cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
Isu Global Serius Infeksi Virus Nipah (NiV) Pada Manusia Almattin, Bilqis Na'ilah; Wicaksono, Imam Adi
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.51865

Abstract

Penyakit emerging zoonotik salah satunya yaitu penyakit virus Nipah (NiV). Virus Nipah merupakan infeksi yang disebabkan oleh Pteropodidae. Pteropodidae merupakan host alamiah dari penyakit virus Nipah (NiV). Virus Nipah telah menyebar di seluruh dunia, menyebabkan kematian di lima negara: Malaysia, India, Bangladesh, Singapura, dan Filipina, dengan 700 kasus pada manusia dan 407 kematian. Tidak ada laporan kasus di Indonesia, tetapi para peneliti menemukan kelelawar buah (geus Pteropus) yang terdapat di beberapa negara memiliki virus Nipah salah satunya Indonesia. Gejala awal infeksi virus Nipah yaitu sakit kepala, demam, mialgia, sakit tenggorokan, mual, muntah, batuk dan/atau ketidaknyamanan pernafasan. Saat ini, terapi yang digunakan untuk mengobati infeksi virus Nipah didasarkan pada pengobatan umum dan suportif, pengobatan simtomatik, dan menerapkan prosedur untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut. Maka dari itu, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan studi mengenai penyakit virus Nipah untuk membuat orang tahu dan menjadi waspada terhadap virus Nipah yang telah terjadi di beberapa negara, terutama di Asia. Review artikel ini dibuat dengan metode komparatif disusun dari berbagai sumber jurnal penelitian mengenai virus Nipah (NiV). Data yang disajikan dalam tinjauan ini memperlihatkan bahwa sumber informasi yang tersedia mengenai virus Nipah sangat terbatas. Kata kunci: penyakit infeksi, NiV, pteropodidae.
Perencanaan Pengadaan Obat Dengan Metode Minimum-Maksimal Stock Level (MMSL) Salah Satu Apotek di Bandung Berdasarkan Data Penjualan Mei-Juli 2022 Rhisanandra, Fathia; Milanda, Tiana
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.46765

Abstract

Perencanaan pengadaan obat merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum melakukan pengadaan obat agar persediaan obat terkendali dan meminimalisir terjadinya kekurangan obat (stock out) maupun kelebihan obat hingga terjadi penumpukan obat. Perencanaan pengadaan obat salah satunya dapat dilakukan menggunakan metode MMSL (Minimum-Maximum Stock Level) yang merupakan metode perencanaan yang sederhana dan mudah diterapkan di apotek. Metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data transaksi apotek pada 3 bulan terakhir yaitu Mei-Juli 2022, mengumpulkan data terkait perhitungan melalui wawancara dengan penanggungjawab pengadaan di apotek, dan melakukan perhitungan MMSL dan analisis. Tujuan dari penelitian ini ialah melalukan perencanaan pengadaan obat pada salah satu apotek di Bandung. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis melalui pengumpulan data transaksi resep maupun non resep di salah satu apotek di Bandung pada bulan Mei-Juli 2022 sebanyak 53.650 transaksi, dan hasil wawancara terkait lead time, procurement period didapat jumlah stok minimal dan stok minimal yang dibutuhkan dari setiap 3193 item. Dari hasil perhitungan MMSL didapat didapatkan batas minimal dan batas maksimal persediaan item terkecil adalah Abate Sachet 5 gram yaitu masing-masing 0 dan batas minimal dan batas maksimal persediaan item terbesar adalah Amlodipine 5 mg yaitu 860 dan 1862. Kata kunci: Perencanaan, apotek, MMSL
Tata Cara Sertifikasi Pemenuhan Aspek Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (SPA CPKB) dalam Mendukung Kemudahan Perizinan Berusaha Bagi Industri Kosmetika di Jawa Barat Salsabila, Annisa Siti; Husni, Patihul
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.51188

Abstract

Industri Kosmetika di Indonesia berkembang dengan sangat pesat karena jumlah peminat produk kosmetika yang terus meningkat setiap tahunnya. Namun, saat ini masih ditemukan produk kosmetika yang tidak teregistrasi di BPOM dan mengandung bahan berbahaya karena banyaknya produsen ilegal. Industri Kosmetika wajib menerapkan Pedoman CPKB untuk menjamin kualitas produknya yang dibuktikan melalui SPA CPKB. Oleh karena itu, artikel ini dibuat untuk meningkatkan pemahaman bagi Industri Kosmetika mengenai persyaratan dan tahapan pengajuan permohonan SPA CPKB kepada BBPOM sehingga akan mempermudah proses perizinan berusaha. Metode yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan data serta informasi terkait persyaratan dan tahapan sertifikasi SPA CPKB melalui berbagai sumber termasuk regulasi BPOM. Pengajuan SPA CPKB dilakukan melalui laman OSS-RBA yang sudah terintegrasi dengan e-sertifikasi BPOM. Timeline pengajuan SPA CPKB dapat dilakukan dalam waktu 20 hari kerja serta tidak dikenakan biaya PNBP. SPA CPKB ini berlaku selama lima tahun yang kemudian dapat diperpanjang sebanyak dua kali. Persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya memiliki akun OSS-RBA dan e-sertifikasi BPOM, NIB, surat permohonan, surat persetujuan denah bangunan, dokumen penerapan sistem mutu CPKB, surat persetujuan penggunaan fasilitas bersama (apabila diperlukan), serta memiliki penanggung jawab teknis Apoteker atau TTK. Tahapannya dimulai dari persiapan dokumen, pendaftaran akun e-sertifikasi, pengajuan persetujuan denah bangunan, pengajuan permohonan SPA CPKB, pemeriksaan oleh BBPOM, hingga penerbitan SPA CPKB oleh Deputi Bidang Pengawasan OTSKK. Dengan memahami seluruh persyaratan dan tahapan tersebut akan mempermudah Industri Kosmetika untuk melakukan pengajuan permohonan sertifikasi SPA CPKB dalam waktu yang lebih singkat.
Review Artikel: Spironolakton Sebagai Obat Off-Label Untuk Jerawat Pada Wanita Dewasa Zulfa, Aulia; Febrina, Ellin
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.47905

Abstract

 Jerawat merupakan penyakit kulit yang umum terjadi pada remaja dan dewasa. Jerawat dewasa dapat berupa jerawat persisten (jerawat dari sejak remaja) atau onset (jerawat muncul >25 tahun). Prevalensi jerawat dewasa paling banyak terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki. Peningkatan produksi sebum menjadi salah satu faktor terjadinya jerawat. Spironolakton sebagai obat anti-adrenergik memiliki efek antagonis reseptor androgen dengan mekanisme inhibisi reseptor androgen secara kompetitif dengan dihidrotestosteron untuk menurunkan produksi sebum. Penggunaan spironolakton untuk jerawat masih tergolong obat off-label. Obat off-label merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan gejala klinis tetapi tidak sesuai dengan informasi obat yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) atau Badan POM. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan rentang dosis bagi spironolakton untuk terapi jerawat pada pasien Wanita dewasa. Artikel ini berupa kajian naratif dengan menggunakan database  SpringerLink, PubMed dan ScienceDirect dengan kata kunci spironolactone dan acne dari 2013-2023. Hasilnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa spironolakton efektif dan dapat memberikan perbaikan klinis pada jerawat dengan pemberian dosis rendah (50-100 mg/hari). Pematauan serum kalium juga diperlukan untuk menjegah terjadinya efek samping hiperkalemia.
Tinjauan Pustaka: Kajian Klinis Penggunaan Obat Keras pada Minor Illness Oktavelia, Wanda; Lestari, Keri
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.52994

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya seseorang melakukan pengobatan mandiri untuk mengatasi gejala atau keluhan yang ringan atau disebut sebagai minor illness. Kondisi minor illness dapat diobati dengan menggunakan obat yang termasuk dalam golongan obat over the counter (OTC), tetapi tidak jarang pasien juga menggunakan golongan obat keras. Obat keras yang dimaksud merupakan obat yang terdapat dalam daftar Obat Wajib Apotek (OWA) yang dapat dibeli dan diserahkan oleh apoteker tanpa mengunakan resep dokter. Penggunaan obat keras pada minor illness harus sesuai dengan kondisi yang dialami dan mematuhi persyaratan yang ada. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara klinis pengunaan obat keras pada kondisi minor illness.
Cost-Effectiveness Analysis of Gastritis Treatment for Inpatient Patients in Sumedang Regency Hospital Ramadan, Erlangga; Pandapotan, Fadli Afit; Suwantika, Auliya Abdurrohim
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.46679

Abstract

Gastritis is a disease caused by inflammation in the stomach. Gastritis is one of the most common diseases in Indonesia, including in Sumedang Hospital. Treatment used in gastritis patients usually consists of H2 receptor antagonists, proton pump inhibitors (PPIs), and antacids. Administration and selection of therapy in the treatment of gastritis given to patients has an impact on the amount of treatment costs. This study aims to analyze the value of cost-effectiveness between the use of omeprazole and lansoprazole in hospitalized gastritis patients at the Sumedang District General Hospital. This study used the Cost-Effectiveness Analysis Method with a retrospective data collection design for the period October 2020 – October 2021. The data collected included patient age, gender, medical costs, treatment costs, laboratory costs and duration of patient hospitalization. The effectiveness value in this study was measured in the length of treatment duration.
Pengukuran Ketergunaan dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi Sobat DM dengan Metode System Usability Scale (SUS) dan Single Ease Question (SEQ) Sufi, Nadia Adhani; Iskandar, Yoppi; Rindarwati, Asti Yunia
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.51015

Abstract

Diabetes melitus (DM) diketahui sebagai penyakit tidak menular disebabkan peningkatan gula darah (hiperglikemia). Jika dibiarkan dalam waktu yang lama akan memunculkan berbagai macam komplikasi, diantaranya adalah retinopati, nefropati, neuropati, dan penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke. Maka dari itu, kadar gula darah pada pasien diabetes harus dijaga agar tetap normal. Sobat DM merupakan aplikasi yang diperuntukkan untuk pasien diabetes dalam membantu menjaga gaya hidupnya sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah dalam batas normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur ketergunaan, kenyamanan, dan kemudahan penggunaan aplikasi Sobat DM bagi pasien DM dengan metode System Usability Scale (SUS) dan Single Ease Question (SEQ). Metode yang dilakukan meliputi pembuatan media pengisian kuesioner, penyebaran kuesioner kepada responden, dan pengolahan data responden. Hasil penilaian aplikasi Sobat DM menggunakan metode SEQ menunjukkan bahwa mayoritas responden masih kesulitan dalam menggunakan aplikasi, khususnya pada fitur lapor efek samping dan membaca artikel. Sementara itu, pada penilaian menggunakan metode SUS menunjukkan nilai SUS 56,875 dengan skor keberterimaan “Marginal”, grade score “D”, dan adjective rating “Poor”. Dari hasil penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan evaluasi dan pengembangan dari aplikasi agar dibuat lebih sederhana lagi untuk memudahkan pengguna dan meningkatkan usability dari aplikasi. 
Kualifikasi Kinerja Sistem Tata Udara Ruang Timbang Kelas E di Industri Farmasi X Agita, Kiva; Husni, Patihul
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.50615

Abstract

Terap Obat Kombinasi Asma Bronkial Pada Pasien Dewasa Hazrina, Aghnia; Wicaksono, Imam Adi
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.47924

Abstract

ABSTRAKAsma bronkial merupakan penyakit inflamasi kronik pada saluran pernapasan yang menyebabkan hiperaktivitas yang ditandai dengan adanya peradangan bronkial kronis. Agen anti-inflamasi utama yang digunakan untuk pengobatan asma bronkial adalah Inhaled Corticosteroid (ICS), stabilisator sel mast, dan penghambat autakoid. Saat ini, kortikosteroid merupakan agen paling efektif untuk pengobatan asma bronkial. Namun, penggunaan kortikosteroid secara sistemik terbatas karena kemungkinan efek sampingnya. Oleh karena itu, penggunaan ICS pada umumnya dikombinasikan dengan Long Acting Beta Agonis (LABA). Berbagai uji klinis telah menunjukkan sinergi antara terapi LABA dan ICS yang menghasilkan kontrol gejala yang efektif dalam pencegahan eksaserbasi asma.  Review ini dibuat dengan tujuan menganalisis hasil terapi obat kombinasi asma bronkial pada pasien dewasa.ABSTRACTBronchial asthma is a chronic inflammatory disease of the respiratory tract that causes hyperactivity characterized by chronic bronchial inflammation. The main anti-inflammatory agents used for the treatment of bronchial asthma are Inhaled Corticosteroids (ICS), mast cell stabilizers, and autacoid inhibitors. Currently, corticosteroids are the most effective agents for the treatment of bronchial asthma. However, systemic use of corticosteroids is limited because of their possible side effects. Therefore, the use of ICS is generally combined with Long Acting Beta Agonists (LABA). Various clinical trials have demonstrated the synergy between LABA therapy and ICS resulting in effective symptom control in the prevention of asthma exacerbations. This review was created with the aim of analyzing the results of combination drug therapy for bronchial asthma in adult patients.
Manifestasi Klinis, Manajemen Terapi, Dan Peran Apoteker Dalam Penanganan Long Covid-19 Elaine, Angela Alysia; Wicaksono, Imam Adi
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.54100

Abstract

Coronavirus disease 19 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus sever acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 memiliki beberapa gejala yang akan muncul setelah masa inkubasi virus, seperti gejala ringan berupa demam, batuk kering, rasa lelah, hingga gejala berat seperti kegagalan sistem pernapasan. Gejala-gejala yang muncul dapat membaik dalam waktu 2-6 minggu, tetapi pada beberapa kasus, gejala tersebut dapat bertahan cukup lama hingga beberapa bulan. Long COVID-19 kejadian bertahannya gejala lebih dari 3 bulan setelah pertama kali munculnya gejala COVID-19. Beberapa terapi secara non farmakologi dan farmakologi telah direkomendasikan untuk penanganan manifestasi klinis ataupun gejala yang dirasakan pasien pada kondisi long COVID-19, seperti terapi rehabilitasi, pemberian OAINS, kortikosteroid, bronkodilator, beta bloker, hingga antibiotik. Pemberian terapi tersebut bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala, meningkatkan fungsi organ tubuh yang terdampak, dan meningkatkan kualitas hidup dari pasien. Dalam penanganan long COVID-19, tenaga kesehatan berperan penting dalam proses pemberian terapi dan pemantauan efek terapi bagi pasien, sehingga gejala yang persisten dapat berkurang. Sebagai salah satu tenaga kesehatan di Indonesia, apoteker memiliki peran penting dalam penanganan long COVID-19 dengan memberikan informasi dan edukasi terkait long COVID-19 serta penanganannya, optimalisasi penggunaan obat yang rasional, hingga menjaga pengelolaan vitamin, obat, ataupun perbekalan farmasi lainnya agar tidak terjadi kekosongan stok di Indonesia.Kata kunci: Long COVID-19, manifestasi klinis, terapi, apoteker.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue