid 19 pandemic, health workers, pregnant women should continue to pay attention to preventing the transmission of Covid 19 following the health protocol. Doing EFT regularly at home will keep the body in balance, reduce stress levels, help calm the mind and body by eliminating emotional stress, and anxiety. Keywords: Education, EFT, Pregnancy, Psychological
Efektivitas Pemberian Kompres Jahe Merah pada Lansia dengan Gout Arthritis di Desa Batu Menyan Pesawaran Indah Sari; Ariyanti Wardiyah; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7589

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data UPT Puskesmas Hanura tahun 2020, jumlah morbiditas penduduk yang sakit terbanyak adalah akibat Malaria, urutan kedua adalah diare, urutan ketiga adalah tifoid, yang keempat adalah Artritis Asam Urat dan yang kelima adalah hipertensi. Salah satu data desa high disease yang terdapat pada Dusun 3 Batu Menyan kasus terbanyak adalah orang yang terinfeksi malaria 11 (28%), diare 10 (26%), tifoid 7 (18%), artritis asam urat 6 (15%), hipertensi (13%) (Hanura 2020). Pengobatan farmakologis asam urat adalah dengan Obat AntiInflamasi Non-Steroid (NSAID) seperti ibuprofen, naproxen dan allopurinol. Upaya penunjang lain untuk mengatasi nyeri asam urat adalah pengobatan non farmakologis, yaitu dengan memanfaatkan bahan-bahan herbal yang dikenal secara turun temurun oleh masyarakat agar berkhasiat dalam mengurangi rasa sakit, salah satunya: jahe (Ramadhan 2020). Kompres Jahe Hangat telah terbukti lebih efektif dalam mengurangi intensitas rasa sakit daripada kompres hanya menggunakan air hangat (Madoni and Padang 2018). Jahe mengandung Olerasin atau Zingerol yang dapat menghambat sintesis prostaglandin, sehingga rasa sakit mereda atau peradangan berkurang (Ramadhan 2020). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengurangan rasa sakit dengan memberikan terapi kompres jahe hangat di Desa Batu Menyan Pesawaran Perancangan penelitian ini menggunakan 3 analisis jurnal terkait kompres jahe, selama 7 hari dilakukan setiap sore pukul 17.00-17.15 WIB selama 15 menit di Desa Batu Menyan, Kabupaten Pesawaran dengan mengukur intensitas skala nyeri pra dan pasca intervensi. Pemberian kompres jahe merah kepada Bapak S, Ibu E dan Ibu S yang terdiagnosis artritis asam urat berpengaruh pada penurunan skala nyeri dalam waktu 7 hari yang diberikan sekali sehari pada sore hari dengan waktu 15 menit yang diaplikasikan dengan waslap.Terdapat penurunan skala nyeri pada lansia dengan gout arthritis setelah diberikan kompres jahe merah. Pada Tn. S awal mula skala nyeri dari 6 turun menjadi 2. Pada Ny. E awal mula skala nyeri 6 turun menjadi 2. Pada Ny. S awal mula skala nyeri 6 turun menjadi 2. Kata Kunci: Jahe Merah, Artritis Asam Urat, Nyeri  ABSTRACT Based on data from the UPT Puskesmas Hanura in 2020, the highest number of morbidity of the sick population is due to Malaria, the second order is diarrhea, the third order is typhoid, the fourth is Gout Arthritis and the fifth is hypertension. One of the high disease village data found in Dusun 3 Batu Menyan the most cases are people infected with malaria 11 (28%), diarrhea 10 (26%), typhoid 7 (18%), gout arthritis 6 (15%), hypertension (13%) (Hanura 2020). Pharmacological treatment of uric acid is with Non- Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs) such as ibuprofen, naproxen and allopurinol. Another supporting effort to overcome gout pain is non- pharmacological treatment, namely by utilizing herbal ingredients known for generations by the public to be efficacious in reducing pain, one of which is: ginger (Ramadhan 2020). Warm Ginger Compresses have been shown to be more effective in reducing pain intensity than compresses using only warm water (Madoni and Padang 2018). Ginger contains Olerasin or Zingerol which can inhibit the synthesis of prostaglandins, so that pain subsides or inflammation is reduced (Ramadhan 2020).The purpose of this study was to determine the reduction of pain by providing warm ginger compress therapy in Batu Menyan Pesawaran Village The design of this study used 3 journal analyses related to ginger compresses, for 7 days it was carried out every afternoon at 17.00-17.15 WIB for 15 minutes in Batu Menyan Village, Pesawaran Regency by measuring the intensity of the pre and post intervention pain scales.The administration of red ginger compresses to Mr. S, Mrs. E and Mrs. S who were diagnosed with gout arthritis had an effect on reducing the pain scale within 7 days given once a day in the afternoon with a time of 15 minutes which was applied with washcloth.There is a decrease in pain scale in the elderly with gout arthritis after being given a red ginger compress. On Mr. S the beginning of the pain scale from 6 down to 2. In Ny. E the beginning of the pain scale 6 dropped to 2. In Ny. The initial S pain scale of 6 dropped to 2. Keywords: Red Ginger, Gout Arthritis, Pain
Pelatihan Sikap Siaga pada Penanganan Kegawatdaruratan Dasar Dikomunitas Remaja Santri Pesantren Asep Badrujamaludin; Diki Ardiansyah; Siti Nurbayanti Awaliyah; Dwi Hastuti; Dedi Supriadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7675

Abstract

ABSTRAK  Kegawatdaruratan merupakan hal yang penting untuk dipahami dan juga diketahui oleh masyarakat umum. Pondok pesantren merupakan lembaga yang masih kurang tersentuh oleh kegiatan kesehatan, sehingga perlunya suatu pelatihan kesehatan  terutama terkait hal yang dasar yaitu pengukuran tanda tanda vital dan juga Bantuan Hidup Dasar (BHD). Pelatihan ini di fokuskan kepada pembuatan kader kesehatan remaja santri di Pondok Pesantren Al Istiqomah Bandung dengan memberikan pelatihan dan workshop pengukuran tanda tanda vital dan Bantuan Hidup Dasar Awam. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan ini dilakukan secara offline kepada santri dan santriwati ponpes Al Istiqomah sebanyak 55 orang selama 3 minggu dengan ahad pertama pemberian materi pengukuran tanda tanda vital (TTV) dan bantuan hidup dasar (BHD) awam, diminggu ke 2 yaitu workshop terkait aplikasi TTV dan BHD kepada kader santri dan santriwati kesehatan sebanyak 12 orang, kemudian di pekan ke 3 dilakukan pembuatan posko kesehatan santri laki laki dan juga santri perempuan. Setelah di lakukan pre test dan post test terkait aspek pengetahuan di dapat rata rata post test 41,73 dan rata rata post test 53,36. Adapun hasil Pelatihan sesuai prosedur SOP pre test dan post test di dapatkan 26,25 menjadi 83,75. Selain itu hasil pelatihan dan pendampingan langsung terkait Apliaksi BHD di dapatkan pre test 26,25 dan post test 83,75. Pengabdian masyarakat terkait dengan pelatihan dan workshop pengukuran tanda tanda vital; Tekanan Darah, Suhu, Nadi, Pernafasan dan juga Bantuan Hidup Dasar Awam sangat di perlukan untuk remaja santri pesantren untuk di jadikan sebagai kader kesehatan di pondok pesantren. Selain itu, pentingnya pendampingan dan observasi dalam pembuatan posko kesehatan yang berbasis pesantren ini. Di harapakan peran serta dari Institusi Pendidikan kesehatan/perguruan tinggi dan juga pemerintah khususnya puskesmas untuk melakukan pelatihan kepada pesantren dan pembuatan posko kesehatan santri di pondok pesantren.  Kata Kunci: Gawatdarurat, Bantuan Hidup Dasar, Tanda tanda vital, Santri Pesantren ABSTRACT  Emergency is an important thing to be understood and also known by the general public. Islamic boarding schools are institutions that are still not touched by health activities, therefore,  there is a need for health training, especially related to basic things, namely engraving vital signs and also Basic Life Support (BLS). The training focused on making adolescent health cadres at the AL Istiqomah Islamic Boarding School Bandung by providing training and workshops on measuring vital signs and basic life support for the layman. The method of implementing this training activity is carried out offline to 55 students and santriwati of Islamic boarding school Al Istiqomah, for 3 weeks, with the first week providing material for measuring vital signs and basic life support (BLS), in the 2nd week, namely workshops related to applications. TTV and BLS to cadres of students and health students as many as 12 people, then in the 3rd week the construction of a health post for male students and also female students was carried out. After the pre-test and post-test related to the knowledge aspect, the post-test average was 41.73 and the post-test average was 53.36. The results of the training according to the SOP pre-test and post-test procedures were obtained from 26.25 to 83.75. In addition, the results of training and direct assistance related to the BHD application were obtained for a pre-test of 26.25 and a post-test of 83.75. the results of community service related to training and workshops on vital sign engraving; Blood Pressure, Temperature, Pulse, Breathing, and also Basic Lay Support are very much needed for young Islamic boarding school students to be made health cadres in Islamic boarding schools. In addition, the importance of application, assistance, and observation as well as the creation of health posts requires assistance in order to maintain the activity the pesantren-based health post. It is hoped that the participation of health education institutions/universities as well as the government, especially the health center, is expected to conduct training for Islamic boarding schools to be used as health posts for students in Islamic boarding schools. Keywords: Emergency, Basic Life Support, Vital Signs, Islamic Boarding School Students

Page 78 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue