cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,759 Documents
Gambaran Pengetahuan Gizi Seimbang Anak Usia Sekolah pada Program Makan Bergizi Gratis Wildani, Utami Husni; Shalahuddin, Iwan; Mulya, Adelse Prima
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23741

Abstract

ABSTRACT Providing balanced nutrition during childhood is crucial for optimal physical growth, cognitive development, and academic achievement. However, UNICEF (2020) reports that one in three children worldwide experiences growth failure due to malnutrition. Therefore, the 2021 UN Food System Summit launched the School Meals Coalition (SMC) to ensure every child receives healthy meals at school by 2030. In Indonesia, the government implemented the Free Nutritional Food Program (MBG) based on Presidential Regulation No. 83 of 2024 to improve children's nutritional intake and nutritional knowledge. This study aims to describe the level of balanced nutrition knowledge of students at SDN 1 Regol, one of the MBG pilot schools. A quantitative descriptive design was used with a total sampling technique involving 75 students from grades 4–6. Data were collected using a balanced nutrition knowledge questionnaire covering understanding of nutrition, nutritional functions, clean living behavior, and healthy food selection, and analyzed using frequency distribution and percentages with SPSS 21.0. The results of the study showed that 25 students (33.3%) had good knowledge, 32 students (42.7%) had sufficient knowledge, and 18 students (24.0%) had low knowledge. In summary, most students have adequate understanding, indicating the need for strengthened and continuous nutrition education to support the goals of the MBG initiatives.  Keywords : School-aged children, Free Nutritious Program.  ABSTRAK Memberikan gizi seimbang selama masa kanak-kanak sangat penting untuk pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan prestasi belajar yang optimal. Namun, UNICEF (2020) melaporkan bahwa satu dari tiga anak di seluruh dunia mengalami kegagalan pertumbuhan karena kekurangan gizi. Sehingga, konferensi UN Food System Summit 2021 meluncurkan Schools Meals Coalition (SMC) untuk memastikan setiap anak memperoleh makanan sehat di sekolah pada tahun 2030. Di Indonesia, pemerintah menerapkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan Peraturan Presiden No. 83 tahun 2024 untuk meningkatkan asupan gizi anak dan pengetahuan tentang gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan gizi seimbang siswa di SDN 1 Regol, salah satu sekolah percontohan MBG. Desain deskriptif kuantitatif digunakan dengan teknik total sampling yang melibatkan 75 siswa dari kelas 4–6. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan gizi seimbang yang mencakup pemahaman tentang gizi, fungsi gizi, perilaku hidup bersih, dan pemilihan makanan sehat, dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase dengan SPSS 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25 siswa (33,3%) memiliki pengetahuan baik, 32 siswa (42,7%) memiliki pengetahuan cukup, dan 18 siswa (24,0%) memiliki pengetahuan rendah. Secara keseluruhan, sebagian besar siswa menunjukkan pemahaman yang cukup, yang menunjukkan perlunya penguatan dan keberlanjutan pendidikan gizi untuk mendukung tujuan program MBG.  Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Pengetahuan Gizi, Program Makan Bergizi Gratis.
Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok terhadap Tanda Gejala dan Kemampuan Mengontrol Halusinasi pada Warga Binaan Sosial di Panti Sosial Gulo, Aselmus; Hardayati, Yunita Astriani; Suprapti, Fitriana
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.21728

Abstract

ABSTRACT Hallucinations are a common symptom experienced by social care residents with psychotic disorders. Uncontrolled hallucinations increase the risk of clients committing violent behavior towards themselves or others. This study aims to determine the effect of Group Activity Therapy (GAT) on the signs and ability to control hallucinations. The research method used a quasi-experimental design with a pretest-posttest with a control group. The study was conducted at the Harapan Sentosa 2 Cipayung Social Welfare Home (PSBL HS 2), which treats psychotic clients, from June to July 2024. The population was social care residents who met the inclusion criteria. The sample was selected using a purposive sampling technique with a sample size of 77 respondents. A questionnaire was used to measure the signs and ability of respondents to control hallucinations. Data were analyzed using univariate and bivariate tests. The results of the bivariate test showed that GAT had an effect on reducing signs and symptoms of hallucinations by 48.2% and increasing the ability to control hallucinations by 68.2%. Analysis of the differences between the intervention and control groups showed significant changes in symptoms and control abilities in the intervention group (p-value 0.05) compared to the control group that was not given TAK. The conclusion of this study is that TAK has an effect on symptoms and control abilities of hallucinations. TAK is expected to be a group therapy provided to psychotic clients experiencing hallucinations. Keywords: Hallucinations, Group Activity Therapy.  ABSTRAK Halusinasi merupakan salah satu gejala yang banyak dialami oleh warga binaan sosial yang mengalami gangguan psikotik. Halusinasi yang tidak dapat dikontrol meningkatkan risiko klien melakukan perilaku kekerasan pada diri sendiri maupun orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) terhadap tanda gejala dan kemampuan mengontrol halusinasi. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group Penelitian dilakukan di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung (PSBL HS 2), yang merawat klien psikotik, bulan Juni-Juli 2024. Populasi adalah warga binaan sosial yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sample 77 responden. Kuesioner digunakan untuk mengukur tanda gejala dan kemampuan responden mengontrol halusinasi. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil uji bivariat menunjukkan ada pengaruh TAK terhadap penurunan tanda gejala halusinasi sebesar 48,2% dan peningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi sebesar 68,2%. Analisis perbedaan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol menunjukan terjadi perubahan signifikan tanda gejala dan kemampuan mengontrol pada kelompok intervensi (p value0.05) dibanding kelompok kontrol yang tidak diberikan TAK. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh TAK terhadap tanda gejala dan kemampuan mengontrol halusinasi. TAK diharapkan menjadi terapi kelompok yang diberikan pada klien psikotik yang mengalami masalah halusinasi. Kata Kunci: Halusinasi, Terapi Aktivitas Kelompok.
Dual-Energy Ct (DETC) dalam Praktik Klinis: Dari Batu Ginjal Hingga Emboli Paru dan Gout - Sebuah Literature Review Dewi, Ni Putu Arye Dyanthi Octa
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23949

Abstract

ABSTRACT Dual-energy computed tomography (DECT) has emerged as a spectral CT technique that overcomes key limitations of single-energy CT by exploiting energy-dependent attenuation to perform material decomposition and generate quantitative derivative images. This narrative literature review summarizes physical principles, reconstruction techniques, and key clinical applications of DECT in urolithiasis, pulmonary embolism, and gout, as well as its limitations, radiation issues, and future directions. A structured search of recent experimental, clinical, and meta-analytic studies on DECT was performed using major radiology and multidisciplinary journals. Articles were grouped according to technical concepts, kidney stone characterization, pulmonary perfusion imaging, and urate crystal detection, and were critically synthesized. The reviewed evidence shows that DECT reliably differentiates uric acid from non-uric acid stones with high pooled sensitivity and specificity, potentially replacing conventional stone analysis and allowing earlier alkalinization therapy. In pulmonary embolism, DECT enriches CT pulmonary angiography by combining low-keV virtual monoenergetic images with iodine perfusion maps and perfused blood volume metrics, thereby improving clot detection under suboptimal opacification and enabling quantitative assessment of perfusion defects. In gout, color-coded DECT maps demonstrate high diagnostic accuracy for monosodium urate deposition and permit volumetric quantification of crystal burden, although sensitivity decreases in very early disease and artefacts may generate false positives. DECT currently represents a mature and versatile spectral CT platform that integrates anatomic and functional information across multiple organ systems; however, standardisation of protocols, mitigation of artefacts, and development of advanced multi-material and photon-counting techniques remain crucial for wider clinical adoption. Keywords: Dual-Energy CT, Kidney Stones, Pulmonary Embolism, Gout, Spectral Imaging.  ABSTRAK Dual-energy computed tomography (DECT) berkembang sebagai teknik CT spektral yang mengatasi keterbatasan CT energi tunggal dengan memanfaatkan perbedaan atenuasi terhadap dua spektrum energi untuk melakukan material decomposition dan menghasilkan citra turunan kuantitatif. Tinjauan pustaka ini merangkum prinsip dasar, teknik rekonstruksi, serta aplikasi klinis utama DECT pada batu ginjal, emboli paru, dan gout, sekaligus membahas keterbatasan, isu dosis radiasi, dan arah pengembangan teknologi. Dilakukan penelusuran terstruktur terhadap artikel eksperimental, studi klinis, dan meta-analisis terkait DECT pada jurnal radiologi dan kedokteran multidisiplin. Literatur diklasifikasikan berdasarkan aspek teknis, karakterisasi komposisi batu ginjal, pemetaan perfusi paru, dan deteksi kristal monosodium urat, kemudian disintesis secara naratif dan kritis. Bukti yang dihimpun menunjukkan DECT mampu membedakan batu asam urat dan non asam urat dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi sehingga berpotensi menggantikan analisis batu konvensional dan memungkinkan inisiasi terapi alkalinisasi lebih dini. Pada emboli paru, DECT menambahkan rekonstruksi virtual monoenergetic energi rendah dan iodine perfusion map di atas CT pulmonary angiography konvensional, sehingga meningkatkan deteksi trombus pada opasifikasi suboptimal dan menyediakan parameter perfused blood volume untuk menilai defisit perfusi secara kuantitatif. Pada gout, peta warna DECT menunjukkan akurasi diagnostik tinggi untuk mendeteksi deposisi kristal urat dan memungkinkan kuantifikasi beban kristal, walaupun sensitivitas menurun pada penyakit sangat dini dan artefak dapat menimbulkan hasil positif palsu. DECT saat ini merepresentasikan platform CT spektral yang matang dan serbaguna yang mengintegrasikan informasi morfologi dan fungsional lintas sistem organ, namun masih memerlukan standardisasi protokol, pengendalian artefak, serta pengembangan algoritma multi-material dan teknologi photon-counting untuk implementasi yang lebih luas.  Kata Kunci: Dual-Energy CT, Batu Ginjal, Emboli Paru, Gout, Pencitraan Spektral.
Intervensi Keperawatan dalam Penurunan Kecemasan dengan Pendekatan Teori Caring Swanson: Literature Review Maulida, Maulida; Suprapti, Fitriana
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23845

Abstract

ABSTRACT In the context of anxiety, anxiety is a crucial phenomenon because it is closely related to the experience of illness, hospitalization, and invasive procedures, which can cause fear and apprehension in patients. The Indonesian Nursing Diagnosis Standards (IDHS) define anxiety as a subjective condition characterized by tension, worry, and apprehension in response to an unreal or unknown threat. Interventions to address anxiety can be implemented both pharmacologically and non-pharmacologically as independent lifesaving measures. Concern for death is a necessary foundation for establishing trust and psychological safety in patients with increased emotional distress, such as anxiety. This study examines the use of Swanson's theory of caring in freezing interventions to reduce anxiety. This article is a literature review that summarizes and analyzes related research findings. The literature search was conducted using three major electronic databases: Science Direct, ProQuest, and Google Scholar. The search period ran from May 2025 to June 2025. Based on a review of eight journals, the majority of the journals analyzed demonstrated a positive and consistent effect of nursing interventions on reducing anxiety levels in patients from various clinical settings, such as post-traumatic stress disorder (PTSD), cancer patients, invasive procedures, and patients with chronic conditions, using Swanson's Caring Theory. These results conclude that the Caring approach in nursing, based on Swanson's Caring Theory, can be utilized in various nursing interventions to reduce anxiety levels. Keywords: Swanson's Caring, Anxiety.  ABSTRAK Dalam konteks keperawatan, kecemasan menjadi fenomena penting karena berhubungan erat dengan pengalaman penyakit, rawat inap, dan tindakan invasif yang menimbulkan ketidakpastian dan ketakutan pada pasien. Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) mendefinisikan kecemasan sebagai kondisi subyektif yang ditandai dengan ketegangan, kekhawatiran, dan ketakutan sebagai respons terhadap ancaman yang tidak nyata atau tidak diketahui. Intervensi untuk mengatasi kecemasan yang dapat dilakukan baik secara farmakologi dan non farmakologi sebagai tindakan independen keperawatan. Caring keperawatan menjadi salah satu landasan yang diperlukan agar terbentuk kepercayaan dan keamanan psikologis pada kondisi pasien dengan tekanan emosional yang meningkat seperti kecemasan. Melakukan kajian terhadap pemanfaatan teori caring Swanson pada intervensi keperawatan untuk menurunkan kecemasan. Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang merangkum dan menganalisis hasil-hasil penelitian terkait. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan tiga database elektronik utama: Science Direct, ProQuest, dan google scholar. Periode pencarian artikel berlangsung dari Mei 2025 hingga Juni 2025. Berdasarkan review dari 8 jurnal, mayoritas jurnal yang dianalisis menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan konsisten dalam intervensi keperawatan untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien dari berbagai latar belakang klinis, seperti pasien pasca trauma, pasien kanker, tindakan invasif, hingga pasien dengan kondisi kronis dengan menggunakan pendekatan teori Caring Swanson. Dari hasil tersebut ditarik kesimpulan bahwa pendekatan Caring dalam keperawatan yang didasarkan pada Teori Caring Swanson dapat dimanfaatkan pada berbagai intervensi keperawatan untuk menurunkan tingkat kecemasan. Kata Kunci: Caring Swanson, Kecemasan.
Pengaruh Edukasi Media Video terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang Cara Pembuatan Aromaterapi Kapulaga di Puskesmas Wosi Bahrah, Bahrah; Isnaini, Yuni Subhi; Romadhoni, Hasriyanti; Pongoh, Ariani; Erismawati, Erismawati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.22053

Abstract

ABSTRACT One of the physiological changes that occur during pregnancy and cause discomfort for pregnant women is nausea and vomiting, known as emesis gravidarum. Another herbal treatment using plants to address morning sickness or nausea and vomiting is cardamom. Based on preliminary study data at the Wosi Community Health Center, the number of pregnant women visiting from January to February 2024 was 157, and 56 (35.6%) of pregnant women experienced nausea and vomiting during the first trimester. Several pregnant women interviewed expressed anxiety about the nausea and vomiting they experienced. This study aims to analyze the impact of video media education on the knowledge of first-trimester pregnant women regarding how to create cardamom aromatherapy at the Wosi Community Health Center. The type of research used is an analytical study with a one-group pre and post-test design. The hypothesis is that video media can improve pregnant women's knowledge about how to create aromatherapy cardamom. The research plan at the Wosi Health Center, Manokwari Regency, with a sample size of 40 people. Video media was provided to pregnant women during the research. The research instrument used a knowledge questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate tests with the Wilcoxon test. The results showed that there was a difference in knowledge scores of pregnant women before and after the treatment with a p-value α (0.05). The conclusion is that video educational media about how to make cardamom aromatherapy has an effect on increasing the knowledge of pregnant women after the intervention. Keywords: Knowledge, Cardamom, Video Media.  ABSTRAK Salah satu perubahan fisiologis yang terjadi pada kehamilan dan membuat ketidaknyamanan pada ibu hamil yaitu mual dan muntah atau yang dikenal dengan emesis gravidarum. Pengobatan herbal yang lain menggunakan tumbuhan untuk mengatasi morning sickness atau mual muntah adalah kapulaga. Berdasarkan data studi pendahuluan di Puskesmas Wosi jumlah ibu hamil yang datang berkunjung dari bulan Januari sampai dengan Februari Tahun 2024 sebanyak 157 dan sebanyak 56 (35,6%) ibu hamil mengalami mual muntah pada Trimester I dan beberapa ibu hamil yang dilakukan wawancara mengatakan cemas terhadap mual muntah yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalisis pengaruh Edukasi media video terhadap pengetahuan ibu hamil Trimester I tentang cara pembuatan aromaterapi kapulaga di Puskesmas Wosi. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian Analitik dengan rancangan one group pre and post test Design. Hipotesis Media Video dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang cara pembuatan aromaterapi kapulaga. Rencana penelitian di Puskesmas Wosi Kabupaten Manokwari dengan besaran sampel  40  orang. Pemberian media video diberikan kepada ibu hamil selama dilakukannya penelitian. Instrument penelitian menggunakan Kuisioner pengetahuan. Analisa data menggunakan uji univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan skor pengetahuan ibu hamilsebelum dan sesudah perlakuan dengan nilai p value  nilai α (0,05). Kesimpulan yaitu media edukasi video tentang cara pembuatan aromaterapi kapulaga berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan intervensi. Kata Kunci: Pengetahuan, Kapulaga, Media Video.
Hubungan Antara Media Sosial dengan Kunjungan Pasien di Rumah Sakit: A Scoping Review Fathin, Fawzia Haura; Shaluhiyah, Zahroh
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23623

Abstract

ABSTRACT Social media platforms enable rapid information dissemination and direct communication with patients and communities worldwide. This encourages healthcare providers to integrate them for health promotion, brand building, and professional networking. The objective of this research is to conduct a comprehensive review of the scholarly works concerning leveraging social media for enhancing hospital patient traffic. This scoping review utilized data from EBSCO host, Oxford, PubMed, and Scopus. The inclusion criteria were publications from the last eight years, available in full-text, open access, English-language, and of the article document type. The keywords used combined terms for social media (e.g., "Social Media Marketing" OR "Social Media Strategy" OR "Health Media" OR " Social Media" OR "Hospital Instagram" OR "Healthcare Facebook" OR "Hospital TikTok" OR "Hospital YouTube") AND ("Patient Visits" OR "Patient Attendance" OR "Hospital Visits" OR "Outpatient Visits" OR "Patient Purchase" OR "Patient Appointment" OR "Patient Volume" OR "Hospital Utilization") AND ("Hospital" OR "Healthcare Facility" OR "Medical Center").This scoping review of 15 studies reveals social media's potential to increase hospital patient visits, but its impact is not direct. Effectiveness hinges on building brand awareness, trust, and positive patient experiences as key mediators. The most successful strategies use educational content and collaborations with local professionals. However, factors like prior experience and geographic access often outweigh social media's influence, positioning it as one component within a broader marketing strategy. Keywords: Social Media, Marketing, Hospital, Patient Visits.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Layanan Upaya Berhenti Merokok di Puskesmas: Literature Review Sari, Dessie Natalia Mayang; Silapurna, Endah Labati; Suhartono, Eko; Sanyoto, Didik Dwi; Rahman, Fauzie
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23804

Abstract

ABSTRACT Smoking contributes to the risk of developing non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), coronary heart disease (CHD), and stroke. In 2023, Indonesia had approximately 70 million active smokers, with 56.5% aged 15–19 years. Smoking cessation is difficult due to nicotine dependence. Although smoking cessation services (Upaya Berhenti Merokok/UBM) are provided free of charge at primary health centers (Puskesmas), their utilization remains low, indicating barriers at both individual and health system levels. This study aims to identify factors influencing the utilization of smoking cessation services at primary health centers. A literature review was conducted using electronic databases, particularly Google Scholar, covering publications from 2020 to 2025. The search employed the keyword “utilization of smoking cessation services at primary health centers.”The findings indicate that smoking cessation services at primary health centers face multiple challenges. Factors influencing utilization include individual motivation, knowledge of smoking risks, social support, the role of health workers, and satisfaction with health services. The utilization of smoking cessation services is strongly influenced by a combination of individual, social, and health system factors. Strengthening health worker involvement, enhancing public awareness, and improving service quality are essential to increase service utilization at primary health centers. Keywords: Smoking Cessation, Primary Health Centers, Health Workers, Motivation, Service Utilization.  ABSTRAK Merokok merupakan faktor risiko terjadinya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Penyakit Jantung Koroner (PJK), dan stroke. Pada tahun 2023, terdapat sekitar 70 juta perokok aktif di Indonesia, dengan 56,5% di antaranya berusia 15–19 tahun. Berhenti merokok bukan hal yang mudah karena adanya ketergantungan nikotin. Meskipun layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) telah disediakan secara gratis di puskesmas, tingkat pemanfaatannya masih tergolong rendah, yang menunjukkan adanya hambatan baik dari sisi individu maupun sistem pelayanan kesehatan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) di puskesmas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan mengakses artikel ilmiah melalui database Google Scholar dari tahun 2020 hingga 2025. Proses pencarian dilakukan menggunakan kata kunci “pemanfaatan layanan upaya berhenti merokok di puskesmas”. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan UBM di puskesmas masih menghadapi berbagai tantangan. Pemanfaatan layanan dipengaruhi oleh faktor individu (motivasi dan pengetahuan), faktor sosial, serta peran dan dukungan tenaga kesehatan. Keberhasilan pemanfaatan layanan UBM sangat dipengaruhi oleh faktor individu, sosial, dan dukungan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, penguatan peran tenaga kesehatan, peningkatan edukasi masyarakat, serta perbaikan kualitas layanan perlu dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan layanan upaya berhenti merokok di puskesmas. Kata Kunci: Layanan Upaya Berhenti Merokok, Puskemas, Peran Tenaga Kesehatan, Motivasi Klien, Pemanfaatan Layanan.
Baby Kit for Disaster sebagai Inovasi Kesiapsiagaan Ibu dalam Menghadapi Bencana di Kawasan Rawan Bencana Khodijaturrohmah, Anggraini; Abiddin, Andi Hayyun; Anam, Agus Khoirul
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.23765

Abstract

ABSTRACT Disaster situations place vulnerable groups—such as pregnant and breastfeeding mothers, infants, children, the elderly, persons with disabilities, and individuals with chronic illnesses—as priority populations in rescue and health service efforts. Children are often overlooked during the preparedness phase, indicated by limited resource availability, risk of separation from parents, increased health problems, and limited ability to protect themselves. Previous research identified the lack of research-based disaster emergency bags specifically designed to meet infant and child needs. This study aims to develop a Baby Kit for Disaster as an innovation to enhance family preparedness in disaster-prone areas. A Research and Development (RD) design using the ADDIE model was employed, including needs analysis, product design, and development through production, expert validation, and revision. Inclusion criteria included mothers with infants aged 0–24 months living in disaster-prone areas of Blitar City, while exclusion criteria included mothers with cognitive impairment or unwillingness to participate. The study was conducted at Lembaga Pendidikan Jiwa, Blitar City, in September 2025. Needs analysis indicated the necessity for a practical, safe, accessible, and functional emergency kit supporting infant care, including food, clean water, breastfeeding needs, and primary health items. The Baby Kit for Disaster is expected to serve as an effective solution to strengthen family preparedness and ensure infant safety and health during disasters.  Keywords: Disaster Preparedness, Baby Kit for Disaster, Vulnerable Groups, RD ADDIE.  ABSTRAK Situasi bencana menempatkan kelompok rentan seperti ibu hamil dan menyusui, bayi, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan individu dengan penyakit kronis sebagai prioritas utama dalam proses penyelamatan dan pelayanan kesehatan. Anak-anak sering terabaikan dalam tahap kesiapsiagaan, ditandai dengan kurangnya sumber daya, risiko terpisah dari orang tua, serta keterbatasan kemampuan melindungi diri. Penelitian sebelumnya menunjukkan masih minimnya pengembangan tas siaga bencana berbasis riset untuk kebutuhan khusus bayi dan anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Baby Kit for Disaster sebagai inovasi kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana . Metode yang digunakan adalah Research Development (RD) dengan model ADDIE, mencakup analisis kebutuhan, perancangan desain, dan pengembangan produk melalui proses pembuatan, validasi ahli, dan revisi. Kriteria inklusi meliputi ibu dengan bayi usia 0–24 bulan yang berdomisili di kawasan rawan bencana Kota Blitar, sedangkan eksklusi mencakup ibu dengan gangguan kognitif atau menolak berpartisipasi. Penelitian dilakukan di Lembaga Pendidikan Jiwa Kota Blitar pada September 2025. Analisis kebutuhan menunjukkan perlunya perlengkapan darurat bayi yang praktis, aman, tepat guna, dan mudah dijangkau, khususnya terkait makanan, air, perawatan bayi, dan kebutuhan ASI. Produk Baby Kit for Disaster diharapkan menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan keluarga untuk melindungi kesehatan dan keselamatan bayi pada situasi bencana Kata Kunci: kesiapsiagaan Bencana, Baby Kit for Disaster, RD ADDIE.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan Terhadap Pemanfaatan Buku Kia di RSUD S.K.Lerik Kota Kupang Therik, Jeane Herlophina; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.22007

Abstract

ABSTRACT Complications during pregnancy can be prevented by recognizing danger signs. One way to recognize danger signs is by using the KIA (Child Health and Child Health) book. Poor knowledge of danger signs among pregnant women can lead to increased maternal mortality rates. To determine the correlation between knowledge and attitude of pregnant women about pregnancy danger signs towards the use of Maternal and Child Health (KIA) book in the Obstetrics and Gynecology Polyclinic at S.K.Lerik General Hospital, Kupang City. The study employed analytical correlative design with cross-sectional approach. The population of the study was all pregnant women from the 1stto 3rd trimester who visited the Obstetrics and Gyneclogy Polyclinic at S.K.Lerik General Hospital, Kupang City. There were106 respondents recruited as the sample through purposive sampling technique. The data were collected using questionnaire and analysed by using Spearman Rho test analysis. The findings showed that there was significant correlation between knowledge and attitudes which obtained ρ value 0.015, with correlation coefficient of 0.236. This meant that there was weak and positive correlation between the variables. The analysis between knowledge and utilization of KIA book obtained ρ value 0.593, it was insignificant because  0.05. Furthermore, there was significant correlation between attitudes and utilization of KIA book which obtained ρ value 0.000 with a correlation coefficient of 0.494. This meant that there were moderate positive correlation between the variables. The higher the knowledge of pregnant women, the better the attitude of pregnant women towards the utilization of KIA book, and the higher the attitude of pregnant women, the better they are in utilizing KIA book. Meanwhile, knowledge does not affect pregnant women in utilizing KIA books. Keywords: Knowledge, Attitude, Utilization of KIA Books. ABSTRAK Penyulit atau komplikasi yang terjadi pada masa kehamilan dapat dicegah dengan mengetahui tanda bahaya selama kehamilan. Salah satu cara mengetahui tanda bahaya kehamilan yaitu dengan memanfaatkan buku KIA. Rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya dapat menyebabkan meningkatnya Angka Kematian Ibu. Mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Terhadap Pemanfaatan buku KIA di Poli Kandungan RSUD.S.K.Lerik Kota Kupang. Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua ibu hamil dari trimester 1-3 yang datang berkunjung di Poli Kadungan RSUD S.K.Lerik Kota Kupang dengan jumlah sampel 106 responden. Teknik sampling berupa non probability sampling menggunakan purposive sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan analisis uji Spearman rho. Analisis hubungan pengetahuan dan sikap didapat 0.015, karena   0.05, maka disebut signifikan, dengan koefisien korelasi 0.236. Artinya, tingkat kekuatan hubungannya lemah dengan arah hubungan kedua variabel tersebut searah. Analisis hubungan antar pengetahuan dan pemanfaatan buku KIA didapat  sebesar 0.593, karena   0.05, maka disebut tidak signifikan. Analisis hubungan sikap dan pemanfaatan buku KIA didapat  sebesar 0.000, karena   0.05, maka disebut signifikan, dengan koefisien korelasi 0.494. Artinya, tingkat kekuatan hubungannya sedang dengan arah hubungan kedua variabel tersebut searah. Semakin tinggi pengetahuan ibu hamil maka semakin baik sikap ibu hamil terhadap pemanfaatan buku KIA, dan semakin tinggi sikap ibu hamil maka semakin baik dalam memanfaatkan buku KIA, sedangkan pengetahuan tidak mempengaruhi ibu hamil dalam pemanfaatan buku KIA. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Pemanfaatan Buku KIA
Hubungan Antara Spiritualitas Tempat Kerja dan Motivasi Kerja dengan Burnout Pada Perawat Ruang Rawat Inap RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Nurliana, Nurliana; Azidin, Yustan; Azhari, M Fahrin; Jum'ah, Jum'ah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i1.22012

Abstract

ABSTRACT Nurses are the frontline of hospital services, facing high demands both physically and emotionally. Ongoing work pressure, such as administrative burdens, long working hours, and the complexity of patient care, makes nurses vulnerable to burnout. Burnout can decrease work productivity, reduce service quality, and negatively impact patient safety. Therefore, approaches that help nurses maintain psychological resilience are needed. Workplace spirituality and work motivation are considered two important factors that can strengthen the sense of meaning and purpose at work and help reduce symptoms of burnout. This study aims to analyze the relationship between workplace spirituality and motivation with burnout among nurses in the inpatient ward of Dr. H. Moch. Ansari Saleh General Hospital, Banjarmasin. The research employed a quantitative descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 115 nurses selected using simple random sampling. Data collection instruments included standardized questionnaires measuring workplace spirituality, work motivation, and burnout. The results showed that most nurses had high levels of workplace spirituality and motivation, along with low levels of burnout. Statistical analysis revealed a significant relationship between workplace spirituality and burnout (p 0.05), as well as between work motivation and burnout (p 0.05).  Keywords: Spirituality, Motivation, Burnout, Nurses.  ABSTRAK Perawat adalah garda terdepan dalam memberikan pelayanan di rumah sakit, dengan tekanan kerja yang tinggi secara fisik maupun emosional. Tekanan kerja yang berkelanjutan, seperti beban administrasi, padatnya jam kerja, dan kompleksitas penanganan pasien, menjadikan perawat rentan mengalami burnout. Burnout dapat menurunkan produktivitas kerja, mutu pelayanan, serta berdampak pada keselamatan pasien. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang dapat membantu perawat mempertahankan ketahanan psikologis. Spiritualitas tempat kerja dan motivasi kerja dianggap sebagai dua faktor penting yang dapat memperkuat makna dan tujuan dalam bekerja serta menekan gejala burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara spiritualitas tempat kerja dan motivasi kerja dengan burnout pada perawat ruang rawat inap RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 115 perawat yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstandar yang mengukur spiritualitas, motivasi, dan burnout. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat spiritualitas tempat kerja dan motivasi kerja tinggi serta burnout yang rendah. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara spiritualitas tempat kerja dan burnout (p 0,05), serta antara motivasi kerja dan burnout (p 0,05). Kata Kunci: Spiritualitas, Motivasi, Burnout, Perawat.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue