cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Peningkatan Kepatuhan Berobat Hipertensi melalui Edukasi dengan Media Booklet di Desa Pematang Rahim Puskesmas Simpangtuan Cek Masnah; Daryono Daryono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7878

Abstract

ABSTRAK Penyakit hipertensi merupakan salah penyakit yang terbanyak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, keadaan ini diperberat dengan masih rendahnya keteraturan penderita dalam minum obat anti hipertensi.   Riskesdas tahun 2018, menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang teratur minum obat di Provinsi Jambi sebesar 44,35%, tahun 2019 keteraturan berobat penderita hipertensi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur hanya 29,76%, dan di Puskesmas Simpangtuan hanya 21,43 %. Keadaan ini memerlukan upaya-upaya inovasi dalam meningkatkan kepatuhan penderita hipertensi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan penderita hipertensi untuk menjalani proses pengobatannya, khususnya kepatuhan dalam mengkonsumsi obat anti hipertensi. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adalah penyuluhan dan pemberian booklet. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk kelompok-kelompok kecil dengan jumlah peserta 5 – 7 orang, dengan materi berbasis booklet yang dibagikan kepada masyarakat sasaran. Setelah penyuluhan dilaksanakan, terjadi peningkatan pengetahuan yang baik dari 32% menjadi 64%, peningkatan dukungan keluarga yang baik dari  26% menjadi 44%, dan peningkatan kepatuhan kategori sedang dari 18% menjadi 40%. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa penyuluhan dengan menggunakan media booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan, dukungan keluarga, dan kepatuhan penderita hipertensi. Kata Kunci: Penyuluhan, Booklet, Kepatuhan, Hipertensi.  ABSTRACT Hypertension is one of the most common diseases in Tanjung Jabung Timur Regency, this situation is exacerbated by the low regularity of patients taking antihypertensive drugs. Riskesdas 2018, shows that hypertension sufferers who regularly take medication in Jambi Province are 44.35%, in 2019 the regularity of treatment for hypertension sufferers in Tanjung Jabung Timur Regency is only 29.76%, and at Simpangtuan Health Center only 21.43%. This situation requires innovative efforts to improve the compliance of hypertension sufferers. This community service aims to improve the compliance of hypertension sufferers to undergo the treatment process, especially adherence to taking anti-hypertensive drugs.The form of community service activities carried out are counseling and booklet distribution. Counseling is carried out in small groups with 5-7 participants, with booklet-based materials distributed to target communities.After the counseling was carried out, there was an increase in good knowledge from 32% to 64%, an increase in good family support from 26% to 44%, and an increase in moderate category compliance from 18% to 40%. From these results it was concluded that counseling using booklet media was effective in increasing knowledge, family support, and compliance with hypertension sufferers. Keywords: Counseling, Booklet, Compliance, Hypertension.
Penyuluhan Kesehatan tentang Asam Urat Pada Masyarakat di Kampung Nendali Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura Angela Librianty Thome; Nurhidayah Amir; Fathia Fakhri Inayati Said; Rifki Sakinah Nompo; Viertianingsih Patungo; Ricky Riyanto Iksan; Roza Indra Yeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6553

Abstract

ABSTRAK Kampung Nendali merupakan salah satu Kampung di Distrik Sentani Timur yang masih terdapat keluhan nyeri sendi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menjelaskan definisi sampai dengan pencegahan tentang asam urat melalui penyuluhan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan Kesehatan yang dilakukan dengan bantuan leaflet serta metode ceramah, tanya jawab serta diskusi. Dari 30 peserta yang hadir pada penyuluhan seperti stakeholder kampung dan masyarakat kampung Nendali, sebelum dilakukan penyuluhan peserta telah mengetahui apa itu asam urat dan jenis makanan apa saja yang dapat menimbulkan hiperurisemia, namun untuk pencegahan serta penangannya belum tahu cara yang benar. Setelah dilakukan penyuluhan Kesehatan tentang asam urat, peserta secara keseluruhan dapat memahami dengan benar. Peserta tampak antusias mendengarkan dan mengikuti penyuluhan. Kegiatan penyuluhan ini berjalan kondusif disebabkan peserta memperhatikan materi yang disampaikan oleh penyaji dengan baik. Kata kunci: Asam Urat, Penyuluhan Kesehatan, Masyarakat  ABSTRACT Nendali Village is one of the villages in the East Sentani District where there are still complaints of joint pain. The purpose of this community services is to explain the definition to prevention of gout through counseling.The method used is in the form of health education which is carried out with the help of leaflets as well as lecture, question and answer and discussion methods. The 30 particicipants who attended the counselling such as village stakeholders and the Nendali village community, before the counselling the participants knew what uric acid was and what types of food could cause hyperuricemia, buat for prevention and handling they did not know the right way. Afte conducting health education about gout, the participants as a whole could understand correctly. Participant seemed enthusiastic to listen and follow the counselling. This outreach activity was conducive because the participants paid close attention to the education. Keywords : Uric acid, Health education, Community
Penggunaan Monitoring Mandiri melalui Sistem Informasi Pemantauan Obesitas Remaja (Sifortasima) dalam Pencegahan Obesitas Remaja Nourmayansa Vidya Anggraini; Serri Hutahaean; Teguh Firmansyah; Muchamad Rifki Nuryanta; Vionita Apriliana; Bonieta Dwi Lestati; Muhammad Harits Saifulloh; Nita Junita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7640

Abstract

ABSTRAK Obesitas termasuk salah satu masalah kesehatan yang membuat risau kalangan masyarakat. Peningkatan prevalensi obesitas terjadi di Negara maju dan berkembang. Obesitas juga berisiko pada remaja.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan penyediaan program Sistem Informasi Pemantauan Obesitas Remaja (SIFORTASIMA) yang berpihak pada remaja, murah, mudah digunakan, aman dan aman untuk diakses setiap waktu diharapkan mampu menjawab kebutuhan remaja di sekolah pada saat ini. SIFORTASIMA sebagai media promosi pemantauan obesitas yang merupakan program PKM dari, oleh, dan untuk remaja di sekolah. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan pendidikn kesehatan dan pelatihan tentang monitoring mandiri menggunakan Sistem Informasi Pemantauan Obesitas Remaja (SIFORTASIMA) pada remaja. Kegiatan ini memberikan hasil berupa peningkatan pengetahuan pada remaja sasarannya pada sebelum dan sesudah dilakukan proses pendidikan kesehatan dan pelatihan berkaitan dengan penggunaan aplikasi SIFORTASIMA. Disarankan supaya remaja dapat menggunakan aplikasi dengan teratur supaya dapat mengendalikan dan mencegah terjadinya obesitas. Namun pihak orang tua dan guru tetap harus melakukan pemantauan dalam penggunaan aplikasi ini. Kata Kunci: Obesitas, Remaja, SIFORTASIMA  ABSTRACT Obesity is one of the health problems that worries the community. The increasing prevalence of obesity occurs in both developed and developing countries. Obesity is also a risk in adolescents. Community service activities are carried out by providing the Adolescent Obesity Monitoring Information System (SIFORTASIMA) program that is pro-adolescent, inexpensive, easy to use, safe and secure to be accessed at any time. SIFORTASIMA as a promotional media for obesity monitoring which is a PKM program from, by, and for teenagers in schools. The method used in this community service activity is to provide health education and training on independent monitoring using the Adolescent Obesity Monitoring Information System (SIFORTASIMA) in adolescents. This activity resulted in an increase in knowledge of the target youth before and after the process of health education and training related to the use of the SIFORTASIMA application. It is recommended that adolescents can use the application regularly in order to control and prevent obesity. However, parents and teachers still have to monitor the use of this application. Keywords : Obesity, Youth, SIFORTASIMA
Efektifitas Rom Pasif terhadap Tonus Otot Pasien Post-Operasi Fraktur Ekstremitas di Kecamatan Bekri Lampung Tengah Djunizar Jamaludin Jamaludin; Dewi Kusumaningsih Kusumaningsih; Heru Prasetyo Prasetyo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7329

Abstract

ABSTRAK Kasus fraktur didunia sebanyak 12 juta orang ditahun 2008 dengan angka kejadian sebanyak 2,6%. Terdapat kasus 17 juta orang di tahun 2009 dengan angka kejadian sebanyak 3,2% (Murtanto, 2021). Penggunaan uji tonus otot serta sendi secra mandiri dengan nama MMT (Manual Muscle Testing). Teknik uji ini memakai skala 0-5. Tujuan: guna pertahankan dan maksimalkan tonus otot dan sendi menggunakan latihan Range of Motion (ROM). Metode: fisioterapi latihan range of motion (ROM) pasif dilakukan selama 1x selama 3 hari. Hasil: tonus otot pada hari pertama dari ketiga pasien dengan nilai rata-rata 2 lebih rendah dibanding dengan hari ketiga dengan hasil tonus otot 4. Hal ini menunjukkan bahwa pasien mengalami perbaikan dituangkankan hasil dalam tabel tonus otot. Kesimpulan: latihan range of motion pasif pada tonus otot terbukti efektif dilakukan untuk pasien dengan gangguan mobilitas post op fraktur esktermitas. Kata Kunci: ROM (Range Of Motion), Post-Operasi, Tonus Otot.  ABSTRACT The trend of the prevalence of injuries showed an increase from 7.5% in 2017 to 8.2% in 2018 (Kemenkes RI, 2018). Surgery aims to save lives, prevent disability and complications (Safitri, 2015). Using manual muscle and joint testing is called MMT (Manual Muscle Testing). This examination aims to determine the ability of muscles and joints to voluntarily contract joint muscle groups. The MMT method uses a scale of 0-5. Goal: maintain or increase muscle and joint strength by using Range of Motion (ROM). Methods: passive range of motion (ROM) exercise physiotherapy was performed once for 3 days. Results: muscle tone on the first day of the three patients with an average value of 2 was lower than on the third day with a muscle tone result of 4. This indicates that the patient has improved, the results are stated in the muscle tone table. Conclusion: Passive range of motion exercises on muscle tone strength have been proven to be effective for patients with post-op mobility disorders of extremity fractures. Keywords: ROM (Range Of Motion), Post-Operation, Muscle Tone.
Pelatihan Kader Kesehatan Tentang Senam Nifas di Wilayah Kabupaten Karawang Oon Sopiah; Nelly Apriningrum; Citra Resita; Uway Wariah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.6872

Abstract

ABSTRAKBerbagai keluhan sering dirasakan ibu nifas seperti nyeri perut bagian bawah yang semakin bertambah saat menyusui bayinya, badan pegal, nyeri luka jalan lahir, gangguan pencernaan dan sebagainya. Berbagai upaya untuk memulihkan kembali alat kandungan serta menguatkan otot-otot rahim dan perut pada ibu nifas diantaranya melalui mobilisisai dini dan senam nifas. Serangkaian aktivitas fisik pada senam nifas melalui gerakan tubuh yang dihasilkan oleh kontraksi otot kerangka tubuh yang dapat meningkatkan energi dengan tujuan meningkatkan kebugaran fisik agar ibu nifas mampu melaksanakan tugas sehari-hari dengan semangat. Berdasarkan studi pendahuluan didaptkan rumusan masalah berupa terbatasnya pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan mengenai senam nifas di wilayah puskesmas Talagasari Kabupaten karawang. Dengan demikian diperlukan pemberdayaan masyarakat khususnya kader kesehatan yang bertujuan agar kader mampu menjalankan peran dan tugasnya dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak diantaranya melalui pelatihan senam nifas. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah dengan pelatihan. Adapun penyampaian materi pengetahuan menggunakan metode ceramah tanya jawab, sedangkan keterampilan senam nifas menggunakan metode demonstrasi dan simulasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 3 bulan dengan jumlah responden 52 kader kesehatan. Pelatihan dalam kegiatan ini memberikan implikasi berupa peningkatan pengetahuan responden hingga sebesar 12, 72 sedangkan keterampilan responden meningkat sebesar 55,1. Kegiatan pengabdian telah memberikan manfaat khususnya bagi responden serta bagi seluruh masyarakat Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang secara umum. Kegiatan pengebdian masyarakat ini diharapkan dapat dikembangkan di beberapa desa lainnya di wilayah Puskesmas Telagasari maupun lainnya di Kabupaten KarawangKata Kunci: Kader, nifas, senam.ABSTRACTVarious complaints are often felt by postpartum mothers such as lower abdominal pain that increases when breastfeeding the baby's body aches, pain from birth canal wounds, digestive disorders, and so on. Various efforts to restore the uterus and strengthen the uterine and abdominal muscles in postpartum women include early mobilization and postpartum exercise. A series of physical activities in postpartum gymnastics through body movements produced by skeletal muscle contractions that can increase energy with the aim of increasing physical fitness so that postpartum women are able to carry out daily tasks with enthusiasm. Based on the preliminary study, the formulation of the problem was found in the form of limited knowledge and skills of health cadres regarding postpartum gymnastics in the area of Talagasari Public Health Center, Karawang Regency. Thus, it is necessary to empower the community, especially health cadres, which aims to make the cadres able to carry out their roles and duties in supporting maternal and child health programs, including through postpartum gymnastics training. The community service method used is training. The delivery of knowledge material uses the question-and-answer lecture method, while postpartum gymnastics skills use demonstration and simulation methods. The service activity was carried out for 3 months with a total of 52 health cadres as respondents. The training in this activity has implications in the form of increasing respondents' knowledge by 12,72 while respondents' skills increase by 55,1. Service activities have provided benefits, especially for respondents and for the entire community of Telagasari District, Karawang Regency in general. This community service activity is expected to be developed in several other villages in the Telagasari Health Center area and others in Karawang Regency.Keywords; Cadre, Postpartum, Gymnastic
Edukasi Tentang Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Guna Pencegahan Stunting di Desa Cenrana Kec Panca Lautang Indirwan Hasanuddin; Jumiarsih Purnama AL; Sulaeman S; Muhammad Ardianto Rodin; Nur Laela; St Nurbaya; Suparta Suparta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6418

Abstract

 ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan yang harus diperhatikan dan ditangai sejak dini, karena berdampak sangat panjang untuk kehidupan seseorang. Selain itu, stunting dapat berpengaruh pada anak balita pada jarak panjang yaitu mengganggu kesehatan, pendidikan serta produktifitasnya dikemudian hari Balita stunting cenderung akan sulit mencapai potensi baik secara pertumbuhan dan perkembangan yang optimal baik secara fisik maupun psikomotor.Konsumsi daun kelor merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi kasus stunting.Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kepada ibu-ibu balita didesa cenrana dalam memanfaatkan daun kelor sebagai salah satu alternative dalam pencegahan stunitng. Target yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu-ibu balita dan masyarakat tentang sadar stunting, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan potensi lokal untuk perbaikan gizi anak balita. Metode pelaksanaan yakni melaksanakan penyuluhan dengan memberikan materi meliputi pengertian stunting, penyebab balita stunting, cara mencegah stunting, serta manfaat daun kelor untuk mencegah stunting. Hasil evaluasi dari kegiatan ini adalah terlihat ibu-ibu balita bias mengerti manfaat daun kelor untuk pencegahan stunting. Setelah kegiatan ini diharapkan ibu-ibu balita dan masyarakat desa cenrana dapat memanfaatkan daun kelor tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar mengurangi masalah stunting. Kata Kunci: Daun Kelor, Ibu-Ibu Balita, Stunting.  ABSTRACT Stunting is a health problem that must be considered and handled early because it has a very long impact on a person's life. In addition stunting can affect children under five at a long distance namely interfering with their health education and productivity in the future. Stunting toddlers tend to find it difficult to reach their potential both in terms of optimal growth and development both physically and psychomotor. Consumption of Moringa leaves is an alternative to overcome stunting cases. The purpose of this activity is to increase knowledge to mothers of toddlers in the village of cenrana in utilizing Moringa leaves as an alternative in preventing stunting. The expected target of this activity is to increase the knowledge of mothers of children under five and the community about stunting awareness increase community participation in empowering local potential to improve nutrition for children under five. The method of implementation is to carry out counseling by providing material including the understanding of stunting the causes of stunting for toddlers how to prevent stunting and the benefits of Moringa leaves to prevent stunting. The results of the evaluation of this activity showed that mothers of toddlers could understand the benefits of Moringa leaves for stunting prevention. After this activity it is hoped that mothers of toddlers and the community of Cenrana village can use the Moringa leaves in their daily lives to reduce stunting problems. Keywords: Moringa Leaves, Mothers Toddler, Stunting.
Program Pencegahan Stunting dimulai dari Ibu Hamil di Posyandu Kelurahan Sawangan Diah Tika Anggraeni; Mar’atul Isnainyah; Shelfia Chakarita Baskara; Prameisya Rivo Ananda; Hans Junifer Imanuel; Satrio Dafa Pratama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7504

Abstract

ABSTRAK Sampai saat ini, stunting masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Indonesia merupakan Negara dengan double burden atau dikenal dengan masalah gizi ganda, yaitu stunting dan anemia pada ibu hamil. Stunting adalah salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi yang cukup tinggi, sesuai dengan data JME, UNICEF World Bank di tahun 2020, angka stunting di Indonesia berada di tingkat ke 115 dari 151 negara di dunia. Data stunting menurut Riset kesehatan Dasar tahun 2018  yaitu sebesar 30,8%, berdasarkan data tersebut Indonesia masuk kedalam kategori dengan angka stunting yang tinggi. Upaya pemberdayaan kepada masyarakat bisa menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan stunting. Dengan Promosi kesehatan merupakan suatu strategi pemberdayaan kepada masyarakat dalam hal preventif dan promotif. kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa tahapa, meliputi perencanaan, pengisian pre-test, penyampaian materi terkait stunting, diskusi atau tanya jawab, pengisian post-test, dan penutupan. Hasil pemberdayaan masyarakat yang dilakukan menunjukkan hasil perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan, yaitu  sebesar 90% dengan total responden 57 orang ibu hamil dan balita dapat memahami materi yang telah disampaikan oleh pembicara. Program pencegahan Stunting ini efektif terhadap perubahan pola kehidupan yang lebih sehat dan baik lagi bagi para warga Sawangan Baru dan sekitarnya. Dengan adanya program ini diharapkan dapat membantu Indonesia dalam menurunkan angka Stunting. Kata Kunci: Balita, Cegah, Ibu hamil, Stunting  ABSTRACT Until now, stunting is still a big challenge in Indonesia. Indonesia is a country with a double burden or known as a double nutritional problem, namely stunting and anemia in pregnant women. Stunting is a health problem with a fairly high prevalence, according to data from JME, UNICEF World Bank in 2020, the stunting rate in Indonesia is at level 115 out of 151 countries in the world. Stunting data according to Basic Health Research in 2018 is 30.8%, based on this data Indonesia is in the category with a high stunting rate. Community empowerment efforts can be a solution to overcome the stunting problem. Health promotion is an empowerment strategy for the community in terms of prevention and promotion. This community service activity wass carried out in several stages, including planning, filling out the pre-test, delivering material related to stunting, discussion or question and answer, filling out the post-test, and closing. The results of community empowerment carried out showed that there was a difference in knowledge before and after counseling, which was 90% with a total of 57 pregnant women and toddlers as respondents being able to understand the material presented by the speaker. This Stunting prevention program’s effective in changing the pattern of life that is healthier and better for the residents of Sawangan Baru and it’s surroundings. This program’s expected to help Indonesia in reducing the Stunting rate. Keywords:Prevent, Pregnant women, Stunting, Toddlers
Pelatihan Swamedikasi Pemberian Obat Mata pada Masyarakat Terdampak Polutan dengan Media Booklet di Apotek Agita Ramdhani M Natsir
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7639

Abstract

ABSTRAK Saat mata terkena polutan yang membuat iritasi seperti kemerahan dan gatal, tak sedikit orang yang berusaha mengobatinya sendiri. Melakukan swamedikasi pemberian obat mata dengan indikasi obat yang benar, mencegah penggunaan obat yang salah dan memberikan pengetahuan serta pemahaman dalam penggunaan obat akan berdampak pada kepatuhan pengobatan dan keberhasilan dalam proses penyembuhan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memandirikan masyarakat terdampak polutan dalam upaya swamedikasi pemberian obat mata. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan melalui media booklet. Pada kegiatan ini dilakukan tahapan pre dan post test sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan. Dari hasil pre test dan post test yang dilakukan, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan di ketiga aspek yang diukur setelah dilakukan pelatihan. Persentase peserta yang memiliki tingkat pengetahuan baik terkait jenis sediaan meningkat dari 46 % menjadi 85 %. Persentase peserta yang memiliki tingkat pengetahuan baik terkait cara penggunaan meningkat dari 50 % menjadi 92 %. Persentase peserta yang memiliki tingkat pengetahuan baik terkait penyimpanan meningkat dari 62 % menjadi 95 %. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan swamedikasi pemberian obat mata sangat mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat. Terjadi rata-rata peningkatan pengetahuan setelah dilakukan kegiatan masyarakat sebanyak 91 % dari jumlah total kuesioner. Kata kunci: Mata, Swamedikasi, Booklet ABSTRACT When the eyes are exposed to irritating pollutants such as redness and itching, not a few people try to treat it themselves. Self-medication administering eye medication with the correct drug indication, preventing the use of the wrong medication and providing knowledge and understanding in drug use will have an impact on medication adherence and success in the healing process. The purpose of this service activity is to empower communities affected by pollutants in an effort to self-medicate eye medication. This activity is carried out in the form of counseling through booklet media. In this activity, pre and post test stages were carried out before and after counseling. From the results of the pre-test and post-test conducted, it can be seen that there was an increase in knowledge in the three aspects measured after the training. The percentage of participants who had a good level of knowledge related to the type of preparation increased from 46% to 85%. The percentage of participants who had a good level of knowledge regarding how to use it increased from 50% to 92%. The percentage of participants who had a good level of knowledge related to storage increased from 62% to 95%. This indicates that self-medication training for administering ophthalmic drugs greatly affects the level of public knowledge. There was an average increase in knowledge after community activities were carried out as much as 91% of the total number of questionnaires. Keywords : Eyes, Swamedication, Booklet 
Penerapan Pijat Refleksi dan Minyak Serai terhadap Nyeri Rheumathoid pada Lansia di Kemiling Raya Bandar Lampung Prima Dian Furqoni; Triyoso Triyoso; Deny Eka Liasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.7276

Abstract

ABSTRAK Akibat penuaan usia terjadi bisa timbulnya berbagai masalah kesehatan dibagian organ tubuh yaitu salah satunya penyakit rheumthoid artitis (Kristanto & Maliya, 2012. Pada Negara  Indonesia memiliki jumlah penyakit rheumatoid arthritis dengan angka kejadian 34% (QADAFI, 2018). Data penyakit rheumathoid artitis di Provinsi Lampung pada tahun 2019 sebanyak 37.476.756 orang, pada tahun 2020 sebanyak 28.195.000 orang, dan pada tahun 2021 menjadi berjumlah 20.718.000 orang penderita(Kesehatan, 2018). Tujuan: Melakukan analisa hasil dan penerapan pijat refleksi dan minyak serai terhadap nyeri pada lansia sehingga nyeri berkurang. Metode: penerapan pijat refleksi dan minyak serai ini dilakukan 1x5 menit selama 3 hari. Hasil: didapatkan hasil yaitu nilai mean skala nyeri sebelum diberikan penerapan terapi 5 sedangkan sesudah dilakukan penerapan terapi skala nyeri 3. Skala nyeri hari kedua sebelum dilakukan penerapan 3 sesudah dilakukan terapi 2. Skala nyeri hari ketiga sebelum dilakukan penerapan terapi skala nyeri 2 sedangkan setelah dilakukan penerapan terapi skala nyeri 2. Kesimpulan: terapi masase kaki memiliki arti terdapat perbaikan skala nyeri sesudah diberikan penerapan pijat refleksi dan minyak serai terhadap nyeri pada lansia. Kata Kunci: Pijat Refleksi, Rheumathoid, Lansia ABSTRACT Health problems due to aging occur in various body systems, one of which is rheumatism. In Indonesia alone, the prevalence of rheumatoid arthritis in 2011 was 35%, in 2012. In Lampung Province, rheumatoid arthritis in 2019 amounted to 37,476,757 patients, in 2020 there were 28,196,000 people, and in 2021 it would be 20,719,000 people. sufferer. Objective: To analyze the results and apply reflexology and lemongrass oil to pain in the elderly so that pain is reduced. Method: The application of reflexology and lemongrass oil was carried out 1x5 minutes for 3 days. Results: it was found that the average value of the pain scale before the application of therapy was 5 while after the application of therapy the pain scale was 3. The pain scale on the second day before the application was 3 after the therapy 2. The pain scale on the third day before the application of therapy the pain scale was 2 while after the application of pain scale therapy 2. Conclusion: this shows that there is an improvement in the pain scale after the application of reflexology and lemongrass oil to pain in the elderly. Keywords: Reflexology, Rheumatoid, Elderly
Pengabdian Kepada Masyarakat Terapi Komplementer Senam Hipertensi di Dusun 02 Desa Aryojipang Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Febi Erlianti; Linawati Novikasari; Wahid Tri Wahyudi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8164

Abstract

ABSTRAK Hipertensi yang merupakan salah satu faktor risiko kunci penyakit kardiovaskuler. Prevalensihipertensi secara nasional pada tahun 2018sebesar 9,5 persen. Berbagai hal telah diketahui dapat mengontrol tekanan darah, salah  satunya adalah latihan olahraga khususnya jenis aerobik. Senam yang cocok digunakan untuk orang yang menderita penyakit jantung maupun hipertensi yaitu jenis senam aerobik low impact. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk melakukan analisa jurnal, penerapan intervensi jurnal, pembahasan hasil asuhan keperawatan  asuhan keperawatan komprehensif dengan senam hipertensi terhadap risiko tinggi terhadap penurunan curah jantungpada penderita hipertensi di Dusun 02 Desa Aryojipang Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawarantahun 2022. Desain student oral case analysis (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk  penerapan dengan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini bersifat mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data lalu menarik kesimpulan data. Unit yang menjadi kasus tersebut secara lebih jauh dianalisis dan diberikan suatu tindakan terapi. Dalam asuhan keperawatan ini ada 3 pasien yaitu Ny.T, Ny.M dan Ny.S mengalami penurunan tekanan darah setelah melaksanakan senam hipertensi selama 5 hari. Asuhan keperawatan yang dilakukan terhadap Ny.T, Ny.M dan Ny.S yaitu memberikan terapi menggunakan senam hipertensi untuk menurunkan tekanan darah pasien mampu menurunkan tekanan darah pasien. Kata Kunci: Hipertensi, Senam Hipertensi, Tekanan Darah ABSTRACT Hypertension, which is one of the key risk factors for cardiovascular disease. The national prevalence of hypertension in 2018 was 9.5 percent. Various things have been known to control blood pressure, one of which is exercise, especially aerobics. Gymnastics that is suitable for people who suffer from heart disease or hypertension is a type of low impact aerobic exercise. Conduct journal analysis, apply journal interventions, discuss results nursing care comprehensive nursing care with hypertension exercise against high risk of decreased cardiac output in hypertensive patients in Hamlet 02 Aryojipang Lempasing Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency in 2022. Student oral case analysis (SOCA) design uses a case study design in the form of an application by approaching it according to the descriptive method, this method is to collect data first, analyze the data and then draw data conclusions. The unit that became the case was further analyzed and given a therapeutic action. In this nursing care, there were 3 patients, namely Mrs. T, Mrs. M and Mrs. S experienced a decrease in blood pressure after carrying out hypertension exercise for 5 days. The nursing care that was given to Mrs. T, Mrs. M and Mrs. S, namely providing therapy using hypertension exercise to reduce the patient's blood pressure was able to reduce the patient's blood pressure. Keywords: Hypertension, Hypertension Exercise, Blood Pressure

Page 81 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue