cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,452 Documents
Hubungan Tingkat Stres Menghadapi Ujian SOOCA (Student Objective Oral Case Analysis) Dengan Nilai Ujian SOOCA Blok Uronefrologi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2022 Andi Marwah Inayah Jusma; Indah Lestari Daeng Kanang; Dwi Pratiwi; Suliati P. Amir; Windy Nurul Aisyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.23773

Abstract

Stres merupakan salah satu masalah yang sering dialami mahasiswa kedokteran akibat tingginya tuntutan akademik dan berbagai bentuk evaluasi pembelajaran, termasuk ujian Student Objective Oral Case Analysis (SOOCA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres, gambaran nilai ujian SOOCA blok uronefrologi, serta hubungan antara tingkat stres dan nilai ujian SOOCA pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42), sedangkan data nilai ujian SOOCA diperoleh dari dokumentasi akademik. Sebanyak 197 mahasiswa memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori stres normal (41,6%), diikuti stres sedang (25,9%), stres ringan (19,8%), stres berat (11,2%), dan stres sangat berat (1,5%). Nilai ujian SOOCA didominasi kategori baik (30,5%) dan sangat baik (28,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan nilai ujian SOOCA blok uronefrologi (p = 0,440). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres tidak berhubungan secara signifikan dengan nilai ujian SOOCA blok uronefrologi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2022. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain di luar stres, seperti kesiapan belajar, strategi belajar, manajemen waktu, dan kemampuan akademik, kemungkinan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap performa ujian mahasiswa. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan strategi pembelajaran dan pendampingan akademik di pendidikan kedokteran.
Analisis Prosedur Pemeriksaan Magnetic Resonance Cholangiopancreatography Pada Kasus Cholelithiasis Di Instalasi Radiologi RS Daerah Jakarta Siti Mas Amah; Ni Putu Rita Jeniyanthi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.22895

Abstract

Angka kejadian cholelithiasis di Indonesia cukup besar dengan prevalensi terbanyak ditemukan pada wanita dengan usia diatas 40 tahun dibandingkan dengan laki-laki. Pemeriksaan MRCP di Instalasi Radiologi salah satu RS daerah Jakarta dilakukan dengan pasien berpuasa 8-10 jam sebelum pemeriksaan dan protokol pemeriksaan yang digunakan yaitu 3 Plane Localizer, Sagital FatSat SSFSE BH, Coronal T2 SSFSE BH, Coronal FatSat FIESTA BH, Axial T2 SSFSE BH, Axial FIESTA FatSat BH, 2D Thick Radial MRCP, 2D Thick Slab dan Axial 2D Dual Echo.Tujuan penelitian yaitu mengetahui prosedur pemeriksaan MRCP serta alasan pasien berpuasa 8-10 jam dan tidak dilakukan pemberian kontras oral. Metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta dilakukan wawancara terhadap 1 dokter radiologi dan 2 radiografer.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan pasien berpuasa 8-10 jam sebelum pemeriksaan yaitu agar sistem billiari dan pancreas bersih dari material atau fecal yang dapat mengganggu hasil gambaran serta alasan tidak dilakukan pemberian kontras oral yaitu karena pemeriksaan menggunakan prinsip T2 sehingga cairan pada kandung empedu akan tampak hyperintense jadi tidak memerlukan bantuan kontras serta untuk mencegah agar tidak timbul reaksi pada pasien apabila diberikan kontras.
Analisis Perbedaan Kepadatan Tumor Infiltrating Lymphocytes Berdasarkan Usia Dan Indeks Prostat Pada Pasien Benign Prostatic Hyperplasia Di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Ahmad Ferdy; Nita Sahara; Arti Febriyani Hutasuhut; Indah Yati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.25527

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan pembesaran prostat non-maligna yang umum terjadi pada pria usia lanjut dan berkaitan dengan proses inflamasi kronik. Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) merupakan komponen penting dalam mikro-lingkungan imun lokal dan diduga berperan dalam patogenesis BPH, namun hubungan antara usia dan indeks prostat dengan kepadatan TILs masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kepadatan TILs berdasarkan usia dan indeks prostat pada pasien BPH. Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional dilakukan pada 83 pasien di RS Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2026. Kepadatan TILs dinilai menggunakan preparat histopatologi pewarnaan Hematoxylin-Eosin dan dianalisis dengan perangkat lunak ImageJ. Uji normalitas dilakukan menggunakan Kolmogorov-Smirnov, dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan Independent Samples t-test. Rerata kepadatan TILs adalah 17,64 ± 13,72, dengan sebagian besar pasien berusia ≥60 tahun (88%) dan memiliki indeks prostat rendah (79,5%). Tidak ditemukan perbedaan bermakna kepadatan TILs berdasarkan usia (p = 0,760) maupun indeks prostat (p = 0,482), yang menunjukkan bahwa kepadatan TILs kemungkinan tidak secara langsung dipengaruhi oleh kedua faktor tersebut.
Karakteristik Pasien Batu Saluran Kemih Berdasarkan Ultrasonografi Abdomen Di Instalasi Radiologi RSD Kota Tidore Kepulauan Hamdan Musthofa Kamil; Dewi Darmayanti; Eko Sudarmo D. Prihanto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.23829

Abstract

Batu Saluran Kemih (BSK) masih menjadi salah satu masalah urologi yang sering ditemukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien BSK berdasarkan hasil ultrasonografi abdomen di Instalasi Radiologi RSD Kota Tidore Kepulauan. Penelitian deskriptif retrospektif ini menggunakan teknik total sampling. Sebanyak 337 pasien BSK tahun 2023 dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia terbanyak 46–65 tahun (49,9%), berjenis kelamin laki-laki (55,2%), lokasi batu terbanyak di ginjal (92,0%), ukuran batu terbanyak 5 mm (48,4%), dan mayoritas tanpa komplikasi (66,2%). Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi pencegahan dan deteksi dini BSK di wilayah Maluku Utara.
A Severe Overlap Syndrome Artritis Reumatoid Dan Lupus Eritematosus Sistemik Dengan Kolelitiasis: Laporan Kasus Ika Artini; Surya Darma; Tria Ayu Pratiwi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.26622

Abstract

Rhupus syndrome merupakan sindrom tumpang tindih yang jarang terjadi antara artritis reumatoid (AR) dan lupus eritematosus sistemik (LES), dengan manifestasi klinis dan imunologis kedua penyakit secara bersamaan. Kasus ini penting karena menunjukkan kombinasi Rhupus syndrome dengan anemia hemolitik autoimun (AIHA) berat, perdarahan saluran cerna akibat penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan kolelitiasis yang jarang dilaporkan sehingga menimbulkan tantangan diagnosis dan tata laksana. Seorang perempuan berusia 58 tahun datang dengan keluhan nyeri sendi kronik disertai deformitas multipel. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan faktor reumatoid reaktif, kadar anti-cyclic citrullinated peptide (anti-CCP) meningkat, ANA positif dengan titer 1:320, direct Coombs test positif, kadar komplemen C3 dan C4 menurun, serta kadar hemoglobin 4,45 g/dL. Pemeriksaan radiologi mendukung diagnosis artritis reumatoid, sedangkan temuan imunologis memenuhi kriteria lupus eritematosus sistemik (LES) aktif dengan komplikasi anemia hemolitik autoimun (AIHA). Ultrasonografi abdomen menunjukkan kolelitiasis, sementara endoskopi saluran cerna memperlihatkan gastritis kronis sebagai penyebab perdarahan saluran cerna yang berkaitan dengan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Pada fase akut, pasien mendapat transfusi darah, kortikosteroid sistemik, hidroksiklorokuin, inhibitor pompa proton, serta terapi suportif. Pemberian metotreksat (MTX) sebagai conventional synthetic disease-modifying antirheumatic drug (csDMARD) ditunda mengingat adanya perdarahan saluran cerna dan kondisi klinis yang belum stabil. Setelah terjadi perbaikan klinis, peningkatan kadar hemoglobin, serta stabilisasi parameter laboratorium, pasien melanjutkan terapi siklosporin sebagai imunosupresan dan metotreksat sebagai terapi csDMARD untuk mengendalikan manifestasi artritis.
Pengaruh Latihan Resistensi terhadap Ekspresi Protein Klotho: Tinjauan Literatur Sistematis Juwita Ninda Suherman; Sri Utami; Aan Royhan; Diniwati Mukhtar
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.23933

Abstract

Protein Klotho merupakan biomarker penting yang berperan dalam proses anti-aging, regulasi metabolisme, serta perlindungan terhadap inflamasi dan stres oksidatif. Studi terbaru menunjukkan bahwa ekspresi protein Klotho dipengaruhi oleh aktivitas fisik, terutama latihan resistensi, melalui mekanisme molekuler dan epigenetik. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistematis bukti ilmiah mengenai pengaruh latihan resistensi terhadap modulasi epigenetik protein Klotho. Metode systematic literature review mengikuti pedoman PRISMA digunakan dalam penelitian ini. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, dan Web of Science menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan latihan resistensi, protein Klotho, dan regulasi epigenetik. Dari 95 artikel yang teridentifikasi, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara kualitatif. Kualitas metodologis artikel yang memenuhi kriteria inklusi dievaluasi menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools sesuai dengan desain masing-masing studi. Analisis difokuskan pada mekanisme epigenetik, termasuk metilasi DNA, modifikasi histon, dan regulasi microRNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar studi melaporkan peningkatan ekspresi Klotho setelah latihan resistensi, meskipun konsistensi temuan masih bervariasi antarpenelitian. Peningkatan tersebut berkaitan dengan perubahan epigenetik yang mendukung fungsi seluler, mengurangi proses penuaan, serta meningkatkan kesehatan metabolik. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan resistensi berpotensi menjadi pendekatan nonfarmakologis dalam mengoptimalkan ekspresi protein Klotho melalui mekanisme epigenetik. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memperjelas konsistensi temuan dan mekanisme molekuler yang mendasarinya.
Optimalisasi Asupan Protein Pada Pasien Usia Lanjut Dengan Limfoma Non-Hodgkin Dan Penyakit Ginjal Kronis : Laporan Kasus Arya Pradipa Adrianto Putra; Nurul Ratna Mutu Manikam
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.25862

Abstract

Limfoma Non-Hodgkin merupakan salah satu dari sepuluh penyebab utama insidensi dan mortalitas pada pasien kanker. Insidensi kumulatif kanker pada pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami CKD. Asupan protein yang adekuat, dengan mempertimbangkan kondisi CKD, diperlukan untuk mengurangi penurunan berat badan, mempertahankan massa otot, meningkatkan kekuatan otot, serta menurunkan tingkat rawat inap. Seorang laki-laki 63 tahun dengan malnutrisi berat (IMT 15,7 kg/m2) dan muscle wasting berat dikonsultasikan pada Departemen Gizi Klinik dengan diagnosis Limfoma Non-Hodgkin mata kanan dengan penyakit ginjal kronis (kreatinin 2,3 mg/dL). Pasien lanjut usia dengan kanker dan CKD menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi yang adekuat, meningkatkan status nutrisi, mempertahankan massa otot, dan menjaga fungsi ginjal. Kasus ini menunjukkan bahwa terapi medik gizi dengan preskripsi kalori yang adekuat dan protein 1,2 g/kgBB, sinergis dengan rekomendasi ESPEN menghasilkan peningkatan massa otot 0,6%, peningkatan berat badan 3%, peningkatan kekuatan genggam tangan 30,8% dan kapasitas fungsional setelah evaluasi satu bulan dengan pemantauan ketat fungsi ginjal.
Hubungan Inflamasi Akut Dengan Tumor Infiltrating Lymphocytes Pada Jaringan Benign Prostatic Hyperplasia Di Rumah Sakit Bintang Amin Irham Fadhil; Nita Sahara; Dita Fitriani; Indah Yati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.25526

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan kondisi yang ditandai oleh proliferasi jinak sel epitel dan stroma prostat. Inflamasi diketahui berperan dalam patogenesis BPH. Inflamasi akut ditandai dengan keberadaan neutrofil dan makrofag, sedangkan Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) mencerminkan respon imun adaptif pada jaringan prostat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan inflamasi akut dengan TILs pada jaringan BPH di Rumah Sakit Bintang Amin tahun 2026. Inflamasi akut dikategorikan berdasarkan keberadaan neutrofil dan/atau makrofag, sedangkan TILs dikategorikan menjadi derajat rendah dan tinggi dengan batas mean sebesar 17,53 karena belum tersedia cut-off baku untuk penilaian TILs pada jaringan BPH. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian dari total 83 sampel preparat BPH menunjukkan bahwa 47 (56,63%) sampel termasuk kategori TILs rendah dan 36 (43,37%) kategori tinggi berdasarkan batas mean dari keseluruhan sampel. Inflamasi akut ditemukan pada 43 (51,8%) sampel. Uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,054 (p 0,05) dengan OR sebesar 2,39 (95% CI:0,98-5,83), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara inflamasi akut dan TILs pada jaringan BPH. Kesimpulannya, inflamasi akut tidak berhubungan secara signifikan dengan infiltrasi TILs pada jaringan BPH, yang menunjukkan bahwa respon imun pada BPH bersifat kompleks dan kemungkinan lebih dipengaruhi oleh proses inflamasi kronik.
Hubungan Hipertensi, Indeks Massa Tubuh, Dan Riwayat Merokok Dengan Derajat Retinopati Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Lucky Wilson Immanuel Siregar; Nur Khoma Fatmawati; Eva Rachmi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.23714

Abstract

Retinopati diabetik (RD) merupakan komplikasi mikrovaskular yang umum terjadi pada penderita diabetes melitus dan menjadi penyebab utama kebutaan pada usia produktif. RD dibagi menjadi non-proliferative diabetic retinopathy (NPDR) dan proliferative diabetic retinopathy (PDR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara hipertensi, indeks massa tubuh (IMT), dan riwayat merokok dengan derajat RD. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan metode cross-sectional yang dilakukan pada bulan Februari 2025 di Klinik Mata SMEC Samarinda. Sebanyak 78 pasien RD diikutsertakan dengan teknik purposive sampling. Karakteristik sampel menunjukkan rerata usia 54,9 tahun, dengan kelompok usia terbanyak 50–59 tahun (41,0%) dan proporsi laki-laki 51,3%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara hipertensi dengan derajat RD (p = 0,933; OR = 1,05; 95% CI 0,36–3,08), IMT dengan derajat RD (p = 0,345; OR = 1,54; 95% CI 0,63–3,78), maupun riwayat merokok dengan derajat RD (p = 0,560; OR = 1,34; 95% CI 0,50–3,65). Temuan ini menunjukkan bahwa pada sampel klinik ini, derajat RD tidak dapat dijelaskan hanya oleh hipertensi, IMT, dan riwayat merokok, sehingga penilaian faktor risiko lain seperti kontrol glikemik, lama diabetes, dan komorbid metabolik tetap penting dalam praktik klinis.
Hubungan Antara Status Gizi Dengan Kelelahan Kerja Pegawai Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana Farid Hammadi; Festy Ladyani; Eka Silvia; Yesi Nurmalasari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.26051

Abstract

Status gizi berperan penting dalam menentukan kapasitas kerja seseorang. Status gizi yang tidak optimal, terutama overweight dan obesitas, dapat meningkatkan beban metabolik, menurunkan kapasitas kerja fisik, dan memicu kelelahan kerja yang berdampak pada penurunan produktivitas serta peningkatan risiko kesalahan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara status gizi dengan kelelahan kerja pada pegawai Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan pada April 2025 dengan melibatkan 31 pegawai yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, sedangkan kelelahan kerja diukur menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test (SSRT) dari IFRC. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (64,5%), memiliki masa kerja 10 tahun (83,9%), dan status gizi overweight (38,7%). Tingkat kelelahan kerja terbanyak berada pada kategori sedang (35,5%). Kelelahan kerja berat paling banyak ditemukan pada responden dengan obesitas (77,8%), sedangkan kelelahan sedang didominasi kelompok overweight (66,7%). Uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan kelelahan kerja (p = 0,000) dengan kekuatan hubungan yang kuat (r = 0,616). Status gizi berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja pada pegawai Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana. Peningkatan status gizi menuju overweight dan obesitas cenderung diikuti peningkatan tingkat kelelahan kerja, sehingga diperlukan upaya pengendalian status gizi untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas tenaga kerja.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6 Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5 Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue