cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
REVIEW JURNAL: UJI EVALUASI SEDIAAN LULUR BAHAN ALAM Budiana, Wempi; Amelia, Ferda; Ahmad, Afifah Isybillah; Mulya, Rheini Dwi; Hanifah, Nidaa; Cahyani, Dhiana Eka; Al-Akbar, Ayatullah Malik; Rulazi, Bagus Akbar
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.55630

Abstract

Lulur merupakan sediaan untuk perawatan tubuh yang berfungsi untuk melembutkan, mengencangkan, mencerahkan kulit, membantu proses detoksifikasi. Lulur tradisional adalah sediaan lulur yang dibuat dari rempah-rempah serta tepung dengan tekstur yang kasar, sedangkan lulur modern dibuat dari butiran scrub yang dilengkapi dengan losion serta campuran ekstrak bahan alam yang dibuat agar sediaan lulur bertahan lama, dan dirancang lebih praktis sehingga mudah dalam penggunaannya. Berbagai tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan lulur adalah ampas kopi, rimpang kunyit, rimpang jahe, lidah buaya, daun papaya, ubi jalar ungu,  serbuk kemiri, bunga kembang sepatu, manggis dan lain-lain. Berdasarkan formula yang didapatkan dari beberapa artikel, diketahui bahwa dalam pembuatan lulur terdapat bahan aktif dan bahan tambahan (eksipien) yang digunakan dalam formula. Bahan aktif yang digunakan memiliki kandungan sebagai eksfoliator, karena sebagai fungsi utama lulur untuk membersihkan kulit dari berbagai kotoran dan sel kulit mati. Standardisasi untuk sediaan lulur evaluasi sediaan dengan tujuan untuk mengetahui mutu dari sediaan tersebut baik dari segi manfaat, keamanan dan stabilitas suatu sediaan lulur. Beberapa pengujian yang umumnya dilakukan untuk mengevaluasi sediaan lulur yaitu Uji homogenitas, Uji tipe emulsi, Uji stabilitas, Uji pH, Uji iritasi, Uji efektivitas, Uji hedonik, Uji daya oles, Uji daya sebar, dan Uji daya lekat. Selain beberapa uji yang tersebut, terdapat beberapa pengujian lainnya seperti uji tipe emulsi/krim, uji cemaran, uji kadar air/kelembapan, uji waktu mongering, uji hedonic/kesukaan dan uji aktivitas zat aktif seperti antioksidan.
DISPERSI PADAT SEBAGAI PENDEKATAN INOVATIF UNTUK STABILITAS API: MENJAWAB TANTANGAN FARMASI MODERN Syarfa, Ahmad; Nurfadillah, Rizal; Wijaya, Teguh Pradinata; Pahlevi, Muhamad Reza; Jafar, Garnadi; Sagita, Novaliana Devianti
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.60905

Abstract

Dispersi padat merupakan pendekatan inovatif yang digunakan untuk meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas bahan aktif farmasi (API) yang sukar larut dalam air. Teknologi ini memanfaatkan sifat amorf API, yang memiliki kelarutan lebih tinggi dibandingkan bentuk kristalnya, meskipun rentan terhadap rekristalisasi. Untuk mengatasi tantangan ini, matriks polimer seperti PVP atau HPMC digunakan untuk mencegah rekristalisasi dan menjaga stabilitas API. Berbagai teknik produksi seperti ekstrusi leleh, pengeringan semprot, dan ko-presipitasi telah dikembangkan untuk menghasilkan formulasi ini. Selain itu, penambahan surfaktan dan polimer multifungsi berperan dalam meningkatkan kelarutan, mencegah supersaturasi, dan mempertahankan API dalam bentuk amorf. Meskipun teknologi ini telah digunakan dalam berbagai produk farmasi, terdapat tantangan signifikan seperti ketidakstabilan fisikokimia, pemisahan fase, dan kendala dalam meningkatkan skala produksi. Dispersi padat memberikan banyak manfaat, termasuk peningkatan kelarutan, laju disolusi, dan memungkinkan pelepasan obat yang terkendali. Hal ini memberikan keuntungan klinis seperti peningkatan kepatuhan pasien dan pengurangan frekuensi dosis. Dalam upaya meningkatkan efisiensi, inovasi terus dilakukan, seperti penggunaan kombinasi polimer dan surfaktan generasi baru, integrasi teknologi nanopartikel, dan pengembangan sistem pelepasan obat terkendali untuk pengobatan penyakit kronis. Teknologi ini telah diaplikasikan dalam berbagai produk farmasi komersial dengan hasil yang signifikan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi formulasi farmasi. Dengan berbagai inovasi dan potensi besar yang ditawarkan, teknologi dispersi padat diharapkan mampu terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan formulasi farmasi modern dan menjadi solusi utama dalam pengembangan obat di masa depan.
ARTIKEL REVIEW: PERSPEKTIF FARMAKOLOGI DAN PERAN APOTEKER TERHADAP PENGEMBANGAN SERTA PENGGUNAAN NUTRASEUTIKAL Sitinjak, Bernap Dwi Putra; Husni, Patihul
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.54336

Abstract

Peningkatan derajat kesehatan dapat dilakukan dalam promotif, pencegahan (preventif), penyembuhan (kuratif), dan pemulihan (rehabilitatif). Makanan bernutrisi menjadi salah satu upaya preventif terhadap kejadian penyakit. Nutraseutikal merupakan nutrisi pada pangan yang memiliki manfaat secara farmakologi ketika dijadikan konsumsi. Oleh sebab itu artikel ini akan membahas aspek farmakologi pada kesehatan pada nutraseutikal serta peran apoteker pada penggunaannya. Review dilakukan pada artikel yang terdapat pada database Google scholar yang muncul dari hasil pencarian terkait nutraseutikal kemudian dilakukan screening dan dipilah berdasarkan judul dan abstrak lalu hasil review disajikan dalam bentuk narasi. Secara garis besar nutraseutikal dibedakan menjadi dua jenis yakni nutraseutikal tradisional dan non-tradisional. nutraseutikal tradisional bersumber dari organisme probiotik, enzim, dan senyawa kimia berupa nutrien dan metabolit hewan tumbuhan. Sementara senyawa non tradisional dapat bersumber dari pangan fortifikasi maupun pangan rekombinan. Berdasarkan hasil penelusuran menunjukkan banyaknya aktivitas antioksidan yang berpotensi mencegah stres oksidatif. Selain itu, berdasarkan hasil review tanaman hasil rekayasa genetik dapat meningkatkan konsentrasi nutraseutikal. Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa peran apoteker akan semakin dibutuhkan dalam penggunaan nutraseutikal khususnya pada pengembangan dan penjaminan mutu produk, pemberi KIE agar obat dapat digunakan dengan tepat oleh konsumen, serta merancang regulasi. Kata kunci: Nutraseutikal, Nutrien, Farmakologi, dan Apoteker.
REVIEW JURNAL: PEMANFAATAN LAVENDER (Lavandula angustifolia) SEBAGAI AROMATERAPI Yunita, Dilla; Wilis, Hawa; Rinaldi, Muhammad Dodit; Ulfah, Raden Roro Maryana; Jungjunan, Repita Anis; Septiani, Yuni; Budiana, Wempi
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.55655

Abstract

Aromaterapi merupakan pengobatan alternatif hasil ekstraksi suatu tanaman dalam bentuk minyakesensial atau minyak atsiri yang dapat memberikan efek tenang dan nyaman bagi penggunanya.Lavender merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang dapat meredakan gejala stresmental, insomnia dan gangguan pencernaan, dan secara eksternal untuk aromaterapi, neuralgia, dansebagai antiseptik. Formulasi aromaterapi dengan bahan aktif lavender dilakukan untuk mempermudahpemakaian serta memaksimalkan efek terapinya. Formulasi aromaterapi lavender dapat dibuat dalamberbagai bentuk, contohnya yaitu dalam bentuk roll on serta lilin aromaterapi. Evaluasi sediaanaromaterapi dilakukan untuk memastikan mutu sediaan baik dari segi manfaat, keamanan, dan stabilitas.Pengujian yang umumnya dilakukan dalam evaluasi sediaan roll on diantaranya uji organoleptik, pH,homogenitas, daya sebar, serta kesukaan. Sedangkan dalam pengujian sediaan lilin dapat berupa ujiorganoleptik, titik leleh, waktu bakar, ketahanan aroma, dan kesukaan.
KUALIFIKASI KINERJA MESIN DRY HEAT STERILIZER DI PT.XY Mawaddah, Nadiya Widda; Laffyanto, Dionisius; Hasanah, Aliya Nur
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.61175

Abstract

Kualifikasi dalam produksi di Industri farmasi adalah proses terdokumentasi yang memastikan peralatandan sistem pendukung dipasang dengan benar, berfungsi sesuai spesifikasi teknis dan menghasilkanproduk yang konsisten serta memenuhi standar regulatori. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasihasil kualifikasi kinerja mesin dry heat sterilizer di fasilitas produksi PT. XY. Jenis penelitian iniadalah kuantitatif deskriptif menggunakan data sekunder dari hasil kualifikasi kinerja mesin dry heatsterilizer yang dilakukan pada tanggal 29-31 Agustus 2024 di industri farmasi PT. XY. Hasil pengujianmenunjukkan bahwa kecepatan aliran udara pada filter High-Efficiency Particulate Air (HEPA) beradapada kisaran 0,40–0,53 m/s, dan uji integritas filter HEPA menunjukkan nilai 0,0000–0,0008%.Jumlah partikel untuk Grade A pada ukuran 0,5 μm adalah 136–227 partikel/m³, dan pada ukuran5 μm sebanyak 7–17 partikel/m³. Pengujian suhu menunjukkan hasil 248,7–254,8°C untuk emptychamber, 242,7–257,8°C untuk loaded chamber, dan 247,6–257,2°C untuk minimum load chamber.Sementara itu, hasil heat penetration pada loaded chamber berkisar antara 217,05–373,69 menit, danpada minimum load chamber berkisar antara 288,20–365,78 menit. Uji endotoksin menunjukkannilai reduksi log sebesar 4,204. Berdasarkan data yang diperoleh, kualifikasi kinerja mesin dry heatsterilizer memenuhi kriteria penerimaan yang ditetapkan.
ANALISA KESESUAIAN ASPEK BANGUNAN DI SALAH SATU PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) KOTA BANDUNG TERHADAP CDOB 2020 Pangestu, Lauren; Holik, Holis Abdul
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.54962

Abstract

Pedagang Besar Farmasi (PBF) memiliki izin untuk mengadakan, menyimpan, dan menyalurkan obat dalam skala besar dengan berlandaskan Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) sebagai acuannya. Salah satu aspek penting yang diatur dalam CDOB 2020 yaitu mengenai bangunan yang digunakan oleh PBF harus dirancang dan disesuaikan agar dapat menjamin keamanan dan mutu produk yang disimpan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengevaluasi penerapan CDOB di salah satu PBF Bandung (PBF X) dengan menggunakan metode observasional deskriptif dan evaluatif yang dilakukan melalui studi literatur, pemantauan langsung dengan formulir checklist, serta wawancara dengan Apoteker penanggung jawab di PBF tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBF X telah memenuhi persyaratan CDOB dalam hal bangunan dan fasilitas untuk mendukung semua kegiatan distribusi obat secara efisien dan meminimalkan risiko yang dapat mempengaruhi kualitas obat. Keseluruhan aspek penting terkait bangunan telah memenuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku, namun diperlukan konsistensi dalam menjaga kesesuaian ini yang didukung oleh kinerja personel PBF untuk menjalankan dan menerapkan setiap aspeknya dengan baik.Kata kunci: CDOB, PBF, Bangunan
REVIEW: FORMULASI DAN UJI EVALUASI SEDIAAN TEH Fadhilah, Reyhan Muhammad Wahid; Wila, Indrawati Langu; Kiik, Rosa Virginia; Rodinah, Ina; Sau, Barth Larson Boling; Bokotei, Martini Irene Welmince; Ayu Apsari, Ratna Dila
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.55746

Abstract

Teh merupakan minuman yang paling sering dikonsumsi masyarakat karena memiliki rasa dan aromayang khas. Ini menyebabkan banyak di dapatkan sediaan teh dengan berbagai komposisi dari bahanbahan alami seperti batang, daun, akar, buah, kulit buah, biji dari suatu tanaman disebut dengan tehherbal. Standarisasi dalam kefarmasian adalah serangkaian parameter yang hasilnya merupakan unsurunsurterkait mutu kefarmasian mutu yaitu memenuhi syarat standar (kimia, biologi dan farmasi),termasuk jaminan stabilitas. Tujuan standarirasi sediaan teh untuk mengetahui keamanan, aktivitasbilogis, dan stabilitas dari tanaman yang digunakan dalam produk agar terjamin khasiat mutu dankeamanan dalam penggunaan obat herbal. Metode dalam penulisan review artikel ini adalah denganpengumpulan sumber data primer yaitu jurnal yang berkaitan dengan sediaan teh yang di dapat daripenelusuran pusataka melalui internet menggunakan database elektronik. Parameter uji meliputiorganoleptis, kadar air, kesukaan, antioksidan, pH, uji batas cemaran mkroba, fenol total.
KUALIFIKASI KINERJA ISOLATOR DI INDUSTRI FARMASI X Azizah, Putri Nur; Hasanah, Aliya Nur
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.60850

Abstract

AbstrakKualifikasi merupakan proses dalam membutikan bahwa alat, fasilitas, dan sistem penunjang telah dipasang dengan benar, beroperasi sesuai desain yang telah ditetapkan dan memberikan hasil yang konsisten dalam menjaga kualitas produk sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil kualifikasi ulang yang dimulai dari kualifikasi kinerja pada sistem isolator. Kualifikasi ulang dilakukan untuk memastikan bahwa alat atau sistem memberikan hasil yang konsisten sesuai spesifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan parameter kritis secara langsung di industry farmasi PT X yang memproduksi obat kanker di Jakarta. Hasil pemeriksaan air velocity berada pada rentang 0,37-0,41 m/s. Hasil smoke test menunjukkan aliran udara laminar. Hasil pengukuran integrity testing filter memiliki efisiensi yang sangat tinggi yaitu 99,99%. Suhu dan kelembaban berturut-turut berada pada rentang 21,7-24,7oC dan 39,1-46,4%. Jumlah partikel udara ≥ 0.5 μm dan ≥ 5 μm masing-masing 79 dan 2 partikel. Hasil uji mikrobiologi metode air sampler, settle plate, dan contact plate tidak menunjukkan pertumbuhan mikroba. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, sistem isolator dapat bekerja dengan baik karena semua parameter telah memenuhi syarat.Kata kunci: isolator, kualifkasi kinerja, obat kankerABSTRACTQualification is a process of proving that tools, facilities, and supporting systems have been installed correctly, operate according to the established design and provide consistent results in maintaining product quality according to the specified specifications. This study was conducted to determine the results of re-qualification starting from performance qualification on the isolator system. Requalification is performed to ensure that the equipment or system delivers consistent results according to specifications. This study was conducted by directly examining critical parameters in the pharmaceutical industry of PT X which produces cancer drugs in Jakarta. The results of the air velocity examination were in the range of 0.37-0.41 m/s. The smoke test results showed laminar air flow. The results of the integrity testing filter measurement had a very high efficiency of 99.99%. Temperature and humidity were in the range of 21.7-24.7oC and 39.1-46.4%, respectively. The number of air particles ≥ 0.5 μm and ≥ 5 μm were 79 and 2 particles, respectively. The results of the microbiological tests using the air sampler, settle plate, and contact plate methods did not show microbial growth. Based on the research results, the isolator system can work well because all parameters have met the requirements.Keywords: isolator, performance qualification, cancer drug 
REVIEW ARTIKEL: PELAKSANAAN PELAYANAN HOME PHARMACY CARE PADA APOTEK DI INDONESIA Sagitasa, Salsa; Iskandar, Yoppi
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.55424

Abstract

Pelayanan Home Pharmacy Care merupakan salah satu pelayanan kefarmasian di apotek yang dilakukan oleh apoteker. Pada layanan tersebut, apoteker bertanggung jawab memberikan informasi yang tepat tentang terapi obat, memastikan pasien memahami dan mematuhi penggunaan obat, sehingga meningkatkan keberhasilan terapi, terutama bagi pasien lanjut usia dan penderita penyakit kronis yang diperkirakan akan mengalami peningkatan mencapai 414% daria tahun 1990-2025. Review artikel ini membahas terkait implementasi pelayanan kefarmasian Home Pharmacy Care pada apotek-apotek di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan penelusuran pustaka melalui Google Scholar dan ResearchGate dengan diperoleh sebanyak 25 artikel untuk dianalisis dan dibahas lebih lanjut. Berdasarkan 25 artikel yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa impelementasi Home Pharmacy Care pada apotek di Indonesia masih kurang maksimal. Dari total 377 apotek yang diteleti dalam 25 artikel tersebut, hanya 33 atau sekitar 8.75% apotek yang telah menjalankan pelayanan Home Pharmacy Care dengan maksimal. Sementara itu, 344 apotek lainnya belum maksimal atau belum pernah dilaksanakan karena kendala seperti kurangnya tenaga kefarmasian, kehadiran apoteker yang kurang maksimal, apoteker yang lebih fokus pada manajemen apotek, belum adanya petunjuk teknis yang jelas untuk pelaksanaan Home Pharmacy Care, serta kurangnya pemahaman terkait Home Pharmacy Care itu sendiri
REVIEW ARTIKEL: AKTIVITAS ANTIKANKER TANAMAN PACING TAWAR (Costus speciosus) Zahra, Citra Aulia; Halimah, Eli
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.56083

Abstract

Pacing tawar (Costus speciosus) merupakan tanaman yang berpotensi menjadi alternatif barupengobatan kanker. Kanker terjadi akibat mutasi pada DNA sehingga terjadi pembelahan sel abnormaldan tidak terkontrol. Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagian tumbuhan dan tipe ekstrakdari C. speciosus yang memiliki aktivitas antikanker sehingga berpotensi menjadi alternatif pengobatankanker. Metode yang dilakukan pada kajian ini yaitu studi literatur melalui beberapa online databaseyaitu PubMed, Science Direct, Google Scholar, Springer, dan Elsevier. Artikel yang dipakai adalah 13artikel dengan tahun terbitan dari 2014 hingga 2024 yang dapat diakses secara gratis. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tanaman C. speciosus memiliki potensi sebagai antikanker terhadap sel kankerserviks (KB), sel kanker payudara (BT-549, MCF-7, MDA-MB-231), sel melanoma (SK-MEL), selkanker ovarium (SKOV-3), sel kanker hati (HepG2), sel endotel vena umbilikalis (HUVECs), selkanker usus besar (HCT116), sel kanker prostat (PC-3), sel kanker paru-paru (A549), sel kankerkandung kemih (HT-1376), serta sel kanker pankreas (HPAC-1376). Berdasarkan pembahasan dalamreview artikel ini, diketahui bahwa ekstrak metanol, etanol, dan heksan dari rimpang C. speciosus,ekstrak metanol dan etil asetat dari akar C. speciosus, dan ekstrak metanol dari daun C. speciosus

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue