cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 775 Documents
PENERAPAN REGULASI BPOM DALAM IKLAN KOSMETIK : UPAYA PERLINDUNGAN KONSUMEN DARI KLAIM TIDAK TEPAT DI JAWA BARAT Winardi, Devani Olivia; Ramadhania, Zelika Mega
Farmaka Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i1.65336

Abstract

Iklan kosmetik merupakan salah satu bentuk komunikasi pemasaran yang dirancang untuk menyampaikan manfaat, keamanan, dan kualitas produk kepada konsumen. Di Indonesia, praktik ini diatur secara ketat melalui Peraturan BPOM No. 18 Tahun 2024 tentang Penandaan, Promosi, dan Iklan Kosmetik, serta Peraturan BPOM No. 3 Tahun 2022 mengenai Persyaratan Teknis Klaim Kosmetika. Pengawasan terhadap kepatuhan iklan menjadi krusial untuk mencegah klaim yang menyesatkan. Berdasarkan laporan BBPOM Bandung selama 2022–2024, pelanggaran paling sering ditemukan pada iklan digital. Pada tahun 2022 dan 2023, dari 450 iklan yang diawasi, 6,4% dinyatakan tidak memenuhi ketentuan (TMK), seluruhnya berasal dari media digital. Pada 2024, tingkat pengawasan menurun (316 iklan), namun persentase pelanggaran meningkat signifikan menjadi 26,6%, dengan 91% berasal dari media digital. Pelanggaran didominasi oleh klaim berlebihan dan klaim di luar fungsi produk. Artikel ini menganalisis ketentuan iklan kosmetik sesuai regulasi BPOM dan memetakan pola pelanggaran aktual, dengan tujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha serta perlindungan konsumen. Berbeda dari studi sebelumnya yang lebih normatif, artikel ini menyajikan pendekatan berbasis data pengawasan, sehingga memberikan kontribusi empiris terhadap penguatan pengawasan iklan kosmetik di era digital.
REVIEW ARTIKEL: EVALUASI STRATEGI TAPERING OFF PADA PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID JANGKA PANJANG Darmawan, Michelle; Sumiwi, Sri Adi
Farmaka Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i1.62191

Abstract

Penggunaan kortikosteroid jangka panjang dalam penatalaksanaan berbagai kondisi medis seringkali diperlukan, namun berhubungan dengan efek samping serius. Oleh karena itu, strategi tapering off menjadi sangat penting untuk diterapkan. Review artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai strategi tapering off kortikosteroid yang telah diteliti serta implikasi klinisnya. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, PubMed, dan Sciencedirect selama 10 tahun terkahir. Studi yang diulas mengungkap bahwa keberhasilan tapering off sangat bergantung pada pendekatan yang dipersonalisasi, dengan mempertimbangkan kondisi klinis, tingkat keparahan penyakit, respons individu terhadap terapi, dan risiko kekambuhan. Temuan menunjukkan bahwa penghentian mendadak pada dosis kortikosteroid yang tinggi dapat memicu relapse dan perburukan kondisi, sementara penggunaan agen steroid-sparing sebagai bagian dari strategi tapering off dapat mengurangi kebutuhan kortikosteroid dan efek sampingnya. Implikasi klinis dari review ini menekankan pentingnya pemantauan ketat dan penyesuaian dosis secara bertahap untuk mengoptimalkan outcome terapi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
MEMBANGUN INDUSTRI PODP YANG BERDAYA SAING : REFLEKSI GLOBAL DAN RENCANA STRATEGIS INDONESIA Az Zahra, Nisrina Nabila; Susatia, Vania Anindira; Yani, Indri Widuri; Faisal, Davin Ezra Alkan Al; Roestan, Mas Rahman; Nurrasjid, Evi Sylvia; Kautsar, Angga Prawira
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.64521

Abstract

Produk obat derivat plasma (PODP) merupakan hasil pengolahan plasma darah manusia yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi medis, seperti gangguan imun, hemofilia, dan penyakit autoimun. Penggunaan PODP semakin meluas seiring berkembangnya teknologi dan meningkatnya kebutuhan terapi berbasis protein plasma. Namun, perkembangan PODP di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan pasokan plasma berkualitas hingga ketergantungan pada produk impor. Artikel ini menyajikan tinjauan mengenai jenis PODP, proses produksinya, sistem deteksi patogen, serta upaya global dalam menjamin keamanan dan ketersediaan produk. Tinjauan ini didasarkan pada literatur dari basis data ilmiah seperti Embase, PubMed, EBSCO, dan World of Science dengan kata kunci terkait seperti “plasma-derived medicinal products”, “plasma-derived medicinal products”, dan “plasma fractionation”, yang mencakup aspek klinis, produksi, regulasi, dan industri dari PODP. Kajian ini juga menyoroti potensi Indonesia dalam membangun sistem produksi PODP yang mandiri dan berkelanjutan. Melalui pemahaman yang komprehensif, diharapkan artikel ini dapat menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dan praktisi kesehatan dalam merumuskan strategi nasional yang tepat. Melalui tinjauan ini, disimpulkan bahwa dengan komitmen kebijakan yang kuat, peningkatan infrastruktur, dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri PODP yang aman, mandiri, dan berdaya saing global.
REVIEW ARTIKEL: KAJIAN PROFIL FITOKIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI RIMPANG TEMU HITAM (Curcuma aeruginosa Roxb.) Djamaluddin, Muhammad Ilham; Hendriani, Rini
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.56079

Abstract

Dalam pengobatan tradisional, berbagai tanaman rimpang-rimpangan seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur sering dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan dan mengobati bermacam penyakit. Salah satu rimpang berkhasiat yang masih jarang diketahui, ialah temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.). Secara turun-temurun rimpang temu hitam dipercaya dapat mengatasi sakit perut, batuk, asma, kudis, mempercepat pengeluaran lokia selama masa nifas, kegemukan, rematik, kecacingan dan gangguan mental. Dengan ditulisnya review artikel ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kandungan fitokimia beserta beberapa efek farmakologi rimpang temu hitam (C. aeruginosa) yang telah teruji baik secara in vitro, in vivo maupun uji klinis. Semua literatur diperoleh dari Scopus dan Pubmed yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil studi diperoleh rimpang temu hitam mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid, dengan kandungan utama berupa senyawa-senyawa turunan terpenoid. Senyawa-senyawa terpenoid inilah yang membuat rimpang temu hitam memiliki aktivitas sebagai antioksidan, anti inflamasi, anti kanker, antidiabetes, antimikroba dan antiandrogen.
ANALISIS SAFETY STOCK DAN REORDER POINT OBAT DI PUSKESMAS X KOTA BANDUNG UNTUK OPTIMALISASI MANAJEMEN PERSEDIAAN Lestyawan, Samuel; Ramadhania, Zelika Mega; Kusumastuti, Herfina Tri
Farmaka Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i1.65586

Abstract

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang menyelenggarakan upaya kesehatan. Sedangkan obat mejadi komponen penting dalam mendukung upaya pelayanan kesehatan di puskesmas. Maka, diperlukan penyelenggaraan pelayanan kefarmasian yang optimal di puskesmas untuk memastikan ketersediaan, pengelolaan, dan penggunaan obat yang efektif dan rasional bagi masyarakat. Salah satu bentuk pelayanan kefarmasian tersebut adalah pengendalian perbekalan farmasi yang bertujuan untuk memastikan stok tetap optimal. Pengendalian perbekalan farmasi dapat dilakukan melalui analisis safety stock dan re-order point. Safety stock merupakan stok yang harus tersedia untuk mengantisipasi hal-hal tidak terduga yang akan terjadi, sementara itu, re-order point merupakan titik jumlah stok di mana harus dilakukan pemesanan kembali. Setelah dilakukan perhitungan safety stock dan re-order point di Puskesmas X, didapatkan persediaan dengan safety stock dan re-order point paling tinggi adalah tablet parasetamol 500 mg, kapsul N-asetilsistein 200 mg, kapsul amoksisilin 500 mg, tablet vitamin B kompleks, dan tablet kalsium laktat dengan nilai safety stock berturut-turut adalah 3602, 2425, 2153, 2009, dan 1392 serta nilai re-order point berturut-turut adalah 5359, 2608, 3203, 2989, dan 2071. Nilai-nilai tersebut selaras dengan nilai penggunaan di mana kelima persediaan tersebut penggunaannya paling besar. Diharapkan dengan ditentukannya nilai safety stock dan re-order point, Puskesmas X dapat lebih optimal dalam mengelola persediaan farmasi, terutama dalam menentukan waktu pemesanan ke PBF.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue