cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 395 Documents
Eksplorasi Bakteri Potensial sebagai Agens Pengendali Hayati dan Uji Antagonistiknya terhadap Colletotrichum acutatum J.H. Simmonds Penyebab Penyakit Gugur Daun Karet Riswandi, Hafiz; Widiantini, Fitri; Yulia, Endah; Christita, Margaretta; Parakkasi, Karmilla
Agrikultura Vol 36, No 1 (2025): April, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i1.60502

Abstract

Karet (Hevea brasiliensis (Willd. ex A.Juss.) Müll.Arg.) adalah tanaman perkebunan yang masuk dalam famili Euphorbiaceae dan berasal dari Brazil. Karet merupakan salah satu komoditas penting bagi sektor perkebunan di Indonesia. Sebagai negara yang memiliki luas lahan karet terluas di dunia, produktivitas perkebunan karet di Indonesia masih rendah apabila dibandingkan dengan Thailand. Penyakit gugur daun merupakan salah satu masalah dalam budidaya tanaman karet di Indonesia karena mengakibatkan kerugian hasil yang tinggi. Patogen penyebab penyakit gugur daun juga mengganggu produksi perkebunan karet swasta di Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi bakteri agens pengendali hayati dan menguji daya antagonisnya terhadap jamur patogen penyebab penyakit gugur daun. Pengambilan sampel dilakukan di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur sementara percobaan laboratorium dilaksanakan di Gedung Genomik dan Gedung InaCC – BRIN, Cibinong pada bulan September 2023 hingga Juni 2024. Hasil uji daya antagonis memperoleh tiga isolat bakteri— F1.4, E1.3, dan E5.2—yang berpotensi sebagai agens pengendali hayati. Tiga isolat bakteri tersebut merupakan bakteri Gram negatif. Isolat bakteri F1.4 dan E1.3 mampu menghasilkan enzim kitinase secara kualitatif. Hasil uji hemolisis dan hipersensitivitas menunjukkan gejala negatif untuk ketiga isolat bakteri tersebut. Penelitan ini diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai potensi agens pengendali hayati dalam mendukung pertanian berkelanjutan untuk tanaman karet.
Analisis Eksisting, Peran Kearifan Lokal dan Implementasi ISPO-RSPO terhadap Usahatani Kelapa Sawit Rakyat Berkelanjutan di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara Nainggolan, Hotden Leonardo; Ginting, Albina; Tampubolon, Jongkers
Agrikultura Vol 36, No 1 (2025): April, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i1.60980

Abstract

Pengembangan komoditi kelapa sawit diisukan berkontribusi terhadap deforestasi, pembukaan lahan secara ilegal dan perusakan lingkungan yang menuntut budidaya usahatani kelapa sawit rakyat yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting, peran kearifan lokal dan implementasi ISPO-RSPO terhadap usaha kelapa sawit rakyat berkelanjutan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir dan Sinembah Tanjung Muda Hulu Kabupaten Deli Serdang. Sampel dalam penelitian ditentukan sebanyak 87 responden dengan formula Slovin. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dan dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Sesuai dengan hasil penelitian diambil kesimpulan; a) implementasi sertifikasi ISPO telah berjalan didaerah penelitian dengan indikator; (i) petani telah memiliki legalitas lahan usahatani, (ii) petani telah mengembangkan usahataninya sesuai konsep tata ruang wilayah,  (iii) petani telah menerapkan praktik pertanian yang baik, (iv) petani  mengembangkan usahataninya dengan memperhatikan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati; b) sertifikasi RSPO telah diimplementasikan dengan indikator;  (i) petani setuju memiliki rencana bisnis yang baik termasuk, pemeliharaan, replanting, ekspansi,  (ii) petani sangat setuju dengan Standard Operating Procedures usahatani, memiliki catatan penggunaan pupuk  pestisida, peta lahan dan sumber daya air; c) kearifan lokalberpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha  kelapa sawit rakyat berkelanjutan; d) implementasi sertifikasi ISPO-RSPOberpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pendapatan usahatani kelapa sawit rakyat berkelanjutan.Sesuai dengan hasil penelitian diberikan saran; a) agar petani konsisten untuk mengikuti pelatihan dan penyuluhan yang dilakukan pemerintah setempat agar semakin memahami sertifikasi RSPO-ISPO; b) agar pemeritah menyelenggarakan program penyuluhan yang berkelanjutan terkait dengan peningkatan pendapatan petani dengan memperhatikan aspek keberlanjutan kelapa sawit dan   pertumbuhan industri kelapa sawit rakyat berkelanjutan.
Effects of Biochar and Organic Fertilizer Application on Soybean Growth Under Melaleuca cajuputi Stand Nurmalasari, Aprilia Ike; Rahayu, Muji; Sakya, Amalia Tetrani; Purnomo, Djoko; Arviana, Annisa Dian
Agrikultura Vol 36, No 1 (2025): April, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i1.50692

Abstract

The production of agricultural commodities is affected by the reduction of productive land, whichis due to the land conversion into residential and industrial areas. Maximizing the potential of dry land with biochar and organicfertilizerapplication can potentiallybecome the solution to overcome it. Biochar functions to retain water and hold nutrients, while organic fertilizer can enhance soil fertility. The research aims to analyze the effects of biochar and organic fertilizers application on soybean growth in agroforestry planting areas. This research was conducted at Menggoran Forest Resort, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, from March to June 2022. The experiment was designed in a factorial randomized complete block design (RCBD) with two factors. The First factor was types of biochar (without biochar, rice husk biochar, coconut shell biochar), and the second factor was types of organic fertilizer (without organic fertilizer, chicken manure, cow manure, and goat manure). The observed variables were leaf area index (LAI), specific leaf weight (SLW), leaf area ratio (LAR), specific leaf area (SLA), crop growth rate (CGR), net assimilation rate (NAR), and soil N-total percentage. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and if the treatment showed significant differences, Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level was performed. The results showed no interaction between the type of biochar and the type of organic fertilizer. The application of biochar and organic fertilizers tested did not increase any of the observed growthparameters.The application of organic fertilizer independently has an effect on the percentage of soil N-total, and cow and goat manure application resulted in significantly higher final soil N-total percentages compared to without organic fertilizer treatment.
Sensitivitas Fusarium oxysporum f.sp. cepae Isolat Kabupaten Garut terhadap Beberapa Jenis Fungisida pada Konsentrasi Subletal serta Virulensinya pada Dua Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Maulana, Ghifari Aditya; Yulia, Endah; Suganda, Tarkus
Agrikultura Vol 36, No 1 (2025): April, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i1.60439

Abstract

Penyakit moler yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp. cepae (FOC) merupakan salah satu penyakit paling merugikan pada tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Petani umumnya mengandalkan fungisida sintetis dengan bahan aktif yang terbatas dan sering kali digunakan dalam dosis tidak sesuai anjuran, sehingga berpotensi menurunkan keefektifan pengendalian serta memicu resistensi patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sensitivitas tiga isolat FOC asal Kabupaten Garut (Suc1, Byb2, Smr3) terhadap berbagai bahan aktif fungisida dalam konsentrasi subletal, serta menguji virulensi ketiganya terhadap dua varietas bawang merah, yaitu Tuk-tuk dan Sumenep. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga November 2024. Uji sensitivitas dilakukan menggunakan metode poisoned food dengan empat taraf konsentrasi (1/2X, X, 3/4X, dan 2X; X = 1/10 konsentrasi anjuran) untuk mengukur penghambatan pertumbuhan koloni dan kerapatan konidia. Uji virulensi dilakukan tujuh minggu setelah tanam dengan mengamati intensitas penyakit, tinggi tanaman, dan bobot basah tanaman. Hasil menunjukkan bahwa seluruh isolat FOC masih sensitif terhadap semua jenis fungisida pada konsentrasi anjuran. Bahan aktif prokloraz + propikonazol menunjukkan keefektifan tertinggi dengan penghambatan koloni sebesar 93,33%. Azoksistrobin + difenokonazol efektif terhadap isolat Suc1 dan Smr3, namun kurang efektif terhadap Byb2 (maksimal 68,15%). Sementara itu, fungisida berbahan aktif tunggal klorotalonil, propineb, dan mankozeb menunjukkan penghambatan di bawah 50%. Virulensi FOC tetap tinggi dengan intensitas penyakit di atas 50% pada kedua varietas. Perlakuan dengan mankozeb menghasilkan intensitas penyakit tertinggi pada varietas Tuk-tuk (92,3%) dan klorotalonil pada varietas Sumenep (88,3%). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun fungisida mampu menekan pertumbuhan FOC, patogen masih dapat menyebabkan penyakit serius pada tanaman bawang merah.
Transisi Komoditas Kakao menjadi Kelapa Sawit: Peran Pemerintah dan Swasta serta Dampak Sosial, Ekonomi, Ekologi (Studi Kasus di Kecamatan Mappedeceng Kabupaten Luwu Utara) Alam, Muh. Rafiqul; Hidayat, Kliwon; Kustanti, Asihing
Agrikultura Vol 36, No 1 (2025): April, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i1.62406

Abstract

Usahatani kelapa sawit menjadi usaha yang dianggap menjanjikan oleh sebagian besar petani yang telah melakukan transisi komoditas kakao menjadi sawit di Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan dan keterlibatan pemerintah serta swasta dalam kasus transisi komoditas, selain itu penelitian ini juga melakukan analisis terhadap dampak yang ditimbulkan secara sosial, ekonomi dan ekologi. Metode penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan total informan sebanyak 17 orang, kemudian dilakukan analisis triangulasi sumber dan data yang diperoleh dari lapang yang menjawab tujuan penelitian dengan hasil yang valid dari berbagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah berperan dalam mendukung petani sawit tetapi tidak terlibat dalam mengajak maupun mempromosikan komoditas sawit kepada petani, sektor swasta juga tidak berperan banyak karena hanya terlibat dalam penjualan hasil sawit dan pengolahannya, sehingga tidak memiliki kerjasama dengan petani. Dampak yang ditimbulkan dari transisi kakao menjadi sawit ditandai dengan perubahan sosial masyarakat termasuk kerjasama dan partisipasi kelompok tani, secara ekonomi berdampak positif terhadap stabilitas perekonomian petani dan aspek ekologi terjadi perubahan habitat hewan sekitar serta perubahan daya serap tanah dengan terbentuknya beberapa genangan air yang susah terserap di tanah.
Evaluasi Manajemen dan Finansial Berbasis Implementasi Rancang Bangun Irigasi Tetes sebagai Strategi Adaptasi Perubahan Iklim (Studi pada Petani Jeruk Siam) Romadhon, Muhammad Fauzi; Haryati, Novi; Yustitia, Belinda Putri; Lim, Grace Cintana; Naufal, Aammar Arul; Maulidya, Hasnada Nur
Agrikultura Vol 36, No 1 (2025): April, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i1.60301

Abstract

Perubahan iklim global meningkatkan kebutuhan akan solusi pertanian yang adaptif terhadap permasalahan yang ditimbulkan perubahan iklim tersebut. Penelitian ini mengevaluasi irigasi tetes untuk budidaya jeruk siam di Desa Pandansari, Kabupaten Malang. Tujuannya adalah untuk menganalisis rancangan dan kinerja teknologi irigasi, menilai aspek ekonomisnya, dan merumuskan strategi pengembangan. Metode deskriptif kuantitatif dan alat pengujian dengan uji-t digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi irigasi tetes menghasilkan berat buah jeruk siam yang secara signifikan lebih berat dibandingkan dengan metode penyiraman manual. Secara ekonomis, penggunaan irigasi tetes ini menghasilkan keuntungan yang cukup tinggi, dengan nilai R/C Ratio yang menguntungkan dalam jangka waktu 5 tahun. Strategi pengembangan meliputi pelatihan dan edukasi masyarakat, kolaborasi dengan pihak terkait, dan penelitian lebih lanjut untuk mengurangi biaya. Dengan implementasi yang baik, teknologi ini diharapkan memberikan manfaat yang signifikan bagi petani jeruk siam dan sektor pertanian secara keseluruhan di masa depan.
Faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Pengelolaan Risiko pada Usaha Agribisnis Jamur Merang Suhaeni, Suhaeni; Mahatmayana, I Ketut Manu; Umaidah, Yuyun
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.64215

Abstract

Budidaya jamur merang di Kabupaten Karawang memiliki potensi pasar yang kuat, namun dihadapkan pada risiko produksi dan ketidakstabilan rantai pasok. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap strategi mitigasi risiko yang diterapkan oleh petani jamur merang. Penelitian dilakukan di Kecamatan Cilamaya Kulon dengan pendekatan kuantitatif melalui survei deskriptif terhadap 33 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, berdasarkan kategori pengalaman berusahatani dari populasi sebanyak 62 petani. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi logistik biner. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas petani berusia lanjut, berpendidikan rendah, memiliki 3–5 anggota keluarga, pengalaman bertani luas, dan pendapatan di bawah upah minimum. Karakteristik ini berkontribusi terhadap pemilihan strategi mitigasi; misalnya, petani berpengalaman lebih memilih reduksi risiko, sementara yang berpendapatan rendah cenderung melakukan retensi risiko. Variabel pendidikan, pengalaman bertani, pendapatan, dan jumlah anggota keluarga berpengaruh signifikan terhadap strategi mitigasi, sedangkan usia tidak signifikan. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan program pelatihan budidaya dan manajemen risiko berbasis latar belakang sosial ekonomi, penyediaan akses bibit unggul dan input berkualitas, serta kebijakan insentif seperti subsidi input dan asuransi pertanian. Selain itu, penguatan kelembagaan petani dan pemanfaatan modal sosial seperti jaringan kepercayaan dan kerja sama antarpetani penting untuk meningkatkan resiliensi kolektif menghadapi risiko dan mendukung keberlanjutan agribisnis jamur merang di wilayah tersebut.
Uji Keefektifan Serbuk Kulit Buah Kopi Robusta dalam Mengendalikan Nematoda Bengkak Akar (Meloidogyne spp.) dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat Suganda, Tarkus; Kholifah, Sisca Noor; Hidayat, Yusup
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.65412

Abstract

Penyakit bengkak akar pada tanaman tomat oleh infeksi nematode Meloidogyne spp. merupakan salah satu penyakit utama yang sangat merugikan di seluruh dunia.  Tanaman tomat yang terinfeksi, pertumbuhannya kerdil, produksinya rendah, klorosis, mudah layu dan rentan terhadap infeksi oleh patogen lain.  Pengendalian penyakit ini sangat mengandalkan nematisida sintetik, yang walaupun efektif tetapi banyak menimbulkan berbagai masalah. Pencarian nematisida berbahan nabati menjadi alternatif yang banyak diteliti. Salah satu bahan nabati yang memiliki kandungan bahan aktif bersifat nematisidal adalah kulit buah kopi. Pengujian keefektifan kulit buah kopi sebagai nematisida nabati belum banyak dilakukan, terutama kulit buah kopi Robusta, jenis kopi yang paling banyak ditanam, paling banyak menghasilkan limbah kulit kopi karena belum banyak dimanfaatkan. Dalam penelitian ini empat dosis serbuk kulit buah kopi Robusta (50 g; 100 g; 150 g, dan 200 g dicampurkan dengan 2 kg tanah terpasteurisasi sebagai media tanam di dalam polybag. Varietas tomat yang digunakan adalah var. Ratna. Nematisida karbofuran dosis anjuran 2 g digunakan sebagai pembanding dan perlakuan kontrol sebagai tanpa perlakuan. Perlakuan percobaan di rumah kaca ditata dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 6 ulangan. Setiap polybag diinokulasi dengan 2000 juvenil II. Penanaman tanaman tomat dilakukan dua kali, penanaman II dilakukan setelah tanaman tomat penamaman I dicabut pada 35 HST. Pada Pengamatan I diamati jumlah gall akar dan tinggi tanaman, sedangkan pada Pengamatan II diamati jumlah gall, jumlah larva dalam 100 ml tanah, dan tinggi tanaman. Hasil pengujian menunjukkan bahwa serbuk kulit buah kopi Robusta efektif sebagai nematisida dalam menekan jumlah gall akar, jumlah larva pada 100 ml tanah, dan meningkatkan tinggi tanaman.  Tidak terlihat ada gejala toksik pada tanaman oleh dosis serbuk kulit buah kopi Robusta yang diuji.
Perbandingan Skala Usahatani Padi Rawa Lebak: Luas Lahan Minimal untuk Pemenuhan Kesejahteraan Petani Aryani, Desi; Thirtawati, Thirtawati; Sakinah, Nur; Silvian, Trissa
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.61202

Abstract

Sebagian besar petani di Indonesia termasuk di Sumatera Selatan, adalah petani gurem dengan luas lahan kurang dari satu hektar. Hal ini menyebabkan usahatani menjadi kurang efisien dengan hasil produksi sedikit dan pendapatan rendah. Lahan sawah di Sumatera Selatan agak berbeda dengan lahan sawah pada provinsi-provinsi di Pulau Jawa. Lahan sawah di Sumatera Selatan didominasi oleh empat tipologi lahan yaitu lahan sawah rawa lebak, pasang surut, tadah hujan, dan irigasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pendapatan usahatani padi berdasarkan skala usaha dan menghitung kebutuhan luas lahan minimal yang layak diusahakan untuk pemenuhan kesejahteraan petani padi pada tipologi lahan rawa lebak di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Metode penelitian dilakukan dengan metode survei. Sampel petani yang menjadi responden diambil secara non-probabilitas (Non-probability Sampling) dengan jenis penarikan sampel berkuota (Quota Sampling). Data diolah secara kuantitatif dan dianalisis secara statistik menggunakan uji t sampel bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan usahatani padi rawa lebak berdasarkan skala usaha. Rata-rata pendapatan petani skala usaha kecil hanya 10,92% dari standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL )yang berlaku, sedangkan rata-rata pendapatan usahani padi yang diperoleh petani skala usaha sedang hanya 20,52% dan petani skala usaha luas hanya 44,37% dari standar KHL yang berlaku. Luas lahan minimal yang dibutuhkan petani padi rawa lebak untuk memenuhi kebutuhan hidup layak rata-rata seluas 2,25 ha.
Pengaruh Biostimulan Keong Mas terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta dan Arabika Fase Siap Tanam pada Kondisi Cekaman Kekeringan Asmono, Sepdian Luri; Rahmawati, Rahmawati; Arifiana, Nisa Budi
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.64419

Abstract

Cekaman kekeringan berdampak langsung terhadap pertumbuhan tanaman kopi sehingga dapat menurunkan produktivitasnya. Salah satu upaya mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pendekatan ramah lingkungan menggunakan biostimulan keong mas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh biostimulan keong mas terhadap pertumbuhan bibit kopi Robusta dan Arabika fase siap tanam pada kondisi cekaman kekeringan. Penelitian dilaksanakan pada musim kemarau bulan Juni sampai September 2024 di rumah kaca dengan suhu rata-rata daerah Jember 33-35 °C. Metode yang digunakan pada percobaan pertama adalah pengukuran beberapa kadar air media untuk menentukan kondisi optimal bibit tumbuh dan kondisi kekeringan sebagai acuan percobaan berikutnya. Percobaan kedua melakukan pengujian respon pertumbuhan bibit kopi menggunakan metode RAK non faktorial dengan 6 perlakuan meliputi: 1) Bibit kopi Robusta pada kondisi kondisi kadar air (KA) media normal, 2) Bibit kopi Arabika dengan kondisi KA normal, 3) Bibit kopi Robusta dengan kondisi tercekam keringan, 4) Bibit kopi Arabika dengan kondisi tercekam keringan, 5) Bibit kopi Robusta dengan kondisi tercekam kekeringan + asupan biostimulan, dan 6) Bibit kopi Arabika dengan kondisi tercekam kekeringan + asupan biostimulan. Setiap perlakuan terdapat 4 blok. Pengamatan dilaksanakan selama 4 bulan dengan variabel yang diamati meliputi pertambahan tinggi bibit, pertambahan diameter batang, panjang akar, pertambahan jumlah daun, luasan daun, klorofil, kerapatan stomata, bobot segar dan bobot kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit kopi masih tetap bisa bertahan dan tumbuh pada kadar air media 41% dan mulai mengering pada kadar air tanah <12%. Penambahan biostimulan keong mas pada bibit kopi Robusta dan Arabika memiliki peran signifikan terhadap pertumbuhan bibit dalam kondisi cekaman kekeringan.