cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12" : 28 Documents clear
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Kejadian Amenorea Di Praktek Dokter Mandiri Dr Wita Marlina Malinau Kota Paulus, Martiana; Octamelia, Mega; Johan, Reza Bintangdari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.18892

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk terus meningkat, dan dengan permasalahan tersebut, pemerintah membuat program Keluarga Berencana untuk mengendalikan kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi suntik 3 bulan sering digunakan di praktek mandiri dr Wita Marlina, khususnya alat kontrasepsi suntik 3 bulan yang mengandung Depo-Provera. Alat kontrasepsi ini memiliki efektivitas yang baik dengan beberapa efek samping, seperti gangguan menstruasi yang disebut amenore. Dampak lainnya menjadi alasan paling signifikan mengapa akseptor berhenti menggunakan KB suntik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan alat kontrasepsi 3 bulan dengan gangguan menstruasi di praktek dokter mandiri Dr Wita Marlina tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Metode pengumpulan data menggunakan checklist, dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB 3 bulan yang mendapat suntikan di tempat praktek mandiri dr Wita Marlina yang berjumlah 81 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan analisis komputasi. Hasil uji statistik dengan uji Chi-Sguare menunjukkan p = 0,000 < 0,005, terdapat hubungan antara lama penggunaan alat kontrasepsi suntik selama tiga bulan dengan kejadian amenore. Dalam hal ini dapat dinyatakan bahwa hipotesis penelitian Ha diterima dan Ho ditolak, dengan demikian hipotesis penelitian telah teruji kebenarannya. Penelitian ini menyimpulkan ada hubungan frekuensi penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kejadian amenore pada akseptor KB suntik 3 bulan di Praktek Mandiri dr Wita Marlina tahun 2024. Disarankan untuk memberikan peningkatan pelayanan kepada WUS bagi akseptor KB suntik 3 bulan bagi tenaga kesehatan. Selain itu dapat memberikan KIE kepada pengguna kontrasepsi suntik.
Keberadaan Jamur Candida sp Pada Air Bak Toilet Di Pondok Pesantren Syaichona Cholil Sempaja Martiana, Astri; wahyunie, Sri; Azahra, Sresta
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.16189

Abstract

Jenis jamur yang dikenal dengan nama Candida sp. sering menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai kandidiasis. Kontaminasi Candida sp dikaitkan dengan pola makan yang tidak sehat, pergaulan bebas, dan mengabaikan praktik kebersihan dasar di tempat umum seperti air bak mandi. Kontaminasi air di bak toilet dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti faktor lingkungan sekitar, pengguna, dan persediaan air. Selain itu, seberapa sering bak toilet dibersihkan dan dikuras dapat berdampak pada berkembangnya jamur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah air toilet Pondok Pesantren Syaichona Cholil Sempaja mengandung jamur Candida sp. Dengan jumlah sampel sebanyak 26 orang, jenis penelitian deskriptif ini menggunakan teknik total sampling. Sampel yang ditanam pada media SDA digunakan dalam penelitian untuk identifikasi makroskopis dan mikroskopis. Koloni yang tumbuh kemudian diamati secara mikroskopis menggunakan pewarnaan LPCB, serta pengujian menggunakan agar krom dan tabung kuman. Sembilan Candida glabrata (35%), enam Candida albicans (23%) dan empat Candida krusei (15%) termasuk di antara 19 sampel (73%) yang dinyatakan positif Candida sp. Berdasarkan temuan penelitian, kondisi toilet dan kebersihannya termasuk seberapa sering bak air dibersihkan dan dikuras, penggunaan cairan desinfektan sumber air yang digunakan mempengaruhi perkembangan jamur.
Hubungan Kadar Hemoglobin Dengan Derajat Aktivitas Penyakit (DAS28) Rheumatoid Arthritis Di Rumah Sakit Abdoel Moloek Tajallaika AP, Haidar Nahda; Kristiastiny, Rina; Anggunan, Anggunan; Kumala, Indra
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.17212

Abstract

Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh (Goodnough and Nissenson, 2004) 1 dari 4 pasien RA menderita anemia atau 25 % pasien RA mengalami Anemia. pada penyakit SLE berdasarkan penelitian sebelumnya oleh(Giannouli et al., 2006) , Anemia ditemukan pada 50% pasien, dengan anemia penyakit kronis menjadi bentuk paling umum. Anemia sindrom adalah manifestasi yang sangat umum dari RA yang dapat meningkatkan aktivitas RA dan menurunkannya kualitas hidup pasien. Mengetahui hubungan hemoglobin dengan Derajat aktivitas rheumatoid arthritis pada pasien rheumatoid arthritis di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain studi Cross Sectional, dan instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan rekam medis . Pengambilan sampel dilakukan secara Total Sampling dengan dengan total sampel 53 responden. Berdasarkan hasil pada penelitian dengan menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar hemoglobin (p=0,000 < 0,05) dengan derajat aktivitas penyakit (DAS28) pasien rheumatoid arthritis di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moloek 2023.Terdapat hubungan antara kadar hemoglobin, dengan derajat aktivitas penyakit (DAS28) pasien rheumatoid arthritis di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moloek.
Analisis Perbedaan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2, Hipertensi Dan Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Hipertensi Di Klinik Ardhito Medika Bandar Lampung Mustofa, Festy Ladyani; Amanda, Adisa Tria; Widodo, Slamet
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.15834

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Berdasarkan data International Diabetes Federation tahun 2020 tentang penderita DM, penduduk Indonesia menempati urutan ke-7 pada tahun 2020 sebagai negara dengan jumlah penderita DM terbanyak, yaitu 10,7 juta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Indeks massa tubuh (IMT) pada pasien Hipertensi, Diabetes Melitus dan Diabetes melitus dengan Hipertensi. Terdapat perbedaan yang signifikan antara Indeks Massa tubuh pasien Hipertensi, Diabetes melitus dan Diabetes mellitus dengan hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Desain Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil Uji T-test didapatkan nilai P = 0,004 pada pasien Diabetes Mellitus dan P=0,002 pada pasien dengan diabetes melitus dengan hipertensi. Terdapat perbedaan yang signifikan antara Indeks Massa tubuh pasien Diabetes melitus dan Diabetes mellitus dengan hipertensi.
Gambaran Kasus Intoksikasi Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Saiful Anwar Malang Tahun 2021-2022 Abdullah, Taufiq; Prasetyadjati, Ari; Johan, Willy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.16476

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang dengan populasi yang padat dan masuk dalam 5 besar negara dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia. Sampai saat ini belum ada basis data terkait kasus keracunan yang tercatat secara resmi di Indonesia. Sudah saatnya kasus keracuanan mendapatkan perhatian lebih terkait diagnosis dan penatalaksanannya. Menggunakan metode penelitian deskriptif, peneliti mengumpulkan 68 sampel pada tahun 2021-2022, yang semuanya adalah pasien dengan intoksikasi yang datang ke IGD RS Saiful Anwar Malang. Berdasarkan variabel jenis kelamin, terdapat 38 pasien laki-laki dan 28 pasien perempuan.. Pada variabel triase didapatkan 6 pasien kategori hijau, 46 pasien kategori kuning, dan 16 pasien kategori merah Pada variabel dokter penanggung jawab yang merawat pasien kasus terbanyak di disposisi pada bagian penyakit dalam 56 kasus, bagian bedah 4 kasus, bagian mata 4 kasus, bagian anak 2 kasus, dan bagian paru 2 kasus. Pada variabel penyebab keracunan, yang terbanyak yaitu alkohol sebanyak 26 kasus, obat obatan sebanyak 15 kasus, agen kaustik sebanyak 14 kasus, pestisida sebanyak 5 kasus, asfiksian sebanyak 4 kasus, hidrokarbon 2 kasus, dan NAPZA sebanyak 2 kasus. Variabel terakhir mengkategorikan status keluar dari IGD RSSA, rawat inap (MRS) 41 kasus, pulang ats permintaan sendiri (PAPS) 16 kasus, KRS (dipulangkan) 9 kasus, meninggal 1 kasus dan masuk ruang operasi 1 kasus. Kasus keracunan terbanyak di IGD RSSA pada periode penelitian ini adalah keracunan alkohol dengan proporsi P1 yang lebih besar dibandingkan dengan intoksikasi lainnya. Sebagian besar pasien dengan kasus keracunan memerlukan rawat inap untuk observasi dan penanganan lebih lanjut
Kadar Ferritin Serum Pada Penderita Infeksi M. Tuberculosis Umizah, Larasti Putri; Yuliandari, Neta; Utami, Enny Tri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.18102

Abstract

M.Tuberculosis merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan di negara-negara berkembang. Salah satu dari lima Negara dengan kasus tuberculosis paling banyak adalah Indonesia. Paru-paru merupakan organ yang rawan berhubungan dengan stress oksidatif yang diinduksi logam terkait dengan pertukaran udara dari luar tubuh dengan darah. Ferritin merupakan protein di dalam darah yang berperan penting dalam metabolisme zat besi sebagai pengikat zat besi. Ferritin juga merupakan depot zat besi di dalam tubuh. Indicator akurat dari total penyimpanan zat besi tubuh adalah kandungan ferritin dalam serum plasma, namun di lain sisi ferritin juga merupakan protein fase akut dan kadarnya akan meningkat pada kondisi peradangan dan infeksi seperti infeksi M.Tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar ferritin serum penderita M.Tuberculosis dibandingkan dengan control sehat. Deskriptif observational dan Crossectional merupakan rancangan dan pendekatan yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan 30 sampel penderita M.Tuberculosis. Rata-rata kadar feritin serum pada pasien yang terinfeksi M. tuberkulosis adalah 115,83 ng/mL, sedangkan rata-rata kadar feritin pada kontrol sehat adalah 113,73 ng/mL, menurut temuan pada penelitian ini kadar feritin serum pada pasien yang terinfeksi M. tuberkulosis tidak berbeda dengan kontrol sehat, menurut hasil uji statistik (p<0,05).
PERBANDINGAN KASUS MALARIA PRA PANDEMI COVID-19 DAN SAAT PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN Putri, Devita Febriani; Febriyani, Arti; Yasir, Muhammad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.18958

Abstract

Abstrak: PERBANDINGAN KASUS MALARIA PRA PANDEMI COVID-19 DENGAN SAAT PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN. Malaria adalah penyakit tular vektor yang disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium, dan ditularkan oleh nyamuk vektor malaria, terutama spesies Anopheles spp.  Tahun 2020, penyebaran COVID-19 di Indonesia semakin meningkat dan meluas hingga ke daerah endemis malaria, salah satunya Kabupaten Pesawaran, Lampung. Protokol kesehatan COVID-19 diduga menghambat program pemerintah untuk menekan kasus malaria. Perlu dilakukan penelitian efek penerapan protokol kesehatan COVID-19 terhadap kasus malaria dengan membandingkan kasus malaria di wilayah endemis tertinggi di Kabupaten Pesawaran yaitu wilayah kerja Puskesmas Hanura pra pandemi dan saat pandemi COVID-19. Penelitian bertujuan mengetahui perbandingan kasus malaria pra pandemi dan saat pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran tahun 2019-2020. Jenis penelitian deskriptif observasional dengan design crossectional menggunakan data sekunder berupa rekam medik malaria dan data iklim yaitu suhu suhu, kelembaban udara, dan curah hujan. Populasi penelitian berupa data sekunder kasus malaria tahun 2019 (pra pandemi COVID-19) dan tahun 2020 (saat pandemi COVID) di wilayah kerja Puskesmas Hanura. Data suhu, kelembaban, dan curah hujan didapatkan dari BMKG Stasiun Klimatologi Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.Analisis menggunakan paired T-test dan Wilcoxon untuk melihat perbandingan kasus malaria, suhu, kelembaban udara, dan curah hujan  pra pandemi COVID-19 dan pada saat pandemi COVID-19. Kasus malaria pada pra pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Hanura berbeda signifikan (p=0,004) dibandingkan saat pandemi COVID-19. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada suhu (p=,0,52), kelembapan udara (p=0,172) dan curah hujan (p=0,977) pada pra pandemi COVID-19 dan saat pandemi COVID-19. Deteksi dini dan penatalaksanaan kasus malaria di wilayah kerja Puskesmas Hanura dapat dipertahankan dengan mengkombinasikan protokol COVID-19 oleh pemerintah, petugas kesehatan, maupun masyarakat agar kasus malaria tidak kembali meningkat. 
Analisis Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Lais Kabupaten Musi Banyuasin Rahayu, Rahayu; Gustina, Erma; Rahutami, Syntia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.16179

Abstract

Obat anti hipertensi berperan dalam menurunkan angka kejadian komplikasi yang diakibatkan tidak stabilnya tekanan darah. Keberhasilan dalam pengobatan pada penderita hipertensi dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya faktor kepatuhan penderita dalam minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis kepatuhan  minum obat hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Lais Kabupaten Musi Banyuasin. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dimana Populasi dalam penelitian ini adalah  pasien hipertensi yang datang berobat di Puskesmas Lais Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2023. Metode dalam pengambilan sampel penelitian ini dengan teknik accidental sampling. Sampel penelitian yaitu pasien hipertensi yang datang berobat di Puskesmas Lais Kabupaten Musi Banyuasin masing-masing sebanyak 94 responden. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei tahun 2024. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil uji Chi-Square didaptkan variabel yang berhubungan yaitu lama pengobatan ( p Value = 0,015), pengetahuan (p Value = 0,000), dukungan keluarga ( p Value = 0,000), akses pelayanan kesehatan ( p Value = 0,000) dan peran petugas kesehatan (p Value = 0,000). Dari hasi uji statsitik multivariate diperoleh faktor yang dominan yaitu akses ke pelayanan kesehatan ( p Value = 0,000) dengan nilai OR = 97,761. Dari penelitian ini hendaknya pihak Puskesmas melakukan penyuluhan tentang hipertensi dengan metode penyampaian yang lebih aplikatif seperti media web dan poster.
Determinants Of Public Stigma Toward Epilepsy: A Quantitative Analysis Fonna, Darra Wahyuni; Maulanza, Hady; Fitri, Elfa Wirdani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.16947

Abstract

Epilepsy is one of the oldest neurological diseases in the world and ranks second after stroke. Epilepsy is a condition characterized by recurrent seizures due to intermittent brain dysfunction, caused by abnormal and excessive paroxysmal neuronal discharges. Epilepsy has long been widely recognized by society. However, the low level of public knowledge about this disease has led to social stigma, resulting in discrimination against people with epilepsy, which affects the quality of life for both patients and their families. This study aims to identify the factors influencing societal stigma towards epilepsy in Cot Mon Raya Village, Blang Bintang District. The research method used was observational analytics with a cross-sectional approach conducted in May 2024. The study involved 81 respondents selected using simple random sampling. Data were collected through interviews and questionnaires. The results showed that the majority of respondents were in the late elderly age group (56-65 years), most were employed, most had a high school level of education, and most had witnessed a seizure. The majority of respondents did not have relatives with epilepsy, and the average level of knowledge among respondents was good. As for the depiction of stigma towards epilepsy, most respondents had low levels of stigma. The conclusion of the study is that the factors related to societal stigma towards epilepsy are occupation, experience witnessing a seizure, and level of knowledge, while factors such as age, level of education, and having relatives with epilepsy were not related (p>0.05). Based on logistic regression analysis, the most dominant factor influencing societal stigma towards epilepsy is the level of knowledge.
Hubungan Akne Vulgaris Dengan Tingkat Ansietas Pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Khairun Tahajudin, Yudi; Marsaoly, Ryan Rinaldy; Husen, Abdul Hakim
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.13905

Abstract

Akne vulgaris (AV) merupakan suatu penyakit kulit yang dapat berupa komedo, papul, pustul, nodus dan juga kista yang muncul karena adanya peradangan kronis folikel pilosebasea di kulit. Akne sering ditemukan pada wajah, berdampak terhadap penampilan visual seseorang, dapat menimbulkan perasaan malu, tidak percaya diri, dan rasa cemas yang berlebihan yang akan menyebabkan beban emosional dan psikologi pasien. Tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan akne vulgaris dengan tingkat ansietas pada mahasiswa program studi Kedokteran Universitas Khairun. Metode yang digunakan bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu 57 responden pada 01 Oktober 2023–31 Oktober 2023 sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akne ringan berjumlah 41 responden (71,9%) merupakan akne terbanyak dan tidak ada ansietas 49 responden (86,0%) merupakan hasil terbanyak. Pada hubungan akne vulgaris dengan tingkat ansietas didapatkan asymp sig (2-tailed) = 0,345 atau nilai a > 0,05. Simpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan antara akne vulgaris dengan tingkat anisietas pada mahasiswa program studi Kedokteran Universitas Khairun.

Page 2 of 3 | Total Record : 28


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue