cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
HUBUNGAN INDEK PARASIT MALARIA DENGAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PENDERITA DI RSUD DR. A. DADI TJOKRODIPO BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016-2017 Zulfian Zulfian; Ery Rizaldy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.755 KB) | DOI: 10.33024/.v4i4.1329

Abstract

Latar Belakang: Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan vector nyamuk Anopheles betina yang sudah terinfeksi oleh Plasmodium sp. Pada pasien malaria terjadi perubahan status hematologis meliputi anemia, trombositopenia dan leukopenia hingga leukositosis karena proses hemolisis oleh parasit malaria. Terdapat 3 hal yang dapat menyebabkan trombositopenia, lisisnya kekebalan pada imun, terjadi penyerapan di limpa, dan proses dispoietik di sumsum tulang yang mengakibatkan produksi trombosit yang berkurang. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan indek parasit malaria dengan jumlah trombosit pada penderita di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2016-2017. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung pada bulan Maret-April 2018 menggunakan rekam medik, selanjutnya dilakukan analisa univariat dan analisis bivariat. Hasil: Jumlah sampel penderita malaria yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung adalah 82 orang. Hasil penelitian menunjukan nilai mean malaria tropika adalah 83.414,63 platelet/mm3 dan malaria tertiana adalah 85.200 platelet/mm3. Kesimpulan: Terdapat korelasi yang bermakna antara indek parasit malaria dengan jumlah trombosit dengan nilai p = 0,00 yang berarti terdapat hubungan indek parasit malaria dengan jumlah trombosit pada penderita di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2016-2017.
HUBUNGAN STATUS GIZI, AKTIVITAS FISIK, MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA STRATA SATU KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI TAHUN MASUK 2010 Tessa Sjahriani; Wakyu Karhiwikarta; Dewi Sri Sumardilah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.796 KB) | DOI: 10.33024/.v1i2.306

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain analitik, rancangan cross sectional, dalam bentuk univariat, bivariat (uji Pearson, uji Spearman), dan multivariat (regresi linier). Populasi mahasiswa (laki-laki dan perempuan) berjumlah 432 orang. Dengan variabel independen adalah status gizi, aktifitas fisik, motivasi belajar. Dan variabel dependen adalah prestasi belajar.Hasil penelitian menemukan status gizi (rerata 22,19 kg/m2; normal), aktivitas fisik (rerata 6,75; aktif), motivasi belajar (rerata 78,09%; baik). Tidak ada hubungan baik antara status gizi (p > 0,05), aktifitas fisik (p > 0,05), motivasi belajar (p > 0,05) dengan prestasi belajar, kemungkinan dikarenakan faktor kondisi fisik yang tidak diteliti, atau jumlah sampel yang kurang.Tidak ada variabel yang dominan pengaruhnya terhadap prestasi belajar (p > 0,05). Disarankan mahasiswa dapat mempertahankan kesenangan dan kenikmatan untuk belajar, orientasi yang baik terhadap penguasaan materi, hasrat ingin tahu, keuletan dan keterlibatan yang tinggi dalam mengerjakan tugas, orientasi yang baik terhadap tugas-tugas yang menantang, mempertahankan status gizi dan aktivitas fisik dengan baik. Pihak universitas dapat menerapkan kegiatan olahraga rutin, mengoptimalkan sarana dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
GAMBARAN KLINIS OSTEOARTHRITIS PRIMER PADA USIA 40-60 PADA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2018 Aswedi Putra; Yesi Nurmalasari; Try Anita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.784 KB) | DOI: 10.33024/.v5i3.949

Abstract

Osteoarthritis adalah penyakit degeneratif yang pada umumnya mengenai satu sendi atau lebih. Penyakit ini paling sering terjadi di lutut. Umumnya penyebab osteoarthritis tidak di ketahui, dan disebut osteoarthritis primer. Faktor resiko terjadinya osteoarthritis primer adalah usia, berat badan , jenis kelamin dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran klinis osteoarthritis primer pada usia 40-60 pada laki-laki dan perempuan di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2018. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan studi perspektif dengan metode cross sectional. Berdasarkan penelitian di dapatkan bahwa Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdiagnosa osteoarthritis primer dan datang ke Poliklinik Bedah Ortopedi RSUD dr.H Abdul Moelok Provinsi Lampung dengan jumlah sampel 25 orang. Penelitian di lakukan pada bulan Februari-Maret 2018 dengan menggunakan data primer. Analisa yang di gunakan berupa analisa univariat. Hasil penelitian di dapatkan berdasarkan usia proposi osteoarthritis primer paling banyak pada kelompok usia >50 tahun dengan jumlah pasien 20 atau setara dengan 80,0 %. Berdasarkan jenis kelamin proposi kejadian osteoarthritis primer paling banyak pada kelompok jenis kelamin wanita dengan jumlah pasien 21 atau setara dengan 84,0 %. Berdasarkan keluhan utama proposi kejadian osteoarthritis primer paling banyak dengan keluhan utama nyeri sendi dengan jumlah pasien 25 atau setara dengan 100%. Berdasarkan lokasi proposi kejadian osteoarthritis primer paling banyak adalah sendi lutut dengan jumlah paasien 25 atau setara dengan 100%.
Perubahan Perkembangan Telur Ascaris lumbricoides setelah Pemberian Albendazol Dosis maksimal Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Daerah Endemis Cacingan Tusy Triwahyuni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.318 KB) | DOI: 10.33024/.v2i4.723

Abstract

Pengobatan Albendazol dengan dosis tunggal maupun dosis maksimal menunjukkan hasil yang memuaskan dalam memberikan kesembuhan (Cure rate) dan menurunkan jumlah telur (ERR) pada infeksi A.lumbricoides , namun terdapat fakta penelitian bahwa setelah 4 bulan pengobatan kejadian reinfeksi terjadi paling cepat ditemukan pada cacing A.lumbricoides. Penelitian lain menunjukan bahwa albendazol dosis tunggal ternyata belum mampu menghambat perkembangan telur A.lumbricoides secara menyeluruh dengan adanya telur yang masih menjadi infektif. Menjadi pertanyaan apakah pemberian albendazol dengan  dosis maksimal mampu menghambat perkembangan telur secara menyeluruh. Penelitian ini ingin menilai bagaimana  pengaruh pemberian Albendazol dengan dosis yang maksimal yaitu 400 mg albendazol diberikan selama 3 hari berturut turut pada anak usia sekolah dasar  terhadap perkembangan  telur cacing A.lumbricoides.Rancangan penelitian adalah uji Eksperimental dengan one grup pre dan post test design. Untuk melihat pengaruh albendazol terhadap perkembangan telur  dilakukan kultur sebelum dan sesudah pengobatan dari sampel tinja individu yang sama. Sampel tinja dikumpulkan dari anak SD pada hari ke-1 dan ke-7 sesudah pengobatan yang dikultur selama satu bulan. Analisis data menggunakan uji T berpasangan (T test paired) namun  data tidak terdistribusi normal sehingga digunakan   uji non parametrik yaitu Uji Wilxocon Signed Ranks. Taraf kesalahan yang digunakan adalah 5%.Hasil penelitian ini menunjukan  Albendazol 3 hari berturut turut mampu menurunkan persentase telur dibuahi (fertilized) pada anak yang terinfeksi A.lumbricoides. Terdapat peningkatan jumlah telur yang tidak dibuahi (unfertilized) setelah pengobatan. Pemberian Albendazole dosis tunggal selama 3 hari berturut turut juga mampu menurunkan persentase telur infektif dan berpengaruh pada perubahan perkembangan telur A.lumbricoides
HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI DESA MATARAM ILIR KEC. SEPUTIH SURABAYA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2019 Yesi Nurmalasari; Tessa Sjariani; Putra Intan Sanjaya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.594 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i2.2120

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh multi-faktorial dan bersifat antar generasi. Di Indonesia persentase balita pendek sebesar 8,6%, dan sangat pendek sebesar 19,0%. Mengetahui hubungan tingkat kecukupan protein dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Desa Mataram Ilir Kec. Seputih Surabaya Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2019. Jenis penelitian kuantitatif, rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh balita usia 6-59 bulan sebanyak 463 balita. Sampel sebanyak 215 balita dengan teknik random sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Distribusi frekuensi usia balita, sebagian besar adalah usia 49-59 bulan sebanyak 98 balita (45,58%). jenis kelamin perempuan sebanyak 114 responden (53,02%). Distribusi frekuensi kejadian stunting pada balita, dengan kategori mengalami stunting sebanyak 106 responden (50,7%). Distribusi frekuensi kecukupan protein pada balita usia 6-59 bulan, sebagian besar kategori kurang sebanyak 117 responden (54,4%). Hasil analisis diperoleh nilai (p-value 0,000< α 0,05). OR: 15,145.Kesimpulan ada hubungan kecukupan protein dengan kejadian stunting pada balita.
HUBUNGAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN SEBELUM MAKAN DENGAN TERJADINYA ENTEROBIASIS PADA SISWA KELAS VI SDN MAKMURJAYA 1 KARAWANG JAWA BARAT TAHUN 2015 Hetti Hettirusmini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.876 KB) | DOI: 10.33024/.v2i1.690

Abstract

Infeksi cacing merupakansalah satu penyakit yang paling umumtersebar dan menjangkiti banyak manusia diseluruh dunia. Sampai saat ini penyakitpenyakitcacing masih tetap merupakansuatu masalah karena kondisi sosial danekonomi di beberapa bagian dunia. Padaumumnya, cacing jarang menimbulkanpenyakit serius tetapi dapat menyebabkangangguan kesehatan kronis yangberhubungan dengan faktor ekonomis.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahuihubungan kebiasaan mencuci tangansebelum makan dengan terjadinyaEnterobiasis pada siswa kelas VI di SDNMakmurjaya 1 Karawang Jawa Barat tahun2015Metode Penelitian: Jenis penelitian adalahmetode analitik observasional denganmenggunakan desain penelitian crosssectional. Populasi dalam penelitian iniadalah siswa kelas VI di SDN Makmurjaya1 Karawang Jawa Barat dengan jumlahsiswa 43 orang, sampel diambil sebanyak 43orang. Analisis bivariat dilakukan denganmenggunakan uji chi-Square (X2).Hasil Penelitian: Kebiasaan mencuci tangansebelum makan pada siswa Kelas VI di SDNMakmurjaya 1 Karawang Jawa Barat tahun2015 termasuk dalam kategori baik yaitusebanyak 26 orang (60,5%). InsidenAda hubungan kebiasaan mencuci tangansebelum makan dengan terjadinyaEnterobiasis pada siswa kelas VI di SDNMakmurjaya 1 Karawang Jawa Barat tahun2015 dengan p-value = 0,040 dan OR =2,941.Kesimpulan: Ada hubungan kebiasaanmencuci tangan sebelum makan denganterjadinya Enterobiasis pada siswa kelas VIdi SDN Makmurjaya 1 Karawang JawaBarat tahun 2015.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK HABITAT POTENSIAL LARVA NYAMUK ANOPHELES (PH, SALINITAS, DAN SUHU) DI DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI DI KABUPATEN PESAWARAN, LAMPUNG TAHUN 2017 Yonanda Adityo; Mala Kurniati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.242 KB) | DOI: 10.33024/.v5i1.1320

Abstract

Anopheles sp.Adalah vektor utama yang menularkan penyakit malaria. Keberadaan, kelangsungan hidup, serta perkembangbiakan dari Anopheles sp. Dipengaruhi oleh kondisi pH, salinitas, dan suhu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik habitat potensial larva nyamuk anopheles (pH, salinitas, dan suhu) di dataran rendah dan dataran tinggi di kabupaten Pesawaran. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian yang dilakukan di desa Lempasing dan desa Muncak Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tempat perindukan nyamuk Anopheles sp di daerah penelitian. Sampel pada penelitian ini diambil dari tempat perindukan nyamuk yang pada penelitian ini menggunakan tekhnik AccidentalSampling yaitu mengambil sampel sesuai dengan yang di temukan di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dataran rendah lebih memeiliki karakteristik yang potensial bagi perkembangbiakan larva nyamuk Anopheles sp. dibandingkan dengan dataran tinggi, dimana berdasarkan data angka kejadian malaria di Puskesmas Hanura  Kecamatan  Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung disepanjang bulan Januari hinggaDesember       tahun          2016, Desa Sukajaya Lempasing yang merupakan dataran rendah memiliki jumlah angka kejadian malariayang cukup  tinggi yaitu 2.254kasus,       sedangkan Desa Muncak yang merupakan dataran tinggi memiliki jumlah kejadian malaria relatif rendah yaitu 33 kasus.
DAYA ANTIBAKTERI AIR PERASAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN KLEBSIELLA PNEUMONIA Deviani Utami; Yessi Nurmalasari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.125 KB) | DOI: 10.33024/.v1i1.297

Abstract

Penelitian ini  bertujuan  untuk mengetahui  daya  antibakteri  air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap bakteri Staphylococcus aureus danKlebsiella pneumoniae  menggunakan metode  difusi  agar  Kirby-Bauer  serta  untukmenguji  kemungkinan  adanya  perbedaan daya  antibakteri  air  perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap bakteri Gram positif Subyek  terdiri  dari enam  perlakuan,  yaitu kontrol  0%  (aquades  steril),  serta  air  perasan  jeruk nipis dengan konsentrasi  0%,  50%,  60%,  70%,  80%,  dan  90%  untuk masing-masing  kelompok bakteri  Staphylococcus  aureus  dan  Klebsiella pneumoniae.  Dilakukan empat  kali  pengulangan  sesuai  rumus  Federer  pada  setiap kelompok perlakuan  dan parameter  yang diukur  adalah  diameter  zona  hambat  pada  media  pertumbuhan bakteri. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  air  perasan  jeruk nipis  memiliki  daya antibakteri  terhadap Staphylococcus  aureus  dan  Klebsiella pneumoniae.  Pada  konsentrasi  0%,  50%,  60%,  70%,  80%,  dan  90%  untuk Staphylococcus  aureus terbentuk zona hambat dengan diameter rata-rata 0 mm; 12,04 mm; 12,98 mm; 14,18  mm; 16,99 mm; dan 18,61 mm. Pada Klebsiella pneumoniae dengan konsentrasi 0%, 50%, 60%, 70%, 80%, dan 90% terbentuk zona hambat dengan diameter rata-rata 0 mm;  8,96 mm;  9,66 mm;  10,01 mm;  10,28 mm;  dan  10,44 mm. 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PEMAKAI LENSA KONTAK DENGAN KEJADIAN IRITASI MATA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI ANGKATAN 2015 Ringgo Alfarisi; Reno Reno
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.627 KB) | DOI: 10.33024/.v5i2.793

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan adalah hasil penginderaan seseorang terhadap suatu objek tertentu, dan terjadi melalui panca indera yang dimilikinya (penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba). Iritasi mata adalah rasa tidak nyaman yang superfisial, biasanya terjadi akibat kelainan di permukaan mata. Kejadian iritasi mata merupakan salah satu komplikasi yang sering dijumpai pada pemakai lensa kontak.Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan pemakai lensa kontak dengan kejadian iritasi mata pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2015.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel sebanyak 45 sampel dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian : Didapatkan pemakai lensa kontak dengan pengetahuan kurang baik 17 orang (37,8%) dan pengetahuan baik 28 orang (62,2%). Kejadian iritasi mata didapatkan tidak iritasi mata 26 orang (57,8%) dan iritasi mata 19 orang (42,2%).Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan pemakai lensa kontak kejadian iritasi mata (p=0,003).
HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR LINGKUNGA N PERUMAHAN TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI DESA HANURA KECAMATAN TEL UK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2016 Tusy Triwahyuni; Festy Ladyani; muhammad yusuf
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/.v3i4.759

Abstract

Latar Belakang. Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalahkesehatan masyarakat di dunia. Pada tahun 2014 di Indonesia terdapat 456 Kabupaten endemis dari495 Kabupaten yang ada, dengan perkiraan sekitar 45% penduduk berdomisili di daerah yangberisiko tertular malaria. Jumlah kasus pada tahun 2013 sebanyak 2 juta orang dan pada tahun 2014m enurun menjadi 1.774.845.Tujuan. Untuk mengetahui Hubungan Faktor Individual dan Faktor Lingkungan Perumahan terhadapKejadian Malaria di Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran ProvinsiLampung Tahun 2015Metode. Penelitian merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitiandilakukan pada bulan Februari-Maret 2016 dan dilaksanakan di Desa Hanura. Terdapat 91 sampel denganmemenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis data dengan uji Chi Square dimana nilai p<0,05 dianggapbermaknaHasil. Pada hasil penelitian ini didapatkan sampel yang pernah mengalami malaria sebanyak 66 orangsedangkan yang belum pernah mengalami malaria sebanyak 25 orang. Dari hasil analisis Chi Square padafaktor individu didapatkan bahwa kelambu dan repellent memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadianmalaria sedangkan obat nyamuk bakar, pakaian tertutup dan kebiasaan keluar rumah tidak memilikihubungan dengan kejadian malaria. Dari faktor lingkungan didapatkan bahwa ventilasi, semak-semak,parit/selokan, dan langit-langit memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian malaria, sedangkankandang ternak tidak memiliki hubungan dengan kejadian malaria.Kesimpulan. Terdapat hubungan antara faktor lingkungan dengan kejadian malaria. Tidak terdapat hubunganantara faktor individu dengan kejadian malaria

Page 14 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue