cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,502 Documents
Case Report: Relapsed Pulmonary Tuberculosis With Drug-Induced Hepatotoxicity And Severe Malnutrition Syazili Mustofa; Salva Amanda Shafira; Giska Tri Putri; Hendri Busman; Denara Eka Safitri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.26122

Abstract

Relapsed pulmonary tuberculosis (TB) remains a major clinical challenge, particularly when complicated by drug-induced liver injury (DILI) and severe malnutrition. We report the case of a 54-year-old man with a history of bacteriologically confirmed pulmonary TB who presented with progressive dyspnea, productive cough, fever, night sweats, decreased appetite, and weight loss. After restarting anti-tuberculosis therapy, he developed jaundice, nausea, and vomiting. Physical examination revealed bilateral rhonchi, conjunctival pallor, scleral icterus, and severe underweight status. Laboratory evaluation showed microcytic hypochromic anemia, leukocytosis, hyponatremia, hypokalemia, hypocalcemia, severe hypoalbuminemia, hyperbilirubinemia, and markedly elevated transaminases. He was diagnosed with relapsed pulmonary TB complicated by DILI, community-acquired pneumonia, anemia of chronic disease, electrolyte imbalance, and severe malnutrition. Management included discontinuation of anti-tuberculosis drugs, supportive care, antibiotics, electrolyte correction, albumin supplementation, nutritional therapy, and gradual reintroduction of anti-tuberculosis treatment after clinical and biochemical improvement. After undergoing inpatient care for 2 weeks, the patient showed progressive clinical improvement with declining liver enzyme levels, allowing successful stepwise reintroduction of anti-tuberculosis therapy, and was discharged with a plan for continued outpatient follow-up. This case highlights the importance of early recognition of hepatotoxicity, comprehensive supportive management, and individualized stepwise reintroduction of anti-tuberculosis therapy in complex TB cases.
Anemia Dan Infeksi Oportunistik Pada Pasien Dengan HIV: Sebuah Studi Deskriptif Jeshen Anthony Lie; Hoopmen Hoopmen; Danial Danial
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.24998

Abstract

Anemia merupakan komplikasi hematologis yang sering ditemui pada pasien dengan HIV yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk infeksi oportunistik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian anemia berdasarkan jumlah dan jenis infeksi oportunistik pada pasien dengan HIV. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross-sectional dengan menggunakan data rekam medik pasien dengan HIV yang dirawat inap di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie tahun 2020 – 2024. Total sampel yang diperoleh sebanyak 111 sampel dengan teknik consecutive sampling. Variabel independen berupa jumlah dan jenis infeksi oportunistik, sedangkan variabel dependen berupa kejadian anemia. Data disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan sebanyak 93 dari 111 (83,8%) pasien mengalami anemia, dengan proporsi terbesar pada pasien tanpa terinfeksi infeksi oportunistik (87,7%). Ditinjau berdasarkan jenisnya, mayoritas pasien dengan HIV terinfeksi tuberkulosis dan mengalami anemia sebanyak 20 pasien (83,3%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah Anemia merupakan kondisi yang umum ditemukan pada pasien HIV, terlepas dari adanya infeksi oportunistik, dengan tuberkulosis sebagai infeksi oportunistik yang paling sering ditemukan.
Identifikasi Candida Albicans Pada Luka Gangren Penderita Diabetes Melitus Winda Irawati Zebua; Apriska Dewi Sipayung; Maniur Arianto Siahaan; Christine C.O. Sitompul
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.25602

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan Candida albicans dan spesies Candida lainnya pada luka gangren pasien diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan kondisi yang ditandai dengan hiperglikemia yang dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah pada ekstremitas bawah, sehingga menimbulkan iskemia, nekrosis, dan neuropati yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangren. Kadar glukosa darah yang tinggi juga dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme, termasuk jamur, yang dapat memperburuk infeksi pada luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Candida albicans pada luka gangren pasien diabetes melitus. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi spesifik spesies Candida dari sampel luka gangren diabetik melalui pemeriksaan kultur, uji germ tube, dan sistem Vitek 2 Compact untuk menggambarkan profil jamur pada sampel yang diperiksa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik total sampling terhadap 30 sampel luka gangren. Pemeriksaan dilakukan melalui isolasi dan kultur menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), kemudian dilanjutkan dengan identifikasi menggunakan uji germ tube dan alat Vitek 2 Compact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 sampel yang diperiksa, sebanyak 18 sampel (60%) teridentifikasi sebagai Candida albicans, 6 sampel (20%) sebagai Candida glabrata, dan 6 sampel (20%) sebagai Candida tropicalis. Candida albicans merupakan jamur yang paling dominan ditemukan pada luka gangren pasien diabetes melitus, namun spesies Candida lainnya juga berpotensi menginfeksi luka. Keberadaan jamur pada luka gangren memerlukan penatalaksanaan yang tepat melalui terapi antijamur dan perawatan luka yang optimal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Perbandingan Ekstrak Buah Dan Tangkai Buah Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) Sebagai Biolarvasida Nyamuk Aedes aegypti Vera Desita Amelia; Dwi Susanti; Putri Amalia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.24377

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penggunaan larvasida kimia secara terus-menerus berpotensi menimbulkan resistensi dan pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan alternatif larvasida nabati yang aman dan ramah lingkungan. Cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, steroid, dan fenol yang berpotensi sebagai biolarvasida. Penelitian ini bertujuan membandingkan kandungan senyawa metabolit sekunder dan efektivitas larvasida antara ekstrak buah dan tangkai buah cabai merah keriting terhadap larva Aedes aegypti. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode maserasi etanol 96%, dilanjutkan skrining fitokimia, serta uji larvasida terhadap larva instar III dengan konsentrasi 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% (tiga kali pengulangan). Hasil skrining menunjukkan ekstrak buah positif terpenoid dan negatif steroid, sedangkan ekstrak tangkai positif steroid dan negatif terpenoid; keduanya positif alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Uji mortalitas menunjukkan kedua ekstrak efektif membunuh larva dengan kematian 100% pada konsentrasi 2%, di mana ekstrak buah bekerja lebih cepat. Ekstrak buah mencapai mortalitas 100% pada konsentrasi 2% sejak jam ke-2 dan seluruh konsentrasi uji mencapai mortalitas 100% pada jam ke-4, sedangkan ekstrak tangkai mencapai mortalitas 100% pada konsentrasi 2% pada jam ke-5 dan seluruh konsentrasi uji pada jam ke-6. Disimpulkan bahwa ekstrak buah dan tangkai cabai merah keriting sama-sama berpotensi sebagai biolarvasida, namun ekstrak buah menunjukkan efektivitas lebih tinggi pada waktu paparan yang lebih singkat.
Gambaran Skoring Puma Dan Skoring Mmrc Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Di Pringsewu Galuh Pravitasari; Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto; Apri Lyanda; Deviani Utami; Jordy Oktobiannobel; Dwi Robbiardy Eksa; Hetty Rusmini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.26325

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru kronik progresif yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara persisten dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas di dunia. Deteksi dini dan penilaian gejala penting dilakukan dalam penatalaksanaan PPOK. Kuesioner Proyecto Latinoamericano de Investigación en Obstrucción Pulmonar (PUMA) digunakan sebagai alat skrining risiko PPOK, sedangkan modified Medical Research Council (mMRC) digunakan untuk menilai derajat sesak napas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran skoring PUMA dan skoring mMRC pada pasien PPOK di Pringsewu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Klinik Harum Melati Pringsewu menggunakan data rekam medis pasien PPOK periode 1 Januari 2024 hingga 28 Februari 2026. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 170 pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi skoring PUMA terbanyak terdapat pada skoring 6 sebanyak 66 pasien (38,8%), diikuti skoring 7 sebanyak 42 pasien (24,7%) dan skoring 5 sebanyak 40 pasien (23,5%). Berdasarkan skoring mMRC, mayoritas pasien berada pada skoring 3 sebanyak 72 pasien (42,4%), diikuti skoring 4 sebanyak 50 pasien (29,4%), skoring 2 sebanyak 42 pasien (24,7%), dan skoring 1 sebanyak 6 pasien (3,5%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien PPOK di Pringsewu memiliki skoring PUMA yang menunjukkan risiko PPOK tinggi serta derajat sesak napas mMRC kategori sedang hingga berat. Penerapan skrining PUMA dan mMRC secara rutin di layanan primer dapat membantu mengidentifikasi risiko PPOK dan derajat sesak napas secara lebih dini.
Pengaruh Ekstrak Etanol Gelidium Latifolium Terhadap Ekspresi Protein EGFR Pada Kanker Serviks: Studi In Vitro Pada Sel HeLa Salwa Afifah Maharani; Feliks Richard Zen Chandra; Athallah Jemila Maharani Balqis; Waode Nurul Iman Albaiti; Budiono Raharjo; Deddy Hartanto; Farida Anggraini Soetedjo; Stephani Linggawan; Yohanes Timothy Raharjo; Anton Sumarpo
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.25641

Abstract

Kanker serviks tetap menjadi masalah kesehatan global dengan tingkat insidensi yang tinggi di Indonesia, sementara akses terhadap terapi konvensional masih terbatas. Ekspresi berlebih (overexpression) dari epidermal growth factor receptor (EGFR) berperan penting dalam patogenesis kanker serviks yang diinduksi oleh infeksi human papillomavirus (HPV). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak etanol Gelidium latifolium terhadap ekspresi protein EGFR pada galur sel HeLa secara in vitro. Ekstraksi dilakukan melalui maserasi bertingkat menggunakan etanol 96%. Sel HeLa dikultur dalam medium DMEM dan diberi perlakuan ekstrak dengan konsentrasi 0 (kontrol), 200, 300, dan 400 µg/mL selama 24 dan 48 jam. Viabilitas sel dinilai menggunakan uji CCK-8, sedangkan ekspresi protein EGFR dianalisis melalui teknik imunofluoresensi menggunakan antibodi anti-EGFR terkonjugasi FITC dan pewarnaan inti DAPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tersebut menekan viabilitas sel secara dose-dependent (bergantung pada dosis), namun tidak bergantung waktu dengan nilai R²=0,9967 per 24 jam dan R²=0,9986 per 24 jam (p=0,1991), dengan nilai IC50 sebesar 276,8 µg/mL (24 jam) dan 246,6 µg/mL (48 jam). Selanjutnya, ekspresi protein EGFR menurun secara signifikan seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, menunjukkan tingkat ekspresi sebesar 72,4% (200 µg/mL, p0,05), 48,7% (300 µg/mL, p0,01), dan 25,3% (400 µg/mL, p0,001) dibandingkan dengan kontrol. Sebagai kesimpulan, ekstrak etanol Gelidium latifolium secara efektif menurunkan ekspresi protein EGFR pada sel HeLa secara in vitro, menyoroti potensinya untuk dikembangkan sebagai terapi adjuvan alami yang berbiaya rendah dan berkelanjutan untuk kanker serviks.
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Bpjs Rawat Inap Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Klinik Prima Husada Igho Reynaldi Putro Nugroho; Robby Candra Purnama; Ade Maria Ulfa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.24182

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan yang memengaruhi kepuasan pasien, terutama peserta JKN seperti BPJS Kesehatan. Penelitian mengenai kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di klinik rawat inap masih terbatas, sehingga evaluasi kualitas pelayanan diperlukan sebagai dasar peningkatan mutu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien BPJS rawat inap terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik Prima Husada. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 66 pasien BPJS yang menjalani rawat inap dan telah memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner yang mencakup lima dimensi yaitu kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi dengan skor tertinggi adalah kehandalan (90,15), disusul jaminan (85,05) dan empati (80,83) dalam kategori sangat puas, sedangkan dimensi daya tanggap (77,68) dan bukti langsung (75,38) memperoleh kategori puas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian di Klinik Prima Husada secara keseluruhan telah berjalan dengan baik dan mampu memenuhi harapan sebagian besar pasien BPJS rawat inap. Aspek komunikasi dan fasilitas fisik masih perlu mendapat perhatian dan ditingkatkan agar dapat mendukung tercapainya kepuasan pasien yang lebih optimal. Temuan ini dapat menjadi dasar evaluasi manajemen pelayanan kefarmasian dalam meningkatkan mutu pelayanan BPJS.
Hubungan Pengetahuan Orang Tua Dengan Kepatuhan Minum Obat Terapi Pencegahan Tuberkulosis Pada Anak Di Puskesmas Nagrak Laeli Resti Oktapiani; Rakhmi Rafie; Upik Pebriyani; Sri Maria Puji Lestari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.25636

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk pada anak. Keberhasilan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) pada anak sangat bergantung pada orang tua atau pengasuh karena anak memerlukan pendampingan dalam pemberian obat dan menjaga kesinambungan terapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat TPT pada anak di wilayah Puskesmas Nagrak. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 40 orang tua atau pengasuh yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang TPT dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis dengan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan, kuat, dan searah antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat TPT (p 0,001; r = 0,765). Semakin tinggi pengetahuan orang tua, semakin tinggi pula kepatuhan minum obat TPT pada anak.
BODY LOTION EKSTRAK BIT MERAH (Beta vulgaris L.) KOMBINASI ALOE VERA SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN PELEMBAB KULIT Aza Mu'azzarah; Gusti Ayu Rai Saputri; Tutik Tutik
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.24796

Abstract

Bit merah (Beta vulgaris L.) mengandung senyawa betasianin serta banyak menyimpan kandungan metabolit sekunder sehingga digunakan sebagai antioksidan. Lidah buaya (Aloe vera L.) mengandung senyawa mukopolisakarida yang dapat membantu meningkatkan kelembaban pada kulit. Sehingga kedua bahan alami tersebut dapat dijadikan kosmetik. Tujuan dilakukan penelitian untuk memperoleh formulasi body lotion ekstrak bit merah yang dikombinasikan dengan Aloe vera sebagai agen antioksidan dan pelembab kulit. Studi ini difokuskan pada pengembangan formula yang stabil dan efektif, dengan evaluasi fisik, uji aktivitas antioksidan, dan pengukuran kelembaban kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula 4 adalah sediaan yang paling optimal. Formula ini tidak hanya memenuhi semua persyaratan uji evaluasi fisik sediaan topikal, tetapi juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang paling kuat. Nilai IC50 untuk formula 4 adalah 53,22 ppm, yang menempatkannya dalam kategori antioksidan kuat. Selain itu, sediaan ini juga terbukti efektif dalam meningkatkan kelembaban kulit. Formula 1 hingga 3 menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yaitu 91,38 ppm; 85,55 ppm; dan 65,26 ppm
Hubungan Kecemasan Kehamilan Dengan Maternal-Fetal Attachment Pada Ibu Hamil Primigravida Di Wilayah Kerja Puskesmas Sengeti Zuvia Zahwa Auliana; Marlita Andhika Rahman; Hanna Widya Gultom; Nurul Hafizah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.26543

Abstract

Kehamilan merupakan periode yang disertai berbagai perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi kondisi emosional ibu, terutama pada kehamilan pertama. Kecemasan selama kehamilan diduga berhubungan dengan pembentukan keterikatan emosional antara ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan kehamilan dan maternal-fetal attachment  pada ibu hamil primigravida di wilayah kerja Puskesmas Sengeti. Penelitian menggunakan analisis korelasional cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 ibu hamil primigravida trimester II dan III yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) dan Prenatal Attachment Inventory (PAI). Analisis data menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan kehamilan kategori sedang (62,1%) dan maternal-fetal attachment  kategori sedang (68,2%). Uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan kehamilan dan maternal-fetal attachment  (r = -0,340; p = 0,005), yang berarti semakin tinggi kecemasan kehamilan maka semakin rendah keterikatan emosional ibu dengan janin.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8 Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7 Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6 Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5 Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue